• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pihak Sekolah hanya mementingkan uang !

kritikus

IndoForum Newbie F
No. Urut
52320
Sejak
10 Sep 2008
Pesan
4
Nilai reaksi
0
Poin
1
Bro, aku mau curhat nih mengenai masalah pendidikan di sekolah.
Hari ini tanggal 10 September 2008 aku dipanggil ke sekolah di SMU Negeri 33 Jakarta karena ada masalah pembayaran uang sekolah.

Aku blum bisa bayaran uang sekolah nya selama 3 bulan.
Aku di panggil untuk bertemu dengan yang nama nya Ibu Priyati untuk membicarakan masalah keuangan ini.

Berharap bertemu dengan seseorang yang bermental sebagai guru aku coba ceritakan tentang keadaan dan kondisi ku, klo aku ini kerja di bidang IT tapi aku ikut dengan team teman jadi penghasilan ku kecil. Kecuali klo aku kerja sendiri.

Jangan kan di dengar , melihat wajah ku aja seperti seakan merendahkan dan dia malah mencibir. Klo penghasilan orang yang kerja dibidang IT itu besar.
Aku jadi bukan seperti bertemu dengan guru tapi seperti bertemu dengan lentenir yang sedang menagih hutang, hanya cara nya aja yang gak kasar.

Apa memang mental guru seperti ini semua ya ?
Di mana sisi kemanusiaan nya , untuk mendengarkan tentang keadaan wali murid aja gak mau.
Tapi klo urusan uang aja paling cepet.



Ini bukan pertama kali nya aku alami. Dulu waktu aku SMU juga begitu.
Aku sekolah di SMU Negeri 95 Jakarta, aku anak berprestasi bukan prestasi 10 besar yang aku raih. Tapi prestasi 3 besar di kelas.

Bahkan pada saat pelulusan aku juara masuk dalam predikat juara umum sekolah. Aku saat itu juga mengalami masalah keuangan karena aku gak dibiayai sama bokap ku. Hanya ibu ku yang kerja sebagai pembantu rumah tangga yang berusaha membiayai sekolah ku.


Ber kali - kali ibu aku di panggil ke sekolah , waktu itu kepala sekolah nya adalah Dra. Danimar . Akhir nya hingga aku minta keringanan dari pihak sekolah dan pihak sekolah minta aku bawa keterangan tidak mampu dari RT dan RW untuk mendapat keringanan biaya sekolah.

Surat keterangan tidak mampu udah aku dapatkan dari RT dan RW karena memang mereka tau aku tidak dibiayai oleh bokap aku. Setelah itu ibu ku berusaha pergi ke sekolah SMU 95 tersebut untuk menemui kepala sekolah ( Dra. Danimar ). Kepala sekolah tersebut minta ibu ku menunggu untuk mencari laporan prestasi ku di sekolah. Dan akhir nya ia tahu klo aku anak ber
prestasi.

Aku dipanggil untuk menerima keringanan, tidak jelas berapa rencana keringanan yang mau diberikan. Kepala sekolah menanyakan tentang berbagai hal kehidupan saya. Hingga akhir nya dia menanyakan tentang kepercayaan saya. Setelah dia tau bahwa saya tidak satu agama dengan nya ( muslim ), saya melihat ekpresi nya berubah dan benar aja.

Keringanan yang akan diberikan ke saya dibatalkan.


Apa seperti ini mental2 tenaga pendidik Indonesia ???
Aku dapati hal2 kaya ini bukan terjadi sama aku aja, temen2 pun ada.

Klo bangsa ini jadi rusak , ya ini lah salah satu alasan nya.
Guru yang harus nya bekerja sebagai pendidik hanya memberikan contoh2 buruk, mengutamakan materi. Namun dalam hal moral tidak ada.

Di mana sisi manusiawi seorang guru ??
Apa semua guru seperti ini ya ?
Kuharap gak semua guru begini.

Klo gak jadi apa bangsa ini.......

