• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

>> Info Seputar Dunia Ponsel <<

Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
Google, dari Mesin Pencari ke Ponsel Pencari Uang

17 November 2007

open-handset-alliance-rivals.jpg


Pada akhir tahun 2006 rumor bahwa perusahaan mesin pencari di internet, Google Inc, akan terjun ke bisnis telepon bergerak atau mobile phone sudah merebak. Itu gara-gara penulis teknologi informasi Martha McKay membuat spekulasi ini dan memublikasikannya. BBC dan The Wall Street Journal kemudian mengutipnya. Digambarkan bahwa perusahaan yang didirikan Larry Page dan Sergey Brin tahun 1998 ini tengah sibuk membuat satu model ponsel dengan nama Google’s GPhone. Setidak-tidaknya itulah nama yang berkembang saat itu.

Tak pelak lagi, rumor ini membuat gerah produsen ponsel dunia. Sebut saja nama kondang yang produknya mudah ditemui di pasar dunia dan gerai-gerai ponsel bekas sekalipun seperti Nokia, Samsung, atau Motorola. Apalagi bagi para produsen baru yang mulai meluncurkan produknya ke pasar yang memang masih terbuka dan belum menunjukkan titik jenuh itu, terjunnya raksasa Google ke bisnis ponsel akan berarti "kiamat" segera tiba.

Kekhawatiran para produsen ponsel beralasan sebab Google yang raksasa di bisnis internet itu bakal menyikat pasar dengan smartphone-nya yang selama ini ia sembunyikan. Sementara perusahaan telekomunikasi dunia khawatir bahwa bisnis mereka akan hancur karena smartphone yang dikembangkan Google tidak memerlukan lagi pulsa, cukup membawa teknologi VoIP (voice over internet protocol) ke dalam ponsel. Menghubungi ponsel orang tidak lagi menggunakan nomor, tetapi cukup dengan account surat elektronik GMail di ponsel. Langkah yang bakal membuat operator telekomunikasi gulung tikar!

Itu baru spekulasi. Tetapi kemudian media massa lainnya "menggoreng" berita itu dengan menyebutkan, Google telah mengembangkan 30 prototipe ponsel untuk segera dilempar ke pasar. Satu dari sekian spekulasi itu menyatakan pula bahwa apa yang disebut GPhone itu bukanlah hardware dengan bentuk fisik layaknya ponsel seperti iPhone milik Apple, tetapi lebih merupakan sistem operasi software telepon open source. Satu spekulasi yang kelak lebih mendekati kenyataan, di mana siapa pun bisa menciptakan aplikasi apa pun yang lebih keren, seperti halnya Linux pada piranti lunak komputer.

Libatkan konsorsium

Spekulasi bahwa Google akan membuat GPhone sendiri terpatahkan hampir setahun kemudian setelah Open Handset Alliance (OHA), sebuah konsorsium berkekuatan 34 perusahaan yang bergerak di bisnis perangkat lunak, perangkat keras, internet, dan telekomunikasi, meluncurkan Android, Senin (5/11) lalu. Google adalah satu di antara 34 perusahaan itu. Bukan telepon seluler alias ponsel dengan label tunggal GPhone yang keluar, tetapi sebuah merek yang sama sekali tidak membawa-bawa nama Google, yakni Android.

Para pakar dan penikmat teknologi informasi segera bertanya-tanya, apakah Android ini? Apakah ia berbentuk telepon genggam atau ponsel biasa? Apa motivasi Google terjun ke bisnis ponsel ini padahal selama ini namanya lekat dengan bisnis internet?

Android adalah sistem operasi terbuka untuk telepon bergerak berbasis Java dan sistem operasi Linux yang dikembangkan OHA. Platform sistem operasi terbuka Android ini diluncurkan 5 November lalu. Semangat konsorsium ini adalah memajukan standar terbuka bagi peralatan telepon mobil.

Rumor yang dikembangkan McKay bukanlah tanpa dasar sebab pada awal tahun 2005 Google diam-diam telah mengakuisisi sebuah perusahaan software mobile, yang kebetulan bernama Android. Software ini dikembangkan oleh Andy Rubin yang di Google kini diserahi tugas untuk mengembangkan Android sebagai software telepon bergerak dengan platform open source.

Chairman sekaligus CEO Google Eric Schmidt kepada pers saat peluncuran Android menyebutkan, keberadaan Android dengan sendirinya menghapuskan rumor dan spekulasi sebelumnya yang menyebutkan Google akan meluncurkan sendiri telepon mobilnya. "Pengumuman hari ini lebih ambisius dibanding ’Google Phone’ sendiri, di mana pers telah berspekulasi selama beberapa minggu terakhir," katanya. Ditambahkan, misi OHA tidak lain membangun platform yang kuat agar memberi keunggulan pada ribuan model telepon berbeda.

Meski kelahiran Android sudah diumumkan Senin lalu, OHA tetap merahasiakan fitur maupun spesifikasi apa saja yang dimiliki "bayi" yang disinyalir bakal menciptakan revolusi bidang telepon bergerak ini. Diperkirakan, 12 November mendatang warga dunia penikmat TI baru dapat melihat sosok Android.

The Wall Street Journal berspekulasi bahwa OHA mengembangkan Android sebagai sebuah piranti khusus yang memungkinkan seseorang dapat menayangkan atau mengunduh foto maupun video cukup di ponsel di mana pun mereka berada selama tersambung jaringan. Spekulasi lain menyebutkan, Android diciptakan untuk mengembangkan piranti yang bekerja dalam jaringan 3G dan teknologi GPS. Semuanya dalam bentuk ponsel.

Iklan di telapak tangan

Google adalah satu dari 10 perusahaan software yang tergabung dalam proyek OHA. Selain perusahaan software yang tergabung dalam OHA, 10 perusahaan lainnya diambil dari perusahaan semikonduktor seperti Intel dan NVIDIA. Pabrik handset dipercayakan pada empat perusahaan, yakni LG, HTC, Motorola, dan Samsung Electronics. Sedangkan operatornya diserahkan antara lain pada T-Mobile, China Mobile, NTT DoCoMo, dan Telefonica.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan OHA beberapa waktu lalu disebutkan, tujuan utuma membangun Android adalah untuk memajukan inovasi piranti telepon bergerak agar konsumen mampu mengeksplorasi kemampuan dan pengalamannya lebih jauh lagi dibandingkan dengan platform mobile yang tersedia saat ini. Karena sifatnya yang open source, pengguna memungkinkan melakukan inovasi dengan menciptakan fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan bersama.

