rocksteadyska
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 139343
- Sejak
- 13 Jun 2011
- Pesan
- 1.282
- Nilai reaksi
- 5
- Poin
- 38
RI-Hongkong Tingkatkan Kerja Sama Promosi Perdagangan
29 Februari 2012
Dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Hongkong, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan melakukan kerja sama di bidang promosi perdagangan dengan Hongkong Trade Development Council (HKTDC).
Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) yang ditandatangani oleh Dirjen PEN Hesti Indah Kresnarini bersama Deputy Executive Director HKTDC Benjamin Chau.
Dalam kerja sama yang akan berlangsung hingga 2 (dua) tahun ke depan, telah disepakati sejumlah hal terkait pengembangan bidang promosi perdagangan, pertukaran informasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan yang akan dilakukan oleh kedua belah pihak.
Menurut siaran pers, Rabu (29/2/2012), target industri yang akan dikembangkan melalui kerja sama tersebut antara lain: decorative arts and crafts; house ware; furniture; gift and premium; toys and games; gems and Jewellery; garment; textile; fashion and accessories; food; tea and stationery.
Deputy Executive Director HKTDC menyatakan bahwa melalui penandatanganan kerja sama ini diharapkan pelaku usaha di Hongkong dapat meningkatkan hubungan perdagangan dengan pasar Indonesia.
Sebaliknya, para pengusaha Indonesia dapat menggunakan platform online market place HKTDC yang selama ini sudah lama digunakan oleh para dunia usaha internasional dalam melakukan transaksi perdagangan.
Dirjen PEN Kemendag menyambut baik adanya MOU ini karena Hongkong merupakan global hub perdagangan dunia yang dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk bagi produk-produk Indonesia ke pasar internasional.
"Dengan adanya penandatanganan MOU ini, diharapkan produk-produk ekspor Indonesia dapat dikembangkan sesuai dengan selera pasar internasional dan tren produk masa kini yang pada akhirnya dapat terus meningkatkan volume perdagangan Indonesia," kata Hesti.