• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

IF Bali

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Upaya TPM takkan Bisa Tunda Eksekusi

Menkum dan HAM Andi Matalatta menyatakan eksekusi mati terhadap Amrozy, Imam Samudra dan Muklas harus tetap dilakukan. Pengajuan uji material (judicial review) yang diajukan tim penasihat hukumnya atas UU Nomor 2/Pnps/Tahun 1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati, tidak bisa menunda pelaksanaan eksekusi mati mereka.

Penegasan Andi Matalatta, Rabu (6/8) kemarin, terkait pengajuan uji material kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Kata dia, eksekusi mati hanya bisa ditunda, kalau para terpidana itu mengajukan upaya hukum berupa kasasi, peninjauan kembali (PK) dan grasi. Tetapi dua upaya hukum lanjutan itu sudah ditempuh. Sedangkan untuk grasi, mereka jelas-jelas takkan melakukannya. Alasannya, manusia -- dalam masalah ini terkait dengan kebijakan dari presiden -- tidak memiliki hak untuk memberikan ampunan. Hak istimewa itu hanya dimiliki Tuhan.

'Judicial review yang diajukan TPM (Tim Pembela Muslim - red) itu bukan bentuk dari upaya hukum. Itu berkaitan dengan hak konstitusi sebagai warga negara. Jadi, tidak bisa menunda eksekusi mati Amrozi Counter Strike,' tegas Menkum.

Menurut Andi, pembuat UU hukuman mati dinilai penting, mengingat hukuman itu terdapat dalam UU. Penerapan hukuman bagi terpidana mati tidak berarti hukuman tersebut tidak berperikemanusiaan. 'Membunuh juga tidak berperikemanusiaan. Pasang bom di tengah orang-orang pesta juga tidak berperikemanusiaan. Justru dengan hukuman mati itu, negara bisa melindungi nyawa warganya,' tandas kader senior Partai Golkar ini.

Dalam kesempatan terpisah, anggota TPM Wirawan Adnan mengakui permohonan uji material itu diharapkan cukup ampuh untuk menunda eksekusi mati kliennya. UU yang dikeluarkan era Presiden Soekarno itu tengah dipermasalahkan, sehingga eksekusi mati dengan cara ditembak tersebut tidak lagi legitimate. (kmb3)
source: BP
 
waw beli goesdun rancak tenan :D (campur2 nih bahasanya.. :D )

btw, salam kenal yah untuk semua member IF yg berdomisili di Bali ;;)
kenalkan, nama saya Lili Nugroho Dipura sekarang sih masih jd org bandung, tp nanti tanggal 10 saya udah meluncur ke Bali untuk mencari ilmu disana alias kuliah ;;)

oleh karena itu, mohon bimbingannya yah dari teman2 yg ada di Bali ;;)

(sok resmi bgt yak gw! :D )




pokoknya intinya, MERDEKA!! :D


























































































dan salam kenal ;))
 
Al Gore Diminta Hadiri Pemilihan "Miss Earth" di Bali

Denpasar (ANTARA News) - Aktivis lingkungan yang pernah menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore, tengah diupayakan bisa hadir pada pemilihan "Miss Indonesia Earth 2008" di panggung terbuka Arda Candra, Taman Budaya Denpasar, 9 Agustus mendatang.

"Berbagai pihak tengah mengupayakan kehadiran Al Gore. Kita tentu sangat berharap tokoh yang banyak mengkampanyekan masalah perubahan iklim itu bisa datang," kata Direktur Eksekutif Bali Hotels Association (BHA) Djinaldi Gosana, sebagai salah satu pihak pendukung final pemilihan "putri bumi" tersebut di Denpasar, Kamis.

Kehadiran Albert Arnold Gore Jr, diharapkan akan membuat pemilihan "putri bumi" dari Indonesia yang diikuti sejumlah finalis yang kini sudah berada dalam tahap karantina tersebut akan bisa lebih bergaung.

Kedatangan tokoh kelahiran 31 Maret 1948 di Washington DC, peraih penghargaan perdamaian Nobel pada 12 Oktober 2007 itu, selain akan dapat menyemangati penanganan lingkungan, diharapkan juga mampu mengingatkan dunia terhadap kepariwisataan Bali sebagai pulau wisata terbaik.

Menurut Djinaldi, jika Al Gore dapat memastikan kehadirannya, maka pasar wisata dunia akan serta merta memusatkan perhatiannya ke Bali dan dipastikan akan berdampak pada peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara.

Para finalis "Miss Indonesia Earth 2008" yang proses pendaftarannya berakhir pada 14 Juli 2008 dengan sejumlah persyaratan, di antaranya peduli lingkungan hidup dan wisata alam tersebut, telah lolos tahapan audisi di Jakarta dan seleksi di Bogor.

Salah satu yang terpilih dari lima pemenang, nantinya wajib menjalankan tugas secara penuh dalam seluruh program selama 15 bulan yang ditetapkan oleh Yayasan Bumi Indonesia melalui kontrak. (*)
 
salam kenal juga...

waw beli goesdun rancak tenan :D (campur2 nih bahasanya.. :D )

btw, salam kenal yah untuk semua member IF yg berdomisili di Bali ;;)
kenalkan, nama saya Lili Nugroho Dipura sekarang sih masih jd org bandung, tp nanti tanggal 10 saya udah meluncur ke Bali untuk mencari ilmu disana alias kuliah ;;)

oleh karena itu, mohon bimbingannya yah dari teman2 yg ada di Bali ;;)

(sok resmi bgt yak gw! :D )

pokoknya intinya, MERDEKA!! :D
..... dan salam kenal ;))


salam kenal juga... banyak juga orang Bali cari ilmu ke Bandung.

Demikianlah ilmu pengetahuan, mesti dikejar sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. SUKSES !
 
salam kenal juga... banyak juga orang Bali cari ilmu ke Bandung.

