bukan_diriku
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 24648
- Sejak
- 26 Okt 2007
- Pesan
- 1.051
- Nilai reaksi
- 16
- Poin
- 38
Cucu: Mak Erot Wafat 28 Juni
Sukabumi - Ahli mark up alat vital pria, Mak Erot, dipastikan telah meninggal dunia pada 28 Juni 2008 lalu. Mak Erot dikuburkan hari itu juga.
"3 Hari sebelum meninggal, Mak Erot berpesan bahwa semua anaknya harus berkumpul," ungkap cucu Mak Erot, Haji Saefulloh, ditemui di kediamannya di Desa Pasir Baru, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/7/2008).
Mak Erot yang diperkirakan wafat di usia 110-an tahun itu dikuburkan langsung hari itu. Ribuan warga mengikuti proses pemakaman perempuan yang telah membuat ribuan pria berbahagia itu.
"Ketika sudah meninggal, banyak pejabat yang berdatangan," kata Saefulloh yang biasa dipanggil Haji Ulloh oleh warga Cisolok.
Sebelum meninggal, nenek Saefulloh itu berpesan, pelayanannya membesarkan alat vital pria harus diteruskan oleh salah satu anak cucunya. Haji Ulloh yang telah lama menjalankan jasa neneknya itu disepakati keluarga mewarisi pengobatan tradisional itu.(aba/ana)
sumber:http://www.detiknews.com/read/2008/07/10/185144/970193/10/cucu-mak-erot-wafat-28-juni
updated berita:
Mak Erot Berpulang, Wariskan Bisnis Miliaran Rupiah
Sukabumi - Maestro spesialis pembesar alat vital lelaki, Mak Erot, telah berpulang. Semasa hidup, Mak Erot tampil sederhana, seperti khas orang desa.
Namun tak dinyana, nenek yang menetap di Desa Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini di akhir hidupnya mewariskan bisnis beromset miliaran rupiah!
Dari mana angka ini didapat? Mari kita hitung. Jika ada pasien datang untuk dipijit Mak Erot, maka pasien harus merogoh kocek cukup dalam untuk biaya pendaftaran dan praktek, Rp 700 ribu.
Haji Saepulloh, sang cucu sekaligus pewaris Mak Erot, mengaku setiap hari rata-rata mengobati sepuluh pasien. Total per hari ia bisa mengantongi Rp 7 juta. Dikalikan sebulan, jumlah ini mencapai Rp 210 juta. Angka pertahunnya lebih dahsyat lagi, Rp 2,5 miliar!
Haji Ulloh, panggilan akrab Saepulloh, menuturkan, ia bekerja 7 hari seminggu. Khusus hari Jumat, ia baru buka usai menunaikan salat Jumat.
"Emak (Mak Erot) pernah berpesan, selarut apa pun kalau ada yang minta diobati ya harus. Walau kita baru tidur satu atau dua jam," ujar pria berkaca mata ini pada detikcom di rumahnya, Jalan Puncak Bungur, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Kamis malam (10/7/2008).
Rumah Haji Ulloh cukup megah. Di depan rumahnya juga terdapat sebuah counter HP yang dikelola adiknya. Ia mengaku karena banyak pasien dari luar kota ia harus membagi waktunya seminggu di Jakarta dan seminggu di Sukabumi.
Nama Mak Erot masih menjadi trade mark untuk urusan yang satu ini. Sebagai pewaris, kini aliran rupiah ini pun mengalir ke Haji Ulloh.
(rdf/nrl)
sumber:http://www.detiknews.com/read/2008/...rot-berpulang-wariskan-bisnis-miliaran-rupiah
Haji Ulloh Pelanjut Mak Erot
Ramadhian Fadillah - detikNews
Sukabumi - Kematian Mak Erot, spesialis pembesaran alat vital pria, tentu merupakan berita buruk bagi kalangan pria yang membutuhkan jasanya. Namun jangan khawatir, Haji Ulloh siap melanjutkan jasa neneknya itu.
