• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

>> Info Seputar Dunia Ponsel <<

Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
Bergaya di Akhir Tahun

29 Desember 2007


Selain hari Lebaran, iming-iming berganti telepon seluler baru juga terjadi pada liburan Natal dan akhir tahun. Para vendor ponsel bahkan secara internasional selalu memperlihatkan produk terbaik tahun 2007 pada bulan Desember.

Sudah tentu bukan hanya vendor raksasa yang memanfaatkan momentum akhir tahun, tetapi juga vendor kecil yang sedang mencoba merebut kue penjualan ponsel, termasuk produsen dalam negeri. Bukan hanya kecanggihannya saja, tetapi mereka pun menawarkan harga murah.

Dari sisi teknologi, ponsel pintar saat ini memang berada di lini depan, meski tentu saja kemampuannya masih sangat bergantung pada jaringan yang tersedia. Jaringan 3G memang bukan barang baru lagi, tetapi mahalnya investasi membangun jaringan nirkabel pita lebar itu membuat belum semua daerah tersentuh 3G.

Sebuah produk yang baru-baru ini berhasil meraih gelar GSMA Asia Mobile Awards 07 adalah ponsel Motorola RAZR V9. Gelar Best Mobile Broadband Handset/Device ini bersaing dengan produk ponsel serupa yang dipasarkan di Asia.

Vendor Amerika Serikat ini juga membuat gebrakan pada akhir tahun dengan meluncurkan ponsel PDA canggih Moto Q9h. Ponsel pintar dengan kemampuan akses HSDPA atau High-Speed Downlink Packet Access ini memberikan banyak penyempurnaan dari pendahulunya, Moto Q8.

Bergaya dengan ponsel-ponsel canggih ini tentu saja masih banyak pilihannya, paling tidak masih ada produk-produk dari Nokia atau Sony Ericsson yang masing-masing memiliki konsumen yang fanatik. Selain itu, setiap vendor melahirkan produk dengan karakter yang berbeda-beda meski sama-sama 3G.

Sony Ericsson belum lama ini kembali memompa pasar dengan ponsel walkman-nya, W910i. Meski hampir semua ponsel baru sekarang memiliki fasilitas pemutar musik digital, ponsel Jepang-Swedia itu hadir menyempurnakan produk ponsel walkman sebelumnya. Fasilitas akses HSDPA memungkinkan kita mengunduh (download) berkas musik dari internet.

Sony Ericsson juga sudah meluncurkan ponsel HSDPA lainnya, yaitu K630i. Pihak pembuat mengklaim produknya mampu melakukan akses internet empat kali lebih cepat dari kecepatan 3G, meski hal ini tetap saja masih bergantung pada kondisi jaringan yang digunakan.

Tentu saja untuk bisa bergaya tidak harus selalu membeli ponsel yang canggih-canggih, apalagi bagi mereka yang tidak mau ribet dengan urusan internet. Para vendor tampaknya juga membidik pasar "bergaya" ini dengan produk yang lebih mementingkan penampilan.

Secara eksklusif, perusahaan Korea Selatan, LG, menjalin kerja sama dengan perusahaan mode Prada. Aksen hitam putih menjadi karakter yang anggun, dan teknologi layar sentuh yang khas LG, di mana tombol hanya bisa berfungsi apabila disentuh dengan tangan manusia, belakangan juga sudah diikuti vendor lain.

Gaya sentuh juga menjadi andalan bagi iPhone. Walaupun belum masuk pasar Indonesia, ponsel ini sudah menggegerkan. Belakangan juga mulai muncul ponsel HTC Touch menggunakan keypad virtual untuk terlihat sebagai ponsel minimalis.

Sebelum Lebaran lalu, Hi-Tech merancang sebuah ponsel yang sekaligus televisi analog. Memang tidak dibalut dengan teknologi berpita lebar, tetapi ia cukup menjawab kebutuhan bagi mereka yang tidak ingin ketinggalan acara televisi.

Kali ini yang unik adalah produsen BenQ setelah tenggelam dalam masalah internalnya menyusul penggabungan dengan Siemens. Kali ini, tampil dengan namanya sendiri, mereka merilis ponsel terjangkau, BenQ C30, yang tampaknya lebih ditujukan untuk kaum muda.

Berpenampilan agak bongsor, seperti layaknya sebuah ponsel pintar memiliki layar yang terkesan lebar dengan mengamuflasekan layar LCD 1,8 inci, menjadi terkesan lebih lebar. Ukuran fisiknya yang 108 mm x 47,2 mm dan tebal 14,2 mm sangat pas untuk digenggam tangan-tangan mungil, apalagi beratnya hanya 78 gram.

Ciri khas yang sangat menonjol ketika Kompas mencobanya adalah dalam hal kemampuan memutar musik digital, meskipun ponsel ini juga mampu memutar dan merekam video, memotret, dan mempunyai penala radio FM. Bahkan ketika diperdengarkan melalui dual-speaker kecilnya, ponsel ini mampu mereproduksi suara seperti sebuah compo kecil.

Hanya karena bobotnya ringan, ketika suaranya digeber dengan kuat, ponsel ini akan bergerak ke mana-mana. Suara trebelnya sangat jelas, hanya memang untuk barang sekecil itu tidak mungkin memompa suara bas menjadi lebih kuat lagi.

Desainnya memang sangat khas untuk memutar musik. Dengan sekali klik, Anda bisa mengakses pemutar musik, radio FM, atau kamera (foto dan video) melalui tombol di sisi atas. Pemutar musik digital ini mampu memainkan berkas musik dengan format MP3, WAV, MIDI, AMR, dan AAC, sedangkan video dengan format AVI.

Memori internal yang hanya 760 kB akan sangat cepat habis apabila digunakan untuk merekam musik, foto, maupun video, sehingga BenQ menambahkan memori eksternal berupa microSD yang slotnya berada di bawah baterai.

Pentransferan file musik dari PC ke ponsel harus membuka baterai, tetapi bisa juga dengan menggunakan koneksi mini USB 1.1.

Kesan baik lainnya dari ponsel yang masih GPRS ini adalah daya tahan baterai Li-ion yang berkapasitas 650 mAh (miliamper jam). Kapasitas ini mampu bertahan untuk kondisi siaga sampai 175 jam dan bicara sampai 100 menit. Keypad yang mudah ditekan dilapisi glosi membedakan dengan bagian casing lainnya, selain selempang warna merah di sekeliling sisi tebalnya yang membuat penampilannya semakin manis. (Sumber: KOMPAS)
 
Iklan via Ponsel Bakal Marak 2008

29 Desember 2007


Tahun depan diperkirakan menjadi tahap awal dari perjalanan bisnis iklan melalui ponsel dan akan dimanfaatkan oleh operator seluler, pemasang iklan, dan pengembang konten untuk mengedukasi pasar dan memetakan pelanggan.

