magnum
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 1320
- Sejak
- 27 Mei 2006
- Pesan
- 14.143
- Nilai reaksi
- 417
- Poin
- 83
Keberadaan Roh adalah Nyata
Website Zhengjian mewawancarai Dr. Jiu Kailiang dari Universitas Missouri, Columbia, Amerika Serikat, dan Lembaga Ilmu Kedokteran Universitas Qingdao, China. Sekarang, Dr. Kailiang bekerja sebagai peneliti proses perkembangan manusia di Universitas Missouri. Tema wawancara ini merupakan masalah yang sangat diperhatikan orang: Apakah roh itu eksis?
Dalam pengantarnya, pewawancara melontarkan sebuah laporan yang memberitakan tentang seorang tua yang mati suri. Setelah diperiksa, dokter memberitahu bahwa jantungnya masih berdenyut, tapi napas berhenti dalam waktu yang lama, dan sejak awal sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Lalu, pihak keluarga membawa pulang ke rumah dan memasukkan mayat ke dalam peti mati. Setelah malam tiba, orang tua ini tiba-tiba bangkit dari peti matinya, melihat-lihat sekujur tubuhnya dipenuhi kafan begitu sadar lantas memanggil anak-anak dan memarahi mereka. Kemarahannya mereda saat merasa perutnya lapar. Lalu, keluarganya segera menyiapkan makan malam yang enak, setelah makan orang tua itu lalu tidur, dan meninggal.
Para tetangga maupun kerabat berdecak heran, sepertinya jiwa tidak mestinya berakhir hanya karena makan. Menurut teori kedokteran, sel otak manusia bisa mati otak dalam 3-6 menit di bawah kondisi kekurangan zat asam, meskipun dapat diselamatkan bisa menjadi idiot, rasio hidup melampaui 10 menit hampir mustahil. Namun, kita telah melihat ketika sebuah jiwa dalam keadaan berdebar dan pernapasan telah berhenti selama puluhan jam, sel otak semuanya dalam keadaan mati, sekilas bisa seperti seorang yang fungsinya normal.
Contoh seperti ini secara klinis, dalam sejarah terdapat banyak catatannya, dan sama sekali bukan hal yang baru, bukan hanya sebuah contoh kasus. Secara medis, masalah ini dihadapi dengan sikap menghindar dan tidak membicarakannya. Tahun 2001, majalah The Lancet memecahkan misteri, memuat penelitian tentang pengalaman menjelang ajal, menandakan ilmu kedokteran modern mulai menyadari eksistensi roh, di mana pandangan itu mulai bersikap positif. Berikut adalah komentar Dr. Kailiang atas masalah ini:
Roh dan Kemampuan Supernormal
Masalah ini kita bahas dari pengalaman saya sendiri! Saya tamatan bidang ilmu kedokteran, waktu tahun 1993, saya bekerja sebagai dokter praktik di sebuah rumah sakit, saya bertemu dengan seorang pasien. Waktu itu, pasien ini mengidap kanker lambung, lagi pula sangat parah, kami yang berprofesi dokter tahu bahwa sudah tidak bisa lagi menyelamatkan jiwanya, hanya bisa menggunakan obat untuk menunda kematiannya. Akibatnya, pada suatu siang, pasien ini menyuruh istrinya mengumpulkan anak-anaknya, lalu berkata pada mereka: "Malam ini papa akan meninggalkan dunia fana.", maksudnya memberi pesan pada mereka untuk mempersiapkan pemakaman.
Istrinya mencari saya, dan berkata bahwa suaminya pada malam ini akan segera meninggalkan dunia fana, dan tentu saja saya lantas mengatakan beberapa patah kata menghiburnya, namun dalam hati saya merasa sangat terkejut, mengapa? Karena bagaimana dia bisa mengetahui pada malam itu ia akan segera meninggalkan dunia ini? Waktu itu saya bingung menganggap itu tidak masuk akal! Bagaimana ia bisa tahu hal yang belum terjadi? Ternyata benar, pasien sudah tidak sanggup lagi, dan malam itu juga meninggal dunia, hal atau kejadian tersebut memberi saya sebuah inspirasi! Mengapa, ia bisa mengetahui masa mendatang, melihat hal ihwal yang terjadi di masa mendatang?
Ada lagi sebuah hal yang sangat berkesan yaitu seorang teman kuliah saya, dan tentu saja juga seorang dokter, ia adalah dokter yang berlatih Qigong. Pada suatu malam, ia berlatih Gong di ruang pasien, ia berkata pada saya: malam itu ketika saya berlatih Gong, saya melihat roh kedua orang sakit yang meninggal di ruang pasien kita, mereka kembali dan berbicara dengan saya: "Kejadian itu sangat besar sentuhannya terhadap perasaan saya, sebab saya kan sekolah kedokteran!" Tentu saja terhadap roh manusia masih belum begitu percaya, namun kedua contoh kejadian itu menimbulkan minat yang sangat besar bagi saya terhadap masalah, apakah roh manusia itu eksis atau tidak.
