• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pengenalan Indahnya Ajaran BUDDHA & Daya Tariknya

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Pengenalan Indahnya Ajaran BUDDHA & Daya Tariknya​

Daya tarik Ajaran Buddha berkembang dengan Mantap di- seluruh dunia, khususnya bagi mereka yang mencari jawaban di arus globalisasi dari Ideologi yang Bertentangan, Perselisihan Fanatik dan Kekerasan Sia-Sia.

Jumlah pengikut Ajaran Buddha berkembang dengan Pesat di banyak bagian dunia, teristimewa di Australia, Amerika Serikat dan banyak negara di Eropa.
Sebagian negara di Asia di mana Ajaran Buddha pernah secara paksa digantikan oleh Ajaran Komunisme, sekarang muncul kembali dengan Gilang Gemilang.

Mengapa Ketertarikan terhadap Ajaran Buddha ini bertambah besar dan begitu cepat perkembangannya? Barangkali karena semakin banyak orang yang mengakui fakta-fakta di sekitar Buddhism. Yaitu:

Agama Buddha mengedepankan PERDAMAIAN yang sebenarnya dan tidak pernah menganjurkan Kekerasan Apapun di atas namanya.

Ajaran Buddha adalah salah satu Agama Dunia yang Paling Tua. Yang hingga kini, mempunyai Reputasi Terhormat sebagai satu-satunya agama yang belum pernah mempunyai Perang Suci.

Tak ada satu Lembagapun yang pernah pergi ke medan perang untuk menaklukkan kafir atau untuk mengubah orang lain menjadi Penganut Ajaran Buddha.

Tak seorangpun yang pernah diserahkan kepada pedang, atau dihukum gantung atau dengan kata lain dihukum karena tidak percaya pada Ajaran Buddha.

Di antara sekte berbeda Ajaran Budha, ada keramah-tamahan dan kerjasama yang luar biasa.

Agama yang menekankan Belas Kasih, Penerimaan dan Kebaikan

Gerombolan-Gerombolan Kasar dan Pengembara di Asia, diperkenalkan pada Peradaban, Seni, dan kebudayaan.
Alih alih, memaksakan kebudayaan Ajaran Buddha yang Agung dan Luhur.

Umat Budha dikenal akan Keteladanan, Kebajikan Hati dan Keramahan mereka, Bersifat Menerima dan Tidak Mengedepankan Cara-cara Penghakiman.

Hingga saat ini, Buddhism menyebar ke negeri baru, tidak disebabkan oleh Para Misionaris dengan tujuan Agresif guna mengubah keyakinan orang lain, tetapi biasanya didirikan oleh Inisiatif Orang Lokal yang mempersilahkan atau mengundang Para Guru agar dapat berbagi ajaran.


Agama yang menyediakan Jalan Terang untuk perkembangan Rohani dan Pribadi.

Ajaran Buddha bukanlah sebuah koleksi Mitos dan Cerita untuk menguji penalaran kita.

Juga tidak hadir sebagai misteri yang hanya bisa dimengerti oleh para Biksu, Pandita atau sekelompok orang tertentu yang lebih disukai atau orang–orang Yang Terpilih.

Ajaran Buddha hadir sebagai Jalan Terang yang dapat di percaya dan bisa dilakukan siapa saja menurut Pengertian, Pemahaman dan Kemampuannya sendiri.


Merupakan suatu metode yang dapat diterapkan, dan memberikan hasil yang bisa dialami dengan segera.

Agama yang mengajarkan untuk mengambil Tanggung Jawab Penuh atas Tindakan yang dilakukan.

Buddhism tidak mencoba menerangkan masalah di dunia sebagai bagian dari rencana misterius Istadewata.

Tidak menyalahkan sesuatu pada nasib atau wangsit yang manapun terhadap apa saja yang terjadi, baik atau buruk atas pengalaman hidup yang dialami.

Malahan, Buddhism mengajarkan bahwa kita harus bertanggung-jawab untuk hasil tindakan yang telah dilakukan dan sebagai penentu Takdir kita sendiri.

Alih–alih menghindar atau lari dari Persoalan Hidup, kita di anjurkan untuk menghadapi dan menyelesaikan Masalah yang ada Tanpa Masalah.


