Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Siapa yang tahan godaan iPhone? Dan teman Digit@l yang tengah bermukim di Inggris dengan lantang bahwa ia tidak membutuhkan iPhone. Berbulan-bulan sebelum perangkat ini datang ke Inggris, dia terus meyakinkan dirinya bahwa perangkat tersebut tak akan membuatnya bertekuk lutut. Meski pemberitaan tentang iPhone membanjirinya keyakinannya tetap tidak berubah.
Saat perangkat tersebut jauh dari pandangan iPhone memang tidak menggodanya. Tapi pertengahan November lalu, lewat blog-nya ia mengumumkan kedatangan anggota baru di dalam keluarganya. Ya, ia bahkan memberi julukan tersebut untuk iPhone terbarunya. "Saya akan menyalahkan Steve Jobs atas kejadian ini," ujarnya tergelak.
Steve Jobs, CEO Apple, memang sudah membius dunia. Satu kesuksesan lain setelah iPod berhasil direngkuhnya.
Pertama kali informasi tentang iPhone beredar pada awal tahun, publik mengiranya sebagai rumor. Tapi penampilannya pertama kali di depan publik pada 9 Juni 2007 pada konferensi Macword sontak menarik perhatian dunia. Dua hari sesudahnya, pada perhelatan konferensi pengembang Apple, Jobs menuturkan perangkat tersebut akan mendukung aplikasi pihak ketiga menggunakan mesin Safari.
Meski perangkat ini tidak memiliki kemampuan 3G, iPhone tetap menjadi produk yang paling diinginkan banyak konsumen di dunia. Ini terlihat dari antrian yang mengular di gerai-gerai tempat penjualan iPhone.
Perangkat yang dibekali dengan layar sentuh dan papan ketik virtual ini pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada 29 Juni 2007. Sesudah itu perangkat ini menyebar ke Inggris, Jerman, dan Perancis pada November.
Tidak hanya di empat negara tadi, iPhone juga melanglang buana ke negara lain, termasuk Indonesia. Salah satu petinggi operator seluler misalnya terlihat menenteng perangkat ini. Dia membeli perangkat tersebut di Amerika Serikat dan menggunakannya di Indonesia. Di negara-negara resmi, iPhone dijual dengan paket berlangganan dengan operator yang ditunjuk operator. Akan tetapi terbukti perangkat tersebut juga dapat digunakan di Tanah Air.
Diperkirakan tahun depan, kehadiran perangkat ini di Indonesia akan semakin semarak. Beberapa situs online sudah terang-terangan menawarkan iPhone. Tampaknya godaan iPhone juga sudah sampai kemari. (Sumber: Bisnis.com)
Pergantian merek dari Dopod menjadi High Tech Computer (HTC) tidak menghambat penjualan ponsel cerdas tersebut di kawasan Asia Tenggara. High Tech Computer Corporation mengakuisisi Dopod Internasional melalui pembelian aset di sembilan anak perusahaan senilai US$14,5 juta.
Perusahaan penyedia perangkat ponsel pintar itu membeli aset-aset Dopod di Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, Australia, Thailand, India, dan Filipina.
Pengumuman resmi mengenai proses akuisisi tersebut dilakukan pada Mei tahun ini. Setelah proses akuisisi selesai, ponsel cerdas Dopod dipasarkan dengan menggunakan merek HTC. Produk pertama HTC yaitu HTC Touch masuk ke pasar Indonesia pada pertengahan Juli tahun ini.
Melvin Chua, Product Marketing Manager untuk Asia Tenggara pada HTC Pte Ltd, mengatakan rata-rata pertumbuhan penjualan di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mencapai lebih dari 100%.
"Respons yang positif ini menunjukkan pengguna ponsel tidak terpengaruh terhadap pergantian merek tersebut. Secara total bisnis kami di Asia tumbuh sekitar 193% pada tahun ini. Kami melihat animo pengguna ponsel di Indonesia terhadap produk HTC juga sangat baik," ujar Chua.
Produk HTC Touch, lanjut dia, memberi kontribusi sekitar 70% terhadap total penjualan di Asia Tenggara. Chua menambahkan kehadiran produk HTC Touch Dual diproyeksi mampu mendongkrak kinerja HTC untuk tahun depan.
Kehadiran papan ketik yang terdapat pada produk baru ini, dan tidak dijumpai pada produk HTC Touch, diperkirakan mampu menarik minat para pengguna ponsel yang sebelumnya tidak pernah menggunakan ponsel personal digital assistant (PDA).
TouchFLO
HTC juga mengintegrasikan teknologi TouchFLO, teknologi pemindai gerakan yang pertama kali diimplementasikan pada produk HTC Touch. Teknologi tersebut kini memiliki beberapa fungsi baru, seperti kemampuan untuk menampilkan rangkaian foto secara otomatis dengan menggunakan kontrol pada layar.
Tahun depan, lanjut Chua, pihaknya tetap akan berkonsentrasi untuk menambah produk-produk baru dengan teknologi TouchFLO.
John Kurniawan, Direktur PT Sistech Kharisma, distributor HTC di Indonesia, mengatakan selain HTC Touch, produk HTC TyTN II yang dipasarkan pada Oktober lalu juga mendapat respons yang positif.
"Pengguna ponsel PDA di Indonesia ternyata masih menyenangi produk yang memiliki papan ketik QWERTY. Fitur ini ada di HTC TyTN II. Kami optimistis penjualan akan semakin meningkat karena HTC terbaru ini dilengkapi dengan keypad."
John menambahkan Jakarta masih memberi kontribusi penjualan terbesar, yaitu sekitar 60%-65%. Tahun ini Sistech memperluas distribusi ke kota-kota besar lain di luar Jakarta dan membidik kota-kota kecil. (Sumber: Bisnis Indonesia)
Tahun Baru, layanin Konten Seluler Akan Ditertibkan
15 Desember 2007
Penyedia konten tidak bisa selamanya berlindung di belakang bayang-bayang operator untuk menyediakan layanin kepada pelanggan seluler. Begitu pula sebaliknya, operator tidak boleh cuci tangan setiap ada masalah pada layanin konten yang merugikan pelanggan.