Mengapa Google melirik bisnis yang selama ini dikuasai Nokia atau Samsung? Tidak lain karena pengguna ponsel saat ini mendekati angka tiga miliar di seluruh dunia. Saat ini telepon bergerak menjadi lebih personal untuk keperluan komunikasi dengan kemampuan yang hampir setara dengan PC biasa, setidak-tidaknya untuk merek-merek tertentu. Yang disasar Google tidak lain dari perolehan iklan dalam telepon bergerak yang sekarang ini dikuasainya. Google ingin menancapkan pengaruhnya sekaligus menggali iklan yang maksimal atas ponsel yang Anda bawa ke mana-mana.

Belanja iklan pada telepon bergerak melonjak tajam menjadi 11,4 miliar dollar AS di seluruh dunia pada 2011 dari "hanya" 2,17 miliar dollar AS saat ini, berdasarkan perhitungan Informa Plc, sebuah perusahaan riset yang berbasis di London, Inggris. Google yang bermarkas di Mountain View, California, Amerika Serikat, diperkirakan bakal meraih 99 persen iklan telepon bergerak yang berarti lebih dari 10 miliar dollar AS per tahun, di mana sebagian besarnya diperoleh dari hasil menjual link teks saja.

Ke depan, Google melihat sumber uang ada di ponsel yang ia percaya akan semakin memassa dibanding menggunakan PC yang terkoneksi ke internet. Kalau sebuah ponsel sudah memiliki kemampuan setara dengan PC dalam fitur maupun kemampuan pemrosesannya, untuk apa membawa laptop atau palmtop? Toh ponsel lebih praktis lagi sebab piranti ini dapat menghubungkan orang lewat suara, gambar, maupun video.

Saat ini saja orang bisa mem-posting-kan sesuatu ke situs pribadinya cukup lewat ponsel di bandara atau bahkan di toilet. Menerima dan mengirim surat elektronik malah sudah lebih umum lagi. Bahkan membaca berita terkini pun bisa sambil tiduran. Peluang inilah yang dilirik Google. (Sumber: kompas.co.id)
 
Sony Ericsson W960 WiFi Walkman

w960i.jpg


Ponsel Walkman ini merupakan suksesor seri W950 yang telah lebih dulu dilepas kepasaran. Layarnya masih touchscreen (layar sentuh), dengan mengusung sistem operasi symbian v9.1, UIQ 3.1.

Kamera W960 sudah berkaliber 3 mp. Lengkap dengan fasilitas autofokus, lampu flash dan kemampuan menciptakan video. Kamera sekunder disisi depan juga dihadirka, untuk mengakomodasi layanin video call.

Guna mendukung kemampuan musikal lewat player walkman-nya Sonny Ericsson W960 didejali memori internal 8GB. Dua kali lebih besar ketimbang kapasitas memori kosong W950. Fitur tambahan lainnya yakni Wi-Fi dan SenseMe, yaitu fasilitas untuk memilih trek lagu yang akan ditransfer keponsel sesuai keinginan. Bisa berdasarkan tempo maupun style musik.

Specs :

General : Network UMTS / GSM 900 / GSM 1800 / GSM 1900
Announced : 2007, June
Status : Coming Soon
Size Dimensions : 109 x 55 x 16 mm
Weight : 119 g
Display : Type TFT touchscreen, 256K colors
Size : 240 x 320 pixels, 2.6 inches
- Handwriting recognition
- Wallpapers, screensavers
Ringtones Type : Polyphonic (40 channels), MP3, AAC
Customization : Composer, download
Vibration : Yes
Memory : Phonebook Practically unlimited entries and fields, Photocall
Call records Practically unlimited
Card slot No
- 8 GB shared memory for storage
- 128 MB RAM
- 256 MB flash memory (96 MB reserved for OS + 160 MB user memory)
Data : GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 - 48 kbps
HSCSD : No
EDGE : No
3G : Yes, 384 kbps
WLAN : Wi-Fi 802.11b
Bluetooth : Yes, v2.0 with A2DP
Infrared port : No
USB : Yes, v2.0
Features : OS Symbian OS v9.1, UIQ 3.0
Messaging : SMS, EMS, MMS, Email, Instant Messaging
Browser : WAP 2.0/xHTML, HTML(Opera 8.0), RSS reader
Games : Yes + downloadable
Colors : Vinyl Black
Camera : 3.15 MP, 2048x1536 pixels, autofocus, video(QVGA 15fps), flash; secondary VGA videocall camera
- Java MIDP 2.0
- FM radio with RDS
- Walkman Touch player
- TrackID music recognition
- T9
- Image viewer
- Picture/document editor
- Organiser
- Voice memo
- Built-in handsfree
Battery : Standard battery, Li-Po 900 mAh (BST-33)
Stand-by Up to 370 h
Talk time Up to 9 h

* Gue ikut nyumbang :D *
 
^
^
Trims ya bro ... ;;)


Google Tawarkan Hadiah 10 Juta Dollar AS

18 November 2007


Google tak hanya meluncurkan sistem operasi dengan platform terbuka (open source) namun juga merangsang minat pengembang software untuk memperkayanya. Hadiah total 10 juta dollar AS ditawarkan Google kepada siapa saja yang membuat aplikasi terbaik untuk sistem operasi ponsel buatannya.

Tawaran tersebut digelar dalam kompetisi yang dinamai Android Developer Challenge. Sebuah panel juri akan memilih 50 software terbaik dari semua aplikasi yang diterima antara 2 Januari 2008 hingga 3 Maret 2008. Setiap pemenang akan memperoleh hadiah 25 ribu dollar AS. Setiap pemenang juga berkesempatan menjadi 10 terbaik untuk kategori khusus dengan hadiah masing-masing 100 ribu dollar AS dan 10 terbaik kategori lainnya dengan hadiah masing-masing 275 ribu dollar AS.

Tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana sistem penjurian akan dilakukan. Hanya disebutkan bahwa program yang menang dalma kompetisi ini menyediakan pengalaman baru yang mengesankan bagi konsumen. Google telah merilis kit pengembangan software agar dapat bekerja pada platform yang berbasis open source itu Senin (12/11). Aplikasi yang dibuat bisa dari yang sederhana seperti mengganti tampilan. Bisa juga aplikasi kompleks seperti membangun program jaring sosial, peta navigasi, atau blog.

Sebelumnya, Google telah mengumumkan tekadnya memasuki pasar ponsel dengan merilis paket software untuk ponsel yang bebas dipakai siapa saja. Pihak perusahaan menyatakan software tersebut didesain untuk menyediakan kemudahan pengguna ponsel mengakses Internet dari ponsel senyaman komputer.

Dengan mendorong penggunaan software berbasis open source di ponsel, Google juga berkesempatan mendistribusikan iklan dan layananya melalui jaringan seluler. Terobosan ini akan menekan pagsa pasar software untuk posel yang saat ini didominasi Symbian, Palm, Research In Motion, dan Microsoft.