Agama yang tidak mempunyai tempat untuk Kepercayaan Buta atau Pemujaan yang Tidak melalui Penalaran.

Banyak Agama yang menekankan pada Dogma dan menuntut pengikutnya untuk Percaya secara membabi buta, hal ini menjadi aneh atau tanpa dasar dari sudut pandang Ilmu Pengetahuan. Buddhism tidak mempunyai tempat untuk doktrin seperti itu.

Buddha tidak menginginkan Umatnya untuk percaya kepadanya secara membuta, melainkan mengajarkan pengikutnya untuk berpikir, untuk mempertanyakan dan untuk memahami Ajarannya berdasarkan Pengertian.

Ajaran tentang keterbukaan Pikiran dan Hati yang simpatik, yang menerangi dan menghangatkan alam semesta dengan sinar Kebijaksanaan dan Belas Kasih.

Oleh karena itu Ajaran Buddha disebut Agama yang berdasarkan Analisis.


EHIPASSIKO Datang dan Lihatlah Sendiri,
Agama yang menyambut baik Pertanyaan dan Pemeriksaan ke dalam Ajarannya sendiri.

Kebebasan berpikir sungguh penting. Ajaran Buddha dijalankan secara Ehipassiko, yang artinya mengundang untuk Datang dan Bukti kan, bukan Datang dan Percaya begitu saja.

Ajaran yang membuka diri untuk di Telaah, Di Amati dan di Selidiki. Tidak ada Kewajiban atau Paksaan apapun agar percaya atau menerima Ajaran Buddha.

Buddha menunjukkan Jalan Keselamatan, selanjutnya terserah setiap insan untuk memutuskan mau mengikutinya atau tidak.

Buddha mengibaratkan Ajarannya sebagai RAKIT.


Agama yang menekankan nilai-nilai Universal

Ajaran yang menitik beratkan pada Kebahagiaan Sejati Bagi Semua Mahluk. Ajaran yang dapat diPraktekkan dalam Masyarakat atau dalam Pertapaan, Oleh semua Ras dan Sistim Kepercayaan.

Ajaran Yang sama sekali tidak memihak, sehingga tidak ada 'TEROR' di dalam Agama Buddha. Ajaran yang membebaskan umatnya dari cengkraman para Imam dan juga merupa kan Jalan agar Bebas dari Kemunafikan dan Penindasan Keagamaan.

Buddhism mengajarkan bahwa "Sesuai dengan benih yang telah ditabur, begitulah buah yang akan dituai. la yang berbuat baik akan menerima kebaikan, ia yang berbuat jahat akan menerima kejahatan". Hukum yang tidak memerlukan Label Keagamaan.


Agama yang selaras dengan ilmu Pengetahuan Modern dan merupakan Agama Masa Depan

Ajaran Buddha tidak pernah merasa perlu untuk memberikan Tafsiran Baru terhadap ajarannya atas Penemuan Ilmiah yang ada belakangan ini.

Ilmu Pengetahuan tidak pernah bertentangan dengan Buddhism, karena Ajarannya yang bersifat Ilmiah.

Asas-asas Buddhism dapat dipertahankan dalam keadaan apapun tanpa mengubah Gagasan Dasar.

Ajaran Buddha dihargai Sepanjang Masa, oleh Para Cendikiawan, Ilmuwan, Ahli Filsafat, Kaum Rasionalis, bahkan Para Pemikir Bebas.


Albert Einstein, Ilmuwan Terkemuka abad ke-20:
Agama Masa Depan adalah Agama Kosmik (berkenaan dengan Alam Semesta atau Jagad Raya). Melampaui Tuhan sebagai suatu pribadi serta menghindari Dogma dan Teologi (ilmu ketuhanan). Meliputi yang Alamiah maupun yang Spiritual, Agama yang seharusnya berdasarkan pada Pengertian yang timbul dari Pengalaman akan segala sesuatu yang Alamiah dan Perkembangan Rohani, berupa kesatuan yang penuh arti.

Buddhism sesuai dengan Pemaparan ini.
Jika ada agama yang sejalan dengan kebutuhan Ilmu Pengetahuan Modern, maka itu adalah Ajaran Buddha.