I Made Harta Wijaya, Vice President Value Added Services & New Services PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL), mengatakan tahun depan bisnis iklan melalui seluler diproyeksikan semakin marak, sebab teknologi yang ada saat ini semakin mendukung serta potensi pasar di Indonesia sangat besar.

"Data menunjukkan belanja iklan online di Tanah Air cukup besar. Iklan online itu akan merambah ke seluler karena kini penetrasi ponsel makin meluas dan akses Internet di ponsel sudah semakin mudah dan cepat. Tahun depan akan menjadi masa-masa awal dan secara bertahap pasarnya akan semakin berkembang," tuturnya belum lama ini.

Dia menambahkan sebagai persiapan untuk masuk ke dalam bisnis iklan melalui seluler tersebut, XL kini tengah mengembangkan portal di dalam ponsel yang akan menjadi media untuk mengantarkan iklan ke pengguna XL. Portal rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Implementasi portal tersebut, lanjutnya, juga akan berfungsi sebagai alat untuk memetakan pengguna XL. Pemetaan pengguna berdasarkan minat dan kegemaran akan menjadi gudang data yang menjadi dasar bagi operator dalam menyebarkan iklan yang sesuai dengan profil pelanggan.

Portal tersebut, tambah Made, akan membantu XL dalam mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, khususnya pelanggan prabayar. Berbeda dengan pengguna pascabayar-di mana operator memiliki data mengenai pelanggan tersebut, ketersediaan data mengenai pelanggan prabayar sangat minim.

Pilihan model bisnis

Registrasi pengguna prabayar yang sudah berjalan, ujar Made, juga tidak banyak menolong, sebab tidak sedikit pengguna prabayar yang memberikan data yang kurang akurat.

Data yang dihimpun dari penggunaan pulsa prabayar hanya akan memberikan gambaran mengenai faktor daya beli saja dan tidak mampu menjangkau ke profil pengguna yang lebih lengkap.

Menurut hasil pemetaan pelanggan, iklan seluler yang dikemas dengan baik dan ditujukan pada pelanggan yang memang memiliki minat terhadap produk atau layanin yang diiklankan itu, ternyata tidak akan membuat pelanggan terganggu.

Made menambahkan selain portal, jalur lain yang akan dipilih untuk mengantarkan iklan adalah melalui info sisipan, layanin My Wap, dan SMS broadcast.

Untuk tahap awal, kata Made, pihaknya akan memilih model bisnis iklan membiayai penggunaan (ad funded usage).

"Kami akan mulai dengan iklan membiayai konten. Secara perlahan kami akan berusaha menuju tujuan akhir dari layanin ini yaitu iklan membiayai komunikasi seperti layanin suara dan SMS," katanya. (Sumber: bisnis.co.id) Oleh Ratna Ariyanti Bisnis Indonesia
 
Tahun Baru, Regulasi Baru

30 Desember 2007


Sejumlah regulasi baru, kabarnya, bakal diberlakukan pada awal tahun 2008. Diantara regulasi baru yang akan diterapkan adalah tarif, interkoneksi dan kualitas layanin (quality of services). Selaku regultor, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) telah menyiapkan rancangan Peraturan Menkominfo tentang Standar Wajib Kualitas Pelayanan Telepon Bergerak. Bila PM diberlakukan, praktis operator harus memenuhi standar pelayanan dengan kesepakatan tingkat pelayanan (service level agreement), yang meliputi billing, aktivasi, keluhan pelanggan, call center, pemulihan gangguan, jaringan (dropped call dan blocking call) serta layanin SMS.

Billing Complaint Handling Performance, dimana persentase keluhan atas akurasi tagihan bulanan tidak boleh lebih dari lima persen dari jumlah seluruh tagihan bulan tersebut. Persentase penyelesaian keluhan atas akurasi tagihan tidak boleh kurang dari 90 persen dari total keluhan dan harus diselesaikan dalam jangka waktu 30 hari.

Operator pun harus dapat menyelesaikan aktivasi paskabayar terkait verifikasi alamat dan kelengkapan dokumen, dalam lima hari kerja untuk 90 persen dari total permintaan aktivasi. Sementara untuk pelanggan prabayar, harus dipenuhi dalam kurun waktu 24 jam terhitung setelah proses registrasi dengan minimum 98 persen dari total permintaan.

Untuk Service Level Call Center, minimal 75 persennya harus dilayani tidak boleh lebih dari 30 detik sejak pelanggan menekan menu berbicara dengan petugas call center. Sedangkan penanganan keluhan pelanggan, minimal 85 persen dari keluhan harus ditanggapi dalam periode 12 bulan. Jumlah pelaporan gangguan layanin untuk setiap 1000 pelanggan tidak boleh melebihi 50 laporan pada periode 12 bulan. Dari sisi kualitas jaringan (End Service Avaibility), jumlah panggilan yang tidak mengalami dropped calls dan blocked call tidak boleh kurang dari 90 persen.

Tak hanya itu, layanin pesan singkat (SMS) juga memiliki parameter kualitas service sendiri. Yaitu presentase jumlah SMS yang berhasil dikirim dengan waktu 30 detik, tak kurang dari 95 persen yang dikirim. Jika dikirim tak lebih dari 60 detik, jumlahnya tak kurang dari lima persen. Direktur Jenderal Postel, Basuki Yusuf Iskandar menjelaskan bahwa PM mengenai standar kualitas layanin merupakan amanat dari PP 52 Tahun 2000. ''Sudah tujuh tahun amanat PP 52 Tahun 2000 belum terealisir,'' kata Basuki pada sebuah seminar mengenai Quality of Services di Jakarta, pekan lalu.

Memang, menindaklanjuti PP tersebut pada tahun 2002 dan 2003 terbit tiga keputusan Dirjen Postel mengenai kualitas layanin. Namun, regulasi ini tidak bisa diterapkan, karena terlampau umum, tidak sesuai dengan skema perijinan jaringan dan skema perijinan jasa telekomunikasi. Regulasi, kata Basuki, dimaksudkan untuk melindungi kepentingan konsumen.

Perlindungan konsumen juga diungkap anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi. '' Konsumen bukan ladi dijadikan objek, namun sudah menjadi objek. Kualitas layanin yang diberikan operator ini bukan lagi terpaku pada layanin yang diberikan operator tapi apa yang didapat operator dari layanin itu,'' kata Heru. Bagaimana dengan operator, apakah mereka siap dengan regulasi ini?

