• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Keberadaan Roh adalah Nyata

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. magnum
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

magnum

IndoForum Activist C
No. Urut
1320
Sejak
27 Mei 2006
Pesan
14.143
Nilai reaksi
417
Poin
83
Keberadaan Roh adalah Nyata
15d8319f.jpg

Website Zhengjian mewawancarai Dr. Jiu Kailiang dari Universitas Missouri, Columbia, Amerika Serikat, dan Lembaga Ilmu Kedokteran Universitas Qingdao, China. Sekarang, Dr. Kailiang bekerja sebagai peneliti proses perkembangan manusia di Universitas Missouri. Tema wawancara ini merupakan masalah yang sangat diperhatikan orang: Apakah roh itu eksis?

Dalam pengantarnya, pewawancara melontarkan sebuah laporan yang memberitakan tentang seorang tua yang mati suri. Setelah diperiksa, dokter memberitahu bahwa jantungnya masih berdenyut, tapi napas berhenti dalam waktu yang lama, dan sejak awal sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Lalu, pihak keluarga membawa pulang ke rumah dan memasukkan mayat ke dalam peti mati. Setelah malam tiba, orang tua ini tiba-tiba bangkit dari peti matinya, melihat-lihat sekujur tubuhnya dipenuhi kafan begitu sadar lantas memanggil anak-anak dan memarahi mereka. Kemarahannya mereda saat merasa perutnya lapar. Lalu, keluarganya segera menyiapkan makan malam yang enak, setelah makan orang tua itu lalu tidur, dan meninggal.

Para tetangga maupun kerabat berdecak heran, sepertinya jiwa tidak mestinya berakhir hanya karena makan. Menurut teori kedokteran, sel otak manusia bisa mati otak dalam 3-6 menit di bawah kondisi kekurangan zat asam, meskipun dapat diselamatkan bisa menjadi idiot, rasio hidup melampaui 10 menit hampir mustahil. Namun, kita telah melihat ketika sebuah jiwa dalam keadaan berdebar dan pernapasan telah berhenti selama puluhan jam, sel otak semuanya dalam keadaan mati, sekilas bisa seperti seorang yang fungsinya normal.

Contoh seperti ini secara klinis, dalam sejarah terdapat banyak catatannya, dan sama sekali bukan hal yang baru, bukan hanya sebuah contoh kasus. Secara medis, masalah ini dihadapi dengan sikap menghindar dan tidak membicarakannya. Tahun 2001, majalah The Lancet memecahkan misteri, memuat penelitian tentang pengalaman menjelang ajal, menandakan ilmu kedokteran modern mulai menyadari eksistensi roh, di mana pandangan itu mulai bersikap positif. Berikut adalah komentar Dr. Kailiang atas masalah ini:


Roh dan Kemampuan Supernormal

Masalah ini kita bahas dari pengalaman saya sendiri! Saya tamatan bidang ilmu kedokteran, waktu tahun 1993, saya bekerja sebagai dokter praktik di sebuah rumah sakit, saya bertemu dengan seorang pasien. Waktu itu, pasien ini mengidap kanker lambung, lagi pula sangat parah, kami yang berprofesi dokter tahu bahwa sudah tidak bisa lagi menyelamatkan jiwanya, hanya bisa menggunakan obat untuk menunda kematiannya. Akibatnya, pada suatu siang, pasien ini menyuruh istrinya mengumpulkan anak-anaknya, lalu berkata pada mereka: "Malam ini papa akan meninggalkan dunia fana.", maksudnya memberi pesan pada mereka untuk mempersiapkan pemakaman.

Istrinya mencari saya, dan berkata bahwa suaminya pada malam ini akan segera meninggalkan dunia fana, dan tentu saja saya lantas mengatakan beberapa patah kata menghiburnya, namun dalam hati saya merasa sangat terkejut, mengapa? Karena bagaimana dia bisa mengetahui pada malam itu ia akan segera meninggalkan dunia ini? Waktu itu saya bingung menganggap itu tidak masuk akal! Bagaimana ia bisa tahu hal yang belum terjadi? Ternyata benar, pasien sudah tidak sanggup lagi, dan malam itu juga meninggal dunia, hal atau kejadian tersebut memberi saya sebuah inspirasi!
Mengapa, ia bisa mengetahui masa mendatang, melihat hal ihwal yang terjadi di masa mendatang?

Ada lagi sebuah hal yang sangat berkesan yaitu seorang teman kuliah saya, dan tentu saja juga seorang dokter, ia adalah dokter yang berlatih Qigong. Pada suatu malam, ia berlatih Gong di ruang pasien, ia berkata pada saya: malam itu ketika saya berlatih Gong, saya melihat roh kedua orang sakit yang meninggal di ruang pasien kita, mereka kembali dan berbicara dengan saya: "Kejadian itu sangat besar sentuhannya terhadap perasaan saya, sebab saya kan sekolah kedokteran!" Tentu saja terhadap roh manusia masih belum begitu percaya, namun kedua contoh kejadian itu menimbulkan minat yang sangat besar bagi saya terhadap masalah, apakah roh manusia itu eksis atau tidak.