Bersama sejumlah vendor, Google juga mendirikan OHA (Open Hardware Alliances). Sejauh ini sudah empat vendor ponsel yang menyatakan minatnya terhadap platform yang diberi nama Android untuk dipakai pada sejumlah produk ponsel buatannya yakni Motorola, Samsung, LG, dan HTC. (Sumber: kompas.co.id)
 
Sumatera Dipatok Menjadi Pulau Digital

Taufik Wijaya - detikinet



Palembang -
PT Telkom Divisi Regional (Divre) I Sumatera mematok target dapat menjaring 45 ribu pelanggan baru Speedy dan membangun 1.000 hotspot selama tahun 2007. Program ini sekaligus bagian dari impian PT Telkom untuk mewujudkan Sumatera sebagai Pulau Digital pertama di Indonesia.

Deputi Eksekutif General Manager (DEGM) Divre I Sumatera Syamsul Bahri mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah menjaring sekitar 32.000 pelanggan Speedy di seluruh Sumatera. Angka ini diperkirakan semakin melesat apabila secara teknis PT Telkom meningkatkan kecepatan akses Speedy dan meningkatkan kualitas untuk mengantisipasi kompetisi di bidang pelayanan jasa internet ini.

Menurut Syamsul, pihaknya membagi pengelolaan hotspot menjadi tiga bagian. Mulai dari yang menggunakan kartu prabayar atau voucher, untuk komunitas tertentu atau bahkan ada yang membebaskannya. "Skema mana yang akan dipilih itu tentu saja melalui pertimbangan yang matang baik dari pengelola maupun Telkom. Namun PT Telkom secara prinsip dapat melayani seluruh permintaan yang diinginkan pengelola," katanya, saat peluncuran hotspot ke 50 Kandatel Sumbagsel di Cafe Tomken's mall Palembang Square, Palembang.

Sementara untuk penggunaan jasa Speedy, dikategorikan dalam empat bagian. Masing-masing paket 50 jam dengan biaya sebesar Rp 200 ribu, paket personal Rp 200 ribu, paket unlimited Rp 750 ribu dan paket warnet dengan biaya langganan Rp 1,75 juta.

Khusus wilayah Sumatera Bagian Selatan menurut General Manager Kandatel Sumbagsel, Muchlis, sampai saat ini sudah terdapat lebih dari 21.000 user Telkomnet-instan yang aktif setiap bulan. Ditambah dengan sekitar 5.000 user PDN dari Flexi serta lebih dari 6.000 pelanggan Speedy yang ada yang tercatat sebagai pengguna akses internet.

Tempat-tempat yang telah dan akan dipasang hotspot, kata Muchlis, juga sangat beragam. Mulai dari lingkungan pendidikan, pusat perbelanjaan, hotel, restoran serta tempat-tempat umum dan keramaian. Selain itu, PT Telkom juga telah bekerjasama dengan Depdiknas untuk mendidik satu juta siswa dan guru agar 'melek' internet.
Disambut Baik

Impian Telkom untuk mewujudkan Sumatera sebagai Pulau Digital pertama di Indonesia mendapat sambutan baik dari berbagai kalangan.

Menurut Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen J. Suryo Prabowo, Telkom menjadi perusahaan yang berpikir dan berkarya demi kemajuan dan kepentingan bangsa yang lebih besar.

Sementara, anggota Komisi I DPR-RI Deddy Djamaluddin Malik, mengatakan Telkom dan perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia sama-sama mencari keuntungan, "tetapi Telkom menunjukkan tanggungjawabnya dengan membuka akses komunikasi dan informasi terutama di daerah-daerah terpencil."

Executive General Manager Telkom Divisi I Sumatra Muhammad Awaluddin, menjelaskan, layanin Speedy di Sumatera telah tersebar di 35 kota. "Jumlah ini tumbuh signifikan seiring program penetrasi pasar dan edukasi yang dilakukan Telkom. Hingga akhir 2007, Telkom sudah akan menggelar layanin Speedy di 136 lokasi," katanya.

Untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, disebutkan Awaluddin, pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi sebagai infrastruktur dasar di daerah harus dipercepat guna memenuhi kebutuhan akan layanin komunikasi yang berkualitas.

"Dengan kehadiran Speedy, diharapkan kesulitan akses informasi yang dirasakan masyarakat di Sumatera dapat teratasi. Sekaligus dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi kawasan ini," katanya.
( tw / ash )
 
Yahoo! Gandeng Tiga Operator Seluler

19 November 2007


Penandatanganan kerja sama ini dilakukan untuk memperluas layanin internet bergerak di Indonesia. Dalam kerja sama ini, Yahoo! Indonesia menggandeng PT Excelcomindo Pratama (XL), Hucthison CP Telecom Indonesia (3), dan Indosat. Kerja sama ini dilakukan untuk menyalurkan layanin mesin pencari unggulan, Yahoo!oneSearch pada portal Internet lintas operator.

Sebelumnya, Yahoo! telah bekerja sama dengan PT. Telekomunikasi Selular Indonesia (Telkomsel) untuk layanin ini. Perusahaan tersebut kini telah menjangkau lebih dari 80 juta pengguna layanin bergerak di Indonesia. Dengan menggunakan Yahoo!oneSearch, konsumen layanin bergerak di Indonesia dapat memperoleh hasil penelusuran yang diinginkan melalui perangkat layanin bergerak mereka.

“Kerjasama Yahoo! dengan operator-operator layanin bergerak di Indonesia membuktikan kepemimpinan dalam mengembangkan pengalaman untuk layanin bergerak bagi masyarakat Indonesia,” ujar Dave Ko, Vice President dan General Manager Yahoo!, Connected Life. Sementara itu, peluncuran layanin ini di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian peluncuran yang dirilis Yahoo! pada Mobile Asia Congress di Macau. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan dari layanin Yahoo! secara global.

Hingga saat ini, Yahoo! oneSearch memberikan akses kepada pelanggan dalam bentuk berita, informasi keuangan, prakiraan cuaca, foto-foto Flickr, informasi dari Yahoo! Answers, Web images, informasi penerbangan, termasuk Web, dan situs layanin bergerak internet. Yahoo! oneSearch saat ini tersedia di 19 negara di dunia, termasuk Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Perancis, Jerman, Hong Kong, Indonesia, India, Italia, Korea, Malaysia, Meksiko, Filipina, Singapura, Spanyol, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat dan akan segera tersedia di negara-negara lainnya. Sementara itu, Yahoo! oneSearch pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat pada bulan Januari 2007 yang lalu.

