• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

IF Bali

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Sanur Village Festival (SVF) III

Release

logoweb.jpg


Sanur Village Festival (SVF) ketiga akan berlangsung 6-10 Agustus 2008. Even promosi tahunan di Sanur ini akan dipusatkan di areal Cottages Inna Grand Bali Beach dan Pantai Segara Jalan Segara Ayu Sanur. Pada pelaksanaan tahun ini SVF akan mengusung tema lingkungan Going Green.

Ketua Panitia SVF, I.B Sidharta Putra, Senin (7/6) dalam jumpa pers I pelaksanaan SVF ke-3 di Kantor Pembangunan Yayasan Sanur (YPS) menyatakan, kegembiraannya bisa melaksanakan SVF tahun 2008. “Saya tidak percaya, waktu berlalu begitu cepat dan kita sekarang bersiap untuk pelaksanaan SVF ke-3,” ujarnya.

Dikatakan, setiap tahun panitia SVF berupaya melakukan penyempurnaan dan pengkemasan even yang semakin bagus. “Kita terus berupaya mencari bentuk dan kemasan SVF yang terbaik,” katanya. Menurutnya, SVF sebagai kegiatan promosi pariwisata di Sanur tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Sanur yang masih kental dengan tradisi.

Tercatat sekitar 26 kegiatan utama yang mencakup seni budaya, olah raga, lomba bonsai, hiburan hingga lomba culinary. “The New Spirit of Heritage tetap menjadi tema besar SVF,” imbuhnya. Sebagai bentuk keperdulian SVF terhadap isu lingkungan, tahun ini tema even akan mengusung Going Green. Perubahan iklim yang semakin parah memerlukan perhatian semua pihak.

“Kita di Sanur hidup dari pariwisata. Pasar kita adalah pasar yang sangat peduli terhadap lingkungan. Kita melakukan ini bukan hanya untuk pariwisata. Ini untuk kehidupan kita semua,” tandasnya. Sebagai langkah awal pihak panitia dalam penyelenggaraan SVF kali ini akan menyelenggarakan lomba pemilahan sampah untuk kalangan hotel.

Tahun lalu diperkirakan jumlah pengunjung ke SVF sekitar 15.000 orang. ”Tahun ini kita targetkan pengunjung sekitar 20.000 orang,” jelasnya. Lebih jauh diungkapkan SVF merupakan salah satu even dari 100 even Visit Indonesia Years (VIY) 2008. Namun sayang program promosi untuk mensukseskan VIY 2008 belum mendapat kepastian dukungan dana dari pusat.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

YAYASAN PEMBANGUNAN SANUR
I.B. Sidharta Putra (Chairman)
Tommy Trisdiarto (Sponsorship)
Kt Rahmadiana (Secretariat Contact)
Jalan Danau Buyan III/ 2 Sanur
Denpasar 80228 - Bali
Phone : (0361) 8710083, (0361) 286987
E-mail : [email protected]
 
Program Seni Rupa dalam Sanur Village Festival 2008

Sanur 7/7, Program seni rupa masih menjadi bagian dari kegiatan program secara keseluruhan dalam Sanur Village Festifal 2008. Setelah perhelatan Sanur Village Festival 2007 yang dalam program pameran seni rupa yaitu mengadakan serangkaian acara berupa pameran seni rupa yang dikuti 135 perupa di 6 venue yaitu di Darga Gallery, 10 Fine Arts, Dane Art Veranda, Rare Angon Gallery, Guet Gallery dan Santrian Art Gallery. Tema yang diusung waktu itu adalah Sanur Artmosphere yang merupakan repersentasi dari perkembangan seni rupa di Sanur dan disinergiskan dengan pemeran karya-karya terkini seniman Bali dan Internasional. Disamping pameran seni rupa juga terdapat art dialog dalam sepontanitas berkarya di sepanjang Jalan Segara Ayu Sanur.

Berangkat dari pengembangan gagasan sebagai kelanjutan dari Sanur Village Festival 2007 serta bersinergis dengan tema utama Sanur Village Festival 2008 maka dalam tahun ini tema pameran yang diangkat yaitu “Green”. Sama seperti tahun sebelumnya panitia Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008 mengundang seniman yang terpilih oleh kurator untuk mengikuti pameran. Pameran seni rupa tahun ini berpusat pada satu tempat yaitu Venue Seni Rupa Sanur Village Festifal, Sanur. Sebagai pelaksana pameran adalah Himpunan Pelukis Sanur dan pelaksanaanya adalah pada tanggal 3-17 Agustus 2008.

Pameran seni rupa dengan konsep kuratorial Green sepenuhnya akan dikurasi oleh Arif B Prasetyo. Sebagai konsep kuratorial GREEN (Hijau) adalah warna yang identik dengan warna daun. Sebagian besar daun di bumi berwarna hijau. Warna hijau seolah mewakili warna semua daun: organ tubuh pohon yang menghasilkan oksigen yang mutlak dibutuhkan manusia untuk hidup di bumi. Asosiasi antara warna hijau dan daun memberikan makna simbolis pada istilah “hijau”. Lebih daripada sekedar nama untuk warna tertentu, “hijau” menyimbolkan kesadaran untuk melestarikan alam dan lingkungan demi lestarinya kehidupan umat manusia di planet bumi. Kelompok pecinta lingkungan yang tersohor dan terbesar di dunia bernama “green peace”. Di luar-negeri, partai politik yang memperjuangkan visi dan misi lingkungan disebut “partai hijau”. “Hijau” adalah simbol kesadaran ekologis.

Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008 dibingkai dengan tema “Green”. Tema ini mencerminkan spirit orisinal Sanur sebagai “dusun” (village), sebuah lingkungan sosio-kultural yang akrab dengan alam. Tentu saja, pada abad 21 kini, Sanur bukan lagi sebuah dusun pantai nan bersahaja dan alami di pinggiran Denpasar sebagaimana sedia kala. Sanur telah berkembang menjadi kawasan wisata terkenal dengan fasilitas modern berstandar internasional, sebuah kenyataan yang pastilah mengurangi taraf kealamian lingkungan Sanur.

Namun demikian, dengan mengangkat “Green” sebagai tema Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008, spirit Sanur sebagai “dusun” ingin dimaknai dan ditafsirkan kembali dalam konteks kesadaran ekologis kontemporer. Sanur, sebagai salah satu “dusun seni-budaya (khususnya seni rupa)” yang menduduki posisi historis penting, patut memberikan kontribusi kultural aktual terhadap upaya mengatasi gawatnya problem ekologis yang mengancam kehidupan umat manusia dewasa ini, khususnya perubahan iklim dan pemanasan global.

Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008 mengundang para perupa untuk merespon tema “Green” secara kreatif melalui penciptaan karya seni, baik karya dwimatra (lukisan) atau trimatra (patung, outdoor). Para perupa terundang diharapkan menciptakan kreasi artistik yang mencerminkan kepedulian akan alam dan lingkungan. Dari Sanur, lewat karya-karya dalam Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008, diharapkan berkumandang pesan kultural yang mengilhami dan mendorong perubahan menuju masa depan bumi yang lebih cerah dan lestari.

