• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[kumpulan artikel2 rohani..]

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. user.
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

user.

IndoForum Beginner A
No. Urut
13244
Sejak
26 Mar 2007
Pesan
1.165
Nilai reaksi
110
Poin
63
Terima Kasih Tuhan (renungan begitu beratnya kita ucapkan Terima kasih)
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga
dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga.

Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat.
Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama
dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan.
Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini
dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat
yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis
pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi
melalui koridor yang panjang
lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman.
Disini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim
ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.
Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras
karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan
dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi
hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut
dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku,hanya ada satu malaikat yang duduk disana,
hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih",
kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?",tanyaku. "
Menyedihkan" , Malaikat-ku menghela napas. "
Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta,
sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih".

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?"tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat.
"Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri",
tanyaku. Malaikat-ku menjawab,


"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es,
pakaian yang menutup tubuhmu
atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur,
maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

"Jika engkau memiliki uang di bunk, di dompetmu,dan uang-uang receh,
maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah
bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga....
"Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada
kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang
di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang,
kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang
amat sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika engkau dapat menghadiri Gereja atau pertemuan religius tanpa
ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian..
maka engkau lebih diberkati daripada 3 milyar orang di dunia.

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan.
maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

"jika engkau masih bisa mencintai ...
maka engkau termasuk orang yang besar,Karena cinta adalah berkat
Tuhan yang tidak didapat dari manapun

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,
maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan,engkau unik dibandingkan
semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat
ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir
bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau
lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan
tidak dapat membaca sama sekali".


Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan
kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-
teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa.diberkatinya kita semua.

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa,Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ".

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa
kemampuan membagi pesan ini dan memberikannya aku begitu banyak teman-
teman yang istimewa untuk saling berbagi".

JSU..>:D<:x

------------------------------------------------

Kapan Tuhan, Kapan?
Timing memainkan peranan penting dalam melatih kita untuk mempercayai Tuhan. Jika Dia memenuhi semua yang kita minta padaNya dengan segera, kita tidak akan pernah bertumbuh dan mengembangkan kemampuan kita untuk mempercayai Dia.

Saya seringkali ditantang sepanjang perjalanan hidup saya untuk mempercayai timing-nya Tuhan. Satu area yang sering saya gumuli adalah menunggu pertumbuhan pelayanan saya. Ada saat-saat dimana saya merasa yakin bahwa saya telah siap untuk pertumbuhan atau suatu perubahan, namun tidak terjadi apa-apa, dan saya menjadi bertanya-tanya. Saya yakin setiap kita pernah mengalami hal ini dalam hidup. Bahkan saya pikir setiap dari kita sangat perlu untuk terus bertumbuh dalam mempercayai timing-nya Tuhan. Karena sebagaimana biasanya kita lakukan, kita dapat saja menyimpan pertanyaan besar ini sendiri, “Kapan Tuhan, kapan?”

Saat anda dan saya mengalami masa-masa percobaan atau transisi, sering kita merasa tidak sabar dan bertanya-tanya apalagi yang Dia tunggu. Sesungguhnya yang terjadi adalah, kita memang tidak tahu apalagi yang Dia tunggu. Sangat sempurna jika kita bisa tahu, tapi kadang kita harus merasa nyaman walau kita tidak tahu. Satu hal yang saya pelajari sebagai orang Kristen adalah, kepercayaan dan iman memang menuntut kita untuk menerima keadaan bahwa beberapa pertanyaan akan tetap tidak terjawab. Saya harus berlatih untuk menempatkan timing saya di tanganNya, percaya bahwa Dia tidak hanya mengetahui jawaban-jawabannya, namun juga satu kebenaran bahwa timingNya selalu sempurna.

Saya menemukan bahwa mempercayai timing Tuhan seringkali berarti tidak mengetahui kapan atau bagaimana Tuhan akan melakukan sesuatu. Ketika kita bertambah lelah menunggu, dan menjadi kecewa atau patah semangat, kita harus memilih untuk tetap mempercayaiNya. Seiring dengan itu, kita juga harus berfokus pada kesetiaanNya dalam hidup kita, maka pelan-pelan kita akan melepaskan beban yang memang tidak seharusnya kita tanggung. Kemudian barulah kita dapat memasuki perhentianNya.

Sadarilah bahwa kepercayaan dan iman tidak diwariskan, namun dipelajari dan dilatih. Mempercayai timing-nya Tuhan adalah proses yang membutuhkan waktu. Lamanya waktu yang dibutuhkan tergantung pada rencana Tuhan dan seberapa baik kita bekerja sama dengan rencanaNya tersebut. Dia mempunyai waktu yang sempurna untuk segala hal dalam hidup kita, dan timingNya yang sempurna itu selalu aman. Dia tahu kapan kita siap untuk hal-hal yang telah Dia rencanakan dan persiapkan untuk hidup kita. Jika kita terus belajar untuk menghargai dan mempercayai Dia selama kita menunggu, Dia akan membuktikan bahwa Dia selalu setia dalam setiap situasi.

Semoga artikel ini akan memberi semangat pada anda untuk mempercayai Tuhan seperti Daud mempercayaiNya, yakin bahwa waktu-waktu atau masa-masa anda berada dalam genggaman tanganNya. Tuhan akan memberikan damai sejahteraNya kepada anda selagi anda terus belajar untuk berserah kepadaNya. Tuhan mendengar anda dan sedang bekerja untuk menjawab doa-doa anda. Selagi anda berharap dan menunggu timingNya yang sempurna, mimpi dan visi yang telah Dia berikan kepada anda akan dipenuhi sebagai bukti dari kasihNya yang besar kepada anda.

Sumber: joycemeyer


**klo ada yg mo kase artikel2 laennya taro disini ajah ya gals..:)..GBU>:D<
 
sebuah kursi kosong
Seorang gadis mengundang Pastor Paroki untuk datang ke rumahnya mendoakan ayahnya yang sedang sakit. Pada waktu pastor datang, ia mendapati seorang bapak tua yang sedang berbaring lemah di tempat tidur, dan sebuah kursi kosong di depannya. "Tentu anda telah menanti saya", kata si Pastor. "Tidak, siapakah anda?", tanya bapak itu. Pastorpun memperkenalkan diri dan berkata, "Saya melihat kursi kosong ini, saya kira Bapak sudah tahu kalau saya akan datang." "Oo, kursi itu," kata si Bapak, "Maukah anda menutup pintu kamar itu?" Sambil bertanya-tanya dalam hati, Pastorpun menutup pintu kamar.

"Saya mempunyai sebuah rahasia, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, bahkan putri tunggal sayapun tidak tahu," kata si Bapak. "Seumur hidupku saya tidak pernah tahu bagaimana caranya berdoa. Di gereja saya pernah mendengarkan kotbah Pastor tentang bagaimana caranya berdoa, tapi semuanya itu berlalu begitu saja dari kepala saya." "Semua cara sudah saya coba, tapi selalu gagal," lanjut si Bapak, "Sampai pada suatu hari, tepatnya 4 tahun yang lalu, seorang sahabat karib saya mengajari suatu cara yang amat sederhana untuk dapat bercakap-cakap dengan Yesus."

"Dia mengajari saya begini : duduklah di kursi, letakkan sebuah kursi kosong di depanmu, lalu bayangkan Yesus duduk di atas kursi tersebut. Ini bukan hantuNya lho, karena Ia telah berjanji "akan senantiasa besertamu", kemudian berbicaralah biasa seperti halnya kamu sedang bercakap-cakap dengan saya saat ini." "Sayapun mencoba cara yang diberikan teman saya itu, dan sayapun dapat menikmatinya. Setiap hari saya melakukannya sampai beberapa jam. Semuanya itu saya lakukan secara sembunyi-sembunyi, agar putri saya tidak menganggap saya gila kalau melihat saya bercakap-cakap dengan kursi kosong." Si Pastor sangat tersentuh akan cerita Bapak itu, dan memberi dorongan agar si Bapak tetap melanjutkan kebiasaan berdoa tersebut. Setelah berdoa bersama,dan memberinya Sakramen Perminyakan, Pastorpun pulang.

Dua hari kemudian, si gadis memberitahu Pastor kalau ayahnya telah meninggal tadi siang.
"Apakah ia meninggal dengan damai?" tanya si Pastor.
"Ya, waktu saya pamit untuk membeli beberapa keperluan ke toko siang itu, ayah memanggil saya dan mengatakan bahwa ia sangat mencintai saya, lalu mencium kedua pipi saya. Satu jam kemudian, pada waktu saya pulang dari berbelanja, saya mendapati ayah sudah meninggal."
"Tapi ada suatu kejadian yang aneh waktu ayah meninggal. Ia meninggal dalam posisi duduk diatas tempat tidur dengan kepala tersandar pada kursi kosong yang ada di sebelah tempat tidur. Bagaimana pendapat Pastor?"
Sambil mengusap air matanya, Pastorpun berkata, "Saya berharap kita semua kelak dapat meninggal dengan cara itu."

JSU>:D<
 
Bagus bener artikelnya, benar-benar menguatkan.
Saya juga dari dulu berpendapat bahwa mengucap terima kasih adalah hal yang paling penting karena hanya dengan itu kita menyadari bahwa segala sesuatu itu tidak datang dengan sendirinya, melainkan kita beroleh dari YANG MAHA PENGASIH dan yang kedua memohon ampunan juga.

Jesus memberkatimu user dan semua member indoforum yang membaca artikel ini.
 
thx bro...kiranya jg yg membaca artikel ini di berkati:x:x
 
title-masalah.jpg

Ella adalah gadis muda yang selalu mendapat perlakuan buruk dari saudara-saudara tirinya. Julukan yang disandangnya pun sama buruknya. Ia disapa Cinder-Ella, alias “Ella si Muka Abu,” (memang ada luka bakar di wajahnya akibat membersihkan perapian). Cinderella menjadi ejekan yang pas untuk luka dan kehinaannya.

Jelang malam nan sepi, di istana sedang menyiapkan pesta mewah. Ella mendapati ia tidak sendiri. Seorang peri dari dunia lain menghadiahkan sesuatu yang tidak ada tara. Ia diubahkan! Bajunya yang kotor diubah menjadi sutra. Sepatu usang menjadi sepatu kaca, berkilauan. Luka bakarnya diubah menjadi kulit beludru. Ia pun diantar ke istana dengan kereta kuda.