Mulai awal tahun 2008, layanin konten di jaringan seluler akan ditertibkan. Hal tersebut disampaikan salah satu anggota Badan Regulasi telekomunikasi indonesia (BRTI), Heru Sutadi.
Pemerintah saat ini sudah menyiapkan rambu-rambu layanin konten termasuk bentuk sanksi yang dapat dijatuhkan sebagai kebijakan jasa pesan premium dalam satu peraturan menteri. Sesuai aturan tersebut, setiap penyedia layanin konten harus terdaftar di BRTI.
Bahkan, bukan tidak mungkin penggunaan nomor pendek yang digunakan dalam layanin premium akan diatur. Ia berjanji, BRTI tidak akan memungut bayaran sepeser pun dari pola pengawasan ini dan semata-mata untuk melindungi kepentingan konsumen.
Selain itu, penyedia layanin harus memiliki nomor kontak customer service yang melayani pelanggan selama 24 jam. Pelanggan juga diberi kemudahan untuk mengajukan klaim ganti rugi jika penyedia jasa melakukan kesalahan atau kelalaian yang menyebabkan pelanggan dirugikan.
Muhammad Jumadi, Sekretaris Jenderal Indonesia Telecommunication User Group (Id-TUG), mengatakan konsumen harus diberi kemudahan melakukan proses pemutusan layanin (unregister). Kode etik layanin juga harus ditegakkan penyedia konten, seperti memberikan informasi layanin termasuk cara pendaftaran dan pemutusan layanin yang sama besarnya dalam setiap promosi iklan.
layanin juga hanya diberikan atas persetujuan pelanggan. Ada dua model yang dikembangkan saat ini yakni layanin SMS pull yakni pelanggan meminta SMS secara mansual setiap kali menginginkan dan layanin SMS push yang menyediakan konten secara berkala secara rutin dan dapat dihentikan melalui proses unregister.
Sementara itu, menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Husna Gustiana Zahir, hal penting lainnya yang harus dipenuhi setiap penyelenggara jasa adalah kejelasan lokasi usaha. Ini sangat penting saat ada masalah. Banyak penyedia konten yang saat ini menyediakan nomor kontak tidak jelas bahkan menggunakan nomor fix wireless yang berpindah-pindah ke mana saja.
Kapan pengaturan layanin konten seluler akan berlaku? Heru Sutadi tidak bersedia memberikan tanggal yang pasti dan hanya menjawab, "Buat hadiah tahun baru lah."(Sumber: kompas.co.id)
Industri Mobile Konten Indonesia Melonjak 100% di 2010
15 Desember 2007
Industri mobile konten Indonesia diperkirakan akan melonjak hingga 100% di 2010 dengan market revenue mencapai sekitar Rp 7 triliun. Hal ini seiring dengan peningkatan pelanggan selular yang mencapai 160 juta di akhir dekade serta keragaman jenis konten hasil konvergensi antara konten provider, teknologi informasi, dan penyedia layanin telekomunikasi.
Figur tersebut terungkap dalam Telkomsel Content Provider Gathering, yang diadakan Telkomsel tiap tahun sejak 2003 sebagai wujud kepedulian Telkomsel untuk turut serta dalam menumbuhkan industri konten dan multimedia di Indonesia. Dalam hal ini Telkomsel melibatkan para penggerak industri konten, seperti konten provider, record label, dan operator seluler, antara lain: Elasitas, Jatis, Code Jawa, SCM, Infokom, Musica, Sony BMG, dan Access Mobile yang membawakan presentasi tentang industri VAS di Korea. Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk berbagi informasi serta diskusi strategis bagi para pemain di industri tersebut.
GM Mobile Data Services Telkomsel Anyia Rumonda mengatakan, "Melalui forum ini para peserta dapat berbagi bahkan benchmarking perkembangan industri konten di Indonesia, bahkan Asia. Potensi pertumbuhan industri konten di Indonesia merupakan tantangan tersendiri, di mana inovasi dan kreativitas merupakan syarat mutlak yang diperlukan guna menemukan konten yang bermanfaat, cocok, sekaligus diminati oleh pengguna."
Jumlah populasi penduduk yang besar, pengguna ponsel yang terus meningkat, serta terbukanya sumber kreativitas konten lokal merupakan indikator potensi industri konten Indonesia. Data dalam presentasi Acces Mobile menyebutkan jumlah konten provider Indonesia yang berkisar 200-500 jelas masih masih menunjukkan potensi peluang lahirnya konten provider baru dengan ragam inovasi konten. Di Korea Selatan dan Jepang jumlah konten provider mencapai 10 ribu, di mana layanin konten berupa VAS (Value Added Services) dan data telah menyumbang 32% dari total revenue salah satu operator terbesar di Korea, SK Telecom.
Telkomsel memandang bahwa pada dasarnya jaringan yang luas dengan core network yang senantiasa siap untuk mendukung implementasi teknologi terkini merupakan hal utama dalam melayani pasar pengguna selular. Oleh karenanya, inovasi teknologi berkelanjutan pun terus diupayakan, termasuk teknologi 3G berbasis WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) dan HSDPA (High Speed Downlink Packet Access), melengkapi teknologi yang sudah diimplemantasikan sebelumnya, seperti: CSD (Circuit Switched Data), GPRS (Global Packet Radio Service), dan EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution). Hal ini tentunya akan meningkatkan kemampuan Telkomsel dalam mendukung lahirnya ragam inovasi layanin.
