• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jual Lautandhana Online Trading Saham | LOTS

Lautandhana Online Trading System (LOTS 8 January 2014)
Besarnya tekanan jual di perdagangan kemarin membuat masih adanya peluang koreksi lebih lanjut di perdagangan hari ini. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan akan dikisaran 4125.96 - 4220.89 sbg support & resistance.

‎-ADRO: Kekuatan jual yg besar diperdagangan kemarin membuat masih adanya peluang koreksi kembali di hari ini. Namun dgn harga yg saat ini berada di bawah garis bollinger bawah membuat adanya peluang penguatan sesaat. S1:870 S2:860 R1:945 R2:950.

‎-KLBF: Masih berpeluang terkoreksi kembali menguji kisaran level 1250. S1:1285 S2:1270 R1:1310 R2:1320.

‎-AALI: Saat ini kondisi harga telah oversold. Namun besarnya kekuatan jual di perdagangan kemarin membuat masih adanya potensi koreksi lanjutan menguji kisaran level 18550 sbg level support kuat sementara. S1:21100 S2:20700 R1:22300 R2:22400.

‎-ANTM: Timbulnya kekuatan beli di akhir sesi perdagangan kemarin membuat adanya peluang penguatan sesaat di perdagangan hari ini. S1:950 S2:940 R1:1005 R2:1050.

‎-BBNI: Gap dikisaran level 3650 yg hampir tertutup serta kondisi harga yg telah oversold membuat adanya peluang penguatan sesaat. S1:3670 S2:3660 R1:3715 R2:3825.
 
Lautandhana Daily View 08 Januari 2013

Ditengah mixednya pergerakan bursa regional dalam rentang yang terbatas, IHSG masih ditutup mengalami koreksi lanjutan di perdagangan kemarin namun koreksi yang terjadi cenderung terbatas sebesar 0,6% pada level 4.175,8. Hampir keseluruhan sektoral IHSG masih mengalami tekanan jual dipimpin oleh sahamsaham sektoral perkebunan, property, pertambangan dan infrastruktur. Sektoral finansial merupakan satu‐satunya indeks sektoral yang mampu ditutup menguat dengan dipimpin oleh laju teknikal rebound saham‐saham perbankan blue chip. Asing masih membukukan transaksi net buy senilai Rp 294 miliar. Saham‐saham top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 375 ke Rp 42.875, United Tractor (UNTR) naik Rp 275 ke Rp 19.750, Indomobil (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 5.075, dan Cita Mineral (CITA) naik Rp 120 ke Rp 605; sedangkan saham-saham top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.000 ke Rp 25.550, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 26.200, SMART (SMAR) turun Rp 525 ke Rp 6.375, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 525 ke Rp 21.500.

Bursa AS di perdagangan semalam akhirnya serentak terjadi teknika rebound yang ditutup menguat ditopang oleh rally saham‐saham sektoral kesehatan, seperti rumah sakit dan asuransi kesehatan, seperti UnitedHealth Grup, Johnson&Johnson dan Pharmacyclics Inc. Disisi lain investor tengah menunggu data ketenagakerjaan AS akhir pekan ini serta menanti release kinerja keuangan emitan di 4Q13. Sementara itu, bursa Eropa juga ditutup menguat cukup signifikan ditopang oleh semakin membaiknya data pengangguran Jerman dan Irlandia yang kembali masuk ke pasa obligasi setelah selesainya program bailout. Indeks Dj Euro Stoxx dan FTSE 100 masing‐masing ditutup menguat ke level 3.111,0 dan 6.755,5.

IHSG hari ini diperkirakan terjadi teknikal rebound menyusul teknikal reboundya bursa global dan bursa regional pasca mengalami tekanan jual signifikan dalam beberapa hari terakhir. Saham pilihan kami adalah SMGR, JSMR, ADRO dan ANTM.
 
