Ozma
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 25506
- Sejak
- 11 Nov 2007
- Pesan
- 2.509
- Nilai reaksi
- 49
- Poin
- 48
Saya coba menjelaskan secara umum. Nama-nama dalam bahasa India yang jadi acuan. Mengapa namanya harus nama India, karena asalnya kitab itu memang dari India. yaitu kitab yang berisi Kisah Para Buddha.
Namun jangan salah dulu. Yang lebih penting adalah Arti dari nama tersebut, bukan namanya sendiri.
Misal, Buddha yang akan datang, Buddha Meitreya yang secara gambang artinya Cinta Kasih. Bisa saja di kemudian hari, misal lahirnya di Eropa, orang Inggris dengan nama 'Lovely'... Ini hanya misal. Jadi artinya tetap sama, dan tidak harus di India.
Keterbatasan nalar pada patokan nama... yang diutarakan/diramalkan dalam bahasa Pali/India tidak mengharuskan, person yang dimaksud harus lahir di India. Penamaan selalu mengandung makna. Demikian juga di agama lain. Nama selalu lebih mementingkan maknanya dari pada bahasa yang dipakai.
Bila anda membaca kitab suci yang berbahasa Mandarin (misal), disana tidak disebut Buddha Sakyamuni, tapi Se Cia Mo Ni... Bukan artinya Se Cia Mo Ni itu harus lahir di Tiongkok kan? Mengapa? Yah, karna yang diutamakan adalah arti dari pada pemakaian bahasa. Kebetulan di Thread ini yang dipakai adalah pengucapan dalam bahasa India/Pali.... Sehingga justru anda yang mengasumsikan bahwa Para Buddha harus lahir di India. Padahal, tidak demikian adanya.
Semoga jelas dan bisa menerangkan yang gelap.
Mengenai penjelasan Thirdeye, mungkin agak berbeda dengan pandangan saya pribadi. Mana yang benar, mana yang mitos, perlu ehipasiko untuk membuktikannya di masa sekarang.
masuk akal... thx
/no1