Di pesta, sang pangeran memilihnya untuk berdansa. Ella tersanjung, dan berharap malam itu tak akan berakhir. Namun di tengah lamunan, waktu berlalu dengan singkat, sampai tiba tengah malam. Saat itulah ia teringat akan pesan sang peri, untuk segera pulang. Ah… terlambat! Sambil berlari, ia kembali kepada kehidupannya yang lama. Luka dan semua yang lain. Namun sepatu ajaibnya tertinggal di depan istana.

Keesokan hari, berbekal petunjuk sepatu kaca yang tertinggal, sang pangeran mencari ke seantero wilayah kerajaan, sampai akhirnya ia menemukan gadis itu dan membawanya pulang untuk dijadikan isteri. Tibalah saat pernikahan yang megah dan dipenuhi banyak tamu undangan, berlanjut dengan bulan madu yang di dalamnya penuh hari-hari yang indah. Mereka hidup bersama dalam kebahagiaan.
Suatu dongeng yang akrab. Sebagaimana dongeng-dongeng lainnya, kita tidak perlu mempercayai kebenaran kisahnya. Seorang gadis yang terbuang dan sendirian, dalam sekejap hidupnya diubahkan oleh suatu kekuatan ajaib, memunculkan kecantikan sejati. Gadis itu benar-benar berubah! Dan hati sang pangeran pun ditarik kepadanya. Lahirlah cinta, meskipun sempat terpisah sejengkal waktu. Namun sang pangeran mencari sampai akhirnya menemukannya; dan memberinya pakaian baru yang tidak pernah dapat dikenakan oleh orang lain, lalu membawanya pulang untuk hidup bersama.

Mengapa kisah Cinderella tetap bertahan sepanjang masa? Mengapa kita seolah-olah begitu dekat dengan kisah kanak-kanak ini, sementara dongeng-dongeng lainnya banyak kita lupakan? Ya, karena kisah Cinderella lebih dari sekadar dongeng; kisah itu adalah dongengku, yaitu dongeng yang terjalin di dalam DNA kita, dongeng yang juga dibisikkan di sepanjang abad oleh Kitab Suci, yaitu kisah tentang Seorang Pangeran yang mencari mempelai pilihan-Nya. Dan perubahan yang kita alami sebagai mempelai wanita sungguh mengagumkan! Luka-luka kita di masa lalu lenyap; Sang Pangeran tidak menyayangkan diri-Nya sendiri. Akhir dari kisah ini jauh lebih indah dari yang dapat dibayangkan.

Suatu Kisah Penebusan
Cinderella adalah kisah kita: Kisah seorang wanita yang kehilangan kasih sejati dan menanggung sepi, atau kisah seorang pria yang sesudah 25 tahun berbakti, harus kehilangan karirnya dan tertolak, atau kisah seorang gadis yang harus kehilangan mimpi-mimpinya…

Kita tertulis ke dalam alur kisah Cinderella. Itulah sebabnya kisah ini terus diceritakan melalui literatur dan film-film sampai di zaman modern. Namun yang dimaksudkan adalah suatu kisah di dalam Alkitab, kisah yang senafas dengan dongeng Cinderella. Kisah ini adalah kisah nyata, dan jauh lebih tua usianya. Sebagai orang Kristen, kita pasti telah mendengarnya ribuan kali. Ya, kisah itu berjudul: Paskah. Paskah bercerita tentang kemanusiaan yang hancur, memar dan terluka oleh dosa, dan Seorang Pangeran yang sempurna, telah mengangkat semua aib, memberikan harapan ganti dukacita, dan kehidupan ganti kematian. Mengapa kisah luar biasa ini tak lagi menarik hati?

Untuk dapat memahami Paskah, dan masuk ke dalamnya, perlu mengalami kisahnya secara utuh. Kubur kosong tidak ada artinya tanpa salib, dan salib tidak ada artinya tanpa Taman Eden. :x:x

---------------------------------------------------------------------------

title-iman.jpg

Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.” Hosea 2:19

Kisah Hosea dan Gomer menyingkapkan kaitan antara murka Allah dan kasih-Nya.

Pernahkah memikirkan tentang “kontradiksi yang nyata” antara Allah Perjanjian Lama yang “penuh amarah” dan Tuhan Perjanjian Baru yang penuh kasih dan anugerah? Isu ini sudah lama digumuli oleh orang-orang percaya. Penghukuman Allah seolah bertentangan dengan karakter-Nya yang penuh kasih dan kerelaan berkorban sebagaimana diperlihatkan oleh Kristus. Terdapat kaitan yang erat antara kasih Allah dan murka-Nya, dan keduanya tidak bertentangan. Allah begitu terbakar dengan kegairahan yang murni untuk mengasihi umat-Nya yang adalah mempelai wanita-Nya. Dia pun memiliki kecemburuan yang sangat kuat. Dia meminta kasih kita diberikan sepenuhnya kepada-Nya.

PENGGAMBARAN YANG HIDUP
Kecemburuan Allah digambarkan dalam kehidupan nabi Hosea. Allah telah memilih suatu bangsa dan masuk ke dalam perjanjian nikah dengan bangsa itu. Dikatakan bangsa itu adalah biji mata-Nya, dan Dia telah bersumpah untuk menjadi segala sesuatu baginya. Namun Israel merasa tidak cukup dengan kasih Allah. Beberapa kali sesudah “bulan madu,” kekasih Yahweh ini membiarkan matanya berkelana. Dengan mudahnya Israel tertarik kepada sensualitas penyembahan berhala, dan memberikan dirinya tanpa rasa malu kepada dewa-dewa dari bangsa-bangsa yang jahat.
srael tidak mau terikat. Kekasihnya yang lain lebih memikat. Meski Tuhan terus mengejar dan merayunya, Israel tidak menanggapi. Sungguh, Israel telah membuat-Nya patah hati. Untuk mengungkapkan luka dan amarah yang Allah rasakan terhadap mempelai wanita-Nya yang suka berzinah ini, Allah menggerakkan Hosea untuk menikahi seorang perempuan sundal bernama Gomer. Hosea sangat mencintai wanita itu, sehingga dapat menggambarkan kasih Allah bagi Israel.

Suatu hari, Hosea terluka hatinya ketika menemukan isterinya tidak setia, malah memberikan dirinya kepada kekasih yang lain. Bahkan Gomer meninggalkannya. Hosea merasakan sengatan pengkhianatan yang tidak pernah ia alami sebelumnya. Pernikahan Hosea dengan Gomer memberikan gambaran tentang hubungan Yahweh dengan Israel. Sebagai sahabat karib sang mempelai pria, yakni Allah sendiri, Hosea lebih dari sekadar seorang utusan atau juru bicara. Sebagaimana nabi-nabi sebelumnya, ia sangat memahami perhatian Allah dan emosi-Nya yang kuat terhadap umat-Nya. Pernikahan dengan Gomer telah mengikatkan dirinya dengan kasih Allah terhadap mempelai wanita-Nya maupun dengan api cemburu-Nya.

“Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri, dan mendirikan pagar tembok mengurung dia, sehingga dia tidak dapat menemui jalannya. Dia akan mengejar para kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: Aku akan pulang kembali kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia daripada sekarang.” Hosea 2:5-6.

CEMBURU YANG KUDUS
Bila memahami kecemburuan Allah yang kudus ini, kita pun dapat memahami alasan amarah-Nya. Dia tidak pernah terluka sedemikan parah dan melampiaskan amarah sedemikian hebat, bila Dia tidak mengasihi umat-Nya. Alkitab banyak berbicara tentang kasih, belas kasihan, dan kebaikan Allah. Namun Allah juga digambarkan sebagai “api yang menghanguskan, Allah yang cemburu” (Ulangan 4:24).

Terdapat alasan sangat kuat bagaimana Allah yang sempurna dalam kasih terbakar oleh api cemburu. Kecemburuan-Nya itu tidak sama seperti manusia, yang seringkali didasari oleh ego untuk memuaskan diri sendiri. Kecemburuan manusia biasanya timbul dari keinginan untuk memiliki dan mengendalikan sepenuhnya pihak lain demi kepuasannya disertai tuntutan yang besar, namun sedikit kepedulian terhadap obyek cemburunya itu.

Sebaliknya, kecemburuan kudus menerangkan pribadi Allah, Dia memiliki gairah yang berkobar untuk memelihara persekutuan kasih yang bagi-Nya teramat berharga dan untuk memulihkan persekutuan itu dari kehancuran. Hal itulah yang menggerakkan-Nya kepada tindakan agresif melawan segala sesuatu yang berdiri menghalangi-Nya dari orang-orang yang Dia kasihi dan rindukan. Itulah motivasi di balik penghukuman yang Dia lakukan.

HUBUNGAN YANG DIPERBAHARUI
Allah akhirnya mendorong Hosea untuk memulihkan hubungan dengan Gomer. “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.” (3:1). Suatu gambaran yang sangat indah direncanakan Tuhan untuk dilakukan-Nya terhadap isteri-Nya yang tidak taat.

Tuhan telah memimpin Israel ke padang gurun penderitaan dan kesengsaraan agar Dia dapat menarik perhatian kembali dan berbicara ke dalam hatinya (Hosea 2:14). Tuhan merindukan suatu hubungan yang dipulihkan. Itulah sebabnya dengan sepenuh ketetapan hati, bak seekor singa muda, Dia memakai berbagai cara, bahkan penghukuman di dalam amarah-Nya yang kudus, sebagai jalan untuk menarik Israel kembali kepada diri-Nya (5:14-15). Allah menghendaki agar mempelai wanita-Nya itu melihat-Nya sebagai seorang mempelai pria yang cemburu dan penuh kasih, bukan sebagai “tuan” yang kasar dan bengis.

DENGAN MENUNJUKKAN DIRI-NYA SEBAGAI SUAMI YANG SETIA, ALLAH INGIN MEMENANGKAN HATI KITA DENGAN KASIH.
Bacaan ini merupakan suatu peringatan yang keras bagi gereja di zaman ini. Oleh karena kasih Tuhan yang penuh cemburu terhadap umat-Nya, Dia membebaskan kita dari upaya melayani-Nya atas dasar kewajiban atau ketakutan. Dengan menunjukkan diri-Nya sebagai suami yang setia, Allah ingin memenangkan hati kita dengan kasih. Dia ingin agar kita memanggil-Nya “Suamiku”, yang keluar dari kegairahan yang kudus dan utuh bagi Dia saja.