Penelitian dan Definisi
Definisi tentang pengalaman menjelang ajal mungkin kira-kira begini: Seseorang berada dalam kondisi jiwa yang sangat kritis, beberapa pengalaman yang disentuhnya agak spesifik. Lalu bagaimanakah pengalaman menjelang ajal yang agak klasik? Saya bisa memberikan sebuah perumpamaan, misalnya seorang pasien, tiba-tiba jiwanya berada dalam keadaan kritis dan terbaring di atas ranjang pasien, kemudian ia melihat dirinya sendiri tiba-tiba seperti telah meninggalkan raganya, seperti melayang ke angkasa, menatapi raganya sendiri berada di sebuah ruangan, melihat kerabat dan sahabat dekat yang telah meninggal di masa lalu, lalu berbicara dengan mereka, juga melihat beberapa pemandangan yang sangat indah. Bahkan mungkin ia masih bisa melihat beberapa jiwa yang dibentuk dari cahaya, jiwa-jiwa ini mungkin memberikan perasaan cinta kasih dan damai, kemudian membuatnya dapat melihat segala perbuatan sendiri sepanjang hidupnya di masa lalu, baik perbuatan baik maupun buruk, acap kali jiwa yang istimewa akan memberitahu padanya bahwa sekarang masih belum waktunya meninggal, kamu seyogianya kembali ke dunia, setelah itu tiba-tiba siuman.
Penelitian pengalaman menjelang ajal dimulai pada akhir abad ke-19 awal abad ke-20, terutama tahun 1970-an. Penelitian terhadap tema ini sudah merupakan arus pokok ilmu pengetahuan, sebab banyak ilmuwan yang sedang mengadakan penelitian ini, termasuk profesor dari Universitas Nevada Dr. Raymond A. Moody, dan profesor bagian anak-anak dari Universitas Washington Dr. Marwin dsb. Banyak ilmuwan sedang meneliti masalah ini. Orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal bahkan mempunyai lembaga penelitian sendiri, mereka juga memiliki majalah akademis sendiri, lagi pula banyak artikel ilmiah yang berhubungan dengan pengalaman menjelang ajal dipublikasikan di majalah kedokteran yang berskala internasional, misalnya majalah The Lancet. Ini berarti bahwa arus pokok ilmu pengetahuan sekarang telah mengakui eksistensi pengalaman menjelang ajal, dan juga menganggapnya sebuah bidang penelitian.
Contoh Pengalaman Nyata
Berikutnya, Dr. Kailiang menunjukkan beberapa contoh tentang pengalaman menjelang ajal, agar semua tahu faktanya: Ada seorang pasien menderita infark otot jantung, lalu terjatuh pingsan, segera dilarikan ke rumah sakit untuk segera diselamatkan, setelah tiba di rumah sakit dan mengetahui elektrokardiogram dan elektroensefalogram (garis listrik otak) semuanya menunjukkan garis lurus, saat itu ia tidak mempunyai tanda-tanda kehidupan, secara klinis ia telah meninggal.
Dokter itu masih tetap tidak menyerah, berusaha memulihkan fungsi jantung dan paru terhadapnya, dalam proses penyelamatan tersebut, dokter itu mendapati pasien itu memakai gigi palsu, merasa mengganggu pekerjaannya lalu gigi palsunya dilepas. Kemudian, pasien itu berhasil diselamatkan, setelah siuman, ia berkata pada dokter kenapa gigi palsuku dilepas dan diletakkan di mana, dokter itu merasa sangat terkejut, mengapa masih bisa mengetahui hal tersebut? Lantas bertanya padanya: Apa sebenarnya yang telah terjadi? Pasien itu mengatakan, saat Anda menolongku, saya melayang di atas langit-langit dan melihat kalian sedang berusaha menyelamatkan aku, dan juga saya melihat Anda melepaskan gigi palsu saya, diletakkan di dalam laci kecil di pinggir bawah tempat obat-obatan, karena itu saya tahu. Kejadian tersebut telah menghapus penyangkalan orang-orang terhadap kebenaran tentang pengalaman menjelang ajal, sebab ia telah dinyatakan mati, karena ia mengetahui semasa proses yang terjadi itu, berarti bahwa pengalaman menjelang ajal adalah eksistensi nyata, bukan halusinasi.