Info lebih lanjut : Yudha Bantono (0361-7460727)
 
Kejati Bali Kirim Tim Khusus

Imam Samudra Tetap tak Menyesal

Menjelang didor, salah satu terpidana mati kasus bom Bali 2002, Imam Samudra, mengaku tetap tak menyesali perbuatannya. Lulu Jamaludin, adik kandung Imam Samudra, Sabtu (26/7) kemarin, membeberkan pernyataan Imam Samudra.
'Tidak untuk bersedih. Bergembiralah, karena aku dan kawan-kawan telah melakukan transaksi sesuai dengan firman Allah. Itulah sebuah kemenangan besar. Sampai maut menjemput, aku tidak pernah menyesali. Aku tidak ingin memohon grasi kepada hukum kafir. Kugenggam, kugigit kuat-kuat Islam.' Itulah sepenggal pernyataan Imam Samudra.

Dalam pertemuannya, Lulu juga sempat bertanya sekaligus berdiskusi tentang alasan kakak kandungnya ini memilih Bali sebagai tempat berjihad. Imam Samudra, kata Lulu, menyatakan pertanyaan itu bukanlah persoalan enteng untuk bisa dijawab.
"Yang jadi sasaran utama adalah bangsa penjajah seperti Amerika serta para sekutunya yang berkumpul di Bali. Jadi, bukannya tempat sasaran. Adanya pembantaian massal terhadap umat Islam di Afghanistan pada bulan Ramadhan tahun 2001. Bangsa-bangsa penjajah membantai bayi-bayi tak berdosa," kata Imam Samudra.

Imam Samudra meyakini, perjalanan hidup di dunia adalah untuk menuju perjalanan berikutnya, Surga. "Siapa yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. Itulah kemenangan yang benar," tegas Imam Samudra.

Dalam kesempatan bertemu dengan kakaknya itu, soal juga menjadi bahan pembicaraan. Dalam tuntutannya, kata Lulu, Imam Samudra dianggap memenuhi tuntutan pasal 15 Perpu, tindakannya memenuhi unsur kejahatan luar biasa.
"Aku sama sekali tidak gamang atau menjadi takut. Malah, aku berkata pada penyidik, mengganti kata-kata, sangat luar biasa. Kematian hanyalah sepenggal episode. Kemudian, hidup kekal abadi. Para mukmin merasakan penderitaan serta kesakitan dan lara," urainya.

"Begitu juga yang lain (kaum kafir). Tapi, ada bedanya. Kaum mukmin mendapat rahmat Allah, mereka tidak. Semoga Allah meneguhkanku di atas jalan Islam ini, sampai malaikat menjemput. Saksikanlah, kami adalah orang-orang Muslim," urai Imam Samudra.

Tempat Eksekusi
Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Bali telah menurunkan tim khusus ke Cilacap. Tim yang terdiri atas tiga jaksa senior untuk menjajaki tempat dilakukannya eksekusi bagi tiga terpidana mati kasus bom Bali 2002.

Tim khusus yang diketuai Kasipidum Kejari Denpasar Wayan Suwila, S.H., M.H. itu, diketahui telah diberangkatkan ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, tempat Amrozy dan kawan-kawan menjalani penahanan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali IDP Alit Adnyana, S.H. ketika dihubungi di Denpasar, Sabtu kemarin, membenarkan kalau tiga jaksa senior telah dikirim untuk mengecek lokasi yang akan dipakai tempat eksekusi bagi Amrozy dan kawan-kawan.

"Kami telah kirimkan tim khusus untuk survei lapangan, sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan adanya perintah dari Kejagung untuk pelaksanaan eksekusi terhadap tiga terpidana mati kasus bom Bali 2002," ucapnya.
Ditanya tentang tempat survei dimaksud, Kajati hanya menyebutkan suatu daerah di Jawa Tengah. "Ya... pendeknya mereka telah kami berangkatkan ke Jawa Tengah," ucapnya menambahkan.

Meski tim khusus telah dikirim ke Jawa Tengah, namun Kajati Adnyana belum dapat memastikan apakah Amrozy dan kawan-kawan akan dieksekusi di Jawa Tengah atau di Pulau Dewata, di tempat tindak pidana dilakukan. Kajati mengungkapkan keputusan mengenai waktu dan tempat dilakukannya eksekusi, merupakan kewenangan dari Kejaksaan Agung.

"Untuk itu, kami masih tunggu komando dari Kejakgung," ucapnya.
Amrozy bin Nurhasyim (45) dan kakak kandungnya Ali Ghufron alias Muklas (48), serta Abdul Azis alias Imam Samudra (39) yang masing-masing telah terbukti selaku biang atas aksi bom Bali 2002, di persidangan diganjar hukuman mati.

Ketiganya dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang menyidangkan mereka secara berturut-turut sejak Mei hingga September 2003.

Setelah sempat menjalani kurungan selama beberapa bulan di LP Kerobokan atas pertimbangan keamanan ketiganya kemudian dipindahkan penahanannya ke LP Nusa Kambangan menunggu proses hukum lebih lanjut. Dalam proses hukum lanjutan mulai dari banding, kasasi hingga permohonan Peninjauan Kembali (PK), seluruh vonisnya menguatkan putusan PN Denpasar yakni hukuman mati.

Kendati demikian, pada Februari 2008, Amrozy dan kawan-kawan kembali mengajukan PK tahap dua, namun di tengah berlangsungnya pemeriksaan berkas di PN Denpasar, Tim Pengacara Muslim (TPM selaku kuasa hukum ketiga terpidana, menyatakan mencabut permohonan PK tersebut. Terakhir, ketiga terpidana mati mengajukan PK tahap tiga, namun Mahkamah Agung menolaknya.

Sehubungan dengan itu, para terpidana mati yang diketahui menolak tegas untuk mengajukan permohonan grasi kepada Presiden, kini tinggal menunggu pelaksanaan eksekusi di hadapan regu tembak. (net/ant)
source: BP
 
Seorang Pemimpin Bali Selayaknya “Memiliki Authoritas”

I. Kerancuan “Auto” dan “Author”
1. Dalam bahasa Indonesia kita telah telanjur menyamakan “auto” dan “author” yang sebetulnya memiliki arti yang sangat berbeda.
2. Kedua kata itu telah kita “indonesiakan” menjadi satu kata yang tetap bercokol sampai sekarang: “Oto—”.
3. Memang kalau “auto—” kita “indonesiakan” menjadi “OTO—”, tidak akan timbul masalah, karena tidak sulit bagi kita untuk mengerti (tanpa penjelasan etimologis yang rumit) bahwa “oto” berarti “diri/sendiri” seperti tampak dalam kata-kata “otomobil”, “otonomi”, “otokrat”, “otomatis”, “otodidak”, “otobiografi”.
4. Masalahnya menjadi rumit, kalau kita mencoba untuk menjelaskan kata-kata “otoritas” dan “otoriter”. Walaupun kedua kata ini dimulai dengan “oto—”, di sini kita berhadapan dengan “jebakan etimologis”, karena “oto—” dalam kasus ini bukan berasal dari “auto—”, melainkan dari “author—”.
5. Bagaimana jelasnya, terpaksa kita lagi-lagi harus menggunakan “analisis etimologis”!

