roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Minggu, 9 November 2008 | 09:27 WIB
LONDON, MINGGU — Seorang pilot pesawat Cessna asal Inggris yang mendadak buta selama 40 menit karena stroke berhasil mendaratkan pesawatnya dengan bantuan pilot militer. Hal itu dikatakan salah satu sumber dari Angkatan Udara Kerajaaan Inggris, Jumat (7/11).
Sementara itu, menurut sumber BBC, kejadian itu terjadi saat Jim O'Neill, pilot yang menerbangkan pesawat dari Skotlandia menuju tenggara Inggris, minggu lalu, tiba-tiba kehilangan penglihatan saat berada di ketinggian 5.500 kaki. "Kejadian itu sangat mengerikan, tiba-tiba saya tak bisa melihat tombol-tombol di depan saya," ujar Jim.
Menurut sumber dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris dalam pernyataan persnya, Jim diyakini "silau" karena sinar matahari dan segera meminta panggilan bantuan. Ia mengatakan, Jim saat itu menyadari sesuatu yang serius terjadi pada dirinya dan mengatakan, ia ingin mendarat secepatnya. Komandan RAF Wing Paul Gerrard yang baru saja menyelesaikan pelatihan penerbangan di dekat lokasi segera membantu Jim yang sedang terjebak tersebut.
Paul membantu mencari lokasi pesawat tersebut, terbang mendekatinya, dan pelan-pelan menunjukkan arah. "Saya senang dapat membantu teman sesama pilot yang berada dalam masalah," tuturnya. "Mendaratkan pesawat dengan seorang yang tak bisa melihat adalah paling tepat dengan mengatakan 'Ke kiri sedikit, ke kanan sedikit, berhenti, turun'," ujar Paul.
"Pada saat krusial pendekatan final meskipun dengan bantuan radar, Anda memerlukan penglihatan visual. Itu gunanya saya mendampinginya untuk mendaratkan pesawat secara langsung," tuturnya.
Douglas, anak Jim, mengatakan, ayahnya seorang pilot yang berpengalaman yang telah memiliki pengalaman terbang sekitar 20 tahun. Pilot berusia 65 tahun tersebut sedang dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penglihatannya kembali. "Dokter mengatakan, ia menderita stroke karena penggumpalan darah beku, tetapi ia mengalami efek paling parah dari penyakit tersebut, yakni kehilangan penglihatan," tutur Douglas. "Menurut dokter, ayah saya tiba-tiba buta dan dia terkena shock sehingga ia tak bisa membedakan terang dan gelap," ujarnya.
Dalam sebuh rekaman dari website BBC, Paul memberikan instruksi mendaratkan pesawat kepada Jim, "Belokkan ke kanan, pelan, dan turun" dan terdengar suara Jim meminta maaf. "Anda dapat mendengar kecemasan dalam nada bicaranya di radio dan bagaimana Jim sangat frustasi saat itu," tutur petugas pengontrol radar Richard Eggleton. "Saya terus bertanya, 'Apa Anda dapat melihat?' dan ia menjawab 'Maaf, negatif, maafkan saya', Jim terus saja meminta maaf," ujar Richard.
Jim berhasil mendaratkan pesawat dengan arahan Paul meski sempat menabrak landasan pesawat dan memantul ke atas kembali. Hal itu terjadi untuk kedua kalinya. Ketiga kalinya, Jim berhasil mendaratkan pesawat ke landasan dengan selamat. "Peristiwa itu seperti adegan dalam film action dan sulit untuk dipercaya dapat terjadi. Benar-benar hal yang mengagumkan ia dapat selamat," kata Douglas.
LONDON, MINGGU — Seorang pilot pesawat Cessna asal Inggris yang mendadak buta selama 40 menit karena stroke berhasil mendaratkan pesawatnya dengan bantuan pilot militer. Hal itu dikatakan salah satu sumber dari Angkatan Udara Kerajaaan Inggris, Jumat (7/11).
Sementara itu, menurut sumber BBC, kejadian itu terjadi saat Jim O'Neill, pilot yang menerbangkan pesawat dari Skotlandia menuju tenggara Inggris, minggu lalu, tiba-tiba kehilangan penglihatan saat berada di ketinggian 5.500 kaki. "Kejadian itu sangat mengerikan, tiba-tiba saya tak bisa melihat tombol-tombol di depan saya," ujar Jim.
Menurut sumber dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris dalam pernyataan persnya, Jim diyakini "silau" karena sinar matahari dan segera meminta panggilan bantuan. Ia mengatakan, Jim saat itu menyadari sesuatu yang serius terjadi pada dirinya dan mengatakan, ia ingin mendarat secepatnya. Komandan RAF Wing Paul Gerrard yang baru saja menyelesaikan pelatihan penerbangan di dekat lokasi segera membantu Jim yang sedang terjebak tersebut.
Paul membantu mencari lokasi pesawat tersebut, terbang mendekatinya, dan pelan-pelan menunjukkan arah. "Saya senang dapat membantu teman sesama pilot yang berada dalam masalah," tuturnya. "Mendaratkan pesawat dengan seorang yang tak bisa melihat adalah paling tepat dengan mengatakan 'Ke kiri sedikit, ke kanan sedikit, berhenti, turun'," ujar Paul.
"Pada saat krusial pendekatan final meskipun dengan bantuan radar, Anda memerlukan penglihatan visual. Itu gunanya saya mendampinginya untuk mendaratkan pesawat secara langsung," tuturnya.
Douglas, anak Jim, mengatakan, ayahnya seorang pilot yang berpengalaman yang telah memiliki pengalaman terbang sekitar 20 tahun. Pilot berusia 65 tahun tersebut sedang dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penglihatannya kembali. "Dokter mengatakan, ia menderita stroke karena penggumpalan darah beku, tetapi ia mengalami efek paling parah dari penyakit tersebut, yakni kehilangan penglihatan," tutur Douglas. "Menurut dokter, ayah saya tiba-tiba buta dan dia terkena shock sehingga ia tak bisa membedakan terang dan gelap," ujarnya.
Dalam sebuh rekaman dari website BBC, Paul memberikan instruksi mendaratkan pesawat kepada Jim, "Belokkan ke kanan, pelan, dan turun" dan terdengar suara Jim meminta maaf. "Anda dapat mendengar kecemasan dalam nada bicaranya di radio dan bagaimana Jim sangat frustasi saat itu," tutur petugas pengontrol radar Richard Eggleton. "Saya terus bertanya, 'Apa Anda dapat melihat?' dan ia menjawab 'Maaf, negatif, maafkan saya', Jim terus saja meminta maaf," ujar Richard.
Jim berhasil mendaratkan pesawat dengan arahan Paul meski sempat menabrak landasan pesawat dan memantul ke atas kembali. Hal itu terjadi untuk kedua kalinya. Ketiga kalinya, Jim berhasil mendaratkan pesawat ke landasan dengan selamat. "Peristiwa itu seperti adegan dalam film action dan sulit untuk dipercaya dapat terjadi. Benar-benar hal yang mengagumkan ia dapat selamat," kata Douglas.