Ketua kelompok kerja Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) Agus Simorangkir ragu, regulasi baru bisa diterapkan. Ia melukiskan akan ada kesulitan teknis di lapangan bila KM tersebut menjadi standar umum layanin di seluruh Indonesia. ''Jangankan seluruh Indonesia, seluruh Jawa saja sulit,'' ujar Agus.

Agus mengaku mendukung regulasi ini. Hanya saja implementasinya diberlakukan secara bertahap. ''Misalnya diberlakukan di beberapa daerah atau kota yang memiliki karakteristik relatif sama, misalnya Jakarta, Surabaya dan Medan,'' kata Agus. Regulasi ini sulit diimplementasikan di daerah terpencil atau wilayah dengan transportasi terbatas.

Agus yang VP Sinergi Telkomsel mengungkapkan, untuk memperbaiki satu BTS rusak, mungkin hanya butuh waktu dua jam. ''Untuk mencapai BTS itu, bisa dalam hitungan jam atau hari, bergantung dimana lokasinya,'' kata Agus. Pandangan senada disampaikan Division Head Public Relation PT Indosat Tbk., Adita Irawati. ''Jika semangatnya untuk menghadirkan layanin terbaik pada pelanggan, kami sangat menyambut baik. Namun, apakah sudah betul-betul dilihat setiap aspek yang terlibat di dalamnya. Tentunya, harus jelas juklak (petunjuk pelaksanaan)-nya, apalagi jika diterapkan sistem penalti,'' ungkap Adita.

Pasalnya, lanjut dia, setiap layanin itu memiliki kriteria yang unik dan pemecahan masalah yang berbeda-beda, sehingga tidak dapat disamakan. Apalagi, masing-masing daerah memiliki kondisi yang tak sama. Adita menambahkan, pelayanan di daerah remote (terpencil) tak bisa disamakan dengan daerah perkotaan apalagi melihat kondisi geografis yang beragam. Tingkat kesulitas medan di lapangan pun mempengaruhi layanin yang diberikan pihak operator.

Adita mencontohkan pengecekan billing di galeri Indosat. Tak semua galeri Indosat memiliki sistem online. Daerah-daerah yang tidak online itu biasanya jauh dari perkotaan. Sehingga, pengecekan billing di galeri yang tidak online akan lebih lambat dibandingkan yang sudah online. Hal yang sama juga diungkapkan GM Corporate Communication Xl, Myra Junor. Menurut Myra, pihaknya menyambut baik adanya regulasi tersebut namun pemerintah harus memberikan parameter yang seimbang dan sesuai dengan kondisi tiap daerah. ''Harus dilihat parameternya masuk akal atau tidak.

Apakah parameter tersebut bisa diterapkan oleh semua operator atau tidak,'' katanya. Myra menambahkan penanganan daerah terpencil akan berbeda dari daerah perkotaan. Apalagi jika tempat tersebut susah dicapai, tentunya penanganan yang dilakukan tidak akan sama dengan tempat lain. Myra menambahkan, XL selalu berupaya untuk memberikan layanin terbaik pada pelanggannya, dengan atau tanpa regulasi Quality of Service (QoS) dari pemerintah. Peningkatan kualitas layanin Call Center 818 merupakan salah satu yang dilakukan XL. Tahun depan, XL akan memusatkan layanin Call Centernya di Yogyakarta dengan menambah jumlah frontliners di daerah tersebut.

Nantinya, kata Myra, persentasenya akan lebih tinggi dibandingkan Jakarta. ''Kalau saat ini lebih banyak di Jakarta dengan persentase 70:30, nanti tahun depan akan terbalik. Kita akan menambah jumlah frontliners di Yogyakarta. Ini karena kota Yogyakarta lebih kecil sehingga memudahkan operasional frontliners di sana,'' paparnya.

Untuk meningkatkan kualitas layanin kepada pelanggan, Indosat akan menerapkan Single Number atau layanin Satu Nomor untuk pelanggannya. Nomor ini akan diterapkan pada semester pertama tahun 2008. layanin satu nomor ini nantinya akan berfungsi sebagai call center tempat pelanggan menanyakan berbagai informasi mulai dari produk hingga menyampaikan keluhan.

Selama ini, pelanggan Indosat harus menghubungi call center dengan nomor yang berbeda-beda. Pelanggan Mentari dan Matrix dapat menghubungi nomor 222, sementara IM3 di nomor 300 dan StarOne menggunakan nomor 111. Ini merupakan salah satu langkah konkrit yang dilakukan Indosat guna meningkatkan layanin di tahun 2008.

''Tahun 2008 memang kami siapkan untuk meningkatkan mutu layanin dengan menjadikannya sebagai Tahun layanin bagi Indosat. Banyak perbaikan yang akan dicanangkan oleh perusahaan, salah satunya pemberlakukan Single Number untuk kepuasan pelanggan,'' ungkap Selain itu, di bidang internal, Indosat telah memberlakukan Service Carter di semua lini perusahaan. Semangat inilah yang diterapkan guna mempersiapkan diri guna menghadirkan layanin yang lebih maksimal kepada pelanggan, tak hanya dari segi layanin call center namun juga segala aspek hingga ke sistem jaringan.

Ada atau tidak ada regulasi mengenai kualitas layanin, operator sebenarnya telah 'adu cepat' memberikan layanin terbaik pada pelanggan mereka. Kompetisi yang semakin ketat mendorong kalangan operator menjadikan kualitas layanin sebagai selling point.

Oleh karena itulah Agus berpendapat bahwa hakim yang paling baik untuk kualitas pelayanan adalah pelanggan. ''Untuk sementara ini, biarkan pelanggan menjadi penghukum. ''Kalau mereka merasa pelayanan suatu operator jelek, maka berhenti saja jadi pelanggan dan pindah ke operator lain yang lebih baik,'' kata Agus. (Sumber: republika.co.id)
 
Lancar SMS Tahun Baru

30 Desember 2007


Ujian terberat bagi operator seluler adalah menghadapi lonjakan pengiriman SMS saat Lebaran. Tahun ini, boleh dibilang semua operator lulus. Berarti, pada tahun baru yang telah di ambang mata, seharusnya tak ada masalah pada operator. Sebab, lonjakan traffic tahun baru tidak sedahsyat Lebaran.

Meski demikian, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengguna agar pengiriman SMS ucapan tahun baru lebih lancar. Apa saja?

Sebaiknya, tidak mengirimkan SMS tepat pada detik-detik pergantian tahun. Saat itu, lalu lintas pengiriman SMS berada di titik tertinggi. Tingkat kegagalan pengiriman otomatis meningkat drastis.

