• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jual Lautandhana Online Trading Saham | LOTS

Lautandhana Daily View 25 Juni 2013

IHSG awal pekan ditutup kembali terkoreksi cukup dalam sebesar 1,9% pada level 4.429,5 tertekan oleh sentiment dihentikannya penyaluran kredit perbankan di China akibat kenaikan suku bunga dalam dua pekan terakhir sehingga muncul krisis likuiditas perbankan China. Keseluruhan sektoral IHSG tak luput dari aksi tekanan jual investor dipimpin oleh anjloknya saham-saham sektoral property, perdagangan, pertambangan dan industry dasar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Inovisi (INVS) naik Rp 700 ke Rp 6.750, Lionmesh (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 10.000, Acset (ACST) naik Rp 325 ke Rp 2.825, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 250 ke Rp 10.750; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 2.150 ke Rp 28.500, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.500 ke Rp 24.500, Indocement (INTP) turun Rp 950 ke Rp 21.450, dan Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 26.400.

Kekhawatiran atas krisis likuiditas China mendorong terjadinya panic sell yang juga melanda bursa saham AS dan Eropa di awal pekan untuk ditutup serentak terkoreksi. Bursa saham China sendiri ditutup anjlok signifikan hingga ke level 1.963,2 (-5,3%). Saham sektoral perbankan AS memimpin laju koreksi indeks dimana saham bunk of America Corp. dan Citigroup Inc. turun lebih dari 3% sedangkan saham Apple Inc. anjlok 2,7% pasca diturunkannya target price oleh Jefferies & Co. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq melemah masing-masing ke level 14.659,6 (-0,9%), 1.573,1 (-1,2%) dan 3.320,8 (-1,1%). Pun demikian dengan indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx yang masing-masing juga ditutup terkoreksi tajam sebesar 1,4% dan 1,5% ke level 6.029,1 dan 2.511,8.

IHSG kami perkirakan masih cenderung mengikuti pergerakan melemah bursa regional namun berpotensi rebound terbatas. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan ASII.

sumber
 
Lautandhana Daily View 23 Juli 2013

IHSG awal pekan ditutup terkoreksi sebesar 1% pada level 4.679 akibat ramainya aksi profit taking investor atas saham-saham unggulan terutama pada sektoral financial dan consumer. Saham-saham sektoral berbasisi komoditas seperti perkebunan dan pertambangan ditutup menguat. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 319 miliar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 33.500, Matahari (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 12.800, Golden Energy (GEMS) naik Rp 325 ke Rp 2.325, dan ABM Investama (ABMM) naik Rp 250 ke Rp 2.875; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.600 ke Rp 33.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 850 ke Rp 16.250, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 21.700, dan J Resources (PSAB) turun Rp 425 ke Rp 2.575.

Bursa AS di perdagangan awal pekan masih ditutup menguat terbatas cenderung flat ditengah release kinerja emiten 2Q13 yang tidak begitu memuaskan seperti McDonald yang ditutup terkoreksi lebih 2% akibat pendapatannya di 2Q13 tidak inline dengan ekspektasi analis dan D.R Horton Inc juga anjlok 2,2% akibat penjualan rumah secara tak terduga turun di bulan Juni. Saham Yahoo Inc! ditutup turun 4% seiring dengan mundurnya Direksi Daniel Loeb. Dengan mixednya hasil kinerka emiten 2Q13, investor mulai berspekulasi atas dilanjutkannya stimulus The Fed. Indeks Dow Jones ditutup flat di level 15.545,6 sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing ke level 1.695,5 (+0,2%) dan 3.600,4 (+0,4%). Sementara itu, bursa Eropa cenderung ditutup bervariasi dimana indeks FTSE 100 melemah sebesar 0,1% di level 6.623,2 sedangkan DJ Euro Stoxx menguat 0,3% untuk ditutup ke level 2.725,4 (+0,3%). Kontributor penguatan indeks ditopang oleh meningkatnya laba produsen lampu Phillips, Royal Phillips Electronic NV di 2Q13.

Bursa Indonesia di hari ini kami perkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan potensi penguatan terbatas. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan CTRP.

sumber
 
BI Tahan Pertumbuhan Kredit Jadi 18-20%

Pekan lalu BI memutuskan untuk tidak mengubah BI Rate dilevel 6,5% atau sesuai dengan harapan pasar. Namun disisi lain, BI mengeluarkan kebijakan berbeda dengan menurunkan batas atas Loan to Deposit Ratio (LDR) dari 100% menjadi 92%. Berhubung beberapa bunk besar memiliki LDR diatas 92%, mereka harus menempatkan danang lebih banyak di bunk sentral atau rasio GWM yang lebih besar.

