• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Stop Diskriminasi Agama Di Korea Selatan

singthung

IndoForum Junior E
No. Urut
7164
Sejak
21 Sep 2006
Pesan
1.634
Nilai reaksi
27
Poin
48


Stop Diskriminasi Agama Di Korea Selatan

Thursday, September 4, 2008
Korea Selatan,Bhagavant.com


Beberapa minggu belakangan ini, puluhan ribu umat Buddha di Korea Selatan mengadakan demonstrasi di Seoul, untuk memprotes diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah President Lee Myung-bak.

Aksi damai ini menuntut President Lee Myung-bak yang beragama Presbyterian (salah satu aliran Kristen Protestan) untuk menghentikan diskriminasi agama dan meminta maaf atas perilaku beberapa pejabat senior pemerintahan dan juga dirinya yang cenderung menganaktirikan Buddhisme dan menganakemaskan agama Kristen.

President Lee dikritisi oleh para demonstran karena mengisi Kabinet dalam pemerintahannya oleh anggota-anggotanya yang seagama dengannya dan Lee tidak mengirimkan pesan ucapan selamat di hari kelahiran Buddha, padahal mayoritas rakyat Korea Selatan memeluk Buddhisme.

Para demonstran juga menyebut insiden-insiden yang menurut hemat mereka bersifat diskriminatif, seperti penggeledahan mobil Y.M. Jigwan, pimpinan Buddhis Korea tradisi Jogye oleh polisi baru-baru ini dan memperlakukannya seperti seorang kriminal. Vihara Jogye telah diawasi oleh polisi setelah enam aktivis penentang kebijaksanaan pemerintah mengenai impor sapi dari Amerika Serikat meminta perlindungan di sana.

Insiden yang bersifat diskriminatif di atas nampaknya juga bukan yang pertama kali diprotes oleh umat Buddha. Pada bulan Juni lalu, ditemukan pada pelayanan informasi transportasi umum yang disediakan oleh Kementerian Tanah, Transportasi dan Kelautan, dimana tidak dicantumkannya lokasi vihara-vihara yang ada di seluruh negara tersebut. Setelah umat Buddha memprotes hal itu, kemudian Menteri Chung Jong-hwan meminta maaf. Beberapa hari kemudian ditemukan juga pada peta informasi tentang Sungai Cheonggye yang tidak dicantumkannya informasi tentang vihara.

Hampir pada masa yang sama, Komisaris Polisi Eo Cheong-soo muncul bersama dengan seorang pendeta dalam sebuah poster yang mengiklankan sebuah acara yang diadakan oleh gereja Protestan. Dan poster itu dipasang di berbagai pos polisi di seluruh negara itu.

Ketika Lee Myung-bak menjadi walikota Seoul, ia menyatakan kota Seoul ”sebagai tempat suci yang dipimpin oleh tuhan” dan warga Seoul sebagai ”orang-orang tuhan”. Ia menyerahkan kota Seoul ”kepada tuhan”. Pada tahun 2006, Lee juga mengirimkan sebuah video pesan doa kepada sebuah perkumpulan Kristen dimana pemimpin kebaktiannya berseru kepada tuhan ”biarkanlah kuil-kuil Buddhis di kota ini luluh lantak”.

Seperti yang dikutip oleh Bhagavant.com dari Chosun.com, seorang mantan pastor yang ditunjuk sebagai sekretaris presiden sempat membandingkan para demonstran tersebut sebagai ”antek-antek setan”.


NB: Jangan-jangan presiden mantan penginjil kali,mau kristenisasi Korsel????^_^
Inilah sikap dan sifat orang yang mempunyai kesombongan rohoni.
 
Yah... dari karakternya sendiri sebenarnya agama Buddha sangat rentan dari serangan agama lain. Bukan hanya Kristen tapi dari semua aliran agama. Mengapa begitu? Yang pertama karena tidka adanya dogma.

Tidak adanya dogma menyebabkan, kebenaran harus dicari sendiri oleh umat Buddha. Tidak seperti kebenaran mutlak di kitab suci di agama lain. Dengan hal seperti ini. Isu seperti penyembahan berhala gampang disematkan kepada agama Buddha. Karena dalam proses pencarian kebenaran itu ternyata juga tumbuh berkembang seni pahat dan ukir yang sangat brilian yang melahirkan sejumlah ruphang Buddha dll.

Kondisi ini semakin parah pada era globalisasi. Siar agama aktif dilakukan oleh umat agama lain. Sementara siar agama Buddha bagaimana? Sangha yang memelihara Dhamma sangat jauh dari urusan seperti ini.

Kita juga meyakini Karma... Bahwa segala proses yang terjadi sudah ada penyabab dan sebabnya. Oleh karenanya seperti kejadian di Korea... inilah yang terjadi pada masyarakat Buddha yang sudah modern...

