• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pentingnya Dana

singthung

IndoForum Junior E
No. Urut
7164
Sejak
21 Sep 2006
Pesan
1.634
Nilai reaksi
27
Poin
48
PENTINGNYA DANA



Dana (kemurahan hati, kedermawanan) sangatlah penting dan ditekankan dalam ajaran Buddha. Bahkan dalam Sepuluh Kesempurnaan (Dasa Parami), dana berada pada tempat pertama dan merupakan dasar dari Parami lainnya. Dana juga merupakan Parami yang terus disempurnakan oleh Bodhisatta (Bakal Buddha), semenjak Bodhisatta Sumedha hingga Bodhisatta Vesantara, sebelum menjadi Buddha dalam kelahiran terakhirnya. Dana juga berada pada urutan nomor satu dalam Sepuluh Kamma Baik.

Jika kita mempelajari teladan orang-orang besar dalam sejarah, kita bisa melihat bahwa seseorang menjadi besar/mulia adalah karena apa yang dia berikan/danakan kepada dunia, bukan karena apa yang dia ambil dari dunia.

MOTIVASI BENAR DALAM BERDANA

Dana hanya akan benar-benar bermanfaat jika dilakukan dengan motivasi (cetana) yang benar, yaitu:

1. Membantu meringankan penderitaan makhluk lain (namun bukan dengan mengorbankan kebahagiaan makhluk lainnya).

2. Melatih melepaskan kemelekatan terhadap segala sesuatu (bukan malah menggembungkan keakuan dengan "perdagangan spiritual").

Dana yang dilakukan dengan motivasi benar akan membawa kebahagiaan sebelum, selama, dan sesudah dana tersebut dilakukan. Dana semacam ini bisa berbuah seketika dalam mendatangkan kebahagiaan. Inilah kamma baik yang berbuah langsung: berbahagia dalam memberi; inilah kebahagiaan para bijaksanawan.


DUA SAYAP: MAU DAN TAHU

Dalam melakukan dana, seyogianya kita juga mengacu pada dua sayap ajaran Buddha, yaitu: belas kasih (karuna) dan kebijaksanaan (panna). Atas dasar karuna (niat untuk meringankan penderitaan pihak lain), timbullah kerelaan untuk berdana. Namun demikian, karuna saja tidak cukup, tetapi akan lengkap jika disertai dengan panna (kepiawaian dalam menjalankan nilai-nilai luhur). Jadi, yang terbaik adalah: "mau berdana dan tahu caranya berdana".

TIGA JENIS DANA

1. Amisadana (pemberian materi)

Menyumbangkan pangan, sandang, papan, serta berdonor darah atau organ tubuh kepada mereka yang kekurangan atau yang dalam musibah. Pemberian jenis ini sangatlah disarankan.

2. Abhayadana (pemberian kehidupan)

Menyelamatkan hidup makhluk lain yang berada dalam bahaya api, air, atau pengancam hidup lainnya tentu saja merupakan tindakan yang sangat terpuji.

3. Dhammadana (pemberian kebenaran)

Membabarkan Dhamma, menyelenggarakan ceramah Dhamma, menerbitkan dan membagikan buku Dhamma, serta membawa orang lain keluar dari jalan yang keliru. Seseorang mungkin saja memberikan seluruh harta dan hidupnya bagi yang membutuhkan, namun demikian, mencerahkan orang dengan Dhamma adalah jenis pemberian yang tertinggi.

Sabba danam dhammadanam jinati
Di antara segala pemberian, pemberian kebenaran adalah yang tertinggi.
(Dhammapada 354)
 
Dana yang diberikan dengan cetana (kehendak) untuk diri sendiri itu nilainya tidak sebanding dengan 1/16 pangkat 16 nilai dana yang diberikan secara universal / bersifat metta.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.