Sementara itu, Hasnul Suhaimi, President Director XL menilai, kerjasama dengan Yahoo! semakin memperkuat komitmen mereka sebagai penyedia ICT pertama di Indonesia. Di lain pihak, bagi Guntur Siboro, Marketing Director Indosat menyatakan, pihaknya menyambut gembira kerjasama dengan Yahoo!. Indosat berharap dapat meningkatkan penyediaan layanin internet bergerak yang menyenangkan bagi konsumen. Selain itu, Suresh Reddy, Chief Marketing Officer HCPT menyatakan, 3 Indonesia dan Yahoo! telah sukses bekerjasama untuk mengembangkan jalinan kemitraan yang akan mendukung database pelanggan. (Sumber: sda-indo.com)
 
Google Android Diprediksi Raih 2% Pasar

19 November 2007

open-handset-alliance-rivals.jpg


Perusahaan riset Strategy Analytics memperkirakan sistem operasi Android yang sedang dibangun Google akan menguasai 2% pangsa pasar sistem operasi ponsel secara global yang dikirimkan pada 2008.

"Kami perkirakan ponsel cerdas berbasis Android akan masuk pasar AS selama triwulan III/2008. Hingga akhir 2008, kami perkirakan Android akan menguasai 2% pangsa pasar ponsel cerdas dunia," ujar Neil Mawston, Associate Director pada Strategy Analytics.

Mawston menyatakan Google telah memiliki sumber daya serta nama besar di dunia online sehingga akan mudah memperoleh dukungan dari para pembuat handset ataupun operator seluler besar.

Google juga akan meluncurkan produk melalui para pemegang merek terkemuka di dunia ponsel cerdas seperti HTC, Motorola, serta T-Mobile. (Sumber: bisnis.com)
 
Akhirnya Temasek Didenda Rp25 miliar

20 November 2007


Temasek Holding akhirnya harus melepas Telkomsel dan Indosat yang sebelumnya dikuasai perusahaan Singapura itu. Tapi, Temasek mengaku akan “melawan”

Hidayatullah.com--Perusahaan telekomunikasi milik Singapura, Grup Temasek, diharuskan melepas Telkomsel dan Indosat yang dimiliki perusahaan Singapura itu secara silang melalui Singtel dan STT. Selain itu, BUMN Singapura itu harus membayar denda Rp25 Miliar, karena terbukti melanggar UU No. 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dalam keputusannya Senin (19/11), menyebutkan ada 10 pihak terlapor antara lain Temasek Holdings Pte Ltd, Singtel, STT Communications Ltd, Asia Mobile Holdings Company Pte Ltd, Indonesia Communications Ltd, Singapore Telecommunications Pte Ltd dan Singapore Telecom Pte Ltd. Selain melanggar UU No. 5 tahun 1999, perusahaan telekomunikasi milik Singapura itu juga diduga melakukan pelanggaran pasal 17 dan pasal 25 ayat 1 huruf b UU No 5 tahun 1999. Dalam keputusan KPPU yang dibacakan Ketua Majelis Komisi, Syamsul Ma'arif didampingi Erwin Syahril, Tresna P. Soemadri, Sukarni dan Didik Akhmadi sebagai anggota, dijelaskan bahwa Singapore Telecomunication juga terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 27 huruf a UU no 5 tahun 1999. Dalam pasal itu tertulis bahwa pelaku usaha dilarang memiliki saham mayoritas pada beberapa perusahaan sejenis yang melakukan kegitan usaha, pasar dan satu pelaku usaha atau kelompok usaha menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar atau jenis barang atau jasa tertentu. PT Telkomsel terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 17 ayat 1 UU no 5 tahun 1999 yang isinya, pasal mengenai monopoli dimana pelaku usaha dilarang melakukan penguasaan atas produksi dan pemasaran barang atau jasa yang mengakibatkan terjadinya praktek monopoli atau persaingan usaha tidak sehat. Sedangkan Telkomsel juga harus membayar denda Rp25 miliar karena melanggar pasal 17 UU No 5 tahun 1999. Menanggapi keputusan KPPU tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh mengatakan, pemerintah menghargai semua keputusan yang diambil oleh Komisi Pengawas KPPU itu. "Sikap pemerintah akan sangat menghargai apa yang diputuskan oleh KPPU. Tentu pihak-pihak yang berselisih juga masih punya hak untuk naik banding," kata Menkominfo, di Jakarta, kemarin.

Melawan

Sementara itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diminta tidak gentar menghadapi arus konflik yang terjadi dalam dunia usaha Indonesia, memasuki tujuh tahun berdirinya lembaga tersebut. Di negara maju sekalipun, lembaga serupa seperti KPPU juga mengalami hal serupa. Sementara itu, Temasek Holdings menyatakan tidak bersalah dan akan melawan keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang memutuskan Temasek telah melanggar Undang-Undang No 5 Tahun 1999 tentang Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Direktur Eksekutif Temasek Holdings Simon Israel, dalam pernyataannya dikutip Media Indonesia, mengatakan pihaknya tidak bersalah atas tuduhan melakukan praktik monopoli industri seluler di Indonesia. "Keputusan itu jelas-jelas tidak masuk akal dan mengabaikan semua fakta. Tuduhan terhadap Temasek tidak mendasar," tegas Simon. Menurutnya, Temasek sama sekali tidak memiliki saham (secara langsung) di Indosat dan Telkomsel. "Dan kami tidak terlibat sama sekali dalam keputusan bisnis dan operasional mereka (Indosat dan Telkomsel)," ujarnya lagi. Simon menegaskan Telkomsel dikontrol oleh Pemerintah Indonesia yang juga memiliki satu saham emas di Indosat. Industri telekomunikasi di Indonesia dibatasi oleh peraturan. "Tidaklah mungkin jika Pemerintah Indonesia dan para regulator telekomunikasi mengizinkan penetapan tarif ataupun menimbulkan kerugian bagi konsumen. "Temasek akan berjuang melawan keputusan KPPU," tegas Simon. Seperti diberitakan,KPPU menyatakan Temasek Holdings bersalah mempunyai kepemilikan silang pada dua perusahaan telekomunikasi Indonesia yaitu Indosat dan Telkomsel. Salah satu orang penting Tamasek Holdings, Simon Israel, dikenal memiliki hubungan dekat dengan Yahudi. Simon adalah satu-satunya jabatan direktur di perusahaan Tamasek yang non-Singapura. "Simon adalah direktur non-Singaporean pertama untuk kami. Ia mempunyai sangat banyak pengalaman pemasaran dan investasi di wilayah Asia-Pasific, seperti halnya suatu pengetahuan praktisi berbagai kecenderungan konsumen di Asia," ujar Direktur Temasek Dhanabalan dikutip Reuters. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
 