Bertrand Russell, pemenang Nobel dan Filsuf Terkemuka abad ke-20
"Di antara agama-agama besar dalam sejarah, saya lebih menyukai Ajaran Buddha". Ajaran Buddha menganut Metode Ilmiah dan menjalankan nya sampai pada suatu kepastian yang dapat disebut Rasionalistik. Ajaran Buddha membahas sampai di luar jangkauan Ilmu Pengetahuan karena keterbatasan Peralatan Mutakhir. Ajaran Buddha adalah ajaran mengenai Penaklukan Pikiran.

Dr. C.G. Jung, Pelopor Psikologi Modern

Sebagai seorang Pelajar Studi Banding Agama, saya yakin bahwa Ajaran Buddha adalah yang paling sempurna yang pernah dikenal dunia.
Filsafat Teori Evolusi dan Hukum Karma jauh melebihi kepercayaan lainnya. Tugas saya adalah menangani Penderitaan Batin, dan inilah yang mendorong saya menjadi akrab dengan Pandangan dan Metode Buddha, yang berTema Pokok mengenai Rantai Penderitaan, Ketuaan, Kesakitan, dan Kematian.


Agama dengan Jalan Pencerahan Yang Unik

Bukan Metafisik (Tidak Kelihatan)
ataupun Ritualistik (Upacara)
Bukan Skeptik (Kesangsian)
ataupun Dogmatik (Wahyu)
Bukan Penyiksaan Diri
ataupun Pemanjaan Diri
Bukan Pesimisme
ataupun Optimisme
Bukan Eternalisme (KeAbadian)
ataupun Nihilisme (Pemusnahan)
Bukan Mutlak Dunia ini
ataupun Dunia Lain
Ajaran Buddha adalah Jalan Pencerahan Yang Unik

Pergilah Kalian,Demi Kesejahteraan Semua,
Demi Kebahagiaan Semua,
Atas Dasar Belas Kasih Kepada Dunia,
Demi Manfaat, Kesejahteraan,
Dan Kebahagiaan Para Dewa Dan Manusia.

Janganlah Pergi Berdua Dalam Satu Jalan,
Babarkanlah Dharma Ini,
Yang Indah Pada Awalnya,
Indah Pada Tengahnya,
Dan Indah Pada Akhirnya.
- Buddha Sakyamuni
 
semoga di kehidupan mendatang jika di kehidupan ini belum mencapai nibbana dan jika saya terlahir sebagai manusia,semoga saya masih bisa menganut dan menjadi umat buddha yang sejati.
..^_^...................
buddham saranam gacchami
 
ini bercanda doang.

salah satu kelemahan dari ajaran buddha adalah buddha tidak pernah menjanjikan sesuatu yang "pasti", misalnya: menjanjikan pasti masuk surga.

Jadi, banyak yg merasa bahwa ajaran buddha tidak ada kepastian dan tidak ada daya tariknya sama sekali... maka berbondong2lah orang mencari sesuatu yang "Pasti", yaitu mencari ajaran yg menjanjikan....
 
Yup setuju, apalagi kalo udah pasti, instan pula wah itu pasti di sukai oleh banyak orang, terutama orang2 jaman sekarang yang suka segala sesuatu yang serba instan.
 
Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, dan indah pada akhirannya".


 
Perbanyak threat tentang Buddha Dharma di Forum Buddha.... itu cara yang lebih elegan daripada harus perang argumen terus. Manfaatnya juga terasa benar bagi kita. Yah.. siapa saja yang mau belajar tentang kebenaran bisa melihat di sini kan. Tapi, karena banyaknya postingan yang kadang ngawur, umat Buddha yang baru juga menjadi bingung. Mana yang benar menurt Buddhist. Kadang agak susah membedakan Buddhisme, Taoisme, Khong Hu Cu karena bersleweran tanpa identitas. Kasihan bagi mereka yang ingin menyelami Buddha Dharma.

