Samantha
IndoForum Senior B
- No. Urut
- 43737
- Sejak
- 17 Mei 2008
- Pesan
- 6.450
- Nilai reaksi
- 157
- Poin
- 63
DAR ES SALAAM - Niat hati ingin merayakan libur Lebaran, tapi malah meregang nyawa. Itulah yang dialami 19 remaja malang di Tanzania. Kemarin, anak-anak muda berusia 12 - 17 tahun tersebut sampai mati lemas karena berdesakan di sebuah diskotek khusus remaja di Tabora, sekitar 760 km barat laut Dar es Salaam, Tanzania.
Tanzania Broadcasting Corporation (TBC) menayangkan, menurut Kepala Polisi Wilayah Tabora, Daudi Siasi, dua pria telah ditahan akibat kejadian itu. Mereka berdua operator diskotek tersebut. Menyusul kejadian tersebut, TBC juga mengatakan bahwa seluruh diskotek yang ada ditutup untuk sementara waktu. Mereka baru boleh beroperasi setelah ada pemberitahuan lebih lanjut.
''Berdasarkan hasil penyidikan awal, 19 anak tewas karena berdesakan dalam diskotek yang penuh sampai menyebabkan mereka mati lemas,'' ujar Siasi yang menambahkan bahwa tragedi itu berawal dari terjadinya keributan di dalam diskotek. Pemicunya sistem pendingin ruangan tidak berfungsi. Para pengunjung kepanasan hingga beberapa orang mati lemas.
Tragedia maut tersebut mengundang perhatian kantor kepresidenan. Mereka pun membenarkan kematian generasi mudanya itu. ''Sebanyak 19 remaja telah tewas saat berada di diskotek untuk merayakan Idul Fitri, 11 perempuan dan 8 laki-laki,'' kata Salva Rweyemamu, director of communications Kantor Kepresidenan Tanzania kepada Reuters. ''Bapak Presiden (Jakaya Kikwete) menganggap hal ini sangat menyedihkan.''
Presiden Jakaya Kikwete pun telah menyampaikan pernyataan duka citanya kepada orang tua para korban yang meninggal atas peristiwa tersebut.
Menurut Rweyemamu yang menirukan para polisi dan pejabat Tabora, 17 korban lain kini mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami luka-luka akibat tragedi yang terjadi kemarin siang itu.
Pihak berwajib mengatakan bahwa even di diskotek tersebut memang sengaja dihelat untuk menyemarakkan Idul Fitri. Mereka tidak menduga kalau hal itu malah menjadi pengantar nyawa beberapa pengunjungnya. Karena kejadian tersebut, pihak berwajib telah menahan dua orang yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi yang menyebabkan kematian terbanyak yang pernah terjadi di diskotek di Tanzania itu.
Tanzania Broadcasting Corporation (TBC) menayangkan, menurut Kepala Polisi Wilayah Tabora, Daudi Siasi, dua pria telah ditahan akibat kejadian itu. Mereka berdua operator diskotek tersebut. Menyusul kejadian tersebut, TBC juga mengatakan bahwa seluruh diskotek yang ada ditutup untuk sementara waktu. Mereka baru boleh beroperasi setelah ada pemberitahuan lebih lanjut.
''Berdasarkan hasil penyidikan awal, 19 anak tewas karena berdesakan dalam diskotek yang penuh sampai menyebabkan mereka mati lemas,'' ujar Siasi yang menambahkan bahwa tragedi itu berawal dari terjadinya keributan di dalam diskotek. Pemicunya sistem pendingin ruangan tidak berfungsi. Para pengunjung kepanasan hingga beberapa orang mati lemas.
Tragedia maut tersebut mengundang perhatian kantor kepresidenan. Mereka pun membenarkan kematian generasi mudanya itu. ''Sebanyak 19 remaja telah tewas saat berada di diskotek untuk merayakan Idul Fitri, 11 perempuan dan 8 laki-laki,'' kata Salva Rweyemamu, director of communications Kantor Kepresidenan Tanzania kepada Reuters. ''Bapak Presiden (Jakaya Kikwete) menganggap hal ini sangat menyedihkan.''
Presiden Jakaya Kikwete pun telah menyampaikan pernyataan duka citanya kepada orang tua para korban yang meninggal atas peristiwa tersebut.
Menurut Rweyemamu yang menirukan para polisi dan pejabat Tabora, 17 korban lain kini mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami luka-luka akibat tragedi yang terjadi kemarin siang itu.
Pihak berwajib mengatakan bahwa even di diskotek tersebut memang sengaja dihelat untuk menyemarakkan Idul Fitri. Mereka tidak menduga kalau hal itu malah menjadi pengantar nyawa beberapa pengunjungnya. Karena kejadian tersebut, pihak berwajib telah menahan dua orang yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi yang menyebabkan kematian terbanyak yang pernah terjadi di diskotek di Tanzania itu.
lagian.. lebaran di diskotek.. gw ajah yg drunker occasionally lebaran malah ke kuburan... wkwkwkwk