Ada satu lagi yang berkaitan dengan petuah orang tua zaman Tiongkok kuno terhadap pendidikan kita. Seperti contoh misalnya, orang tua acap kali berkata kepada kita: "Kita harus memupuk moral berbuat baik, perbanyak melakukan hal-hal yang baik, mungkin setelah meninggal akan mendapatkan balasan." Dan berikut ini sebuah contoh, yaitu menerangkan bahwa pandangan orang tua kita masih layak kita perhatikan. Ada seorang kepala polisi Jerman, semasa hidupnya bertemperamen sangat keras, tidak pernah memberi perhatian pada orang lain, sangat egois, ia telah banyak melakukan hal yang mencelakai orang lain. Akibatnya, pada suatu ketika ia berada di bawah kondisi mengalami hampir mati, ia mendapati dirinya tiba di sebuah ruangan, banyak roh yang telah meninggal mengelilingi dirinya, lalu ada sesosok makhluk aneh membuka mulut yang digenangi dengan darah hendak menggigitnya, membuatnya sangat ketakutan. Kemudian, kepala polisi hidup kembali, setelah itu, ia menyadari dirinya, manusia jika semasa hidupnya berbuat jahat, maka setelah mati akan mendapatkan balasannya.
Pada segi ini, masih ada lagi contoh, semua tahu, pada zaman Yunani kuno ada seorang filsuf yang sangat terkenal yaitu: Plato, ia mempunyai sebuah karya yaitu: "Negeri Impian (Ideal)". Di antara karyanya ini telah mencatat sebuah contoh pengalaman menjelang ajal yang paling awal dalam sejarah kebudayaan negeri Barat. Contoh kasus ini melukiskan tentang seorang prajurit Yunani kuno yang telah tewas dalam suatu perang, setelah tewas, dan ketika orang sekampungnya membersihkan medan peperangan, menemukan mayatnya, kemudian membawa pulang mayat tersebut untuk diperabukan bersama dengan mayat lainnya. Tiba-tiba ia siuman, setelah siuman ia menceritakan pengalaman yang pernah dialaminya dengan sanak familinya.
Ia mendapati bahwa setelah dirinya mati, rohnya sendiri meninggalkan raganya. Dan setelah itu, ia tiba di sebuah tempat bersama dengan roh lainnya, tempat itu seperti sebuah jalan tembus, bisa mencapai ke dunia lain. Lalu, di jalan itu, roh yang ke sana harus menerima vonis dewa, yaitu berdasarkan perbuatan mereka semasa hidup di dunia, untuk memutuskan apakah pergi ke tempat yang baik atau tempat yang buruk. Dewa itu lalu memperlihatkan segala perbuatan baik yang dilakukan roh tersebut, kemudian memutuskan apakah Anda harus pergi ke tempat yang baik atau buruk. Namun, prajurit Yunani itu tidak divonis, dewa berkata kepadanya kamu masih belum saatnya mati, jadi kamu seharusnya kembali. Maka kembalilah ia. Saya menceritakan contoh ini adalah memberitahu bahwa orang tua dahulu atau sekarang mendidik kita tentang prinsip kebaikan dan kejahatan itu ada balasannya, memang ada benarnya.
Pandangan Ilmu Pengetahuan
Berikut ini Dr. Kailiang masih membicarkan lagi tentang pengalaman menjelang ajal yang dihadapi kalangan akademis saat ini: Sebelumnya juga pernah saya bicarakan, Ada beberapa orang tetap menjaga dengan sikap hati-hati terhadap konsep pengalaman menjelang ajal, mereka merasa bahwa setelah manusia mati tidak ada lagi eksistensi roh, karena itu ketika membicarakan orang hampir mati, mempunyai beberapa pengalaman di ruang lain, pernah melihat sanak kerabat dan sahabat yang telah meninggal, merasa tidak bisa dipercaya. Karenanya mereka akan bersikap hati-hati terhadap tema ini, menganggap bahwa itu adalah suatu halusinasi yang disebabkan oleh otak besar saat manusia hampir mati, adalah bukan suatu yang nyata. Penjelasan tersebut telah gugur, mengapa?
Beberapa contoh yang sebelumnya saya kemukakan, mungkin Anda semua telah menyadarinya, pasien yang berada di bawah kondisi hampir mati telah menunjukkan kondisi mati klinis, artinya elektroensefalogram menjadi garis lurus, tidak ada aktivitas otak besar apa pun, dan jantung berhenti berdenyut. Semua ini membuktikan bahwa pasien telah meninggal, saat otak besar tidak bekerja lagi, bagaimana mungkin ia masih punya pengalaman di ruang lainnya? Sebab semua orang tahu, bahwa segala aktivitas kesadaran yang dianggap dunia ilmiah sekarang, semuanya merupakan pembentukan pengolahan otak besar, jika otak besar orang tersebut telah mati di bawah kondisi hampir mati, lalu bagaimana ia bisa mengolah dan membentuk pengalaman menjelang ajal, karenanya inilah pukulan yang mematikan terhadap teori halusinasi. Karenanya, banyak orang yang mempertahankan sikap hati-hati terhadap teori ini, sejak dulu mereka menganggap, bahwa pengalaman menjelang ajal memang benar-benar eksis.