Sebenarnya wacana-wacana seperti ini banyak tersebar di mana-mana. Saya lebih mengharapkan kita bisa berbagi pengalaman hidup dalam jalan Buddha. Tapi terkadang, pendapat pribadi tidak begitu dihargai, hahahaha..... Yah... sekali-kali ikut arus saja. Quote sana sini... tapi tentu saja tema yang dipilih harus berasal dari hati. Agar manfaatnya terasa. Karena tujuannya juga baik, untuk berbagi pada teman-teman sedhamma.

Mohon koreksi bila ada yang salah.

@Thirteye
Bagi yang otaknya cerdas dan pemahamannya sampai ke sana, justru ketidak pastian dapat sorga itu menjadi sebuah tantangan. Agama Buddha tidak mengajarkan adanya pengampunan. Anda harus menerima segala resiko dari perbuatan anda. Ini bukan mimpi, cubit kulit anda, sakit.... anda sadar dengan yang anda perbuat. Itulah jalan Buddha. Yang pasti pasti dalam agama Buddha juga banyak.... misalnya hidup adalah duka.... tapi, kenyataan mutlak dan pasti itu kadang kala disematkan label 'pesimis'.... yah... masalah beda tingkat pemahaman saja.... kalau gw mandangnya gitoooo. ^-^

@Caro
Seperti makanan instan.... walaupun enak, praktis, kenyataannya kebanyakan junk food kan.....
 
saya tambahkan biar lebih sep.

1. Ajaran buddha tidak membedakan kelas/kasta.
buddha mengajarkan bahwa manusia menjadi baik / jahat bukan karena kasta atau status sosial,bukan pula karena percaya atau menganut suatu ajaran agama.
seseorang baik atau jahat karena perbuatannya,
dengan berbuat jahat orang menjadi jahat demikian sebaliknya. Setiap orang baik ia raja,presiden,miskin atau pun pengemis , kaya / millioner. atau MENCAPAI NIBBANA bukan karena kelas ataupun KEPERCAYAAN-NYA

2.Agama buddha mengajarkan belas kasih universal
Buddha mengajarkan kita untuk memancarkan metta kepada semua makhluk tanpa terkecuali. terhadap manusia, terhadap binatang , jangan membedakan bangsa dan jenis.
Hewan pun harus dipancarkan metta hingga yang terkecil bahkan serangga.
Hal ini beda dengan beberapa agama yang mengajarkan HEWAN diciptakan untuk DI BUNUH untuk kepentingan manusia.
Beberapa agama bahkan membenarkan membunuh orang yang menentang agama-nya.

3.dalam ajaran buddha tidak seorangpun di perintahkan untuk PERCAYA
.
Sang buddha tidak pernah memaksa seseorang untuk mempercayai ajaran-NYa.
semua pilihan sendiri,tergantung dari hasil kajian masing-masing individu.
Buddha bahkan menyarankan "Jangan percaya apapun yang kukatakan kepadamu sampai kamu mengkaji dengan kebijaksanaanmu sendiri secara cermat dan teliti apa yang kukatakan"
Hal ini berbeda dengan agama lain yang melarang pengikutnya untuk mengkritik ajarannya sendiri.
Agama buddha tidak pernah terpengaruh oleh perbedaan-perbedaan dan kritik-kritik terhadap ajaran-NYA jelaslah bagi kita bahwa buddha memberikan kemerdekaan untuk berpikir / kebebasan berpikir

4.Agama buddha mengajarkan diri sendiri sebagai pelindung.

Buddha bersabda "jadikanlah dirimu pelindung bagi dirimu sendiri.Siapa lagi yang menjadi pelindungmu,bagi orang yang telah berlatih dengan sempurna,maka dia telah mencapai perlindungan terbaik"
Buddha tidak pernah mengutuk seseorang ke neraka ataupun menjanjikan seseorang kesurga atau nibbana sekalipun. Karena itu semua bergantung pada perbuatan tiap-tiap orang.

ini berbeda dengan agama lain dimana takala TUHAN di puji dan di muliakan maka tuhan akan menujukkan CINTA-nya...dan jika TUHAN ditentang,maka akan dimasukkan ke NERAKA...

ini disebut JIKA MEMUJI RAJA maka pangkat akan naik...jika tidak memuji dan tidak memuliakan raja maka akan jadi budak.
padahal manusia buatan TUHAN sendiri,masa manusia menentang TUHAN?