Kebijakan penurunan batas atas rasio intermediasi giro wajib minimum atau GWM-LDR menjadi 78%--92% dinilai akan memperlambat pertumbuhan kredit di dalam negeri. bunk Indonesia pun menurunkan target pertumbuhan kredit perbankan nasional menjadi 18-20% dari sebelumnya 21,7-23,6%. Sektor perbankan tidak hanya terkena dampak negatif dari kebijakan ini. Tahun depan, pemerintah juga akan menggenjot pendapatan pajak dari sektor finansial dan juga properti seiring dengan naiknya target penerimaan pajak sebesar 14%.

sumber
 
Lautandhana Daily View 02 September 2013

Menutup perdagangan akhir pekan, IHSG menguat 91 poin atau 2,2% seiring dengan aksi beli investor asing dan domestik. Semua indeks sektoral kompak menguat dengan sektor basic-industries memimpin dengan kenaikan lebih dari 5%, diikuti sektor consumer goods (+4,95%) dan agricultural (+3,34%). Penguatan indeks ini merupakan dampak dari respon positif pasar terhadap kenaikan BI rate serta imbas dari positifnya laju bursa saham Asia. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 2.850 ke Rp 31.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.000 ke Rp 65.500, Indocement (INTP) naik Rp 1.600 ke Rp 19.700, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 1.550 ke Rp 19.750. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Tower Bersama (TBIG) turun Rp 500 ke Rp 5.200, bunk Mega (MEGA) turun Rp 250 ke Rp 1.700, Adira Finance (ADMF) turun Rp 250 ke Rp 7.600, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 15.800

Menlu AS, John Kerry mengumumkan pemerintah Suriah sudah melancarkan serangan gas beracun kepada warga sipil, namun Presiden Barack Obama belum mengambil keputusan final apakah militer AS akan masuk ke Suriah atau tidak. Selain ketegangan Suriah ini, data consumer spending AS yang mengecewakan juga turut membuat para investor cenderung menahan diri untuk tidak bertransaksi, sehingga bursa saham AS di akhir pekan ditutup negatif di tengah perdagangan yang sepi . Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq kompak melemah masing-masing pada level 13.810,3 (-0,2%), 1.633 (-0,3%), dan 3.589,9 (-0,8%). Bursa Eropa masih terus melemah menyusul jatuhnya saham-saham migas serta sentimen pasar yang masih negatif terhadap ketegangan di Suriah. Indeks FTSE dan Euro Stoxx anjlok masing-masing pada level 6.412,9 (-1,1%) dan 2.721,4 (-1,3%).

IHSG hari ini masih diperkirakan menguat dalam level terbatas mengingat minat asing yang mulai melaksanakan aksi nett buy pada akhir pekan lalu. Saham pilihan kami antara lain: SMGR.

sumber
 
Lautandhana Daily View 09 September 2013

Perdagangan di akhir pekan ditutup dengan IHSG yang bergerak positif yang didorong aksi beli selektif investor di saham-saham unggulan. Investor asing terus melanjutkan aksi jual saham dengan total nilai Rp 175,5 miliar. Hampir seluruh indeks sektoral menguat, terutama sektor basic-industries (+2,95%), misc-industries (+2,15%), manufaktur (+1,87%), dan consumer (+1,20%).Sedangkan beberapa sektor yang mengalami penurunan antaralain sector perdagangan (-1,04%) dan properti (-0,61%). Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 37.250, Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 31.900, Indocement (INTP) naik Rp 800 ke Rp 19.500, dan Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 500 ke Rp 3.550. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 700 ke Rp 10.300, Nipress (NIPS) turun Rp 650 ke Rp 8.000, Samudra Indonesia (SMDR) turun Rp 525 ke Rp 3.000, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 64.950.

Bursa Wallstreet kembali ditutup positif didorong kuatnya penjualan sector otomotif serta kemungkinan dilanjutkannya program stimulus the Fed karena laporan tenaga kerja yang mengecewakan, namun penguatan ini masih dibatasi oleh kekuatiran pasar akibat ketegangan Suriah. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup positif masing-masing di level 14.922,5 (+0,8%), 1.655,2 (+0,0%), dan 3.660 (+0,0%). Lemahnya laporan tenaga kerja AS yang meredakan sentimen akan dikuranginya program stimulus Fed pun membuat bursa Eropa ditutup positif. Selain itu, pertumbuhan industri manufaktur di AS dan China juga menjadi sentimen positif bagi pasar saham Eropa. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 kompak menguat pada level 2.803,4 (+1,1%) dan 6.547,3 (+0,2%).

Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat didorong sentimen positif dari penguatan indeks regional dan global, namun masih dibatasi pelemahan mata uang Rupiah terhadap USD. Saham pilihan kami antara lain: SMGR.

sumber
 
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 16 September 2013

IHSG naik 300 poin dari sekitar level 4.072 ke level 4.375 sepanjang pekan lalu. Selain karena dorongan sentimen positif yang berasal dari global market, investor juga merespon positif data cadangan devisa RI yang tertahan diatas US$92 miliar dan kenaikan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 7,25%. Aksi beli pun tidak datang hanya dari investor lokal, tetapi juga investor asing yang tercatat hingga lebih dari dua triliun rupiah.

Apa yang dilakukan bunk Indonesia, dengan melakukan kerjasama bilateral swap valas dan menaikkan suku bunga acuan, adalah upaya preventif untuk meredam dampak negatif yang mungkin masih ada saat bunk sentral Amerika, yaitu Federal Reserve, memberi kepastian atas rencana pengurangan stimulus ekonominya (tapering) pada FOMC meeting 17-18 September atau pekan ini.