Demikianlah ilmu pengetahuan, mesti dikejar sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. SUKSES !

iy mas goes, memang benar pepatah itu.
"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina" ;))

btw mas goes (aduh gak enak bgt manggilnya nih mas :D . kalo boleh tau nama asli mas siapa? :> . biar lebih enak manggilnya :D) di bali itu banyak organisasi2 gtu kan yah mas? semacam greenpeace, walhi, dll.
nah, mas tau gak alamat2 organisasi2 semacam itu di bali? rencananya saya mau ikutan nih mas :>

makasih yah mas :)
 
iy mas goes, memang benar pepatah itu.
"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina" ;))

btw mas goes (aduh gak enak bgt manggilnya nih mas :D . kalo boleh tau nama asli mas siapa? :> . biar lebih enak manggilnya :D) di bali itu banyak organisasi2 gtu kan yah mas? semacam greenpeace, walhi, dll.
nah, mas tau gak alamat2 organisasi2 semacam itu di bali? rencananya saya mau ikutan nih mas :>

makasih yah mas :)

Panggil saja goesdun.

Dari organisasi jaman purba (subak) sampai organisasi modern dan termasuk yang memperjuangkan linkungan seperti Wahana Linggkungan Hidup Indonesia & Greenpeace ada di Bali, saya kurang tahu alamatnya.

Terlebih Greenpeace saat ini sudah digandeng oleh Asosiasi Hotel.
Untuk hotel yang dibangun untuk setiap satu kamarnya diwajibkan menanam 10 pohon pada suatu area yang ditentukan dan dikelola oleh masyarakat setempat, tentu biaya pemeliharaan ditanggung hotel.
 
Panggil saja goesdun.

Dari organisasi jaman purba (subak) sampai organisasi modern dan termasuk yang memperjuangkan linkungan seperti Wahana Linggkungan Hidup Indonesia & Greenpeace ada di Bali, saya kurang tahu alamatnya.

Terlebih Greenpeace saat ini sudah digandeng oleh Asosiasi Hotel.
Untuk hotel yang dibangun untuk setiap satu kamarnya diwajibkan menanam 10 pohon pada suatu area yang ditentukan dan dikelola oleh masyarakat setempat, tentu biaya pemeliharaan ditanggung hotel.

ok mas goesdun ;)
sep! memang harus begitu sekarang, berbasis lingkungan :>

saya mendukung bgt tuh mas sama Greenpeace /no1
 
Jumat, 08 Agustus 2008
Forecast Denpasar* 24-29 C dan BERAWAN

BMG Ingatkan Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

BMG mengingatkan bahaya gelombang laut di atas empat meter di perairan Indonesia sepanjang Jumat, dan gelombang itu berbahaya bagi semua jenis kapal.

Menurut BMG, gelombang tinggi itu berpeluang terjadi di perairan utara Aceh, Laut Andaman, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, perairan selatan Sulawesi, perairan Bau-Bau, Laut Timor, Laut Banda dan Laut Arafuru.

Gelombang yang tingginya berkisar 3,0-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Lampung dan Bengkulu, perairan selatan Jawa hingga NTT, Laut Jawa bagian barat, Laut Flores, Laut Sawu, perairan Kepulauan Aru.

Sedang tinggi gelombang di Selat Sunda bagian barat daya sepanjang Jumat berkisar 2,0 - 3,0 meter. (*)


INFO: Bali Berpotensi Hadapi Pergeseran Pondasi Ekonomi
Pembangunan ekonomi Bali pada masa mendatang berpotensi menghadapi pergeseran pondasi ekonomi, baik secara internal maupun eksternal. Perubahan eksternal ketahanan ekonomi ini dikondisikan oleh risiko globalisasi sedangkan secara internal akibat penerapan otonomi daerah yang berimplikasi pada kebijakan daerah dan makin menyusutnya tenaga kerja di sektor pertanian.

Demikian ditegaskan pakar ekonomi Prof. Dr. I Nyoman Erawan, S.E. saat seminar Kilas Balik Perjuangan Rakyat Bali dalam Konteks Otonomi Daerah di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Kamis (7/8) kemarin. Perekonomian Bali yang selama bertahun-tahun mengandalkan kekuatan sektor pariwisata diakui memiliki dampak yang signifikan. Namun, kemajuan ini tak diimbangi dengan kemajuan di sektor industri kecil dan optimalisasi pengelolaan pertanian. Bahkan, kemajuan di sektor ini telah memicu terjadinya gesekan serius pada ketersediaan lahan pertanian.

Guru besar Unud ini memprediksi ketimpangan pembangunan antara kabupaten/kota di Bali juga akan makin tajam. Migrasi warga pedesaan ke kota akan membuat persaingan perebutan peluang kerja. Kondisi ini pada gilirannya memicu pengangguran. Saat ini, kata dia, Kabupaten Karangasem dan Buleleng cenderung mengalami penurunan pertumbuhan.

Perubahan pondasi ekonomi juga dikondisikan oleh pergeseran kesempatan kerja yang ditandai dengan makin menurunnya angkatan kerja di sektor pertanian. Di kabupaten/kota di Bali, pergeseran angkatan kerja ini telah memicu angka pengangguran yang tinggi. 'Pergeseran angkatan kerja ini berdampak pada pengalihan lahan pertanian ke nonpertanian. 'Kini angka kepemilikan lahan pertanian di Bali relatif kecil sekitar 0.30 ha. Angka ini diprediksi akan terus menyusut akibat kebijakan pengelolaan tata ruang tak lagi berpihak pada penyelamatan lingkungan melainkan pada pendekatan investasi,' tegasnya.

Pembicara lainnya Prof. Dr. I Gde Parimarta, M.A. pada kesempatan ini lebih banyak mengulas otonomi khusus dari kajian historis. Otonomi sebenarnya sudah diterapkan di Bali sejak zaman kerajaan Gelgel. Ia menilai otonomi khusus yang dimunculkan kali ini dominan dilatari kepentingan sosial politik dan ekonomi. Hal ini terjadi karena orang Bali merasa kurang aman atas pembangunan pariwisata yang kian pesat yang pada gilirannya memicu tingginya kehadiran penduduk pendatang. 'Pertumbuhan di sektor ini telah memicu kecemburuan sosial dan memposisikan petani Bali sebagai pihak yang tersudut dengan terjadinya alih fungsi lahan,' ujarnya. Sedangkan Prof. Dr. Wayan Dibia pada kesempatan ini lebih banyak membahas kekuatan seni tradisional sebagai spirit kebudayaan Bali. (044)
source: BP
 
Dari Bali, Kartunis Dunia Kritisi Alam

kartun.gif

BAGAIMANA jika bumi ini kehilangan air, kemudian tanah di sepanjang pemandangan menjadi retak? Beragam fenomena bisa direka-reka. Salah satunya, di permukaan hamparan tanah retak seperti itu, bisa saja teronggok rangka perahu. Sebuah pemandangan yang cukup bikin hati jadi perih dan memilukan.