YESUS YANG MENGASIHI DAN CEMBURU ATAS KITA
Yesus mendambakan kasih dan pengabdian sepenuh hati, sebagaimana dikatakan Yakobus, “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, dengan cemburu merindukan kita untuk setia” (Yakobus 4:5, NIV). Yesus membayar harga teramat mahal untuk menebus kita. Itulah mengapa Dia tidak akan membiarkan pesaing apapun yang berupaya mencuri kasih kita kepada-Nya. Api kasih-Nya akan menghanguskan segala sesuatu yang berupaya mengancam hubungan dengan-Nya, dan membawa kita kepada kesadaran dan pertobatan sebagai tanggapan dari kecemburuan-Nya, sementara Dia terus-menerus mengingatkan akan segala musuh yang berupaya membujuk hati kita untuk menjauh dari-Nya dan menghancurkan kehidupan. Tuhan merindukan kasih dan kesetiaan sampai tidak ada lagi yang menarik hati kita selain diri-Nya.

JSU>:D<:x

--------------------------------------------------------------------------

title-keluarga.jpg

Mungkin Anda pernah berkata: “Aku baru saja berdoa supaya tetanggaku melihat aku mengantar anak-anak ke Sekolah Minggu, semuanya berpakaian rapi, supaya mereka tahu bahwa keluargaku adalah keluarga yang baik-baik.” Atau, “Teman-teman di kantor sudah tahu bahwa aku adalah orang Kristen, karena aku tidak ikut menonton sinetron saat istirahat siang.”

Yang menjadi masalah, banyak diantara kita berusaha terlalu keras untuk menjadi “baik” tetapi tidak membiarkan Kristus untuk bekerja di dalamnya. Keunggulan moral yang semu tidak akan membawa orang lain kepada Yesus. Meskipun ada orang yang sungguh-sungguh “sempurna di setiap jalannya,” hal itu tidak akan menarik orang lain untuk mengikutinya.
Apakah yang dipikirkan Yesus?

Ketika Dia berkata, “Kamu adalah terang dunia…Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”?
(Matius 5:14-16). Apakah Yesus sedang berbicara tentang kekudusan kita? Apakah yang dimaksud dengan terang itu?

Dalam kotbah itu, Yesus menjelaskan orang-orang yang menerima berkat di dalam kerajaan Bapa-Nya. Dia memakai gambaran yang mengejutkan ketika memulai pesan-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah… Berbahagialah orang yang berdukacita… Berbahagialah orang yang lemah lembut… Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran…”
(Matius 5:3-6).

Beberapa orang yang mendengarkan Yesus pasti menilai perkataan-Nya itu kontroversial, bahkan cenderung menyesatkan. Yesus sedang memberitahu bahwa Allah memberi upah kepada kemiskinan dan kelaparan rohani! Tentu penjelasan ini akan menjadi ganjalan bagi kaum agamawi yang bangga dengan amal ibadah. Bahkan bertentangan dengan pandangan tentang upah yang diperoleh melalui perbuatan baik.

Namun banyak juga orang dalam kerumunan itu yang tetap mendengarkan Yesus, dan tidak mau ketinggalan satu kata pun. Bagi mereka, pengajaran itu sungguh revolusioner, tidak seperti kotbah-kotbah biasa yang membenarkan diri. Pengajaran Yesus di luar dugaan. Yesus tidak berkata, “Peliharalah aturan-aturan, kancingi bajumu dengan baik, dan jangan biarkan orang lain melihat bak sampahmu.” Tidak!

Yesus berkata, “Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang.” Bila yang dimaksudkan-Nya adalah: “Jadilah sempurna. Jangan biarkan seorang pun melihat kelemahanmu,” maka Dia berkontradiksi dengan apa yang baru dikatakan sebagai kebenaran tentang kerajaan Allah.

Yesus menggarisbawahi suatu gambaran radikal dari orang-orang yang ada di hati Allah. Mereka secara rohani miskin, lemah dan tidak berdaya. Mereka tidak sampai ke tujuan mereka terjatuh di tengah perjalanan. Mereka tidak mempertontonkan kebaikan, melainkan dengan jujur mengakui bahwa mereka tidak dapat mencapainya. Juga tidak berusaha membuat orang lain terkesan dengan kebenaran yang dilakukan, tetapi berusaha untuk menemukan kebenaran itu.

Seandainya Yesus berkata, “Hendaklah cahaya kesempurnaanmu bersinar supaya semua orang melihatnya!” apakah artinya itu? Itu tidak akan berarti apa-apa, dan tidak akan menghasilkan apa-apa.

Jadi, apakah terang itu?
“Hanya perlu satu percikan kecil untuk membuat api menyala. Dan segera sekelilingnya akan menjadi hangat oleh cahayanya.” Renungkanlah sebaris puisi di atas. Bila cahaya itu muncul, ia akan menolong orang yang ada di tempat yang gelap, dan memberikan harapan yang sebelumnya tak pernah diharapkan. Bila cahaya itu muncul, ia akan memberikan daya tarik. Membiarkan terang kita bercahaya, artinya hidup dalam anugerah. Dan anugerah adalah berkat yang diterima dari tangan Allah ketika kita miskin dalam roh, lemah, lapar dan haus, serta berdukacita.

Pekerjaan yang baik dapat saja dilakukan dengan kesombongan, dan kebenaran diri tidak akan menarik hati orang, malah akan menjauhkannya dari orang-orang yang tidak memiliki cahaya, atau yang tidak dapat menghasilkannya sendiri dan tidak tahu di mana mendapatkannya.

Ambil contoh Rudi. Ia adalah seorang penyanyi terkenal dengan suara yang merdu. Suatu ketika ia menawarkan diri untuk bernyanyi di dalam sebuah ibadah. Talentanya memang luar biasa, namun sikap dan perkataannya saat berdiri di depan, seolah-olah hendak menjelaskan: “Sudah sewajarnya kalian semua bersyukur karena dapat mendengarkan saya bernyanyi hari ini.”

Lain halnya dengan Maria. Ia bukan tipe orang yang suka tampil di depan umum. Kesukaannya adalah himne-himne tua dan lagu-lagu yang mengutip firman. Ia tidak keberatan ketika diminta ikut menyumbangkan suara. Ia bukanlah vokalis terkenal, namun ketika ia bernyanyi, “Burung pipit dipelihara-Nya,” semua orang tersentuh mendengarkannya.

Terang Itu Menyingkapkan
Terang itu menyingkapkan kebenaran di dalam perbuatan kita. Matius 5:16 berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” Terang itu sendiri bukanlah perbuatan baik, tetapi terang itu mengekspos asal dari pejrbuatan baik itu. Terang itu menunjuk secara langsung kepada kebaikan di dalam diri kita, dan seolah-olah berkata, “Itu bukan dari kekuatanku sendiri.”
Bila kita menjadi pusat dan mendorong orang lain untuk mengetahui bahwa kita adalah orang benar, sebenarnya kita sedang mengatakan dusta besar. Alkitab berkata, “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” (Roma 3:10). Yang merusak dan menghancurkan kesaksian kita adalah prasangka sendiri bahwa kita layak menerimanya. Sebaliknya, Yesus berkata bahwa bila kita membiarkan terang itu menyingkapkan perbuatan kita, Bapalah yang akan mendapatkan pujian. Mengapa? Karena akan nampak terang yang sesungguhnya, yaitu terang Allah.

Terang dari Allah tidak akan mengangkat perbuatan kita sebagai yang utama untuk mendapat pujian. Melainkan, terang anugerah itu akan menyingkapkan bahwa “Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13).

Bagaimana Terang Itu Bekerja?
Perhatikanlah tips sederhana berikut ini agar terang dari dalam diri kita dapat bercahaya:

*
Jangan bersembunyi atau menyangkali masalah, melainkan mengakuinya Lakukan perbaikan bila diperlukan.
*
Saat dalam kekurangan, bersedialah menerima bantuan, bahkan dari orang yang belum percaya.
*
Bila sesuatu yang buruk terjadi, biarkanlah pengalaman menunjukkan kelemahan Anda, dan arahkanlah diri kepada Yesus sebagai sumber pertolongan.
*
Bila orang lain memerhatikan hal-hal baik di dalam diri, berikanlah penghargaan sepantasnya. Dan dengan kerendahan hati, bawalah orang itu kepada iman di dalam Kristus.

Hendaklah Terangmu Bercahaya
Anda bukanlah terang itu, begitu pula perbuatan baik. Yesuslah terang itu. Anda tidak perlu takut membiarkan cahaya-Nya bersinar, supaya orang lain dapat melihat bagaimana Allah bekerja di dalam kehidupan, dalam ketidaksempurnaan. Jadilah realistis, dengan memberi kepada orang lain lebih banyak jendela ke dalam cahaya-Nya; dan Anda pun akan dibuat semakin menyerupai Dia.

JSU..always>:D<:x
 
Memandang Muka

Ketika anda ingin melamar sebuah pekerjaan disebuah perusahaan, penampilan anda sangatlah mempengaruhi, kemungkinan anda diterima atau tidak di perusahaan tersebut. Tetapi seringkali penampilan seseorang tidak sesuai dengan kepribadiannya yang sebenarnya. Ada banyak orang yang hidup bersandiwara, berpura-pura kaya padahal hidupnya pas-pasan. Berpura-pura pintar padahal tidak tahu apa-apa. Bahkan tidak sedikit yang berpura-pura sebagai hamba Tuhan, padahal hamba iblis.

Banyak sekali manusia yang tertipu akan hal itu, dikarenakan manusia melihat apa yang terlihat oleh penglihatannya. Manusia cenderung memandang muka, artinya memberikan perhatian khusus terhadap seseorang tertentu karena kekayaan, busana, kecantikan, kedudukan, kepintaran, jabatan gelar, dll. Itu sebabnya tidak sedikit diantara anda yang kecewa, tertipu, dibohongi dan salah menilai seseorang.

Manusia memandang apa yang didepan mata, Tetapi Allah tidak. Ia tidak pernah memandang seseorang dari penampilan lahiriah, tetapi Allah memandang dari hatinya ( 1 Samuel 16:7). Oleh sebab itu apabila anda menganggap diri anda hidup dalam ibadah, tetapi hati anda tidak terpaut pada-Nya maka itu tidak berkenan bagi Allah.