Kalau Anda memang berniat mengirimkan SMS ucapan pada malam pergantian tahun, lakukan sebelum pukul 22.00 atau bahkan pukul 20.00. Alternatif lain, laksanakan pada hari pertama 2008 setelah pukul 05.00.

Biarpun ponsel Anda mendukung pengiriman SMS panjang, panjang SMS yang Anda kirimkan sebaiknya tak lebih dari 160 karakter. Singkat, tetapi tetap mengena. Selain menghemat pulsa, tingkat kesuksesan pengiriman dan penerimaan biasanya lebih tinggi.

Jangan matikan ponsel. Langkah tersebut tak berhubungan langsung dengan pengiriman SMS yang Anda lakukan, melainkan membantu sesama pengguna. Dengan selalu menyalakan ponsel, SMS yang ditujukan kepada Anda bisa segera masuk. Antrean di operator tak sampai mengular. Bila mayoritas pengguna melakukan hal sederhana itu, lalu lintas pengiriman SMS akan lebih lancar. Anda, pengguna lain, dan operator sama-sama senang. (Sumber: jawapos.co.id)
 
Kaleidoskop Gadget 2007

30 Desember 2007


Tahun ini merupakan awal dari gadget konvergensi yang mampu mengakomodir semua kebutuhan dalam satu genggaman. Ponsel merupakan dasar penting dari semua yang ada karena dengan demikian aktivitas mobile akan lebih efektif. Konvergensi teknologi dan desain yang semakin tipis menjadi dasar gadget di 2007.

Nokia terus berinovasi dengan ponsel seri N dan seri E. Bahkan kemunculan communicator E90 cukup mampu mempertahankan posisi Nokia di pasar ponsel Indonesia. Walaupun mendapatkan perlawanan ketat dari Sony Ericsson, Nokia tetap menjadi ponsel sejuta umat.

Namun Sony Ericsson cukup berjaya tahun ini akibat inovasi di pasar ponsel musik dan kamera. Sony Ericsson cukup berjaya dengan ponsel Walkmannya namun tidak demikian dengan ponsel cybershotnya. Kedudukan Sony Ericsson di pasar ponsel Indonesia ini tidak hanya dikarenakan kesuksesan Walkman namun juga karena keterpurukan Motorola yang gaungnya semakin tidak terdengar. Motorola masih mencari desain pioneer untuk mengulang kesuksesan Razr. Samsung pun mulai mengejar ketertinggalannya dengan berani mengikuti desain masa kini dalam seri ultra-nya.

Sempat muncul beberapa merek ponsel yang berusaha masuk jajaran pasar ponsel Indonesia seperti Pantech, i-Mobile, Haier, Nexian. Beberapa dari mereka masih eksis sampai sekarang namun ada juga yang sudah tidak terdengar lagi gaungnya.

Kemunculan iPhone sedikit banyak menjadi awal dari kemunculan gadget konvergen yang selama ini diidamkan. Berkat iPhone para vendor ponsel mulai berpikir untuk melakukan hal serupa. Walaupun di Indonesia iPhone belum dipasarkan namun imbasnya cukup terasa. Misalnya saja Nokia yang mulai fokus pada produksi ponsel dengan teknologi konvergen baik teknologi touchscreen, komunikasi, internet, dan hiburan. Kemudian Nokia akan membalas iPhone dengan Kemunculan Nokia 880 internet tablet. Namun butuh waktu hingga tahun depan untuk memunculkan ponsel konvergen milik Nokia tersebut.

Untuk saat ini di Indonesia, kita harus cukup puas dengan adanya HTC Touch, yang diklaim memiliki kemampuan layaknya iPhone. Lengkap dengan teknologi touchscreen dan kemampuan browsing. HTC merupakan vendor asal Taiwan yang juga pernah sukses dengan perangkat DOPOD-nya.

Bahkan booming ponsel touchscreen pun diadopsi oleh ponsel-ponsel China yang muncul di tahun ini. Hanya saja fitur-fitur konvergen belum berani disertakan dalam perangkat komunikasi asal pabrikan China tersebut. Kemunculan gadget konvergen pun diimbangi dengan munculnya perangkat-perangkat teknologi yang sangat terjangkau. Misalnya ponsel China yang memiliki harga dua kali lipat lebih murah dibanding ponsel bermerk padahal teknologi yang diusungnya hampir sama canggihnya. Ponsel-ponsel low-end yang digelontorkan ke pasar, hingga laptop dengan biaya yang kurang dari 4 juta rupiah.

Berbicara mengenai laptop murah, Asus Eee merupakan laptop paling fenomenal tahun ini. Bukan hanya segi harganya yang murah. Desain Asus Eee dianggap out of the box. Biasanya semakin mini sebuah gadget maka semakin mahal harga yang dibandrol karena desain yang mini menyebabkan penggunaan teknologi nano yang tergolong masih mahal. Namun Asus mendobrak pakem tersebut dan berhasil menjadi idola mengalahkan pamor Sony VAIO. Desain mini dan tipis milik Asus Eee hampir mirip dengan desain ultra mobile PC atau VAIO yang menyamai ukuran communicator atau PDA dengan keyboard qwerty. Sayangnya vendor Asus tidak memproduksi dalam jumlah banyak. Para peminat laptop fenomenal ini terpaksa harus bersabar hingga pertengahan tahun depan.

Kamera atau camcorder masih kurang diminati tahun ini. Selain karena harga dan teknologi yang masih jarang ditemui, kedua teknologi tersebut pun sudah terintegrasi dalam ponsel. Namun yang jelas teknologi analog dalam dunia kamera sudah ditinggalkan seiring dengan terciptanya perangkat penyimpanan memori digital berbentuk mini. Digital terus berupaya mendominasi pasar namun masih dibutuhkan formula khusus agar digital benar-benar mampu memasyarakat. (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Laba RIM Blackberry Meningkat Dua Kali Lipat

31 Desember 2007


Laba Research In Motion (RIM), perusahaan pembuat mesin e-mail Blackberry, selama triwulan III tahun buku yang berakhir 1 Desember meningkat pesat didorong oleh tingginya adopsi perangkat ini secara global.

Laba triwulan III perusahaan yang berbasis di Kanada itu mencapai US$370,5 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan US$175,2 pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan juga mengalami lonjakan dari US$835,1 juta pada triwulan III/2006 menjadi US$1,67 miliar pada tahun ini.

Pertumbuhan ini didorong oleh adopsi Blackberry yang semula terbatas untuk pengguna korporasi kini semakin populer untuk pengguna pribadi.

