• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengapa Amerika Maju?

Constantine

IndoForum Senior A
No. Urut
64676
Sejak
19 Feb 2009
Pesan
6.946
Nilai reaksi
320
Poin
83
Pernah nggak berpikir mengapa Amerika maju ? Saya sempat mengajukan pertanyaan ini ke diri sendiri. Dalam bidang teknologi misalnya, banyak penemuan baru di dunia berasal dari Amerika. Bahkan kalau mau dikhususkan di bidang software dan Internet, mungkin di atas 90% perusahaannya berasal dari Amerika ! Coba perhatikan nama-nama ini: Microsoft, IBM, Google, Yahoo, YouTube, MySpace, Netscape, Oracle … semuanya adalah perusahaan Amerika. Untuk perusahaan software yang besar di luar Amerika saya hanya bisa memikirkan SAP dan Corel.

Semua ini membuat saya penasaran. Masalahnya, secara intelektual saya pikir Amerika tidak unggul. Dalam olimpiade ilmiah misalnya, tidak terdengar mereka menjadi juara dunia. Yang merajai adalah Cina atau negara-negara Eropa Timur (dan belakangan juga Indonesia tentunya :) ). Dalam buku The World is Flat banyak ditulis bagaimana anak-anak di Amerika pendidikannya tertinggal dibandingkan banyak negara lain. Orang-orang Asia bekerja lebih keras dan seringkali mempunyai prestasi lebih tinggi dari orang Amerika. Dengan keadaan seperti itu bagaimana mereka bisa begitu menonjol di dunia ?

Jawaban untuk ini tersirat di dalam The World is Flat dan saya pikir inilah kuncinya:

Amerika adalah mesin mimpi terbesar di dunia​

Apa yang dimaksud dengan “mesin mimpi” ? Ini dia:

1. Setiap orang bebas memiliki mimpinya sendiri-sendiri
Ini adalah keunggulan dari negara yang bebas seperti Amerika. Setiap orang bisa memiliki mimpinya sendiri-sendiri tanpa dibatasi oleh sistem politik, sosial, dan lain-lain. Di banyak negara lain hal ini tidak terjadi. Ada saja peraturan yang membatasi mimpi mereka. Inilah salah satu keunggulan Amerika dari Cina yang menerapkan sistem komunis. Di Cina masih banyak peraturan yang membatasi, khususnya kalau bersentuhan dengan politik. Terus terang saja, saya sama sekali tidak percaya Cina akan bisa menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia selama mereka masih menerapkan sistem komunis seperti sekarang.
2. Setiap orang didorong untuk mewujudkan mimpinya
Mungkin semua orang bisa mempunyai mimpinya sendiri-sendiri, tapi untuk mewujudkan mimpi pasti tidak mudah mengingat risiko yang diambil. Nah, di Amerika orang-orang didorong untuk mewujudkan mimpinya. Dengan cara apa ? Yaitu dengan tersedianya insentif finansial yang sangat besar kalau mereka berhasil mewujudkan mimpinya. Insentif ini terutama dalam bentuk IPO (initial public offering) di pasar saham dan akuisisi dari perusahaan yang lebih besar. Insentif IPO inilah yang menjadikan Sergey Brin dan Larry Page dari Google masuk daftar orang terkaya dunia dalam usia masih 30-an tahun. Dan insentif akuisisilah yang membuat orang-orang YouTube kebanjiran uang setelah dibeli Google.
Satu hal lagi yang juga membantu adalah kenyataan bahwa di Amerika setiap orang menerima imbalan sesuai dengan kemampuan dan kontribusi masing-masing (sistem meritokrasi). Ini berbeda dengan keadaan di kerajaan-kerajaan kaya minyak di mana para bangsawannya menjadi kaya raya semata-mata karena faktor keturunan
3. Setiap orang dibantu untuk mewujudkan mimpinya
Amerika memiliki sistem yang bagus untuk membantu orang mewujudkan mimpi mereka menjadi kenyataan. Yang pertama adalah dari segi hukum, di mana sangat mudah untuk mendirikan maupun menutup perusahaan. Akibatnya orang-orang tidak bimbang untuk memulai perusahaan baru. Yang kedua – dan ini mungkin paling menentukan – adalah tersedianya dana secara besar-besaran bagi orang-orang “gila” melalui venture capital (VC). Karena banyak mimpi membutuhkan dana tidak sedikit untuk diwujudkan, VC inilah yang memungkinkan mimpi-mimpi tersebut menjadi kenyataan. Para venture capitalist di Amerika memiliki sistem yang sangat handal untuk memilih dan memoles ide yang berprospek untuk didukung.