Lautandhana Online Trading System (LOTS 9 January 2014)
Walaupun indeks berpeluang menguat kembali, namun kurang validnya pola bullish harami di perdagangan kemarin membuat pergerakan indeks di hari ini masih akan berfluktuatif dikisaran 4136.12 - 4268.01 sbg support & resistance.

-ADRO: Kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat adanya peluang penguatan sesaat di hari ini. S1:880 S2:870 R1:940 R2:945.

-ADHI: Walaupun kekuatan beli di perdagangan kemarin secara relatif kurang kuat, namun masih tdp peluang utk menguat sesaat. Trading range sementara dikisaran level 1430 - 1540. S1:1425 S2:1380 R1:1480 R2:1505.

-ASII: Kekuatan jual yg terus melemah membuat adanya peluang penguatan. Resistance kuat sementara dikisaran level 6950. Bila harga mampu bertahan di atasnya, peluang uji 7500. S1:6650 S2:6600 R1:6900 R2:6950.

-ANTM: Dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuka peluang penguatan kembali. S1:990 S2:950 R1:1015 R2:1050.

-PGAS: Peluang menguat sesaat. S1:4120 S2:4100 R1:4270 R2:4400.
 
Cadangan Devisa Akhir 2013 Naik $2,4 Miliar

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2013 tercatat sebesar US$99,4 miliar, meningkat US$2,4 miliar dibandingkan posisi akhir November 2013 sebesar US$97,0 miliar. Pada level tersebut, cadangan devisa dapat membiayai 5,6 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

cad_dev_1213.gif


bunk Indonesia memandang akumulasi cadangan devisa tersebut akan semakin memperkuat ketahanan sektor eksternal. Meningkatnya jumlah cadangan devisa tersebut tidak terlepas dari respon kebijakan bunk Indonesia untuk terus mengendalikan defisit transaksi berjalan menurun ke tingkat yang lebih sehat dan berkesinambungan serta menjaga stabilitas nilai rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya.

Sementara itu, sepanjang tahun lalu investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp20,65 triliun yang dipicu oleh isu tapering stimulus The Fed dan defisit neraca berjalan (CAD) yang berkepanjangan. Memasuki tahun 2014, investor asing masih melanjutkan aksi jualnya dan mencatat net sell sebesar Rp405 miliar hingga 8 Januari 2014.

netbuy-8Jan14.gif
 
Lautandhana Daily View 09 Januari 2014

IHSG kemarin berhasil terjadi teknikal rebound mengekor sentimen rebound bursa global dan regional yang kemudian ditutup menguat cenderung terbatas sebesar 0,6% di level 4.200,6. Penggerak reboundnya indeks adalah penguatan saham‐saham unggulan teruama di sektoral perkebunan, properti dan pertambangan. Sementara itu, sektoral aneka industri, konsumer dan manufaktur ditutup pada teritori merah. Investor asing masih membukukan transaklsi net sell senilai Rp 107 miliar. Saham‐saham top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 375 ke Rp 42.875, United Tractor (UNTR) naik Rp 275 ke Rp 19.750, Indomobil (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 5.075, dan Cita Mineral (CITA) naik Rp 120 ke Rp 605; sedangkan saham‐saham kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.000 ke Rp 25.550, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 26.200, SMART (SMAR) turun Rp 525 ke Rp 6.375, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 525 ke Rp 21.500.

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan semalam ditutup mixed cenderung terbatas seiring dengan spkelulasi dipercepatnya tappering QE3 AS pasca semakin membaiknya data payroll AS yang diatas estimasi ekonom. Dikutip dari data ADP Research Institute tenaga kerja AS di bulan Desember bertambah 238 ribu pekerja, melebihi ekspektasi ekonom yang disurvei Bloomberg yang memperkirakan bertambah sebanyak 200 ribu pekerja baru. Indeks Dow Jones terkoreksi 0,4% untuk ditutup pada level 16.462,7 sedangkan FTSE 100 juga melemah 0,5% ditutup pada level 6.721,8. Sementara itu, indeks Nasdaq mampu ditutup menguat sendirian sebesar 0,3% di level 4.165,6 ditopang oleh penguatan saham IT seperti Microsoft Corp dan Micron Technology.