Saat ini Telkomsel bekerjasama dengan 108 mitra konten provider menghadirkan sekitar 3.000 jenis konten layanin, di mana lebih dari sekitar 15 juta pelanggan telah menikmati ragam layanin konten yang dihadirkan Telkomsel bersama mitra konten provider-nya.
layanin konten Telkomsel telah menyumbang sekitar 4% dari pendapatan perusahaan, di mana Telkomsel terus mengembangkan ragam konten terbaik yang bahkan beberapa di antaranya dipelopori dan hanya dimiliki oleh Telkomsel, seperti: Nada Sambung Pribadi (Agustus 2004), Mobile TV Portal (September 2006), M-Komik (Agustus 2007), dan Mobile Blogging MyPulau (November 2007). Ragam inovasi konten tersebut semakin mengokohkan Telkomsel sebagai service leader sekaligus upaya Telkomsel dalam memandu perkembangan industri selular.
Dalam workshop itu juga dibahas tentang konten-konten favorit dan pengembangannya, di mana saat ini konten dengan hits tertinggi masih didominasi oleh konten hiburan, contohnya Ring Back Tone (RBT), SMS Selebriti, dan Dunia Bola.
"Telkomsel berkomitmen mengembangkan konten-konten yang bersifat edukatif, di mana animo masyarakat yang saat ini masih besar pada konten hiburan merupakan stepping stage yang selanjutnya akan diarahkan dengan mengemas konten yang mengandung nilai pendidikan dan tidak hanya bersifat menghibur saja. Hal ini telah kami mulai dengan menghadirkan Dunia Anak, Dunia Budaya, dan Dunia Religi dengan konten-konten, seperti: Video Pendidikan Aku Tahu, Pencerahan Religi Uje, dan Adat Istiadat Indonesia," ungkap Anyia.
"Tentunya komitmen Telkomsel dalam memberikan konten-konten terbaik bagi pelanggan sekaligus peran serta dalam memajukan industri konten nasional tak lepas dari dukungan dan kepercayaan yang diberikan berbagai mitra. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dan kepercayaannya," pungkas Anyia. (Sumber: TELKOMSEL.COM)
Besarnya minat pengguna seluler di Indonesia untuk mengakses layanin data menunjukkan sudah saatnya industri konten digiring menuju ke konten yang menggunakan akses Internet melalui ponsel, termasuk iklan lewat ponsel.
Joseph Lumban Gaol, CEO PT Antar Mitra Perkasa, menilai impresi iklan situs WAP yang mencapai 84,40 (hasil temuan AdMob) menunjukkan adanya kebutuhan akses Internet lewat ponsel yang kini semakin tinggi.
"Memang, tarif akses Internet masih terbilang mahal jika dibandingkan dengan negara lain -baik melalui jaringan tetap maupun seluler, seperti Singapura. Akan tetapi ternyata minat orang untuk mengakses Internet kian membaik," ujarnya.
Seperti diketahui hasil riset AdMob menunjukkan impresi iklan yang diakses melalui situs WAP oleh pengguna ponsel di Indonesia pada Oktober mencapai 84,40 juta atau naik dari sekitar 62,75 juta pada bulan lalu.
Menurut Joseph, besarnya angka impresi di layar ponsel sangat dimungkinkan sebab layar ponsel berbeda dengan layar komputer.
Informasi yang ditampilkan pada situs WAP dengan ukuran layar yang terbatas membuat pengelola situs membaginya ke dalam beberapa halaman.
Dia menilai penyebaran akses Internet melalui jaringan tetap yang masih terbatas mendorong konsumen untuk mencari akses melalui seluler yang menawarkan kemudahan akses, mobilitas yang tinggi, dan tarif yang lebih murah.
Joseph menambahkan fenomena ini mematahkan pandangan bahwa adopsi Internet melalui seluler hanya akan dimonopoli oleh pengguna ponsel yang berada di negara-negara maju.
Tarif flat
Dia melihat operator memegang peran dalam menggerakkan pasar pengguna Internet mobile di Indonesia. Operator diharapkan untuk mengimplementasikan skema tarif flat untuk akses data. Hal ini diperkirakan mampu mendongkrak laju pertumbuhan pengguna Internet melalui jaringan seluler.
Perhitungan tarif berdasarkan jumlah penggunaan data per kilobyte (KB) sudah tidak menarik dan hanya akan menurunkan minat konsumen.
"Akses pengguna menjadi tidak leluasa, hitungan per KB untuk sebagian pengguna juga membingungkan. Penggunaan tarif flat untuk akses tanpa batas misalnya atau akses yang ditawarkan dengan kuota jauh lebih menarik dan memudahkan pengguna seluler," ujar Joseph. (Sumber: Bisnis Indonesia)
Tumbuhnya bisnis konten di layanin telekomunikasi seluler menuntut operator melindungi pelanggan dari eksploitasi penyedia layanin (provider) nakal. Mulai tahun depan, seluruh operator yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) akan membuat database pelanggan yang memuat seluruh layanin konten yang dipakai.
"Dengan begitu komplain bisa langsung ditangani," ujar Judy Natasatria Adhitianto, Group Head Gaming and Content Indosat mewakili ATSI pada diskusi yang digelar ICT Watch di Jakarta. Keluhan pelanggan akan langsung diatasi kapan saja, dalam 24 jam, dengan mematikan layanin yang dikeluhkan pelanggan.
Nantinya, setiap content provider yang bekerja sama dengan operator juga harus memiliki website khusus untuk mengendalikan layanin konten yang disediakannya. Website tersebut akan dijadikan alat untuk menghubungkan data pada server operator dengan server penyedia layanin.
Solusi tersebut merupakan salah satu langkah antisipasi menghadapi provider nakal yang sering menyedot pulsa pelanggan secara semena-mena. Selama ini, operator mengaku mengalami kesulitan mengendalikan perilaku semua penyedia layanin konten karena jumlahnya yang sudah sangat banyak dan trafik yang tinggi.
