Sejarah Dunia

666

IndoForum Junior B
sabar yang request, saya lagi sibuk kerjain sesuatu yang penting. Bagi teman-teman yang bisa post silakan post aja dulu.

@titi

jgn macam2 kamu /bawi
 

666

IndoForum Junior B
Muhammad SAW


Muhammad (bahasa Arab: محمد, juga dikenal sebagai Mohammad, Mohammed, dan kadang-kadang oleh orientalis Mahomet, Mahomed) adalah pembawa ajaran Islam, dan diteladani oleh umat Muslim sebagai nabi Allah (Rasul) yang terakhir. Menurut biografi tradisional Muslimnya (dalam bahasa Arab disebut sirah), ia lahir sekitar tahun 570 di Mekkah (atau "Makkah") dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah. Kedua kota tersebut terletak di daerah Hejaz (Arab Saudi saat ini).

"Muhammad" dalam bahasa Arab berarti "dia yang terpuji". Muslim mempercayai bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad S.A.W adalah penyempurnaan dari agama-agama yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Mereka memanggilnya dengan gelar Rasulullah (رسول الله), dan menambahkan kalimat sallallaahu alayhi wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya"; sering disingkat "S.A.W") setelah namanya. Selain itu Al-Qur'an dalam Surat Ash Shaff (QS 61:6) menyebut Muhammad dengan nama "Ahmad" (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti "terpuji".

Michael H. Hart, dalam bukunya The 100, menetapkan Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal agama maupun hal duniawi. Dia memimpin sebuah bangsa yang awalnya terbelakang dan terpecah belah, menjadi bangsa maju yang bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi di medan pertempuran.

Kelahiran

Para penulis sirah (biografi) Muhammad pada umumnya sepakat bahwa ia lahir di Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M. Muhammad lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah, meninggal dalam perjalanan dagang di Yastrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.

Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib (Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana. Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya, 'Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah ia diminta menggembala kambing-kambingnya disekitar Mekkah dan kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Libanon dan Palestina).

Hampir semua ahli hadits dan sejarawan sepakat bahwa Muhammad lahir di bulan Rabiulawal, kendati mereka berbeda pendapat tentang tanggalnya. Di kalangan Syi'ah, sesuai dengan arahan para Imam yang merupakan keturunan langsung Muhammad, menyatakan bahwa ia lahir pada hari Jumat, 17 Rabiulawal; sedangkan kalangan Sunni percaya bahwa ia lahir pada hari Senin, 12 Rabiulawal atau (2 Agustus 570M).

Masa Remaja

Dalam masa remajanya, diriwayatkan bahwa Muhammad percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan sombong. Ia menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq (yang benar) dan Al-Amin (yang terpercaya). Ia senantiasa dipercayai sebagai penengah bagi dua pihak yang bertikai di kampung halamannya di Mekkah

Kerasulan

Gua Hira tempat Muhammad pertama kali memperoleh Wahyu​


Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran. Ia sering menyendiri ke Gua Hira', sebuah gua bukit dekat Mekah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur karena bertentangan sikap dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut. Di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.

Pada suatu malam, ketika Muhammad sedang bertafakur di Gua Hira', Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca. Ia menjawab, "Saya tidak bisa membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama.

Akhirnya, Jibril berkata:

"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu ia berusia 40 tahun. Wahyu turun kepadanya secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Wahyu tersebut telah diturunkan menurut urutan yang diberikan Muhammad, dan dikumpulkan dalam kitab bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al-Quran (bacaan). Kebanyakan ayat-ayatnya mempunyai arti yang jelas, sedangkan sebagiannya diterjemahkan dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang lain. Sebagian ayat-ayat adapula yang diterjemahkan oleh Muhammad sendiri melalui percakapan, tindakan dan persetujuannya, yang terkenal dengan nama As-Sunnah. Al-Quran dan As-Sunnah digabungkan bersama merupakan panduan dan cara hidup bagi "mereka yang menyerahkan diri kepada Allah", yaitu penganut agama Islam.

