Milan Buang Poin
MILAN - Langkah AC Milan mengejar ketertinggalan dari Inter Milan dalam perburuan gelar juara Serie A kini semakin terjal. Itu setelah Juventus membantu perjuangan Inter dengan menahan Paolo Maldini dkk 1-1 di hadapan publik San Siro, Senin (11/5/2009) dini hari.
Rossoneri yang berambisi menjegal langkah Inter Milan mengamankan gelar scudetto memulai laga dengan percaya diri. Sedikit disayangkan, Milan justru mendapatkan kartu kuning pertamanya ketika laga baru berjalan tiga menit setelah David Beckham setelah melakukan tekel kepada Nicola Legrottaglie dari belakang.
Meski demikian, klub besutan Carlo Ancelotti tampak cukup mengancam selama 10 menit pertama. Kerjasama Beckham, Massimo Ambrosini, serta Ricardo Kaka beberapa kali sempat membuka peluang bagi kubu tuan rumah. Sayangnya, upaya mereka belum bisa menemukan sasaran.
Selama 15 menit berikutnya, giliran Juve yang mendapat berbagai peluang emas mencuri angka di San Siro. Namun, upaya Bianconerri pun gagal membuahkan hasil berkat barisan pertahanan Milan yang solid.
Jual beli serangan antara kedua tim terus berlanjut hingga turun minum. Namun, tidak satupun serangan dari keduanya mampu memecah kebuntuan. Alhasil, skor kacamata alias 0-0 bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, Il Diavolo kembali tampil menekan. Milan mendapat peluang emas di menit ke-46 ketika mendapat hadiah sepak pojok setelah serangan Gianluca Zambrotta digagalkan Gianluigi Buffon. Beckham yang menjadi eksekutor dengan jeli melihat bomber gaek Filippo Inzaghi lolos dari penjagaan Bianconerri. Sayang, header Pippo masih melebar melewati gawang Buffon.
Tiga menit kemudian, ganti Juve yang berkesempatan membuka keunggulan melalui kerjasama Vincenzo Iaquinta dan Amauri Carvalho. Namun, tekel dari Mathieu Flamini berhasil menyelamatkan gawang kiper asal Australia Zeljko Kalac.
Milanisti akhirnya bisa bersorak gembira di menit ke-56. Adalah gelandang asal Belanda Clarence Seedorf yang berhasil membuka keunggulan Rossoneri setelah memanfaatkan umpan Zambrotta dan Ambrossini. 1-0 Milan memimpin.
Tapi, sial untuk Milan, keunggulan tersebut hanya bertahan hingga empat menit ke depan. Di menit ke-60, Iaquinta membungkam sorakan publik San Siro setelah menyamakan kedudukan melalui sundulan kepalanya.
Tidak ingin mengakhiri laga dengan hasil imbang, baik Carletto maupun Claudio Ranieri pun melakukan perubahan pada skuadnya. Carletto menarik Beckham keluar dan memasang bomber muda Alexandre Pato. Sementara, The Tinkerman memutuskan mengganti Amauri dengan kapten Alessandro Del Piero.
Sayang, upaya kedua arsitek kenamaan tersebut tidak membuahkan hasil yang berarti bagi Milan maupun Juve. Hingga laga berakhir, kedudukan 1-1 tidak berubah.
Dengan koleksi 71 poin, Milan belum beranjak dari peringkat kedua klasemen sementara. Padahal, Milan berpeluang menipiskan selisih perolehan angka setelah Nerazzurri ditahan 2-2 oleh Chievo Verona, Minggu (10/5/2009).
Sementara itu, The Old Lady (67) yang mengalami sedikit kemunduran dalam beberapa pekan terakhir masih terancam kehadiran Fiorentina (64) di peringkat keempat klasemen.
Susunan Pemain:
AC Milan: Kalac, Zambrotta, Favalli, Pirlo, Maldini, Flamini, Ambrosini, Seedorf, Beckham, Inzaghi, Kaka
Juventus: Buffon, Grygera, Legrottaglie, Chiellini, De Ceglie, Camoranesi, Poulsen, Iaquinta, Amauri
Milan Gagal, Berlusconi Tuding Ancelotti
MILAN - Situasi di kubu AC Milan kembali memanas. Kali ini disebabkan oleh sang presiden klub Silvio Berlusconi.
Pria yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Italia tersebut menuding pelatih Rossonerri Carlo Ancelotti sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan timnya memepet Inter Milan di puncak klasemen Serie A.
"Milan terlalu sering salah menerapkan taktik. Jika saya kehilangan Scudetto, maka itu semua kesalahan Ancelotti," ketus Berlusconi seperti disitat La Republicca, Selasa (12/5/2009).
"Milan sudah memiliki pemain yang berkualitas dan handal, tapi dia tidak bisa memaksimalkannya. Selain itu, Milan juga sering kehilangan konsentrasi dan kebobolan pada akhir pertandingan," lanjut Berlusconi lagi.
Lontaran kecaman sekaligus tudingan dari Berlusconi tersebut terang membuat suasana kembali mencekam. Lebih dari itu, isu kepindahan Ancelotti ke Chelsea pun kembali berhembus padahal sebelumnya matan arsitek AC Parma dan Juventus tersebut sudah menyatakan komitmennya ingin bertahan di San Siro.
Kaka Bantah Minta Milan Beli Gerrard
MILAN - Kabar ketertarikan AC Milan kepada Steven Gerrard, setelah mendapat rekomendasi dari Kaka ternyata tidak benar. Kaka membantah jika dirinya meminta Milan memboyong Gerrard.