II. “Auto—” = “Oto—”
1. “Autos” (Bahasa Yunani) = diri, sendiri.
2. “Autobiography” (Bahasa Inggris) = penuturan riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang itu sendiri (di-indonesia-kan menjadi “otobiografi”).
3. “Autocracy” (Bahasa Inggris) = “autokrateia” (Bahasa Yunani) dari sistem pemerintahan yang dipimpin seorang penguasa mutlak (yang berkuasa seorang diri tanpa ada pengimbang kekuasaan lain). (Di-indonesia-kan menjadi “otokrasi”).
4. “Autocrat” (Bahasa Inggris) dari “autokrates” (Bahasa Yunani) = (di-indonesia-kan “otokrat”) = seorang pemimpin yang memerintah sendirian tanpa ada pengimbangan kekuasaan lain.
5. “Autodidact” (Bahasa Inggris) dari “autodidaktes” (Bahasa Yunani): seorang yang belajar apa-apa sendiri tanpa guru.
6. “Automatic” (Bahasa Inggris) = (mengenai alat atau proses) “bekerja dengan sendirinya” tanpa perlu dikontrol terus oleh manusia secara langsung.
7. “Automobile” (Bahasa Inggris) = (kendaraan) “bergerak sendiri” dengan kekuatan mesin dari dalam kendaraan itu sendiri (di-indonesia-kan menjadi otomobil).
8. “Autopsy” (Bahasa Inggris) = pemeriksaan mayat oleh dokter forensik (menyangkut proses penyidikan hukum) untuk mengetahui sebab-musabab kematian. (di-indonesiakan “otopsi”) (“autopsia”, Bahasa Latin = pemeriksaan dengan mata kepala sendiri) (dari Bahasa Yunani, autoptes = saksi mata/yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri).
9. “Autonomy” (Bahasa Inggris) dari “autonomia” (Bahasa Yunani) = kemampuan/hak untuk mengatur pemerintahan diri sendiri (di-indonesiakan “otonomi”).
10. “Autonomous” (Bahasa Inggris) dari “autonomos” (Bahasa Yunani) = memiliki hukumnya sendiri, mampu/berhak mengatur diri sendiri. (di-indonesiakan “otonom”). “Nomos” (Bahasa Yunani) = hukum.
11. “Autarchy/autarky” (Bahasa Inggris) dari “autarkeia” (Bahasa Yunani) = swasembada di bidang ekonomi.

III. “Author”/“Auctor”
1. “Author” (Bahasa Inggris) dari “auctor” (Bahasa Latin):
a. Pengarang.
b. Penulis buku/artikel/laporan.
c. Pengaju utama suatu rencana.
d. Pencetus utama suatu gagasan.
e. Pengada/penyebab adanya sesuatu.
2. “Authority” (Bahasa Inggris) dari “auctoritas” (Bahasa Latin):
a. Kekuasaan/hak untuk memberi perintah dan menuntut ketaatan dari orang lain.
b. Seorang tokoh/organisasi/lembaga yang mempunyai kekuasaan dan hak untuk memaksakan kontrol politis atau administratif.
c. Wibawa serta daya pengaruh terhadap orang lain yang berdasar pengakuan pada pengetahuan/keahlian.
d. Tokoh/buku/sumber rujukan yang bisa dipercaya/diikuti.
e. Sampai sekarang di-indonesia-kan “otoritas”, namun sebaiknya “authoritas” atau “auktoritas” yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara etimologis.

IV. “Otentik”
1. “Authentikos” (Bahasa Yunani) = sejati, asli, taat asas.
2. “Authentic” (Bahasa Inggris) di-indonesia-kan “otentik”):
a. Sejati.
b. Asli.
c. Terjamin kebenarannya.
d. Terjamin keasliannya.
e. Sesuai dengan asasnya.
3. Tidak ada hubungan etimologis dengan “oto/auto” maupun “author/auctor”.

V. “Sva”
1. “Sva” (Bahasa Sanskerta):
a. Kepunyaan sendiri.
b. Kepunyaanku sendiri.
c. Kepunyaannya sendiri.
d. Kepunyaanmu sendiri.
e. Kepunyaan mereka sendiri.
f. Diri sendiri.
g. Jiwa manusia.
h. Milik.
i. Kekayaan.
2. “Sva-kam pana” = “yang bergerak sendiri” (air, angin).
3. “Sva-karman” = tindakan sendiri.
4. “Sva-karmin” = “cinta diri sendiri” (mementingkan diri sendiri).
5. “Sva-karya”:
a. Pekerjaan sendiri.
b. Profesi diri.
c. Tugas diri.
d. Fungsi diri.
6. “Sva-kala”:
a. Waktu diri sendiri.
b. Waktu yang tepat/baik untuk diri sendiri.
7. “Sva-grama” = desa sendiri.
8. “Sva-cchanda” = kesukaan/pilihan/kemauan sendiri.
9. “Sva-tantra”:
a. Ketergantungan pada diri sendiri.
b. Ketidaktergantungan pada orang/pihak lain.
c. Kebebasan kehendak diri.
d. Tidak dikendalikan oleh pihak lain.
10. “Sva-desya”:
a. Tempat sendiri.
b. Negeri sendiri.
c. Kampung halaman sendiri.
11. “Sva-dharma”:
a. Hak sendiri.
b. Kewajiban diri.
c. Agama sendiri.
d. Adat sendiri.
12. “Sva-nagara” = Kota sendiri.
13. “Sva-javan” = bergerak sendiri.
14. “Sva-raj” = pemerintahan diri sendiri.
15. “Sva-ruh” = pertumbuhan diri sendiri.
16. “Sva-rupa” = bentuk diri.
17. “Sva-lakshana” = ciri watak diri yang khas.
18. “Sva-vidhi” = aturan/metode sendiri.
19. “Sva-vinaasya” = penghancuran diri; pembinasaan diri.
20. “Sva-vritta” = bisnis sendiri; mata pencaharian sendiri.
21. “Sva-hita” = membawa manfaat bagi diri sendiri.
22. “Sva-adhikara” = jabatan sendiri; jabatan khusus.
23. “Sva-nanda” = kenikmatan dalam diri sendiri.
24. “Sva-anta” = akhir diri sendiri; kematian diri sendiri.
25. “Sva-bhava” = eksistensi diri sendiri.
26. “Sva-artha” = kepentingan diri sendiri; keuntungan diri sendiri.
27. “Sva-yam-vara” = memilih sendiri, sayembara.
28. “Sva-yam- varaa-kanyaa” = gadis yang memilih suami bagi dirinya sendiri.