Fenomena tersebut dituangkan oleh kartunis Ubiratan Nazareno. Karya kartunis asal Brazil ini, setidaknya, memberi gambaran menohok perihal persoalan global yang amat serius saat ini -- kerusakan hingga pencemaran alam lingkungan.

Kartun yang cukup menggelitik tersebut sekaligus sebagai salah satu karya yang kini dipamerkan bersama puluhan karya lainnya di pameran kartun bertema "Going Green" yang digelar di Sanur. Inilah pameran yang digelar Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) setelah sukses menyelenggarakan beberapa kali pameran kartun bertaraf internasional tiap tahun di Bali.

Tahun ini, pameran kartun yang juga bertaraf internasional ini digelar serangkaian acara Sanur Village Festival 2008 (SVF 2008). Menurut Ketua Pakarti Jango Pramartha dan Ketua Panitia SVF 2008 IB Sidharta Putra, pameran ini melibatkan 120 kartunis dari 43 negara. Tema "Going Green" yang diangkat merupakan akumulasi dari suatu keprihatinan di mata para kartunis dunia tentang keadaan bumi pada masa kini yang makin tahun makin memanas akibat efek dari pemanasan global.

Pameran ini diharapkan menjadi salah satu usaha penyampaian informasi tentang betapa mengerikan bumi pada situasi yang makin terpuruk akibat ulah manusia jika manusia tidak segera sepakat untuk mengadakan usaha perbaikan. "Walaupun kami sadar hal ini sangat sulit," papar Jango.

Hal itu, lanjut Jango, mengingat perubahan iklim kini tidak saja terjadi akibat penebangan pohon yang semena-mena dan pembuangan limbah yang tidak terorganisir, tapi justru akibat kebutuhan manusia sehari-hari yang rasanya tidak mungkin untuk ditinggalkan. "Seperti polusi asap kendaraan, pemakaian bahan bakar untuk listrik, pemakaian kayu untuk kertas, dan sebagainya," kata Jango.

Dari pameran ini, tegas Janggo, diharapkan dengan media pesan berupa gambar, bahasa yang diyakini lebih mudah dipahami oleh semua umat manusia sedikitnya memberikan gambaran apa yang saat ini terjadi. "Paling tidak, ada keinginan dari kita semua untuk sedikitnya sadar akan apa yang kita perbuat selalu meninggalkan akibat," katanya.

Banyak Negara

Pameran puluhan kartunis dari puluhan negara ini merupakan suatu prestasi tersendiri. Sebab, pameran kartun (di Indonesia) ini paling banyak melibatkan negara setelah pameran yang tercatat di Museum Rekor Indonesia -- "Canda Laga Manca Negara 1987" di Semarang yang melibatkan 37 negara.

Negara-negara yang terlibat dalam pameran kartun "Going Green" di Sanur adalah Argentina, Armenia, Australia, Azerbaijan, Belgia, Brazil Bulgaria, Burma, China, Colombia, Costa Rica, Czech, Mesir, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Belanda, Iran, Irlandia, Lebanon, Macedonia, Malaysia, Mongolia, Maroko, Peru, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia, Slovakia, Korea Selatan, Spanyol, Sudan, Syria, Thailand, Turki, Ukraina, Amerika Serikat, Uzbekistan, Venezuela dan Indonesia.

Beberapa hal yang perlu dicatat dari penyelenggaraan pameran ini adalah turut sertanya beberapa kartunis yang memiliki prestasi dunia. Sebutlah seperti Glen Lelievre dari Australia yang lebih dikenal sebagai pembuat cover majalah New Yorker dan MAD di Amerika. Lalu, ada Jitet Koestana, kartunis Indonesia yang memiliki prestasi terbanyak dalam kejuaraan kartun tingkat internasional. Juga keikut-sertaan empat kartunis wanita, termasuk di antaranya kartunis muda Indonesia Titik Dwi Hermawati.

Tanah Retak

Dari keseluruhan karya kartun yang dipamerkan, fenomena tanah retak tampaknya menjadi "pemandangan" favorit yang diangkat para kartunis. Sebutlah setelah karya Ubiratan Nazareno dari Brazil tadi, ada karya Yang Xiang Yu (China) yang menampilkan botol berprangko di atas tanah retak. Sebuah karya yang cukup simbolistik. Pun pada karya Nizar Outhman (Lebanon), ada onta dan orang memancing di hamparan tanah retak.

Di samping tanah retak, penggambaran umum perihal kerusakan alam penampilan hamparan tanah dengan sejumlah pohon yang ditebang. Sejumlah kartunis -- secara "seragam" -- menampilkan karya seperti ini. Sebutlah karya Hao Yanpeng (China) yang bertutur tentang seseorang (penebang pohon?) yang memandangi sangkar berisi foto burung. Lalu, pada karya Shahram Rezaei (Iran), sang penebang tidak saja telah menghabisi pohon-pohon, juga membabat kaki gajah yang mirip batang pohon. Ada pula sekelompok orang mengamankan sebatang pohon ke dalam lemari besi sebagaimana dibuat Pavlik Vladimir (Slovakia).