Pengumuman The Fed tersebut, tentu saja dengan tetap memperhatikan besar skala tapering-nya dan catatan Bernanke yang menyertainya, diduga tidak akan memicu panic selling gelombang kedua. Hal ini karena tapering telah lama menjadi concern investor, yaitu sejak digulirkan pada pertengahan Mei 2013 lalu dan harga saham pun telah pula merefleksikan dampak negatif tapering tersebut.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kami memutuskan untuk mempertahankan saham ADRO yang pekan ini telah masuk dalam Tabel Portfolio karena target beli di level Rp880 tercapai.

Berikut adalah tabel saham-saham pilihan Lautandhana selengkapnya untuk rekomendasi pekan ini.

Lanjutan
 
Lautandhana Daily View 24 September 2013

IHSG awal pekan ditutup terkoreksi sebesar 0,5% di level 4.562,9 setelah seharian periode perdagangan mengalami tekanan jual yang dipimpin oleh anjloknya saham‐saham sektoral property dan infrastruktur. Hanya tercatat satu sektoral yang mampu ditutup mengalami penguatan, yakni sektoral industry dasar. Investor asing hanya membukukan transaksi net buy Rp 16 miliar. Para pelaku pasar lebih bersikap wait & see tentang tapering stimulus The Fed yang cepat atau lambat bakal terealisasi. Saham‐saham top gainers di antaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 650 ke Rp 6.400, Charoen (CPIN) naik Rp 275 ke Rp 3.825, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 15.300, dan bunk Mega (MEGA) naik Rp 225 ke Rp 2.225; sedangkan saham‐saham kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 39.250, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 32.000, Saratoga (SRTG) turun Rp 250 ke Rp 4.500, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 250 ke Rp 10.700.

Bursa AS dan Eropa di perdagangan awal pekan kompak ditutup melemah akibat alotnya pembahasan APBN dan batasan pinjaman AS antara Presiden Obama dan Partai Republik. Situasi ini yang membuat The Fed memutuskan untuk menunda rencana pengurangan danang stimulus QE3 yang diperkirakan dapat meningkatkan resiko atas ekonomo AS. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing‐masing ditutup melemah ke level 15.401,4 (‐0,3%); 1.701,8 (‐0,5%) dan ke level 3.765,3 (‐0,3%) sedangkan indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masingmasing ditutup melemah sebesar 0,6% dan 0,7% untuk ditutup di level 6.557,4 dan 2.906,4.

IHSG hari ini kami perkirakan masih bergerak sideways berfuktuatif venderung melanjutkan koreksi bersifat terbatas. Potensi terjadi minor rebound. Saham pilihan kami adalah ADRO dan KIJA.

sumber
 
Lautandhana Daily View 26 September 2013

IHSG kembali melanjutkan tren pelemahannya di perdagangan kemarin untuk kemudian ditutup berada di level 4.406,8 (-1,2%). Lagi-lagi penyebabnya adalah jadi tidaknya pengurangan stimulus QE3 The Fed sehingga menyebabkan maraknya aksi tekanan jual investor. Asing tercatat mencetak transaksi net sell senilai Rp 578 miliar. Terkecuali sektoral perkebunan yang ditutup menguat, seluruh sektoral IHSG mengalami tekanan jual signifikan dan dipimpin oleh koreksi saham-saham sektoral industry dasar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 19.600, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 250 ke Rp 5.900, Nipress (NIPS) naik Rp 250 ke Rp 9.050, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 250 ke Rp 5.450; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.200 ke Rp 29.600, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 900 ke Rp 6.800, Indocement (INTP) turun Rp 900 ke Rp 19.100, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 800 ke Rp 66.500.

Bursa AS semalam masih ditutup melanjutkan pelemahannya namun dalam kisaran terbatas sejalan sikap wait and see investor atas pembahasan APBN dan debt ceiling AS. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah ke level 15.273,3 (-0,4%); 1.692,8 (-0,3%) dan ke level 3.761,1 (-0,2%). Sementara itu, bursa Eropa semalam cenderung ditutup mixed karena investor menanti hasil pembahasan APBN AS. Saham Nordea bunk anjlok 2,6% dan saham Carnival Corp jatuh cukup dalam 6,7% sedangkan ThyssenKrupp AG berhasil rebound sebesar 3,7% seiring dengan Cevian Acpital meningkatkan kepimilikannnya dalam holding ThyysenKrupp. Indeks FTSE 100 melemah 0,3% ditutup pada level 6.551,5 sedangkan DJ Euro Stoxx ditutup menguat ke level 2.927,4 (+0,2%).

Hari ini IHSG masih akan melanjutkan tren koreksinya dengan kecenderungan terbatas pergerakannya. Saham pilihan kami adalah ADRO dan KIJA.

sumber
 
Berita Emiten 26 September 2013

ELTY Janji Bayar Utang Rp1,5 Triliun

Setelah memenangkan gugatan PKPU oleh bunk of New York Mellon, ELTY berjanji akan membayar lunas utangnya senilai total US$155 juta kepada para kreditur dengan cara mencicil. Bahkan, perseroan berharap pembayaran utang secara keseluruhan bisa diperpanjang hingga 2016 dari jadwal utang jatuh tempo di 2015.