3G Murah dari LG


[FONT=verdana,geneva]Sebanyak 10 juta telepon seluler (ponsel) 3G murah buah tangan produsen elektronik asal Korea Selatan, LG Elektronik bakal berada di pasaran 12 negara, termasuk Indonesia [/FONT]
[FONT=verdana,geneva]
“Kami menargetkan ponsel 3G termurah, KU250, mampu menguasai 10-15 persen pasar ponsel 3G di Indonesia,” kata GM Penjualan dan Pemasaran Domestik LG Mobile Communications Indonesia (LGMCI), Andre Tanudjaja.Saat ini pasar ponsel 3G di Indonesia terus meningkat, penguasaan pasar ponsel sebesar enam persen tahun lalu menjadi 15 % pada semester pertama 2007. [/FONT]​


[FONT=verdana,geneva]Menurut Andre, penjualan ponsel 3G di Indonesia mencapai sekitar 150 ribu unit per bulan, sedangkan penjualan ponsel nasional mencapai sekitar 15 juta unit. “Selama ini permintaan pasar ponsel 3G masih terganjal masalah mahalnya harga ponsel, LG coba masuk dengan harga rendah,” ujarnya.[/FONT]

[FONT=verdana,geneva]Andre mengklaim KU250 sebagai ponsel 3G termurah dengan harga pasar sekitar Rp1,488 juta per unit, yang tidak hanya dipasarkan di Indonesia tapi juga di 11 negara lainnya di dunia. Ia menjelaskan KU250 merupakan ponsel 3G murah yang diproduksi untuk kampanye“3G for All yang dilakukan GSM Association.Ponsel KU250 tersebut, kata dia, memenangkan tender proyek kampanye memperluas penggunaaan 3G di dunia, yang dilakukan GSM Association di Barcelona, Spanyol, Februari 2007. [/FONT]

[FONT=verdana,geneva]
“Kami yakin ponsel 3G tersebut mampu merebut pasar ponsel 3G di Indonesia yang menguasai sekitar 15 persen pasar ponsel di Indonesia,” ujarnya.KU250 sendiri dilengkapi kamera 1,3 Mega Pixel (MP), dan internal memory sebesar 10 MB, serta fasilitas GPRS.
[/FONT]
[FONT=verdana,geneva]
LGMCI akan fokus mengembangkan ponsel 3G murah tersebut di empat kota besar, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. [/FONT]
 
Penjualan Global HTC Touch Melewati 1 Juta

22 November 2007

HTC_Touch.jpg


Setelah muncul kurang lebih lima bulan yang lalu, HTC Touch secara global sudah terjual lebih dari satu juta unit. Jajaran HTC Touch, termasuk HTC Touch Dual dan Touch Color, diharapkan bisa mencapai angka penjualan sebesar 1,5 – 1,8 juta unit akhir tahun ini. Optimisme HTC ditunjukkan dengan rencana mereka untuk menaikkan pengapalan (penyediaan) handsetnya sebesar 20% tahun depan. (Sumber: G2Glive.com)
 
Motorola Akan Rilis 20 - 30 Ponsel Baru di 2008

23 November 2007


Motorola Taiwan rencananya akan meluncurkan sebanyak 20 sampai 30 ponsel baru pada masa tahun depan. Hal ini diumumkan baru-baru ini oleh Bill Chen, Motorola General Manager di Taiwan. Strategi ini merupakan upaya Motorola untuk memimpin pasaran ponsel di negara Taiwan.

Saat ini vendor Motorola menempati posisi 4 di pasar handset Taiwan. Posisi 1 - 3 ditempati oleh Nokia, Sony Ericsson dan Samsung.

Motorola juga mengisyaratkan bahwa kemungkinan beberapa handset juga akan dipasarkan di luar area Taiwan.
 
Calon Raksasa Itu Bernama "Android"

24 November 2007
open-handset-alliance-rivals.jpg

Kata android sudah disebut-sebut ilmuwan Albertus Magnus lebih dari 700 tahun lalu. Dalam pengertian modern, kata itu berarti sebuah robot yang dirancang menyerupai manusia, baik dalam tampilan maupun kelakuan. Kata itu berasal dari bahasa Yunani, andr yang berarti laki-laki dan akhiran eides yang berarti menyerupai spesies eidos. Namun, apa sesungguhnya android dalam dunia telepon bergerak atau mobile phone yang diluncurkan Google?

Android merupakan sistem operasi terbuka untuk telepon bergerak, seperti ponsel yang selama ini kita kenal. Perusahaan internet raksasa Google bersama 33 perusahaan lain yang bergerak di bidang piranti lunak, piranti keras, internet, produsen ponsel, sampai perusahaan telekomunikasi membentuk sebuah konsorsium bernama Open Handset Alliance (OHA). Konsorsium inilah yang kemudian meluncurkan Android.

Android menjanjikan telepon bergerak pada masa mendatang sebagai "lebih baik" dan "lebih murah". Android juga diklaim sebagai sebuah kekuatan yang mampu mendesain ponsel generasi berikutnya lebih baik lagi. Bentuk fisiknya tidak lebih dari sebuah rangkaian perangkat lunak (software) berbasis Linux.

Karena berbasis Linux, maka siapa pun dapat mengembangkan software itu untuk platform tertentu. Ini berarti Android dapat dibuat untuk ponsel pribadi, jaringan, dan pengguna potensial. Sebagai penyedia sistem operasi terbuka, Linux diperkirakan akan mengambil keuntungan dari terjunnya Google ke dalam bisnis ponsel ini. Berapa persentasenya, belum terungkap.

OHA memajukan Android untuk mengembangkan fitur dan piranti keras ponsel agar dapat mengambil keuntungan dari platform yang disediakan. Google, perusahaan yang selama ini jauh dari ingar-bingar bisnis ponsel, sangat menekankan pada platform yang bersifat terbuka ini. Sistem operasi yang ada dalam ponsel saat ini, seperti Windows Mobile, Symbian, serta Palm, adalah pemain dan pemegang lisensi saat ini. Namun, mereka bukanlah open source. Meniru cara kerja saja bisa disangka mencuri hak cipta. Google percaya akan lebih mudah dan lebih cepat mengembangkan aplikasi baru untuk Android dibandingkan dengan sistem lainnya.

Google dan konsorsium OHA yakin bahwa ponsel baru pada masa mendatang akan membuat internet yang diaplikasikan ke ponsel lebih baik dibandingkan dengan komputer personal (PC). Memang kebanyakan telepon bergerak yang ada sekarang ini dihadapkan pada masalah keterbatasan dalam hal penelusuran (browser) dan resolusi layar pada ponsel yang masih dianggap belum memadai. Namun, iPhone milik Apple dan Nokia N800 yang tidak menggunakan kekuatan Android telah menunjukkan kemampuannya seperti PC yang beroperasi dalam piranti ponsel. Setidak-tidaknya Google berharap Android lebih baik dari itu.