Hampir semua karya para kartunis di pameran ini menohok dan menusuk, dengan tanpa kehilangan rasa humornya. Ternyata, dalam menyampaikan idiom-idiomnya, masing-masing kartunis -- dari negara manapun ia berasal -- tidak jauh berbeda. Semua punya keprihatinan yang sama, tapi pengungkapannya tidaklah dalam berlarut dalam suasana bersedih-sedih. Mereka tetaplah dalam koridor esensi kartun yang paling dasariah -- melucu. Yang jelas, Menurut Jango, terselenggaranya pameran ini merupakan kebanggaan bagi Pakarti yang telah membuka hubungan kerja sama yang baik dengan para kartunis dunia. "Semoga hubungan ini tetap terbina dan tidak saja hanya pada bidang kreativitas kartun, tapi merupakan hubungan baik antarnegara secara umum," katanya. Pun istimewanya kali ini, semua kartunis mengkritisi alam dan mengumandangkannya ke seluruh dunia, dari Bali. * gus martin
source: BP
 
Selasa, 12 Agustus 2008
Forecast Denpasar* 24-28 C dan BERAWAN

INFO : Amrozy Tetap Dieksekusi Sebelum Puasa

BOMBALI.gif

Keragu-raguan masyarakat atas keseriusan Kejaksaan Agung melakukan eksekusi terhadap terpidana bom Bali I Amrozy Counter Strike. ditanggapi Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga. Ia memastikan pelaksanaan eksekusi terhadap Amrozy dkk. tetap akan dilakukan sebelum bulan puasa mendatang.

Ia juga mengatakan mengenai Amrozy yang melakukan uji materi Undang-undang (UU) Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Eksekusi ke Mahkamah Konstitusi (MK), tidak mempengaruhi dengan pelaksanaan eksekusi mati. 'Uji materi itu tidak ada hubungan dengan eksekusi,' katanya, Senin (11/8) kemarin.

Selain memastikan pelaksanaan eksekusi itu, ia juga membantah Kejaksaan Agung (Kejakgung) mempersulit keluarga terpidana mati Bom Bali I Amrozy yang akan menjenguk. 'Tidak ada yang dipersulit,' kata Abdul Hakim Ritonga.

Sebelumnya dilaporkan, keluarga Amrozy dkk. mengeluhkan kesulitan untuk dapat menjenguk ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan. Menurut Ritonga, untuk menjenguk keluarga di LP Nusakambangan, keluarga Amrozy dapat mengurus permohonan kepada dirinya. 'Saya setuju keluarga Amrozy untuk menjenguk, tetapi tetap harus mengikuti ketentuan dari LP Nusakambangan,' katanya. (kmb4/ant)
source: BP
 
TPM Pasrah Amrozy Counter Strike. Dieksekusi

Rabu, 13 Agustus 2008
Forecast Denpasar* 24-28 C dan BERAWAN

INFO> Hendarman: Tak Ada Masalah, Tinggal Dilaksanakan

BOMBALI.gif


Meski tidak setuju dengan langkah Kejaksaan Agung untuk segera mengeksekusi para terpidana mati bom Bali I, Tim Pembela Muslim (TPM) pasrah dengan rencana ini. Padahal, tim pembela Amrozy Counter Strike. itu hingga kini mengaku belum juga menerima salinan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan peninjauan kembali (PK) tersebut.

Demikian dikatakan anggota TPM Fahmi Bahmid kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/8) kemarin. Jika diberikan pilihan, menurutnya, pihaknya akan meminta Kejaksaan Agung untuk menundanya hingga salinan putusan PK diterima. Diharapkan pula, pelaksanaan eksekusi dilakukan setelah adanya putusan uji material (judicial review) atas UU Nomor 2/PNPS/Tahun 1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati.

'Silakan saja kalau memang ingin mengeksekusi mati Amrozy, Imam Samudra dan Muklas. Kami hanya minta kejaksaan memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Biar masyarakat yang menilai perbedaan antara surat putusan MA dengan surat biasa yang dibuat panitera,' ujar Fahmi.

Namun, lanjutnya, TPM tetap berpendirian dasar hukum pelaksanaan eksekusi Amrozy Counter Strike. itu melanggar hukum. 'Pasalnya, sampai sekarang berkas putusan majelis hakim tentang PK itu tidak pernah diterima TPM. Jadi, eksekusi itu hanya didasari kekuasaan, bukan hukum. Padahal, semua itu menyangkut persoalan hidup-mati seseorang,' tandasnya.

Diungkapkan, TPM tetap takkan tinggal diam. Pihaknya akan menempuh upaya hukum lain, setelah eksekusi terhadap Amrozy Counter Strike. ini dilakukan. Untuk sementara ini, tidak adanya aksi hukum dari TPM, karena merasa masih perlu menunggu kejelasan perlakuan hukum kliennya ini. 'Prinsipnya, eksekusi baru bisa dilakukan setelah ada surat putusan penolakan PK dari MA,' tandas Fahmi.



Beri Izin


Dalam kesempatan terpisah, Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan segera memberi izin kepada pihak keluarga dan pengacara untuk menjenguk Amrozy Counter Strike. di LP Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Namun, semua itu harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pihak LP setempat sebagai tuan rumah.

'Siapa bilang Kejaksaan Agung mempersulit? Nanti saya izinkan, kalau LP-nya sudah menerima. Tidak ada wewenang kejaksaan untuk mempersulit kunjungan terpidana. Nanti, pasti saya kasih izin,' kata Hendarman.

Terkait dengan persiapan pelaksanaan ekskusi Amrozy Counter Strike., diungkapkan Jaksa Agung, segala prosedur pra-eksekusi hampir rampung. Pelaksanaannya tetap harus menunggu setelah semua formalitasnya terpenuhi. 'Tidak ada masalah. Tinggal pelaksanaan eksekusi,' ujarnya. (kmb3)
source: BP
 
Siswa SMAN 4 Denpasar Raih INAICT Award

Ciptakan Program 'Peradnya Virus Cleaner'

Satu lagi siswa SMAN 4 Denpasar unjuk prestasi di tingkat Nasional dan akan berlaga di kawasan Asia Pasifik. Namanya IB Putu Peradnya Dinata, siswa kelas III. Setelah sukses menggondol penghargaan Indonesian ICT Award (INAICTA) 2008, siswa berumur 16 tahun ini akan mengikuti kompetisi di kawasan Asia Pasifik untuk memperebutkan Asia Pacific ICT Award (APICTA) 2008.