2af26534.jpg


Penelitian dan Definisi

Definisi tentang pengalaman menjelang ajal mungkin kira-kira begini: Seseorang berada dalam kondisi jiwa yang sangat kritis, beberapa pengalaman yang disentuhnya agak spesifik. Lalu bagaimanakah pengalaman menjelang ajal yang agak klasik? Saya bisa memberikan sebuah perumpamaan, misalnya seorang pasien, tiba-tiba jiwanya berada dalam keadaan kritis dan terbaring di atas ranjang pasien, kemudian ia melihat dirinya sendiri tiba-tiba seperti telah meninggalkan raganya, seperti melayang ke angkasa, menatapi raganya sendiri berada di sebuah ruangan, melihat kerabat dan sahabat dekat yang telah meninggal di masa lalu, lalu berbicara dengan mereka, juga melihat beberapa pemandangan yang sangat indah. Bahkan mungkin ia masih bisa melihat beberapa jiwa yang dibentuk dari cahaya, jiwa-jiwa ini mungkin memberikan perasaan cinta kasih dan damai, kemudian membuatnya dapat melihat segala perbuatan sendiri sepanjang hidupnya di masa lalu, baik perbuatan baik maupun buruk, acap kali jiwa yang istimewa akan memberitahu padanya bahwa sekarang masih belum waktunya meninggal, kamu seyogianya kembali ke dunia, setelah itu tiba-tiba siuman.

Penelitian pengalaman menjelang ajal dimulai pada akhir abad ke-19 awal abad ke-20, terutama tahun 1970-an. Penelitian terhadap tema ini sudah merupakan arus pokok ilmu pengetahuan, sebab banyak ilmuwan yang sedang mengadakan penelitian ini, termasuk profesor dari Universitas Nevada Dr. Raymond A. Moody, dan profesor bagian anak-anak dari Universitas Washington Dr. Marwin dsb. Banyak ilmuwan sedang meneliti masalah ini. Orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal bahkan mempunyai lembaga penelitian sendiri, mereka juga memiliki majalah akademis sendiri, lagi pula banyak artikel ilmiah yang berhubungan dengan pengalaman menjelang ajal dipublikasikan di majalah kedokteran yang berskala internasional, misalnya majalah The Lancet. Ini berarti bahwa arus pokok ilmu pengetahuan sekarang telah mengakui eksistensi pengalaman menjelang ajal, dan juga menganggapnya sebuah bidang penelitian.


79350e7a.jpg


Contoh Pengalaman Nyata

Berikutnya, Dr. Kailiang menunjukkan beberapa contoh tentang pengalaman menjelang ajal, agar semua tahu faktanya: Ada seorang pasien menderita infark otot jantung, lalu terjatuh pingsan, segera dilarikan ke rumah sakit untuk segera diselamatkan, setelah tiba di rumah sakit dan mengetahui elektrokardiogram dan elektroensefalogram (garis listrik otak) semuanya menunjukkan garis lurus, saat itu ia tidak mempunyai tanda-tanda kehidupan, secara klinis ia telah meninggal.

Dokter itu masih tetap tidak menyerah, berusaha memulihkan fungsi jantung dan paru terhadapnya, dalam proses penyelamatan tersebut, dokter itu mendapati pasien itu memakai gigi palsu, merasa mengganggu pekerjaannya lalu gigi palsunya dilepas. Kemudian, pasien itu berhasil diselamatkan, setelah siuman, ia berkata pada dokter kenapa gigi palsuku dilepas dan diletakkan di mana, dokter itu merasa sangat terkejut, mengapa masih bisa mengetahui hal tersebut? Lantas bertanya padanya: Apa sebenarnya yang telah terjadi? Pasien itu mengatakan, saat Anda menolongku, saya melayang di atas langit-langit dan melihat kalian sedang berusaha menyelamatkan aku, dan juga saya melihat Anda melepaskan gigi palsu saya, diletakkan di dalam laci kecil di pinggir bawah tempat obat-obatan, karena itu saya tahu.
Kejadian tersebut telah menghapus penyangkalan orang-orang terhadap kebenaran tentang pengalaman menjelang ajal, sebab ia telah dinyatakan mati, karena ia mengetahui semasa proses yang terjadi itu, berarti bahwa pengalaman menjelang ajal adalah eksistensi nyata, bukan halusinasi.