Selain dari operator, antisipasi tersebut telah dilakukan dari asosiasi, misalnya IMOCA (Indonesia Mobile Content Association). Ketua IMOCA, A. Haryawirasma, dalam kesempatan yang sama, mengatakan, asosiasi sudah menyiapkan kode etik dan penerapan sanksi bagi anggota yang melanggar. Misalnya dengan mekanisme pengadilan internal (tribunal) yang mengancam denda Rp200 juta. (Sumber: kompas.co.id)
layanin pesan singkat (Short Messages Service/SMS) diprediksi bakal terus tumbuh. Padahal teknologi tersebut sudah berusia lebih dari 15 tahun. Pernyataan itu terlontar dalam diskusi panel yang melibatkan para pakar industri telekomunikasi mulai dari Vodafone, O2, Airwide Solutions dan Ovum, di sebuah acara peringatan hari ulang tahun SMS yang ke-15.
"Dari layanin sederhana seperti pesan peer-to-peer, sampai layanin premium hingga ke transfer uang, mobile banking dan periklanan, SMS secara fundamental sudah mengubah cara dunia dalam berkomunikasi," kata John Delaney, analis Ovum Consumer Group.
Di Inggris saat ini tercatat ada sebanyak miliaran pesan teks yang terkirim dalam seminggu. Meski demikian, perusahaan telekomunikasi Ovum memperingatkan bahwa operator selular tidak bisa mengandalkan pendapatan hanya dari SMS untuk ke depannya.
Dalam diskusi tersebut juga diungkapkan bahwa SMS kemungkinan tidak akan digantikan oleh teknologi yang lebih baru pada masa mendatang, tetapi akan dilengkapi oleh layanin yang lebih baru seperti mobile instant messaging.
Mike Short, wakil presiden divisi penelitian dan pengembangan (R&D) di O2 sekaligus juru bicara Mobile Data Association, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini sudah mulai memahami value dari SMS sebagai tool perusahaan.
Menurutnya, integrasi SMS dengan customer relationship management (CRM) atau supply chain management bisa menawarkan cara yang lebih mudah bagi pelanggan untuk mendapatkan update atau memberikan umpan balik. (Sumber: detikinet.com)
Evolusi fungsi ponsel terus berkembang dari sekadar alat komunikasi sederhana menjadi perangkat multimedia multifungsi. Sebuah survei yang digelar CCID Consulting di China mengungkapkan pengguna ponsel di Negeri Tirai Bambu itu berharap mendapatkan beragam fungsi multimedia ketika membeli ponsel.
Fungsi browsing halaman web dan download aplikasi, navigasi berbasis GPS, serta televisi bergerak merupakan fitur yang banyak diharapkan pembeli ponsel.
Fungsi yang diharapkan konsumen China ketika membeli ponsel:
Survei mendapatkan sebanyak 37% konsumen mengharapkan membeli ponsel dengan fungsi browser halaman web, dan 33% konsumen menginginkan fitur navigasi GPS.
Ponsel Dopod P800, Amoi N6, serta ZTE E700 mendapatkan tempat tersendiri di mata konsumen China terkait dengan fitur navigasi yang dimilikinya. (Sumber: Bisnis.com)
Meskipun saat ini layanin akses data Internet berkecepatan tinggi secara nirkabel sudah tersedia secara luas, migrasi dari aktivitas desktop ke ponsel masih sangat sedikit. Akses e-mail merupakan aktivitas pemanfaatan Internet yang paling luas dilakukan melalui ponsel. Namun, secara umum para pengguna masih kesulitan mendapatkan browser yang dapat menyediakan akses cepat dan mudah yang akan mendorong migrasi dari desktop.
Sebanyak 63% pemilik ponsel yang disurvei tidak menggunakan ponsel untuk mengakses Internet baik sekadar mesin pencari maupun mengakses berita. Padahal mengakses mesin pencari dan membuka situs berita sangat populer bagi pengakses Internet melalui desktop. Adapun 37% pemilik ponsel yang disurvei mengakses informasi yang sama dengan desktop.
"Konsumen bersedia membayar mahal untuk produk dan pengalaman baru yang berkualitas. Industri harus fokus pada realitas ini," papar Julie Ask, penulis laporan JuniperResearch. (Sumber: Bisnis.com)
Sony Ericsson menyelenggarakan kompetisi video clip viral Asia Pasifik, yang diklaim sebagai ajang pencarian bakat-bakat baru di bidang periklanan dan komunikasi audio visual di kalangan mahasiswa.
"Sony Ericsson punya komitmen membangun industri periklanan yang solid, yang didukung oleh sumber daya manusia lokal yang dihasilkan oleh sistem pendidikan dalam negeri," ujar Djunadi Satrio, Sr. Manager Product Group Marketing Sony Ericsson Indonesia.
Djunadi yang juga project manager kompetisi ini menyatakan kegiatan ini digelar untuk menggali potensi SDM lokal yang diyakini sangat besar, tetapi belum terpakai secara optimal.
Pada saat yang sama, Sony Ericsson Indonesia juga menunjuk tim mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Program Studi Desain Visual Universitas Trisakti untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi tersebut.
Tim ini berhasil menyisihkan pesaing-pesaingnya yang berasal dari jurusan serupa dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Mereka akan mendapatkan tugas untuk membuat sebuah video clip yang dibalut tema fitur unik ShakeControlTM yang ada di ponsel Walkman W910i yang baru saja diluncurkan. (Somber: Bisnis.com)
Penyebaran ponsel Global Positioning System (GPS) akan mampu menghasilkan revenue sekira USD50 miliar pada tahun 2008 nanti. Sedangkan pada tahun 2012 akan meningkat menjadi USD100 miliar.