Setelah ini saya mau coba menemui Kepala Sekolah SMU 33 Jakarta ini.
Entah apa tanggapan nya. Apakah akan sama seperti salah satu staf nya ( Ibu priyati ), yang tidak menghargai saya bicara.
 
Sekolah juga walaupun sebagai sebuah yayasan, ternyata memang sekarang sudah jauh berubah orientasinya. Kalau dulu Ki Hajar Dewantara dan lain lain memang bertekad untuk membuat ointar anak bangsa. Yayasan sekolah juga mempunyai tujuan yang sama. Namun, tetap harus diingin untuk menjaga kualitas dari sekolah tsb, memang diperlukan danang. Dan ini menjadi tidak gampang karena maslahnya kemudian ke SARA. termasuk agama, ras dan suku seperti yang anda ceritakan.

Kalau memang tidak mampu, mengapa tidak ke sekolah Negri saja Bro....

Saya lihat sekolah negri lebih lunak dalam hal danang ini, karena ada pemerintah yang menalangi. Tentu saja, tidak bisa mengharapkan kualitas super seperti swasta. karena walau bagaimanapun sekolah swasta tetap sebagai badan usaha yang ujung-ujungnya memang harus bisa mandilu, maju dan berkembang. Yah, dengan cara, harus ada laba.

Saya dari SD sampai SMP semuanya sekolah negri.... murah banget. bisa 1/10 dari sekolah swasta yang ada di kotaku uang sekolahnya. SMA saya di swasta, itupun setelah saya punya penghasilan sendiri jadi guru privat pada anak-anak SD - SMP dengan bayaran per kepala. Yah, memang sesekali dipanggil juga sama kepsek gara-gara telat. tapi akhirnya bayar kok.

terus kuliah juga saya ngotot masuk uni negri.... bisa hanya 25% biayanya dibanding uni swasta.

Dijaman sekarang bro, saat semua serba materialistik. Kita sendiri yang harus cermat dgn biaya hidup sekarang. semuanya serba mahal dan semuanya serba sulit. Bukan hanya di sektor pendidikan ada kelas-kelas nya. Ini sekolah orang kaya, ini sekolah orang menengah, ini sekolah orang susah....

Cermat cermat memilih mana yang sesuai dengan kemampuan kita. Saya blak-blakan, karena tidak ada yang bisa menolong dalam hal ini. Kita butuh pendidikan, tapi pendidikan itu sendiri sangat mahal di sini....
 
klo di yayasan memang lebih baik sedia cukup danang..

tapi memang sekarang kebanyakan sekolah bahkan sekolah negri sekalipun lebih mementingkan uang. di semarang aja ada sekolah negri yg uang gedungnya sampe 30jt. ada anak yg berprestasi tapi dia cuma sanggup bayar 10jt tapi tetep gak diterima..

gimana ni pemerintah?!?
 
saya kuliah masuk 17 juta rupiah , tapi yang saya dapet internet kampus lambat :((...di kampus lain 10juta dapet laptop gratis. Udah gitu fasilitas kurang bagus lagi nga ada tempat parkir yang nyaman /sob
 
hmm...

mudah2an TS tidak men Judge semua guru seperti itu...

mungkin sebagian.....

tapi tidak d tmpt saya sekolah (SD.SMU,SMA) dulu...

klo boleh ... sama mau sedikit sharing.....agar pandangan TS berubah sedikit....

waktu SD saya tinggal di wilayah yg tidak begitu ramai...dan bukan perkotaan....saya masuk sekolah Negeri....

disana saya bertemu dgn guru2 yg mengagumkan....bukan hanya sebagai guru....tapi juga sebagai bapak dan ibu disekolah...mereka memperhatikan setiap murid nya...

di tmpt saya sekolah....tenggang rasa...saling menghormati....saling menghargai....tidak hanya di beritahukan melalui pelajaran....

tapi juga benar2 terlihat di lingkungan tsb.......