VI. “Svaamin”
1. “Svaamin”:
a. Yang empunya.
b. Tuan.
c. Pemilik.
d. Ketua.
e. Komandan pasukan.
f. Panglima.
g. Suami.
h. Kekasih.
2. “Svaaminii”:
a. Tuan putri.
b. Nyonya besar.
c. Ratu.
d. Istri raja.

VII. “Sva-sthya”
1. Ketergantungan pada diri sendiri.
2. Keberdikarian.
3. Keadaan sehat-walafiat lahir-batin.
4. Kemudahan hidup.
5. Kepuasan.
6. Keadaan serba berkecukupan dan terpenuhi segala kebutuhan.

*arixs
 
sanur bali Festival, panitianya masih aja kaco seperti sebelumnya.
Perbaikan dong!!
 
STP Nusa Dua Bali Jobs Fair II

Bursa Kerja Pariwisata Terbesar di Bali

Setelah sukses menggelar Jobs Fair I pada Juni 2007, STP Nusa Dua Bali kembali menyelenggarakan Jobs Fair II, Selasa (29/7) besok sampai Rabu (30/7). Jobs Fair II dengan tiket masuk Rp 10.000, diadakan di Nusantara Rooms, Kampus STP Nusa Dua Bali, mulai pukul 09.00 wita hingga pukul 18.00 wita.

Menurut Ketua STP Nusa Dua Bali I Made Sudjana, S.E., M.M.., Jobs Fair merupakan kegiatan tahunan STP Nusa Dua Bali. Hal ini bertujuan mendukung program pemerintah menekan angka pengangguran (zero unemployment) melalui penyediaan lapangan kerja (pro job). Di samping itu, untuk menciptakan wadah yang dapat memediasi alumni sekolah pariwisata dengan pihak industri agar dapat terserap semaksimal mungkin.

Ketua Penyelenggara Jobs Fair STP Nusa Dua Bali I Nyoman Sudiksa, S.E., N.Par., didampingi Koordinator Pemasaran I Gst. Putu Ngr. Budiasa, Sabtu (26/7) menyebutkan, peserta yang menawarkan kesempatan kerja (job employer) dijamin legalitasnya. Menariknya lagi, para peserta saat ini juga sedang membutuhkan tenaga kerja. Sedangkan bagi pencari kerja, peluang yang ditawarkan mulai dari staf pelaksana sampai manajer junior dan tingkat menengah. Target pengunjung adalah lulusan SMK, Akademi Pariwisata dan karyawan hotel di Bali. 'Pengunjung kami minta membawa curriculum vitae (CV) sebanyak-banyaknya,' ujar Sudiksa.

Disebutkan, Jobs Fair tahun ini diikuti lima peserta yang berasal dari hotel dan vila. Yakni Nikko Bali Resort and Spa, Bayan Tree Resort and Spa Bintan, Discovery Kartika Plaza, Club Med, Karma Resort and Sentosa Villa. Kemudian dari agen kapal pesiar diikuti Cahaya Bali Persada untuk Star Cruise dan Meranti Megsaysay untuk Costa Cruise Line.

Satu perusahaan catering untuk perusahaan perminyakan yakni Pramasindo Boga Utama dan lima agen pengiriman tenaga kerja luar negeri seperti recruiter Singapore, agen training dan kerja di Singapore, LPK Barata, agen pemagangan ke Jepang Diah Wisata, Bali Duta Mandiri untuk pengiriman tenaga kerja ke Dubai dan Australia, serta CHI untuk ke Amerika. (ded/*)
source: BP
 
Kontes Kecantikan Anjing

anjing-kintamani.jpg

Kontes kecantikan anjing Kintamani digelar di Bangli, Bali, pekan lalu. Sejumlah warga Bangli mengaku bangga dengan anjing milik mereka mengingat Kintamani merupakan ras asli Bali serta menjadi maskot fauna Pulau Dewata tersebut.

Anjing Kintamani memiliki ciri khas secara fisik dan postur tubuhnya. Hewan itu berbulu putih tebal, telinga kecokelatan serta bulu ekor lebat dan menjuntai seperti bulan sabit. Kecantikan bulu, keindahan postur tubuh, serta kesehatan dan ketangkasan menjadi penilaian dalam kontes.

Dari sekian banyak peserta, tetap hanya satu yang keluar sebagai juara. Anjing Kintamani tercantik dan tersehat itu mendapat piala bergilir dari Gubernur dan Kepolisian Daerah Bali. Tak lupa mereka juga membawa pulang sertifikat dari Federasi Anjing Internasional.(IKA/Aries Wicaksono)
source: Liputan6


Anjing Kintamani Terindikasi Dipatenkan di Luar Negeri ?

Denpasar (BisnisBali) –Ketua Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) Wilayah Bali, Drs. I Gede Winten Sumerta di Denpasar, Rabu kemarin mengungkapkan, ada indikasi anjing ras kintamani akan dipatenkan oleh pihak luar negeri.

Untuk menghindari kejadian itu, masyarakat hendaknya secara aktif mendaftarkan anjing ras asli daerah Kintamani yang dipeliharanya, sehingga yang terdaftar pada Perkin bisa segera mencapai angka seribu ekor.

Jika jumlah yang teregistrasi telah mencapai seribu ekor, keberadaan binatang peliharaan dengan ciri khas berbulu panjang itu bisa diakui dunia internasional.

Seusai bertemu dengan Wali Kota Denpasar, Drs. AA Puspayoga, ia mengatakan, untuk mencapai keinginan tersebut Perkin Bali melakukan sosialisasi lewat kegiatan jalan santai bersama anjing peliharaan masing-masing pada awal Maret mendatang di Denpasar.

Dalam kegiatan nanti akan dilakukan demo berbagai kemampuan anjing ras kintamani di depan masyarakat termasuk para penggemarnya. Melalui sosialisasi itu diharapkan juga akan mengangkat harkat binatang peliharaan tersebut.

Sumerta mengatakan, memelihara anjing kintamani, binatang yang berbulu bersih itu secara baik, maka hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan anjing ras dari luar yang selama ini telah menjadi kebanggaan banyak orang.

Untuk menuju pengakuan dunia internasional, Perkin Bali harus menghimpun setidaknya seribu ekor anjing ras kintamani. Untuk mencapai jumlah tersebut tidak terlalu sulit, apalagi keberadaan anjing kebanggaan itu makin mendapat perhatian penghobi satwa.

Puspayoga pada kesempatan itu mengaku sangat mendukung pemuliabiakan anjing ras kintamani, sehingga kedepan satwa kesayangan masyarakat Bali itu bukan saja diakui di tingkat nasional tetapi dunia internasional.

Populasi anjing kintamani semakin berkembang juga berkat peran Perkin yang sangat strategis, dengan terus mensosialisasikan cara pemeliharaanya.