OHA saat peluncuran produk barunya itu menjelaskan, kelak ponsel baru mampu menayangkan sekaligus mengedit video, konten bersama, dan membangun jaringan sosial seperti yang selama ini dilakukan pada web, akan jauh lebih mudah dioperasikan pada ponsel. Sayangnya, ponsel pertama yang mencoba "kesaktian" Android baru dapat dilakukan pada pertengahan 2008. Akan tetapi, apa dan bagaimana Android sudah dapat disaksikan pada pekan mendatang.

Apakah semua ponsel yang beredar di pasaran bisa memanfaatkan software terbuka yang ditawarkan Android? Lebih baik diberitahukan, ponsel yang Anda miliki sekarang tentu saja tidak dapat mencoba open source yang ditawarkan Android. Anda kelak harus membeli satu handset ponsel baru yang dijalankan dengan kekuatan Android ini. Setelah punya satu handset ponsel, ibarat menggunakan PC yang memakai sistem operasi Linux, Anda dapat menciptakan fitur apa pun yang kelak memperkaya ponsel Anda.

Pertanyaannya, apakah dengan demikian ponsel yang ada sekarang ini menjadi usang alias tertinggal zaman? Tentu saja tidak, sebab sistem platform lainnya, seperti Symbian, Palm, Windows Mobile, dan Blackberry, akan tetap meneruskan eksistensinya dengan cara bertahannya masing-masing. Bedanya sekarang mereka punya saingan baru yang sangat potensial. Ya, si Android itulah.

Oleh: PEPIH NUGRAHA (KOMPAS.COM)
 
Alto, Indosat & Nokia Kembangkan Konsep MORE

25 November 2007


PT More Indonesia dan inTouch, pengembang aplikasi bergerak Indonesia, bersama tiga mitra perdananya Alto, Indosat, dan Nokia memperkenalkan konsep dan kemitraan MORE (Mobile Rewards Exchange) untuk pertamakalinya di Indonesia.

Sistem rewards yang memiliki manfaat koalisi bagi perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra. Dengan menggunakan sistem koalisi ini pelanggan dapat menggabungkan berbagai rewards dari perusahaan-perusahaan dari industri yang berbeda sehingga meningkatkan nilai rewards yang dimilikinya.

MORE diciptakan untuk memenuhi tingginya harapan pelanggan akan manfaat yang lebih besar dari rewards yang diperolehnya dari semua yang dibelanjakan setiap hari serta untuk membantu meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan yang dituntut untuk selalu lebih kompetitif.

MORE adalah layanin mobile inovatif yang menawarkan keuntungan, kendali, kebebasan, dan kemudahan bagi pelanggan dari setiap transaksi yang dilakukannya. MORE memungkinkan pelanggan mendapatkan keuntungan dengan menggabungkan poin dari berbagai perusahaan yang mengeluarkan poin rewards kemudian mentransferkan poin dari anggota keluarga untuk meningkatkan nilai perolehan poin rewards dan memegang kendali penuh atas penggunaan poin serta memiliki kebebasan menentukan pilihan penukaran MORE-nya dengan produk atau layanin pilihan (yang tidak hanya terbatas dengan apa yang disediakan oleh perusahaan yang mengeluarkan poin reward) melalui ponsel (yang menjalankan aplikasi MORE secara aman dan rahasia) dengan mudah setiap saat dan dimanapun berada.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan kepada pelanggan, MORE menghadirkan solusi bagi perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra dalam menjalankan program peningkatan loyalitas pelanggan melalui peningkatan nilai dari poin rewards tanpa mengurangi tingkat kompetitifnya. Karena, PT MORE Indonesia yang akan menjalankan semua aspek mulai dari merchant acquisition sampai settlement; pengembangan aplikasi sampai customer support.

Berdasarkan sebuah penelitian, seorang konsumen yang datang menukarkan poin rewards umumnya akan membawa konsumen lain yang akan menghasilkan tambahan walk-in traffic dan penjualan tambahan bagi merchants. MORE memberikan manfaat penjualan tambahan (incremental sales) yang bersifat impulse purchase dari para anggota MORE, bagi mitra merchants yang telah bergabung. Ini disebabkan anggota MORE merasa reward points (MORE) yang dibelanjakannya didapat secara gratis; karena tidak merasa membayar, impulse membelipun lebih besar.

MORE yang ditukarkan pelanggan kemudian akan dibayarkan oleh PT MORE saat proses settlement. Terlebih lagi Juga tersedia fasilitas bagi mitra merchant untuk menawarkan produk atau layanannya (terutama yang bernilai tinggi) dengan gabungan antara MORE dan tunai (umpamanya 50-50 persen). Ini akan bermanfaat bagi konsumen untuk dapat tetap membeli sebuah produk mahal walaupun tidak memiliki cukup saldo MORE.

"Kini setiap nasabah dari bunk-bunk yang tergabung di jejaring ALTO dapat menjadi konsumen anggota MORE, di mana nantinya mereka akan mendapatkan MORE setiap melakukan transaksi di ATM milik ALTO. Selain itu dengan menjadi anggota MORE nasabah pemegang kartu berlogo ALTO dapat lebih leluasa menggunakan poin rewardnya bahkan dapat mengikuti event-event atau program-program belanja dengan harga MORE special," kata Rudy Ramli, Presiden Direktur PT Daya Network Lestari, penyelenggara jaringan ATM ALTO.

"Indosat menyambut baik kerjasama yang dijalin bersama inTouch, Nokia dan Alto ini sebagai upaya untuk senantiasa memberikan manfaat lebih dari sekedar kebutuhan telekomunikasi," kata Johnny Swandi Sjam, Presiden Direktur PT. Indosat.

Dia menambahkan, dengan semakin banyaknya mitra issuer dan mitra merchant yang meliputi berbagai industri, pelanggan Indosat dapat menikmati semakin banyak manfaat dari poin reward yang diperolehnya setiap berkomunikasi maupun melakukan transaksi lainnya.

"Saat ini, konsumen banyak mengumpulkan poin-poin dari beragam layanin yang digunakan seperti poin kartu kredit atau poin mileage dari maskapai penerbangan. Dengan adanya MORE, pelanggan Nokia diberikan manfaat dengan sistem akumulasi poin reward dari setiap transaksi yang dilakukannya sehingga pelanggan akan merasakan pelayanan Nokia ke pasar konsumen yang lebih luas. Kami senang dapat menjadi bagian dari layanin yang pertamakali diperkenalkan di Indonesia ini," kata Hasan Aula, Presiden Direktur PT Nokia Indonesia.