Pada tahun 2008, pasar ponsel GPS diperkirakan akan tumbuh sekira 240 juta unit dan diperkirakan akan terus tumbuh mencapai 550 juta unit sampai akhir 2012. Saat ini handset GPS yang tersebar di seluruh dunia masih dirajai oleh jaringan CDMA. Namun pada tahun 2008 handset GPS jaringan 3G/WCDMA akan semakin marak.
"Kerja sama yang saat ini marak terjadi di industri ponsel melibatkan beberapa perusahaan penyedia layanin navigasi. Hal ini memberikan indikasi yang jelas pada komitmen industri yang ingin memajukan pasar ponsel berkemampuan GPS," ujar Shailendra Pandey, analis dari ABI Research, seperti dikutip Cellular News.
Kerja sama yang dimaksud Pandey adalah Nokia yang berhasil menggandeng NAVTEQ, Broadcom yang mengakuisisi Global Locate, CSR mengakuisisi NordNavTechnologies dan Cambridge Positioning System dan kerja sama TomTom dan Garmin dalam mengakuisisi Tele Atlas.
Riset ABI yakin bahwa industri seluler berharap sangat banyak dalam teknologi GPS. Baik keuntungan maupun perspektif teknologi yang ada. Bahkan manufaktur chip kini memiliki solusi yang mampu menempatkan GPS agar terintegrasi ke handset dengan biaya yang murah, sistem yang tetap akurat dan bisa digunakan di ruang tertutup.
Prediksi ABI ini juga dipicu dengan maraknya vendor handset yang mulai membenamkan GPS seperti Nokia, Motorola, RIM, Samsung, HTC, Quanta dan Inventec. (Sumber: OKEZONE.COM)
Fitur TV tuner diprediksi akan menjadi tren fitur ponsel pada 2008. Prediksi ini berdasarkan pertimbangan dari antusiasme pengguna Ponsel TV selama 2007. Bahkan bisa dibilang pertumbuhan Ponsel TV sejak dikenalkan ke pasar Agustus 2007 lalu, saat ini mencapai 500%.
KUSUMA RUSLAN GM Marketing Hitech Mobile pada suarasurabaya.net, mengatakan, berdasarkan data riset tentang market share pasar ponsel GSM, Ponsel TV mampu meraih 0,8% atau berada di urutan kelima. Ini menunjukkan ‘kue’ Ponsel TV di tahun 2008 masih sangat besar sementara pemainnya sedikit.
Fitur TV tuner (dapat menonton TV tanpa pulsa), kata KUSUMA, merupakan pencapaian dari evolusi fitur hiburan dalam ponsel saat ini. Perkembangan fitur dan fasilitas perangkat telekomunikasi telah menjadikan ponsel sebagai alat yang bukan saja untuk kebutuhan dasar komunikasi tapi juga dapat dijadikan sarana hiburan.
“Kita dapat menelusuri evolusi fitur hiburan pada ponsel-ponsel yang ada di pasaran. Bermula dari ponsel sebagai perangkat komunikasi suara, komunikasi data, pemutar musik, radio, kamera digital sampai camcoder. Kini tahap evolusi tersebut sudah memasuki tingkat baru dimana pesawat TV sudah dapat disatukan dalam ponsel,”paparnya.
Tingginya pertumbuhan penjualan Ponsel TV, menurut ANDREAS LIMAWAN GM Hitech, ini disebabkan harga Ponsel TV sangat terjangkau. Ia mencontohkan jika pengguna membeli ponsel paling tidak mengeluarkan biaya Rp 500 ribu. Atau membeli kamera digital sekitar Rp 750 ribu.
Begitu pula membeli MP3 dan MP4 Player, kata ANDREAS, harus merogoh kocek di kisaran Rp 750 ribu. Sedangkan untuk beli TV saja bisa menghabiskan anggaran Rp 3 juta.
“Tapi dengan Ponsel TV, pengguna cukup menyediakan anggaran Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Ponsel TV tersebut memiliki fitur untuk kamera, musik player, mendengarkan radio sekaligus menonton TV. Artinya, device tersebut sangat ekonomis dengan fitur yang dimiliki,” tukasnya.
ANDREAS mengakui selama 2007 ini memang pasar Ponsel TV hanya untuk middle up. Namun ke depan, Ponsel TV sudah bisa dinikmati beragam lapisan masyarakat karena pasar menyediakan Ponsel TV mulai harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. (Sumber: suarasurabaya.net)
Nyemplung di Toilet, Cara Terbanyak Ponsel Rusak
21 Desember 2007
Kerusakan ponsel bisa terjadi karena bermacam sebab. Sebuah studi pun dirilis operator ponsel Australia Telstra untuk mengungkap bagaimana umumnya sebuah ponsel mengalami kerusakan tak disengaja di tangan orang-orang setempat.
Hasilnya, kerusakan ponsel yang paling umum terjadi di tahun 2007 ini ternyata cukup menggelikan. Seperti karena tertinggal di atap mobil sehingga ponsel terlempar atau si pemilik menjatuhkan ponsel mereka di toilet.
Selain karena kedua hal diatas, penyebab terbanyak lainnya adalah karena seringkali alat komunikasi tersebut diduduki. Alhasil, karena tidak kuat menanggung beban yang berlebih ponsel tersebut menjadi rusak. Berikut adalah lima laporan terbanyak kecelakaan tak disengaja yang merusak ponsel menurut survei Telstra:
- Mengemudi dengan ponsel tertinggal di atap mobil sehingga ponsel terlempar
- Rusak karena terkena air, termasuk menjatuhkannya di toilet atau berbicara saat hujan turun
- Menduduki ponsel
- Menjatuhkan ponsel
- Melemparkan ponsel ke meja, laci atau kepada teman
"Penelitian ini menunjukkan bahwa ponsel bersama kunci dan dompet adalah hal-hal yang tidak akan ditinggal orang Australia di rumah. Kerusakan ponsel pun juga makin bervariasi," ungkap juru bicara Telstra, Peter Taylor. (Sumber: detikinet.com)
Cegah Kriminalitas dengan Mengarsipkan Percakapan Ponsel
21 Desember 2007
Perusahaan telekomunikasi di Eropa saat ini harus berusaha merekam seluruh bentuk komunikasi elektronik, seperti percakapan telepon, email, dsb. Hal ini semata-mata dimaksudkan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme yang kian merajalela dimana-mana. Contoh nyata yang sudah mulai dilakukan, pesan berupa SMS dapat tersimpan hingga 3 (tiga) bulan lamanya.