Dari sini tidak heran kalau banyak ide gila muncul dan berkembang di Amerika dan bukannya di negara lain. Mungkin banyak hal lain di Amerika mudah ditiru, tapi saya yakin akan sangat sulit untuk meniru “mesin mimpi” ini. Meskipun begitu, siapa tahu Indonesia suatu saat juga bisa menjadi mesin mimpi. Bagaimana, mungkin tidak Indonesia menjadi mesin mimpi ?

Meskipun saya percaya bahwa alasan utama mengapa Amerika maju tetap “Amerika adalah mesin mimpi terbesar di dunia”, tapi saya teringat akan alasan lain yang juga penting.

Alasannya adalah etos kerja.

Orang Amerika memiliki etos kerja yang berbeda dengan kebanyakan orang di Indonesia: mereka bekerja keras sungguh-sungguh dan terus-menerus. Saya teringat akan cerita salah seorang teman saya yang pernah bertahun-tahun tinggal di Boston, Amerika. Boston ini merupakan kota pendidikan yang terkenal karena di dekatnya ada universitas-universitas terbaik dunia seperti Harvard dan MIT. Yang diceritakannya kira-kira seperti ini:


Kita ini belum terbiasa dengan cara kerja orang sana (Amerika). Kalau diibaratkan dengan perlombaan lari, di sini (Indonesia) kita bisa berlari, lalu berhenti sebentar menarik napas, lalu kita lihat, ‘Oh rekanku sudah di depan!’ lalu kita berlari lagi menyusul dia. Di sana tidak bisa seperti itu. Jangankan berhenti, menoleh sebentar saja bakal terlambat. Tahu-tahu teman kita itu sudah bikin penemuan baru, atau menulis artikel di jurnal internasional. Dia sudah sangat jauh di depan dan tidak mungkin terkejar.

Perbandingan dengan orang berlari ini menurut saya pas sekali. Seperti itulah cara mereka bekerja: berlari sekuat tenaga dan tidak pernah berhenti. Saat kita berlari bersama mereka:

  1. Berlarinya harus benar-benar kencang, dengan konsentrasi penuh. Kalau tidak, kita bakal tertinggal jauh.
  2. Menoleh sebentar saja tidak boleh. Apalagi berhenti. Kita bakal tertinggal selamanya.

Berbeda jauh bukan dengan keadaan kita? Di sini umumnya kita masih bisa berhenti sebentar untuk beristirahat sebelum berlari lagi (itu pun larinya tidak sekuat tenaga).

sumber: gayahidupdigital
Bisakah kita punya etos kerja seperti itu?
 
Oke Bro, artikel yang bagus. Tapi sekarang, kondisi sudah berbanding terbalik Bro. Cina sekarang mendominasi perekonomian dunia. Bro tau, disaat krisis global seperti sekarang ini, Amerika dan sebagian besar negara maju Eropa sedang bersusah payah untuk bisa bertahan dari badai. Sebagian besar negara2 maju tersebut, mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus (-). Banyak sekali perusahaan yang gulung tikar, dan pengangguran semakin merajalela. Bahkan di Amerika sendiri, angka pengangguran hampir mencapai 10% dari total jumlah penduduknya.

Bahkan Bro bayangkan, perusahaan otomotif raksasa General Motors pemegang beberapa merek mobil ternama seperti Hummer dan Opel, sekarang sudah bangkrut, dan memutuskan untuk menjual sebagian merek mobil mereka untuk menghindari kejatuhan total. Dan yang cukup menggembirakan, rupanya, Indonesia menjadi satu dari sedikit negara di dunia yang mengalami pertumbuhan plus (+) disaat keadaan resesi ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi kita diatas 4% pada tahun lalu, dan berebeda sedikit saja dari Vietnam. Dan negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi di dunia adalah tak lain dan tak bukan Cina, dengan pertumbuhan ekonomi diatas 8%. Bahkan, Singapura yang terkenal merupakan salah satu negara yang GNP-nya tertinggi di Asia bahkan dunia, tidak mampu bertahan cukup kuat dari krisis ini, pertumbuhan ekonominya, minus. Lalu yang jadi pertanyaan adalah, kenapa Amrik dan beberapa negara maju yg segitu hebatnya, bisa jatuh?