Selama tiga tahun pertama, Muhammad hanya menyebarkan agama terbatas kepada teman-teman dekat dan kerabatnya. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam, antara lain Khadijah, Ali, Zayd dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidillah bin Harits, Amr bin Nufail masuk Islam dan bergabung membela Muhammad.

Akibat halangan dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah, sebagian orang Islam disiksa, dianiaya, disingkirkan dan diasingkan. Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pengikutnya membuat lahirnya ide berhijrah (pindah) ke Habsyah. Negus, raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Madinah, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.

Hijrah ke Madinah

Di Mekah terdapat Ka'bah yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim a.s. Masyarakat jahiliyah Arab dari berbagai suku berziarah ke Ka'bah dalam suatu kegiatan tahunan, dan mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan mereka dalam kunjungan tersebut. Muhammad mengambil peluang ini untuk menyebarkan Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan seruannya ialah sekumpulan orang dari Yathrib (dikemudian hari berganti nama menjadi Madinah). Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi Islam, Rasulullah (Muhammad) dan orang-orang Islam Mekkah.

Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yathrib datang lagi ke Mekkah. Mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yathrib. Muhammad akhirnya setuju untuk berhijrah ke kota itu.

Mengetahui bahwa banyak masyarakat Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha menghalang-halanginya, karena beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yathrib, orang-orang Islam akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama mereka ke daerah-daerah yang lain. Setelah berlangsung selama kurang lebih dua bulan, masyarakat Islam dari Mekkah pada akhirnya berhasil sampai dengan selamat ke Yathrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah atau "Madinatun Nabi" (kota Nabi).

Di Madinah, pemerintahan (kalifah) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (shalat) dan bermasyarakat di Madinah. Quraish Makkah yang mengetahui hal ini kemudian melancarkan beberapa serangan ke Madinah, akan tetapi semuanya dapat diatasi oleh umat Islam. Satu perjanjian damai kemudian dibuat dengan pihak Quraish. Walaupun demikian, perjanjian itu kemudian diingkari oleh pihak Quraish dengan cara menyerang sekutu umat Islam.

Penaklukan Mekkah

Pada tahun ke-8 setelah berhijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan pasukan Islam sebanyak 10.000 orang. Penduduk Makkah yang khawatir kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat Muhammad kembali pada tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ia kembali maka ia menaklukkan Mekkah secara damai. Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di sekeliling Ka'bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan agama Islam di kota Mekkah.

Pernikahan

Selama hidupnya Muhammad menikahi 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat. Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia, sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.

Sepeninggal Khadijah, Muhammad disarankan oleh Khawla binti Hakim, bahwa sebaiknya ia menikahi Sawda binti Zama (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar, dimana Muhammad akhirnya menikahi keduanya. Kemudian setelah itu Muhammad tercatat menikahi beberapa wanita lagi sehingga mencapai total sebelas orang, dimana sembilan diantaranya masih hidup sepeninggal Muhammad. Para ahli sejarah antara lain Watt dan Esposito berpendapat bahwa sebagian besar perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya Arab), atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan).

Status dari beberapa istri Muhammad menjadi sumber perdebatan dalam sejarah. Maria al-Qibtiyya dikatakan seorang budak atau seorang budak yang dibebaskan. Di sisi lain terdapat perdebatan tentang umur Aisyah saat dinikahi. Sebagian besar referensi (termasuk sahih Bukhari dan sahih Muslim) menyatakan bahwa upacara perkawinan tersebut terjadi diusia enam tahun, dan Aisyah diantarkan memasuki rumah tangga Muhammad sejak umur sembilan tahun. Sementara pada hadits lainnya dikatakan Aisyah pada umur belasan tahun saat itu.

Aisyah Lahir sebelum Muhammad diangkat sebagai nabi(610), Perbedaan umur Aisyah dan Fatimah adalah sekitar 5 tahun. Fatimah lahir pada saat Ka'bah sedang dibangun(605). Maka diperkirakan Aisyah dipinang oleh Muhammad pada usia sekitar 12-15 tahun, setelah Khadijah wafat(622).