5.Agama buddha adalah agama yang suci.
Agama buddha belum pernah ada setitik darah pun yang keluar dalam penyebaran ajaran-NYA.
agama buddha bahkan tidak menyetujui peperangan atau pun kekerasan.

bahkan sang buddha pernah menasehati kedua kerajaan dimana ingin berperang demi tanah kekuasaan.
"yang manakah lebih berharga air atau darah?"

6.Agama buddha adalah agama yang damai tanpa monopoli kedudukan.
Agama buddha sangat universal. "seseorang yang membuang pikiran untuk menaklukkan orang lain akan merasa kedamaian"
pada saat yang sama beliau mengatakan " Seseorang yang menalukkan ribuan orang dalam perang bukanlah penakluk sejati,tetapi seseorang yang hanya menaklukkan seorang saja yaitu diri sendiri,dialah pemenang sejati"

beberapa agama lain menganggap jika seseorang bukan bagian dari agama nya maka dianggap murtad atau bahkan berdosa besar.
agama buddha tidak berpandangan demikian....
bahkan walaupun bukan agama buddha tetapi berprilaku benar bahkan menembus 4 kesunyataan mulia mampu mencapai nibbana.

sedangkan beberapa agama tidak demikian,,harus melalui proses ritual atau percaya akan TUHAN baru boleh ke surga....walau berbuat baik sepanjang hidup tapi tidak percaya akan tuhan maka tetap neraka.

7.Agama buddha mengajarkan hukum sebab akibat

Buddha mengajarkan bahwa segala sesuatu muncul dari suatu sebab
tiada satu pun yang muncul tanpa alasan.Kebodohan,Ketamakan,Keuntungan,Kedudukan,Pujian,Kegembiraan,Kerugian,Penghinaan,
Celaan,Penderitaan, SEmua adalah akibat dari keadaan-keadaan yang memiliki sebab.

Akibat-akibat baik muncul dari keadaan baik demikian pula sebaliknya.
Tiada TUHAN atau siapapun yang dapat melakukannya untuk kita.Oleh karena itu KITA HARUS SENDIRI MENCARI UNTUK DIRI KITA.bukan dengan membuang-buang waktu menunggu orang lain memberi untuk kita.

Jika seseorang mengharapkan kebaikan,maka dia akan berbuat kebaikan dan berusaha menghindari pikiran dan perbuatan jahat.Sebab dari kondisi yang lain dan seterusnya menjadi saling berhubungan.
Prinsip inilah yang tidak pernah ketinggalan jaman dan sejalan dengan pengetahuan modern yang membuat agama buddha diakui oleh ALBERT EINSTEIN.
 
seep banget.... ada yang mau nambah silahkan.....
 
Buddha bukanlah Tuhan, ataupun utusan Tuhan. Beliau hanyalah manusia biasa yang mencapai kesempurnaan dengan daya upaya sendiri bukan atas berkah dari pihak lain. Beliau adalah guru dan teladan bagi kita yang mengajarkan jalan untuk mencapai Nibanna.

Tambahan untuk tidak ada kasta dari posting @Marcedes, tidak hanya kasta tapi juga emansipasi wanita.
 
Tambahan yang saya dapat dari Threat tentang gay

Agama Buddha tidak memandang gay (orientasi sexual) sebagai penghambat dalam menjalankan agama. Justru ajaran Buddha memberikan pengertian penyabab dari hal ini. Kemudian, terlahir gay atau bukan sama saja dalam menjalankan sila. Perbuatan yang diharapkan benar. Jadi, orientasi sexual tidak mencerminkan perbuatan.
 
di Thailand sendiri ada 3 toilet...pria,wanita,dan WADAM(banci)
 
hampir semua ilmu pengetahuan yg peneliti belum bisa buktikan sudah tercantum di tripitaka
seperti adanya cloning ^_^
 
@ LomX
Itu salah satunya yang bisa membuat agama Buddha bertahan begitu lama, dan sampai sekarang masih menjadi salah satu agama yang pemeluknya masih paling banyak di seluruh dunia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.