Ada satu lagi yang berkaitan dengan petuah orang tua zaman Tiongkok kuno terhadap pendidikan kita. Seperti contoh misalnya, orang tua acap kali berkata kepada kita: "Kita harus memupuk moral berbuat baik, perbanyak melakukan hal-hal yang baik, mungkin setelah meninggal akan mendapatkan balasan." Dan berikut ini sebuah contoh, yaitu menerangkan bahwa pandangan orang tua kita masih layak kita perhatikan. Ada seorang kepala polisi Jerman, semasa hidupnya bertemperamen sangat keras, tidak pernah memberi perhatian pada orang lain, sangat egois, ia telah banyak melakukan hal yang mencelakai orang lain. Akibatnya, pada suatu ketika ia berada di bawah kondisi mengalami hampir mati, ia mendapati dirinya tiba di sebuah ruangan, banyak roh yang telah meninggal mengelilingi dirinya, lalu ada sesosok makhluk aneh membuka mulut yang digenangi dengan darah hendak menggigitnya, membuatnya sangat ketakutan. Kemudian, kepala polisi hidup kembali, setelah itu, ia menyadari dirinya, manusia jika semasa hidupnya berbuat jahat, maka setelah mati akan mendapatkan balasannya.

Pada segi ini, masih ada lagi contoh, semua tahu, pada zaman Yunani kuno ada seorang filsuf yang sangat terkenal yaitu: Plato, ia mempunyai sebuah karya yaitu: "Negeri Impian (Ideal)". Di antara karyanya ini telah mencatat sebuah contoh pengalaman menjelang ajal yang paling awal dalam sejarah kebudayaan negeri Barat. Contoh kasus ini melukiskan tentang seorang prajurit Yunani kuno yang telah tewas dalam suatu perang, setelah tewas, dan ketika orang sekampungnya membersihkan medan peperangan, menemukan mayatnya, kemudian membawa pulang mayat tersebut untuk diperabukan bersama dengan mayat lainnya. Tiba-tiba ia siuman, setelah siuman ia menceritakan pengalaman yang pernah dialaminya dengan sanak familinya.

Ia mendapati bahwa setelah dirinya mati, rohnya sendiri meninggalkan raganya. Dan setelah itu, ia tiba di sebuah tempat bersama dengan roh lainnya, tempat itu seperti sebuah jalan tembus, bisa mencapai ke dunia lain. Lalu, di jalan itu, roh yang ke sana harus menerima vonis dewa, yaitu berdasarkan perbuatan mereka semasa hidup di dunia, untuk memutuskan apakah pergi ke tempat yang baik atau tempat yang buruk. Dewa itu lalu memperlihatkan segala perbuatan baik yang dilakukan roh tersebut, kemudian memutuskan apakah Anda harus pergi ke tempat yang baik atau buruk. Namun, prajurit Yunani itu tidak divonis, dewa berkata kepadanya kamu masih belum saatnya mati, jadi kamu seharusnya kembali. Maka kembalilah ia. Saya menceritakan contoh ini adalah memberitahu bahwa orang tua dahulu atau sekarang mendidik kita tentang prinsip kebaikan dan kejahatan itu ada balasannya, memang ada benarnya.


ae964333.jpg


Pandangan Ilmu Pengetahuan
Berikut ini Dr. Kailiang masih membicarkan lagi tentang pengalaman menjelang ajal yang dihadapi kalangan akademis saat ini: Sebelumnya juga pernah saya bicarakan, Ada beberapa orang tetap menjaga dengan sikap hati-hati terhadap konsep pengalaman menjelang ajal, mereka merasa bahwa setelah manusia mati tidak ada lagi eksistensi roh, karena itu ketika membicarakan orang hampir mati, mempunyai beberapa pengalaman di ruang lain, pernah melihat sanak kerabat dan sahabat yang telah meninggal, merasa tidak bisa dipercaya. Karenanya mereka akan bersikap hati-hati terhadap tema ini, menganggap bahwa itu adalah suatu halusinasi yang disebabkan oleh otak besar saat manusia hampir mati, adalah bukan suatu yang nyata. Penjelasan tersebut telah gugur, mengapa?

Beberapa contoh yang sebelumnya saya kemukakan, mungkin Anda semua telah menyadarinya, pasien yang berada di bawah kondisi hampir mati telah menunjukkan kondisi mati klinis, artinya elektroensefalogram menjadi garis lurus, tidak ada aktivitas otak besar apa pun, dan jantung berhenti berdenyut. Semua ini membuktikan bahwa pasien telah meninggal, saat otak besar tidak bekerja lagi, bagaimana mungkin ia masih punya pengalaman di ruang lainnya? Sebab semua orang tahu, bahwa segala aktivitas kesadaran yang dianggap dunia ilmiah sekarang, semuanya merupakan pembentukan pengolahan otak besar, jika otak besar orang tersebut telah mati di bawah kondisi hampir mati, lalu bagaimana ia bisa mengolah dan membentuk pengalaman menjelang ajal, karenanya inilah pukulan yang mematikan terhadap teori halusinasi. Karenanya, banyak orang yang mempertahankan sikap hati-hati terhadap teori ini, sejak dulu mereka menganggap, bahwa pengalaman menjelang ajal memang benar-benar eksis.