Dihubungi Bali Post Kamis (14/8) kemarin, Peradnya mengatakan dalam ajang INAICTA, pihaknya mengirimkan dua program komputer yaitu 'Peradnya Virus Cleaner' dan 'Peradnya Steganography'. Setelah melalui tahapan seleksi dan presentasi 26 Juli 2008, kedua program itu masuk nominasi. Kompetisi itu diikuti sejumlah peserta dari seluruh Indonesia. Dari sekian produk yang ditampilkan para peserta, panitia menyaring menjadi lima besar. Lima besar itu tampil di Jakarta Convention Center, 7-8 Agustus 2008.

'Bersyukur, kedua program saya itu masuk lima besar, sedangkan tiga peserta lainnya menampilkan robot. Dari lima program itu dipilih menjadi satu, dan saya ditetapkan sebagai juara, sehingga memperoleh Indonesian ICT Award 2008,' ujarnya. Sukses di tingkat nasional, selanjutnya ia akan tampil dalam Asia Pacific ICT, November mendatang.

Lanjut Peradnya, 'Peradnya Virus Cleaner' itu memiliki keunggulan. Produk itu mampu mendeteksi virus lokal maupun internasional. 'Peradnya Virus Cleaner ini memiliki fitur-fitur, seperti antivirus pada umumnya,' ujarnya.

Menariknya, ia belajar membuat antivirus komputer melalui cara otodidak, di samping sharing ilmu dengan para programer. 'Saya belajar secara otodidak dan sharing ilmu antarprogramer lewat internet. Jadi, saya mencari materi di internet,' ujarnya kalem. Sebagai produk yang diciptakan sendiri, Peradnya ingin mematenkan 'Peradnya Virus Cleaner' tersebut.

Kepala SMAN 4 Denpasar Wayan Rika mengatakan apa yang telah ditunjukkan Peradnya maupun siswa yang berprestasi lainnya, tentu diharapkan dapat memacu siswa yang lain mengangkat potensi dirinya. Kunci dari semua itu adalah keuletan belajar, disiplin dan rajin mengakses berbagai informasi lewat berbagai media. IB Peradnya, misalnya, karena rajin belajar soal komputer dan sharing dengan para programer lewat internet, ia mampu menciptakan program antivirus yang kemudian mendapat award. Ini prestasi yang baik. 'Mudah-mudahan ini berimbas kepada teman-temannya atau adik kelasnya,' ujar Rika. (08/*)
source: BP
 
SMAN 3 Denpasar Sabet Medali Emas OSN

PRESTASI gemilang di ajang bergengsi Olimpiade Sain Nasional (OSN) 2008 di Kota Makasar, diraih Made Tantrawan. Siswa kelas III IPA 3 SMAN 3 Denpasar berhasil menyabet medali emas Matematika. Keberhasilan itu tak hanya mengharumkan nama Kota Denpasar, namun juga nama Bali di tingkat nasional. Atas prestasinya itu, Tantrawan berhak memperkuat Indonesia pada Olimpiade Sain Intenasional bersama para peraih medali emas OSN lainnya.

Motivasi diberikan langsung Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. Ketut Suyastra, M.Pd. yang langsung datang ke arena kompetisi bergengsi itu. Suyastra yang lebih awal kembali ke Bali mengaku bangga, salut dan terharu atas prestasi yang diraih pelajar Bali. Dia berharap, prestasi emas yang diraih Tantrawan mampu memotivasi siswa lainnya untuk berprestasi. Tak hanya di bidang akademis, namun juga di bidang lain.

"Saya optimis jika belajar sungguh-sungguh, tak tertutup kemungkinan akan lahir Tantrawan-Tantrawan lain I SMAN 3 Denpasar," katanya tersenyum.

Prestasi nasional yang diraih salah satu siswa terbaik SMAN 3 Denpasar, kata dia, sebagai hasil proses panjang. Kerja keras pembina dan kesungguhan siswa belajar. Medali emas yang diraih Tantrawan, diyakini menjadi motivasi baru di SMAN 3 Denpasar, bersama-sama memberikan yang terbaik pada anak didik. Tujuan lebih jauh meningkatkan mutu pendidikan.

"Tiap prestasi yang diraih siswa, akan menjadi motivasi tersendiri semua elemen sekolah," ujarnya.

Sebelum berjaya di ajang bergengsi OSN di Kota Makasar, kata Suyastra, sederet prestasi telah diraih Tantrawan. Prestasi cemerlang yang diraih remaja kelahiran Lampung 2 April 1992 ini juga tak terlepas dari gemblengan ayahnya I Wayan Berata yang tercatat sebagai salah seorang guru Matematika beserta guru-guru pembina lainnya. "Saya berharap Tantrawan memiliki masa depan yang lebih baik. Siapa tahu prestasinya itu, membuka peluang mendapat beasiswa untuk bisa melanjutkan kuliah ke universitas favorit di dalam negeri maupun luar negeri," katanya penuh harap.

Sebagai peraih emas OSN, kata Suyastra, Tantrawan wajib mengikuti serangkaian tahapan pembinaan dari instruktur nasional sebelum diterjunkan ke Olimpiade Sain Internasional. "Kami berharap, prestasi Tantrawan tidak hanya berhenti di tingkat nasional tapi juga mampu mempersembahkan medali untuk Indonesia di kompetisi tingkat dunia," katanya.(ian/*)
source: BP
 
Eksekusi Amrozy Terancam Molor

1-BOM.gif

Pelaksanaan eksekusi mati terhadap Amrozy Counter Strike. terancam tertunda. Pasalnya, panel hakim Mahkamah Konstitusi (MK) meminta tim penasihat hukum para terpidana mati bom Bali I itu untuk mengajukan tuntutan provisi bagi penundaan eksekusi Amrozy, Imam Samudra dan Muklas. Demikian terungkap dalam sidang perdana permohonan uji material (judicial review) atas UU Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukuman Mati yang berlangsung di gedung MK, Jakarta, Kamis (14/8) kemarin.

