• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penuh Perhatian....maitreya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. akiong
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

akiong

IndoForum Junior A
No. Urut
41745
Sejak
25 Apr 2008
Pesan
2.971
Nilai reaksi
47
Poin
48
Mungkinkah untuk bersikap penuh perhatin terus menerus ? sebagian besar hidup kita dalam kelengahan. Kita lengah pada banyak hal. Begitu banyak momen2 kehidupan, kita lewatkan begitu saja. Kita duduk di sini tapi pikiran kita entah pergi kemana, kita makan tapi kita hanya merasakan sebagian momen yg terjadi dalam proses makan itu. Kita melewatkan banyak peristiwa2 yang sebenarnya merupakan bagian dari kehidupan kita. Itu karena kita lengah, karena kita tidak penuh perhatian terus menerus.

Ada orang mengajari, belajarlah memperhatikan napas anda, perhatikan perasaan anda, perhatikan ini dan perhatikan itu....apa hasilnya ? apakah anda sudah mencobanya ? Akan membutuhkan waktu bertahun2 untuk duduk bermeditasi. Dan sepanjang waktu bertahun2 duduk, kita telah terus menerus lengah sebelum kita berhasil. Kalo kita punya banyak waktu untuk itu. kalo kehidupan bisa menunggu kita selama itu.

Kalo kita berlatih perhatian, kita akan menjadi mekanisme. Itu tidaklah efektip. Seharusnya kita memberi perhatian penuh pada kelengahan kita. kita mencari jawaban atas kenapa kita lengah pada sesuatu. Mengapa kita lengah pada perasan seseorang, lengah mencintai seseorang, lengah memberi perhatian pada seseorang yang seharusnya, lengah pada cara kita berbicara, lengah cara kita makan, lengah pada cara kita berjalan, dan juga lengah pada apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain ? mengapa ????

Lengah berarti tidak ada perhatian , artinya tidak berada di situ pada saat itu.
Untuk bisa memiliki perhatian kita harus memiliki energi yang besar, karenanya kita harus hemat energi <pakai bohlam phillip>, kita harus menata hidup kita, kita harus mengurangi gaya hidup yang menguras energi, kita harus meminimalkan keinginan kita, ambisi2 kita, semua ini memakan energi banyak sekali.

Jika kita marah , perhatikanlah kenapa kita bisa marah , bukan menekan kemarahan itu, carilah penyelesaian, karena emosi negatip yang ditekan akan menguras energi kita, energi yang terkuras membuat seluruh hidup kita menjadi lengah. Emosi negatip lain juga seperti rasa benci, dendam, kesombongan, berbicara tidak jujur/ berbohong, dan lain2 yang bersifat negatip harus dicari penyebab sampai ke akar2 nya dan diselesaikan. Setiap ada penyelesaian satu emosi negatip kita akan mendapatkan banyak energi batin, semakin banyak yang diselesaikan semakin banyak energi yang kita himpun, dengan demikian kita akan bisa penuh perhatian terus menerus tanpa harus duduk bermeditasi bertahun tahun lamanya.

Inilah Maitreya way.......................

 
yap, anda benar sekali..nice tread.. :D
tp bgmn kl stiap akhiran dr tread anda kalimat Maitreya Way dihilangkan saja.. bknkah setiap ajaran kebenaran adalah absolut bkn milik siapa2 jg tdk perlu dijelaskan dari siapa ajaran itu berasal. Tidak perlu penjelasan Anda Maitreyavira, Mahayana, Theravada, Tantrayana, atau Yogacara dsb semua sama aja. tdk ada yg peduli selagi tulisan anda benar adanya..
>:D<
malah sebaliknya (mungkin) bagi orang2 yg tidak menerima keberadaan aliran Maitreya, Laumu/ dsj -yg mana semula menerima kebenaran tulisan anda- malah jd berbalik tdk menerimanya krn adanya kekotoran batin masing2 orang tsb, shg pd akhirnya yg sejogjanya tulisan anda bisa berguna untuk org tsb malah berbalik tdk memberi manfaat apa2 bagi org tsb -> hanya krn org tsb membaca sepotong kalimat itu doang..

salam;)
 
Tambahan kalimat Maitreya way hanya untuk membedakan komunitas saja. Maksud, hanya tidak ingin didebat dengan metode Budha dharma.

sy tidak berharap mereka menerima, karena mereka sendiri sudah memiliki pegangan sendiri. yakni meditasi sebagai jalan utama.

....
 