Allah tidak bisa dikelabui oleh perbuatan-perbuatan lahiriah anda, ketika Ia hendak memberkati anda. Siapapun anda orang mampu atau tidak mampu ia sangat ingin memberkati anda. Bahkan ketika Tuhan Yesus mati diatas kayu salib, Ia ingin setiap orang diampuni sehingga menerima keselamatan.

TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, Ia tidak pernah memandang muka atau secara lahiriah.

Mari berdoa minta ampun, bila selama ini anda menilai seseorang dari penampilannya, mintalah hikmat dan karunia dari Roh Kudus sehingga anda dapat menilai seseorang sesuai pimpinan Tuhan. Doakan juga orang-orang disekitar anda yang secara lahiriah melakukan hal-hal rohani tetapi hatinya tidak terpaut pada Allah.

{sumber : milist}
 
[Artikel] WASPADA ! BERITA PERTOBATAN



Dalam beberapa bulan terakhir ini, di dalam kegiatan pelayanan kami, tidak jarang kami menerima berita, baik langsung maupun melalui email tentang adanya beberapa tokoh agama (bukan kristen) yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya, atau seseorang yang sangat terkenal di dunia hitam (Indonesia) bertobat.

Pada awalnya berita - berita ini kami anggap biasa saja. Namun karena semakin sering kami terima dan datangnya dari orang yang berbeda, maka berita ini kami anggap tidak dapat dipandang sebelah mata lagi sebagai berita biasa - biasa saja. Bukan karena berita tersebut benar adanya, tetapi betapa informasi ini telah tersebar begitu luas dan memiliki potensi untuk menciptakan hal yang buruk bagi kehidupan beragama, baik bagi kristen maupun agama lain (yang tokohnya disebut menerima Yesus).

Mari kita renungkan masalah ini dari sudut pandang Alkitab.

Kita semua tahu bahwa masing - masing agama mempunyai konsepnya sendiri tentang keselamatan masuk sorga, dan kita harus menghargai perbedaan itu. Oleh karenanya, dengan menyadari akan perbedaan tersebut, maka apa yang kita (kristen) anggap benar, belum tentu bagi yang lain dianggap benar. Sehingga pertobatan (baca: terima Yesus sebagai Juruselamat) dari tokoh agama lain tersebut bisa diartikan berbeda - beda oleh pemeluk agama dari tokoh tersebut berasal. Dan dari pendapat yang berbeda tersebut menurut kami akan lebih banyak yang tidak menyenangi peristiwa itu.

Secara sederhana, kami sempat berpikir, tidakkah teori ini sedang digunakan oleh para provokator untuk mulai membuat celah perpecahan antar umat beragama ? Yaitu menimbulkan sentimen ketidaksenangan dari agama tertentu karena tokohnya menerima kebenaran agama lain. Tidakkah para provokator tersebut sedang menggelindingkan sebuah bola es, yang diharapkan semakin lama semakin membesar dan kemudian oleh perselisihan sederhana meledak menjadi pertikaian berkepanjangan ?

Saudara - saudaraku yang kekasih dalam Tuhan Yesus Kristus, apa yang ingin kami sampaikan adalah, waspadalah! Karena sesungguhnya apa yang sedang disebarluaskan yaitu adanya tokoh - tokoh tertentu menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat bukanlah berita hebat atau istimewa yang perlu kita respon dengan turut meneruskannya secara bergelombang kepada rekan, sahabat atau keluarga kita. Mengapa ?

Mari kita mulai dari firman Tuhan berikut ini :

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma - cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." (Roma 3:23-24)

Firman Tuhan di atas jelas mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa. Jadi kalau demikian, apa bedanya seorang terkenal atau tokoh bertobat dibandingkan saya dan saudara ? Bukankah di mata Allah kita semua sama derajatnya? Kalaupun ada perbedaannya, itu adalah soal Mahkota yang kaitannya adalah dengan perjuangan rohani kita setelah bertobat tersebut (Mahkota Kebenaran (II Timotius 4:7-8); Mahkota Kehidupan (Yakobus 1:12); Mahkota Kemuliaan (1 Petrus 5:2-4)).

Jadi kita tahu sekarang bahwa pertobatan seseorang, apapun latar belakang/ status sosialnya, menurut iman percaya kristen adalah suatu keharusan dan melalui penebusan Yesus Kristus, sehingga memberitakan pertobatan seorang tokoh agama lain, apalagi tokoh dunia hitam, seolah - olah sudah terjadi kemenangan besar atau peristiwa besar adalah tidak bijaksana, karena pertobatan itu bukanlah hasil usahanya tetapi oleh karena anugerah ALLAH. (RYT)

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9).


Maju terus dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati saudara dan seisi rumah, amin.

-------------------------------------------------------------------------------


[Artikel] MENGAPA MEMBACA ALKITAB ?



Oleh : J. Karuniadi

Alkitab adalah sebuah buku yang unik sekali. Tercatat sebagai buku yang terlaris di dunia, tetapi pembacanya tidak sebanyak pembelinya.

Alkitab hanya terdiri dari satu buku yang tersendiri, tetapi isinya bagaikan perpustakaan yang mencakup sejarah, hukum, puisi, cerpen, drama, nubuat, surat, berita, dsb.

Pengarang Alkitab adalah Allah sendiri, tetapi ditulis oleh orang - orang yang hidup pada zaman yang berbeda dan di tempat yang berbeda pula, namun isinya terpadu dan berkaitan satu sama lain.

Alkitab bagaikan sebuah cermin ajaib. Orang yang membacanya dapat memandang wajah Allah yang mulia di dalamnya, tetapi juga dirinya sendiri yang hina dina.

Alkitab dapat melunakkan hati manusia yang keras, tetapi juga dapat mengeraskan kepala orang yang angkuh.

Para ahli - ahli bahasa mungkin dapat membaca Alkitab dalam bahasa aslinya, tetapi belum tentu dapat mengerti isinya. Namun, orang yang rendah pendidikannya dapat menyerap sarinya.

Alkitab menjadi berkat bagi orang-orang yang rendah hati, tetapi batu sandungan bagi orang-orang yang sok tahu.

Alkitab terbuka bagi orang-orang yang tulus hatinya, tetapi tertutup rapat bagi orang - orang yang berniat jahat.

Alkitab adalah air sejuk yang menyegarkan bagi orang yang dahaga jiwanya, tetapi pedang bermata dua yang memorak-porandakan bagi orang yang keji hatinya.

Tujuan tulisan ini ialah mengajak orang - orang Kristen untuk suka membaca Alkitab. Sebab betapa bahagianya orang Yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN (Alkitab), dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
(Mazmur 1:2-3).

Maju terus dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati saudara dan seisi rumah, amin.

Teriring salam dan doa,

JSU:x>:D<
 
PENTINGNYA KITA MENGAMPUNI

Dari manakah seseorang memiliki kemampuan untuk mengampuni?
Sebagian orang berpikir bahwa kemampuan mengampuni adalah sesuatu yang harus diproses dari dalam diri, yang lain berpendapat bahwa setiap orang harus mengupayakan hal tersebut karena firman Allah mengatakan demikian, bahkan tidak sedikit yang menjadikan tindakan mengampuni itu sebagai ujian ketaatan atau ujian iman. Semua itu tampak benar. Tapi ketahuilah bahwa sesungguhnya seseorang hanya akan mampu mengampuni sesamanya apabila Roh Kudus ada bersama-sama dirinya, jadi bukanlah hasil usaha diri sendiri, dan mengampuni itu bukanlah materi untuk ujian iman.

Pengampunan itu adalah karya Roh Kudus! Karena Roh Kudus (Matius 3:16-17) Yesus dapat berkata "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.". Jadi sekali lagi hanya orang-orang yang memiliki Roh Kuduslah yang akan mampu mengampuni secara tulus. Ini adalah sebuah peringatan bagi kita yang sering mengatakan hidupku dipimpin Roh Kudus, sebab bila kita masih tidak dapat mengampuni sesama kita, maka itu artinya Roh Kudus sesungguhnya tidak ada dalam hidup kita. Hal tersebut ditegaskan antara lain melalui firman Allah berikut : "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25). Mengapa Allah memberikan persyaratan demikian?, yaitu kita harus mengampuni dahulu sebelum berdoa ? Ya, karena Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:24) dan dalam hal ini seseorang yang mau mengampuni dengan tuluslah yang memiliki Roh Kudus itu dalam hidupnya, sehingga dia menjadi layak untuk datang berkata-kata kepada Allah Bapa.

Selanjutnya, mengapa PENTING KITA MENGAMPUNI, adalah karena setiap orang yang berbuat salah kepada kita, mereka tidak menyadari hukuman yang akan mereka terima akibat perbuatannya; Hidup mereka gelap dan penuh hawa nafsu, mereka hanya tahu apa yang mereka perbuat salah, tetapi mereka tidak tahu hukuman Allah yang akan melanda hidup mereka yang menyakiti anak-anak Allah.
Ketika Yesus disalib, apakah orang-orang yang menyalib Yesus itu adalah orang-orang yang tidak tahu perbuatannya ? Tentu setiap mereka tahu akan apa yang mereka perbuat, karena perbuatan itu adalah kehendak hati mereka sendiri, lalu kenapa Yesus masih berkata "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34).

Yesus berkata demikian karena Ia begitu mengasihi manusia. Yesus tahu betapa mereka yang menyalibkan-Nya tidak sadar betapa beratnya hukuman yang akan mereka terima akibat perbuatannya itu, itulah sebabnya Yesus memohon kepada Bapa untuk mengampuni mereka agar mereka boleh diluputkan dari murka Allah.

Maka demikian pula dengan kita. Sudah seharusnya kitapun sebagai anak-anak Allah mau mengampuni dengan tulus setiap kesalahan sesama kita, betapapun sakitnya perbuatan mereka terhadap hidup kita, sebab selain mengampuni adalah ciri orang percaya yang dipimpin Roh Kudus, mengampuni juga akan menyelamatkan sesama kita dari penghukuman Allah. Berbelas kasihanlah kepada mereka yang menyakiti kita, sebab mereka tidak tahu bahwa bila murka Allah turun atas mereka, hal itu akan sangat menyakitkan.

"Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga,
yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik
dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar."
(Matius 5:43-45)


Maju terus dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati saudara dan seisi rumah, amin.:x:x

..........................................................................................................................

