• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jika Istri Belum Hamil Juga…

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Jika Istri Belum Hamil Juga…​

Anak merupakan faktor yang penting dalam sebuah keluarga. Itulah sebabnya, ketika menikah, sebagian besar pengantin baru sibuk mencari cara segera mendapatkan momongan. Namun jika istri tak kunjung hamil, apa yang terjadi?Health (INILAH/AMO) –

Sekitar 10-15% pasangan usia subur mengalami masalah infertilitas atau ketidaksuburan. Penyebabnya, bisa pihak wanita, bisa juga laki-laki. Atau, bisa pula keduanya.

Bahkan ada penyebab lain yang tidak diketahui. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 50-80 juta pasangan usia subur mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.

Menurut dr. Indra NC Anwar, SpOG dari Klinik Fertilitas Teratai RS Gading Pluit, seseorang dinyatakan infertil jika dalam satu tahun pernikahan belum hamil juga. Itu dalam kondisi suami istri usia produktif (di bawah 35 tahun) yang berhubungan secara teratur tanpa alat kontrasepsi.

Demikian pula jika usia pasangan, terutama istri sudah di atas 35 tahun dan dalam tiga bulan pertama setelah melakukan hubungan suami-istri secara teratur tanpa memakai kontrasespsi. “Sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke ahli fertilitas,” ujarnya.

Berdasarkan data, infertilitas karena faktor istri mencakup 45%. Masalahnya bisa terdapat pada saluran telur (40%), ovulasi (15-25%), periterium/endometriosis (25%), mulut rahim (5%), dan rahim (5%).

Sedangkan karena faktor suami sekitar 40%. Dari laki-laki, sumber masalahnya kemungkinan berasal dari kelainan pengeluaran sperma (3%), kelainan produksi dan pematangan sperma, penyempitan saluran mani karena infeksi bawaan (6%), faktor imunologik/antibodi, anti sperma (2,9%), serta faktor gizi.

Sisanya sebesar 10-15% merupakan faktor-faktor yang tidak terjelaskan.

“Beberapa faktor yang tak bisa dijelaskan ini juga disebabkan oleh beberapa hal,” sambung dr. Irsal Yan, SpOG.

Ia mengungkapkan bisa saja karena ilmu kedokteran memang belum sampai ke sana. Juga karena fertilitas terbukti bawaan dari beberapa masalah lainnya. Antara lain kebiasaan, gaya hidup, teknologi, dan lainnya.

Untuk gaya hidup, Irsal menyayangkan banyaknya pasangan yang menunda mempunyai bayi, padahal jam biologis terus berdentang.

Kesempatan hamil pun semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia. Pada usia 20-an tahun, kesempatan hamil sebesar 20-30%. Usia 30-an menurun menjadi 15-20% dan pada usia 40-an menjadi 10% saja.

Sementara untuk kasus subfertil yang bisa berarti infertilitas atau steril (mandul) adalah 1-3%. Berbeda dengan pria yang memiliki ‘pabrik sperma’, wanita hanya memiliki ‘gudang telur’. Sebab itulah wanita akan mencapai masa menopause atau habisnya sel telur di ‘gudang’ tersebut.

“Tapi tak perlu khawatir. Sekitar 90% dari pasangan menikah dengan syarat-syarat sempurna pasti akan langsung hamil,” imbuh Irsal.

Di antara berbagai penyebab sulitnya pasutri mendapatkan keturunan, ternyata gaya hidup menyumbangkan angka yang cukup besar dalam infertilitas, yakni 15-20%. Gaya hidup yang serba cepat dewasa ini rentan membuat seseorang terkena stress.

Kondisi jiwa seperti ini menyebabkan gangguan ovulasi, gangguan spermatogenesis, spasme tuba fallopi, dan disfungsi seksual yaitu menurunnya frekuensi hubungan suami istri.

Faktor gaya hidup lainnya yang menyebabkan kesulitan memiliki anak adalah malnutrisi, kegemukan atau terlampau kurus, kanker dan terapinya, merokok, konsumsi kafein berlebihan, konsumsi alkohol dan obat-obatan, serta usia. Olahraga yang berlebihan juga bisa menyebabkan seorang wanita sulit hamil karena mengganggu siklus haid.

