Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Seekot semut rahang capit (Odontomachus bauri) bersiap dengan capitnya yang dapat bergerak dengan sangat cepat untuk menagkap jangkerik muda.
Semut rahang capit (Odontomachus bauri) menangkap mangsanya dengan kekuatan 300 kali berat tubuhnya sendiri. Saat menangkap mangsa, capit di rahangnya dapat menutup dengan kecepatan lebih dari 100 kilometer perjam.
"Ini benar-benar gerakan tercepat anggota tubuh hewan yang pernah terekam," kata peneliti utamanya Sheila Patek dari Universitas California Berkeley. Gerakan capitnya saja hanya dapat diamati dengan teknik video digital yang biasanya dipakai untuk melihat gerakan tembakan peluru.
Rahang semut yang diambil dari Kosta Rika itu sebenarnya relatif pendek, namun dapat digunakan untuk menjepit dengan sangat kuat karena digerakkan dengan begitu cepat. Temuan ini dilaporkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi minggu ini.
Dari rekaman video digital juga diketahui bahwa hewan kecil yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan ini menggunakan capitnya untuk banyak hal, tidak hanya melumpuhkan mangsa. Semut menggunaan capit rahangnya untuk melemparkan hewan asing yang mendekati mangsanya, mencabik tubuh mangsanya, atau menyobek apapun yang dianggapnya membahayakan.
Lentingan
Saat didekati kadal yang tidak mungkin ditakut-takuti dengan capitnya, misalnya, ia akan mencapit tanah agar dapat melemparkan tubuhnya ke atas.
"Jika ia menggigit sesuatu yang terlalu kuat untuk didorong atau dipotong dengan capit di rahangnya, tubuhnya akan terombang-ambing ke atas," kata peneliti lainnya Dr. Andy Suarez dari Universitas Illinois AS. Efek inilah yang dimanfaatkannya untuk mengangkat tubuhnya hingga beberapa centimeter ke udara.
Melakukan gerakan melenting seperti itu kelihatannya menyakitkan, namun belum pernah terlihat semut terluka karena salah gerak. Sejauh ini, para peneliti juga belum berhasil mengamati apakah semut-semut ini melakukannya selain pada saat terancam bahaya. Efek lompatan ke udara diyakini para peneliti akan membuat bingung musuhnya.
"Hasil penelitian ini menunjukkan betapa menakjubkan dan menarik caranya karena satu sistem mekanik tubuh dapat dipakai untuk melakukan berbagai perilaku," ujar Patek.
Hebat si Magnum nge posting semut rahang capit,...
Kehidupan semut biasa2 aja kayanya, tapi klo diamati,... dia sosok kehidupan yang luar biasa loh /no1
Om Magnum bisa ga bahas tentang kehidupan semut ato ga rayap /? gw paling suka nih kedua makhluk ini. Hidupnya ga bisa di jamah manusia (Bawah Tanah). Kalo bisa kasih gambar2 biar tambah penasaran :p
wah sejauh ini semut masih di kategorikan low thread,tdk berbahaya.....
hanya saja kita ngka tau mungkin ada spesies baru tp yg cm dikit dan blum terlihat manusia /hmm