Jika demikian halnya, lalu bagaimana menjelaskan pengalaman di bawah kondisi kematian pasien? Ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Marwin Moors dari Universitas Washington bagian pediatri, sejumlah ilmuwan-ilmuwan ini menganggap, bahwa sebenarnya pengalaman menjelang ajal dapat disebut "teori roh", otak besar dalam anggapan mereka hanya berupa sebuah pengolahan mesin yang disimpan. Yang dialami orang itu adalah bahwa yang terjadi di ruang lain semuanya tersimpan di ruang lain, misalnya pengalaman menjelang ajal adalah pengalaman roh di ruang lain, kemudian otak besar menerima pengalaman yang tersimpan di ruang lain itu, orang yang melintasi ruang itu, secara lisan, menyampaikan melalui ekspresi mata, ia membuat orang merasakan bahwa setelah mati orang masih mempunyai kesadaran. "Manusia mati, roh itu eksis", teori ini adalah teori yang kedua, penjelasan yang lebih sempurna, mengapa saat di bawah kondisi otak besar mati, pasien masih mempunyai pengalaman yang begitu jelas, bahkan dapat menyampaikannya.

Sekali lagi disinggung sejenak, bahwa ruang dimensi lain bukan suatu yang takhayul, sebab sekarang banyak ilmuwan telah mengakui eksistensi ruang dimensi lain. Misalnya, fisika kuantum menganggap bahwa terdapat keberadaan ruang dimensi lain, jadi hanya ada partikel mikrokosmis yang membentuk ruang dimensi lain, saat ini mungkin ilmuwan tidak mampu menyelidikinya, namun semua ini bisa dianggap eksis secara teoritis. Dalam poin ini melalui segi lainnya juga telah mendukung teori roh yang dikemukakan Prof. Marwin Moors terhadap penjelasan tentang pengalaman menjelang ajal.

Terakhir saya ingin membicarakan sejenak yaitu makna penelitian terhadap pengalaman menjelang ajal. Ilmu pengetahuan sekarang adalah tidak mempelajari dunia rohani manusia, hanya mempelajari dunia materi yang dapat dilihat mata orang atau segala dunia materi yang dapat dilihatnya, karenanya menganggap bahwa setelah manusia mati tidak ada eksistensi roh, ini mungkin sebuah kesenjangan dunia ilmiah dan dunia spiritual. Namun pengalaman menjelang ajal telah menyediakan saluran kepada ilmuwan untuk menyelidiki jiwa dan kesadaran manusia, karenanya dalam penyelidikan dunia spiritual dan di antara penyelidikan dunia materi telah mendirikan sebuah jembatan. Banyak ilmuwan berpendapat bahwa penelitian itu akan memberikan sebuah saluran yang sangat penting bagi manusia dalam dunia spiritual dan penyelidikan roh manusia.

Satu lagi yakni: Saya rasa ada satu segi yang tidak boleh diabaikan dalam penyelidikan terhadap pengalaman menjelang ajal, banyak sekali orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal, saat ketika jiwa mereka diselamatkan, terjadi perubahan 180 derajat atas pandangan mereka terhadap kehidupan dan dunia. Seperti contoh misalnya, kepala polisi yang disinggung di atas, sebelum ia mengalami pengalaman menjelang ajal adalah seorang yang sangat egois dan keras. Tetapi, setelah mengalami pengalaman menjelang ajal, ia lantas menyadari bahwa setelah manusia mati akan ada balasannya, berbuat jahat akan ada balasannya, karenanya ia mulai berubah menjadi baik terhadap orang dan memperlakukan orang dengan baik. Memupuk moral berbuat baik, sebab ia tahu bahwa jika keras (kejam) terhadap orang lain, tidak baik terhadap orang lain atau membunuh orang, ia akan mendapat balasan. Banyak orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal pasti pernah mengalami hal demikian, dan ini sebenarnya telah menjadi sebuah bukti yang diputuskan terhadap pengalaman menjelang ajal, ada atau tidak mengubah secara tuntas terhadap pandangan hidup, namun perubahan ini bukan suatu yang sekejap, yang dapat menjelujuri jalan kehidupannya kelak.

Oleh karena itu orang yang mengalami pengalaman menjelang ajal telah memiliki kesadaran yang baru terhadap kehidupan, sejumlah besar dari mereka menganggap bahwa datang ke dunia bukan hanya untuk nama dan kepentingan, melainkan bagaimana bisa belajar memberi perhatian pada orang lain di dunia ini, bagaimana mengetahui suatu yang tidak baik dan membuangnya, mendatangkan kebahagiaan pada orang lain, kelak mereka akan tiba di sebuah dunia yang lebih baik seperti dalam agama disebut "surga", atau "dunia kerajaan langit". Oleh karena itu saya pikir ini sangat mirip dengan petuah orang tua Tiongkok dan ini juga merupakan suatu hal yang layak untuk diperhatikan semua orang, di masyarakat terdapat sejumlah besar gejala yang tidak baik dari segi moral, mungkin melalui penelitian pengalaman menjelang ajal, dapat meningkatkan standar moralitas manusia dan memberikan sebuah harapan.