Terdapat perbedaan pemahaman mengenai istilah "memasuki rumah tangga" Muhammad, sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits-hadits sahih tersebut. Umumnya umat Islam berpendapat bahwa perlakukan Aisyah sebagai istri terjadi saat ia sudah mengalami menstruasi. Pendapat lain mengatakan bahwa perdebatan mengenai umur Aisyah yang terjadi pada abad ke-7, yaitu saat praktik pernikahan dengan anak adalah tradisi umum yang juga pernah terjadi di India, China dan bahkan Eropa, yang kemudian dibawa ke abad modern sehingga telah keluar dari konteks. Terlepas dari perdebatan tersebut, tidak didapatkan informasi lain tentang umur pasti Aisyah saat menikah.

sumber : id.wikipedia.org
 

T!T!~ch@/\/

IndoForum Banned
Holocaust (dari bahasa Yunani: holokauston yang berarti "persembahan pengorbanan yang terbakar sepenuhnya") adalah genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II.

Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai "Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi". Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi.

Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi "tidak disukai" antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah's Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom dan Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.

berasal dari kata Yunani yang digunakan dalam Alkitab, yang berarti persembahan bakaran yang utuh. (Ibrani 10:6) Namun sehubungan dengan artikel ini, “Holocaust adalah penganiayaan dan pemusnahan orang Eropa keturunan Yahudi secara sistematis dan yang disponsori negara Jerman Nazi dan sekutu-sekutunya antara tahun 1933-1945.”Pengingkaran holocaust atau holocaust denial adalah kepercayaan bahwa Holocaust tidak pernah terjadi, atau jauh lebih sedikit dari 6 juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi; bahwa tidak pernah ada rencana terpusat untuk memusnahkan bangsa Yahudi; atau bahwa tidak ada pembunuhan masal di kamp-kamp konsentrasi. Mereka yang percaya akan hal ini biasanya menuduh bangsa Yahudi atau kaum Zionis mengetahui hal ini dan mengadakan konspirasi untuk mendukung agenda politik mereka. Karena Holocaust dianggap ahli-ahli sejarah sebagai salah satu kejadian paling banyak didokumentasikan dalam sejarah, pandangan-pandangan ini tidak dianggap kredibel, dengan organisasi-organisasi seperti American Historical Association mengatakan bahwa Holocaust denial sebagai "at best, a form of academic fraud."[2] Pernyataan holocaust denial di muka umum adalah pelanggaran hukum di sepuluh negara Eropa, termasuk Perancis, Polandia, Austria, Swiss, Belgia, Romania, dan Jerman.

Holocaust deniers lebih suka disebut Holocaust "revisionists". Kebanyakan ahli sejarah mengatakan bahwa istilah ini menyesatkan. Historical revisionism adalah bagian dari ilmu sejarah; yaitu penyelidikan ulang dari accepted history (sejarah yang sudah diterima secara umum) dengan tujuan untuk lebih memperjelas peristiwa tersebut. Sebaliknya, negationist dapat secara sengaja menggunakan catatan sejarah yang salah; seperti ditulis Gordon McFee: "Revisionists depart from the conclusion that the Holocaust did not occur and work backwards through the facts to adapt them to that preordained conclusion. Put another way, they reverse the proper methodology ... thus turning the proper historical method of investigation and analysis on its head." [3]

Public Opinion Quarterly juga menyimpulkan: "Tidak ada ahli sejarah terkemuka yang mempertanyakan kenyataan Holocaust, dan mereka yang mendukung Holocaust denial kebanyakan adalah anti-Semit dan/atau neo-Nazi."

