• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pengemis Bertangan Satu

singthung

IndoForum Junior E
No. Urut
7164
Sejak
21 Sep 2006
Pesan
1.634
Nilai reaksi
27
Poin
48
Pengemis Bertangan Satu

"Yassa accantadussilyam
maluva salamivotthatam
karoti so tatha`ttanam
yatha nam icchati diso."

Orang yang berkelakuan buruk
adalah seperti tanaman menjalar maluva yang melilit pohon sala.
Ia akan terjerumus sendiri,
seperti apa yang diharapkan musuh terhadap dirinya.



Ada Seorang pengemis yang hanya memiliki sebuah tangan. Ia datang ke suatu biara dan memohon sedekah kepada kepala biara. Tanpa sungkan kepala biara itu menunjuk setumpuk batu bata yang terletak di depan pintu seraya berkata,”Tolong kamu bantu saya memindahkan batu bata itu ke halaman belakang."

Pengemis itu dengan marah menjawab, ”Saya hanya memiliki satu tangan. Bagaimana dapat memindahkan? Tidak mau memberi ya sudah, tidak perlu mempermainkan orang!"

Kepala biara itu memandangnya, lalu menggunakan satu tangan mengambil sebuah batu bata lalu berkata, “Masalah seperti ini juga bisa dikerjakan dengan menggunakan satu tangan."

Melihat keadaan itu si pengemis tak berdaya, terpaksa menggunakan satu tangan itu memindahkan batu bata. Selama dua jam penuh dia memindahkan semua batu bata itu. Kemudian kepala biara itu memberi sedikit uang, dengan sangat bersyukur pengemis itu berkata, ”Terima kasih." Kepala biara menjawab, ”Tidak perlu berterima kasih kepadaku, ini adalah uang hasil jerih payahmu sendiri."

Pengemis itu membungkukkan badan dan berkata, ”Budi baik anda ini akan saya ingat untuk selamanya". Lalu dia menegakkan badan dan melanjutkan perjalanannya.

Beberapa hari kemudian datang lagi seorang pengemis ke biara itu. Kepala biara lalu membawa pengemis itu ke halaman belakang, menunjuk setumpuk batu bata itu seraya berkata, ”Pindahkan batu bata ini ke halaman depan, dan saya akan memberimu uang." Tapi pengemis yang memiliki dua tangan ini menganggap hina pekerjaan ini, lalu di tinggalnya pergi.

Para murid dengan tidak mengerti bertanya kepada kepala biara, ”Kemarin dulu anda menyuruh pengemis memindahkan batu bata dari halaman depan ke halaman belakang, kali ini anda juga menyuruh pengemis lain untuk memindahkan dari halaman belakang ke halaman depan, sebenarnya batu bata ini ingin anda letakkan di halaman depan atau halaman belakang biara?"

Kepala biara berkata kepada pengikutnya, ”Bata-bata itu diletakkan di depan atau di belakang adalah sama saja, tetapi mau memindahkan atau tidak bagi pengemis itu tidaklah sama."

Beberapa tahun kemudian, seorang yang berpenampilan luar biasa datang ke biara. Namun ada hal yang kurang sempurna yaitu orang ini hanya memiliki satu tangan. Ternyata dia adalah pengemis yang memindahkan batu bata.

Ia melakukan pekerjaan yang dia kerjakan mengandalkan kemampuan dirinya sendiri untuk berjuang. Akhirnya dia memperoleh keberhasilan yang sukses, menjadi orang kaya yang ternama di daerahnya. Tetapi bagi pengemis yang memiliki dua tangan lengkap, hingga saat ini masih meminta sedekah di luar pintu gunung.

Disini bisa dilihat, menyelamatkan manusia harus menyelamatkan hatinya. Nasi dalam duniawi bisa menghilangkan rasa lapar sesaat, tapi itu bukanlah makanan batin yang sebenarnya. Uang dalam duniawi bisa memuaskan keinginan sesaat manusia, tetapi bukanlah cahaya kehidupan yang sebenarnya.

Dengan pengetahuan intuitif menyadarkan kejujuran dan kebajikan yang ada dalam hati manusia, barulah bisa dari dasarnya menolong manusia untuk menjauhi kejahatan, terlepas dari lautan kesengsaraan.

Dengan prinsip yang sama, memberi orang sekantung uang, lebih baik menyadarkan kebaikan hatinya. Karena ketulusan dan niat (pikiran) baik merupakan satu jaminan yang paling dasar bagi satu kehidupan untuk bisa berjalan menuju ke masa yang akan datang.

 
suatu wejangan yg bagus buat kita terapkan dalam kehidupan sehari2 kita :-bd:-bd
 
wah..wah...pencerahan batin lagineh buat ane:D
 
Nice......
Pertolongan bukan hanya sekedar materi....pertolongan terbaik adalah bagaimana menggugah satu pribadi pada jalan yg benar yaitu hati nuraninya/kesadaran sehingga terbentuk tekad untuk mencari jalan keluar .
Ini adalah perbuatan yang mulia....
..................
Dulu pada saat hs bersama seorang pembina mengunjungi sebuah vihara.....dalam perjalanan kebetulan menemui peminta-minta di persimpangan lampu....hs langsung merogoh kantong dan mengambil uang seribu.....lalu memberikannya kepada peminta-minta tsb<penderita lepra>.....Sang Pembina hanya diam.....Gak berapa lama hs dgn iseng menanyakannya ...Lho kok gak ngasih ????...dgn ringkas dai menjawab .....itu hanya pertolongan sementara...yg perlu dibantu adalah hatinya..

WEW...dalam hati hs mengerutu....bantuan kecil aja gak diulurkan palagi bantuan sebesar itu......hahahahah
Salah hs ????Yang tadinya dgn iklhas membantu walau hanya sedikit materi menjadi jengkel!!!hahahahahah..jd rumit yaa
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.