BAGAIMANA DOSA DIAMPUNI
~ Kekuatan Melawan Dosa ~

Tinggal di dalam dosa adalah tindakan bodoh, "Sebab upah dosa ialah maut" (Roma 6:23a) demikian firman Tuhan.

Semua agama mengajarkan manusia hidup benar, tetapi karena dosa, tidak satupun manusia dapat hidup dalam kebenaran. Allah berfirman bahwa semua orang telah berbuat DOSA (Roma 3:23). Maka agar manusia dapat hidup dalam kebenaran, manusia harus membereskan dosa-dosanya.
Dalam hal mendapatkan pengampunan dosa, semua manusia di dunia ini, apapun kepercayaannya, apakah kepercayaan moderen, kepercayaan animisme, dinamisme, orang atheis, atau kepercayaan nenek moyang apapun, percaya bahwa ada "oknum" pencipta manusia yang berkuasa memberikan pengampunan dosa itu. Tapi walaupun telah percaya akan hal itu, manusia masih saja memiliki dilema dalam mendapatkan pengampunan dosa. Itulah sebabnya masih ada banyak manusia yang menciptakan cara-cara tertentu dalam mendapatkan pengampunan dosa, yang bahkan kadang dilakukan dengan cara-cara yang membahayakan dirinya sendiri. Mengapa ?

Karena manusia tidak sadar atau tidak mengerti bahwa dalam hal pengampunan dosa, pencipta adalah pemilik otoritas tunggal; Dan dalam hal proses untuk mendapatkan pengampunan dosa pencipta pula yang menentukan bagaimana cara manusia mendapatkan pengampunan dosa itu.

Jadi pengampunan dosa akan menjadi sempurna dalam kehidupan seseorang hanya apabila manusia menyadari kedua hal tersebut di atas; Dengan kata lain pengampunan dosa harus dimulai dari mengenal dengan betul sang pencipta manusia dan melakukan dengan benar petunjuk sang pencipta dalam mendapatkan pengampunan dosa.

Sebagai umat kristiani, kita bersyukur bahwa kita mengenal sang pencipta kita, karena DIA telah memperkenalkan dirinya melalui YESUS KRISTUS; Dan sang penciptapun telah menyampaikan dengan sangat jelas cara yang Dia kehendaki agar manusia dapat diampuni dosanya dan memperoleh keselamatan.

Kejadian 1:26-27, adalah awal Allah memperkenalkan pribadi-Nya dan menjelaskan asal mula manusia, firman Allah pada ayat ini menjelaskan manusia diciptakan oleh Allah dan manusia mengenal penciptanya sebagai Allah :

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Dengan pernyataan firman Allah tersebut di atas kita menjadi tahu siapa diri kita dan mengenal siapa yang menciptakan kita.

Selanjutnya, Allah menentukan dan memberikan petunjuk kepada kita bagaimana mendapatkan pengampunan dosa, dan itu disampaikan-Nya dengan jelas, langsung dan apa adanya sehingga umat-Nya dapat mengerti secara jelas :

Allah berfirman : "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah." (Yohanes 3:16-18). "Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya." (Roma 3:25a). "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:12).

Jadi kita tidak dapat mengatakan bahwa hidup baik atau berbuat baik dapat menyelamatkan kita, karena manusia sudah berdosa sejak Adam jatuh dalam dosa dan karena dosa manusia menjadi tidak sempurna, dan yang tidak sempurna tidak mungkin dapat mendatangkan kebaikan dan kesempurnaan bagi dirinya sendiri. Hanya yang sempurna (YESUS) yang mampu memberikan kebaikan dan kesempurnaan bagi segenap umat manusia (II Timotius 1:9). Hal ini menjelaskan bahwa keselamatan memang tidak dapat diusahakan atau ditentukan oleh manusia; Maka manusia harus melakukan kehendak Allah yaitu melalui Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan yang ditentukan oleh Allah (Efesus 1:7-8). Setiap orang yang ingin dosanya diampuni dan ingin hidup dalam kebenaran harus percaya kepada Yesus Kristus; Maka sebesar apapun dosanya pasti akan diampuni, firman-Nya : "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18). Jadi jangan lagi ragu dan bertanya apakah dosa saya sudah diampuni ? Apakah dosa saya dapat diampuni ? Jangan sekalipun berpikir demikian, karena Allah tidak akan pernah mengingkari (janji) firman-Nya sendiri, jikalau kita sudah melakukan kehendak-Nya maka pasti kita diampuni dan memperoleh apa yang dijanjikan-Nya.

Melalui firman-Nya yang jelas, langsung dan apa adanya kita telah mengenal pencipta kita, jangan palingkan wajah kita daripada-Nya, kita juga telah tahu jalan keselamatan yang Allah tentukan juga melalui firman yang disampaikan-Nya dengan jelas, langsung dan apa adanya, maka jangan berbalik dari jalan itu, tetapi ambillah jalan itu; Karena setiap orang yang percaya kepada-Nya dan mau menerima anugerah keselamatan yang diberikan-Nya akan diselamatkan (Roma 5:8-9); Dan bukan itu saja tetapi kepadanya juga akan diberikan kekuatan baru, kekuatan sempurna yang daripada-Nya, yaitu Roh Kudus yang akan menjadikan diri kita mampu untuk melawan DOSA (Yohanes 14:16-17). Setiap orang yang mengenal Yesus dengan benar dan menerima Dia dengan sungguh-sungguh sebagai juruselamat serta taat pada kebenaran yang difirmankan-Nya pasti tidak akan dikalahkan oleh DOSA (Roma 8:1-2).

"Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah
dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri,
maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah." (Roma 10:3)



"Hari sudah jauh malam, telah hampir siang.
Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan
dan mengenakan perlengkapan senjata terang!" (Roma 13:12)


JSU>:D<
 
DOA

Ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil tu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri. Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak
berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup
memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,”Ya, aku siap!”. Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo..ayo… cepat..cepat, maju..maju”, begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia
berucap, ;dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih.”

Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Mark terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark. Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. “Aku, hanya bermohon pada Tuhan supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk- tangan yang memenuhi ruangan.Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.

Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua.
 
Life is Wonderful if You Know How to Live

Gw lagi selingkuh neh. Gw pacaran ma cewe A tapi backstreet. Trus di tengah jalan gw ketema ma cewe B kemudian jatuh cinta juga ma dia. Trus gw harus gimana dong ? Gw tau kebenaran Firman Tuhan bilang apa soal selingkuh ... but, ini susah banget dilepasin."

"Kenapa sie gw ga dapet pacar-pacar mulu ? Padahal gw udah doa ampek puasa, udah usaha nyari di tempat yang bener, udah ini, udah itu ... tapi kok ga dapet-dapet sie ? Apa gw emang ditakdirin jomblo seumur hidup ma God ya ?"

"Heran deh gw udah kerja 3 taon kok nasif gw ga berubah-ubah sie. Tetep aja jadi kacung. Ga sukses-sukses. Tuhan ga adil ma gw ..."

"Gw udah doa kok ma God buat masalah itu. Tapi karena nungguin jawabannya lama ... makane ga sabar gw ... tak tinggal deh ..."

Pernah denger kan petikan kalimat-kalimat yang gw cuplik di atas itu tadi ? Atau, mungkin saat ini kita justru berdiri di pihak orang yang mengatakan hal-hal tersebut di atas ?

Ga munafik ... dulu, gw juga pernah menjadi bagian dari orang-orang aneh yang bisanya merengek and menodong God dengan rentetan tuntutan yang harus Dia jadikan khusus buat gw. Ga jarang juga gw ngambek ma God karena Dia ga peka juga ma keinginan gw ?

Well, tapi itu dulu ... Yah, sekarang mah kadang-kadang juga masih sering kumat hehehe (kidding ). Any way ... kenapa kita semakin dewasa kadang justru bertindak seperti bayi ya ? Semakin dewasa secara fisik, terkadang polah tingkah kita justru menunjukkan kemunduran daripada saat kita remaja atau bahkan anak-anak.

Ukuran kedewasaan rohani memang tidak bisa diukur dengan seberapa tua umur kita dan juga seberapa lama kita udah menjadi orang Kristen. Orang Kristen sejak lahirpun terkadang ga ngerti apa maksud Alkitab dibandingkan mereka yang menjadi Kristen karena mualaf.

Kekuwatiran hidup, menjadi sebab utama kenapa manusia menjadi kerdil imannya. Betapa God ga ketawa denger kalimat-kalimat konyol di atas ya ?

Kalo ditelusuri, memang cara hidup manusia sendiri yang sering membuat dia ribet. Pikiran manusia yang terbelit-belit sehingga menjadikan dia tiba-tiba berada dalam sebuah padang gurun selama 40 tahun persis seperti bangsa Israel.

Ada seorang temen yang pernah bilang ke gw begini, "Life is wonderful if you know how to live." Saat denger itu, gw emang lagi mengembara di padang gurun dan berputar-putar. Jadi gw bingung dengan kalimat itu. Hingga akhirnya melontarkan kalimat balasan dengan entengnya, "Ahhh, yang bener sie ... life is very very very difficult !".

Tapi begitu gw berhasil keluar dari padang gurun gw ... well, emang ... terkadang penyelesaian dari masalah kita itu sebegitu gampangnya. Begitu mudah, and terkadang ada di depan mata kita. Jika seandainya gw lebih pinter dikit saat masuk ke padang gurun kemarin, pastinya gw ga perlu mengembara ngabisin waktu disana sampek kulit gw gosong terbakar matahari semua. Yah, itulah kenapa temen gw bisa bilang dengan enteng, "Life is wonderful if you know how to live."

Hidup itu mudah kok ! Teramat sangat mudah. Jika kita tau rahasianya tentunya ... Kunci dari kehidupan di dunia ini ada di tangan Si Pencipta hidup itu sendiri. Tapi terkadang, kita ga cukup iman untuk melihat kunci itu. Kita ga cukup kepercayaan kalo Dia aja udah cukup untuk menyelesaikan masalah kita sehingga kita sering kali membantu God dengan tenaga kita yang terbatas !

Kita hebat bukan ? Bisa membantu Allah gitu loh ...