Sebagian Dari Anda Pasti Ada Yg Tidak Percaya?Tp Bergantung dengan kepercayaan Masing2
 
kapan hari aku pernah baca tuh d sebuah majalah setiap orang yang meninggal tuh beratnya pasti berkurang beberapa gram dan itu diyakinkan bahwa berat yang berkurang tersebut adalah berat roh /no1
 
selain berat roh bisa juga berat zat2 atau sel2 yg mati,spt otak dan organ lain nya kalo orang mati pasti tdk berfungsi dan kalo lama kelamaan membusuk nah pasti berat nya jg berkurang.....

tp ada kejadian bener:
suatu hari ada orang gereja sekeluarga pulang dari Puncak(dkt bandung)nah mereka naik mobil spt Daihatsu Carry,dan ketika itu tiba2 dia meningal dan mobil ny langsung berhenti lalu truk/mobil di belakang nya menabrak,dan yg menabrak dia pun ikut mati,yg pada mobil Daihatsu Carry ini yg meninggal hanya suami nya tanpa luka dan darah....lalu ketika Istri nya Tersadar Dia melihat ada spt cahaya yg keluar dari badan suami nya,lalu ketika di RS sudah tak tertolong lagi.

nah apakah itu Roh nya yg keluar...
 
sepertinya gitu deh. yg berat badannya berkurang tuh ketika dia meninggal lgsg d timbang kk magnum jd organ organnya blom sempat membusuk ato apapun juga /no1
 
iya pdhl yg orang gereja itu suami nya ngka punya penyakit apa2,pas ke dokter jg bingung knp yah??????
 
lah kok ada cerita rada2 ngeri di Education =))
Emang roh ada beratnya juga kk /wah
 
ngeri apa nya,tanya sama roh kamu coba =))
 
hua ha ha menurut penelitian sih katanya ada beratnya berapa sekian gram gitu /swt
 
kapan hari aku pernah baca tuh d sebuah majalah setiap orang yang meninggal tuh beratnya pasti berkurang beberapa gram dan itu diyakinkan bahwa berat yang berkurang tersebut adalah berat roh /no1
Bukanya nambah?
kan Gas yg dalam tubunh nya nda di kluarin lagi
klo idfup kan isa napas,jadi kluar-masuk kluar-masuk....
 
tapi menurut intisari tuh katanya berat orang yang meniggal pasti akan turun n itu diyakini sebagai berat roh yang meninggalkan tubuh orang tersebut /no1
 
Emang berat nya bisa turun sampai brapa kg cc ?
Tapi gw pernah dengar2 dari pembicaraan orang2, katanya gendong orang mati kok lebih berat ya,....
 
@hunter leader
Ya itu mangkanya gendong mayat pasti berat
krn Gas nya kan nda di buang lage...
 
katanya sih yg d muat oleh intisari itu ga sampe ber kg kg tapi cuma beberapa gram aja /wah btw ga tau nih mana yg bener lebih berat or lebih ringan ya /? /hmm
 
beuh...banyak bgt artikelnya..yah tapi kan ini masih menjadi misteri..masi banyak org yg blum melihat langsung..masih antara percaya dan tidak..beberapa org yg mati suri perna ngmg kl pas mati dia serasa tidur ga ada kejadian apa2..ga ada acara terbang2an..kaya tidur nyenyak trus bangun aja..nah mana yg bener coba
 
weks, arwah / roh pasti ada lha..
klo gak gmn kita bisa hidup? /swt
tp penelitian n kisah2nya baru gw dnger..keren jg ya../no1
 
Banyak banged tulisannya /wah Mata gw mau ancur /wah
 
@Lock
yg di warnai dgn warna lain itu yg pembuktian dan yg penting.....baca pelan2


kok nambah,kan tubuh mayat makin peot berati semua nya mulai membusuk dan sampai tinggal tulang nya,sel2 mati dgn sendiri nya,gas2 yah keluar sendiri tanpa di pompa paru2,tp kan di masukin pengawet mayat(rasa nya kayak yg kita makan di mie,bakso,dll =)) )
 
no comment, roh emang ada dan eksis, penjelasannya di agama gue udah cukup buat gue..:)
 
tp ada artikel yg inti nya ttg Roh jg,banyak lagi....