ADES & MYOR Kaji Kenaikan Harga

ADES dan MYOR akan menaikkan harga jual produk mereka jika pemerintah mengenakan bea masuk atas bahan baku untuk kemasan plastik jenis PET. Seperti diketahui sejumlah produsen PET dalam negeri telah mengajukan petisi anti-dumping kepada Komite Anti Dumping Indonesia. Penerapan bea masuk anti dumping (BAMD) akan berdampak langsung terhadap beban bahan baku kedua perseroan.

ADHI Cari danang Rp2 Triliun

ADHI mencari pendanaan eksternal sebesar Rp2 triliun untuk pembangunan proyek monorel Jabodetabek, yang rencananya akan diperoleh melalui penerbitan obligasi atau pinjaman bunk. danang tersebut akan digunakan untuk pembangunan proyek monorel koridor Kuningan-Bekasi Timur dan Cawang-Cibubur yang diprediksi menelan danang Rp1,2 triliun.

Komposisi Ekspor TCID Naik 2,5%

Komposisi penjualan ekspor produk TCID hingga saat ini telah mencapai 30% atau meningkat 2,5% dibandingkan dengan penjualan sepanjang tahun lalu, dipengaruhi kondisi melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Selama 2012, komposisi penjualan ekspor 27,5% dengan nilai Rp510,18 miliar sedangkan saat ini penjualan ekspor mencapai Rp296,7 miliar.

DUTI Rampungkan Akuisisi Wijaya Pratama

DUTI telah menyelesaikan proses akuisisi PT Wijaya Pratama Raya dengan nilai Rp268 miliar yang dananya berasal dari kas internal. Perseroan membeli 83,73 juta saham atau setara dengan 64,25% kepemilikan Wijaya Pratama. Transaksi pembelian saham tersebut juga termasuk transaksi afiliasi karena terdapat kesamaan anggota dewan komisaris dan direksi.

TKIM Jaminkan Saham Oki Pulp & Paper

TKIM akan menjaminkan seluruh saham kepemilikan perseroan sebesar 35,29 persen di PT Oki Pulp & Paper Mills (OKI) senilai Rp300 milyar sebagai jaminan pinjaman dari China Development bunk Corporation (CDB). OKI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pulp dan tissue yang didirikan dan berpusat di Jakarta. Total nilai investasi yang akan dilakukan oleh OKI direncanakan mencapai US$3 milyar dengan kapasitas produksi pulp dan tissue sebesar 2 juta ton dan 500 ribu ton per tahun. Produksi komersial pulp dan tissue direncanakan pada kuartal kedua tahun 2016.

SMRA Akuisisi Saham Dua Perusahaan Properti

SMRA melalui anak usahanya, PT Inovasi Jaya Properti, mengakuisisi saham PT Kencana Jayaproperti Agung (KPA) dan saham PT Kencana Jayaproperti Mulia (KPM) masing-masing sebesar 40,8% atau senilai total Rp 284,78 miliar. Saham-saham tersebut diakuisisi PT Inovasi Jaya Properti dari Colliman Limited. Adapun dilakukannya aksi korporasi tersebut adalah untuk meningkatkan persediaan lahan (landbank) SMRA melalui penyertaan modal dalam KPA dan KPM yang telah memiliki tanah seluas sekitar 2.510.864 meter persegi yang terletak di Bogor, Jawa Barat.
 
Investor Reference 30 Sep 2013
LOTS Trading Club™ | lots.co.id
Lautandhana Securindo | YJ

"Drama Amerika, Shutdown or Not?"


DPR AS yang dikuasai Republik melakukan voting keduanya pada Minggu pagi dan kembali menang dengan 231 vs 192 untuk menyerahkan rancangan spending bill versi mereka kepada Senat. Senat yang dikuasai Demokrat sebelumnya telah mengembalikan RUU yang telah direvisi hasil voting DPR yang pertama. Kini "bola volley" tsb kembali berada ditangan Senat yang akan bekerja mungkin hingga larut malam nanti (pagi hari WIB) untuk menghasilkan kesepakatan.

RUU anggaran tersebut, jika disetujui Senat, akan mendanai kegiatan pemerintahan AS hingga 15 Desember mendatang. Namun jika tidak, akan terjadi pemberhentian 800.000 pekerja publik (shutdown) hingga Kongres AS mencapai kesepakatan.

Kubu Republik melalui DPR akan meloloskan rancangan spending bill tsb menjadi UU hanya jika Demokrat di Senat setuju untuk menunda realisasi Obama’s Affordable Care Act (Obamacare) selama setahun. Obama dan Demokrat sejauh ini masih bersikeras mempertahankan Obamacare. Pendapat mengatakan, setidaknya Senat Demokrat dan seluruh staffnya harus berinisiatif tidak ikut menerima manfaat Obamacare untuk menunjukkan niat baiknya dan meluruhkan 'hati' DPR.

Bagaimana reaksi Wall Street jika shutdown terjadi? Satu pendapat yang bisa mewakili jawaban atas pertanyaan tersebut adalah: "A shutdown is just one domino, if it falls, it will cause a series of unknowns, and those unknowns are impossible to quantify."