Jika demikian halnya, lalu bagaimana menjelaskan pengalaman di bawah kondisi kematian pasien? Ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Marwin Moors dari Universitas Washington bagian pediatri, sejumlah ilmuwan-ilmuwan ini menganggap, bahwa sebenarnya pengalaman menjelang ajal dapat disebut "teori roh", otak besar dalam anggapan mereka hanya berupa sebuah pengolahan mesin yang disimpan. Yang dialami orang itu adalah bahwa yang terjadi di ruang lain semuanya tersimpan di ruang lain, misalnya pengalaman menjelang ajal adalah pengalaman roh di ruang lain, kemudian otak besar menerima pengalaman yang tersimpan di ruang lain itu, orang yang melintasi ruang itu, secara lisan, menyampaikan melalui ekspresi mata, ia membuat orang merasakan bahwa setelah mati orang masih mempunyai kesadaran. "Manusia mati, roh itu eksis", teori ini adalah teori yang kedua, penjelasan yang lebih sempurna, mengapa saat di bawah kondisi otak besar mati, pasien masih mempunyai pengalaman yang begitu jelas, bahkan dapat menyampaikannya.
Sekali lagi disinggung sejenak, bahwa ruang dimensi lain bukan suatu yang takhayul, sebab sekarang banyak ilmuwan telah mengakui eksistensi ruang dimensi lain. Misalnya, fisika kuantum menganggap bahwa terdapat keberadaan ruang dimensi lain, jadi hanya ada partikel mikrokosmis yang membentuk ruang dimensi lain, saat ini mungkin ilmuwan tidak mampu menyelidikinya, namun semua ini bisa dianggap eksis secara teoritis. Dalam poin ini melalui segi lainnya juga telah mendukung teori roh yang dikemukakan Prof. Marwin Moors terhadap penjelasan tentang pengalaman menjelang ajal.
Terakhir saya ingin membicarakan sejenak yaitu makna penelitian terhadap pengalaman menjelang ajal. Ilmu pengetahuan sekarang adalah tidak mempelajari dunia rohani manusia, hanya mempelajari dunia materi yang dapat dilihat mata orang atau segala dunia materi yang dapat dilihatnya, karenanya menganggap bahwa setelah manusia mati tidak ada eksistensi roh, ini mungkin sebuah kesenjangan dunia ilmiah dan dunia spiritual. Namun pengalaman menjelang ajal telah menyediakan saluran kepada ilmuwan untuk menyelidiki jiwa dan kesadaran manusia, karenanya dalam penyelidikan dunia spiritual dan di antara penyelidikan dunia materi telah mendirikan sebuah jembatan. Banyak ilmuwan berpendapat bahwa penelitian itu akan memberikan sebuah saluran yang sangat penting bagi manusia dalam dunia spiritual dan penyelidikan roh manusia.
Satu lagi yakni: Saya rasa ada satu segi yang tidak boleh diabaikan dalam penyelidikan terhadap pengalaman menjelang ajal, banyak sekali orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal, saat ketika jiwa mereka diselamatkan, terjadi perubahan 180 derajat atas pandangan mereka terhadap kehidupan dan dunia. Seperti contoh misalnya, kepala polisi yang disinggung di atas, sebelum ia mengalami pengalaman menjelang ajal adalah seorang yang sangat egois dan keras. Tetapi, setelah mengalami pengalaman menjelang ajal, ia lantas menyadari bahwa setelah manusia mati akan ada balasannya, berbuat jahat akan ada balasannya, karenanya ia mulai berubah menjadi baik terhadap orang dan memperlakukan orang dengan baik. Memupuk moral berbuat baik, sebab ia tahu bahwa jika keras (kejam) terhadap orang lain, tidak baik terhadap orang lain atau membunuh orang, ia akan mendapat balasan. Banyak orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal pasti pernah mengalami hal demikian, dan ini sebenarnya telah menjadi sebuah bukti yang diputuskan terhadap pengalaman menjelang ajal, ada atau tidak mengubah secara tuntas terhadap pandangan hidup, namun perubahan ini bukan suatu yang sekejap, yang dapat menjelujuri jalan kehidupannya kelak.
Oleh karena itu orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal telah memiliki kesadaran yang baru terhadap kehidupan, sejumlah besar dari mereka menganggap bahwa datang ke dunia bukan hanya untuk nama dan kepentingan, melainkan bagaimana bisa belajar memberi perhatian pada orang lain di dunia ini, bagaimana mengetahui suatu yang tidak baik dan membuangnya, mendatangkan kebahagiaan pada orang lain, kelak mereka akan tiba di sebuah dunia yang lebih baik seperti dalam agama disebut "surga", atau "dunia kerajaan langit". Oleh karena itu saya pikir ini sangat mirip dengan petuah orang tua Tiongkok dan ini juga merupakan suatu hal yang layak untuk diperhatikan semua orang, di masyarakat terdapat sejumlah besar gejala yang tidak baik dari segi moral, mungkin melalui penelitian pengalaman menjelang ajal, dapat meningkatkan standar moralitas manusia dan memberikan sebuah harapan.