Sebelumnya Jaksa Agung menyatakan eksekusi Amrozy Counter Strike. dilakukan sebelum bulan puasa. Dengan saran MK tersebut ada kemungkinan eksekusi Amrozy akan molor.

Panel hakim konstitusi yang diketuai Maruarar Siahaan hanya melakukan pemeriksaan pendahuluan atas berkas permohonan mereka. Dalam sidang ini terungkap adanya kekurangan yang harus dilengkapi pihak Amrozy Counter Strike.

Hal ini diketahui setelah permohonan uji material itu disampaikan Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta. Disebutkan, tata cara hukuman mati di Indonesia merupakan penyiksaan, karena ada kemungkinan terpidana dua kali ditembak. Pasalnya, jika tidak meninggal akan ditembak sekali lagi di bagian kepala. Padahal, pasal 281 ayat (1) UUD 1945 menyatakan hak untuk tidak disiksa adalah hak asasi manusia.

TPM meminta hukuman mati bagi kliennya diharapkan tidak dengan cara ditembak, tetapi diminta dilaksanakan tanpa harus menunggu lama saat nyawa meregang dari badan. 'Kami takkan menghindari eksekusi mati, namun hanya minta cara lain yang lebih baik. Tidak sampai menyiksa, karena harus menunggu beberapa lama saat nyawa lepas dari badan,' tutur Mahendradatta.

Mendengar permohonan itu, majelis hakim Maruarar Siahaan balik bertanya kepada Mehendradatta. Apakah dalam literatur atau ahli ada metode lain yang lebih tidak menyiksa. 'Silakan pemohon menghadirkan para ahli dalam persidangan berikutnya,' kata Maruarar.

Ditanya seperti itu, Mahendradatta tak bisa komentar. Tetapi, ia langsung menyatakan minta kesempatan mengumpulkan data untuk sidang berikutnya. Sikap pengacara Amrozy Counter Strike. ini membuat hakim Maruarar kesal. Akhirnya disarankan sebelum mengajukan permohonan ini, seharusnya para pembela terpidana bom Bali I itu mencantumkan tuntutan provisi penundaan hukuman mati kepada Kejaksaan Agung.

'Tetapi, dikabulkan atau tidak tuntutan provisi itu, kami (tiga hakim konstitusi yang memeriksa permohonan TPM - red) tidak memiliki wewenang. Wewenang penuh ada di tangan sembilan hakim MK. Tetapi MK terbuka untuk tambahan alat bukti dari saksi dan pemohon serta alat bukti untuk menguatkan permohonan. Pembuktian itu sudah dilengkapi dengan berkas paling lama dua minggu,' imbuh Maruarar.

Usai persidangan, anggota TPM lainnya, Wirawan Adnan, menyatakan segera mengajukan tuntutan provisi. Demi kepentingan umum, untuk hukuman mati itu harus dilakukan dengan hati-hati. Prinsip kehati-hatian setelah selesainya proses upaya hukum. 'Kalau (Amrozy Counter Strike) dieksekusi, kami tidak bisa lagi bersidang. Kami tidak tahu apakah diperkenankan MK soal tuntutan provisi? Kami hanya minta sebaiknya Jaksa Agung menunggu hasil putusan MK,' kata Wirawan. (kmb3)
source: BP
 
Krisis Komitmen Jaga Bali

WAJAH Bali yang makin bopeng dan terus mengecil berpotensi menjadi bencana bagi generasi Bali mendatang. Lemahnya komitmen menjaga tanah Bali akan membuat generasi Bali mendatang berhadapan dengan potensi konflik terbuka dalam hal perebutan ruang untuk hidup. Krisis komitmen antara pejabat publik lintas kabupaten/kota membuat upaya-upaya penyelamatan tanah Bali didominasi oleh arogansi kekuasaan otonomi.

Potret makin rapuhnya tanah Bali ini terbaca jelas dari pergerakan laju abrasi sepanjang tahun. Data dari Balai Wilayah Sungai Bali-Penida menunjukkan saat ini ada 90,070 km garis pantai dari 436,80 km garis pantai dalam kondisi rusak parah. Langkah penanggulangan yang bisa dilakukan baru menyasar 45,750 km. Ini artinya tingkat kerusakan pesisir di Bali masih relatif parah.

Pananggulangan abrasi ini telah menelan triliunan rupiah dana pemerintah, namun tingkat kerusakan yang tersisa ternyata masih tinggi dan terus berkembang akibat fenomena alam. Sebaran abrasi ini terdapat di 41 titik. Meskipun abrasi terparah ada di wilayah Bali Utara, namun daratan Bali Selatan termasuk paling rapuh. Dari 41 titik abrasi, konsentrasinya dominan berada di bentangan garis pantai antara Gianyar hingga Nusa Dua, dengan total 21 titik. Sedangkan di Bali Utara 11 titik dan Bali Timur termasuk Nusa Penida abrasi berada di 9 titik.

Survei pihak Balai Wilayah Sungai Bali-Penida juga menunjukkan bahwa abrasi yang makin parah telah membuat daratan Bali kian mengecil. Efek global reklamasi pantai di sejumlah negara, menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida Ir. I Nyoman Ray Yusha, M.M. ternyata merugikan Bali. Sebagai pulau kecil daratan Bali banyak digerus permukaan air laut. 'Evaluasi secara nasional tentang kondisi pantai baru saja dilakukan di Banjarmasin. Abrasi nyata-nyata menjadi ancaman serius bagi pulau-pulau kecil, termasuk Bali,' tegasnya. Untuk itu, krisis komitmen menjaga Bali harus direposisikan menjadi kepekaan menjaga Bali.

Kajian terhadap identifikasi dan mitigasi bencana alam di Bali yang dipaparkan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Unud juga menunjukkan daratan Bali tergolong rapuh. Menurut R. Suyarto dari PPLH Unud, secara geologi Bali memiliki potensi bencana longsoran amat terbuka. Potensi ini terkonsentrasi di kawasan Bali Tengah -- Bedugul, Kintamani, sekitar Gunung Agung dan Seraya. Jika aksi perambahan kawasan resapan tak dihentikan, bencana tanah longsor dan banjir akan menjadi ancaman serius bagi Bali.