Berkaca pada sejarah, selama shutdown yang terjadi sejak 15 Des 1995 hingga 6 Jan 1996, indeks S&P 500 naik 0.1%. Lalu saat shutdown yang terjadi pada 13-19 Nov 1995, indeks S&P 500 naik 1.3%, demikian data dari SentimenTrader.com. Senator Demokrat Richard Durbin dari Illinois, memprediksi shutdown akan terjadi dalam dua hari.
me @ LOTS Trading Club (LTC)
 
Lautandhana Daily View 30 September 2013

IHSG akhir pekan berhasil terkerek naik dari level 4.405,9 ke 4.423,7 meski minim sentimen positif. Aksi beli tetap dilakukan investor yang memburu saham-saham murah. Asing kembali mencatatkan transaksi net sell senilai Rp182 miliar. Adapun sektor yang memimpin penguatan diantaranya sektor misc-industries, consumer, infrastruktur dan manufaktur dengan kenaikan masing-masing 1,19%, 0,94%, 0,87% dan 0,83%. Sedangkan sektor pertambangan, agrikultur, perdagangan umum dan properti terpaksa ditutup melemah di akhir pekan. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.750 ke Rp 10.700, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 450 ke Rp 10.650, Adira Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 8.200, dan Indofood (INDF) naik Rp 250 ke Rp 7.050. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 27.500, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 600 ke Rp 65.400, Surya Toto (TOTO) turun Rp 350 ke Rp 7.600, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 19.450.

Bursa saham Wallstreet anjlok menyusul kekhawatiran akan keterbatasan anggaran pemerintah AS yang akan mengganggu pertumbuhan ekonomi di negara terbesar di dunia tersebut. Partai Republik dan Partai Demokrat saat ini sedang berdebat untuk penggunaan danang darurat demi menghindari habisnya anggaran tersebut. Pemerintah AS sendiri sudah mendekati batas waktu penentuan anggaran yang bisa berujung kepada ditutupnya operasional pemerintah pada 1 Oktober mendatang.

Akhir pekan lalu, Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup masing-masing pada level 15.258,2 (-0,46%), 1.691,8 (-0,41%) dan 3.781,6 (-0,2%). Bursa Eropa juga ikut melemah imbas dari gejolak politik di Italia dan masalah anggaran AS. Indeks DAX dan FTSE 100 ditutup masing-masing pada level 2.919,3 (-0,1%) dan 6.512,7 (-0,8%).

Tekanan jual masih menghantui perdagangan saham pada hari ini mengingat kekhawatiran pasar akan anggaran AS serta penantian pasar akan data dalam negeri seperti tingkat inflasi dan trade balance, sehingga IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung melemah. Saham pilihan kami antara lain: TIJA dan ADRO.

sumber
 
Lautandhana Daily View 02 Oktober 2013

IHSG berhasil menguat berkat aksi beli investor domestik yang termotivasi data inflasi dan neraca perdagangan bulan September yang membaik. Badan Pusat Statistik melaporkan selama September 2013 telah terjadi deflasi hingga 0,37% atau 7,75% yoy. Ramainya pemberitaan mengenai operasional pemerintah AS yang di shut down kemarin tidak membuat pelaku pasar berhenti memburu saham. Hampir seluruh sektor saham berada di zona hijau dengan sektor basic industries dan infrastruktur memimpin penguatan, sedangkan sektor yang terpaksa memerah antaralain misc-industries (-1,71%) dan pertambangan (0,79%). Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.150 ke Rp 12.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 35.950, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 18.450, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 13.300. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 25.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 12.400, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 300 ke Rp 4.500, dan bunk Mayapada (MAYA) turun Rp 250 ke Rp 1.060.

Meskipun pemerintahan AS ditutup kemarin, bursa Wallstreet berhasil rebound cukup tinggi. Rupanya para investor percaya bahwa penutupan ini hanya sementara dan berharap bahwa ketika pemerintah beroperasi kembali maka harga saham akan kembali menanjak.

Pada penutupan kemarin, indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq kompak menguat masing-masing pada level 15.191,7 (+0,4%), 1.695,0 (+0,8%), dan 3.818,0 (+1,2%). Keyakinan yang sama ditunjukkan pelaku pasar Eropa, membawa bursa ditutup positif pada perdagangan kemarin. Pasar juga didukung oleh membaiknya data industri manufaktur dan telekomunikasi di Eropa. Indeks DAX ditutup menguat pada level 2.933,0 (+1,4%) sedangkan FTSE menipis kurang dari 0,1% pada level 6.460,0.

Indeks hari ini diperkirakan mixed berpotensi melanjutkan penguatan berkat data deflasi dan neraca perdagangan yang baik dan indeks global dan regional yang relatif menguat. Namun pasar masih harus tetap waspada mengingat masih adanya aksi jual investor asing. Saham pilihan kami antara lain: TIJA dan ADRO.

sumber
 
oDqXaIbip21669.jpg
 
Berita Emiten

BUMI Masih Merugi

BUMI pada 1H13 meraih pendapatan usaha sebesar US$1.86 milyar, turun sekitar 4,6% yoy dibandingkan Rp1.95 milyar pada 1H12. Merosotnya penjualan dan naiknya beban pokok pendapatan sebesar 6,4% yoy membuat laba kotor semakin terpuruk dengan koreksi 32,2% yoy menjadi US$375.80 juta dari US$554.08 juta. Namun kerugian bersih yang diderita BUMI pada 1H13 berkurang sekitar 19,3% menjadi US$269.73 juta dari rugi bersih US$334.11 juta pada 1H12, disebabkan berkurangnya beban lain-lain bersih dari US$506.45 juta menjadi US$420.58 juta akibat berkurangnya beban bunga dan keuangan dan menyusutnya rugi atas transaksi derivatif.