Holocaust denial sangat populer dalam penentang-penentang Israel dari kaum Muslim karena memang banyak bukti yang dikeluarkan oleh ilmuwan barat sendiri yang menjelaskan kebohongan holocaust ini. Disertasi doktor Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, meragukan bahwa kamar gas digunakan untuk membunuh orang-orang Yahudi dan mengatakan bahwa jumlah orang Yahudi yang dibunuh dalam Holocaust kurang dari 1 juta jiwa.[4][5] Abbas belum pernah menyatakan pandangan ini sejak ditunjuk menjadi Perdana Menteri Palestina pada tahun 2003, dan telah membantah bahwa ia adalah seorang Holocaust denier. Pada akhir 2005, presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menggambarkan Holocaust sebagai "mitos pembantaian orang Yahudi." [6][7]

Sebenarnya dari kalangan ilmuwan barat sendiri ada beberapa yang menyangkal adanya Holocaust, di antaranya: Pengarang Perancis Roger Garaudy, Professor Robert Maurisson, Ernst Zundel, David Irving, dll. tetapi hampir semuanya dinyatakan bersalah dan dijebloskan kedalam penjara termasuk Pada 15 Feb 2007, Ernst Zundel seorang Holocaust denier dihukum 5 tahun penjara [1]. Seorang pengacaranya, Herbert Schaller, menghujah bahwa semua bukti tentang adanya Holocaust hanya berdasarkan pengakuan korban-korbannya saja, bukan berdasarkan fakta-fakta yang jelas. Ernst Zundel ini juga pernah ditahan pada tahun 1985, dan 1988 dalam kasus yang sama.

Semua hal di atas sangat kontras dengan slogan negara-negara barat sendiri yang menyatakan kebebasan berpendapat apalagi disertai bukti-bukti ilmiah tentang kebohongan Holocaust terutama digunakannya kamar gas oleh Nazi di Polandia, tetapi begitu menyinggung masalah yang menggugat hal ini mereka langsung memberangus habis penentang-penentangnya sehingga banyak kalangan menilai adanya lobby Yahudi yang berdiri dibelakangnya dalam mempengaruhi putusan pengadilan.

Sumber : wikipedia

gue d diskriminasikan ga boleh request aam abang 666 /e4 /e4 /e4 /e4
 

Bard272

IndoForum Junior A
@pembantaian Tiananmen (The Forbidden City) China

Tragedi Tiananmen

Tragedi Tiananmen telah melahirkan luka yang dalam perjalanan Cina modern. Tidak hanya masyarakat Cina yang merasa insiden itu merupakan lembaran hitam yang memakan korban para mahasiwa, masyarakat dan politisi pro demokrasi, tetapi juga mendapat reaksi keras dari dunia internasional. Setelah kejadian itu, Cina seperti diisolasi dunia.

Rencana pembangunan ekonominya yang menganut pasar mengalami batu sandungan. Sejak 1978, Cina sudah melancarkan apa yang disebut sebagai empat modernisasi.

Salah satu pemicu peristiwa itu adalah saat keterbukaan ekonomi Dikembangkan sehingga melahirkan sentuhan modal, informasi dan teknologi dengan Barat, format politiknya tidak mengalami penyesuaian.Akibatnya, kelas terdidik seperti para mahasiswa dan dosennya terobsesi dengan kebebasan di luar negeri dengan bukti-bukti kemajuan ekonominya.Singkat kata, kemajuan peradaban Barat lahir karena kebebasan politik yang dilaksanakannya.

Paham ini makin merebak di kalangan mahasiswa dan intelektual karena terjadi diskusi intensif diantara mereka. Gelombang informasi dari luar yang menyerbu masuk ke Cina akhirnya mengubah obsesi kebebasan itu menjadi sebuah gerakan pro demokrasi.

Puncak aksi demokrasi itu berlangsung di Lapangan Tiananmen, Beijing, yang jadi simbol kebesaran Cina saat ini. Di seputar tempat inilah terdapat gedung-gedung penting pilar kenegaraan Cina.Setelah beberapa hari pidato, aksi unjuk rasa dan perhatian para wartawan asing ke Tiananmen, pihak penguasa Cina mengambil keputusan yang tak dapat diduga sebelumnya: Hancurkan gerakan pro demokrasi mahasiswa.

