[news]
Brasil Kalahkan Wales 2-0
London, Selasa - Tim Selecao Brasil mengalahkan Wales 2-0 dalam pertandingan persahabatan di London, Rabu WIB.
Dua gol kemenangan Brasil dicetak pada babak kedua melalui Marcelo pada menit 61 serta Vagner Love pada menit 74. Love mencetak gol melalui sundulan kepala di hadapan sekitar 22 ribu penonton yang datang di stadion White Hart Lane, London.
Bagi Vagner Love gol yang dicetak buat negaranya tersebut sangat berarti. Apalagi ia diturunkan karena absennya striker Inter Milan, Adriano. "Mencetak gol tentunya menyenangkan. namun mencetak gol buat timnas sangat berbeda," kata Love. "Jutaan rakyat Brasil menyaksikan gol tersebut."
Wales, peringkat 56 FIFA, memberi perlawanan ketat kepada Brasil sepanjang babak pertama. Namun mereka mengalami nasib serupa dengan Argentina saat kalah 0-3, Minggu lalu karena terbentur pertahanan trapat Brasil.
Pelatih Brasil, Carlos Dunga menepati janjinya kepada klub-klub Eropa untuk selalu menghindari cedera buat para pemainnya. Ia tidak memainkan pemain-pemain kunci secara penuh. baik Kaka, Ronaldinho atau pun Julio Baptista hanya bermain sekitar satu jam sebelum digantikan pemain lainnya.
Brasil mencetak gol pertama menit 61 melalui tendangan keras bek kiri Junior Marcelo yang bersarang ke pojok gawang Jones. Sementara gol kedua dicetak Vagner Love dengan sundulan memanfaatkan umpan silang Cicinho pada menit 74.
Susunan pemain:
Wales: Jones, Duffy (Edwards 64), Bale (Ledley 46), Gabbidon, Collins, Nyatanga, Bellamy, Earnshaw (Cotterill 77), Robinson (Fletcher 53), Davies (Vaughan 68), Giggs (Ricketts 46).
Brasil: Gomes, Maicon (Cicinho 59), Luisao, Alex, Edmilson (Silva 46), Marcelo (Gilberto 74), Cearense, Kaka (Elano 72), Vagner Love, Ronaldinho (Robinho 67), Julio Baptista (Rafael Sobis 78).
Pengakuan Dosa Materazzi
Roma, Selasa - Pemain bertahan Italia, Marco Materazzi akhirnya buka suara soal perselisihannya dengan Zinedine Zidane di final Piala Dunia 2006.
Di final pada 9 Juli 2006, Materazzi terlibat pertikaian dengan Zidane. Kapten tim Les Bleus itu kemudian menanduk dada Materazzi yang menyebabkannya diusir keluar lapangan. Italia kemudian menang melalui adu penalti dan keluar sebagai juara dunia.
Atas kejadian ini, FIFA menjatuhkan sanksi kepada kedua pemain. Materazzi terkena larangan dalam dua pertandingan, sementara Zidane terkena larangan tiga pertandingan. Karena ia telah menyatakan pensiun, hukuman tersebut diganti dengan kewajiban kerja sosial buat FIFA.
Namun kata-kata yang dikeluarkan kedua pemain sebelum insiden tandukan Zidane itu tetap menjadi misteri. Berbagai spekulasi kemudian merebak, lengkap dengan analisis gerak mulut keduanya.
Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Selasa (5/9), Materazzi akhirnya mengaku tentang kata-kata yang telah membuat marah Zidane.
"Saat itu saya menarik kausnya (Zidane). Ia berbalik dan berkata ’kalau ingin kaus ini akan saya berikan usai pertandingan’" kata Materazzi. Menurut Materazzi secara spontan ia membalas,"saya lebih suka saudara perempuanmu."
Materazzi mengaku tindakannya tersebut memamng salah. "memang bukan kata-kata yang baik. Saya sadar itu. namun bahkan pemain lain mengatakan hal yang lebih buruk..."
Namun Materazzi menolak menjadi penyebab peristiwa tersebut. "Saya tidak menyebabkan hal tersebut terjadi. Saya melakukannya untuk membela diri."
Materazzi juga mengaku melakukan hal tersebut secara spontan. "Saya bahkan tidak tahu ia memiliki saudara perempuan, sebelum peristiwa itu terjadi."
Karena larangan ikut dalam dua pertandingan, Materazzi tidak dapat memperkuat Italia menghadapi Prancis di Paris dalam kualifikasi Euro 2008, Rabu (6/9)..
Materazzi mengaku ia lebih baik memilih dihukum melakukan kerja sosial selama tiga tahun asal dapat memperkuat Italia menghadapi Prancis.
Zidane sendiri menolak mengungkapkan apa yang sebenarnya dikatakan Materazzi yang telah membuatnya marah. Tiga hari setelah kejadian, Zidane mengungkap perasaannya tentang peristiwa tersebut.
Ia hanya menyebut kata-kata Materazzi sangat pribadi dan menyangkut ibu dan saudara perempuannya. "Cukup sekali anda mendengarnya dan harus mencoba melupakannya. Itu yang ingin saya lakukan karena saya sudah pensiun..."