Hal ini bukan ditujukan untuk memata-matai setiap orang, yang perlu diketahui hanyalah nomor telepon penerima dan yang membuat panggilan tersebut. Menteri Kehakiman Slovakia, Daniel Lipsic, mengatakan bahwa hal ini memang akan sedikit mengganggu privasi bagi warga negara yang sensitif terhadap hal-hal seperti ini. Tetapi hal ini dibuat dengan tujuan baik, untuk mengurangi tingkat kriminalitas di negara tersebut.
Disamping itu Lipsic juga menjelaskan, hal ini berlaku dalam hal memonitor akses Internet sebab kebanyakan dari aksi terorisme dimulai dari Internet. Beberapa menteri masih memperdebatkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan telekomunikasi untuk menunjang program ini. (Sumber: spaceku.com)
22 Desember 2007Bukan karena saat di Bali tengah berlangsung Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim jika tiba-tiba Nokia, produsen telepon seluler Finlandia, "latah" mengambil satu bahasan mengenai produk ramah lingkungan di Nokia World 2007, 4-6 Desember lalu, di Amsterdam, Belanda.
"Kami sudah memikirkan produk ponsel yang ramah lingkungan sejak sepuluh tahun lalu. Bukan hanya bahan-bahan ponsel yang bisa didaur ulang, tetapi ramah lingkungan itu juga mencakup ke hal-hal kecil, seperti charger yang sangat hemat energi," kata Soren Petersen pada hari pertama acara yang dihadiri 2.700 peserta itu di Pusat Kongres RAI, Amsterdam.
Nokia dan isu lingkungan menjadi bahasan global di tengah bahasan lainnya mengenai langkah rekayasa teknologi Nokia lainnya ke depan di bidang musik, video, navigasi, dan game (permainan). Petersen, misalnya, tanpa ragu menunjukkan salah satu ponsel yang disebutnya ramah lingkungan, yakni Nokia 3110 Evolve, yang terbalut dan berisi bahan-bahan ramah lingkungan karena tidak mengandung racun berbahaya.
Untuk menunjukkan keseriusan Nokia dalam hal menciptakan produk ponsel mobil yang ramah lingkungan, Nokia pun menghadirkan Jean-Paul Jeanrenaud, salah seorang petinggi organisasi nirlaba dunia bidang lingkungan, WWF International. Dalam satu sesi khusus, Jeanrenaud memaparkan kaitan antara perlunya satu produk ramah lingkungan dan ancaman mematikan terhadap lingkungan itu sendiri karena kelalaian manusia.
"Planet kita telah dicemari bahan-bahan racun yang berbahaya yang tanpa mampu didaur ulang. Sampah dari hasil rekayasa teknologi tidak dapat terurai sehingga meracuni tanah. Sudah seharusnya setiap perusahaan tidak lagi memikirkan dampak lingkungan atas produk-produknya, tetapi sudah harus dalam taraf mengimplementasikannya," kata Jeanrenaud yang banyak bicara lewat data-data statistik.
Kesadaran korporasi akan keselamatan planet Bumi secara keseluruhan menjadi tema tersendiri sampai kemudian berbuah satu produk ponsel yang ramah lingkungan. Mulanya agak sulit mengurai pada bagian apa atau bagian mana satu produk ponsel itu ramah lingkungan, mengingat produsen ponsel di mana pun, termasuk Nokia di Finlandia, tidak terlalu menghasilkan limbah yang berbahaya bagi kehidupan.
Dari paparan Petersen dan Jeanrenaud diketahui, produk ponsel ramah lingkungan itu tidak berhenti pada sekadar charger yang hemat energi, baterai yang tahan lama, atau bahan-bahan yang dapat didaur ulang saat tidak terpakai lagi. Ada beberapa rangkaian lain yang ujung-ujungnya bermuara pada perilaku ramah lingkungan. Nokia menekankan itu sebagai sebuah "budaya perusahaan" yang tidak sekadar asal melaksanakan CSR.
Sudah sejak tahun 2005 aktivis lingkungan menyebut zat beracun yang terkandung dalam ponsel sebagai "bom waktu". Bahkan ada sejumlah organisasi non-pemerintah yang mengusulkan setiap pembeli ponsel apa pun mereknya diharuskan menyimpan deposit sebesar 10 dollar AS atau sekitar Rp 90.000. Deposit ini akan dikembalikan saat ponsel itu siap didaur ulang. Artinya, daripada ponsel bekas dibuang di sembarang tempat, lebih baik ponsel bekas itu ditukar dengan deposit yang pernah dititipkannya.
Apple, penghasil iPhones, iPod, dan komputer pribadi, yang disebut-sebut saingan potensial bagi Nokia dalam menghasilkan ponsel, juga telah memproduksi peralatannya yang ramah lingkungan sejak 1990. Mulai dari baterai yang hemat energi, melepaskan bahan PVC dalam pengepakan, sampai pada daur ulang. Motorola dan Panasonic melakukan hal sama meski tidak sampai memotong ongkos distribusi pengangkutan dengan menciutkan pengepakannya.