IHSG hari ini kami perkirakan bergerak cukup fluktuatif dan bervariasi ditengah spekulasi tappring AS yang kemungkinan dipercepat. Saham pilihan kami adalah SMGR, JSMR, ADRO dan ANTM.
 
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 20 Jan 2014

Masuknya kembali aliran danang asing yang mencapai tiga triliun rupiah hanya dalam dua hari pekan lalu memicu lonjakan IHSG ke level tertinggi barunya sejak 11 November 2013. Naiknya indeks dikontribusikan secara merata oleh hampir seluruh sektor, terutama perbankan, terkait infrastruktur dan konsumer, kecuali saham komoditas yang bergerak mixed.

Hampir bisa dipastikan, Januari ini akan menjadi bulan pertama investor asing mencatat net beli sejak terakhir kali terjadi pada April 2013. Akumulasi data positif pada indikator makro Indonesia seperti surplus neraca perdagangan, naiknya cadangan devisa dan bertahannya suku bunga acuan bunk Indonesia di 7,5% menjadi alasan fundamental investor.

Sentimen positif ini kami perkirakan dapat bertahan cukup lama merujuk indikasi yang diberikan oleh bunk Indonesia belum lama ini. Neraca perdagangan Desember diprediksi kembali surplus sebesar US$785 juta, naik dari US$777 pada bulan November. Sementara cadangan devisa Januari diestimasi tembus US$100 miliar untuk pertama kalinya sejak Mei 2013.

Dengan perkembangan pasar yang lebih kondusif, kami merekomendasikan lebih banyak saham di Tabel Watchlist pada pekan ini, yaitu KLBF, TLKM dan SMGR. Saham SMGR kami ajukan kembali setelah terjual dengan gain +10,71% pada pekan lalu. SMGR juga kami usulkan untuk tujuan trading mingguan bersama LSIP dalam Tabel Weekly Trading Stocks.

Catatan rekomendasi kami yang terakhir menjadi 12x gain, 3x loss dan 1x breakeven. Untuk track record rekomendasi kami selengkapnya dapat dilihat disini
me @ LOTS Trading Club (LTC)
 
Lautandhana Daily View 27 Januari 2014

Mengakhiri pekan lalu IHSG anjlok signifikan sebanyak 1,3% akibat aksi ambil untung yang didominasi oleh investor asing. Transaksi net sell yang dilakukan investor asing tercatat sebesar Rp285,6 miliar. Aksi ambil untung terjadi setelah posisi indeks naik cukup tinggi dalam beberapa perdagangan terakhir dan juga dipicu manufaktur China yang melambat. Semua sektor pun ditutup melemah terutama sektor aneka industri (‐3,34%), manufaktur (‐1,76%) dan keuangan (‐ 1,40%). Saham‐saham jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.775 ke Rp 67.750, Inti Bangun (IBST) naik Rp 300 ke Rp 5.400, Pioneerindo (PTSP) naik Rp 250 ke Rp 4.250, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 225 ke Rp 5.700. Sementara saham‐saham kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.375 ke Rp 42.150, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.250 ke Rp 19.700, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 675 ke Rp 26.875, dan Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 28.075.

Bursa saham Wall Street anjlok di akhir pekan akibat kekhawatiran perkembangan ekonomi di negara berkembang serta kinerja emiten‐emiten AS yang mengecewakan para investor. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq merosot masing‐masing lebih dari 2%, ditutup pada level 15.879,1 (‐2%), 1.791,3 (‐2%) dan 4.128,2 (‐2,1%). Ini merupakan persentase penurunan terdalam bagi Dow Jones sejak 20 Juni 2013. Bursa Eropa juga ikut terjerembab dengan indeks Stoxx50 dan FTSE 100 yang ditutup masing‐masing pada level 3.028,2 (‐2,9%) dan 6.663,7 (‐1,6%).