Mungkin itu pikiran kita. Kita merasa berhak dan sangat pandai untuk mengatur ini itu dalam hidup kita, sehingga itu membuatnya tampak begitu berantakan ! Percaya deh, yang bisa menghancurkan hidup kita itu sebenarnya bukan Iblis. Lho kok ? Tapi yang bisa menghancurkan hidup kita itu adalah DIRI KITA SENDIRI. Allah ga mungkin menghancurkan hidup kita, karena Dia begitu mengasihi kita. Iblis, juga ga punya kuasa apapun untuk menghancurkan hidup kita. Tapi, kita dengan segala prinsip dan juga ke sok pintaran kita ... teramat sangat bisa melakukannya.

Kadang, kita dengan bangga menuduh si Iblis dan mengkambing hitamkan dia atas segala kehancuran yang terjadi dalam hidup kita. Tapi apa kita sadar bahwa meskipun Iblis bisa mengubah situasi di sekeliling kita sehingga membuat kita terpojok dan terdakwa ... kita masih punya kesempatan untuk tidak memilih menghancurkan hidup kita sesuai dengan bujukan Iblis itu dan tetap percaya kepada Tuhan ?

"Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." (Ayub 1:9-11)

Siapa di dunia ini yang pernah mengalami penderitaan seperti yang pernah di derita oleh Ayub ? Dia kehilangan seluruh harta bendanya (Ayub 1:15-17), kehilangan nyawa anak-anaknya (Ayub 1:19), terkena barah busuk dari telapak tangan sampai ke kepalanya ( Ayub 2:7), dikutuki oleh istrinya sendiri (Ayub 2:10), dihina oleh teman-temannya (Ayub 18:2-4) ...

Ayub punya 1001 alasan untuk murtad dari God saat itu. Ayub punya 1001 dalih untuk kecewa atas hidupnya. Tapi dia memilih tetap berpegang teguh di dalam Dia. Dan Alkitab mencatat, dalam kesemuanya itu Ayub sama sekali tidak berdosa !

Bisakah kita mempercayakan masa depan kita kepada Allah 100 % seperti Ayub mempercayakan seluruh tubuh dan barang yang dimilikinya kepada Tuhannya ? Tuhan yang Ayub sembah adalah Tuhan yang sama seperti yang kita sembah. Jika Dia bisa melakukan banyak hal kepada Ayub, kenapa Dia yang sama tidak bisa melakukan banyak hal kepada kita ? Dan kenapa kita tidak bisa mempercayakan hubungan kita, jodoh kita, pekerjaan kita, kehidupan dan juga doa-doa kita kepada Dia ?

Tenang aja, Dia ga kurang panjang untuk menolong kita dan ga kurang peka mendengar teriakan kita minta tolong kok (baca merengek-rengek).

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:1-2).

SEDERHANA. Kita tau persis bahwa Allah kita tau apa yang terbaik buat kita. Kebingungan kita terhadap sesuatu hal tidak akan pernah menambah 1 centimeter dari hidup kita. Justru semakin kita bingung, kita panik, kita semakin jauh and ga bisa ngliat jelas apa yang sudah Dia rencanakan buat kita ... and hasilnya kita tersesat di padang gurun.

Kita tau betul bahwa jodoh, uang, kedudukan dan juga ketenaran itu ada di tangan Dia.

Kebingungan kita akan siapa pasangan kita di depan nanti, ga akan membuat kita langsung ketemu miss or mr. charming di esok hari saat bangun tidur kan ?

Kepanikan kita saat ga ada duit, ga akan membuat kita tiba-tiba menemukan gunung emas di depan pintu rumah kan ?

Kekuwatiran kita akan anak-anak dan keluarga kita ga akan membuat kita bisa tidur nyenyak di tengah malam buta kan ?

Keinginan kita untuk terkenal ga akan bisa membuat kita bisa menaklukkan dunia dengan sekali tepuk tangan bukan ?

Itulah banyak alasan kenapa begitu banyak orang bodoh di dunia ini yang bisa mengeluh soal hidup. Mereka ga tau bagaimana caranya hidup sie ?

Padahal caranya hidup hanya simple : percayai Dia dalam segala hal ! Ingat sekali lagi : masa depan kita ada di tangan kita. Tuhan memberi kita free will untuk digunakan dengan bijaksana. Iblis ga punya cukup kuasa untuk menghancurkan kita jika kita tidak menghendaki dan mengizinkan dia campur tangan dalam setiap keputusan yang kita buat atas hidup ini. Begitu juga dengan Tuhan. Jika kita mempercayai-Nya dan memberi-Nya kendali atas hidup kita 100 %, maka Dia yang akan melakukan segalanya buat kita dan kita tinggal tersenyum menikmati setiap detik bersama God !
 
Berkorban itu indah

Musim hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga di mana-mana pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin.

"Apa kabar daun hijau!!!" katanya. Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang.

"Oo, kamu ulat. Badanmu kelihatan kecil dan kurus, mengapa?" tanya daun hijau.

"Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku. Bisakah engkau membantuku sobat?" kata ulat kecil.

"Tentu ... tentu ... mendekatlah ke mari."

Daun hijau berpikir, jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku akan kelihatan belobang-lobang, tapi tak apalah.

Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlobang di sana sini, namun ia bahagia bisa melakukan bagi ulat kecil yang lapar.

Tidak lama berselang ketika musim panas datang, daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ke tanah, disapu orang dan dibakar.

Apa yang terlalu berarti di dalam hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama? Toh akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau yang baik mewakili orang-orang yang masih mempunyai "hati" bagi sesamanya. Yang tidak menutup mata ketika melihat sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah-olah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri. Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak mudah, tetapi indah.

Ketika berkorban, diri kita sendiri menjadi seperti daun yang berlobang, namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap hijau, Allah akan tetap memberkati dan memelihara kita.

Bagi "daun hijau", berkorban merupakan satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai daun hijau. Suatu hari ia akan kering dan jatuh.

Demikianlah hidup kita, hidup ini hanya sementara kemudian kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan baik: kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan hati.

Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membawa sukacita tersendiri bagi anda. Dalam banyak hal kita bisa berkorban.

Mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yang bisa dilakukan. Jangan lupa bahwa kita pernah menerima pengorbanan yang tiada taranya dari Yesus hingga kita bisa diselamatkan seperti sekarang ini.
 
Ciuman seorang anak

Dulu ada seorang gadis kecil bernama Cindy. Ayah Cindy bekerja enam hari dalam seminggu, dan sering kali sudah
lelah saat pulang dari kantor. Ibu Cindy bekerja sama kerasnya mengurus keluarga mereka -memasak, mencuci dan mengerjakan banyak tugas rumah tangga lainnya. Mereka keluarga baik-baik dan hidup mereka nyaman. Hanya ada satu kekurangan, tapi Cindy tidak menyadarinya.

Suatu hari, ketika berusia sembilan tahun, ia menginap dirumah temannya, Debbie, untuk pertama kalinya. Ketika waktu tidur tiba, ibu Debbie mengantar dua anak itu ketempat tidur dam memberikan ciuman selamat malam pada mereka berdua. “Ibu sayang padamu,” kata ibu Debbie. “Aku juga sayang Ibu,” gumam Debbie.

Cindy sangat heran, hingga tak bisa tidur. Tak pernah ada yang memberikan ciuman apapun padanya.. Juga tak ada
yang pernah mengatakan menyayanginya. Sepanjang malam ia berbaring sambil berpikir, Mestinya memang seperti itu .

Ketika ia pulang, orangtuanya tampak senang melihatnya. “Kau senang di rumah Debbie?” tanya ibunya. “Rumah ini sepi sekali tanpa kau,” kata ayahnya. Cindy tidak menjawab. Ia lari ke kamarnya. Ia benci pada orangtunya. Kenapa mereka tak pernah menciumnya? Kenapa mereka tak pernah memeluknya atau
mengatakan menyayanginya? Apa
mereka tidak menyayanginya?. Ingin rasanya ia lari dari rumah, dan tinggal
bersama ibu Debbie. Mungkin ada
kekeliruan, dan orangtuanya ini bukanlah orang tua kandungya. Mungkin ibunya yang asli adalah ibu Debbie.

Malam itu, sebelum tidur, ia mendatangi orangtunya. “Selamat malam,”katanya.
Ayahnya,yang sedang membaca koran,
menoleh. “Selamat malam”, sahut ayahnya. Ibu Cindy meletakkan jahitannya dan tersenyum. “Selamat malam, Cindy.”

Tak ada yang bergerak. Cindy tidak tahan lagi.”Kenapa aku tidak pernah diberi ciuman?” tanyanya. Ibunya tampak bingung. “Yah,” katanya terbata-bata, “sebab… Ibu rasanya karena tidak ada yang pernah mencium Ibu waktu waktu Ibu masih kecil. Itu saja.”

Cindy menangis sampai tertidur. Selama berhari-hari ia merasa marah. Akhirnya ia memutuskan untuk kabur. ia akan
pergi kerumah Debbie dan tinggal bersama mereka. Ia tidak akan pernah kembali kepada orangtuanya yang tidak
pernah menyayanginya.
Ia mengemasi ranselnya dan pergi diam-diam. Tapi begitu tiba di rumah Debbie, ia tidak berani masuk. Ia merasa takkan ada yang mempercayainya. Ia takkan diizinkan tinggal bersama orangtua Debbie.
Maka ia membatalkan rencananya dan
pergi.

Segalanya terasa kosong dan tidak menyenangkan. Ia takkan pernah mempunyai keluarga seperti keluarga Debbie. Ia terjebak selamanya bersama orangtua yang paling buruk dan paling tak punya rasa sayang di dunia ini.

Cindy tidak langsung pulang, tapi pergi ke taman dan duduk di bangku. Ia duduk lama, sambil berpikir,hingga hari gelap. Sekonyong-konyong ia mendapat gagasan. Rencananya pasti berhasil . Ia akan membuatnya berhasil.

Ketika ia masuk kerumahnya, ayahnya sedang menelpon. sang ayah langsung menutup telepon. ibunya sedang duduk
dengan ekspresi cemas. Begitu Cindy masuk, ibunya berseru,” Dari mana saja kau? Kami cemas sekali!”.

Cindy tidak menjawab, melainkan menghampiri ibunya dan memberikan ciuman di pipi, sambil berkata,”Aku sayang padamu,Bu.” Ibunya sangat terperanjat, hingga tak bisa bicara. Lalu Cindy menghampiri ayahnya dan memeluknya sambil berkata,”Selamat malam, Yah. Aku sayang padamu,” Lalu ia pergi tidur, meninggalkan kedua orangtunya yang terperangah di dapur.