ATPK Cetak Laba Rp14,42 M

Kinerja keuangan ATPK di paruh pertama tahun ini terbilang memuaskan dengan laba usaha mencapai Rp15,40 milyar dibandingkan paruh pertama tahun lalu dengan rugi usaha Rp6,24 milyar dan laba komprehensif sebesar Rp14,42 milyar dari rugi komprehensif Rp7,24 milyar.

ISAT dan Pos Indonesia bekerja sama

ISAT dan Pos Indonesia bekerja sama untuk pemanfaatan infrastruktur dan penyediaan layanin telekomunikasi bersama untuk masyarakat. Bentuk kerjasama saling menguntungkan itu antara lain meliputi pengembangan branding bersama (co-branding), penjualan Starter Pack, pengembangan Postal Mobile Financial Services, pengembangan agen Dompetku, serta pemanfaatan masing-masing infrastruktur kedua belah pihak dalam memberikan layanin yang lebih luas kepada masyarakat.

WIKA akan realisasikan akuisisi PT Sarana Karya

WIKA menargetkan dapat merealisasikan rencana akuisisi PT Sarana Karya (Persero), yang bergerak di bidang industri pertambangan aspal alam, pada akhir tahun 2013 sebagai langkah pengembangan bisnis perseroan tahun 2014. Eksekusi rencana perusahaan itu menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) yang dijadwalkan bisa terealisasi dalam waktu dekat. Pabrik aspal alam itu rencananya dibangun dalam waktu 1 tahun dan diharapkan bisa berproduksi pada tahun 2015. Perseroan mengharapkan akan memproduksi hingga 300.000 metrik ton aspal blended dengan mendirikan 6 pabrik pengolahan aspal di dekat Pulau Buton.

Bayar Bunga Obligasi, batapan Siapkan Rp12,1 M

batapan akan melakukan pembayaran bunga obligasi I Tahap I Tahun 2011 dengan total pembayaran Rp12,1 miliar. Pembayaran itu terdiri untuk pembayaran bunga obligasi seri A sebesar Rp3,8 miliar. Untuk pembayaran bunga seri B Rp8,2 miliar. Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2011 seri A sebesar Rp165 miliar dengan suku bunga 9,25% per tahun. Untuk obligasi berkelanjutan I Tahun 2011 seri B sebesar Rp335 miliar dengan suku bunga 9,9% per tahun.

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance
 
Lautandhana Daily View 03 Oktober 2013

IHSG kembali menghijau berkat aksi beli investor domestik dan asing. Sentimen positif dari menguatnya bursa regional dan global semalam, serta data deflasi dan neraca perdagangan yang membaik jadi faktor pendorong IHSG. Mayoritas indeks sektoral berada di teritori hijau, dengan sektor infrastruktur dan keuangan yang memimpin penguatan masing-masing +1,76% dan +1,53%. Investor asing pada perdagangan kemarin mencatatkan net buy senilai Rp 34,5 miliar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 1.000 ke Rp 7.500, Unilever (UNVR) naik Rp 700 ke Rp 31.000, Matahari (LPPF) naik Rp 700 ke Rp 11.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 26.150. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 140.000 ke Rp 1,2 juta, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 65.000, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 400 ke Rp 8.000, dan Inti Bangun (IBST) turun Rp 400 ke Rp 6.150.

Di hari kedua government shutdown AS, bursa saham Wall Street memerah disebabkan pelaku pasar yang khawatir penutupan ini bisa berlangsung cukup lama. Pasar semakin takut karena ditutupnya pemerintahan ini juga bisa berujung pada pembahasan debt ceiling yang sudah hampir terlampaui, yakni tanggal 17 Oktober mendatang. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq berakhir negatif pada perdagangan kemarin, masing-masing pada level 15.133,1 (-0,4%), 1.693,9 (-0,1%), dan 3.815,0 (-0,1%).

Bursa Eropa kembali melemah dipacu oleh merosotnya saham seperti Hochtief AG sebanyak 7,9% setelah laporan dugaan korupsi pada perusahaan tersebut serta KappAhl AB yang juga anjlok 9,8% akibat keputusannya untuk tidak membagikan dividen tahun ini. Indeks DAX anjlok 0,5% ke level 2.918,3 demikian pula FTSE yang anjlok 0,3% ke level 6.437,5.