Sentimen negatif yang beredar di bursa global maupun regional diperkirakan berpotensi membawa sinyal pelemahan terhadap IHSG. Saham pilihan kami antara lain: JSMR, TLKM, KLBF, SMGR, dan WIKA.
 
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 27 Jan 2014

Aksi beli asing di bursa Jakarta tertahan oleh meningkatnya kecemasan investor atas prospek emerging market setelah mata uang sejumlah negara seperti Lira Turki dan Peso Argentina terpuruk kelevel terendahnya sepanjang sejarah. Kekhawatiran ini lebih dulu tercermin pada pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir sebelum koreksi tajam IHSG terjadi Jumat lalu.

Tapering The Fed, yang diduga berlanjut pada FOMC meeting 28-29 Januari nanti, masih menjadi katalis negatif paling dominan untuk emerging market. Namun keadaan terlihat lebih buruk di Turki dan Argentina karena situasi domestik yang tidak menguntungkan. Turki terpuruk oleh korupsi yang menggerogoti pemerintahannya, sementara Argentina kembali dibayangi oleh Great Depression 1998-2002 yang memicu default surat utang negara senilai US$82 miliar.

Hingga kini Argentina masih dalam proses restrukturisasi utang dan Senin ini akan mengajukan proposal kepada Paris Club untuk melakukan negosiasi ulang atas terms and condition utangnya sebesar US$9,5 miliar. Investor cemas problem Argentina ini menyebar ke negara Latin America besar lainnya (contagion) seperti Brasil dan Mexico terutama setelah Argentina memutuskan melepas currency peg-nya.

Dunia finansial bisa survive saat Argentina dalam kondisi genting pada 2001-2002, kali ini pun seharusnya demikian. Turki isu utamanya juga lebih kepada urusan politik daripada persoalan ekonomi. Namun diluar isu tapering, Turki dan Argentina, perhatian investor juga tertuju pada tanggal 7 Februari nanti yang menjadi deadline Kongres Amerika untuk menaikkan debt ceiling-nya. Berkaca pada sukses negosiasi bipartit untuk urusan budget belum lama ini, Kongres seharusnya juga dapat mencari jalan keluar untuk persoalan debt ceiling ini.

Situasi tampaknya tidak akan bersahabat pekan ini, toh demikian kami belum melakukan perubahan drastis pada rekomendasi mingguan kali ini dengan TLKM dan KLBF tetap dalam Tabel Watchlist, sementara SMGR untuk keempat kalinya masuk sebagai saham Portfolio.

Untuk ulasan dan track record rekomendasi kami selengkapnya dapat dilihat disini: https://lots.co.id/lots-world/recomendation
me @ LOTS Trading Club (LTC)
 
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 3 Feb 2014

Tapering stimulus The Fed dan kekhawatiran meluasnya krisis nilai tukar mata uang emerging market masih menjadi dua isu utama yang mendominasi sentimen bursa saham global pekan lalu dan diduga berlanjut pada pekan ini. Namun atmosfir krisis lebih terasa di pasar uang negara-negara emerging market dan tidak terlalu kentara pada bursa saham yang cenderung lebih tenang akhir pekan lalu.

Di pasar domestik, nilai tukar rupiah yang awalnya cenderung menguat, kini cenderung tertahan dikisaran 12.150-12.250 dan tidak terlihat ada tekanan besar yang memaksa rupiah melemah kelevel terendah barunya. Perkiraan Menteri Keuangan akan figur neraca perdagangan Desember yang potensial surplus US$800 juta agaknya telah menolong sentimen pasar domestik baik di currency market maupun stock market.

Keadaan mungkin dapat berubah saat BPS mengumumkan data actual neraca perdagangan Desember pada awal pekan ini (3 Februari) bersamaan dengan figur inflasi Januari yang diduga cukup tinggi karena faktor bencana banjir. Jika inflasi terlalu tinggi, spekulasi naiknya BI rate akan meningkat hingga RDG 13 Februari nanti. Sebelumnya, pelaku pasar domestik dan juga global akan memperhatikan tenggat waktu debt ceiling Amerika yang jatuh pada 7 Februari.