Sebagian Dari Anda Pasti Ada Yg Tidak Percaya?Tp Bergantung dengan kepercayaan Masing2
Website Zhengjian mewawancarai Dr. Jiu Kailiang dari Universitas Missouri, Columbia, Amerika Serikat, dan Lembaga Ilmu Kedokteran Universitas Qingdao, China. Sekarang, Dr. Kailiang bekerja sebagai peneliti proses perkembangan manusia di Universitas Missouri. Tema wawancara ini merupakan masalah yang sangat diperhatikan orang: Apakah roh itu eksis?
Dalam pengantarnya, pewawancara melontarkan sebuah laporan yang memberitakan tentang seorang tua yang mati suri. Setelah diperiksa, dokter memberitahu bahwa jantungnya masih berdenyut, tapi napas berhenti dalam waktu yang lama, dan sejak awal sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Lalu, pihak keluarga membawa pulang ke rumah dan memasukkan mayat ke dalam peti mati. Setelah malam tiba, orang tua ini tiba-tiba bangkit dari peti matinya, melihat-lihat sekujur tubuhnya dipenuhi kafan begitu sadar lantas memanggil anak-anak dan memarahi mereka. Kemarahannya mereda saat merasa perutnya lapar. Lalu, keluarganya segera menyiapkan makan malam yang enak, setelah makan orang tua itu lalu tidur, dan meninggal.
Para tetangga maupun kerabat berdecak heran, sepertinya jiwa tidak mestinya berakhir hanya karena makan. Menurut teori kedokteran, sel otak manusia bisa mati otak dalam 3-6 menit di bawah kondisi kekurangan zat asam, meskipun dapat diselamatkan bisa menjadi idiot, rasio hidup melampaui 10 menit hampir mustahil. Namun, kita telah melihat ketika sebuah jiwa dalam keadaan berdebar dan pernapasan telah berhenti selama puluhan jam, sel otak semuanya dalam keadaan mati, sekilas bisa seperti seorang yang fungsinya normal.
Contoh seperti ini secara klinis, dalam sejarah terdapat banyak catatannya, dan sama sekali bukan hal yang baru, bukan hanya sebuah contoh kasus. Secara medis, masalah ini dihadapi dengan sikap menghindar dan tidak membicarakannya. Tahun 2001, majalah The Lancet memecahkan misteri, memuat penelitian tentang pengalaman menjelang ajal, menandakan ilmu kedokteran modern mulai menyadari eksistensi roh, di mana pandangan itu mulai bersikap positif. Berikut adalah komentar Dr. Kailiang atas masalah ini:
Roh dan Kemampuan Supernormal
Masalah ini kita bahas dari pengalaman saya sendiri! Saya tamatan bidang ilmu kedokteran, waktu tahun 1993, saya bekerja sebagai dokter praktik di sebuah rumah sakit, saya bertemu dengan seorang pasien. Waktu itu, pasien ini mengidap kanker lambung, lagi pula sangat parah, kami yang berprofesi dokter tahu bahwa sudah tidak bisa lagi menyelamatkan jiwanya, hanya bisa menggunakan obat untuk menunda kematiannya. Akibatnya, pada suatu siang, pasien ini menyuruh istrinya mengumpulkan anak-anaknya, lalu berkata pada mereka: "Malam ini papa akan meninggalkan dunia fana.", maksudnya memberi pesan pada mereka untuk mempersiapkan pemakaman.
Istrinya mencari saya, dan berkata bahwa suaminya pada malam ini akan segera meninggalkan dunia fana, dan tentu saja saya lantas mengatakan beberapa patah kata menghiburnya, namun dalam hati saya merasa sangat terkejut, mengapa? Karena bagaimana dia bisa mengetahui pada malam itu ia akan segera meninggalkan dunia ini? Waktu itu saya bingung menganggap itu tidak masuk akal! Bagaimana ia bisa tahu hal yang belum terjadi? Ternyata benar, pasien sudah tidak sanggup lagi, dan malam itu juga meninggal dunia, hal atau kejadian tersebut memberi saya sebuah inspirasi! Mengapa, ia bisa mengetahui masa mendatang, melihat hal ihwal yang terjadi di masa mendatang?
Ada lagi sebuah hal yang sangat berkesan yaitu seorang teman kuliah saya, dan tentu saja juga seorang dokter, ia adalah dokter yang berlatih Qigong. Pada suatu malam, ia berlatih Gong di ruang pasien, ia berkata pada saya: malam itu ketika saya berlatih Gong, saya melihat roh kedua orang sakit yang meninggal di ruang pasien kita, mereka kembali dan berbicara dengan saya: "Kejadian itu sangat besar sentuhannya terhadap perasaan saya, sebab saya kan sekolah kedokteran!" Tentu saja terhadap roh manusia masih belum begitu percaya, namun kedua contoh kejadian itu menimbulkan minat yang sangat besar bagi saya terhadap masalah, apakah roh manusia itu eksis atau tidak.