“Penanganan pasutri sebagai satu kesatuan merupakan tindakan yang paling baik,” saran dr. Harijanto, SpOG, MM, Koordinator bagian Obstetri dan Ginekologi RS Gading Pluit. Pada prinsipnya, penanganan infertilitas ada dua macam, yaitu dengan pengobatan konvensional atau dengan teknologi reproduksi berbantu.

Pengobatan konvensional antara lain dengan pemberian obat-oabatan, baik untuk tujuan menghilangkan faktor penyebab, memicu produksi sperma, memperbaiki pematangan sperma, memperbaiki transport sel, dan mencegah kerusakan sel sperma.

Sementara gangguan kesuburan akibat kerusakan atau kelainan anatomi di saluran telur bisa ditangani dengan operasi.

Jika gagal, teknik yang layak dicoba adalah melalui inseminasi atau bayi tabung. Di Indonesia, Klinik Teratai merupakan salah satu yang terpercaya dengan tingkat keberhasilan sebesar 46,2% atau di atas tingkat keberhasilan nasional yang 30%.

Bayi tabung pertama yang lahir dari Klinik Teratai lahir pada tanggal 6 Februari 2008 dengan normal dan sehat hingga saat ini.

Tapi, apapun langkah yang diambik, sebelum melakukan tindakan apapun, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda
 
Ingin Hamil? Makanlah Es Krim Yang Banyak

Es krim bisa membantu perempuan agar bisa hamil. Ini jadi kabar baik bagi perempuan yang merindukan momongan.Health (INILAH/AMO) –

Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan Harvard menyatakan konsumsi makanan dari produk susu olahan akan meningkatkan kemungkinan perempuan untuk hamil, termasuk kebiasaan makan es krim secara rutin.

Sebuah penelitian telah dilakukan oleh The Nurses’ Health Study yang melibatkan 18.555 perempuan berusia 24-42 tahun. Riset yang dilakukan sepanjang 1991-1999 ini, meminta para responden mencatat gaya hidup mereka, pola diet yang mereka lakukan dan catatan kesehatan.

Setiap dua tahun mereka mengisi lembar pertanyaan berapa kali kegagalan mereka mencoba untuk hamil. Mereka juga ditanyakan seberapa sering dan apa jenis makanan yang mereka konsumsi dalam beberapa tahun terakhir.

Kesimpulannya, mereka yang rutin mengkonsumsi produk olahan kaya susu memiliki tingkat kesehatan alat reproduksi yang lebih baik dibanding mereka yang jarang mengkonsumsi produk kaya susu.

Perempuan yang mengkonsumsi es krim dua kali atau lebih dalam seminggu menurunkan 38% risiko gagal hamil dibanding yang tidak.

Dr Jorge Chavarro, pemimpin studi ini menasehati kaum perempuan yang ingin memiliki momongan untuk kembali mengevaluasi diet rendah susu yang mereka jalani.

Chavarro menyarankan mereka mulai mengganti makanan rendah lemak seperti mengganti susu skim atau yoghurt rendah lemak dengan susu kaya lemak.

Hal senada juga dikatakan Dr Richard Fleming, dari Glasgow Centre for Human Reproduction, yang menyebutkan perempuan yang melakukan diet rendah lemak harus berhati-hati dengan kemandulan.

Jadi bagi mereka yang ingin hamil, tak ada salahnya mulai rajin konsumsi produk olahan susu, termasuk es krim.
 
noce info...

ternyata berhubungan intim dibawah 35 thn secara teratur tanpa alat kontrasepsi bisa menurunkan persentase kehamilan di masa depan nanti toh....

dan diatas 35thn klo pk kontrasepsi teratur jg demikian....

tapi bagus deh klo obat nya cuman disuruh makan es krim......

wakwakakw

mulai dah makan es krim yg banyak dan teratur biar bisa mengerjakan perintah agama....

yaitu punya anak dan mendidiknya...
 
masa depan > 35 jelas ga akan melahirkan lagi, karena udah capai melahirkan pada saat < 35 /omg
 
tentang es grim pernah denger juga sih :D

nice info :D
 
masa depan > 35 jelas ga akan melahirkan lagi, karena udah capai melahirkan pada saat < 35 /omg


kwakawkawk

masak capai...

setahu gwa 35++ udah gag bisa hamil karena kebanyakan wanita akan kehabisan jumlah sel telurnya di usia tsb...
 