Sentimen pasar akan terus fluktuatif dalam jangka pendek, namun dengan horison investasi hingga akhir 2014 nanti, konsensus pasar tetap optimistis baik rupiah maupun IHSG akan menguat. Dengan pertimbangan tersebut kami telah menempatkan lebih banyak saham di Tabel Watchlist yang seluruhnya telah masuk sebagai saham Portfolio pada pekan ini. Saham tersebut adalah JSMR, SMGR, TLKM dan KLBF dengan performa sementara masing-masing sebesar +6.7%, -2.4%, +5.8% dan +2.9%.

Untuk ulasan dan track record rekomendasi kami selengkapnya dapat dilihat disini
me @ LOTS Trading Club (LTC)
 
Lautandhana Daily View 03 Februari 2014

Bursa AS dan Eropa di perdagangan akhir pekan ditutup serentak melemah diterpa oleh besaran tappering stimulus The Fed sebesar US$ 10 miliar setiap dilakukannya meeting FOMC hingga September 2014. Disisi lain, kondisi pasar juga terkena oleh isu meluasnya krisis nilai tukar mata uang asing yang melanda emerging market seperti Turki, Brasil dan Argentina hingga merambat ke Rusai dan Eropa Tengah. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup melemah dalam kisara 0,5% hingga 0,9% masing-masing berada di level 15.698,9; 1.782,6 dan 4.103,9. Sementara itu, indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 ditutup melemah terbatas masing-masing di level 3.014 dan 6.510

IHSG awal pekan ini kami perkirakan bergerak dalam tren melemah dan berfluktuasi ditengah meluasnya krisis mata uang asing emerging market. Saham pilihan kami adalah SMGR, JSMR, TLKM dan KLBF.

2014-02-03_Bursa.png
 
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 3 Mar 2014

Bulan Februari ditutup dengan kejutan window dressing pada sejumlah saham sebagaimana layaknya penutupan akhir tahun dan melambungkan IHSG sebesar 51 poin kelevel 4.620. Pengumuman data inflasi dan neraca perdagangan yang akan dilakukan 3 Maret ini pun tidak menghalangi investor untuk berinvestasi. Asing pun masih melanjutkan aksi belinya dengan akumulasi yang telah mencapai Rp10 triliun year-to-date.

Kenaikan harga yang dipaksa tutup tinggi akhir pekan lalu dapat mengundang profit taking diawal pekan ini. Kinerja neraca perdagangan Januari yang diduga lebih rendah dari kinerja Desember dapat menjadi argumen yang membenarkan profit taking. Namun demikian, dengan perkiraan defisit neraca berjalan (CAD) yang masih dibawah 2% pada kuartal I, kekecewaan investor tidak akan berkepanjangan.

Sentimen negatif masih akan dominan dari kawasan emerging market lainnya, terutama dari emerging Eropa setelah Rusia menginvasi Ukraina. Dampaknya kemungkinan akan minor karena invasi tersebut tidak lebih besar dari saat Amerika menginvasi Irak. Antusiasme pemilu menjelang dimulainya kampanye 16 Maret mendatang dapat memicu spekulasi positif yang akan mengimbangi sentimen negatif dari luar.

Dengan semangat yang sama, pekan ini kami mengusulkan saham UNTR, TLKM dan SMGR sebagai saham dengan tujuan trading mingguan di Tabel Weekly Trading Stocks. Tidak ada yang berubah dengan Tabel Portfolio dimana bertahan tiga saham pilihan kami, yaitu BBTN, KLBF dan SMGR.