Jawabannya, musti dirunut dari belakang. Indikator permulaan Krisis Global yang melanda dunia saat ini, diyakini memang berasal dari Amerika. Yaitu, saat bunk Investasi terbesar di Amerika yaitu Lehman Brothers, menyatakan diri mengalami "Pailit". Lehman Brothers, meng-investasikan sebagian besar Dana-nya pada sektor properti dan Pasar Uang. Bro tau pasar uang?Pasar uang adalah, suatu pasar, dimana Uang menjadi komoditas utama yang diperdagangkan disana, Dengan kata lain, Uang yang "pada dasarnya" berfungsi sebagai alat tukar, dikarenakan nilainya dapat naik-turun, maka diperdagangkan. Contoh sederhananya adalah, Kita membeli Dollar US untuk investasi dengan harapan, nilainya suatu saat dapat naik, sehingga kita bisa memperoleh keuntungan dari menjual Dollar simpanan kita suatu saat nanti.

Nah, "pola" ini-lah yang sebenernya salah Bro. Hal yang tidak diperkirakan sebelumnya oleh para Investor di Lehman Brothers adalah, anjloknya nilai "uang" yang mereka Investasikan. Bisa anjlok karena ternyata, sebagian besar uang kini beralih ke Cina, tidak lagi terkonsentrasi di Amerika dan Eropa. Cina mengungguli penjualan produk mereka. Karena Anjloknya nilai Dollar, maka biaya2 di Amerika yang sejak awal sudah tinggi, menjadi semakin membengkak, dan dampak terbesar berikutnya dari krisis keuangan ini adalah, bangkrutnya sektor properti. Yah, bangkrut karena para pembeli properti, tidak dapat melunasi pembayaran properti yang mereka beli. Dan sayangnya, Lehman Brothers juga meng-investasikan sebagian besar modal-nya pada sektor ini. Dan dari sini-lah kemudian, krisis menjadi merembet ke sektor2 lain, sampai akhirnya merembet ke luar Amerika dan memberikan dampak yang luar biasa pada dunia.

Hmm yah, Cina tak ambil pusing dengan keadaan ini. Faktor utama yang diyakini para Ekonom, membuat Cina mampu mengambil alih "kekuasaan" adalah karena, Cina mampu memproduksi barang dan jasa yang kualitasnya sama, atau mendekati dengan produksi negara Barat, akan tetapi dengan Cost/ biaya hanya setengahnya saja. Bro bisa pahami sendiri donk, apa maksudnya.

Kebangkrutan Ekonomi negara2 Barat, disadari oleh para Ekonom juga adalah karena kesalahan sistem Ekonomi Liberal yang selama ini mereka anut. Sistem Ekonomi yang berpatokan pada "modal" ini akhirnya telah mencapai "puncak" dengan ketidakmampuan untuk bertahan dari "kejayaan". Dari kegagalan ini, telah muncul wacana untuk merubah sistem ekonomi yang sedang berjalan. Alternatif yang paling kuat dan paling direkomendasikan oleh para Ekonom adalah Sistem Ekonomi berbasis Syariah(Ekonomi Islam). Yah, tidak seluruhnya berlandaskan islam si, tapi hanya mengambil beberapa poin penting dari Sistem Ekonomi Syariah.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?Hmm, beberapa poin plus dari Amerika bisa kita contoh seperti, etos kerja masyarakatnya. Yah, gw akui Bro, etos kerja para pekerja kita emang kalah banget klo dibanding pekerja di negara lain. Apalagi para PNS (yg PNS, maap ya! :D). Tapi sebenernya, ada faktor historis yang menyebabkan etos kerja masyarakat kita itu kurang. Salah satu faktor kuat adalah, Indonesia pernah dijajah oleh Belanda selama 350thn. Dalam kurun waktu tersebut, rakyat Indonesia hanya dipekerjakan oleh pemerintah Hindia Belanda. Ini mengakibatkan, ada sifat "kuli" yang turun-temurun ditularkan dari Nenek Moyang kita, ke Generasi berikutnya, bahkan hingga sekarang, Coba bro pikir, saat ini lebih banyak orang yang memilih untuk bekerja di perusahaan sebagai karyawan dengan mendapat gaji bulanan, ketimbang membuka usaha dan lapangan kerja baru. Ya kan?Jika lebih banyak wiraswasta di Indonesia, gw yakin, Indonesia mampu mengejar Cina. Semuanya tentunya harus dimulai dari diri sendiri. :D

Oke deh, segini dulu ya! Moga2 bermanfaat!
 
