• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Meitreya, Walubi dan Nelpon kedutaan Cina

Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
BRAHMAJALA SUTTA

"Para Bhikkhu, bilamana orang mengucapkan kata-kata yang merendahkan saya Dhamma dan Sangha, janganlah karena hal itu kamu membenci, dendam atau memusuhinya. Bilamana karena hal tersebut kalian marah atau merasa tersinggung, maka hal itu akan menghalangi jalan pembebasan diri kalian, dan mengakibatkan kalian marah dan tidak senang. Apakah kalian dapat merenungkan ucapan mereka itu baik atau buruk?"
"Tidak demikian, Bhante".
"Tetapi bilamana ada orang mengucapkan kata-kata yang merendahkan saya, Dhamma dan Sangha, maka kalian harus menyatakan mana yang salah dan menunjukkan kesalahannya dengan mengatakan bahwa berdasarkan hal ini atau itu, ini tidak benar, atau itu bukan begitu, hal demikian tidak ada pada kami, dan bukan kami".

Tetapi para bhikkhu, bilamana orang lain memuji Saya, Dhamma dan Sangha, janganlah karena hal tersebut kamu merasa bangga, gembira dan bersuka cita. Bila kamu bersikap demikian maka hal itu akan menghalangi jalan pembebasan diri kalian. Bilamana orang lain memuji Saya, Dhamma dan Sangha, maka kamu harus menyatakan apa yang benar dan menunjukkan faktanya dengan mengatakan bahwa, 'berdasarkan hal ini atau itu, ini benar, itu memang begitu, hal demikian ada pada kami, dan benar pada kami".

Walaupun hanya hal-hal kecil, hal-hal yang kurang berharga, atau pun karena sila, maka orang-orang memuji Tathagata. Apakah hal-hal kecil, hal-hal yang kurang berharga atau pun sila yang menyebabkan orang-orang memuji Tathagata?


NA PARO PARAM NIKUBBETHA
NATIMANNETHA KATTHACI NAM KANCI
BYAROSANA PATIGHASANNA
NANNAMANNASSA DUKKHAMICCHEYYA

Jangan menipu orang lain
Atau menghina siapa saja.
Jangan karena marah dan benci
Mengharapkan orang lain celaka.
 
BRAHMAJALA SUTTA




NA PARO PARAM NIKUBBETHA
NATIMANNETHA KATTHACI NAM KANCI
BYAROSANA PATIGHASANNA
NANNAMANNASSA DUKKHAMICCHEYYA

Jangan menipu orang lain
Atau menghina siapa saja.
Jangan karena marah dan benci
Mengharapkan orang lain celaka.

Terima kasih sobat.
Tidak ada maksud menipu, mengina, marah atau benci apalagi :-O mengharapkan orang lain celaka.
Hanya sharing, duduk bersama bagi siapa saja yang mengaku masih bernaung dan berlindung pada Tri Ratna.

Kata-kata mungkin sempat terucap dengan keras, namun sedapatnya dikeluarkan dengan masih menghargai kebebasan pendapat dan tidak dengan eksplicit merendahkan martabat orang lain.

Sedikit orang yang mau mengaku dia masih bodoh, kebanyakan merasa lebih pintar dari yang lain. Semoga embel-embel dunia seperti bahasa Inggris, data otentik yang entah ditulis dan dikenal siapa, fenomena-fenomina alam yang tidak terjangkau pikiran kita, tidak menjadikan kita buta dan malah dengan angkuh menyombongkan diri sebagai yang paling pintar. Semakin orang pintar, semakin dia menerima kenyataan bahwa dia masih idiot.
 