Penelitian dan Definisi
Definisi tentang pengalaman menjelang ajal mungkin kira-kira begini: Seseorang berada dalam kondisi jiwa yang sangat kritis, beberapa pengalaman yang disentuhnya agak spesifik. Lalu bagaimanakah pengalaman menjelang ajal yang agak klasik? Saya bisa memberikan sebuah perumpamaan, misalnya seorang pasien, tiba-tiba jiwanya berada dalam keadaan kritis dan terbaring di atas ranjang pasien, kemudian ia melihat dirinya sendiri tiba-tiba seperti telah meninggalkan raganya, seperti melayang ke angkasa, menatapi raganya sendiri berada di sebuah ruangan, melihat kerabat dan sahabat dekat yang telah meninggal di masa lalu, lalu berbicara dengan mereka, juga melihat beberapa pemandangan yang sangat indah. Bahkan mungkin ia masih bisa melihat beberapa jiwa yang dibentuk dari cahaya, jiwa-jiwa ini mungkin memberikan perasaan cinta kasih dan damai, kemudian membuatnya dapat melihat segala perbuatan sendiri sepanjang hidupnya di masa lalu, baik perbuatan baik maupun buruk, acap kali jiwa yang istimewa akan memberitahu padanya bahwa sekarang masih belum waktunya meninggal, kamu seyogianya kembali ke dunia, setelah itu tiba-tiba siuman.
Penelitian pengalaman menjelang ajal dimulai pada akhir abad ke-19 awal abad ke-20, terutama tahun 1970-an. Penelitian terhadap tema ini sudah merupakan arus pokok ilmu pengetahuan, sebab banyak ilmuwan yang sedang mengadakan penelitian ini, termasuk profesor dari Universitas Nevada Dr. Raymond A. Moody, dan profesor bagian anak-anak dari Universitas Washington Dr. Marwin dsb. Banyak ilmuwan sedang meneliti masalah ini. Orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal bahkan mempunyai lembaga penelitian sendiri, mereka juga memiliki majalah akademis sendiri, lagi pula banyak artikel ilmiah yang berhubungan dengan pengalaman menjelang ajal dipublikasikan di majalah kedokteran yang berskala internasional, misalnya majalah The Lancet. Ini berarti bahwa arus pokok ilmu pengetahuan sekarang telah mengakui eksistensi pengalaman menjelang ajal, dan juga menganggapnya sebuah bidang penelitian.
Contoh Pengalaman Nyata
Berikutnya, Dr. Kailiang menunjukkan beberapa contoh tentang pengalaman menjelang ajal, agar semua tahu faktanya: Ada seorang pasien menderita infark otot jantung, lalu terjatuh pingsan, segera dilarikan ke rumah sakit untuk segera diselamatkan, setelah tiba di rumah sakit dan mengetahui elektrokardiogram dan elektroensefalogram (garis listrik otak) semuanya menunjukkan garis lurus, saat itu ia tidak mempunyai tanda-tanda kehidupan, secara klinis ia telah meninggal.
Dokter itu masih tetap tidak menyerah, berusaha memulihkan fungsi jantung dan paru terhadapnya, dalam proses penyelamatan tersebut, dokter itu mendapati pasien itu memakai gigi palsu, merasa mengganggu pekerjaannya lalu gigi palsunya dilepas. Kemudian, pasien itu berhasil diselamatkan, setelah siuman, ia berkata pada dokter kenapa gigi palsuku dilepas dan diletakkan di mana, dokter itu merasa sangat terkejut, mengapa masih bisa mengetahui hal tersebut? Lantas bertanya padanya: Apa sebenarnya yang telah terjadi? Pasien itu mengatakan, saat Anda menolongku, saya melayang di atas langit-langit dan melihat kalian sedang berusaha menyelamatkan aku, dan juga saya melihat Anda melepaskan gigi palsu saya, diletakkan di dalam laci kecil di pinggir bawah tempat obat-obatan, karena itu saya tahu. Kejadian tersebut telah menghapus penyangkalan orang-orang terhadap kebenaran tentang pengalaman menjelang ajal, sebab ia telah dinyatakan mati, karena ia mengetahui semasa proses yang terjadi itu, berarti bahwa pengalaman menjelang ajal adalah eksistensi nyata, bukan halusinasi.
Ada satu lagi yang berkaitan dengan petuah orang tua zaman Tiongkok kuno terhadap pendidikan kita. Seperti contoh misalnya, orang tua acap kali berkata kepada kita: "Kita harus memupuk moral berbuat baik, perbanyak melakukan hal-hal yang baik, mungkin setelah meninggal akan mendapatkan balasan." Dan berikut ini sebuah contoh, yaitu menerangkan bahwa pandangan orang tua kita masih layak kita perhatikan. Ada seorang kepala polisi Jerman, semasa hidupnya bertemperamen sangat keras, tidak pernah memberi perhatian pada orang lain, sangat egois, ia telah banyak melakukan hal yang mencelakai orang lain. Akibatnya, pada suatu ketika ia berada di bawah kondisi mengalami hampir mati, ia mendapati dirinya tiba di sebuah ruangan, banyak roh yang telah meninggal mengelilingi dirinya, lalu ada sesosok makhluk aneh membuka mulut yang digenangi dengan darah hendak menggigitnya, membuatnya sangat ketakutan. Kemudian, kepala polisi hidup kembali, setelah itu, ia menyadari dirinya, manusia jika semasa hidupnya berbuat jahat, maka setelah mati akan mendapatkan balasannya.
