@Rokyuju. Ya, saya sudah berkali-kali melihat kamu menanyakan hal yang sama...
Saya sendiri tidak berani sembarangan menjawab pertanyaan serius seperti ini jika bukan merupakan sesuatu yang telah saya renungkan dan pahami sepenuhnya. Bagi saya, Dharma janganlah di jawab seenaknya, apalagi iseng... ha..ha..ha.
Persoalan yang lain adalah pertanyaan Anda tidak bisa dijawab dengan sederhana, namun perlu banyak pemahaman konseptual lainnya yang masih panjang....
Jadi jika tidak dapat memenuhi keinginanmu, terlebih dahulu maaf.
1. Sadharma Pundarika Sutra/Lotus sutra/FaHuaCing/Hokekyo
2. Tidak hanya NSI/BDI/Sokagakkai yang membahas sutra ini, Aliran mahayana yang lain juga banyak me-refer kepada Sutra penting ini.
3. Saya tidak pernah dengar atau mengetahui bahwa Sutra ini menjadi kontroversi, Namun mungkin beberapa aspek ini yang anda maksud:
* Sutra ini perlu memahami sang Buddha, bukan hanya sebagai Buddha historis, namun Buddha yang memiliki Trikaya, itu sebabnya bukan untuk Buddhis "sekolahan".
* Bahwa Sutra Sadharma Pundarika diajarkan pada delapan tahun terakhir dalam kehidupan Sang Buddha, hal ini hanya bisa dimengerti jika kita memahami sistem klassifikasi Sutra menurut tradisi Tientai yang dilakukan oleh Master Chih-I.
* Bersama MahaParinirvana Sutra (bukan Parinibbana Sutta-nya Tipitaka), sutra ini termasuk "Ajaran yang sempurna". Ajaran dari periode terakhir, dimana ajaran dianggap telah menjadi "Ghee(Mentega murni)", digambarkan sebagai "Matahari yang berada pada puncak tertinggi" (tepat siang hari), dan dalam cerita the prodigal son (yang versi Buddhis-bukan versi kristen/katolik) ini dianggap sebagai saatnya Sang ayah memberikan semua harta kekayaannya kepada si putra.
* Nichiren secara sepenuhnya meyakini dan memegang teguh klasifikasi oleh Master Chih-I.
4. Tentang isi Sadharma Pundarika, dapat saya pribadi simpulkan dalam beberapa kata ini: "Expedient Means, Parables, Prophecy, Mystic powers, etc" - saya benar-benar bingung bagaimana kata padanannya dengan pengetahuan/terminologi Budhis yang saat ini dapat diterima umum di Indonesia.
Saya tidak tahu apakah rekan-rekan dalam forum ini dapat sepenuhnya menggambarkan Buddhisme yang berkembang di Indonesia??? ... jika saya asumsikan bisa...
pantas saja kontroversi yang Sdr Rokyuju sebutkan terjadi.....
Misalnya, banyak Rekan di Forum ini selalu teriak: "makanya..... EHIPASIKO!"
sedangkan Lotus Sutra sudah berada pada level KEYAKINAN... artinya Lotus Sutra baru bisa mudah dimengerti, Ajaran Sempurna baru bisa dipahami jika sudah terlebih dahulu melewati fase Avatamsaka, Agama, Vaipulya dan Prajnaparamita....
...itulah sebabnya banyak terjadi perdebatan yang tidak betul-betul membantu mendorong menuju pencerahan yang terjadi antar kita...
Che Pei.
semua tulisan di atas jika ada yang salah sepenuhnya adalah karena ketidak tahuan saya,
jika ada sebagian saja yang berguna, biarlah didedikasikan untuk kebahagiaan semua makhluk.