@chen87
diatas 35 masih bisa melahirkan lho.
dulu tante sy umur 44 th belum pernah melahirkan, karena nikah nya terlambat
tapi sekali melahirkan kembar loh.
 
yg bnr cc???

iy emank masih bisa.....tapi hanya sekian org saja yg kapsitas sek telurnya banyak....

kan cewe setiap mens membuang ber-ribu...ber-ratus ato mungkin jutaan sel telur yg matang dan tidak terpakai....


tante nya cc ada keturunan kembar???

wa jg kepingin punya anak kembar heheheh /heh /heh
 
@chen87
kalau dari keturunannya ada yg kembar atau ga kurang jelas, karena dia itu istri dari adiknya ayah sy, besuk kalau ketemu sy tanyakan :)
yg jelas dari Om sy ga ada yg kembar.
 
Gw.... belum pernah hamilin orang..... tapi kemaren dapat calon yang 35 tahun, lebih tua dari gw... gw ogah.... takut dianya kecepatan monopausenya....

Makin bingung, makin gak jadi-jadi.... :(:(:(:(:(:(
 
@chen87
kalau dari keturunannya ada yg kembar atau ga kurang jelas, karena dia itu istri dari adiknya ayah sy, besuk kalau ketemu sy tanyakan :)
yg jelas dari Om sy ga ada yg kembar.

masalahnya kembar klo engga dari keturunan


susah...kecuali di kabulkan sama Tuhan do'a nya....yg pengen pnya anak kembar...


keturuan jg gag mesti keturunan yg terlihat...lgsg...

ada yg mesti di usut dl baru ketahuan ternyata moyangnya moyang ayahnya pernah kembar....


mudah2an saya dapet anak kembar kl merit nanti Amien...
 
@TS

coly oot dikit. cuma penasaran aja. hbis nyambung jga ci keknya. neh loe, . .gmna yah cara tes sperma kita bsa hamilin cew apa kaga???
selaen check up di dokter yg tao sharing donx.:) dri tadi kn cuma disebutkan dari faktor usia aja.
 
^

periksa produktif engga nya tanpa k dokter...


hmmm


kekna belon ada yg tau....soalnya kan itu gag ada ciri2 na...

tapi kek TS bilank....yg tampan sperma na lebih produktif...

mungkin maksud " tampan " disini org yg rajin merawat dirinya....
 
Ada satu Cara /Teori :D

Coba berhubungan di dalam Kolam Air Hangat...Bisa di Bathub atau di Kolam pemandian pribadi air Panas :D

Silahkan mencoba ;)


NB:
Khusus buat yang udah married ya =))=))=))
 
Sebenarnya sedih juga....

Bagi yang belum punya anak, udah kawin apa belum.... termasuk gw...
Berarti masih 50% mandul.....
 
Sebenarnya sedih juga....

Bagi yang belum punya anak, udah kawin apa belum.... termasuk gw...
Berarti masih 50% mandul.....

tes kemana bgusnya yah om:D
 
tes kemana bgusnya yah om:D

Jangan dites dong....
kalo kamu tes:

1. Ternyata gak mandul. Alias sukses buntingin anak orang. Masalah kan?.... Emang mau merried sama tester? :D

2. Ternyata mandul. Wah.... paling-paling awalnya penasaran. Hasilnya, jadi test sana sini. Awas jadi PSK cowok loh.... Terus, gak berhasil juga. Makin masalah kan? Depresi, gak pede... asal jangan (alamak) bunuh diri... "gak ada gunanya gw hidup di dunia ini.... gw gak bisa punya keturunan..." Wakakakak.... mampus deh :D

Jadi, kalo gw sih... walau secara defacto masih 50:50.... pede aja lagi. Bokap gw punya anak sampe 12. Sodara-sodara gw semuanya punya anak lebih dari 2.... jadi? takut apa?.... Kalau sudah waktunya (emang udah waktunya sih, bagi gw...) Mari bikin anak.... hehehehehe (maksudnya lu bikin sendiri, gw bikin sendiri....:D:D:D:P - jangan disalah artikan!!!)
 
Sebenarnya sedih juga....

Bagi yang belum punya anak, udah kawin apa belum.... termasuk gw...
Berarti masih 50% mandul.....

normalnya, walaupun blm pny anak ato kawin, orang dewasa udah memproduksi sperma yg "aktif" (dalam arti bisa membuahkan sel telur)

@chen: wanita setiap 1x siklus menstruasi, mengeluarkan hanya 1 sel telur kok..

cmiiw :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.