Indeks global yang mulai bergerak variatif cenderung melemah akibat kekhawatiran penutupan pemerintahan AS dapat membatasi penguatan IHSG pada hari ini. Sehingga, pada hari ini IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi. Saham pilihan kami antara lain: KIJA dan ADRO.

sumber
 
Investor Reference 3 Oct 2013
LOTS Trading Club™ | lots.co.id
Lautandhana Securindo | YJ

Sebagian kita yang berharap bursa Jakarta akan bergairah melihat EIDO naik lebih dari 5% kemarin pasti kecewa besar, apalagi EIDO masih melanjutkan kenaikannya 1,5% pagi ini. Macam terjadi 'lost connection between the two'. Tapi kalau kita perhatikan pergerakan rupiah yang terkesan 'dingin', ya semua yang terjadi masih wajar-wajar saja.

Beberapa hal yang ingin disampaikan disini, seharusnya dapat men-support IHSG adalah:

Pertama, pasar telah menerima kenyataan bahwa shutdown akhirnya terjadi dan penyelesaiannya tampak di-satu paket-kan dengan penyelesaian debt ceiling 17 Oktober nanti. Jika benar demikian dan jika mungkin menjadi satu bundle yang tidak terpisahkan, maka hampir pasti shutdown akan dibuka dengan sendirinya bersamaan dengan dinaikkannya debt limit. Kenapa? Karena hampir tidak mungkin debt limit dibiarkan tidak naik terkait kredibilitas Amerika sebagai debitur. Tidak seperti shutdown, debt ceiling telah dinaikkan 79 kali sejak 1940 tanpa sekalipun gagal. Republik, tidak juga Demokrat, ingin menjadi yg pertama dan disalahkan karena menggagalkan debt ceiling bukan?

Kedua, penyelesaian shutdown yang lebih lama dari perkiraan ini justru telah "memastikan" penundaan tapering yang semula akan terjadi satu kali sebelum tutup tahun. Emerging market, termasuk Jakarta, akan diuntungkan dengan hal ini, cepat atau lambat.

Ketiga, data makro domestik seperti inflasi, defisit trade balance dan cadangan devisa (ada deal baru $15bn dgn China) telah membuat kita tenang. Memang sih tetap banyak masalah dibalik itu seperti turunnya growth (ekspor, sales, ekspansi korporat, dll) tapi bukankah penurunan tsb memang sesuatu yang dipaksakan dan dikehendaki terjadi? Jadi, satu saat ketika semuanya telah lebih kondusif, pedal rem yang sekarang diinjak tinggal dilepas saja.
me @ LOTS Trading Club (LTC)
 
Berita Emiten

VIVA Cari Pinjaman

VIVA berencana mencari pinjaman senilai US$90 juta atau setara dengan Rp1,04 trilyun yang akan digunakan untuk refinancing utang kepada Deutsche bunk, sebesar US$80 juta yang akan jatuh tempo Februari 2014. Diharapkan refinancing utang ini bisa selesai sebelum awal tahun 2014 dan sisa danang pinjaman sebesar US$10 juta akan digunakan untuk membiayai pembangunan studio dan lainnya. Rencananya perseroan akan mengajukan pinjaman kepada 3 bunk dengan harapan suku bunga pinjaman bisa di bawah 9% dengan jangka waktu pinjaman hingga 4 tahun. Rencana pinjaman ini sudah mendapat persetujuan dari RUPSLB.

Laba SOBI Menebal 36%

SOBI pada tiga bulan pertama yang berakhir 31 Agustus 2013 mencatat pendapatan usaha bersih senilai Rp486,244 milyar, tumbuh 6,7% yoy dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sejumlah Rp455,87 milyar. Adapun laba periode berjalan yang diraih Sorini meningkat 36,2% yoy menjadi Rp43,79 milyar dari Rp32,15 milyar.

AUTO Bidik Ekspor Tumbuh 2-3%

AUTO memproyeksikan pendapatan usaha dari trading ekspor akan bertumbuh sekitar 2-3% dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Pendapatan ekspor diperkirakan naik menjadi 12-13% dari total pendapatan.

BMTR Buyback Saham Lagi Senilai Rp32,19 M

BMTR melakukan buyback saham lagi senilai Rp32,19 miliar. Jumlah saham yang beli perseroan sebanyak 15.329.000 lembar saham, dengan harga rata-rata per saham sebesar Rp2.100. Transaksi buyback dilakukan pada 30 September 2013

BDMN Bangun Gedung Kantor Pusat

BDMN akan membangun gedung di atas lahan seluas 4.100 m2 yang menjadi kantor pusat perseroan. Rencananya gedung tersebut berlokasi di kawasan kuningan Jakarta dengan investasi diperkirakan mencapai Rp527 milyar. Diharapkan gedung yang menjadi kantor pusat ini bisa rampung pada pertengahan tahun 2015.

ROTI Stock Split 1:5

ROTI berencana melakukan aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB 17 Oktober mendatang.

ITMG Bagikan Dividen Interim Rp 1,1 triliun


ITMG akan membagikan dividen interim atas kinerja 1H13 sebesar Rp 1.014 per saham senilai total Rp 1,1 triliun. Imbal hasil dividen perseroan senilai 3,87% dari harga penutupan kemarin. Cum dividen pada 29 Oktober 2013 dan tanggal pembayaran dividen pada 15 November 2013.