Anjing kintamani memiliki intelegensi tidak kalah dengan anjing ras luar negeri. Dinas Peternakan Kota Denpasar diminta bersinergi program dengan Perkin Bali, termasuk mengantisipasi banyaknya anjing liar di berbagai sudut kota. *ant
 
LPD di Bali Terbaik Di Indonesia

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali dinilai sebagai lembaga keuangan mikro (non-bunk) di tingkat akar rumput (grass root) terbaik di Indonesia. LPD menyentuh kepentingan masyarakat tingkat bawah yang umumnya bergerak di usaha mikro dan kecil.

Demikian penilaian Sekjen Gerakan Masyarakat Pengembangan Keuangan Mikro (Gema-PKM) Indonesia Bambang Ismawan di sela-sela acara Asia-Pacific Regional Microcredit Summit (APRMS) 2008 di BICC Nusa Dua, Senin (28/7) kemarin. APRMS dihadiri sekitar seribu peserta dari 40 negara.

Menurut Bambang Ismawan, faktor kekeluargaan dalam wadah desa adat dan banjar dinilai sebagai faktor yang paling menentukan keberhasilan LPD di Bali. 'LPD di Bali terintegrasi dengan sistem kemasyarakatan desa seperti banjar yang berkembang dengan baik,' kata Bambang.

Juga diharapkan lembaga keuangan mikro di tingkat desa lebih mendorong usaha rakyat di sektor-sektor kecil atau mikro. 'Kini saatnya berubah, dulu masyarakat menunggu ada kegiatan usaha real untuk berkembang, sekarang bisa berkembang sebaliknya,' ujar Bambang.

Untuk diketahui, sepuluh tahun lalu, jumlah dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh LPD seluruh Bali hanya sekitar Rp 843 milyar. Sementara pada tahun 2005 LPD berhasil menghimpun dana masyarakat naik drastis sampai mencapai Rp 1,346 trilyun. (056)
source: BP
 
Gerakan Siswa Menanam 2008

Gerakan penanaman 1.300 pohon usai dihelat PLG (Petugas Lapangan Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan) Bali (18 s.d 19 Juli). Kegiatan bertajuk “Gerakan Siswa Menanam 2008” ini menyasar areal Danau Batur, Bangli sebagai lokasi penanaman. Seputar areal danau tersebut dihijaukan dengan penanaman pohon nangka, apokat, cempaka, kenanga dan intaran.

BPDAS (Balai Pengolahan Daerah Aliran Sungai) Unda Anyar sebagai pendukung gerakan ini menyumbangkan 1.000 bibit pohon dan 300 bibit dari PLG Bali sebagai pencetus gerakan ini.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dimulai dengan acara pembukaan dan penanaman pohon secara serentak (18/7).

Tak ketinggalan, para pelajar dari siswa/siswi SDN I Buahan beserta masyarakat Buahan terlibat dalam pelaksanaannya. Dilanjutkan, acara seremonial dan penanaman secara simbolis oleh Kepala Dinas Kehutanan seluruh kabupaten di Bali termasuk BPDAS (19/7).

Pihak BPDAS Unda Anyar mengharapkan masyarakat sekitar ikut menjaga dan merawat pohon-pohon yang sudah ditanam serta PLG lain dapat melaksanakan kegiatan serupa.

Demi kesuksesan acara tersebut, PDAS Unda Anyar merangkul ExistProduction selaku event organizer untuk menangani acara. Turut mendukung, PHRI Cab. Bangli, Air Minum SITA, Aditya Printing dan Bali Hardcore.- adv/tin
 
Pertemuan Regional Asia Pasifik Kredit Mikro

Diminta Hasilkan Program Nyata bagi Kaum Miskin

Pertemuan Regional Asia Pasifik mengenai Kredit Mikro (Asia-Pacific Regional Microcredit Summit (APRMS) 2008 diharapkan menghasilkan berbagai gagasan, komitmen dan program nyata untuk membantu rakyat miskin. Demikian harapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka APRMS 2008 di BICC Nusa Dua, Senin (28/7) kemarin.

Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar seribu peserta dari 40 negara di kawasan Asia-Pasifik plus delegasi dari lembaga keuangan dunia. Pertemuan kali ini terbilang istimewa karena dihadiri oleh pendiri Grameen bunk Bangladesh Muhammad Yunus yang pernah meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2006. Dalam APRMS 2008, Yunus akan membagi kiat dan pengalamannya.

Menurut Presiden Susilo, Pemerintah Indonesia sendiri memiliki komitmen untuk membantu masyarakat ekonomi lemah termasuk pelaku usaha kategori mikro dan kecil melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR merupakan salah satu upaya meningkatkan kemampuan usaha kecil masyarakat guna mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran.

Presiden SBY berharap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini bisa mencapai Rp 15 trilyun. "Tahun ini penyaluran KUR sekitar Rp 14 - Rp 15 trilyun atau sekitar 1,6 milyar dolar AS," kata Presiden. Sejak diluncurkan November 2007, hingga saat ini pencairan KUR sudah mencapai sekitar Rp 8 trilyun dan telah dinikmati oleh sekitar 900.000 pengusaha mikro kecil dan menengah.

Pada kesempatan itu, Presiden Susilo Bambang Yudoyono sempat melakukan pertemuan khusus dengan pemenag Nobel, Mohammad Yunus. Menurutnya, pertemuan khusus dengan Muhammad Yunus tidak saja membicarakan strategi atau kebijakan pelaksanaan kredit mikro tetapi juga membicarakan langkah nyata untuk mengurangi kemiskinan terutama melalui kredit mikro.

"Banyak yang saya timba dari pengalaman Grameen bunk dan dari Bapak Muhammad Yunus tentang pilihan-pilihan metodologi membantu kaum miskin keluar dari kemiskinan melalui usaha mikro. Ini pelajaran bagi Indonesia yang juga memiliki komitmen kuat untuk membantu kelompok ekonomi lemah," jelas Presiden SBY.

Target Sulit

Sementara itu, Muhammad Yunus dalam forum itu menyatakan bahwa janji sejumlah negara untuk mulai mengurangi kemiskinan melalui penyaluran kredit mikro. Sayangnya, kenaikan harga minyak dan harga pangan, menyulitkan negara-negara untuk mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015.

'Semua negara terutama di Asia sudah melakukan hal yang cukup bagus untuk mengurangi kemiskinan. Namun, kenaikan harga minyak dan harga pangan yang berdampak terhadap bertambahnya jumlah orang miskin, membuat program itu harus diperkuat lagi," ujar peraih Nobel Perdamaian 2006 ini seraya meyakinkan program kredit mikro bisa menyelesaikan masalah-masalah itu.

Menurut Yunus, pemanasan global dan perubahan iklim di dunia juga berdampak terhadap bertambahnya rakyat miskin, namun upaya mengurangi kemiskinan diharapkan tidak tertunda sesuai target 2015. Dengan memperbesar kredit mikro, diharapkan bisa meng-counter pengaruh perubahan iklim, kenaikan harga minyak dan harga pangan.