Selain itu, secara hidrooceanografi kondisi pantai Bali di bagian timur laut amat curam. Tingkat kedalamannya mencapai 1.200 m dari jarak 10 km dari pantai. Kedalaman ini akan mengkondisikan kecepatan rambatan gelombang hingga potensi tsunami. Sedangkan di Bali Utara sebagian besar sepanjang pantai merupakan perairan yang curam yang ditandai dengan kontur yang sangat rapat. Di Bali Selatan, terutama pantai Sanur, Serangan dan Nusa Dua, merupakan daratan pasir dan karang. Karena berhadapan dengan gelombang Samudera Hindia yang ganas, bibir pantai di kawasan ini relatif rapuh.

Melihat kondisi daratan Bali yang sedemikian rawan dan rapuh, R. Suyarto pada seminar Geokampus Unud juga berharap segera dibangun kepekaan untuk menjaga Bali. Harus ada pengamanan terhadap zona-zona kawasan sehingga ada kejelasan pola penjagaan tanah Bali. Untuk itu komitmen untuk menjaga Bali secara serius harus digaungkan lagi. (dir)
source: BP
 
Sanggar Kukuruyuk Ikuti Lomba tingkat Asia Pasifik

Dalam rangka peningkatan mutu siaran radio dan kerja sama informasi dan entertainment antar-radio sewilayah Asia Pasifik, mulai tahun ini Asia Pacific Broadcasting Union (ABU) menyelenggarakan lomba siaran radio meliputi empat kategori yakni youth and children, sandiwara, entertainment, dan laporan investigasi.
Hal tersebut dijelaskan Made Taro, pimpinan Sanggar Kukuruyuk, yang terlibat dalam acara ini.

"Guna meramaikan lomba tersebut, maka pemerintah Indonesia telah menunjuk sepuluh stasiun RRI termasuk RRI Denpasar mengikuti lomba tingkat nasional. Kegiatan lomba telah dimulai Juli lalu dengan melakukan rekaman di masing-masing stasiun dan dilanjutkan dengan penilaian tim juri di Jakarta," jelasnya Senin (18/8) keamrin).

Dijelaskan Made Taro, RRI Denpasar yang mengikuti tiga kategori, kecuali laporan Investigasi, sangat beruntung menggaet dua juara yakni sandiwara dan youth and children. Kategori youth and children diramaikan oleh 45 orang anak umur 8-12 tahun yang tergabung dalam Sanggar Kukuruyuk asuhan Made Taro.

Menurut Made Taro, kegiatan yang ditampilkan adalah bercerita (masatua) sambil bermain (maplalianan). Tradisi yang terlupakan tetapi pernah hidup di masyarakat Bali tempo dulu itu, diwarnai suasana riang gembira namun sarat akan pendidikan dan pembelajaran. Kegiatan dari anak-anak untuk anak-anak itu diisi dengan menampilkan tiga buah dongeng yakni "Kodok Berebut Warisan", "Burung-burung Kecil", dan "Serigala Pendendam", yang dirangkai dengan permainan "Godog-godogan", "Kedis-kedisan" dan "Sepit-sepitan".

Dijelaskan pula, untuk kategori sandiwara diwakili oleh kru RRI Denpasar yang tergabung dalam Teater Angkasa. Sandiwara yang disutradarai oleh Kompiang Rupa itu diangkat dari naskah berjudul "Tabuh Rah" karya Drs. Yogi Astra.

Tabuh Rah yang mula-mula bermakna upacara persembahan itu disalahgunakan menjadi sabungan ayam yang dipertaruhkan. Akibatnya timbul berbagai problem sosial yang melibatkan bukan saja para penjudi (bebotoh) yang kesetanan, tetapi juga anggota keluarga lainnya.

Dua kategori yang dimenangkan oleh RRI Denpasar itu menurut rencana akan dilombakan ke tingkat Asia Pasifik yang diikuti oleh 15 negara. Penilaian akan dilakukan di Nusa Dua, Bali pada November mendatang. (tin)
source: BP
 
Presiden Panggil Jaksa Agung - Bahas Eksekusi Amrozy

BOMBALI.gif

Meski telah memasang target eksekusi Amrozy Counter Strike. sebelum bulan puasa, hingga kini Kejaksaan Agung belum bisa memastikan jadwal pelaksanaan hukuman mati itu. Namun, Kejaksaan Agung berani menjamin eksekusi para terpidana mati bom Bali I itu tetap akan dilakukan. Pernyataan ini disampaikan Jampidum Abdul Hakim Ritonga di Jakarta, Jumat (22/8) kemarin, ketika ditanya wartawan kemungkinan rencana itu molor dari waktu yang ditentukan.

Menurutnya, salinan putusan Amrozy Counter Strike. telah diterima Jaksa Agung dan sekarang tinggal menunggu respons dari Kejati Bali. Dirinya berani memastikan dokumen itu sudah ada di meja Jaksa Agung, karena ia sendiri yang menyampaikannya secara langsung. 'Yakinlah bahwa putusan itu pasti akan dieksekusi dengan menyatakan bukti-bukti penyampaian dan pelaksanaan eksekusi,' kata Ritonga.

Terkait dengan rencana pelaksanaan eksekusi itu, kabarnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil mendadak Jaksa Agung Hendarman Supandji ke Istana Negara, Jumat kemarin pukul 17.00 WIB. Pertemuan tersebut bersifat internal dan tertutup serta hanya dihadiri beberapa menteri yang terkait dengan bidang polhukam.