Roh Meninggalkan Tubuh dan Mengawang di Angkasa

Pim van Lommel, dokter di Rumah Sakit Rijnstate Netherland adalah peneliti terkenal masalah pengalaman mendekati kematian (NDE). Bersama rekan-rekannya telah mengadakan sebuah penelitian pada 1988-1992, melalui sistem pelacakan terhadap pengalaman mendekati kematian, selama 8 tahun berhasil menolong 334 pasien dari usia antara 26 hingga 92 tahun dari penyakit jantung, serta mengumumkan hasil riset tersebut pada The Lancet, sebuah jurnal ilmiah internasional pada Desember 2001, dan membuat gempar kalangan akademisi.

Laporan riset Dr. Lommel yang paling menarik perhatian adalah pengalaman pasien tentang arwah mereka yang pergi meninggalkan tubuhnya, pengalaman ini sulit dijelaskan lewat sudut neuropsikologi, karena pasien itu telah dinyatakan mati secara klinis, baik detak jantung maupun napasnya sudah berhenti, gelombang elektro otak (brain-wave) pun hilang dari layar monitor serta susunan otak besar dalam keadaan tidak aktif. Jikalau kesadaran berpikir manusia itu timbul dari saraf otak, mengapa dalam kondisi mati klinis, masih ada semacam kegiatan kesadarannya serta kondisi sadar dan beraturan?

Seorang pasien berumur 44 tahun misalnya, tersungkur akibat penyakit jantungnya kumat, seseorang melihatnya dan diantarkan ke rumah sakit. Oleh dokter, dia dinyatakan mati klinis, beberapa petunjuk klinis menunjukkan harapannya sangat tipis. Namun Dr. Lommel tetap berusaha sedapat mungkin, terus memacu detak jantung serta napas buatan untuknya. Pada saat dokter ingin memberi napas buatan ia mendapat kesulitan karena sang pasien memakai gigi palsu, lalu dilepaskannya. Setelah pertolongan yang memakan waktu satu setengah jam, akhirnya ada detak jantung serta tekanan darah di tubuhnya, tapi masih pingsan. Setelah siuman dan melihat Dr. Lommel, si pasien berkata bahwa ia tahu gigi palsunya ada di mana. Dr. Lommel terperanjat, si pasien menjelaskan: "Ya, begitu saya digotong ke rumah sakit dan Anda ada di sana, mengeluarkan gigi palsu dari mulutku lalu diletakkan di sebuah mobil kecil, dan di mobil itu banyak botol obat, bagian bawahnya ada sebuah laci, kemudian Anda menaruh gigi palsuku di sana."

Dr. Lommel sangat amat terkejut, sebab dia tahu bahwa pasiennya dalam kondisi koma. Setelah melalui pembicaraan lebih lanjut, Dr. Lommel diberitahu bahwa saat itu ia berada di awang-awang, memandang dari ketinggian tubuhnya yang terbaring di atas ranjang serta sibuknya para medis, ia mencoba berkomunikasi supaya jangan berhenti menolongnya, tapi usahanya gagal, karena tidak seorang pun bisa melihat keberadaannya. Cerita tersebut sangat akurat dengan keadaan sebenarnya saat itu. Kalau kita padukan antara aktivitas kesadarannya saat itu dengan aktivitas saraf otak, apa yang dapat kita jelaskan karena otaknya saat itu dalam kondisi nonaktif namun dapat melihat segala kenyataan dengan jelas sekali?

Prof. Melvin Morse, M.Ph. penulis buku Closer to the Light dari George Washington University dan Paul Perry pemimpin redaksi majalah Heath of America mencatat sebuah kasus pengalaman meninggalkan tubuh. Olga Fillhard yang berusia 63 tahun, sedang menunggu transplantasi jantung. Karena masalah serius pada sistem jantungnya, menyebabkan detakan jantungnya berhenti. Dia dibawa ke University of California Center untuk dilakukan pembedahan. Seluruh anggota keluarganya mengantar ke rumah sakit kecuali menantunya yang jaga rumah.

Meski operasi pencangkokan berjalan lancar, tapi sekitar jam 2 lewat 15 menit, jantung yang baru dicangkok itu berhenti secara tiba-tiba. Setelah proses pertolongan yang memakan waktu 3 jam, nyawanya berhasil diselamatkan. Oleh tim dokter, keluarga Olga diberitahu suksesnya operasi tersebut namun tidak diberitahu rinciannya. Ketika keluarganya menelepon kabar gembira ini ke menantunya, dia pun mempunyai kabar gembira untuk mereka. Menantunya bilang ia telah mengetahui berhasilnya pembedahan itu. Pada jam 2 lewat 15 menit, dia sedang tidur, dalam tidurnya itu ia bermimpi ibu mertuanya muncul di depan ranjang dan berkata bahwa ia baik-baik saja dan jangan khawatir dan memintanya memberitahu anaknya. Lalu menantunya itu mencatat waktu dan kejadian ini kemudian tidur lagi.