Untuk track record rekomendasi kami selengkapnya dapat dilihat disini

me @ LOTS Trading Club (LTC)
 
Rekomendasi Saham LOTS di Movers & Shakers MNC Business Channel - 4 Mar 2014

1. AKRA - 4720 Buy, TP: 5050
Support : 4600
Resistance : 4820
2. WSKT - 680 Buy, TP: 770
Support : 640
Resistance : 680
3. PTPP - 1510 Buy, TP: 1750
Support : 1455
Resistance : 1530
4. BBTN - 1105 Buy, TP: 1190
Support : 1065
Resistance : 1125
5. ERAA - 1505 Buy, TP: 1710
Support : 1420
Resistance : 1525
me @ LOTS Trading Club (LTC)
 
Lautandhana Daily View 05 Maret 2014

Bursa saham Indonesia kemarin berlangsung dalam trend bearish terbatas yang akhirnya ditutup menguat terbatas sebesar 0,4% ditopang oleh aksi selektive buy investor. Penguatan indeks sektoral ditopang oleh aksi borong saham di sektoral properti, pertambangan dan finansial. Tekanan jual masih terjadi dan melanda saham-saham sektoral konsumer, perkebunan dan manufaktur. Sementara itu, asing masih mencetak transaksi net sell senilai Rp 89 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya Pioneerindo (PTSP) naik Rp 500 ke Rp 5.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 475 ke Rp 25.875, bunk Mega (MEGA) naik Rp 430 ke Rp 2.430, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 9.450; sedangkan saham-saham top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 25.000 ke Rp 1,06 juta, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 500 ke Rp 1.800, Asuransi Bina danang (ABDA) turun Rp 500 ke Rp 4.025, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 375 ke Rp 5.200.

Pasca terkena aksi sell on news di perdagangan awal pekan, bursa AS dan Eropa pada perdagangan semalam ditutup menguat signifikan didorong oleh sedikit meredanya konfrontasi Ukraina-Rusia terkait pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin yang akan menarik invasi militernya ke Ukraina. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup menguat sebesar 2,7% dan 1,7% berada di level 3.136,3 dan 6.823,8. Sementara itu indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup naik masing-masing di level 16.395,9 (+1,4%) dan 1.873,9 (+1,5%).

IHSG hari ini kami perkirakan kembali terjadi rebound lanjutan seiring dengan meredanya tensi krisis Ukraina. Saham pilihan kami antara lain: SMGR, KLBF, BBTN dan UNTR.
 
****** Free Seminar ******
"SIMPLE STOCK INVESTING"

Banyak buku diterbitkan dan seminar pasar modal yang telah digelar untuk meyakinkan Anda bahwa bursa saham adalah tempat terbaik untuk berinvestasi. Namun tidak banyak investor yang akhirnya bisa melihat dengan JELAS peluang GAIN yang ada di bursa. Hal ini karena hakikat atau esensi sederhana dari investasi belum disampaikan dengan gamblang dan dengan bahasa yang dapat diterima oleh semua lapisan dan latar belakang masyarakat investor.

Jika Anda ingin dapat melihat bursa saham dengan jernih (like a crystal clear), maka Lautandhana Securindo mengundang Anda untuk hadir dalam seminar "Simple Stock Investing" yg akan diselenggarakan pada:

Hari/Tgl : Sabtu, 22 Maret 2014
Pukul : 11.00 - 13.00 WIB
Tempat : Studio Blitzmegaplex, Grand Indonesia Shopping Town, West Mall 8th Floor, Jl. MH. Thamrin No. 1, Jakarta Pusat

Tempat Terbatas!! Pendaftaran wajib dilakukan melalui email ke [email protected] atau telp (021) 57851616

me @ LOTS Trading Club (LTC)

o7p2v.jpg
 
Lautandhana Daily View 13 Maret 2014

IHSG kembali melemah akibat aksi jual investor asing, ditutup pada level 4.684,4 atau turun 19 poin. Hampir seluruh indeks sektoral terkoreksi terutama sector perkebunan, pertambangan dan industri dasar. Hanya sektor properti dan consumer yang berhasil menguat tipis masing‐masing 0,76% dan 0,6%. Transaksi net sell investor asing mencapai Rp131,7 miliar. Pelemahan IHSG ini juga berbarengan dengan koreksi bursa global dan regional. Saham‐saham jajaran top gainers di antaranya Century Textile (CNTX) naik Rp 850 ke Rp 7.400, Unilever (UNVR) naik Rp 525 ke Rp 29.000, Danayasa (SCBD) naik Rp 425 ke Rp 3.100, dan Sarana Tunas (SUPR) naik Rp 275 ke Rp 7.525. Sementara saham‐saham kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 24.600, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,07 juta, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 22.200, dan Saratoga (SRTG) turun Rp 400 ke Rp 4.050.