Tujuan MDGs yang utama adalah mengurangi angka kemiskinan dunia. Ditargetkan pada tahun 2015 sekitar 175 juta keluarga miskin menerima kredit usaha dan pelayanan keuangan lainnya. Sementara 100 juta keluarga lainnya bisa meningkatkan standar hidupnya dengan pendapatan 1 dolar AS per hari. (056)


YANG menarik, pada pembukaan APRMS 2008 kemarin, terjadi kejutan bagi Ibu Negara, Ny. Ani Yudhoyono. Istri Presiden SBY ini dianugerahi sebagai patron keuangan mikro oleh Masyarakat Keuangan Mikro Indonesia. Penganugerahan diberikan Direktur Grameen bunk dan penerima Nobel 2006, Mohammad Yunus.

Ny. Ani Yudhoyono dinilai sangat peduli dan perhatian pada sektor perempuan dan kemiskinan melalui program-program yang dikembangkannya, seperti Mobil Pintar dan Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera atau Perkasa.

"Ibu Ani terbukti telah menunjukkan kepeduliannya pada masyarakat tingkat menengah ke bawah. Ini sejalan dengan program masyarakat keuangan mikro," kata Sekretaris Jenderal Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro Indonesia, Bambang Ismawan. (gre)
source: BP
 
Internasional bali 10 k 2008

sdr.jpg
sertifikat.jpg

gubernur.jpg

Om Swastyastu,

Pada hari Minggu 12 Agustus 2007, lomba lari jalan raya “Bali 10K” dalam rangka HUT Provinsi Bali ke-49 dan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-62 telah terlaksana dengan baik dan sukses,. Acara ini akan dijadikan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Bali, dan untuk itu bagi pelaksana dan seluruh pihak yang terkait serta telah berpartisipasi dalam pelaksanaan acara Bali 10K kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.



Untuk pelaksanaan tahun ini, lomba lari jalan raya 10 kilometer mengusung tema International Bali 10K for Unity. Kegiatan berskala internasional ini menjadi ajang pertemuan para atlit maupun penggemar olahraga berbagai bangsa dan negara. Selain menjadi tujuan wisata olahraga ke Bali , kegiatan ini merupakan salah satu program provinsi Bali untuk mensukseskan “VISIT INDONESIA YEAR 2008”.

Melaui kesempatan baik ini kami mengundang semua pihak memberikan kontribusi, demi suksesnya “INTERNASIONAL BALI 10 K” dan program “VISIT INDONESIA YEAR 2008”.

Terima Kasih.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Dewa Beratha
Gubernur Bali



-----
International Bali 10K 2008 adalah lomba lari berskala internasional yang memasuki tahun ke-2 dalam pelaksanannya mengusung tema "For UNITY" berkaitan dengan konsep :

  1. Lomba lari sebagai salah satu agenda tahunan dari Ulang Tahun Provinsi Bali dan HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  2. International Bali 10K sebagai sport tourism , atraksi wisata olah raga menarik, yang menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata ke Bali
  3. Lomba lari ini akan mengikutsertakan para atlet elit internasional, nasional, peserta umum dan pelajar, sebagai sarana berlomba bagi para atlit Indonesia yang bertujuan mengukir prestasi
  4. Program ini akan mengundang para duta besar/konsul negara sahabat, warga Negara asing, sekolah internasional, dan tokoh masyarakat sebagai peserta dalam upaya mewujudkan kebersamaan dan persaudaraan masyarakat dunia di Bali
  5. Selain lomba lari, akan digelar hiburan rakyat berupa panggung musik, stand makanan, dan product sampling stalls dari para pendukung event
  6. Program ini akan diliput oleh media internasional dan nasional berkaitan dengan hadirnya para pelari elit internasional.
International Bali 10K sudah mendapat pengakuan dari lembaga/badan atletik IAAF melalui Pengurus Besar PASI (Indonesian Athletic Association).

 
race_info.jpg

PENYELENGGARA


International Bali 10 merupakan program Pemerintah Propinsi Bali yang dilaksananakan oleh Dinas Pariwisata Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, PB PASI, Pengprov PASI Bali dan Matahari Convex sebagai official event organizer.

WAKTU DAN TEMPAT

International Bali 10K 2008 akan diselenggarakan pada :
Hari : Minggu
Tanggal : 10 Agustus 2008
Waktu : 05.30 WITA
Titik start dan finish di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar.

Rute Lari :

Peserta

Peserta Lomba Lari International Bali 10K terbagi dalam 4 (empat) kategori :
A. Kelompok Elit Internasional Putra dan Putri
B. Kelompok Elit Nasional Putra dan Putri
C. Kelompok Umum (Mahasiswa, Karyawan, Anggota TNI, POLRI)
D. Kelompok Pelajar SMA dan sederajat, Putra dan Putri


Teknis Lomba

Usia minimal peserta pada saat perlombaan adalah 15 tahun sesuai dengan pembuktian identitas (copy Akte Kelahiran atau Kartu pelajar)


Pos Minum akan disediakan pada Kilometer ke-5, serta Pos Guyur disediakan pada Kilometer ke-7. Panitia menyiapkan pelayanan medis selama perlombaan berlangsung mulai dari lokasi Start, sepanjang jalur lomba sampai dengan titik Finish.


Waktu tempuh jarak lomba dapat dilihat pada Alat pencatat waktu/jam besar (timer) yang dipasang diatas kendaraan, yang mengambil posisi di depan pelari menghadap ke arah para peserta.


Bagi para pemenang Lomba Lari International Bali 10K untuk setiap kategori akan menerima hadiah uang tunai dengan nilai sebagaimana terlampir.


Peserta (kecuali atlet Elit) disarankan menggunakan kaos yang disediakan oleh panitia pada saat pendaftaran. Semua peserta sudah harus menggunakan nomor dada yang disediakan oleh Panitia pada saat tiba di lokasi lomba.


Peserta diwajibkan untuk registrasi ulang di pos Sekretariat sebelum menuju posisi Start. Penandaan pada registrasi ulang ini menunjukkan keabsahan kepesertaan. Peserta bisa didiskualifikasi bila mencapai garis Finish tanpa tanda registrasi ulang pada nomor dada.