Tatkala Olga siuman, kalimat pertama yang ia lontarkan ialah: "Apakah kalian menerima kabar yang saya tinggalkan itu?" Dr. Paul Perry dan Melvin Morse meneliti kasus mendekati kematian Olga, mendapatkan bahwa setiap detailnya mempunyai bukti objektif, lebih-lebih memo pesan yang ditulis menantu Olga akan berita tersebut.

Pengalaman roh meninggalkan tubuh, tidak hanya dialami oleh pasien menjelang ajal saja, yang sehat pun berpengalaman serupa. Prof. Dr. CharlesT. Tart dari Universitas California pada 1998 mengemukakan sebuah makalah di majalah akademis Journal of Near Death Study yang menceritakan praktik yang dilakukannya terhadap segelintir orang yang mengaku berpengalaman akan "roh meninggalkan tubuh" itu.

Pada pertengahan tahun 60-an, seorang wanita pengasuh anak berinisial Z, pernah bercerita kepada dokter tersebut mengenai peristiwa yang dialami semasa kanak-kanaknya yang sering merasa terjaga dan "segar" dari tidur pulasnya, rohnya berpisah dengan tubuhnya ke langit-langit, dari ketinggian sana ia melihat tubuhnya sendiri. Apa yang dialaminya itu nyata dan jelas serta beda dengan mimpi pada umumnya. Awalnya ia beranggapan bahwa itu hanya semacam fenomena wajar saja dari tidur. Ketika dia menceritakan pada orang lain, baru sadar bahwa sebenarnya bukan demikian halnya, ia pun tidak sembarangan lagi bercerita pada orang lain. Dia mengatakan kadang kala masih memiliki perasaan demikian.

Dr. Charles memberitahunya ada dua teori mengenai "roh meninggalkan tubuh" itu. Yang pertama menganggap roh seseorang dalam waktu singkat sekali berpisah dengan tubuhnya, sedang pendapat lainnya menganggap itu hanya sekadar ilusi belaka. Dr. Charles menyarankan supaya ia dapat membedakan keduanya melalui cara berikut ini: yakni menulis angka satu hingga sepuluh di sepuluh lembar kertas, masukkan ke dalam kotak yang ada di sisi meja dengan tulisan menghadap bawah, sebelum tidur secara asal ambil satu lembar lalu balikkan namun jangan dilihat. Jika ia benar-benar pernah berpengalaman semacam ini di waktu tidur, maka saat itu lihat dan ingat angka yang tertera di atas memo itu. Keesokan pagi periksalah kembali apakah cocok angka dalam memori dengan angka di memo tersebut. Beberapa minggu kemudian, Dr. Charles bertemu lagi dengannya, ia bercerita bahwa ia telah mencoba 7 kali dan angka-angka yang diingat dari pengalamannya akurat sekali.

Selanjutnya ia diundang Dr. Charles ke laboratorium untuk uji coba selama empat malam. Beliau menggunakan EEG (garis listrik otak) yang sering dipakai dan bisa membedakan tahap-tahap yang berbeda sewaktu tidur dalam uji cobanya; secara berkesinambungan mencatat data EEG sewaktu tidur. Bersamaan dengan itu beliau memakai instrumen untuk tes gerak mata, resistensi terhadap kulit, irama jantung serta tekanan darah. Untuk memastikan apakah sewaktu merasa berpisah dengan tubuhnya itu benar ada soul-exsomatize (fenomena roh meninggalkan tubuh), maka Dr. Charles menggunakan proses sebagai berikut:

Setiap malam setelah berbaring di atas ranjang, dan instrumen menunjukkan bahwa si pasien akan tertidur, maka Dr. Charles menuju ke kantornya serta membuka meteran random digital yang sudah disiapkan, dan melempar sebuah koin di atas meteran, menentukan angka sesuai dengan lemparan koinnya, mencatat 5 nomor awalnya pada sehelai kertas memo, lalu masukkan ke dalam map tidak tembus pandang, kemudian kembali ke ruang uji coba, di luar jangkauan penglihatan sang pasien, menaruh map yang berisikan memo tadi ke atas rak. Mata seseorang tidak dapat melihat dengan jelas benda dan isi memo di atas ketinggian kurang lebih 6,5 kaki, jadi sang pasien tak dapat melihat isi map. Kemudian Dr. Charles menyuruhnya tidur dan berpesan jika berfenomena "roh meninggalkan tubuh" muncul, agar berusaha segera bangun dan memberitahu, supaya dokter bisa mencatat terjadinya fenomena tersebut di alat pencatat tadi. Dan minta jika rohnya sedang mengawang cukup tinggi, catat isi memo itu, cepat bangun dan beritahu pada Dr. Charles isinya begitu selesai.