Pada segi ini, masih ada lagi contoh, semua tahu, pada zaman Yunani kuno ada seorang filsuf yang sangat terkenal yaitu: Plato, ia mempunyai sebuah karya yaitu: "Negeri Impian (Ideal)". Di antara karyanya ini telah mencatat sebuah contoh pengalaman menjelang ajal yang paling awal dalam sejarah kebudayaan negeri Barat. Contoh kasus ini melukiskan tentang seorang prajurit Yunani kuno yang telah tewas dalam suatu perang, setelah tewas, dan ketika orang sekampungnya membersihkan medan peperangan, menemukan mayatnya, kemudian membawa pulang mayat tersebut untuk diperabukan bersama dengan mayat lainnya. Tiba-tiba ia siuman, setelah siuman ia menceritakan pengalaman yang pernah dialaminya dengan sanak familinya.
Ia mendapati bahwa setelah dirinya mati, rohnya sendiri meninggalkan raganya. Dan setelah itu, ia tiba di sebuah tempat bersama dengan roh lainnya, tempat itu seperti sebuah jalan tembus, bisa mencapai ke dunia lain. Lalu, di jalan itu, roh yang ke sana harus menerima vonis dewa, yaitu berdasarkan perbuatan mereka semasa hidup di dunia, untuk memutuskan apakah pergi ke tempat yang baik atau tempat yang buruk. Dewa itu lalu memperlihatkan segala perbuatan baik yang dilakukan roh tersebut, kemudian memutuskan apakah Anda harus pergi ke tempat yang baik atau buruk. Namun, prajurit Yunani itu tidak divonis, dewa berkata kepadanya kamu masih belum saatnya mati, jadi kamu seharusnya kembali. Maka kembalilah ia. Saya menceritakan contoh ini adalah memberitahu bahwa orang tua dahulu atau sekarang mendidik kita tentang prinsip kebaikan dan kejahatan itu ada balasannya, memang ada benarnya.
Pandangan Ilmu Pengetahuan
Berikut ini Dr. Kailiang masih membicarkan lagi tentang pengalaman menjelang ajal yang dihadapi kalangan akademis saat ini: Sebelumnya juga pernah saya bicarakan, Ada beberapa orang tetap menjaga dengan sikap hati-hati terhadap konsep pengalaman menjelang ajal, mereka merasa bahwa setelah manusia mati tidak ada lagi eksistensi roh, karena itu ketika membicarakan orang hampir mati, mempunyai beberapa pengalaman di ruang lain, pernah melihat sanak kerabat dan sahabat yang telah meninggal, merasa tidak bisa dipercaya. Karenanya mereka akan bersikap hati-hati terhadap tema ini, menganggap bahwa itu adalah suatu halusinasi yang disebabkan oleh otak besar saat manusia hampir mati, adalah bukan suatu yang nyata. Penjelasan tersebut telah gugur, mengapa?
Beberapa contoh yang sebelumnya saya kemukakan, mungkin Anda semua telah menyadarinya, pasien yang berada di bawah kondisi hampir mati telah menunjukkan kondisi mati klinis, artinya elektroensefalogram menjadi garis lurus, tidak ada aktivitas otak besar apa pun, dan jantung berhenti berdenyut. Semua ini membuktikan bahwa pasien telah meninggal, saat otak besar tidak bekerja lagi, bagaimana mungkin ia masih punya pengalaman di ruang lainnya? Sebab semua orang tahu, bahwa segala aktivitas kesadaran yang dianggap dunia ilmiah sekarang, semuanya merupakan pembentukan pengolahan otak besar, jika otak besar orang tersebut telah mati di bawah kondisi hampir mati, lalu bagaimana ia bisa mengolah dan membentuk pengalaman menjelang ajal, karenanya inilah pukulan yang mematikan terhadap teori halusinasi. Karenanya, banyak orang yang mempertahankan sikap hati-hati terhadap teori ini, sejak dulu mereka menganggap, bahwa pengalaman menjelang ajal memang benar-benar eksis.