1. Darimana kita semua mengenal adanya sosok Bhikkhu Ajita dan Bodhisatva Maitreya ??
Jb : Dari sabda sang Buddha (ajaran BUDDHA tentunya, bukan dari Kristen, Islam, atau ajaran manapun di dunia)

2. Apakah disebutkan syarat syarat kemunculan / dilahirkan kembali Bodhisatva Maitreya ke dunia ini sebagai samma sambuddha ?
Jb : Syarat utama Bodhisatva Maitreya akan terlahir ke dunia ini dan mencapai anuttara samyak sambuddha adalah pada saat tersebut di jambudwipa (dunia saha) sudah tidak mengenal ajaran BUDDHA, sehingga kata BUDDHA saja sudah terlupakan dan tidak dikenal lagi.

3. Apakah sekarang ini masih ada dikenal BUDDHA, mengenal Dharma (kitab kitab suci masih ada), masih ada Sangha (persaudaraan Bhikkhu bhikkhuni) ??
Jb : Masih ada

4. JAdi kesimpulannya adalah : Bahwa jika merunut (berdasarkan) pada ajaran BUDDHA, bahwasanya pada saat sekarang ini, syarat dan prasyarat kemunculan MAitreya di dunia dan menurunkan ajaran masih belum tercukupi.

INTINYA : Jika aliran Maitreya menyatakan bahwa mereka salah satu sekte dari BUDDHISME, dan sebagai salah satu aliran BUDDHA, seharusnya mengikuti apa yang disabdakan oleh BUDDHA (dengan asumsi bahwa hal yang diucapkan BUDDHA benar).
Jika ternyata apa yang dinyatakan oleh aliran MAitreya kemudian bertolak belakang dengan apa yang "diyakini" oleh ajaran BUDDHA pada umumnya, maka kesimpulannya bahwa aliran MAitreya bukanlah cabang atau perpanjangan dari ajaran BUDDHA manapun.
 
1. Darimana kita semua mengenal adanya sosok Bhikkhu Ajita dan Bodhisatva Maitreya ??
Jb : Dari sabda sang Buddha (ajaran BUDDHA tentunya, bukan dari Kristen, Islam, atau ajaran manapun di dunia)

2. Apakah disebutkan syarat syarat kemunculan / dilahirkan kembali Bodhisatva Maitreya ke dunia ini sebagai samma sambuddha ?
Jb : Syarat utama Bodhisatva Maitreya akan terlahir ke dunia ini dan mencapai anuttara samyak sambuddha adalah pada saat tersebut di jambudwipa (dunia saha) sudah tidak mengenal ajaran BUDDHA, sehingga kata BUDDHA saja sudah terlupakan dan tidak dikenal lagi.

3. Apakah sekarang ini masih ada dikenal BUDDHA, mengenal Dharma (kitab kitab suci masih ada), masih ada Sangha (persaudaraan Bhikkhu bhikkhuni) ??
Jb : Masih ada

4. JAdi kesimpulannya adalah : Bahwa jika merunut (berdasarkan) pada ajaran BUDDHA, bahwasanya pada saat sekarang ini, syarat dan prasyarat kemunculan MAitreya di dunia dan menurunkan ajaran masih belum tercukupi.

INTINYA : Jika aliran Maitreya menyatakan bahwa mereka salah satu sekte dari BUDDHISME, dan sebagai salah satu aliran BUDDHA, seharusnya mengikuti apa yang disabdakan oleh BUDDHA (dengan asumsi bahwa hal yang diucapkan BUDDHA benar).
Jika ternyata apa yang dinyatakan oleh aliran MAitreya kemudian bertolak belakang dengan apa yang "diyakini" oleh ajaran BUDDHA pada umumnya, maka kesimpulannya bahwa aliran MAitreya bukanlah cabang atau perpanjangan dari ajaran BUDDHA manapun.

Tinggal sekarang mana yang lebih diterima umat, pendapat umat atau pendapat Walubi.:)
 
Thread ini hanya akan menimbulkan Flame...
Jadi Thread ini saya tutup..

Peringatan untuk roughtorer agar tidak menjelek2kan ajaran lain....

Thread Closed
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.