Dalam uji coba selama empat malam itu, wanita berinisial Z melaporkan lima kali terjadi perasaan "roh meninggalkan tubuh", tiga kali di antaranya merasakan sepertinya rohnya berpisah dengan tubuhnya, dua kali terjadi "roh meninggalkan tubuh". Meskipun tiga malam terdapat perasaan rohnya mengawang serta terjadi roh meninggalkan tubuh, namun ia tidak sanggup mengangkat dirinya ke posisi cukup tinggi untuk melihat angka-angka di memo itu (tiap malam angka itu tidak sama). Uji coba di malam keempat, dalam periode 7 menit alat pencatat menunjukkan tanda seperti tidur tahap awal, dengan tanda sadar dalam sekejap. Ketika Z terbangun dan memberitahu angka yang tertulis di kertas adalah 25132, Dr. Charles lalu mencatatnya dan membuktikan itulah angka yang tertulis di memo itu. Jadi kemungkinan tertebaknya lima angka secara asal-asalan ialah seperseratus ribu!

Prof. Kenneth Ring seorang psikolog dari Universitas Connecticut menulis dalam bukunya yang terkenal Heading Toward Omega: In Search of the Meaning of the Near Death Experience, menceritakan pengalaman mendekati kematian seorang wanita berusia 48 tahun: "Der, saya telah berpisah, selanjutnya mengawang ke langit-langit, lalu lihat ke bawah, saya dapat melihat topi di atas kepala dokter, karena ada tanda khusus di topinya, penglihatan itu sangat jernih dan hidup, saya berabun dekat yang amat sangat, orang lain dapat melihat sesuatu dalam jarak 400 kaki, tapi saya harus berada di sekitar lima belas kaki baru terlihat, jadi hal ini (melihat tanda khusus pada topi dokter) membuat saya sangat terkejut. Mereka rangkaikan mesin di belakang kepalaku denganku, maka pikiran pertama saya ialah: "Ya, Tuhan! Saya dapat melihatnya, dan saya hampir tidak percaya karena saya dapat melihatnya". Saya bisa membacakan angka-angka pada mesin yang ada di belakang kepala saya itu. Segala sesuatu itu jelas dan terang sekali, dari tempat saya itu dapat melihat ke bawah pada kap lampu yang kotor sekali dan penuh dengan debu. Saya masih ingat saat itu saya berpikir: "harus memberitahu ini semua pada juru rawat".

Selain itu, satu lagi kasus roh meninggalkan tubuh pada buku Closer to Light, karangan Melvin Morse dan Paul Perry dari George Washington University. Paula, seorang wanita berusia 25 tahun, penyakit jantungnya kumat secara mendadak dan berhenti berdetak. Setelah tertolong dan siuman kembali, katanya: "Saya mengawang di langit-langit dan melihat ke bawah, ada tiga juru rawat di samping tubuhku, yang satu memeriksa nadi lalu berteriak pada kedua temannya: "Tolong telepon dokter dan suaminya". Maka dokter pun datang dan setelah sebuah diagnosa singkat selesai dilakukan, lalu berkata: "Wanita ini sudah meninggal."

Saya melayang keluar kamar dan masuk ke sebuah koridor, tampak bibiku, yang juga juru rawat di rumah sakit ini, sedang berkata pada orang lain: "Betapa sayangnya, karena Paula pernah menjadi seorang ibu muda yang baik". Saya merasa sangat heran mengapa ia harus menggunakan kata "pernah menjadi". Saya mencoba berbicara dengannya dan memberitahu bahwa saya masih di sini, namun tidak berdaya untuk berkomunikasi dengan mereka. Bahkan saya masih bisa melayang ke kamar yang satu lagi, saat itu saya mendengar kata: "terlalu berisik" keluh seorang pasien. Juru rawat berkata padanya: "Paula sedang sakit keras di kamar sebelah". Kemudian saya melayang kembali ke ruangan saya, terlihat suamiku sudah datang, dan berkata pada dokter : "Bagaimana saya harus mengatakan hal ini pada anak-anak?"

Lalu saya berpikir barangkali sudah meninggal dunia, pikiran saya yang kedua bukan takut, tapi merasa kali ini sebuah pengalaman yang menarik, saya ingin memberitahu mereka: "Saya sedang berada di sini" dan malahan dapat melihat bahkan mendengar pembicaraan mereka, tapi tak bisa berkomunikasi, ini sangat membuat saya putus asa. Ketika saya melihat mereka sedang memberi pertolongan pada saya, di dalam ruangan berubah menjadi terang sekali, sebuah kubah besar berwarna turun dan berada di atas saya, ada cahaya berkedap-kedip yang sangat terang dari porosnya. Saya tahu pusat cahaya itu adalah tempat tujuan saya. Lalu beberapa orang keluar dari dalam cahaya itu, mereka bukan Tuhan atau malaikat, tapi orang biasa. Akhirnya saya kembali ke tubuhku. Setelah itu melihat dokter mengguncang-guncangkan tubuhku dan memanggil: "Paula, Paula, cepat kembali". Itulah saat saya kembali ke tubuh dan siuman.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.