Usai pertemuan tersebut, beberapa wartawan meminta konfirmasinya mengenai isi pertemuan itu. Hendarman pun terlihat cukup kaget. 'Lho tahu dari siapa, saya dipanggil Pak Presiden. Saya belum bisa bilang,' katanya terus mengelak dari cecaran pertanyaan itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, pertemuan tersebut memang terkait eksekusi terhadap Amrozy, Mukhlas dan Imam Samudra. Sebelumnya, Jaksa Agung Hendarman Supandji sempat mengeluarkan statemen untuk mengeksekusi mereka sebelum bulan puasa ini. Namun, hingga kini kejaksaan masih menunggu salinan berkas acara penerimaan dokumen putusan MA yang berisi penolakan PK para terpidana dari PN Denpasar. (kmb3/kmb4)
source: BP
 
Keanggunan Kebaya Modern Bali

PERKEMBANGAN kebaya saat ini sangatlah bervariasi, mulai dari model kebaya Kartini yang dimodifikasikan, hingga kebaya modern yang anggun dipadukan dengan kain ataupun celana panjang. Dengan pemakaian bahan dan warna yang beragam, kebaya adalah pilihan busana yang cocok digunakan untuk acara siang ataupun malam hari. Menyambut suasana Galungan dan Kuningan rubrik trend mengintip koleksi busana modern dari desainer Bali Tjok Abi.

Para remaja putri saat ini biasa menggunakan kebaya sebagai pilihan. Bagaimanapun fashion trend kerap berubah dari waktu ke waktu, kebaya tetap memiliki tempat tersendiri dalam dunia fashion tanah air. Mulai dari acara Kartini-an, kenegaraan hingga pesta perkawinan. Begitu juga saat hari raya. Hal itulah yang sering diungkapkan Tjok Abi, desainer Bali yang sempat mencicipi sekolah mode di Inggris.

Minggu ini Tjok Abi menampilkan rancangan kebaya modern dengan tetap memakai pakem-pakem kebaya tradisional. Bergaya Bali dengan sentuhan modern khas Tjok Abi, selalu dilumuri ritus ritual dan relegi. Rancangannya kali ini jadi terlihat lain.

Kebaya lengan panjang akan memberi kesan dewasa dan 'serius' pada si pemakai. Kebaya yang konsepnya diangkat dari baju kurung dapat dijadikan inspirasi bila dalam memilih gaya ini. Beri sentuhan baru agar tampilannya lebih modern, misalnya penempatan aksen yang lebih meriah dan glamor. Seperti aplikasi payet, manik-manik atau kristal. Pilih bahan yang tidak berkesan kuno. Untuk memperlihatkan kesan glamor dan simpel bisa bereksperimen dengan taffeta, shantung atau organdy sutra untuk kainnya, padukan dengan kebaya dari bahan lace atau satin.

Model kebaya dibuat sedikit 'berani' tetapi tetap mengusung keanggunan. Seperti potongan dada rendah atau model off shoulder atau gaya kemben perempuan-perempuan kampung yang menonjolkan keindahan leher dan bahu. Agar tampil lebih gaya, bisa dililitkan selendang. Atau seperti rancangan minggu ini, menggunakan celana panjang senada dengan warna kebaya.

Memilih warna-warna yang 'tidak biasa' seperti perpaduan kebaya hitam dengan kain ungu atau yang konvesional, memadukan kebaya dengan songket juga jadi pilihan menarik untuk membuat sebuah kebaya bisa tampil beda. Kadang anggun dan begitu feminin, kadang terlihat sangat casual.

Menyinggung soal aksesori, Tjok Abi justru memilih aksesori yang kesannya tidak berlebihan. ''Yang penting tergantung mau ke mana? Saya pikir giwang Bali juga menarik dan cantik untuk resmi bisa, santai juga bisa,'' paparnya suatu hari di butiknya, De Galuh.

Bila ingin tampil simpel, jadikan kebaya lengan pendek sebagai pilihan. Kebaya lengan 3/4 berkancing tunggal tampak modern dan simpel. Kebaya lengan pendek dengan potongan kerah cheong sam dari dataran Cina bisa juga terlihat menyatu pada setelan kebaya. (osi)
source: BP
 
Indonesia Juara Umum

Tim tuan rumah Indonesia memastikan juara umum dalam kejuaraan panjat tebing Asia remaja (Asian Youth Climbing Cup) 2008, di halaman Stadion Ngurah Rai, yang berakhir Minggu (24/8) ini. Meskipun masih mempertandingkan 15 nomor lagi, namun hingga Sabtu (23/8) kemarin, kontingen Indonesia menyabet 15 emas, 16 perak, dan 17 perunggu dari 21 nomor.

Perolehan medali Indonesia susah terkejar kontingen negara lain. Justru, Indonesia berpeluang menambah perbendaharaan medali.

Hebatnya lagi, atlet Bali Aldi Rivaldi Ode Ridjaya (Pengcab FPTI Jembrana) menyabet emas untuk kategori spider kid B lead dan speed. Sementara atlet Cina putri Chen Yu merebut dua emas di kategori spider kid C boulder dan lead. Atlet Thailand Pratthana Raksachat juga menyumbang emas di spider kid A boulder.

Pelatih panjat tebing Jembrana Umbu Robaka menyatakan, sebenarnya potensi bibit olah raga panjat tebing di daerahnya sangat potensial. Akan tetapi, tidak ditunjang sarana dan fasilitas memadai. Dicontohkan, papan latihan di Lapangan Umum Negara untuk lead dan speed sudah karatan dan rusak. Akibatnya, para orangtua merasa khawatir tentang keselamatan anaknya. 'Papan latihan untuk lead dan speed sejak Porda Bali di Jembrana 2005 silam, belum diperbaiki. Kami tak punya papan untuk boulder,' keluh Umbu. Padahal, pihaknya berkali-kali mengusulkan supaya diperbaiki, namun permohonannya belum pernah dikabulkan.

'Saya ingin supaya fasilitas latihan panjat tebing direnovasi, mengingat para atletnya sudah mampu berbicara di tingkat Asia. Sedangkan cabang olah raga (cabor) lain rusak sedikit, spontan direhab,' ungkapnya.

Mantan aktivis mahasiswa pecinta alam (Mapala) Undiknas Denpasar bangga, Jembrana hanya menurunkan 12 atlet, mampu menyumbang emas. 'Saya hanya ingin membagi ilmu kepada mereka yang berminat menekuni panjat tebing, walaupun saya melatih sejak Porda 2005, dan belum pernah mendapat bayaran,' ucapnya. (022)
source: BP
 
Wah om Goesdun memang cinta tanah air

/gg/gg

Salut wat om Goesdun!
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.