Jika demikian halnya, lalu bagaimana menjelaskan pengalaman di bawah kondisi kematian pasien? Ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Marwin Moors dari Universitas Washington bagian pediatri, sejumlah ilmuwan-ilmuwan ini menganggap, bahwa sebenarnya pengalaman menjelang ajal dapat disebut "teori roh", otak besar dalam anggapan mereka hanya berupa sebuah pengolahan mesin yang disimpan. Yang dialami orang itu adalah bahwa yang terjadi di ruang lain semuanya tersimpan di ruang lain, misalnya pengalaman menjelang ajal adalah pengalaman roh di ruang lain, kemudian otak besar menerima pengalaman yang tersimpan di ruang lain itu, orang yang melintasi ruang itu, secara lisan, menyampaikan melalui ekspresi mata, ia membuat orang merasakan bahwa setelah mati orang masih mempunyai kesadaran. "Manusia mati, roh itu eksis", teori ini adalah teori yang kedua, penjelasan yang lebih sempurna, mengapa saat di bawah kondisi otak besar mati, pasien masih mempunyai pengalaman yang begitu jelas, bahkan dapat menyampaikannya.
Sekali lagi disinggung sejenak, bahwa ruang dimensi lain bukan suatu yang takhayul, sebab sekarang banyak ilmuwan telah mengakui eksistensi ruang dimensi lain. Misalnya, fisika kuantum menganggap bahwa terdapat keberadaan ruang dimensi lain, jadi hanya ada partikel mikrokosmis yang membentuk ruang dimensi lain, saat ini mungkin ilmuwan tidak mampu menyelidikinya, namun semua ini bisa dianggap eksis secara teoritis. Dalam poin ini melalui segi lainnya juga telah mendukung teori roh yang dikemukakan Prof. Marwin Moors terhadap penjelasan tentang pengalaman menjelang ajal.
Terakhir saya ingin membicarakan sejenak yaitu makna penelitian terhadap pengalaman menjelang ajal. Ilmu pengetahuan sekarang adalah tidak mempelajari dunia rohani manusia, hanya mempelajari dunia materi yang dapat dilihat mata orang atau segala dunia materi yang dapat dilihatnya, karenanya menganggap bahwa setelah manusia mati tidak ada eksistensi roh, ini mungkin sebuah kesenjangan dunia ilmiah dan dunia spiritual. Namun pengalaman menjelang ajal telah menyediakan saluran kepada ilmuwan untuk menyelidiki jiwa dan kesadaran manusia, karenanya dalam penyelidikan dunia spiritual dan di antara penyelidikan dunia materi telah mendirikan sebuah jembatan. Banyak ilmuwan berpendapat bahwa penelitian itu akan memberikan sebuah saluran yang sangat penting bagi manusia dalam dunia spiritual dan penyelidikan roh manusia.
Satu lagi yakni: Saya rasa ada satu segi yang tidak boleh diabaikan dalam penyelidikan terhadap pengalaman menjelang ajal, banyak sekali orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal, saat ketika jiwa mereka diselamatkan, terjadi perubahan 180 derajat atas pandangan mereka terhadap kehidupan dan dunia. Seperti contoh misalnya, kepala polisi yang disinggung di atas, sebelum ia mengalami pengalaman menjelang ajal adalah seorang yang sangat egois dan keras. Tetapi, setelah mengalami pengalaman menjelang ajal, ia lantas menyadari bahwa setelah manusia mati akan ada balasannya, berbuat jahat akan ada balasannya, karenanya ia mulai berubah menjadi baik terhadap orang dan memperlakukan orang dengan baik. Memupuk moral berbuat baik, sebab ia tahu bahwa jika keras (kejam) terhadap orang lain, tidak baik terhadap orang lain atau membunuh orang, ia akan mendapat balasan. Banyak orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal pasti pernah mengalami hal demikian, dan ini sebenarnya telah menjadi sebuah bukti yang diputuskan terhadap pengalaman menjelang ajal, ada atau tidak mengubah secara tuntas terhadap pandangan hidup, namun perubahan ini bukan suatu yang sekejap, yang dapat menjelujuri jalan kehidupannya kelak.
Oleh karena itu orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal telah memiliki kesadaran yang baru terhadap kehidupan, sejumlah besar dari mereka menganggap bahwa datang ke dunia bukan hanya untuk nama dan kepentingan, melainkan bagaimana bisa belajar memberi perhatian pada orang lain di dunia ini, bagaimana mengetahui suatu yang tidak baik dan membuangnya, mendatangkan kebahagiaan pada orang lain, kelak mereka akan tiba di sebuah dunia yang lebih baik seperti dalam agama disebut "surga", atau "dunia kerajaan langit". Oleh karena itu saya pikir ini sangat mirip dengan petuah orang tua Tiongkok dan ini juga merupakan suatu hal yang layak untuk diperhatikan semua orang, di masyarakat terdapat sejumlah besar gejala yang tidak baik dari segi moral, mungkin melalui penelitian pengalaman menjelang ajal, dapat meningkatkan standar moralitas manusia dan memberikan sebuah harapan.
Sebagian Dari Anda Pasti Ada Yg Tidak Percaya?Tp Bergantung dengan kepercayaan Masing2