Keesokan paginya, ketika turun untuk sarapan, ia memberikan ciuman lagi pada ayah dan ibunya. Di halte bus, ia
berjingkat dan mengecup ibunya. “Hai, Bu,”katanya. “Aku sayang padamu.”

Itulah yang dilakukan Cindy setiap hari selama setiap minggu dan setiap bulan.
Kadang-kadang orangtuanya menarik
diri darinya dengan kaku dan canggung. Kadang-kadang mereka hanya tertawa. Tapi mereka tak pernah membalas
ciumannya. Namun Cindy tidak putus asa. Ia telah membuat rencana, dan ia
menjalaninya dengan konsisten. Lalu suatu malam ia lupa mencium ibunya sebelum tidur. Tak lama kemudian, pintu kamarnya terbuka dan ibunya masuk. “Mana ciuman untukku ?” tanya ibunya, pura-pura marah. Cindy duduk tegak. “Oh, aku lupa,” sahutnya. Lalu ia mencium ibunya. “Aku sayang padamu, Bu.” Kemudian ia berbaring lagi. “Selamat malam”, katanya, lalu memejamkan mata. Tapi ibunya tidak segera keluar. Akhirnya ibunya berkata. “Aku juga sayang padamu.”
Setelah itu ibunya membungkuk dan
mengecup pipi Cindy.”Dan jangan pernah lupa menciumku lagi,” katanya dengan nada dibuat tegas. Cindy tertawa. “Baiklah,”katanya. Dan ia memang tak pernah lupa lagi.

Bertahun-tahun kemudian, Cindy mempunyai anak sendiri, dan ia selalu memberikan ciuman pada bayi itu, sampai katanya pipi mungil bayinya menjadi merah. Dan setiap kali ia pulang kerumah, yang pertama dikatakan ibunya adalah,
:Mana ciuman untukku?” Dan kalau sudah waktunya Cindy pulang, ibunya akan berkata, Aku sayang padamu. Kau tahu itu, bukan?”
“Ya,Bu,” kata Cindy. “Sejak dulu aku sudah tahu.”



Ps:

* Bila kita ingin mengubah sesuatu dalam kehidupan kita sehari-hari dan ingin
agar orang lain melakukannya pada diri kita sendiri, Lakukan & mulailah dari diri kita sendiri. Jangan putus asa !!!.
* Bila jadi orangtua kelak, untuk menunjukkan kasih sayang kepadanya, “Cium dan
Peluklah”.
* Hargailah apa yang anda miliki, terutama orang yang anda cintai. Hargai juga
waktu yang anda miliki, berikanlah waktu
untuk anak, keluarga atau orang yang anda cintai walau hanya sesaat namun
berarti untuknya dan bisa membuatnya bahagia.
 
Dua Orang Yang Baik Tetapi Mengapa Perkawinan Tidak Bahagia

Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya
dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini
hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak
baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.

Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena
anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu
baru tidak akan lapar seharian di sekolah.

Setiap sore, ibu selalu membungkukkan nbadan menyikat panci, setiap
panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikikt pun.

Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci
demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat
tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki
telanjang.

Ibu saya adalah seorang w anita yang sangat rajin.

Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik.

Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu
menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.

Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.

Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan,
setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih
mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak- anak,
ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak
untuk berpretasi dalam pelajaran.

Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno.

Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha
besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.

Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik,
dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis
terisak secara diam diam di sudut halaman.

Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan
kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.

Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan
dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya
mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik.

Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan
perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam
kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang
baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?

Pengorbanan yang dianggap benar.

Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara
perlahan -lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.

Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga
keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan
sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri.

Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya
juga tidak bahagia.

Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu,
dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh
hati.

Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia. .

Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami
saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik!

Dengan mimik tidak senang saya berkata : apa tidak melihat masih ada
separoh lantai lagi yang belum di pel ?

Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang
sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu
juga kerap berkata begitu sama ayah.

Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus
mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka.

Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.

Yang kamu inginkan ?

Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan
teringat akan ayah saya...
Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam
perkawinannya,

Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya.

Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam
mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih,
namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai
ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah
tangga.

Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku.

cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah
melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak
diiringi dengan perkawinan yang bahagia.

Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama.

Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami,
menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel
di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.

Saya bertanya pada suamiku : apa yang kau butuhkan ?

Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit
tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu
kau bisa menemaniku! ujar suamiku.

Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada
yang mencuci pakianmu.... dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal
yang dibutuhkannya.

Semua itu tidak penting-lah! ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah
kau bisa lebih sering menemaniku.

Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar- benar
membuat saya terkejut. Kami meneruskan menikamti kebutuhan masing-masing,
dan baru saya sadari
ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami
memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara
pihak kedua.

Jalan kebahagiaan

Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan
meletakkanya di atas meja buku, Begitu juga dengan suamiku, dia juga
menderetkan sebuah daftar
kebutuhanku.

Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu
senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau
sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.

Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit,
misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar.

Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan
merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh.

Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.

Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada
saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai
tuntas, demikian juga ketika salah jalan.

Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun,
jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami
ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.

Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan,
misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang
perjalanan keluar kota .

Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami,
setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa
menghibur gejolak hati masing-masing. Sebenarnya, kami saling mengenal
dan mencintai juga dikarenakan kesukaan
kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah
perkawinan, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang
saling mencintai bertahun-tahun silam.

Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah
menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya
akhirnya melangkah ke jalan bahagia.

Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka
terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua,
bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.

Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat
merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini
juga sudah kecewa dan hancur.

Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, setiap orang
pantas dan layak memiliki sebuah perkawinan yang bahagia, asalkan
cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak
kedua! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri, perkawinan yang baik,
pasti dapat diharapkan.
 
-= Jagalah Hatimu =-

Ini adalah kisah nyata diambil dari Renungan : “Jagalah hatimu”

Amsal 3 :24 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena darisitulah terpancar kehidupan.
Ayub 15: 12 Mengapa engkau dihanyutkan oleh perasaan hatimu danmengapa matamu menyala-nyala.
Amsal 6 : 25Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu,janganlah terpikat oleh bulu matanya

Dalam sebuah keluarga hiduplah sepasang Suami-Istri, Pak Pendeta danIbu pendeta dan anak-anak tercinta disuatu desa terpencil. Sekian lamanya mereka kelihatan hidup tentram dan bahagia sehingga takterasa sudah sekian tahun mereka mengarungi bahtera rumah tangga,sifat dan karakter si suami sudah tak asing lagi buat si istri. Begitu pula halnya sang suami, sifat dan karakter istrinya sudahmelekat erat dalam dirinya. Sisuami merasa bersyukur sekali memiliki istri seorang pendeta dansiistri juga sangat bersyukur sekali punya suami seorang pendeta pula.

Suatu hari mereka diundang dari gereja Resort untuk mengikuti danbertanding KOOR di Konser terbesar gereja2 di Bandung, yg dikuti olehpara pendete-pendeta seluruh greja. dan disediakan jemputan bagi daerah2 yg jauh (terpencil) dengan Busbesar, dengan syarat , untuk daerah B harus menunggu jam sekian,disimpang B, dengan catatan siapa yang terlambat akan ditinggal, karnaBus akan melaju dengan cepat.dan kebetulan untuk daerah pak Pendeta harus menunggu tepat jam 4 soredisimpang A karna acara akan dimulai jam 7 malam.

Demikianlah mereka saling mempersiapkan diri dari pagi , mulai daribaju, sepatu, tas, dasi, dan perlengkapan lainnya, sempat terbersitdalam pikiran si suami bahwa istrinya seorang yang lelet (lambat)apalagi soal berdandan bisa sampe berjam-jam lamanya. Dan suaminyaberkata kepada istrinya, “Ma, ingat kita harus berangkat jam setengah4, karna busnya akan datang jam 4, mama harus persiapkan semuanya,klau perlu kesalon,mbok ya sekarang aja, biar ndak telat, tapi sang istri dengan manis dan bangganya berkata, ndak perlu kesalon, wong dari dulu mama dandanan sendiri , kok papa ndak tau sih???sambil senyum-senyum sang suami menjawab, bukan begitu mam, maksudnyasupaya kamu keliatan lebih cantik dikit, beda dari yang sebelum-sebelumnya, inikan acara besar, apalagi nanti kita parapendeta duduknya paling depan jadi ndk malu-maluin, gitu lho! mana tau pula kita menang! jawab siistri dengan ketus, jadi maksud kamu, selama ini gue ndkcantik!, jadi selama ini kamu bohong, dolo sebelum nikah bilangnya akutercantik, seksi, jadi kamu nyesel kawin sama aku !sisuami kembali menjawab udah deh ma, aku ndk mau berantem, inget makita khan pendeta udah lahir baru lagi….chik…chik…chik..

singkat cerita tibalah waktunya mereka harus berangkat, jam sudahmenunjukkan pukul setengah 4 sore, pak Pendeta sudah bersiap-siap dankelihatan gagah dengan jasnya, tapi alangkah terkejutnya dia ketikamasuk kamar, istrinya baru berpakaian, belum lagi dandan, nyisirrambut dan sebagainya,Suaminya berkata: dengan sedikit marah, dia berkata, mama cepetan kitahampir terlambat! istrinya menjawab: sebentar pa, 5 menit lagi pasti kelar, gw khanperlu sanggulan lagi. Suaminya berkata lagi: apa? sanggulan lagi? ndk perlu pakesanggul-sanggulan lah… Istrinya menjawab : tapi biar keliatan cantik n beda dong??? lagiantelat-telat dikit ndk apalahpaling juga busnya jam karetan, jam Indonesia khan molor-molor setengah jam….

Dengan kesal suaminya menjawab, sambil keluar kamar dan berteriak,:memang kamu dari dulu lelet, lambat,ndak pernah berubah, dari duluampe sekarang! Siistri menjawab dengan berteriak pula, “baguslah, Tuhan Yesus aja ndkpernah berubah, dari dulu sekarang dan selamanya tau!

Demikianlah mereka keluar rumah jam setengah lima sore, diperjalanan si suami terus mengomel dengan istrinya.. “kita pasti dah terlambat, dasar lelet…..lelet…lambat…lambat.. akhirnya mereka sampai disimpang…5 menit….10 menit mereka menunggu,tetapi Bus tetap ndk nonggol2…… “si suami sambil kesal dan marah berkata…”pasti busnya sudahberangkat, ini semua gara-gara kamu…..makanya jadi orang jangan lambat tau!” Dengan tak ragu lagi pak Pendeta pergi ke Wartel terdekat utk menelponkekantor pusat pelayanan bus yang tertera di denah undangan konseritu.