Sejak kebijakan itu dikeluarkan, maka periode kelam gerakan prodemokrasi sudah diambang pintu. Bermula dari pembubaran secara kekerasan aksi pro demokrasi di Tiananmen yang memakan korban jiwa sangat besar, maka pemerintah terus mengadakan perburuan terhadap kaum intelektual yang mbalelo terhadap ajaran komunis. Muncullah tokoh-tokoh pembangkan yang dicari dan kemudian melarikan diri ke Barat. Marak pula gerakan pro demokrasi bawah tanah yang melahirkan kepahlawanan besar di kalangan intelektual.

Melihat Tiananmen dari dekat

Tahun 1995 ketika penulis mengunjungi Beijing 18 Mei,Pengawasan dan penjagaan Lapangan Tiananmen di pusat Beijing semakin meningkat dua pekan menjelang peringatan pecahnya demonstrasi pro-demokrasi 3-4 Juni 1989. Jumlah personel militer Cina tampak lebih banyak daripada biasanya hilir mudik di seputar Tiananmen (Pintu Surga Perdamaian).

Menurut sebuah sumber, peningkatan kegiatan patroli mulai berlaku awal Mei ini. Mereka berkeliling Beijing naik mobil khusus. Peningkatan penjagaan keamanan ini biasa berlangsung menjelang awal Juni ketika pecah bentrokan antara mahasiswa dengan tentara. Sedikitnya 1.000 orang tewas dalam insiden yang dimulai dengan seruan mahasiswa untuk melaksanakan reformasi politik di samping ekonomi.Mahasiswa dan massa ini berdemonstrasi di Lapangan Tiananmen bahkan mereka membuat patung Dewi Demokrasi sebagai simbol gerakan demokrasi. Gerakan ini kemudian menyebar ke berbagai kota besar. Namun pemerintah kemudian menumpas gerakan ini dengan mengerahkan militer yang dilengkapi puluhan tank.

Gema gerakan pro-demokrasi ini masih terasa saat ini. Menjelang peringatan pecahnya demonstrasi ini, pemerintah menyiagakan berbagai perangkat keamanan untuk mencegah munculnya demonstrasi sekecil apa pun. Situasi tampak seperti biasa saja, tetapi jika diamati dengan saksama memang terasa sekali penjagaannya diperketat. Namun demikian masyarakat seolah-olah tidak merasakan hal ini. Mereka tetap tentang mengunjungi Forbidden City (Kota Terlarang) atau antre untuk melihat mouseleum Mao Zedong. Seperti tahun sebelumnya, kestabilan dan keamanan Tiananmen sering dijadikan ukuran mengenai kemantapan politik Cina. Tampaknya lapangan yang luasnya 40 hektar di sebelah selatan Forbidden City menjadi perhatian masyarakat internasional mengenai misteri yang terjadi dalam persaingan politik Cina.

Pengamatan penulis di Tiananmen menunjukkan walaupun pengawasan ditingkatkan baik oleh petugas berseragam maupun yang berpura-pura sebagai tukang sapu, tidak ada tanda-tanda akan muncul demonstrasi di atas lapangan yang dibuat dari campuran batu berbentuk segi empat berukuran sekitar 40 cm. Letak Tiananmen memang strategis sekali. Di bagian timur terletak Istana Kebudayaan Rakyat Pekerja, Museum Sejarah Cina dan Museum Revolusi Cina. Di bagian barat terletak Balai Agung Rakyat (Great Hall of the People) yang dibangun 1959 sebagai tempat Kongres Rakyat.

Sumber: KOMPAS, 19-05-1995.

PEMBANGKANG DITANGKAP

Pemerintah Cina menangkap tiga pembangkang menjelang peringatan enam tahun tragedi berdarah Lapangan Tiananmen. Penangkapan dilakukan untuk mencegah muncul kerusuhan lagi bulan depannya

Menurut sejumlah sumber di Beijing seperti dikutip South China Morning Post Mei 1995 di antara yang ditahan adalah salah seorang dari 45 penandatangan petisi yang berani ke Presiden Jiang Zemin. Petisi itu menuntut pembebasan semua tahanan politik yang terlibat demonstrasi prodemorkasi di Tiananmen Juni 1989.