Kendro Hendra Managing Director inTouch, perusahaan dibelakang pengembangan layanin mobile inovatif, mengatakan MORE hanya akan bermanfaat bagi konsumen kalau mereka bisa mendapatkan MORE dari semua yang mereka belanjakan setiap hari. Kemudian menukarkan MORE yang diperolehnya untuk semua kebutuhan anggota keluarganya

"Partisipasi dari Nokia, Indosat dan Alto yang masing-masing merupakan perusahaan terbaik di industrinya masing-masing merupakan awal yang sangat positif bagi kami untuk mendapatkan mitra-mitra dari industri lain yang akan melengkapi kebutuhan pelanggan MORE saat kami luncurkan awal tahun depan," tandas Kendro. (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Nokia Tantang Developer Lokal Garap Games Tradisional

28 November 2007


Mulai tahun ini, Nokia akan memfokuskan beberapa fitur multimedia khusunya games. Bahkan, Nokia menantang developer games lokal untuk menciptakan permainan khas Indonesia untuk dibenamkan di ponsel Nokia.

"Selama ini kami sudah mengajak para developer games untuk membuat aplikasi games yang unik dan berciri khas Indonesia. Misalnya gobak sodor atau reog. Tapi hingga saat ini kami belum melihat realisasinya," kata Multi Media Bisnis Manager Nokia Indonesia Usun Pringgodigdo, saat peluncuran Nokia Playzone, di Restoran Blackcat, Plaza Senayan Arcadia, Jakarta, Jumat (23/11/2007).

Nokia melihat, potensi pasar yang cukup besar di Indonesia menggunakan fitur berciri khas Indonesia. Menurutnya games-games itu bisa dipermainkan pengguna ponsel di Indonesia. "Karena selama ini yang ada hanya games dari luar," kata dia.

Padahal, dengan games khas Indonesia selain bisa memperkenalkan tradisonal Indonesia bisa membuktikan developer games lokal dengan games luar.

Usun mencontohkan, beberapa negara sudah menerapkan permainan khas negara mereka untuk pasar lokalnya masing-masing, misalnya India.

Di India, Nokia telah bekerja sama dengan India games untuk menciptakan games. Hingga saat ini mereka telah menghasilkan lebih dari 500 permainan.

Hal serupa juga terjadi di Prancis dan Finlandia yang merupakan markas Nokia. Walapun Nokia sudah bekerja sama dengan developer Indonesia, contohnya Iguana, Jatis, Elasitas, Starmedia, dan developer yang lainnya. Sayangnya, jumlah games yang dibenamkan pada ponsel Nokia tidak lebih dari 10 games.

Menurut Usun, Nokia memang tidak sembarang mengambil games untuk diintegrasikan. Beberapa syarat yang diajukan Nokia terdiri kualitas gambar dan permainan yang harus menarik.

Dua hal tersebut merupakan hal yang paling ditekankan oleh Nokia. "Bagi kami yang penting kualitas games. Kalau soal biaya bisa kami rundingkan," tandasnya. (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Ponsel Berfitur Musik-Kamera Dominasi Pasar

28 November 2007


Tren ponsel di tahun 2008 mendatang bakal didominasi ponsel berfitur musik dan kamera. Ini disebabkan pengembangan fitur ponsel spreading ke seluruh segmen baik middle, high and low end. KUNTA MAULANA Manager Trade Marketing Sonny Ericsson Indonesia Representative Office pada suarasurabaya.net menjelaskan, dominasi ponsel berfitur musik dan kamera juga berdasarkan dari angka penjualan ponsel.

KUNTA menilai, pengembangan fitur dilakukan vendor dalam mengubah haluan pasar ponsel. Pengembangan fitur bergerak sesuai jamannya.

Begitu pula dengan fitur kamera, kata KUNTA, dengan teknologi megapixel tertinggi akan didapatkan di ponsel low end. Berikut penjelasan KUNTA, .

Pengembangan fitur ponsel sangat terasa selama 1 tahun terakhir. Imbas dari pengembangan fitur ponsel, ungkap KUNTA, pasar ponsel bersaing ketat. Masing-masing vendor menawarkan ponsel harga murah tapi kaya fitur.

Terkait dengan life time fitur-fitur dalam ponsel, menurut KUNTA, berbeda satu vendor dan yang lainnya. Bisa saja, vendor butuh waktu 5 hingga 10 tahun untuk bisa mengaplikasikan fitur musik atau kamera ke dalam ponsel, tapi ada pula yang hanya butuh 1 tahun saja.

Selain fitur musik dan kamera, papar KUNTA, masih banyak fitur yang belum dikembangkan vendor. Seperti fitur game playstation, video recorder, cam coder hingga film.

Seiring dengan fitur kamera yang makin mendominasi di tahun 2008, tambah KUNTA, pasar kamera digital kian berkurang. Pasalnya, produsen lebih fokus ke kamera profesional karena hampir vendor ponsel sudah mengaplikasikan fitur kamera di ponsel. (Sumber: suarasurabaya.net)
 
MOTOPURE H12: Headset Bluetooth dengan Teknologi CrystalTalk™

28 November 2007

motopure-h12.jpg


Motorola baru-baru ini merilis headset bluetooth spesial, yaitu MOTOPURE H12. Yang istimewa pada headset bluetooth terbaru ini adalah Motorola mengadaptasi teknologi CrystalTalk™ di dalamnya. Menjadikan MOTOPURE H12 ini sebagai headset bluetooth Motorola pertama yang mengusung teknologi tersebut yang menjadikan kualitas suara menjadi lebih bening dan jernih.

Sebelumnya teknologi CrystalTalk™ dari Motorola biasanya dibenamkan pada ponsel-ponsel produksi mereka seperti ponsel RAZR2 V9 dan V8, namun kali ini Motorola mencoba berekspansi dengan memasukkannya ke dalam fitur headset. Teknologi CrystalTalk™ akan memberikan hasil suara yang lebih jernih dan meminimalisir suara noise yang ditimbulkan. Suatu teknologi mutakhir dari Motorola yang telah diakui kehandalannya oleh banyak kalangan.

Rencananya MOTOPURE H12 akan beredar di pasaran lokal dalam waktu dekat
 
Game Ngage Dibenamkan Dalam Nokia N81, N82 dan N95

29 November 2007
nokia-n82-news.jpg

Bagi penggemar ponsel games khususnya Nokia Ngage bisa sedikit berlega hati. Karena Ngage kini telah menjadi platform games yang akan dibenamkan pada beberapa Nokia N series. "Hingga saat ini kami belum mendapat keterangan dari pusat, kapan akan meluncukan perangkat Ngage terbaru, tapi yang jelas Ngage telah menjadi platform games di ponsel multi media kami. Contohnya, pada N81," ujar Multi Media Bisnis Manager Nokia Indonesia Usun Pringgodigdo.

Dia menunjukan beberapa Nokia N series terbaru yang akan dibenamkan Ngage, selain N81 adalah N82, dan N95. Dengan demikian, terdapat empat buah ponsel N Series yang dilengkapi dengan Ngage, karena N81 terdiri dari dua varian yang dibedakan berdasarkan warna dan kapasitas memori.