Saat ini, sebanyak 34% pelanggna RIM berasal dari pengguna pribadi. Sekitar 33% pelanggan berasal dari luar kawasan Amerika Utara. (Sumber: Bisnis.com)
 
iPhone Bantu O2

31 Desember 2007


Menurut FT.com, iPhone milik Apple membantu partner pembawa wireless Inggris untuk membujuk pelanggan berpaling dari kompetitor. CEO O2, Matthem Key mengatakan, sekitar 60% pelanggan iPhone dari Inggris merupakan pelanggan baru bagi perusahaannya. Mereka memperlihatkan kepercayaan diri untuk prospek peluncuran iPhone Generasi kedua dari Apple yang eksklusif dengan layanin wireless 3G lebih cepat. Produk ini diharapkan dapat dikeluarkan akhir tahun 2008.

Key juga berharap, 200 ribu iPhone dapat dijual di Inggris pada awal Januari 2008. Menurut analis, jumlah itu tergolong konservatif. Key bersikeras bahwa iPhone adalah usaha yang menguntungkan bagi 02 walaupun terdapat perjanjian pembagian keuntungan tinggi yang tidak biasa dengan Apple. Kendati demikian, pihak O2 tetap merasa senang akan jumlah data permintaan layanin pelanggan iPhone dari perusahaannya. (Sumber: sda-indo.com)
 
layanin Baru Seluler Siap Hadir di 2008

03 Januari 2008


Di 2008, layanin-layanin baru dalam bentuk konten (isi) diyakini akan banyak bermunculan. Konten-konten yang dimaksud berhubungan dengan suara, informasi, gambar dan termasuk iklan. Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja mengatakan, industri konten akan booming di tahun 2008 ini. "Seperti ringback tone dan konten yang berbasis video. Ke depan layanin seperti ini akan semakin banyak. Artinya, peluang sumber pendapatan operator yang dikontribusi layanin konten masih terbuka," ujarnya ketika bincang-bincang santai dengan detikINET dan beberapa media lain di Kupang, baru-baru ini.

Dalam hal ini, lanjutnya, layanin percakapan suara (voice) tetap akan menjadi sumber pendapatan, sekalipun tarif voice cenderung turun. layanin voice, menurut Kiskenda, akan berfungsi sebagai katalisator untuk komoditas, sehingga harus dipikirkan bagaimana voice memiliki nilai (value).

"Voice akan ber-value tentu saja harus mempertimbangan berbagai aspek, seperti market dan produk ikutannya. Misalnya, dengan menggabungkan voice dan fitur, contohnya seperti video call yang merupakan gabungan antara voice dengan video," paparnya. (Sumber: detikinet.com)
 
Ponsel Merek Lokal Makin Diminati

03 Januari 2008


Tren laptop dengan merek lokal ternyata menjadi trendsetter ponsel bermerek lokal. Keberadaan laptop bermerek lokal saat ini makin menarik minat konsumen karena secara kualitas dan fitur yang ada dalam produk tidak jauh beda dengan laptop merek luar. Kondisi ini memicu vendor ponsel baru untuk ikut memilih produk bermerek lokal. Selama 2 tahun terakhir, sudah ada 5 vendor ponsel bermerek lokal (Indonesia), diantaranya, Hitech, K-Touch dan terbaru Star Tech.

Alasan vendor ponsel bermerek lokal masuk ke pasar ponsel Indonesia, tingginya pertumbuhan industri telekomunikasi dengan potensi pasar berdasarkan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta jiwa.

Pertimbangan lainnya, konsumen Indonesia tidak lagi membeli ponsel berdasarkan mereknya. “Umumnya, konsumen lebih mengedepankan kualitas produk, layanin purnajual, diperbandingkan dengan harga yang terjangkau,” ungkap UNTUNG BW GM Marketing Star Tech Mobile.

Pada suarasurabaya.net,UNTUNG menjelaskan, market merek lokal untuk produk elektronik tinggi sekali. Untuk ponsel merek lokal mencapai 20%, ponsel merek luar 70% dan 10% untuk distributor produk paralel impor (PI).

UNTUNG memprediksi di tahun 2008 ini pasar ponsel merek lokal semakin membesar. Prediksi ini berdasarkan hadirnya 5 hingga 6 vendor ponsel baru bermerek lokal.

Menurut UNTUNG, vendor ponsel merek lokal melihat peluang pasar yang masih cukup besar di Indonesia. Meskipun harus bersaing dengan merek luar yang sudah eksis di pasar ponsel seperti dari Amerika dan Korea.

“Dari market 20% ponsel merek Indonesia baru ada 5 vendor yang bermain. Sementara 220 juta jiwa potensi pasar yang besar. Ini yang mendorong munculnya vendor baru dengan mengusung produk merek lokal,”tukasnya.

Menyikapi tren ponsel merek lokal yang diimpor dari China, UNTUNG mengatakan, memang ini strategi yang dimainkan vendor. Vendor bermain di level Original Equiepment Manufacturing (OIM), dimana barang diproduksi dengan kualitas yang sama di China. Setelah itu, dirakit di Indonesia dengan desain dan fitur dibuat oleh orang Indonesia sendiri. (Sumber: suarasurabaya.net)
 
N-Gage Kembali Di-Upgrade

03 Januari 2008

ngage_concept_smartphone.jpg


Peluncuran platform N-Gage kembali ditunda. Awalnya, Nokia akan me-launching pada Agustus lalu. Tapi, rencana tersebut tak terlaksana hingga November, bahkan hingga akhir Desember ini. Hal itu terjadi karena Nokia ingin menyempurnakan layanin fasilitas di dalamnya. "Kami akan membuat fasilitas N-Gage lebih memiliki space besar sehingga mampu menampung jutaan hasil download audio, video, program, maupun dokumen," ujar Kari Tuutti, pembicara Nokia.

Berita terakhir yang beredar, layanin game tersebut akan diluncurkan pada awal 2008 bersamaan dengan fitur terbaru untuk N-Gage. Fitur terbaru itu adalah music shop dan mapping service.

Nokia telah menggandeng berbagai perusahaan untuk mendukung fitur tersebut. Beberapa di antaranya adalah Warner Music Group Corp, Vodafone, Telefonica, dan Telcom Italia. (Sumber: jawapos.co.id)
 
Nokia N810, Browser dan Navigator Handal!

05 Januari 2008

nokia-n810.jpg


Nokia telah meluncurkan generasi terbaru internet tabletnya, N810. Seri ini merupakan penyempurnaan dari seri sebelumnya, Nokia N800. Gadget canggih ini untuk pertama kalinya diperkenalkan pada perhelatan Web 2.0 Summit 2007 di San Francisco, California, beberapa bulan yang lalu.

Secara fisik penampilan Nokia N810 tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Masih mengandalkan kemampuan layar sentuh dengan lebar 4.13" dan resolusi 800 x 480 pixels. Satu-satunya upgrade yang cukup signifikan adalah N810 sudah dilengkapi dengan penerima GPS termasuk dengan peta yang terinstall didalamnya.