lalu saya pun lulus dgn nilai yg alakadarnya....dan masuk SMP kebetulan Negeri jg...karena untuk masuk sekolah swasta butuh biaya yg tidak sedikit....dan juga saya tidak begitu pilah pilih sekolah....

di SMP pun saya menemukan hawa seperti di SD...namun sedikit berbeda...mungkin karena...di SD sana guru dan org tua wurid sama2 bisa merasakan susah nya mencari nafkah....sehingga rasa toleransi menghargai menghormati nya lebih kental dan terasa di banding kan di SMP tmpt saya sekolah....

di SMP saya sempat dapat santunan danang...

saya pun terkejut...kenapa?? saya meresa keluarga saya masih mampu...dan masih ada tmn saya yg kurang mampu yg pantas mendapat rezeki tsb....

saya mendapat santunan itu sampai lulus kelas 3....

tapi di SMP juga saya menemukan sebagian guru yg perhatian kpd semua murid.....ada juga yg hanya perhatian kpd yg ber kualitas (pintar).....dan ada juga sebagian yg berkelaukan kasar dan memandang rendah murid2 yg begal....


tapi setidaknya....hawa kekeluargaan masih terasa disana.....


lalu saya pun masuk SMA....SMA saya pun SMA negeri....di tmpt yg tidak begitu terkenal....tapi lumayan terjamin kualitas pembelajarannya....


disana saya menemukan sosok guru yg seperti di SD...sosok guru yg bukan hanya sekedar guru...tapi juga sebagai Bapak dan Ibu buat kami murid2 disekolah...

mereka memang menegur ketika kita salah...mereka memang memarahi ketika kita salah....tapi mereka " TIDAK PERNAH 1x pun MEMBENTAK MURID2nya... "

saya mengagumi mereka karena hal ini....

mereka masih bisa menahan amarah dan berfikir jernih...

mereka menegur dgn menggunakan HATI dan rasa sayang...bukan amarah dan dendam....




itu sekedar cerita kecil ttg guru2 yg saa temui...

semoga bisa meredakan kekecewaan TS terhadap GuRu...
 
Bro sekalian mohon di baca baik2, itu yang saya maksud adalah Sekolah Negeri.
Malahan dari pengalaman saya di SD sekolah swasta lebih banyak membantu asal kan berprestasi contohnya seperti Sekolah Sultan Iskandar Mudah di Medan dulu pacar saya sekolah di sana . Dia anak yatim dan merasakan bantuan yang begitu besar untuk pendidikan nya.

Hampir seluruh nya di bantu, hanya seragam2 saja yang tidak dibantu .
 
@Chen 87

Seandai nya aku menemukan sekolah yang seperti kamu :((
 
setiap org memiliki jalan hidup masing2 bro...

dan gag ada jalan 1 manusia pun yg dikasih mulus,,,,

semua pasti pernah merasakan susah dan sulit menjalaninya...

tergantung seberapa tabah dan kuat agar sampai di ujung yg cerah sana....

semoga lu dikasih ketabahan dan kekuatan yg luw butuhin...

usaha dan berdo'a....2 hal itu yg mempercepat luw sampai di ujung yg cerah...
 
Satu sekolah negri brengsek gak berarti semuanya loh. Yah, untung kamu sekarang sudah lebih specifik. Sekolah negri. Senada dengan Chen 87. Dari SD, SMP dan Universitas saya di negri. Gak ada masalah tuh....

Malah, pada jaman saya, Politeknik USU Medan, dengan uang kuliah yang sangat murah, tapi kualitas labnya nomor satu. Kemudian juga ada beasiswa berdasarkan prestasi untuk rangking 1 - 3 setiap semester dr Yayasan Supersemar. Kemudian, fasilitas yang ada juga sangat elit pada masanya. Sekarang saya gak tahu.

Dan, kalau dari kasus kamu, kayanya itu hanya kejadian yang bersifat 'kasus' pada sebuah sekolah negri yang dikelola dengan tidak benar. Hanya satu dari sekian banyak sekolah negri yang kaya gitu. Guru guru juga demikian aku rasa. Saya lebih nempel menerima pelajaran dari guru-guru negri dari pada dari sekolah yayasan di SMA dulu.