Panitia menyediakan Hadiah Undian (Door Prize). Pembagiannya adalah melalui undian bukti kehadiran di mana tertulis nomor registrasi sesuai nomor dada dan hanya bagi peserta yang menyelesaikan lomba serta sampai pada titik Finish.


contact_us.jpg

2008 International Bali 10K Comittee
Bali Government Tourism Office
Jl. S Parman, Niti Mandala Renon
Denpasar 80235 , Bali – Indonesia
Tlp. : +62 361 235 200 – 7806 200
Fax.
: +62 361 235 200
email : [email protected]
 
hadiah.jpg
Kelompok Elit Putra/Putri
Juara
Hadiah
I US$ 4,000​
II US$ 3,000​
III US$ 2,000​
IV US$ 1,000​
V US$ 500​

Kelompok Nasional Putra/Putri
Juara
Hadiah
I Rp. 10,000,000​
II Rp. 8,000,000​
III Rp. 6,000,000​
IV Rp. 4,000,000​
V Rp. 2,000,000​

Kelompok Umum Putra/Putri
Juara
Hadiah
I Rp. 5,000,000​
II Rp. 4,000,000​
III Rp. 3,500,000​
IV Rp. 2,500,000​
V Rp. 2,000,000​
VI Rp. 1,000,000​
VII Rp. 750,000​
VIII Rp. 500,000​
IX Rp. 500,000​
X Rp. 500,000​

Kelompok Pelajar Putra/Putri​
Juara
Hadiah
I Rp. 3,000,000​
II Rp. 2,000,000​
III Rp. 1,500,000​
IV Rp. 1,000,000​
V Rp. 750,000​
VI Rp. 500,000​
VII Rp. 500,000​
VIII Rp. 500,000​
IX Rp. 500,000​
X Rp. 250,000
 
Kejaksaan sudah Tunjuk Rohaniwan

BOMBALI.gif

Sejumlah persiapan penting kini telah dimatangkan Kejati Bali menjelang pelaksanaan eksekusi mati tiga terpidana Imam Samudra, Amrozy dan Ali Gufron (Muklas). Setelah mengutus tim jaksa yang dipimpin IB Wiswantanu untuk mengecek lokasi ke Nusakambangan, Kejati Bali kembali bergerak dengan menetapkan seorang rohaniwan untuk mendampingi para terpidana bom Bali I.

Informasi di Kejati Bali menyebutkan, rohaniwan sebagai saksi saat pelaksanaan eksekusi dipercayakan kepada pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Cilacap, Jawa Tengah. Ada kemungkinan seorang ulama yang sering memberikan ceramah di LP Batu, Nusakambangan. 'Penunjukan rohaniwan sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait,' sebut sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Dikatakannya, saksi rohaniwan disesuaikan dengan agama terpidana. Bahkan, tiga jaksa eksekutor dan jaksa pendamping pun dinyatakan sudah disiapkan. 'Jaksa eksekutor pada prinsipnya hanya tinggal menunggu perintah Kejaksaan Agung saja, kapan saja berangkat ke lokasi eksekusi sudah siap,' sebutnya.

Sementara itu, Tim Pembela Muslim (TPM) kembali melakukan upaya hukum. Kuasa hukum Fachmi Bahmid menyatakan akan mengambil ancang-ancang untuk melancarkan langkah hukum lanjutan jika eksekusi akhirnya dilakukan. 'Kami akan mengajukan uji material terhadap pelaksanaan hukuman mati pada Mahkamah Konstitusi,' jelas Fahmi H Bachmid.

Baginya, uji material ini penting diajukan karena menganggap hukuman mati dengan cara ditembak sangat menyiksa para terpidana. 'Dengan ditembak akan menimbulkan rasa penyiksaan, karena kalau tidak mati, komandan regunya akan menembaki kepala terpidana,' tandas Fahmi. Jika itu terjadi, lanjutnya, maka terpidana akan betul-betul merasakan penyiksaan. (015)
source: BP
 
Eksekusi Amrozy Counter Strike.

1-BOM.gif


PBNU Minta Sesuai Hukum Indonesia

Ketua PBNU Hasyim Muzadi meminta eksekusi mati terhadap Amrozy Counter Strike. dilakukan sesuai aturan hukum. Pelaksanaannya harus dengan cara ditembak mati, bukan dipancung atau dipenggal kepalanya. Hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia dan tidak perlu mengikuti keinginan perseorangan.

Hasyim menyatakannya di Jakarta, Rabu (30/7) kemarin, usai membuka International Conference of Islamic Scholars (ICIS). Menurutnya, semua pihak harus menghormati hukum yang berlaku, termasuk dalam pemberantasan terorisme. 'Kita sendiri yang mengusulkan pemberantasan terorisme harus by law, bukan dengan by security. Jadi harus konsisten,' ujarnya.

Terkait dengan permintaan tim penasihat hukum Amrozy, Imam Samudra dan Muklas yang menolak eksekusi itu, Hasyim menganggap sebagai hal yang lumrah. Sudah pasti semua pengacara, termasuk Tim Pembela Muslim (TPM), akan melakukan pembelaan terbaik dan maksimal bagi kliennya. Yang namanya pembela, sudah pasti membela kliennya. 'Pasti akan bertentangan dan tidak selesai-selesai kalau dituruti,' jelasnya.

Dihubungi terpisah, anggota TPM Fahmi Bahmid menyatakan pihaknya akan mendatangi Kejaksaan Agung pada Kamis (31/7) ini. upaya ini dilakukan untuk mencari kejelasan mengenai kesimpangsiuran putusan penolakan Peninjauan Kembali (PK) kliennya tersebut. 'Surat itu katanya hanya surat jawaban yang dikirim panitera MA ke PN Denpasar atas pertanyaan mengenai eksekusi klien kami itu,' tuturnya.

Jika benar isinya berupa surat-suratan panitera dengan PN, lanjutnya, berarti bukan surat putusan MA. Itu di luar konteks hukum. Yang berhak memutuskan PK itu adalah hakim agung MA melalui surat putusan. Panitera tidak punya kewenangan menyangkut putusan hukum dan eksekusi. Hingga saat ini TPM belum menerima surat putusan PK itu. 'Kami hanya ingin surat putusan itu jelas,' ungkap Fahmi. (kmb3)
source: BP
 
Peran Bahasa Inggris makin Strategis

Kendati bahasa-bahasa di Asia seperti Mandarin dan Jepang telah mulai mendunia, tetapi untuk komunikasi antarbangsa, bahasa Inggris masih diperlukan di Asia. Untuk itu, pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi merupakan sesuatu yang mutlak.

Demikian mengemuka dalam Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Inggris se-Asia ke-6 (The 6 th Asia TEFL International Conference) di Sanur Paradize Plaza Hotel, Jumat (1/8) kemarin. Kegiatan yang dibuka Sekjen Kemenko Kesra Susilo Indrayono ini dihadiri oleh ratusan peserta dari sekitar 40 negara, termasuk para pakar bahasa.

Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Presiden TEFLIN Prof. Dr. Suwarsih Madya, Ph.D. mengungkapkan, Konferensi ini antara lain membahas dampak globalisasi Asia pada ragam bahasa Inggris dan tes profisiensi terkait. Juga menyangkut konsep yang berkenaan dengan proses globalisasi Asia dengan kemungkinan terjadinya benturan budaya.

Sejumlah pembicara internasional dijadwalkan hadir dalam konferensi yang berlangsung sampai Sabtu (2/8) ini. Pembicara itu di antaranya Karen Konneth dari Amerika Serikat, Jack Ricard dari Australia, Thomas Farrell dari Kanada dan Melani Budianta dari Indonesia dan Jeremy Harmer dari Inggris.