"Kalau masalah pengobatan, karena banyak yang membutuhkan, itu harus diteruskan," kata Haji Ulloh menyebut pesan neneknya, saat ditemui di rumahnya, Desa Pasir Baru, Cisolok, Sukabumi, Kamis (10/7/2008).
Haji Ulloh yang saat ini berusia 37 tahun sudah beberapa tahun ini menjalankan praktek pengobatan yang dirintis neneknya itu. Haji Ulloh mewakili Mak Erot membuka praktek di Jakarta dan Sukabumi.
Di Jakarta, Anda bisa menjumpai Haji Ulloh di Jalan Kebon Sirih Barat Dalam I No 56 Jakarta Pusat. Praktek di Jakarta dilakukan selama sebulan, setelah itu dilanjutkan sebulan di Desa Pasir Baru, Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
"Pendaftaran Rp 100 ribu, mahar Rp 600 ribu. Pengobatan tergantung keyakinan," kata Haji Ulloh setengah berpromosi.
Pengobatan warisan Mak Erot ini merupakan kombinasi doa dan ramuan. "Dari 12 (sentimeter)jadi 18 (sentimeter), itu normal. Kalau bagus jadi 20 sentimeter. Sekali sudah langsung jadi," jelas Haji Ulloh.
Setelah menjalani pengobatan, si pasien harus puasa 3 hari tak boleh berhubungan. Selain itu tak boleh makan terong panjang mentah, pisang mas mentah dan sirih.
Jasa Haji Ulloh ini tentu saja laris manis. Dua buah telepon genggamnya tak berhenti berdering, menerima telepon dari sejumlah pasien dalam dan luar negeri yang hendak janjian bertemu.
Namun, Haji Ulloh mengaku mensyukuri rejekinya itu. Tak lupa, dia menghidupi panti asuhan dan pesantren di kampungnya. "Semuanya untuk kepentingan agama," pungkasnya menjelaskan pemasukannya.(aba/aba)
sumber:http://www.detiknews.com/read/2008/07/10/194207/970209/10/haji-ulloh-pelanjut-mak-erot
Sukabumi - Ahli mark up alat vital pria, Mak Erot, dipastikan telah meninggal dunia pada 28 Juni 2008 lalu. Mak Erot dikuburkan hari itu juga.
"3 Hari sebelum meninggal, Mak Erot berpesan bahwa semua anaknya harus berkumpul," ungkap cucu Mak Erot, Haji Saefulloh, ditemui di kediamannya di Desa Pasir Baru, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/7/2008).
Mak Erot yang diperkirakan wafat di usia 110-an tahun itu dikuburkan langsung hari itu. Ribuan warga mengikuti proses pemakaman perempuan yang telah membuat ribuan pria berbahagia itu.
"Ketika sudah meninggal, banyak pejabat yang berdatangan," kata Saefulloh yang biasa dipanggil Haji Ulloh oleh warga Cisolok.
Sebelum meninggal, nenek Saefulloh itu berpesan, pelayanannya membesarkan alat vital pria harus diteruskan oleh salah satu anak cucunya. Haji Ulloh yang telah lama menjalankan jasa neneknya itu disepakati keluarga mewarisi pengobatan tradisional itu.(aba/ana)
sumber:http://www.detiknews.com/read/2008/07/10/185144/970193/10/cucu-mak-erot-wafat-28-juni
updated berita:
Mak Erot Berpulang, Wariskan Bisnis Miliaran Rupiah
Sukabumi - Maestro spesialis pembesar alat vital lelaki, Mak Erot, telah berpulang. Semasa hidup, Mak Erot tampil sederhana, seperti khas orang desa.
Namun tak dinyana, nenek yang menetap di Desa Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini di akhir hidupnya mewariskan bisnis beromset miliaran rupiah!
Dari mana angka ini didapat? Mari kita hitung. Jika ada pasien datang untuk dipijit Mak Erot, maka pasien harus merogoh kocek cukup dalam untuk biaya pendaftaran dan praktek, Rp 700 ribu.