Kualitas dalam menerrangkan pelajaran dari guru-guru negri yang terutama berasal dari suku Batak, sangat melekat di kepala saya. Selain tegas, biasanya mereka juga sangat menguasai bidang ajaran masing-masing. Embel embel kejam pada mereka, saya lihat justru sangat membantu membentuk suasana belajar yang sangat kondusif.

Dan, karena pengalaman kamu adalah dari anak sekolah yang tidak dibiayai ayah... rasanya juag sangat pribadi bro... maaf, bukan saya tidak mempercayai. Tetapi, yang anda alami mirip dengan yang saya alami. Sejak SD sampai SMP, sebagai Chinese keturunan Batak, saya justru sekolah di negri. Mengapa? Karena memang keluarga sangat tidak mampu.

Bersekolah saya biayai dengan jualan/dagang kue-kue di kantin kantin sekolah. Justru gigihnya saya bertahan dalam membantu mencari nafkah ibu, serta prestasi yang sempat saya ukir di sekolah (tidak pernah keluar dari lingkaran 3 besar), membuat guru-guru simpatis kepada saya. Tidak dalam bentuk materi. Saya menolak keras untuk disantuni. Saya lebih memilih bernegosiasi dengan Pak Dede soal berapa harga kue yang saya jual ke dia (buatan ibu) daripada harus memintah belas kasihan pihak sekolah. Karena saya tahu di sekolah negri memang tidak ada bagian/badan yang menangani anak berprestasi namun miskin. Semuanya sudah dari pemerintah. Bukan keputusan yayasan yang menaungi sekolah.

Bagaimana guru memberikan support kepada saya. Saya ingat, Pak Nababan, Ibu Simanjuntak, ibu Lilywati dll.... akan ngotot memberikan pengertian kepada saya dalam proses belajar mengajar di sekolah. Jangan sampai saya, kalah oleh yang lain yang kebetulan perekonomiannya lebih beruntung. Caranya sebenarnya mereka cukup nyebelin (dulu), karna kalau yang lain tidak bikin PR mungkin hukumannya hanya sekedarnya. Kalau saya.... langganan disuruh ngerjain semuanya di papan tulis.

Namun, dalam sudut pandang saya sekarang, dulu yang saya anggap seperti saya dizalimi atau disentimeni.... justru itu cara mereka agar saya mengerti dan dapat dengan mulus meluncur sampai ke perguruan tinggi.

Pada suatu masa usia, kadang kita memandang sesuatu dengan sudut pandang yang barangkali berbeda bila kita sudah mencapai umur tertentu. Saya harap itu juga yang terjadi pada anda. Karena, bila memang kita orang yang benar benar mengundang simpati.... tidak ada alasan bagi para guru (pendidik) untuk bersikap membedakan kita. Justru mereka termasuk orang-orang yang sangat peka dengan hal ini.

Lihat saja Bu RT.... (hehehehehe.....)
 
@kritikus

wah baru pembayaran,belom senioritas tuh

sekarang tuh banyak banget

gw denger2 temen2 gw yg di negri sengsara semua /swt

Tapi gak semua guru kayak gitu kok,di sekolah ku guru nya serasa seperti temen semua :)

kalau U di gituin kan bisa lapor komnas perlindungan anak heheheh ngadu karena masalah itu atau buat petisi ke depdiknas

semua itu karena masalah ekonomi,mereka juga pasti sedang susah atau mereka emang mata duitan

Bukanya sma jkt gratis ya?
 
boz. guru2 yg ngajar juga kan perlu digaji..

mereka juga punya keluarga yg perlu dikasi makan, anak yg masi perlu diskolahin, dlsb..
nah kalo kamu bilang kasiani dirimu..lalu siapa yg mau kasiani mereka diluar sana ?

be wise.. :)
 
@Ozma

tapi kan gak bisa gitu juga....
kecuali kalo murid di sekolah itu cuma si TS aja....


tugas guru kan harusnya mendidik anak agar dapat berguna dimasa datang....
kalo cuma mo cari untung, jadi politikus aja, kalo gak jadi pejabat di pemerintahan....duidnya banyak tuh....