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance
 
Berita Emiten

GIAA Raih Pendanaan US$1.7 M

GIAA mendapatkan fasilitas pinjaman perbankan dari ICBC sebesar US$1.7 milyar untuk membiayai pembelian 11 pesawat baru. Pesawat yang akan dibeli adalah lima pesawat jenis Boeing 777-300ER untuk Garuda dan enam pesawat Airbus A320 untuk Citilink.

TELE Akuisisi Saham Perdana Mulia Makmur

TELE melakukan pembelian saham PT Perdana Mulia Makmur senilai total Rp219,99 miliar. Pembelian tersebut adalah sebesar 35.999 saham atau 99,99%. Akuisisi ini telah dilakukan pada 2 Oktober 2013 lalu.

batapan Bayar Bunga Obligasi


batapan melakukan pembayaran tahap I atas bunga obligasi berkelanjutan II- 2013 seri A dan B senilai total Rp15,93 miliar pada 4 Oktober 2013. Bertindak sebagai wali amanat untuk obligasi ini adalah BNLI.

PGAS ekspansi bisnis ke sejumlah kawasan industri

PGAS terus melakukan ekspansi bisnis ke sejumlah kawasan industri baru di wilayah Jawa Timur, seperti Mojokerto, Jombang, Lamongan, Tuban dan Malang, untuk pemenuhan kebutuhan gas bumi. Hingga Agustus 2013, perseroan telah membangun infrastruktur pipa gas bumi sepanjang lebih dari 58 km ke sejumlah kawasan industri.

Arita Incar danang Rp63,25 Miliar

PT Arita Prima Indonesia Tbk mengincar perolehan danang sekitar Rp55 miliar -63,25 miliar dari IPO sebanyak-banyaknya 275 juta lembar saham atau 25,58% dari total modal disetor perseroan, dengan kisaran Rp200-230 per lembar saham. danang hasil IPO akan digunakan 75% untuk tambahan modal kerja dan 25% sisanya untuk pembayaran sebagian utang bunk jangka pendek. Perseroan menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai underwriter IPO.

BDMN Naikkan Bunga Kredit 50 Bps

BDMN naikkan suku bunga dasar kredit pada kisaran 50bps yang akan berlaku efektif pada awal Oktober 2013. Kenaikan tersebut sejalan dengan kenaikan BI rate. Bunga kredit korporasi menjadi 10,75% p.a dari 10,25% p.a; bunga kredit ritel menjadi 11,75% p.a dari 11,25% p.a; bunga kredit segmen menjadi 20,19% dari posisi 20,01%; bunga KPR menjadi 12% dan non-KPR menjadi 12,49%.

Asuransi Mitra Siap Melantai

IPO PT Asuransi Mitra Maparya ditargetkan akan dilaksanakan pada 4Q13 dengan incaran danang Rp250 miliar untuk ekspansi dan pembukaan cabang baru, dengan kisaran 15%-20% total saham. PT Kresna Graha Sekurindo ditunjuk perseroan sebagai underwriter untuk aksi korporasi ini.

MDLN Jual Rumah Paling Murah Rp 1,2 miliar di Tangerang

MDLN akhir 2013 akan membangun 1 kluster perumahan sebanyak 75 unit rumah di Kota Modern, Tangerang dengan total investasi Rp 120 miliar. Harga yang ditawarkan paling murah Rp 1,2 miliar.
 
Lautandhana Daily View 09 Oktober 2013

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat signifikan sebesar 1,3% di level 4.432,5 ditopang oleh aksi selective buy atas saham-saham sektoral perkebunan, financial dan aneka industry. Sementara itu saham-saham sektoral infrastruktur terkena aksi profit taking investor sehingga ditutup pada zona merah. Investor asing masih membukukan transaksi net sell senilai Rp 93 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 900 ke Rp 19.600, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 27.900, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 11.350, dan Nipress (NIPS) naik Rp 400 ke Rp 14.800; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 300 ke Rp 10.600, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 100 ke Rp 2.800, Bayan (BYAN) turun Rp 100 ke Rp 8.400, dan Nusantara Inti (UNIT) turun Rp 50 ke Rp 345.

Bursa AS dan Eropa dalam perdagangan semalam kembali masih ditutup terkoreksi signifikan seiring dengan masih berhentinya operasional Pemerintah AS akibat deadlock anggaran AS yang berpotensi mengakibatkan gagal bayar surat utang. Juru bicara Kepresidenan AS menginidikasikan bahwa Presiden Barack Obama segera mengangkat Wakil Gubernur The Fed, Janet Yallen sebagai Gubernur The Fed menggantikan Ben Bernanke yang disambut positif oleh pelaku pasar. Namun, hal ini tidak berdampak signifikan karena investor lebih berfokus pada jatuh tempo gagal bayar utang AS. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup melemah lebih dari 1% masing-masing berada di level 14.776,5; 1.655,5 dan 3.694,8 sedangkan indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masing-masing melemah sebesar 1,1% dan 0,7% untuk ditutup pada level 6.365,7 dan 2.903,4.

IHSG hari ini kami perkirakan bergerak fluktuatif cenderung terkoreksi dalam kisaran yang terbatas. Saham pilihan kami antara lain: KIJA, WIKA dan ADRO.

sumber
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.