Haji Saepulloh, sang cucu sekaligus pewaris Mak Erot, mengaku setiap hari rata-rata mengobati sepuluh pasien. Total per hari ia bisa mengantongi Rp 7 juta. Dikalikan sebulan, jumlah ini mencapai Rp 210 juta. Angka pertahunnya lebih dahsyat lagi, Rp 2,5 miliar!
Haji Ulloh, panggilan akrab Saepulloh, menuturkan, ia bekerja 7 hari seminggu. Khusus hari Jumat, ia baru buka usai menunaikan salat Jumat.
"Emak (Mak Erot) pernah berpesan, selarut apa pun kalau ada yang minta diobati ya harus. Walau kita baru tidur satu atau dua jam," ujar pria berkaca mata ini pada detikcom di rumahnya, Jalan Puncak Bungur, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Kamis malam (10/7/2008).
Rumah Haji Ulloh cukup megah. Di depan rumahnya juga terdapat sebuah counter HP yang dikelola adiknya. Ia mengaku karena banyak pasien dari luar kota ia harus membagi waktunya seminggu di Jakarta dan seminggu di Sukabumi.
Nama Mak Erot masih menjadi trade mark untuk urusan yang satu ini. Sebagai pewaris, kini aliran rupiah ini pun mengalir ke Haji Ulloh.
(rdf/nrl)
sumber:http://www.detiknews.com/read/2008/...rot-berpulang-wariskan-bisnis-miliaran-rupiah
Haji Ulloh Pelanjut Mak Erot
Ramadhian Fadillah - detikNews
Sukabumi - Kematian Mak Erot, spesialis pembesaran alat vital pria, tentu merupakan berita buruk bagi kalangan pria yang membutuhkan jasanya. Namun jangan khawatir, Haji Ulloh siap melanjutkan jasa neneknya itu.
"Kalau masalah pengobatan, karena banyak yang membutuhkan, itu harus diteruskan," kata Haji Ulloh menyebut pesan neneknya, saat ditemui di rumahnya, Desa Pasir Baru, Cisolok, Sukabumi, Kamis (10/7/2008).
Haji Ulloh yang saat ini berusia 37 tahun sudah beberapa tahun ini menjalankan praktek pengobatan yang dirintis neneknya itu. Haji Ulloh mewakili Mak Erot membuka praktek di Jakarta dan Sukabumi.
Di Jakarta, Anda bisa menjumpai Haji Ulloh di Jalan Kebon Sirih Barat Dalam I No 56 Jakarta Pusat. Praktek di Jakarta dilakukan selama sebulan, setelah itu dilanjutkan sebulan di Desa Pasir Baru, Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
"Pendaftaran Rp 100 ribu, mahar Rp 600 ribu. Pengobatan tergantung keyakinan," kata Haji Ulloh setengah berpromosi.
Pengobatan warisan Mak Erot ini merupakan kombinasi doa dan ramuan. "Dari 12 (sentimeter)jadi 18 (sentimeter), itu normal. Kalau bagus jadi 20 sentimeter. Sekali sudah langsung jadi," jelas Haji Ulloh.
Setelah menjalani pengobatan, si pasien harus puasa 3 hari tak boleh berhubungan. Selain itu tak boleh makan terong panjang mentah, pisang mas mentah dan sirih.
Jasa Haji Ulloh ini tentu saja laris manis. Dua buah telepon genggamnya tak berhenti berdering, menerima telepon dari sejumlah pasien dalam dan luar negeri yang hendak janjian bertemu.
Namun, Haji Ulloh mengaku mensyukuri rejekinya itu. Tak lupa, dia menghidupi panti asuhan dan pesantren di kampungnya. "Semuanya untuk kepentingan agama," pungkasnya menjelaskan pemasukannya.(aba/aba)
sumber:http://www.detiknews.com/read/2008/07/10/194207/970209/10/haji-ulloh-pelanjut-mak-erot
lagian mak Erot tuh banyak (yang ngaku2) wkwkwk....