roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Ambon, Tribun - Ini memang bukan ajaib. Tapi, warga dibuat kaget bukan kepalang. Sebuah gunung dengan ketinggian empat meter tiba-tiba saja berada di depan perairan Kecamatan Waulabobar, Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).
"Warga di kecamatan ini dibuat kaget. Bahkan ada sebagian warga yang sempat mengungsi ke gunung atau desa tetangga. Bahkan ada yang menuju ibukota MTB, di Saumlaki. Mereka takut akan muncul tsunami," ujar seorang warga Evert Makupiola (36).
Diduga gunung itu muncul akibat gempa tektonik 6,9 skala richter yang mengguncang wilayah ini, awal Agustus 2008 lalu. Menyikapi hal ini, kepala seksi data dan informasi Stasiun Geofisika Ambon, Irwan Slamet, menjelaskan, dari segi tektonisme, munculnya gunung dari dasar laut merupakan hal yang biasa. Hal ini disebabkan wilayah kepulauan Maluku merupakan tempat pertemuan tiga lempeng utama bumi, yakni Eouresia, Hindia, (Indo Australia) dan pasifik.
Menurutnya, dari aspek sains kebumian, gejala munculnya gunung baru dapat ditimbulkan oleh tenaga endogen dari dalam bumi yang oleh para ahli di sebut diatropisme.
"Diatropisme merupakan proses pembentukan kembali kulit bumi, pembentukan gunung-gunung, lembah-lembah, lipatan-lipatan dan retakan-retakan. Ini diakibatkan oleh tenaga tektonik atau tenaga yang berasal dari kulit bumi dan menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi," kata Irwan Slamet, Kamis (27/8).
"Warga di kecamatan ini dibuat kaget. Bahkan ada sebagian warga yang sempat mengungsi ke gunung atau desa tetangga. Bahkan ada yang menuju ibukota MTB, di Saumlaki. Mereka takut akan muncul tsunami," ujar seorang warga Evert Makupiola (36).
Diduga gunung itu muncul akibat gempa tektonik 6,9 skala richter yang mengguncang wilayah ini, awal Agustus 2008 lalu. Menyikapi hal ini, kepala seksi data dan informasi Stasiun Geofisika Ambon, Irwan Slamet, menjelaskan, dari segi tektonisme, munculnya gunung dari dasar laut merupakan hal yang biasa. Hal ini disebabkan wilayah kepulauan Maluku merupakan tempat pertemuan tiga lempeng utama bumi, yakni Eouresia, Hindia, (Indo Australia) dan pasifik.
Menurutnya, dari aspek sains kebumian, gejala munculnya gunung baru dapat ditimbulkan oleh tenaga endogen dari dalam bumi yang oleh para ahli di sebut diatropisme.
"Diatropisme merupakan proses pembentukan kembali kulit bumi, pembentukan gunung-gunung, lembah-lembah, lipatan-lipatan dan retakan-retakan. Ini diakibatkan oleh tenaga tektonik atau tenaga yang berasal dari kulit bumi dan menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi," kata Irwan Slamet, Kamis (27/8).


