byakuya
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 46894
- Sejak
- 25 Jun 2008
- Pesan
- 14.460
- Nilai reaksi
- 288
- Poin
- 83
JAKARTA - Taufiq Kiemas (TK) akhirnya terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.
Kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu 2009, secara tidak langsung mengantarkan suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ini berhasil menduduki kursi Ketua MPR. Demokrat secara tegas menyatakan dukungannya terhadap TK meski banyak pihak menolak.
Pengamat Komunikasi Politik Tjipta Lesmana mengatakan, upaya merangkul PDIP sebenarnya sudah lama direncanakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), presiden terpilih untuk lima tahun mendatang. Caranya, dengan mendudukan TK sebagai Ketua MPR, maka posisi presiden di parlemen menjadi lebih kuat.
"Tapi apakah bisa kooperatif dengan Megawati? Apa SBY mampu menjinakan PDIP di parlemen?" kata Tjipta kepada okezone, Minggu (4/9/2009).
Menurut dia, dua "kapten PDIP" ini tampaknya harus berseteru dalam memutuskan sikap politik partai berlambang moncong putih ini.
"Megawati bisa menjadi tidak berdaya jika harus berkoalisi dengan SBY. Namun sampai sekarang tampaknya Megawati masih menunjukan sikap tidak setuju terhadap pemerintahan SBY," terangnya.
Sementara itu dalam sidang paripurna diputuskan empat Wakil Ketua MPR yang terpilih mendampingi TK yakni Hajrianto Tohari (Golkar), Melani Lemeina Suharli (Demokrat), Lukman Hakim Saefuddin (PPP), Ahmad Farhan Hamid (DPD asal Aceh).
Semua fraksi mengusulkan satu paket dengan nama-nama yang sama kecuali PKS. Padahal jika melihat perolehan suara semestinya yang menduki Ketua MPR itu adalah dari Partai Golkar. Namun TK sebagai ketua MPR memang sudah direncanakan sejak lama sesuai kemauan politik SBY untuk merangkul PDIP. PKS yang sebelumnya juga ngotot mengusulkan Hidayat Nur Wahid sebagai calon Ketua MPR, memutuskan tidak mengajukan paket nama.
Kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu 2009, secara tidak langsung mengantarkan suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ini berhasil menduduki kursi Ketua MPR. Demokrat secara tegas menyatakan dukungannya terhadap TK meski banyak pihak menolak.
Pengamat Komunikasi Politik Tjipta Lesmana mengatakan, upaya merangkul PDIP sebenarnya sudah lama direncanakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), presiden terpilih untuk lima tahun mendatang. Caranya, dengan mendudukan TK sebagai Ketua MPR, maka posisi presiden di parlemen menjadi lebih kuat.
"Tapi apakah bisa kooperatif dengan Megawati? Apa SBY mampu menjinakan PDIP di parlemen?" kata Tjipta kepada okezone, Minggu (4/9/2009).
Menurut dia, dua "kapten PDIP" ini tampaknya harus berseteru dalam memutuskan sikap politik partai berlambang moncong putih ini.
"Megawati bisa menjadi tidak berdaya jika harus berkoalisi dengan SBY. Namun sampai sekarang tampaknya Megawati masih menunjukan sikap tidak setuju terhadap pemerintahan SBY," terangnya.
Sementara itu dalam sidang paripurna diputuskan empat Wakil Ketua MPR yang terpilih mendampingi TK yakni Hajrianto Tohari (Golkar), Melani Lemeina Suharli (Demokrat), Lukman Hakim Saefuddin (PPP), Ahmad Farhan Hamid (DPD asal Aceh).
Semua fraksi mengusulkan satu paket dengan nama-nama yang sama kecuali PKS. Padahal jika melihat perolehan suara semestinya yang menduki Ketua MPR itu adalah dari Partai Golkar. Namun TK sebagai ketua MPR memang sudah direncanakan sejak lama sesuai kemauan politik SBY untuk merangkul PDIP. PKS yang sebelumnya juga ngotot mengusulkan Hidayat Nur Wahid sebagai calon Ketua MPR, memutuskan tidak mengajukan paket nama.