Tambahan kalimat Maitreya way hanya untuk membedakan komunitas saja. Maksud, hanya tidak ingin didebat dengan metode Budha dharma.

apakah memang harus? ;)

saya punya banyak teman yg beragama islam & kristen, setiap permasalahan mereka selalu saya beri satu dua kalimat ajaran sang Budha di kitab suci. mereka semua menerimanya dgn baik, bahkan ada yg memuji ajaran yg indah sekali. kalimat yg lgs kepokoknya.

pd saat mereka bertanya lanjut, saya tdk menyebutnya bahwa itu adalah potongan ucapan dari Budha Gautama, krn saya tahu teman saya itu adalah seorang fanatik thd agamanya.. krn saya tak menyebut itu adalah ajaran Budha, maka mereka dpt menerima manfaatnya, krn pd saat itu TAK ADA SATU KONDISIPUN yg meyebabkan karma baiknya terhambat. Krn saya tahu, bahwa hanya dengan satu kalimat: "oh itu adalah ajaran Budha" maka keegoannya yg bernama "sifanatik" mendadak akan terbangun serta langsung mengunci pintu yg seharusnya sudah terbuka menjadi tertutup kembali.

pdhl sesuatu yg berharga ingin masuk, baru saja sampai diambang pintu tp malah ditutup pintunya ama "sifanatik". rugi tuh orang :D karma baiknya jd terhambat sementara..cm gara2 1 atau (satu) kata..

bgitulah :D
 
ya, benar juga. pendapat anda. Thx
 
Lengah berarti tidak ada perhatian , artinya tidak berada di situ pada saat itu.
Untuk bisa memiliki perhatian kita harus memiliki energi yang besar, karenanya kita harus hemat energi <pakai bohlam phillip>, kita harus menata hidup kita, kita harus mengurangi gaya hidup yang menguras energi, kita harus meminimalkan keinginan kita, ambisi2 kita, semua ini memakan energi banyak sekali.

Penuh perhatian hanya mungkin terjadi jika energi tidak dihambur hamburkan untuk hal2 yg tidak penting. Penuh perhatian jika otak menjadi diam tapi waspada. Jika bisa mencapai itu maka batin kita akan menjadi sangat peka. Seluruh diri kita menjadi sangat peka. Batin menjadi hening , batin tidak mencari2 lagi kesalahan siapa2 yg bisa dipojokan, siapa2 yg bisa diturunkan pamornya, siap2 yg bisa dijatuhkan semangatnya. batin sudah tidak mencari mana yg benar dan mana yg salah. Batin sudah tidak berkeinginan pergi ke suatu tempat atau suatu negara untuk belajar.

Walaupun batin begitu hening, tapi ada ke-waspada-an, karena nya batin ini sangat gesit, benar2 gesit, bukan seperti orang yg lagi belajar meditasi jalan yg sangat lamban dan terpaku perhatiannya. Batin yg penuh perhatian ini benar2 stabil dan sangat peka, ia dapat bertindak secara utuh tanpa memecah mecah energi kehidupan.

Batin yg peka itu sudah tidak mencari cari, ia begitu stabil, sehingga ia bisa melihat sesuatu yg sebelumnya belum pernah dilihatnya. Karena yg dia lihat itu bukan lagi dari akumulasi pikiran, tapi keadaan yg orisinil yang sama sekali baru, yg mana saat itu bagi batin, waktu sama sekali tidak ada.< tidak berarti ia akan ketinggalan kereta>. Jadi ada keadaan yg tanpa waktu dan karenanya luar biasa lapang nya.

Ini sesuatu yg sangat menakjubkan, kita sendirilah yg harus mempelajarinya, dan melalui pemahaman diri sendiri kita akan sampai di tahap itu.

Tidak ada buku, tidak ada Guru yg bisa mengajari kita tentang ini. Maka jangan lah bergantung pada seseorang, jangan mengikuti organisasi spiritual apapun untuk mempelajarinya. Orang harus mempelajari semua ini dari dirinya sendiri. Dari situ batin akan menemukan hal2 yg tak terperikan. Akan tetapi untuk itu, tidak boleh ada fragmentasi, karenanya ada kestabilan yg sangat tinggi, lincah luar biasa dan gesit. Bagi batin yg demikian, waktu tidak ada, dan karenanya seluruh konsep mengenai kematian dan kehidupan ini mempunyai makna yg lain sama sekali seperti diyakini sebelumnya.

*Disalur dari salah satu sumber Maitreya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.