Daur ulang
Saat hari pertama Nokia World 2007 berlangsung, seluruh peserta diberi sedikit "kejutan" berupa tersedianya tas tangan berisi bahan-bahan garis besar diskusi. Di dalam tas tangan terdapat "USB paper" pengganti kertas dan satu USB berisi data. Bukan persoalan isinya, tetapi bahan tas tangan berwarna hitam itu sendiri merupakan hasil daur ulang dari ban bekas. "I used to be a car tyre", demikian tertulis di balik tas tangan kecil itu.
Itu sekadar contoh kecil yang sebenarnya tidak ada kaitan langsung dengan produk. Di luar hal-hal kecil itu, Nokia mengklaim 65 hingga 80 persen ponselnya dapat didaur ulang setelah alat komunikasi itu tidak terpakai lagi. Kebijakan Nokia ini kemudian menjalar ke 85 negara yang berkait langsung dengan produsen pusat di Finlandia, mulai pengecer, pabrikan lokal, dan bahkan operator telepon yang menjadi mitra.
Dalam hal penghematan energi, misalnya, Nokia mencatat, dua pertiga konsumsi energi ponsel menguap begitu saja manakala baterai terus-menerus terisi energi karena sakelar yang mengalirkan energi tidak dicabut. Demikian pula jenis charger yang diklaim lebih dari 90 persen hemat energi, karena masa mengisi baterai diperpendek. Nokia menghitung, sepanjang 2003-2006 berhasil meningkatkan efisiensi energi yang digunakan Nokia di seluruh dunia sebesar 3,5 persen.
Dalam hal pengepakan, juga dibuat lebih kecil dan ringkas sehingga bisa menghemat 54 persen bahan. Pak yang kecil memungkinkan Nokia menghemat 5.000 truk untuk mengangkut 250 juta ponsel Nokia ke seluruh dunia. Penghematan truk ini dengan sendirinya menghemat ongkos kirim sebesar 100 juta euro. Plastik untuk pengepakan pun dihemat sampai 60 persen. Kardus juga dibuat lebih tipis dan dapat dengan mudah didaur ulang jika sudah tak terpakai.
Sebagaimana dikatakan Petersen, apa yang dilakukan perusahaan ponsel terbesar di dunia itu tidak sekadar asal "hijau" karena latah, tetapi ramah lingkungan itu sendiri adalah bisnis. Banyak hal bisa dihemat, tetapi di sisi lain juga berada di garis terdepan dalam upaya menyelamatkan lingkungan. (Sumber: kompas.co.id)
Nokia N96 masih berupa rumor dan kemunculannya belum resmi. Kemungkinan besar ponsel yang tampilannya mirip dengan N81 ini adalah penerus generasi model N95 yang sudah hampir setahun ini berada dipasar.
Dari gambar terlihat secara fisik N96 akan lebih tipis dan lebih berkelas dari pada N95. Diperkirakan N96 tidak akan memiliki kelebihan yang berarti dari N95 yang mengebrak pasar dengan menambahkan fitur GPS dan kamera 5 Megapixel. Mungkin kerja keras team N96 selama ini hanya untuk merampingkan bentuk N95 dan tidak menambahkan misalnya tuner TV DVB didalam ponsel serba lengkap ini.
Kemungkinan pula gaya N81 yang memberikan lapisan plastik diatas lapisan ponsel untuk memberikan kesan glossy akan menjadi corak gaya dari seri N ponsel Nokia ditahun 2008? (Sumber: spaceku.com)
Majunya industri musik Indonesia ternyata juga diidamkan produsen ponsel Nokia. Mereka yakin prestasi industri musik tanah air mempunyai efek domino bagi bisnis Nokia. Menurut Dominikus Susanto, product marketing manager Nokia Indonesia, secara bisnis, hubungan industri musik dengan bisnis ponsel Nokia mempunyai hubungan yang cukup erat. "Nokia mempunyai core ponsel musik yang kuat, jadi jika industri musik berkembang maka juga akan berdampak pada permintaan ponsel Nokia," ujarnya.
Sebab, lanjut Dominikus, jika industri musik Indonesia maju maka penikmat musik pun akan menjadi lebih konsumtif, terutama bagi perkembangan musik digital. "Jika begini otomatis demand terhadap ponsel musik Nokia penetrasinya juga akan naik," imbuhnya.
Namun seperti biasa, Nokia agak sulit dikorek informasi soal masalah angka. Alhasil, Dominikus pun tidak bisa memberikan jawaban ketika ditanya berapa besar dampak yang akan terjadi.
Sementara itu, salah satu cara Nokia dalam membantu perkembangan musik Indonesia adalah lewat Independent Artist Club (IAC). Yaitu sarana promosi bagi musisi-musisi independen (indie) atau musisi pendatang baru untuk mempromosikan karyanya secara online. (Sumber: detikinet.com)
Banyaknya model telepon seluler (ponsel) yang beredar di pasar mungkin membuat Anda pusing. Dalam setahun, setiap vendor telepon genggam meluncurkan begitu banyak seri baru. Saking banyaknya, Anda tidak lagi mempedulikan perbedaan satu produk dari produk lainnya.
Tapi bagaimanapun, pasti ada fitur baru atau karakter khusus yang dimiliki oleh masing-masing produk. Beberapa produk boleh jadi merupakan perbaikan, penambahan atau bahkan pengurangan dari produk sebelumnya, atau biasa disebut sebagai upgrade product. Namun ada juga produk baru yang benar-benar baru (new product).
Penambahan fitur pada produk-produk upgrade dilakukan dengan pertimbangan selera pasar dan perkembangan teknologi. Tapi jangan heran bila Anda mendapati produk baru tidak lebih canggih dibandingkan produk sebelumnya. Ini karena sang vendor menganggap pangsa pasar produk tersebut tidak membutuhkan fitur berlebih.