Menurut pembuatnya N810 ini merupakan sarana navigasi yang canggih untuk menemani Anda tidak hanya browsing internet tetapi juga teman setia dalam perjalanan. Kabar baik lainnya adalah Nokia N810 sudah dilengkapi dengan full QWERTY keyboard yang memudahkan Anda untuk memasukkan perintah teks.

Kamera pada N810 tidak mengalami perubahan dari pendahulunya, masih tetap beresolusi VGA dan yang berubah adalah posisi kamera kini ada dibagian depan.

Kelengkapan konektifitas N810, bisa dibilang cukup lengkap dengan Wi-Fi untuk akses internet nirkabel atau Bluetooth untuk koneksi dengan ponsel. Namun jangan harap menemukan fungsi-fungsi ponsel pada N810. Sama sekali tidak ada networking pada Nokia N810 karena memang gadget ini dibuat bukan kedalam kategori ponsel.

Untuk memori internal ruang sebesar 2GB bisa diupgrade hingga 10GB melalui memory card slot. N810 saat ini telah beredar di pasaran dan dapat diperoleh di StudioHp.

(Sumber: rileks.com)
 
Penyelenggara Seluler Tidak Akan Ditambah

05 Januari 2008


Pemerintah tidak akan memberikan lisensi baru telekomunikasi seluler tahun depan mengingat jumlah operator di segmen tersebut sudah banyak dan tingkat kompetisi sudah tinggi. Dirjen Pos dan Telekomunikasi Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar menandaskan sudah ada persaingan yang cukup tinggi di segmen telekomunikasi seluler dengan penetrasinya telah mencapai sekitar 30% atau setara dengan 80 juta pelanggan.

"Saya kira untuk seluler sudah cukup dan tidak dibuka izin baru mengingat jumlah pemain yang ada sudah sangat banyak," ujarnya di sela-sela pemaparan akhir tahun Depkominfo. Di negara lain, termasuk di Singapura dan Malaysia, operator seluler yang ada rata-rata tidak lebih dari tiga pemain. Menurut dia, dengan banyaknya pemain, saat ini operator seluler malah cenderung jor-joran mengenakan tarif hingga mengarah kepada tarif predator, sehingga memaksa pemerintah dan regulator untuk mengatasi hal tersebut.

Kebanyakan tarif predator adalah membodohi pelanggan mengingat dalam banyak hal terdapat persyaratan-persyaratan yang justru merugikan pengguna.

Basuki menganggap biaya pemasaran yang sangat besar dari operator seluler tersebut lebih baik digunakan untuk memberikan tarif pungut tetap yang murah kepada masyarakat, bukan sekadar tarif promosi yang membodohi masyarakat.

Saat ini terdapat delapan operator seluler, meliputi Smart Telecom, Telkomsel, Excelcomindo Pratama, Indosat, Hutchison CP Telecommunication, Natrindo Telepon Seluler, Mobile-8 Telecom, dan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

Satu-satunya operator telepon tetap yang kelompok usahanya belum mendapatkan lisensi seluler adalah PT Bakrie Telecom Tbk. Operator tersebut hanya memiliki lisensi telepon nirkabel tetap berteknologi CDMA.

Menanggapi hal tersebut, Direktur layanin Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi mengungkapkan saat ini pihaknya memang belum tertarik untuk masuk ke segmen seluler. "Kami masih fokus untuk membangun dan mengembangkan layanin FWA secara nasional dan belum tertarik masuk ke bisnis seluler," ujarnya.

FWA masih dibuka

Rakhmat berpendapat pemerintah juga seharusnya menutup lisensi FWA sama halnya yang akan dilakukan dengan lisensi seluler. Namun, Basuki menegaskan bahwa untuk segmen FWA pemerintah masih membuka peluang bagi operator baru yaitu dengan rencana pembukaan tender jaringan tetap lokal pertengahan tahun depan.

Hingga saat ini pemerintah juga masih terus mengkaji penerapan lisensi akses gabungan (unfied access licensing) hingga batas waktu yang tidak ditentukan karena terdapat banyak faktor yang memengaruhinya, termasuk potensi kerugian negara dari menurunnya perolehan biaya hak penggunaan frekuensi serta penggunaan frekuensi untuk aspek sosial kemasyarakatan.

Terkait dengan sistem tarif seluler, Dirjen Postel memastikan tarif interkoneksi tahun depan akan turun sehingga diharapkan bisa memberikan pengaruh pada tarif pungut kepada pelanggan cukup signifikan.

"Yang gratis-gratis itu harus ditertibkan, termasuk penerapan tarif promosi dari operator seluler," tandasnya.

Tahap pertama ekspansi nasional layanin Bakrie Telecom di luar Jabodetabek/Jawa Barat/Banten telah dilakukan sejak Agustus dengan dibukanya tujuh kota baru yang meliputi Surabaya, Malang, Semarang, Solo, Yogyakarta, Medan dan Padang.

Kemudian dilakukan pengembangan tahap kedua di Pulau Sumatra dengan membuka layanin Esia dan Wifone secara berturut-turut di Lampung, Palembang, Pekanbaru dan Batam. Setelah itu Denpasar dan Makassar. (Sumber: Bisnis Indonesia)
 
nokia n 810.....kayak mini laptop, wedew..........
 
Nokia Siemens Akan Beli Apertio

07 Januari 2008

n-s-network.jpg


Nokia Siemens Network (NSN) berencana membeli Apertio, sebuah perusahaan ahli dibidang aplikasi manajemen jaringan untuk operator telekomunikasi. NSN membeli Apertio seharga USD205 juta.

Apertio berpusat di Bristol, Inggris. Mereka menjual software aplikasi yang dilengkapi dengan komponen untuk memanage pelanggan-pelanggan seluler. Fitur dalam software tersebut juga memungkinkan operator untuk mengirimkan aplikasi kepada user. Misalnya menonaktifkan ponsel hilang dan mengumpulkan data secara realtime dalam ponsel milik pelanggan.

"Manajemen dan konsolidasi data pelanggan menjadi sangat penting, apalagi saat operator mulai menawarkan layanin konvergensi. layanin tersebut meliputi kombinasi mobile services, fixed-line dan layanin berbasis internet," ujar pihak NSN.

Proses akuisisi ini diharapkan dapat selesai pada bulan Mei tahun ini. Konon jika kesepakatan ini disetujui maka CEO Apertio Paul Magelli, akan menduduki posisi sebagai kepala divisi bisnis konvergensi NSN.