Ternyata Bus yang akan menjemput mereka sudah berangkat setengah jamyang lalu, dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju kota Bandung.

Putuslah harapan pak Pendeta, begitu marahnya dia sehingga dia hanyadiam saja seolah enggan untuk berbicara kepada istrinya, Istrinya mencoba menghibur suaminya dan berkata, Pa, sabar aja, kita tetep doamudah-mudah ada mobil atau bus yang menuju keBandung, kita pasti belumterlambat, sambil tetap menunggu,siistri tetap berdoa, Tuhan gimanaini, kami mau memujimu berikanlah transportasi yang terbaik, kamitetap menunggu disimpang ini Tuhan, ampuni segala dosa kami…. belum sempat siistri mengucapkan Amin, tiba2 suaminya berteriak, ma,cepetan ma itu ada Bus yang hendak keBandung, katanya mereka mauikutan tanding koor juga dikonser itu. secepat kilat siistri berkata dalam hati …..terima kasih Tuhan….Amin….. Lalu mereka naik ke Bus itu dan sambil berbincang-bincang, rupanyarombongan yang ada di Bus ini juga ikut bertanding dalam koor nantidari rombongan gereja lain di dekat desa mereka. Mereka mengaku bahwa mereka juga terlambat karna harus menunggu antrian lama dipom bensin. Tiba-tiba mereka dikejutkan dalam satu berita dipembicaraan telpon supir bus didepan, lalu supir itu berkata kepada para penumpang, BusNo. 412 yang berangkat ke Bandung jam 4 tadi mengalami kecelakaanjatuh kejurang yang curam, belum diketahui berapa yang tewas danberapa yang selamat, tapi menurut beritanya, bus dalam keadaanmenganaskan.

Pak Pendeta dengan tercenggang dan berkata kepada istrinya….. “Ma, itu kan bus yang akan kita tumpangi tadi…..kok bisa ya???? siistri dengan sedikit kurang percaya melihat kembali undangan itu,ternyata memang benar No. 412. dan berkata kepada suaminya: ” Untung pa, kita telat, kalo ndk udah tewas”. ” Tidak pikir panjang lagi, pak pendeta langsung merangkul istrinyadengan lembut, seakan dia tidak ingin kehilangan orang yangdicintainya seumur hidup.

Dalam hatinya ia berdoa, Tuhan terima kasih, Engkau masih mengizinkankami untuk bersama dalam hidup ini, masih sempat lagi untuk memujiMu,terima kasih telah memberikan istri yang terbaik bagiku, terima kasihtelah memberikan istri yang lelet kepadaku, aku bersyukur segalasesuatunya telah Engkau atur, segala sesuatu yang terjadi untukmendatangkan kebaikan, terima kasih telah membuka mataku, aku akanmenjaga hatiku kemanapun aku pergi, aku tak akan menodainya, aku takakan menyakitinya, aku tak akan meminta lebih…lebih …lebihTuhan…. terima kasih telah memberikan istri yang sepadan bagiku……Amin
Pesan Pak Pendeta :
- Kepada mereka yang belum memiliki pasangan hidup dan yang sedangmencari pasangan hidup,
1. Cari dan mintalah kepada Tuhan pasangan yang SEPADAN ,bukan untuk menjadisama sepertimu,tapi untuk saling melengkapiWalaupun kita sudah memilih yang banyak persamaan maka setelah menikah dengan segera,banyak orang menyadari bahwa mereka menemukan banyak perbedaan seperti cerita diatas.

2.Terima apa adanya pasanganmu, sikapnya, sifatnya, termperamennya,karakternya.Dengan mulaimenerimanya bahkan sering terjadi perubahan kearah perbaikan.

3.Kita tidak bisa merubah pasangan dengan mencela, menuntut, mengomelinya, mengungkit-gungkitkekurangannya,Penerimaan itu perlu, bahkan salah satu kebutuhan dasar seorang manusia.Penerimaan membuatorang merasa bahagia,dan dari sikap hati bahagia justru muncul perbuatan-perbuatan yang simpatik.

4.Alkitab mengajarkan bahwa, menikah untuk menjadi satu dan bukan untuk menjadi sama, Menikah untuk saling melengkapi sehingga gambar Allah menjadi lengkap dalam dua pribadi yang disatukan.

5. Jangan jadikan kecantikan dan kegantengan seseorang jadi the “FIRST ONE” tapi yang terpenting dari semua itu adalah seseorang yang engkau kasihi benar-benar mengasihi Tuhan Yesus, sehingga apapun masalah pada pasanganmu, dia tetap mencintai dan mengasihimuapa adanya.

Siapapun orangnya, dia tetap berharga di Mata Tuhan.

Semoga diberkati dengan Renungan ini
 
-= Ketika Gubukmu Terbakar =-

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang. Dengan susah payah, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca dan untuk menyimpan beberapa barang yang berhasil diselamatkannya.

Tetapi suatu hari, ketika dia kembali ke gubuknya setelah pergi mencari makan, dia mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya. Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara pesawat yang mendekati pulau itu. Pesawat itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.

Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, mungkin itu ‘tanda asap' bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.

Kamu berkata, "Itu tidak mungkin." Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)

Kamu berkata, "aku terlalu capai." Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kelegaan padamu." (Matius 11:28)

Kamu berkata, "Tidak ada seorangpun yang mencintai aku." Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16; Yohanes 13:34)

Kamu berkata, "Aku tidak bisa meneruskan." Tuhan berkata, "Kasih karuniaKu cukup." (2 Korintus 12:9; Mazmur 91:15)

Kamu berkata, "Aku tidak mengerti." Tuhan berkata, "Aku akan menuntun langkah-langkahmu." (Amsal 3:5-6)

Kamu berkata, "Aku tidak bisa melakukannya." Tuhan berkata, "Kamu bisa melakukan semuanya." (Filipi 4:13)

Kamu berkata, "Ini tidak berharga." Tuhan berkata, "Itu akan berharga." (Roma 8:28)

Kamu berkata, "Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri." Tuhan berkata, "Aku memaafkanmu." (1 Yohanes 1:9; Roma 8:1)

Kamu berkata, "Aku tidak bisa mengatasi." Tuhan berkata, "Aku akan menyediakan kebutuhanmu." (Filipi 4:19)

Kamu berkata, "Aku takut." Tuhan berkata, "Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan." (II Timotius1:7)

Kamu berkata, "Aku selalu kuatir dan frustasi." Tuhan berkata, "Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku." (I Petrus 5:7)

Kamu berkata, "Aku tidak mempunyai iman yang kuat." Tuhan berkata, "Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya." (Roma12:3)

Kamu berkata, "Aku tidak pandai." Tuhan berkata, "Aku memberikan padamu hikmat." (I Korintus 1:30)

Kamu berkata, "Aku merasa aku sendirian." Tuhan berkata, "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu." (Ibrani 13:5)

Wartakanlah ini pada siapa yang membutuhkan, Saya percaya ada saat-saat di mana kita merasa ‘gubuk' kita terbakar.
 
-= witness from a wheelchair =-

Michael Molinos mengatakan setiap orang dalam kehidupannya akan mengalami dua jenis pengalaman rohani. Yang pertama adalah pengalaman rohani yang menyenangkan, menyentuh jiwa dan menyegarkan. Sedangkan yang kedua adalah pengalaman-pengalaman rohani yang membawa kita dalam kegelapan, jalan yang penuh tantangan dan samar-samar.

Setiap orang tentunya akan memilih untuk mengalami pengalaman yang pertama. Namun tidak bisa dihindari, pasti kita akan mengalami pengalaman-pengalaman jenis yang kedua. Pengalaman rohani jenis yang pertama akan memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam kehidupan kita, namun pengalaman rohani jenis yang kedua akan memurnikan iman kita. Bahkan bukan hanya itu saja, pengalaman rohani jenis yang kedua akan menjadi sangat bermanfaat bagi kita untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Banyak orang berpikir bahwa mereka hanya bisa menjadi berkat ketika kehidupan mereka diberkati dan tidak mengalami tantangan. Namun justru sebaliknya banyak orang yang sedang menghadapi tantangan dapat menjadi berkat bagi orang lain. Misalnya saja seorang wanita yang bernama Nancy.

Nancy memasang iklan di sebuah surat kabar lokal yang berbunyi demikian: "Jika anda kesepian dan punya banyak masalah, teleponlah saya. Saya seorang wanita yang menggunakan kursi roda, namun saya dapat mendatangi anda. Kita dapat membicarakan masalah anda. Teleponlah saya, dan saya suka berbicara dengan anda."

Respon dari iklan yang dipasang oleh Nancy ini sangat luar biasa. Ada 30 telepon lebih setiap minggu yang diterima oleh Nancy. Apa yang membuat Nancy yang duduk di kursi roda ini mau menolong orang lain? Nancy menceritakan bahwa sebelum ia lumpuh, ia hidup dalam keputusasaan. Ia mencoba bunuh diri dengan jalan meloncat dari apartemennya, namun ia tidak mati, malahan menjadi lumpuh.

Di rumah sakit, ketika ia sedang berada dalam keadaan putus asa, ia merasa Yesus berkata: "Nancy, kamu memiliki tubuh yang sehat tapi jiwa yang rapuh. Tapi sekarang kamu mengalami tubuh yang lumpuh tapi jiwa yang kuat." Sejak pengalaman itulah Nancy menyerahkan hidupnya kepada Yesus. Ia berdoa agar bisa menyaksikan anugerah Tuhan kepada orang lain, dan Tuhan memberikan hikmat supaya ia menggunakan iklan di surat kabar sebagai sarana untuk bisa menjadi berkat.

Saya percaya setiap kita yang telah percaya pada Yesus dapat menolong orang lain. Keterbatasan yang kita miliki seperti sakit, usia, atau kelemahan lainnya, tidak menghalangi kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Apapun keadaan kita, kita tetap bisa menjadi saksi Kristus.

"LORD, LET ME BE A SHINNING LIGHT SO OTHERS THEN MAY VIEW YOUR MERCY AND YOUR LOVE DISPLAYED IN ALL I SAY AND DO" (SPER)​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.