Kaka menyebut media yang menyimpulkan berita itu sendiri. Bintang asal Brasil ini hanya menyebut suka dengan cara bermain Gerrard yang taktis dan penuh semangat.
"Saya tidak pernah mengatakan Milan harus memboyong Gerrard. Tidak pernah," tegas pemain 27 tahun ini seperti disitat Channel4, Selasa (12/5/2009).
"Saya hanya mengatakan Gerrard adalah sosok pemain yang saya suka. Sebab dia pemain besar dan bisa mengubah pertandingan. Di Milan sudah ada pemain dengan karakter sepertinya. Itu saja," lanjut pemain terbaik dunia 2007 ini.
Kaka sendiri baru saja menegaskan keputusannya untuk tetap bertahan di Milan. Playmaker Timnas Brasil ini mengabaikan tawaran besar dari Real Madrid dan Manchester City.
Tekad Sheva Akhiri Karier di Milan
MILAN - Andriy Shevchenko angkat bicara mengenai masa depannya. Sheva menyatakan jika dirinya ingin mengakhiri karier sebagai pemain di AC Milan, klub yang sudah membesarkan namanya. Sheva ingin pensiun setelah mengantarkan Milan menjadi Scudetto.
Striker 'anyar' Rossoneri ini dipinjamkan Chelsea ke Milan, hingga akhir musim nanti. Musim depan, Shevchenko wajib kembali ke London. Hanya, laporan di Inggris menyebutkan jika masa depan Sheva di Chelsea juga meragukan.
"Anda bisa bertanya kepada Roman Abramovich tentang masa depan saya. Saya sendiri masih ingin bertahan di Milan. Namun, keputusan bukan di tangan saya dan semuanya masih belum jelas," jelas Sheva seperti dilansir Datasport, Senin (11/5/2009).
"Saya tidak mempertimbangkan diri sebagai mantan pemain. Kondisi psikologi saya baik dan saya ingin mengakhiri karier di Milan. Sekarang tujuan yang paling objektif adalah kembali ke level permainan tertinggi," lanjut bomber asal Ukraina ini.
Milan sendiri belum memutuskan akan membeli kembali Sheva dari The Blues. Pertimbangan lain, Sheva dianggap sudah habis, sementara Milan berencana melakukan peremajaan skuad.
Ambrosini Pasti Perpanjang Kontrak
MILAN - Massimo Ambrosini memang belum menerima tawaran kontrak baru dari AC Milan. Namun, agen gelandang veteran Rossoneri tersebut optimistis jika kliennya bakal mendapat tawaran tersebut dalam waktu dekat.
Kontrak Ambrosini di San Siro akan berakhir pada Juni 2010 mendatang. Meski begitu, hingga saat ini pihak manajemen belum juga mengajukan tawaran perpanjangan kontrak kepada mantan pemain Cesena tersebut. Jika tidak kunjung menerima kontrak baru, maka Ambrosini akan meninggalkan Milan dengan status bebas transfer.
Namun, agen Ambrosini Moreno Roggi sangat yakin jika kehadiran kliennya masih dibutuhkan Il Diavolo. Tidak heran, Roggi pun optimis, Ambrosini akan segera mendapat perpanjangan kontrak dari manajemen.
"Saya yakin Max (panggilan Ambrosini) akan memperbarui kontraknya bersama Milan. Saya percaya Rossoneri tidak akan melepas pemain seperti dirinya," ungkap Roggi sebagaimana dikutip Radio Blu, Selasa (12/5/2009).
"Memang benar, masa kontraknya (akan habis) sebentar lagi, tapi kami selalu menemukan cara untuk memperbaruinya," lanjutnya.
Selain itu, Roggi pun menampik spekulasi yang menyebutkan bahwa pemain 31 tahun itu tengah didekati Fiorentina. "Saya pikir, transfer ke Fiorentina akan terjadi. Hal itu sama sekali tidak ada dalam agenda," pungkas Roggi.
Inter Bukan Tim Terbaik Serie A
MILAN - Carlo Ancelotti kembali mencoba mengkritisi Inter Milan. Pelatih AC Milan ini menyebut jika Inter bukanlah tim terbaik Serie A, kendati sudah hampir juara di musim ini.
Lebih lanjut dalam penjelasannya, Ancelotti menggunakan kata konsisten dalam menggambarkan kekuatan Inter. Menurutnya, Inter tidak konsisten sepanjang musim ini.
Ancelotti sendiri sudah mengibarkan bendera putih, tanda menyerah dari perburuan gelar juara. Dengan selisih tujuh angka, sulit bagi Milan mengejar perolehan angka Inter.
"Berbicara tentang hasil di musim ini, Inter adalah juaranya. Dengan tiga laga tersisa dan selisih tujuh angka sulit bagi kami mengejar mereka," beber mantan pelatih Juventus dan Parma, seperti dilansir Datasport.it, Selasa (12/5/2009).
"Saya tidak tahu siapa tim terbaik di Serie A. Tapi bukan Inter Milan. Mereka tidak konsisten. Saya rasa Milan lebih konsisten, hanya kami memulai start dengan buruk," lanjut Carletto.
Milan hanya akan mendapat angka maksimal 80 poin hingga akhir musim, itu pun dengan catatan selalu menang. Milan kini punya poin 71 dengan 35 laga. Dengan tiga laga tersisa dan selisih tujuh angka, Inter hanya butuh satu kemenangan untuk meraih gelar.