Bursa saham AS ditutup mixed seiring dengan perhatian para investor atas perkembangan krisis antara Ukraina‐Rusia dan prospek pertumbuhan ekonomi global. Saham‐saham pertambangan memimpin penguatan di pasar seperti EPL Oil&Gas (+29%), Newmont Mining Corp (+2,7%) dan Barrick Gold Corp (+2,6%). Indeks S&P500 dan Nasdaq naik masing‐masing 0,0% di level 1.868,2 dan 4.323,3 (+0,4%), sementara indeks Dow Jones turun 11,2 poin atau 0,1% ke level 16.340,1. Bursa saham Eropa melanjutkan pelemahannya akibat ketegangan yang masih terus terjadi antara Rusia dan Ukraina, serta laporan kinerja emiten seperti Tod’s (‐5,1%) dan G4S (‐5,3%) yang mengecewakan. Indeks Stoxx 50 dan FTSE kompak memerah, masing‐masing ditutup pada level 3.065,5 (‐0,9%) dan 6.620,9 (‐1%).

Pada hari ini IHSG diperkirakan bergerak mixed menjelang pengumuman BI rate siang nanti. danang asing yang mulai keluar dari lantai bursa sejak awal pekan lalu harus diwaspadai menjadi katalis negatif bagi penguatan indeks. Saham pilihan kami antara lain: SMGR, KLBF, BBTN, JSMR, ASII, dan BBRI.
 
Stock Analysis | LOTS Trading Club™
Weekly View | 14 April 2014 | Widhi I Nugroho

Target koreksi pertama di level 4769.22 telah tercapai di pekan kemarin & saat ini secara keseluruhan tren indeks masih positif walaupun terdapat potensi koreksi. Sebagian besar saham lapis dua saat ini telah oversold sedangkan beberapa saham blue chips masih berfluktuatif di area tertentu sehingga masih dpt menjadi driver indeks utk melemah menguji kisaran level 4602.20 sbg target koreksi kedua. Diharapkan setelah terkonsolidasi indeks dpt menguat kembali menguji kisaran level 4975 - 5029 - 5068 sbg target pertama, kedua, & ketiga base on triangle pattern selama msh bertahan di atas level 4560. Dan secara garis besar pergerakan di pekan ini diperkirakan akan dikisaran 4602.20 - 4918.98.

-SMGR: Lemahnya kekuatan jual diperdagangan kemarin serta kondisi oversold yg telah terbentuk membuka peluang terbentuknya pola reversal.

-ADHI: Secara garis besar tren masih menunjukkan arah positif. Komitmen kekuatan jual jg melemah dan kondisi harga telah oversold. Potensi reversal.

-PTPP: Secara keseluruhan masih terjadi distribusi walaupun terdapat kekuatan beli di perdagangan kemarin. Saat ini harga telah oversold sehingga ruang koreksi diperkirakan semakin terbatas.

-PWON: Walaupun kondisi harga saat ini telah oversold namun selama harga masih bertahan dibawah level 349 masih terbuka peluang utk terkoreksi lebih lanjut menguji level 325.

-AKRA: Oversold namun masih berpeluang terkoreksi kembali menguji kisaran level 4435.
 