@TS
gw cuma mo bilang...Gak semua Sekolah negeri kayak gitu....itu semua tergantung dari para pengurus sekolah itu....kalo semua pengurus sekolah lebih orientasi ke danang, ya loe pasti akan selalu ditekan oleh pihak sekolah....karna keterbatasan danang itu tadi....
 
Salahkan "PEMERINTAH",
sapa suruh gaji guru kecil makanya mau saja terima sogokan
dan memeras siswa dengan berbagai cara,

Masyarakat Indonesia tidak sejahtera karena gaji kecil sehingga banyak yg tidak sanggup bayar uang sekolah...

Banyak kejahatan


Salahkan PEMERINTAH

masih ada yg percaya sama pemerintah???
pemerintah Indonesia itu hanya bisa "berpolitik", pintar berbicara, dan pintar memperkaya diri...
pemerintah seolah tutup mata atas kebusukan2 yg terjadi di Indonesia..
 
@TS
lalu gmn ne kelanjutannya?? apakah kepala sekolah baik ato sama seperti guru tersebut??moga2 aja dapet keringanan.....
 
yang namanya sekolah mao sampai kapan pun akan tetap menjadi tempat untuk blajar
mungkin TS masuk di skull yg punya nama jadi na ya gtu deh kek TS alamin
tapi ngak smua skull juga kek gtu liat aja tuh pengalamanya si chen87
kan itu sudah dapat menjadi contoh bagaimana keaddan suatu tempat dan lingkungan karena itu yang akan membuat moral manusia itu sendiri
 
Salahkan "PEMERINTAH",
sapa suruh gaji guru kecil makanya mau saja terima sogokan
dan memeras siswa dengan berbagai cara,

Masyarakat Indonesia tidak sejahtera karena gaji kecil sehingga banyak yg tidak sanggup bayar uang sekolah...

Banyak kejahatan


Salahkan PEMERINTAH

masih ada yg percaya sama pemerintah???
pemerintah Indonesia itu hanya bisa "berpolitik", pintar berbicara, dan pintar memperkaya diri...
pemerintah seolah tutup mata atas kebusukan2 yg terjadi di Indonesia..

ada benarnya juga. jadi teringat kayak di skolah wa kayak gitu juga guru gurunya . ampe makan hati liatnya/gg.
 
@TS

Bagimana nih? sudah ketemu solusinya?.....

Threat ini semakin melebar kayanya... jangan sampai jadi ajang adu argumen gontok-gontokan yah.... kalau memang sudah bisa menyerap saran teman-teman, biar kita close saja....
 
sedih ya, kapan negara kita maju klo hanya mementingkan uang saja, gimana dengan anek yang berprestasi , sedangkan yang berkecukupan hanya main main saja, mana janji sekolah akan gratis, bohong semua
 
betwen negri ato swasta...
klo mnurut gw sih swasta lebih dominan memberikan kemudahan keringanan biaya...
klo negri ga semua...

pemerintah yang harusnya disalahin? ga juga
klo gw melihat, ok indo dari segi keseluruhan masih payah..
tapi satu masalh kita selalu ngel;iat dari yang buruk aja...

kenapa saat pemerintah ngadain sekolah gratis dipinggiran kota kita ga ngomongin itu? tapi kita malah ngomongin biaya sekolah semakin mahal

kenapa saat ada program gaji guru mau dinaikan kita ga muji pemerintah? malah kita ngeledek pemerintah...

sekarang buka masalah salah menyalahkan...
tapi semuannya itu kesadaran sendiri masing-masing

pemerintah sadar, rakyat sadar
murid sadar, sekolah sadar
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.