Huang Xiang (45) dan istrinya Zhang Ling diciduk polisi Kamis pukul 04.30 dinihari dari rumahnya di sebelah timur laut Beijing. Setelah pencidukan itu, mereka tak tampak lagi di muka umum. Huang, penyair dan veteran gerakan Tembok Demokrasi 1979 ikut menandatangani petisi. Petisi ini merupakan yang pertama kali sejak pecahnya kerusuhan tahun 1989. Di antara penandatangannya terdapat ilmuwan Wang Ganchang (88), Ketua Kehormatan Institut Riset Nuklir Cina.

Setiap tahun, menjelang peringatan insiden Tiananmen, polisi meningkatkan penjagaann di Beijing. Mereka memperbaiki kamera pengawas di Tiananmen. Tentara dan polisi juga dikerahkan untuk menjaga Tiananmen siang malam, yang selalu ramai terutama di musim semi dan panas.

Huang sendiri sudah pernah ditahan lima kali sejak puisinya yang prodemokrasi dibacakan dalam pawai gerakan Tembok Demokrasi tahun 1979. Namun gerakan itu ditumpas atas perintah Deng Xiaoping (91) yang kini keadaannya sangat dirahasiakan.

Menurut sebuah sumber di Beijing, bahkan para pejabat Cina sendiri tidak semuanya mengetahui di mana Deng berada. Diduga hanya pejabat tingggi setingkat presiden dan menteri yang mengetahui betul-betul bagaimana keadaan pemimpin senior itu.

Pembangkang lain yang lenyap adalah Wang Xizhe, pendiri grup kecil Cina yang ikut dalam demonstrasi 1979. Dia pun diciduk polisi Beijing hari Selasa lalu (16/5). Wang yang pernah ditahan di penjara Guangdong setelah menjalani 12 dari 14 tahun penjara. Ia dikabarkan tidak kembali ke hotelnya Jumat malam.

Sedangkan Liu Xiaobo yang dihukum karena aksi demonstrasi tahun 1989 juga diangkut polisi hari Rabu. Polisi dikabarkan mengatakan akan membawa mereka untuk diinterogasi namun kemudian tidak muncul sampai hari Sabtu. Liu ikut menandatangani dua petisi pada bulan Maret yang ditujukan ke Kongres Rakyat Nasional.

Sumber: KOMPAS,22-05-1995

LAHIRKAN KELAS MENENGAH YANG KRITIS

BEBERAPA pekan menjelang peringatan ke-6 pembantaian berdarah Lapangan Tiananmen tanggal 4 Juni 1989, tempat yang sehari-hari digunakan untuk berbagai upacara penting serta arena bermain keluarga dan remaja ini tampak sepertitegang. Sekilas memang kelihatan penduduk setempat tidakmempersoalkan apa yang terjadi enam tahun silam di tempat ini.

Namun kehadiran tentara yang semakin banyak serta patroli seputar Beijing sejak awal Mei, menandakan antisipasi terhadap sesuatu yang tidak bisa diramalkan.

Hampir setiap 10 meter ada tentara dengan seragam hijau dan peci bergaris merah berjalan-jalan memperhatikan pengunjung Lapangan Tiananmen. Bila ada yang mencurigakan mereka tampak mendekati dan bertanya. Bahkan tidak jarang memeriksa isi kantong orang yang dicurigai tersebut. Orang asing yang hilir mudik apalagi membawa kamera tidak luput dari pengamatan tentara. “Jangan dikira pengawasan Tiananmen itu sebatas petugas berseragam. Jika Anda jeli mengawasi, petugas penyapu sampah pun diam-diam membawa radio penghubung. Bahkan orang tua yang duduk-duduk santai pun kadang-kadang membawa HT (handy-talkie),” ujar seorang staf perwakilan asing di Beijing.