^
widih komennya panjang bener, lumayan baca2 bisa nambah pengetahuan...
 
hmm, ane cari-cari thread ini, eh ternyata ud pindah y!. Tp kok, gak ada yg comment lagi y...
 
^
oh ye klo dari teori ekonomi, jumlah pemegang saham pada kabur semua gara2 harga sahamnya terus anjlok, otomatis modal dari saham juga katut ma pemegangnya, trus deviden utk pemegang saham, klo kebanyakan pd suatu bdn usaha ya juga repot walau modal bertambah...., trus yang skrg gw tentang ini adalah kredit bunga, ini lebih menakutkan lagi, terutama pd hutang jangka panjang seperti obligasi dsb., belom lagi utang jangka pendek, nah obligasi itu utangnya mah da diitung jutaan dollar klo disana, nah, bunganya ini yg bikin ancur, melunasinya sulit, belom lagi beban bunga pd kredit jangka pendek. Tu yg bikin Badan Usaha cepet gulung tikar.

, trus.... sikap individual yang tinggi juga mempengaruhi etos kerja dan berkarya....
 
Yo'i sistematika pemberian kredit dan metode "bunga" ini juga yang membuat perekonomian Kapitalis makin terpuruk. Karena itu, dalam kepercayaan ane, bunga itu hukumnya haram. Klo Individualisme sih, menurut gw terjadi secara alamiah di daerah yang perekonomiannya maju. Dengan kata lain, di "space" dimana kompetisi terjadi begitu ketat, maka orang-orang yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung di dalamnya akan cenderung individualistis, alias memikirkan diri sendiri. Tapi, masih ada sisi positifnya menurut ane, dengan ketatnya persaingan begitu, dan dengan kondisi orang-orang yang "serasa" hidup seorang diri, maka akan membangkitkan kreatifitas orang-orang tersebut.

Klo di Indonesia, ... Pemerintah terlalu "memanjakan" klo ane bilang. BBM, Listrik, Gas, Pupuk dan banyak barang lainnya di-subsidi. Padahal, sebagian besar barang tersebut pada akhirnya dinikmati oleh orang berduit, bukan rakyat kecil. Karena sering "dimanjakan" tersebut, mental kita jadi lemah, dan kalah ama negara laen. Musti dilakukan perubahan segera.
 
Untuk individualistis dari sistem liberal juga sbenarnya banyak yg ga baik, dalam istilah kapitalis pernah tertulis "Siapa yang kuat dialah yang menang". Jelas ini teori hukum alam seperti di alam liar alias hukum alam utk binatang, Manusia dengan binatang itu berbeda. Kebanyakan dari sisi ekonomi, orang yang bermodal dialah yang berkuasa. Kalo dari segi sosial memang banyak2 mementingkan diri sendiri sehingga HAM yang berlebihan pun ikut di masukan seperti banyaknya t4 WTS bahkan sampai ada sebuah kampung/daerah khusus utk kaum nudis.

:(:(:(
 
Persaingan dapat memacu kreatifitas. Salah satu sisi positif dari Kapitalis menurut gw adalah itu. Klo dari sisi sosial,itu namanya Liberalisme gw rasa, bukan Kapitalis. Yah, masih sodara sih, tapi beda kok. Klo Kapitalisme mah, faham perekonomian yang bertumpu pada modal (tapi modal bukan hanya uang loh, bisa kreatifitas en skill juga), en klo Liberalisme itu faham kebebasan dalam bertindak. Sehingga, di negara yang menganut Liberalisme, terkadang memang mereka memaksakan HAM yang terlalu berlebihan. Seperti yang bro bilang diatas, WTS dan special space for nudity. Hah, kita musti bisa memilih dan memilah, mana yang baik untuk kita dan mana yang enggak.
 
wah ini butuh pemikiran yang mendalam nich,
ane siapin mie rebus dulu ah..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.