tusuksate
IndoForum Activist A
- No. Urut
- 48279
- Sejak
- 14 Jul 2008
- Pesan
- 20.342
- Nilai reaksi
- 397
- Poin
- 83
Hati-hati jika kartu ATM Anda nyangkut pada mesin ATM. Bisa jadi Anda menjadi korban salah satu modus penipuan gaya baru. Hal ini menimpa Putra (25), warga Jatipadang, Jakarta Selatan. Niatnya untuk mengambil sebagian uang di ATM bin Apotek Mataram Warung Jati, ternyata membuat seluruh isi tabungannya ludes.
"Tadinya saya mau ambil uang, tapi malah ATM-nya nyangkut," tutur Putra kepada Kompas.com. Karena panik, tanpa pikir panjang Putra menghubungi nomor call center bin yang terpampang di samping mesing ATM. Putra mengatakan, telepon diterima oleh orang yang mengaku petugas call center bin. Orang tersebut menanyakan identitas dan nomor PIN. Selain itu, menurut Putra, orang yang mengaku petugas call center itu juga meminta Putra datang kembali ke ATM tersebut pukul 15.00 untuk mengambil kartu ATM-nya yang nyangkut.
Pukul 15.00 Putra kembali ke ATM tersebut, tapi tidak ada satu petugas pun di sana. Karena menyadari keanehan tersebut, dia lantas menelpon call center bin yang tertera di dalam buku tabungan, yang ternyata beda dengan nomor yang tertempel di samping mesin ATM. Ketika dilakukan pengecekan lebih lanjut, ternyata nomor yang tertera di samping ATM bin hanya berupa stiker yang ditempel untuk menutupi nomer call center bin yang sesungguhnya.
"Seluruh tabungan saya sudah ludes diambil orang semua. Memang jumlahnya tidak sampai puluhan juta, tetapi mau makan apa saya nanti satu bulan ke depan. Makanya hati-hati kalau mau ambil uang menggunakan kartu ATM," kata Putra. Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai nomor call center palsu yang dihubunginya, Putra lupa. "Nomornya mirip call center, tetapi saya lupa. Tidak sempat disimpan," katanya.
"Tadinya saya mau ambil uang, tapi malah ATM-nya nyangkut," tutur Putra kepada Kompas.com. Karena panik, tanpa pikir panjang Putra menghubungi nomor call center bin yang terpampang di samping mesing ATM. Putra mengatakan, telepon diterima oleh orang yang mengaku petugas call center bin. Orang tersebut menanyakan identitas dan nomor PIN. Selain itu, menurut Putra, orang yang mengaku petugas call center itu juga meminta Putra datang kembali ke ATM tersebut pukul 15.00 untuk mengambil kartu ATM-nya yang nyangkut.
Pukul 15.00 Putra kembali ke ATM tersebut, tapi tidak ada satu petugas pun di sana. Karena menyadari keanehan tersebut, dia lantas menelpon call center bin yang tertera di dalam buku tabungan, yang ternyata beda dengan nomor yang tertempel di samping mesin ATM. Ketika dilakukan pengecekan lebih lanjut, ternyata nomor yang tertera di samping ATM bin hanya berupa stiker yang ditempel untuk menutupi nomer call center bin yang sesungguhnya.
"Seluruh tabungan saya sudah ludes diambil orang semua. Memang jumlahnya tidak sampai puluhan juta, tetapi mau makan apa saya nanti satu bulan ke depan. Makanya hati-hati kalau mau ambil uang menggunakan kartu ATM," kata Putra. Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai nomor call center palsu yang dihubunginya, Putra lupa. "Nomornya mirip call center, tetapi saya lupa. Tidak sempat disimpan," katanya.
]