Suasana tegang memang mewarnai hari-hari menjelang peringatan ini. Mungkin saja terkesan terjadi perang urat saraf antara pendukung gerakan Tiananmen dengan pihak berwajib. Ketegangan ini tampak semakin memuncak menjelang tanggal 4 Juni.

Petugas keamanan juga semakin banyak berkeliaran di seputar Lapangan Tiananmen. Tidak jarang pula di seluruh Beijing, di kampus-kampus Beijing, dan bahkan menyebar sampai ke berbagai kota pedalaman yang dianggap potensial mengundang aksi baru.

Sejumlah tokoh yang dianggap menentang penguasa juga mendapat pengawasan ketat. Pengintaian tak hanya terjadi pada tokoh mahasiswa di rumahnya tetapi juga di setiap kegiatan yang diikutinya.

Mantan Sekjen Partai Komunis Cina (PKC) Zhao Zhiyang yang dicopot seminggu setelah pembantaian di Lapangan Tiananmen,mendapat pengawalan sangat ketat. Demikian juga sejumlah tokoh saingan Presiden RRC yang juga menjabat sebagai Sekjen PKC Jiang Zemin yang dianggap pro-mahasiswa.

BAGI pendukung gerakan prodemokrasi, peringatan ini peluang menyampaikan pesan anti-kemapanan, anti-regim sekarang yang menguasai 1,1 milyar penduduk. Mereka juga menggugat lagi keputusan pemerintah menahan aktivis politik yang terlibat pembantaian di Lapangan Tiananmen oleh Tentara Pembebasan Rakyat.

Kehadiran pers asing dan perhatian dunia internasional pada momentum 4 Juni sangat ditunggu-tunggu pendukung gerakan prodemokrasi. Mereka berusaha menggunakan pers asing untuk menyampaikan misinya, sesuatu hal yang tidak mungkin jika disalurkan lewat media massa Cina.

Berbagai petisi dan ungkapan bernada protes bermunculan pada bulan Mei. Salah satu yang menonjol adalah keterlibatan perintis bom atom di Cina, Wang Ganchang (88).

Dalam petisi yang ditandatangani sejumlah tokoh intelektual terhormat, mereka meminta pemerintah mengkaji ulang penahanan aktivis Tiananmen. Mereka juga menuntut pembebasan mereka. Kalangan intelektual ini menganggap orang tak harus ditahan karena pemikirannya yang bertentangan dengan penguasa.

Rangkaian protes di dalam negeri yang dialamatkan kepada Presiden Jiang Zemin dan Kongres Rakyat Nasional (parlemen Cina) mencerminkan betapa ingatan terhadap tragedi Tiananmen, khususnya di kalangan mahasiswa dan intelektual, tak pernah padam.

Peringatan Tiananmen ke-6 ini mendapat perhatian serius karena bersamaan dengan masa transisi kekuasaan. Jiang Zemin meskipun sudah dinobatkan sebagai pengganti Deng Xiaoping (91) yang saat ini tak diketahui keberadaannya, posisinya di mata para pengamat Cina masih belum mapan. Kalangan militer ataupun tokoh tua PKC serta mereka yang masih loyal kepada Deng, menganggap transisi ini belum selesai.

SECARA sadar Cina melangkah ke arah pembaruan ekonomi yang tidak terbayangkan 10 tahun lalu. Kemakmuran di mana-mana.Kemiskinan juga masih tetap merajalela. Namun karena jumlah penduduknya yang terbesar di dunia, kenaikan kelas menengah versi Cina akan banyak mempengaruhi pola perilaku politik. Kemapanan ekonomi lambat laun akan mengubah pola pikir mereka baik terhadap perkembangan ekonomi maupun politik.