Lautandhana Daily View 22 April 2014

Bertepatan dengan hari Kartini, IHSG ditutup turun 0,1% ke level 4.892,3 akibat aksi ambil untung yang terutama dilakukan investor dalam negeri. Sementara investor asing masih mencatatkan transaksi net buy sebear Rp315 miliar di keseluruhan pasar. Posisi indeks yang sudah memasuki area jenuh beli dimanfaatkan investor untuk aksi ambil untung. Nilai dan volume perdagangan saham siang ini melonjak tinggi akibat dua aksi crossing saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) senilai masing-masing Rp 2 triliun dan Rp 1 triliun yang dilakukan di pasar negosiasi. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya lain Metal (lain) naik Rp 500 ke Rp 12.500, bunk of India (BSWD) naik Rp 500 ke Rp 3.000, Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 15.300, dan Global Mediacom (BMTR) naik Rp 175 ke Rp 2.300. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 69.000, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 23.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 28.000, dan Mitra Kentjana (MKPI) turun Rp 250 ke Rp 15.050.

Bursa saham AS berakhir positif didorong membaiknya kinerja emiten di pasar. Kinerja emiten di 1Q14 diperkirakan akan tumbuh rata-rata 0,8% dari periode 1Q13 lalu. Pada penutupan perdagangan waktu setempat, indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada level 16.449,3 (+0,2%), 1.871,9 (+0,4%) dan 4.121,6 (+0,6%).

Hari ini IHSG diperkirakan berpotensi melemah mengingat tingginya minat investor dalam negeri untuk mengambil untung di tengah lemahnya bursa regional. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan ASII.

2014-04-22_Bursa.png
 
Lautandhana Online Trading System (LOTS 24 April 2014)
Diperkirakan pergerakan indeks di hari ini akan dikisaran 4779.27 - 4926.91 sbg support & resistance.

‎-ASRI: Saat ini kondisi harga telah oversold namun msh berpeluang terkoreksi lebih lanjut menguji kisaran level 458.

‎-ERAA: Kondisi harga masih oversold & kekuatan jual secara relatif melemah.

‎-BJBR: Oversold & mulai timbul kekuatan beli di perdagangan kemarin.

‎-JPFA: Oversold & support kuat di 1150.

‎-SSIA: Oversold namun masih berpeluang terkoreksi kembali menguji kisaran level 585 sbg support kuat.
 
Lautandhana Daily View 24 April 2014

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun tipis 0,1% ke level 4.893,2 akibat aksi ambil untung investor. Koreksi terutama terjadi pada saham-saham sektor consumer, properti dan industri dasar, sementara sektor-sektor yang berhasil menguat antaralain sektor tambang (+2,4%) dan perkebunan (+1,59%). Minat investor asing terhadap pasar modal dalam negeri belum berhenti, terbukti dari transaksi net buy yang tercatat mencapai lebih dari Rp450 miliar di keseluruhan pasar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 825 ke Rp 29.100, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 675 ke Rp 26.650, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 625 ke Rp 52.500, dan Surya Toto (TOTO) naik Rp 275 ke Rp 7.575. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 950 ke Rp 28.650, Unilever (UNVR) turun Rp 950 ke Rp 29.975, Bina danang (ABDA) turun Rp 250 ke Rp 5.475, dan bro (BBRI) turun Rp 175 ke Rp 10.025.

Bursa saham AS dan Eropa ditutup negatif akibat lemahnya data penjualan rumah baru AS dan data manufaktur global. Melempemnya data penjualan rumah AS (-14,5%) di bulan Maret disebabkan suku bunga yang tinggi yang membuat harga rumah melambung. Di luar ekspektasi para ekonom, indeks manufaktur AS dan Cina menunjukkan perlambatan di bulan ini. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup masing-masing pada level 16.501,7 (-0,1%), 1.875,4 (-0,2%) dan 4.127 (-0,8%). Sementara indeks Stoxx 50 dan FTSE 100 ditutup pada level 3.176 (-0,7%) dan 6.674,7 (-0,1%).

Lemahnya bursa global dan mayoritas bursa Asia bisa berdampak pada bursa dalam negeri, ditambah aksi ambil untung yang gencar dilakukan investor sejak minggu lalu membuat IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan ASII.

2014-04-24_BUrsa.png
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.