Selama ini beberapa perusahaan telekomunikasi telah percaya menggunakan software dan perangkat Apertio. Sebut saja Orange, T-Mobile, O2 dan Vodafone. (Sumber: okezone.com)
 
CES 2008: Sony Ericsson Siapkan Ponsel Baru

07 Januari 2008

snagit-SE.jpg


Ajang Consumer Electronis Solutions (CES) 2008 dimulai hari ini di Las Vegas. Sony Ericsson (SE) akan mengeluarkan ponsel yang dilengkapi dengan fasilitas GPS dan satu ponsel yang dioperasikan dengan memaksimalkan gerakan tangan.

Dilansir Reuters, Senin (7/1/2008), beberapa ponsel terbaru SE ditampilkan juga dalam perhelatan akbar Consumer Electronis Solutions (CES) di Las Vegas. Masing-masing ponsel memiliki kelebihan yang berbeda.

Misalnya saja Z555 yang dapat dioperasikan dengan mudah, hanya dengan mengibaskan tangan anda di depan ponsel tersebut untuk memadamkan nada dering atau mengabaikan telepon yang masuk. Bahkan jika anda merasa terganggu dengan bunyi alarm di pagi hari, cukup mengibaskan tangan anda maka dering alarm akan secara otomatis terhenti.

Dalam CES, SE juga menampilkan dua buah ponsel walkman terbarunya. Salah satunya adalah SE Walkman W760, sebuah ponsel musik yang dilengkapi dengan teknologi GPS untuk melacak lokasi. Selain diperkuat dengan teknologi GPS satelit, W760 juga dipersenjatai dengan software perpetaan milik Google.

Z555 merupakan ponsel berdesain flip yang akan dikeluarkan pada kuartal pertama ini. Sedangkan W760 baru akan beredar pada kuartal kedua tahun ini. (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Nokia Siapkan Ponsel 'Liam' ?

07 Januari 2008

6ta2hio.jpg


Bocoran dari Vodafone tentang ponsel Nokia yang diberi code nama ‘Liam’ ini, kemungkinan besar nantinya akan berubah menjadi seri E sebelum memasuki pasar, kemungkinan juga akan melanjutkan keberadaan E61 dengan kode E71 ?.

Terlihat ponsel ini sangat dipengaruhi bentuk Blackberry dan kemungkinan besar kesamaan design ini ditujukan untuk melakukan penetrasi dipasar Amerika, negara dimana Nokia gagal mendapat tempat dihati para penguna ponsel disana, dengan design keypad dan layar serta fitur yang sangat kompatibel dengan berbagai layanin email seperti yang biasa digunakan di USA Nokia boleh berharap banyak dari ponsel ini.

Jeroan dari Liam ini adalah kamera 3,6 megapixel , HSDPA , Wifi , GPS , Layar 320×320 pixel yang cukup tajam dan jelas untuk membaca berbaris baris email . Akan dirilis oleh Voda pada kuartal kedua tahun 2008. (Sumber: SPACEKU.COM)
 
HTC Touch Dual

08 Januari 2008


Berdasarkan peringkat popularitas dan penjualan, HTC Touch tampaknya merupakan sebuah ponsel PDA WM6 yang termasuk popular. Hal ini tidaklah mengejutkan karena Touch memiliki disain yang menarik dan harga yang tidak begitu mahal.

Hanya dalam kurun waktu beberapa bulan, HTC mengeluarkan PDA baru dengan seri yang sama yakni Touch Dual. Apabila anda tidak melihat ke dalam detailnya, anda hanya akan memperhatikan perbedaan bahwa Touch Dual tidak memiliki Wifi tapi datang dengan 3G dan keyboard slide-out sebagai kelebihannya.

Perbedaan fisik yang terlihat antara Touch dan Touch Dual mungkin tidak akan langsung terlihat. Dengan keypad tertutup, Dual akan lebih panjang tapi tidak selebar versi sebelumnya. Dual juga tentunya akan lebih tebal namun dengan ketebalan 15.8 mm, PDA ini tetap dikategorikan tipis.

Material yang digunakan untuk chassis-nya terbuat dari plastik lembut yang nyaman digenggam di tangan. LCD nya menutupi hampir semua badan PDA sehingga tonjolan yang anda rasakan di bagian depan hanyalah pad arah, tombol panggil/ batal serta tonjolan di bawah layar untuk membantu ibu jari ketika melakukan slide ke atas pada layar. List perak di sekeliling Dual memiliki beberapa tombol seperti kontrol suara, kamera serta power. Seperti ponsel 3G lainnya, Touch Dual datang dengan 2 kamera, di bagian belakang kamera 2 megapiksel untuk pengambilan gambar serta kamera VGA di bagian depan untuk panggilan vidio.

Tidak dibutuhkan tenaga besar untuk menaikkan layarnya ke atas karena mekanisme pegas yang baik. Keypad numerik 16 tombol lalu akan muncul. Walaupun jarak antar tombol tidak begitu besar namun tidak ditemui kesulitan ketika mengoperasikannya.

Port mini-USB dan slot microSD terletak pada sisi kiri. Mini-USB merupakan satu-satunya konektor pada Dual yang berarti headset biasa yang menggunakan konektor audio 2.5 mm tidak dapat digunakan atau dibutuhkan converter ke mini-USB.

Pilihan konektivitas pada Touch Dual termasuk HSDPA, triband GSM dengan EDGE dan Bluetooth. Sama seperti kebanyakan perangkat HTC, PDA ini akan mendeteksi operator yang digunakan kartu SIM anda dan mengkonfigurasi setting untuk koneksi data.

Faktor lain yang menjadi alasan mengapa Touch Dual mengalami perkembangan adalah pada kecepatan prosesornya. Touch Dual dilengkapi dengan Qualcomm MSM 7200 400MHz dan memori 128MB. (Sumber: bhinneka.com)
 
Nokia Berhasil Uji Coba Teknologi 4G LTE

08 Januari 2008


Nokia telah mengumumkan keberhasilan mereka dalam melakukan pengujian real world teknologi nirkabel long term evolution (LTE) 4G. Pengujian ini dilakukan di Berlin dengan spektrum 2,6GHz dan mampu mencapai kecepatan unduh maksimum 173Mbps, hasil tertinggi dari semua pengujian sebelumnya.Nokia mendirikan sebuah prototipe base station (BTS) untuk pengujian LTE ini di atas gedung Heinrich Hertz Institut di tengah kota Berlin, di mana biasanya terdapat banyak interferensi yang mengurangi kecepatan transfer.

Ujian pertama dilakukan dengan menghubungkan beberapa orang ke BTS baru ini untuk mensimulasikan keadaan di dunia sebenarnya. Nokia juga menguji bandwidth LTE dengan meletakkan beberapa terminal di dalam mobil yang dikemudikan hingga 1 kilometer dari BTS tersebut.