Bila Anda penggemar ponsel kategori low-end (entah karena pertimbangan harga atau simplisitas), Anda harus tahu bahwa para vendor lebih senang mengeluarkan produk baru untuk jenis ini. Pasalnya, pangsa pasar ponsel low-end jauh lebih besar dibandingkan kategori hi-end. Meskipun penjualan ponsel hi-end terus mengalami peningkatan, tapi ponsel seharga satu jutaan tetap menguasai pangsa pasar di Indonesia--juga dunia.
Ponsel low-end juga terus mengalami peningkatan baik dari segi fitur maupun desain. Standar teknologinya sudah berubah drastis bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Buktinya, ponsel berlayar monokrom sudah tidak lagi diproduksi. Demikian juga dengan ringtone monoponik yang sudah lama dilupakan oleh para penciptanya.
Nah, sebelum memutuskan jenis ponsel yang disukai, ada baiknya Anda mengenal fitur-fitur canggih yang menjadi standar ponsel kelas low-end. Tapi sebelumnya, Anda harus tentukan dulu basis jaringan mana yang sesuai untuk Anda. GSM atau CDMA. Bila Anda tidak begitu sering ke luar kota atau tidak mempunyai segudang urusan yang berkaitan dengan orang banyak, CDMA merupakan pilihan bijak karena tarifnya lebih hemat. Tapi bila jaringan kuat menjadi alasan utama, maka GSM adalah jawabannya.
Berikut fitur terkini yang bisa Anda temui di ponsel low-end:
Layar jernih. Meski tidak ada lagi handphone berlayar monokrom, bukan berarti semua layar warna enak di mata. Kemampuan layar dalam menampilkan gambar sangat tergantung pada seberapa besar jumlah warna yang dimiliki. Ponsel keluaran terbaru rata-rata memiliki 65 ribu lebih warna. Untuk kelas hi-end, kapasitas warnanya sudah mencapai 256 ribu hingga 16 juta warna.
Radio FM. Ini fitur wajib yang mustahil Anda abaikan begitu saja. Mengisi waktu kosong dengan alunan lagu atau breaking news dari radio merupakan pilihan tepat. Dan kalau Anda bisa mendengarkannya bersama semua orang lewat speakerphone, tentu akan lebih menyenangkan.
Koneksi internet. Saat ini fitur GPRS dan WAP untuk koneksi internet sudah menjadi fasilitas standar ponsel. Jadi, Anda juga harus mempertimbangkan ketersediaan fitur ini. Setidaknya fitur ini mempermudah minat Anda men-download ringtone atau wallpaper.
Kamera digital. Meskipun masih resolusi standar, kamera yang terbenam dalam ponsel low-end sudah cukup untuk mengabadikan momen berharga.
Lima vendor telepon seluler (ponsel) menguasai 81,6% volume penjualan ponsel di dunia selama kuartal ketiga (Juli-September) 2007 yang mencapai 289 juta unit. Laporan Gartner menyebutkan kelima vendor tersebut-Nokia, Samsung, Motorola, Sony Ericsson, LG- mampu mendongkrak volume penjualan mereka, sehingga secara signifikan juga meningkatkan pangsa pasar mereka.
"Meskipun sangat sedikit model atau seri ponsel yang diluncurkan selama Juli-September tahun ini, ternyata volume penjualannya jauh diatas perkiraan kami," ujar Carolina Milanesi, Direktur Riset untuk Peranti Bergerak Gartner, dalam laporan tersebut.
Laporan Gartner itu juga menyebutkan dari lima vendor tersebut, hanya Motorola yang justru mencatat penurunan volume penjualan dan berakibat pada penurunan pangsa pasarnya.
Selama Juli-September 2006, volume penjualan Motorola mencapai 52 juta unit dengan menguasai 20,7% pangsa pasar. Akan tetapi selama kuartal ketiga tahun ini volume penjualannya anjlok 27,3% menjadi 37,8 juta unit. Akibatnya, pangsa pasar Motorola juga ikut turun menjadi 13,1%.
Penurunan penjualan itu tidak memengaruhi peringkat Motorola karena vendor itu masih bertengger di peringkat ketiga. Hanya saja, pangsa pasarnya tergerus oleh keempat pesaingnya di peringkat lima besar.
Nokia misalnya, selain tetap bertengger di peringkat pertama, vendor asal Finlandia itu juga berhasil membukukan kenaikan pangsa pasar sebesar tiga pon dari 35,1% selama kuartal ketiga 2006 menjadi 38% selama kuartal ketiga tahun ini.
Sementara itu pangsa pasar Samsung naik dua poin dibandingkan dengan kuartal ketiga 2006 sebesar 12,2%, sedangkan Sony Ericsson dan LG masing-masing berhasil mencatat kenaikan satu poin pangsa pasar.
Laporan Gartner itu juga menyebutkan pasar ponsel dunia selama kuartal ketiga 2007 meningkat 15% dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu yang hanya mencatat volume penjualan sebesar 251 juta unit. (Sumber: Bisnis Indonesia)
Pemerintah menjamin tarif selular tidak akan naik pada tahun depan. Rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM), tidak akan membuat tarif telepon selular ikut-ikutan naik. Ini ditegaskan M NUH Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) pada RANGGA reporter Suara Surabaya, Selasa (25/12).
Kata NUH, untuk tarif tetap sama seperti sekarang ini juga tidak mungkin. Jadi, kemungkinan tahun depan justru tarif selular makin turun. Keyakinan ini berdasarkan logika, jika pendapatan sebelum pajak operator selular Indonesia mengalami pertumbuhan di atas 40%. Pendapatan ini diperoleh dari penjualan pulsa saja.
Kalau dari penjualan pulsa sudah untung, artinya pengusaha sudah menjual pulsanya dengan tarif mahal. Jadi tidak mungkin tahun depan tarif selular akan naik.
NUH mengatakan tidak akan naiknya tarif selular tahun depan karena jumlah pelanggan selular yang belum tergarap masih banyak. (Sumber: suarasurabaya.net)