Bahwa agama Buddha walaupun sebagai agama mayoritas di Korea ternyata bisa juga menjadi yang teraniaya di sana oleh yang minoritas. Hanya memperlihatkan keunggulan toleransi yang sudah dilakukan pemeluk Buddha pada pemeluk agama lain. Hal yang sebaliknya, akan mendekati mustahil untuk ditemukan. Maksudnya, walaupun menjadi mayoritas, umat Buddha bisa dengan sangat tulus membiarkan sebuah kepercayaan minoritas tumbuh dan berkembang dengan damai. Kemudian hal yang sebaliknya, sebuah kepercayaan minoritas, bisa saja dengan tanpa merasa bersalah mendiskriminasi umat Buddha walaupun mayoritas.

Kita menang di toleransi. Kita kuat di pengertian kebenaran. Oleh karena itu jalan damai yang kita pilih sangat sedikit/jarang yang ingin menyebarkan dhamma. Apalagi dengan cara menghantam agama lain. Ini sudah karakteristik ajaran Buddha.

Pasti bukan umat Buddha kalau sampai menjadi teroris misalnya.....
 
Tidak ada yg permanen di dunia ini...
dharma vs adharma....
mari kita lihat apakah agama buddha di korea selatan berhasil melewati rintangan ini atau tidak...

biarpun minoritas.. agama mereka mempunyai pengikut yg fanatik.
krn di sana byk tanda2 kebesaran agama mereka, spt: stigmata, bunda maria menangis, dll.. yg bisa membuat keyakinan mereka lebih kuat.
 
Nach klo kita di Indonesia khan mayoritas Islam tapi presiden kita yg muslim khan gak diskriminasi ama agama..anehnya mngp semua presiden kita muslim??
apakah yg non-muslim bs menjadi presiden di negeri ini??
kalo saya gak peduli apapun agama presiden kita yg penting gak ad diskriminasi agama..

Untuk kasus yg di korsel ini lebih aneh..presidennya Kristen tp penduduk korsel mayoritas Buddha..bukankah ini menunjukkan betapa demokratisnya umat Buddha di korsel..mereka tidak memandang pemimpinnya dari segi agama yg dianut..
yach semoga umat Buddha di korsel bs berpikir jernih dan menyelesaikannya dgn cara yg santun..
 

kalo penganut yesus emang nga salah lah tindakan mereka kaya gitu,di budhist kita tau bahwa isa almasi pernah belajar ajaran tantrayana pada masanya,so akhirnya kita umat budha khususnya yg tau menghormati sesosok yesus itu sebagai salah satu bisa dikatakan lah sebagai sesepuh aliran tantrayana,tetapi kita semua tau bahwa agama yg diluar ajaran budha (ini budhis universal yah,jadi saya nga bilang sekte) memakai iman sebagai dasar agamanya.
ini yang berbahaya dimana iman sudah mengalahkan logika maka batin menjadi gelap dan timbulah perasaan yg merasa diri sudah menjadi utusan tuhan untuk menghakimi orang2 yg dianggap kafir atau sesat dalam pandangannya/bukan pandangan agamanya dalam hal ini,contoh seperti di film the mist kita bisa melihat kefanatikan dari pengikut2 yesus kristus,sangat suka umat kristen(terserah deh mau dari protestan,protessetan,protesketan,protesapalagi,pantek kosta,apalah itu) merasa apa yang terjadi pada saat sekarang,pada masa lalu dan akan datang pasti terjadi sesuai dengan kitab suci merekadan lagi sangat2 tidak ada toleransinya,dimana difilm itu sampai2 mengorbankan orang lain pun sudah dihalal kan karena merasa dirinya dapat berkomunikasi dengan tuhan.
inilah bahayanya agama yg hanya berdasarkan iman dan iman,agama budha melihat segala sesuatu ini adalah anicaa,tanha,dan avijja yg bergerak pada saat ada sesuatu yang terjadi,bukan berdasarkan atas dasar kitab suci saja,kitab suci untuk dibaca baik2,dicerna baik2,direnungi baik2,dan dijalankan dengan baik2 serta penuh toleransi serta cinta kasih yg universal, budha dharma tidak pernah memaksakan orang untuk percaya dan yakin kepada para budha,begitupun dengan para budha tidak pernah memaksakan ajaran merekalah yg paling betul dan yg lain salah atau sesat
jadi sebagai penganut budha yg memikirkan masa depan agama budha hendaknya kita harus protes kepada dunia,bahwa ada diskriminasi agama dan pelecehan agama oleh agama lainnya, udah ngak heran kalau kita dilecehkan,karena kita sendiri masi sibuk2nya saling melecehkan dengan dogma2 tripitaka sendiri untuk mendiskreditkan ajaran2 budha yg beraliran satu dengan yang lainnya,bersatu kita umat budha apapun sekte nya untuk menghadapi perubahan dimasa meredupnya budha dhrama pada jaman ini
 
kunci utama adalah masing2 untuk intropeksi diri, jangan saling menyalahkan dan menjelekkan, berpikir sebelum melakukan tindakan baik melauli ucapan ataopun perbuatan. apakah yg dilakukan melanggar atau sudah sesuai dengan apa yg akan dlakukan. karena setan berasalmula dari pikiran dan hati manusia.

om ah hung benzra guru padma siddhi hum
 
Kebanyakan memang hanya bisa menyalahkan tanpa sadar bahwa diri sendiri yang salah. Seperti juga teriakan menyembah berhala, padahal berhalanya setiap hari disembah-sembah.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.