PM Singapura Goh Chok Tong dalam seminar tentang Cina di Beijing Mei 1995, melukiskan adanya kelas menengah Cina yang semakin besar porsinya. Mengutip studi yang dilakukan biro konsultan manajemen McKinsey di Hongkong, Goh menjelaskan di Cina saat ini ada100 juta orang yang berpenghasilan lebih dari 1.000 dollar AS per tahun. Pada tahun 2000 nanti jumlah itu akan mencapai 270 juta orang, lebih besar dari penduduk AS saat ini.

Bila diterjemahkan ke dalam proses demokratisasi yang diinginkan pendukung gerakan Tiananmen, semakin besar porsi penduduk yang mapan secara ekonomi akan semakin menghargai kebebasan berpendapat serta kebebasan mengajukan kritik terutama ke penguasa.

Ini berarti, dalam waktu dekat akan terjadi proses perubahan yang lebih mendukung aspirasi demokratisasi di Cina, apalagi ditambah pintu informasi yang semakin terbuka lebar. Tahun 1995 terdapat kesan keran ekonomi dibuka lebar. Investasi asing mengalir deras. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 11 persen, bahkan di sejumlah zona bebas angka itu lebih tinggi lagi.

Posisi Cina dalam perdagangan internasional juga semakin naik di mana tahun 1994 sudah menduduki peringkat ke-11 dunia. Pada tahun 2000 nanti akan menjadi nomor enam dunia. Namun di sisi lain keran politik ditutup rapat-rapat, yang sangat bertentangan dengan laju ekonomi. Inilah tampaknya yang akan menjadi pemicu krisis politik berkepanjangan.

Tak mengherankan bila ada pendapat seperti diungkapkan Wakil PM Thailand, Supachai Panitchpakdi, jika laju ekonomi yang tinggi tak diimbangi perbaikan sosial politik, akan terjadilah konflik.

Asumsinya, semakin tebal lapisan kelas menengah Cina, aspirasi politiknya kian banyak menuntut perhatian. Ini berarti penguasa politik mendatang di Cina, tak hanya bisa semata-mata mengandalkan mesin propaganda untuk melanggengkan kekuasaannya.

Sumber: KOMPAS, 04-06-1995.

maap kl gk lengkap
 

Break Chronicle

IndoForum Beginner E
Ternyata dalam hal meruntuhkan tiran oleh mahasiswa, Indonesia lebih ahli dari china... baca postingan anda jadi inget tragedi mei 1998 (waktu gw masi 5 taun T_T)
 

v0LtaGe

IndoForum Senior A
Pemberontakan Tiananmen toh..

Aku jadi penasaran sama sejarah pembunuh2 kelas kakap dunia spt Bloody Mary,atau apa lagi namanya itu..
 

T!T!~ch@/\/

IndoForum Banned
pemberontakan tianamen salah satu sejarah yang kelam bagi cina dan merupakan pembantaian besar besaran bagi mahasiswa /no1
 

Break Chronicle

IndoForum Beginner E
Bukannya bloody Marry mah penyihir??

dia salah satu korban waktu genocide penyihir di eropa pada abad pertengahan kan??

pokoknya pada jaman itu, jangan jadi wanita bijak, wanita tua, wanita penyembuh, wanita cerdas, ato wanita pemelihara kucing hitam.. cuz bakal dibakar sama masyarakat sekitar...

lucunya cara ngebuktiin bahwa dia penyihir ato bukannya unik banget.. wanita tersangka bakal dibawa ke jurang terus dilempar ke dalem tu jurang.. kalo dia penyihir, maka dia akan menyelamatkan diri dengan sihir oleh karena itu harus dikejar dan dibakar... bila dia wanita biasa nonpenyihir... semoga tuhan menerima arwahnya...

parah banged deh eropa waktu itu...
 

EverLasting Friend

IndoForum Senior B
^
^
^

Wow... mengerikan yh... untung gw hidup di indo n jaman ini... Coz gw kan wanita cerdas... hauhauhauhauhauhauhauhauhauahu

BTW... jadi dikit yh yg dateng ke education.,,,,
 

Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact us untuk memulai.
Top