Usun mengungkapkan, pembenaman Ngage ini ditujukan agar banyak pilihan perangkat yang dapat memfasilitasi para pecinta game, untuk bermain di perangkat Nokia. Sehingga, memberikan pengalaman yang lebih variatif di semua ponsel Nokia yang memiliki berbagai macam design.

Hingga akhir Desember nanti, Nokia juga akan mengeluarkan dua ponsel N Series lagi berupa N810 dan N83. Khusus untuk N 810, merupakan ponsel tuch screen yang dioperasikan menggunakan stylus atau yang biasa disebut Nokia dengan internet tablet. (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Handset CDMA Diprediksi Kuasai 25% Pasar

29 November 2007


Pasar handset telepon seluler (ponsel) berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) tahun depan diperkirakan menguasai 25% pangsa total pasar ponsel domestik, sedangkan ponsel kategori premium berpeluang tumbuh dua kali lipat.

Agus Sugiharto, Marketing Manager Mobile Communication Division PT Samsung Electronics Indonesia, optimistis pertumbuhan pasar handset CDMA nasional pesat pada tahun depan.

"Pada 2008, porsi handset CDMA secara umum kami perkirakan bisa mencapai 25% dari total pasar ponsel domestik," ujarnya pekan lalu.

Agus mengilustrasikan perkembangan pangsa pasar handset itu, yang sampai Oktober 2007 sudah menguasai 17% porsi total pasar handset nasional. Padahal pada awal tahun, porsi pangsa pasar handset CDMA 2007 diprediksi 18%, sedangkan sisanya 82% berasal dari ponsel berbasis teknologi Global System for Mobile Communication (GSM).

Di pasar domestik, produk-produk ponsel CDMA kelas ultra low end saat ini sa-ngat gencar dipasarkan produsen China seperti Huawei dan ZTE. Pemasarannya menggunakan sistem paket dengan menggandeng sejumlah operator. (Sumber: Bisnis Indonesia)
 
Pasar Ponsel Kelas Premium Masih Minim

29 November 2007


Pasar ponsel di dalam negeri masih didominasi produk-produk di kelas menengah bawah (low end). Posisi kedua ditempati produk-produk di kelas menengah (middle up) dan sisanya di kelas premium (high end). Diperkirakan, komposisi total ponsel pada 2007 masing-masing sebesar 50 persen, 38 persen dan 12 persen.

"Untuk Samsung sendiri, kontribusi di kelas low end sebesar 60 persen, kelas menengah 35 persen, dan kelas premium 15 persen," kata Manager Mobile Marketing Communication Division PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) Agus Sugiharto, di sela peluncuran Samsung U 700, ponsel resmi Olympic Torch Relay 2008, di Jakarta, pekan lalu.

Sementara itu Marketing Director PT SEIN, Stefanus Indrayana mengungkapkan, meski pasar di kelas premium kecil, namun pertumbuhan produk Samsung di kelas tersebut cukup baik. "Growth-nya bagus, mungkin tahun ini bisa dua kali lipat," ungkapnya.

Sebelumnya Direktur Telematika, Departemen Perindustrian (Depperin) Ramon Bangun mengatakan, saat ini penetrasi pengguna ponsel di Indonesia dirasakan masih rendah, yakni berkisar 20 persen dari total jumlah penduduk.

Data per Januari hingga September 2007 menyebutkan pengguna ponsel baru mencapai 15 juta jiwa. Menurut dia, diperkirakan hingga akhir 2007 pasar ponsel dalam negeri meningkat menjadi sekitar 25 juta, dan pada tahun depan diprediksi penetrasinya akan meningkat sebesar 60-70 persen. "Seperti di Filipina kan penetrasinya sudah besar," katanya. (Sumber: OKEZONE.COM)
 
Asia Mobile Holdings Tantang KPPU

28.11.2007


Asia Mobile Holdings (AMH) hari ini menyatakan akan menentang keras mengenai investasinya di Indosat yang diputuskan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada tanggal 19 November 2007 lalu. "Dewan AMH menyatakan pandangannya mengenai aplikasi tata kelola yang solid (sound principles of governance) dan praktik internasional terbaik (best international practice) dalam operasi bisnis kami," ujar Tan Guong Ching, Chairman AMH. Sementara itu, Tan menambahkan, tata kelola perusahaan yang solid (sound corporate governance) merupakan fundamental kesuksesan bisnis dalam jangka panjang. Filosofi bisnis ini pun secara ketat diikuti oleh seluruh investasinya, termasuk investasi di Indosat.

Sementara itu, dari siaran pers yang diterima SDA Asia, dewan AMH juga menyatakan kekhawatirannya atas keputusan terhadap perusahaan tersebut yang kemungkinan membawa pengaruh pada manajemen Indosat. "Kami akan membantah segala tuduhan ini dengan cara apa pun," kata Tan Guong Ching. Di lain pihak, Qtel ingin menjadi investor jangka panjang di Indonesia dan ingin menjadi investor di Indosat.

Menurut Nasser Marafih, CEO Qtel dan Direksi untuk AMH, sejak investasi di Indosat, Qtel merasa terkesan pada manajemen Indosat yang profesional dan tata kelola perusahaan yang ketat. "Kami akan bekerja sama dengan mitra kami dari Singapura, untuk meyakinkan kelangsungan investasi kami," ujar Nasser. Ia juga menuturkan, akan me-review keputusan KPPU secara rinci dan mempertimbangkan pilihan legal di kemudian hari.

Selama ini AMH menjadi pemegang 40% saham Indosat. Selain itu, AMH juga menjadi perusahaan investasi di bidang telekomunikasi, di mana 75% sahamnya dimiliki oleh Singapore Technologies Telemedia (ST Telemedia) dan 25% oleh Qatar Telecom (Qtel). Sementara itu, 55% saham Qtel dimiliki oleh Qatar.

Widia Yurnalis
 
huawei474cddc85580d.gif


Huawei Bangun Jaringan IP Bearer


28.11.2007


Huawei dipilih oleh Mobily, operator mobile terbesar di Arab Saudi untuk membangun jaringan IP bearer untuk layanin data dan suara. Mobily akan menempatkan router inti Huawei NetEngine 5000E (NE5000E), NetEngine 40E (NE40E), serta sistem manajemen jaringan iManager N2000 DMS dan NSM dalam jaringan nasionalnya. "Kunci menuju kesuksesan yang akan datang adalah mentransformasi jaringan telekomunikasi yang ada ke dalam jaringan yang dapat menyesuaikan diri," ujar Wang Jiading, Head of Huawei Regional Division untuk Timur Tengah.

Menurut Wang, All IP yang murah dan efisien akan memberikan akses kepada para pelanggan terhadap banyaknya layanin yang menarik dan beragam kapan saja dan di mana saja. Selain itu, All IP dengan pesat menjadi tren dalam industri telekomunikasi.

Widia Yurnalis
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.