Matthias Reiss dari Nokia mengatakan mereka dapat mendemonstrasikan bahwa LTE dapat mencapai ekspektasi tinggi untuk teknologi baru ini.

"Yang paling penting, kini kita memiliki bukti bahwa jaringan LTE dapat dioperasikan di BTS yang telah ada dan para operator selular dapat membangun jaringan LTE tanpa memerlukan antena-antena baru," ujarnya.

Fakta bahwa BTS lama dapat tetap digunakan sangatlah penting bagi para vendor nirkabel yang ingin beranjak dari 3G semudah mungkin.

Saat ini, kelihatannya LTE memiliki potensi untuk menutup kembali perpecahan yang terjadi di industri selular di antara GSM/CDMA karena hingga kini masih belum ada operator selular besar yang telah berkomitmen untuk melakukan pengembangan ke teknologi CDMA 4G yaitu Ultramobile Broadband.

Namun, walaupun di atas kertas LTE terlihat jauh lebih cepat dari WiMAX, teknologi ini belum akan rampung dalam waktu dekat. 3GPP menargetkan tahun 2010 untuk mulai mengimplementasikan LTE sedangkan WiMAX sudah akan mulai dipakai di beberapa kota di Amerika pada tahun 2008. (Sumber: fajar.co.id)
 
Penjualan Ponsel 2007 Capai 16 Juta Unit

08 Januari 2008


Total penjualan ponsel di Indonesia pada 2007 mencapai 15 juta sampai 16 juta unit atau tumbuh sebesar 20% hingga 25% dibandingkan dengan penjualan pada 2006. R. Andi K. Utomo, General Manager Divisi HP PT Samsung Electronics Indonesia, mengatakan peningkatan pasar tahun lalu tidak melenceng dari proyeksi yang dibuat pada awal 2007.

"Kenaikan pasar pada tahun lalu merupakan kenaikan yang lumayan. Tepat seperti yang diperkirakan pada awal 2007, pasar pada tahun lalu tumbuh hingga 25%," ujarnya.

Meluasnya popularitas ponsel berteknologi 3G dan 3,5G, tambahnya, menjadi faktor yang mendongkrak pasar ponsel. Kontribusi ponsel 3G dan 3,5G naik dari 5% pada 2006 menjadi 14% pada tahun lalu.

Andi menambahkan meski harga jual ponsel 3G dan 3,5G jauh di atas ponsel mid-end dan low-end, minat konsumen untuk membeli ponsel ini tetap tinggi. Hal ini merupakan buah dari kampanye layanin berteknologi 3G dan 3,5G yang gencar dilakukan oleh operator seluler sepanjang 2007.

Pertumbuhan penjualan ponsel 3G, papar Andi, belum menunjukkan peningkatan penggunaan teknologi 3G dan 3,5G. Fitur-fitur yang dimiliki ponsel 3G dan 3,5G belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Banyak konsumen yang membeli ponsel 3G dan 3,5G yang hanya menggunakan ponselnya untuk layanin suara dan tidak merambah ke layanin 3G dan 3,5G, seperti akses data dan panggilan video.

Andi mengatakan tahun ini diharapkan operator seluler lebih meningkatkan program edukasi ke pasar.

Di bawah US$100

Selain ponsel berteknologi 3G dan 3,5G, lonjakan permintaan juga terjadi pada ponsel-ponsel yang dipasarkan dengan harga di bawah US$100. Program promosi berupa paket penjualan ponsel disertai potongan tarif dengan harga yang miring membuat permintaan akan ponsel jenis ini pada 2007 meningkat signifikan.

Sekitar 54% ponsel yang terjual pada tahun lalu merupakan ponsel dengan harga jual di bawah US$100. Pasar ini, kata Andi, berhasil menggerus pasar mid-end. Pada tahun lalu, ponsel mid-end yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp900.000 sampai Rp2 juta, tidak mengalami pertumbuhan yang berarti.

Derasnya penjualan ponsel-ponsel murah yang dipicu oleh maraknya peredaran ponsel produksi China, lanjut dia, akan berdampak pada penentuan rata-rata harga jual. "Secara teknis sangat sulit untuk memproduksi ponsel yang layak dengan harga pasar demikian rendah. Sebaiknya operator seluler juga tidak hanya berfokus kepada peningkatan konsumen secara cepat melalui bundling handset murah. Kualitas handset juga menjadi faktor yang harus diperhatikan." (Sumber: bisnis.co.id)
 
Ponsel Murah Kuasai 54% Pasar

09 Januari 2008


Pasar telepon seluler (ponsel) di Indonesia tahun lalu diwarnai lonjakan penjualan ponsel murah- harga di bawah US$100-yang menguasai 54% pangsa pasar. Peredaran ponsel itu kebanyakan berasal dari inisiatif operator seluler dalam menggelar program promosi berupa paket ponsel disertai tarif murah.

Andre Tan, General Manager Sales & Marketing Mobile & Communications PT LG Electronics Indonesia, mengatakan pemasaran ponsel-ponsel dengan harga terjangkau memberikan manfaat kemudahan untuk mendapatkan layanin telekomunikasi.

"layanin telekomunikasi yang disediakan oleh pihak swasta ini dapat memenuhi kebutuhan bagi masyarakat. Mereka juga bisa mendapatkan handset dan layanin dengan harga yang lebih terjangkau," tuturnya.

Bagi operator seluler, program penyediaan ponsel murah merupakan cara yang efektif guna meningkatkan jumlah pelanggan. Harga tidak lagi menjadi hambatan utama yang menghalangi konsumen untuk membeli ponsel.

Dia menambahkan lonjakan penjualan ponsel murah akan memberi dampak bagi vendor-vendor besar yang tidak memiliki lini produk dengan harga yang sangat rendah. Lonjakan penjualan ponsel murah juga akan memangkas pangsa pasar vendor-vendor besar kendati penjualan vendor tersebut tidak mengalami penurunan.

Menurut Andre, meluasnya peredaran ponsel murah ini memberikan peluang bagi vendor besar, khususnya dalam melayani kebutuhan penggantian ponsel.

"Diperkirakan ada sekitar 25% dari total pengguna yang pada tahun lalu telah menggunakan ponsel murah akan mengganti ponsel mereka dengan produk yang memiliki fitur yang lebih baik dan dikeluarkan oleh vendor-vendor besar," ujarnya.

Untuk bisa terus bertahan di tengah kompetisi, vendor-vendor besar akan memasok ponsel yang dilengkapi dengan fitur, seperti kamera, dan dipasarkan dengan harga murah. (Sumber: Bisnis Indonesia)
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.