Uang Digital, Berbelanja dengan Ponsel
19 Januari 2008
Keberadaan telepon seluler (ponsel) semakin mempermudah kehidupan masyarakat. Berkat kemajuan teknologi 'uang digital', Anda bisa berbelanja barang hanya berbekalkan ponsel Anda.
Teknologi memudahkan hidup. Komunikasi jarak jauh misalnya dapat dilakukan dengan mudah berkat campur tangan teknologi. Anda bisa puas memandang wajah sahabat yang tengah menuntut ilmu di Belanda tanpa kendala. Teknologi mampu memangkas jarak.
Implementasi teknologi kini dijumpai di banyak sektor, termasuk perbankan. Beragam aktivitas, mulai dari transfer uang, membayar tagihan listrik dan uang kursus balet si kecil dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus keluar dari rumah. Online banking dan mobile banking seolah-olah menghadirkan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) ke tangan Anda.
Berkat teknologi Anda tak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar di dalam dompet. Kartu debit dan kartu kredit kini sudah jamak digunakan. Pada masa mendatang kehidupan juga jauh lebih mudah dengan adanya uang digital.
Penggunaan uang digital, baik yang tertanam di kartu maupun di dalam ponsel, sudah berhasil dilakukan di banyak negara, seperti Malaysia, Korea Selatan, dan Singapura. Bagaimana dengan Indonesia?
Inkawan D. Jusi, Senior Vice President Mass & Banking Group bunk Mandiri, mengatakan keberhasilan serupa juga dapat terjadi di Indonesia. Pembayaran tanpa uang kartal akan maksimal bila digunakan untuk pembayaran mikro.
Data dari bunk Indonesia menyebutkan sebesar 77% dari total pembayaran atau lebih dari 250 triliun per tahun masih menggunakan uang tunai. Dari jumlah tersebut sekitar 45% merupakan pembayaran mikro atau transaksi di bawah US$10.
"Data ini menunjukkan adanya kesempatan emas bagi implementasi uang digital untuk pasar Indonesia," kata Inkawan.
Mulai dari transportasi
Ada satu benang merah yang bisa dilihat dari keberhasilan penggunaan uang digital di beberapa negara tersebut. Inkawan mengatakan semua dimulai dari aplikasi transportasi, mulai dari membayar angkutan umum, parkir, jalan tol, hingga bensin. Aplikasi yang berkaitan dengan transportasi menjadi killer application yang mendorong perkembangan penggunaan uang digital.
Kunci keberhasilan lain dari layanin ini juga terletak pada kemampuan uang digital tersebut untuk menggantikan uang kartal. Transaksi menggunakan uang digital juga harus dilakukan dalam waktu yang singkat.
Berbeda dengan penggunaan kartu kredit yang setiap transaksi membutuhkan waktu sekitar 20 sampai 30 detik, pembayaran dengan uang digital, lanjut Inkawan, harus dapat dilakukan dalam waktu sekitar dua hingga tiga detik.
"Kalau dipraktekkan untuk membayar jalan tol dengan waktu sekitar 20 sampai 30 detik, bisa terlalu lama, uang digital ini tidak menyelesaikan masalah malah menimbulkan masalah," kata Inkawan.
Syarat lain yang harus dipenuhi agar uang digital meraih sukses adalah kemampuan interoperabilitas dari layanin tersebut. Uang digital dari penyedia layanin yang berbeda-beda harus bisa digunakan di mana saja.
Sadar bahwa aplikasi transportasi memegang peran penting, bunk Mandiri masuk ke penyediaan uang digital dengan memperkenalkan Gaz Card. Kartu ini dapat digunakan untuk membayar pembelian bahan bakar minyak pada stasiun pengisian bahan bakar umum dan pembelian barang di beberapa merchant. Pembayaran menggunakan kartu ini berlangsung sangat cepat, hanya perlu waktu tiga detik saja.
Inkawan menambahkan pengembangan terhadap layanin ini terus dilakukan. Ke depannya kartu ini dapat digunakan untuk membayar beragam transaksi.
Selain bunk Mandiri, implementasi uang digital juga sudah digelar operator seluler Telkomsel. Vice President Mobile Commerce Telkomsel Bambang Supriyogo mengatakan keikutsertaan operator seluler akan membantu mempercepat penggunaan uang digital secara massal.
T-Cash, layanin mobile commerce milik Telkomsel, telah diperkenalkan pada 27 November tahun lalu. T-Cash tersedia dalam dua bentuk, yaitu kartu khusus T-Cash dan terintegrasi di dalam ponsel.
Saat ini T-Cash baru tersedia untuk merchant tertentu, seperti Indomaret dan Modern Photo. "Tahun ini kami akan menambah merchant lagi dan melebarkan layanin ini dari semula hanya Jabotabek menjadi nasional," ujar Bambang. (Sumber: bisnis.co.id)