Yang menarik, serangkaian dengan konferensi ini digelar pula pameran buku Indonesia khususnya tentang pembelajaran Bahasa Inggris. Juga diskusi yang menampilkan ratusan pembicara dari 33 negara. Selain itu, Asia TEFL menyediakan travel grant bagi 30 peneliti terbaik dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris masing-masing 300 dolar AS. (056)
source: BP
 
Konsep Meditasi dalam Tari Mahapuja

KEGELISAHAN Desak Wedanaasih terhadap perkembangan seni tari yang lebih banyak mementingkan suasana ingar bingar dan irama tari yang cepat mengetuk hatinya untuk menciptakan tari Mahapuja. Ciptaannya ini mengedepankan suasana pelan dengan irama musik yang mendayu. Kesederhanaan menjadi fokus dalam garapan seni ini, baik dalam gerak tarinya ataupun pada irama musiknya.

"Saya ingin membuat tari yang mengedepankan konsep meditasi, sehingga penonton bisa menikmati lebih konsentrasi dan dimaknai lebih ke dalam," kata alumnus STSI Denpasar ini. Mahapuja, menurut Wedanaasih, digarap sebagai tarian doa yang ditampilkan di awal acara sebagai ungkapan puji syukur ke hadapan sang Pencipta atas segala berkahNya.

"Gerak, kostum, iringan dan sinopsis yang diangkat sifatnya mengglobal, bukan mendominasi pada satu seni tradisi yang ada. Ada paduan gerak modern, yoga dan gerak mudra yang memiliki arti dan makna tertentu," papar ibu dua anak kelahiran Nusa Penida, 2 Juli 1967, yang sudah mengumpulkan puluhan piagam penata tari, kostum dan tata rias ini.

Pendukung tari ini sembilan wanita yang melambangkan sembilan arah mata angin. Kostum dominan berwarna hijau dan oranye. Hijau sebagai warna alam dan oranye merupakan warna suci kedamaian. Iringan musiknya bernuansa spiritual, menggunakan gamelan semarandana tujuh nada yang mendekati nada diatonis. Penggarap iringannya dipercayakan kepada I Ketut Lanus, suami Wedanaasih.

Wedanaasih yakin, tari ini bisa dipentaskan untuk berbagai acara.
Misalnya, di situ bisa dimasukkan lagu-lagu rohani agama lain semisal Kristen atau Islam. Tari ini beberapa kali dipentaskan, termasuk pada acara reuni Teater Mini Badung di Balai Budaya, Gianyar, baru-baru ini. "Kami ingin masukan dari berbagai kalangan sehingga tari Mahapuja ini betul-betul bisa mengglobal," harap Wedanaasih. *budarsana
source: BP
 
Dekatkan Remaja pada Sastra lewat Musik

Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Remaja se-BaliDenpasar (Bali Post)
Untuk memotivasi kreativitas remaja terutama di bidang kesusastraan, Balai Bahasa Denpasar bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post dan Bali TV, Senin (4/8) kemarin, menggelar 'Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Remaja se-Bali 2008'.

Bertempat di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, acara yang berlangsung hingga Selasa (5/8) hari ini, diikuti 16 kelompok remaja berusia sekitar 13-19 tahun. Senin kemarin tampil tujuh grup peserta, sisanya tampil Selasa hari ini.

Kepala Balai Bahasa Denpasar, Drs. C. Ruddyanto, M.A. mengatakan minat remaja untuk terjun ke dunia sastra sebenarnya sangat besar, namun untuk itu diperlukan fasilitasi yang tepat agar karya sastra tersebut bisa lebih diterima dan dimengerti remaja.

'Musik adalah media yang tepat untuk dipakai memfasilitasi pengenalan karya sastra pada remaja mengingat musik sangat dekat dengan kaum muda. Kalau kita tidak terlalu ketat mendefinisikan bahwa karya sastra haruslah karya yang serius, maka minat remaja akan semakin besar untuk menerjuni dunia sastra. Dalam perjalanan waktu, mereka sendiri akan bisa menghasilkan karya sastra yang sesungguhnya,' ujar Ruddyanto.

Ditambahkannya, jika tidak ada aral melintang, pemenang 'Festival Musikalisasi Puisi Remaja se-Bali 2008' ini akan diikutsertakan pada perlombaan ke tingkat nasional pada Oktober mendatang.

Para peserta festival ini membawakan dua buah puisi yaitu puisi karya Chairil Anwar 'Doa' yang menjadi puisi wajib dan satu puisi pilihan. Ada 10 puisi karya sastrawan Bali yang menjadi pilihan, yaitu 'Wana Kota' (karya Bawa Samar Gantang), 'Lelampahan' (Made Taro), 'Engsap' (Ki Dusun), 'Idup lan Mati' (Sanggra), 'Peteng' (Tusti Eddy), 'Tuah' (Nyoman Manda), 'Patut' (Rida), 'Lawat' (Pawanasutha), 'Barong Somi' (Adi Putra) dan 'Gending Buung' (Tatukung).

Pemenang sendiri akan ditentukan lewat sistem gugur. Nilai terbesar dari dewan juri menentukan pemenang yang akan diumumkan pada akhir lomba hari ini. Dewan juri terdiri atas Kadek Suardana, Gus Martin, dan Rahtut -- salah satu dari personel grup XXX. Secara sepintas, Gus Martin memberi kesan, kualitas peserta pada lomba kali ini agak kurang menggembirakan. Pada sebagian peserta yang sudah tampil Senin kemarin, katanya, sedikit yang tampil dengan kualitas memadai.

'Agak berbeda dengan tahun-tahun terdahulu. Kali ini, kelemahan utama peserta terletak pada melesetnya tafsir mereka atas puisi yang dibawakan. Mereka rata-rata terjerumus hanya menyanyi sebagaimana umumnya, tidak ada pendalaman, tidak memberi jiwa pada puisi yang dibawakan,' ujar Gus Martin yang sudah beberapa kali menjadi juri lomba sejenis ini. (kmb24)
 
Ruwatan Wayang Purwo

Penyucian Diri Peninggalan Jawa Kuno

FILOSOFI masyarakat Jawa kuno menyebutkan manusia lahir membawa berbagai kekotoran yang melekat secara lahir dan batin. Kekotoran ini yang membuat manusia menemui penderitaan dalam hidupnya. Banyak yang percaya, kekotoran ini sangat berpengaruh dalam proses kehidupan seseorang. Secara lahir, kekotoran manusia diwujudkan banyaknya penyakit yang menggerogoti badan kasar. Sedang batiniah, kekotoran ini terlihat dari penderitaan dan kesengsaraan dalam hidup.

Meski kekotoran ini adalah pembawaan sejak lahir, masyarakat Jawa Kuno yang menganut filosofi kejawen yang identik dengan ajaran Hindu Kuno meyakini segala kekotoran yang melekat itu bisa dihilangkan. Bahkan, masyarakat Jawa percaya kekotoran bisa dijadikan tonggak menuju kehidupan yang lebih baik dan bebas dari segala malapetaka. Mereka juga percaya ada ritual khusus yang mampu membersihkan segala kekotoran tersebut.

Dari keyakinan itulah muncul ritual ruwatan wayang purwo. Ritual ini menjadi salah satu prosesi raja sebelum naik tahta. Tradisi ini juga berlangsung turun temurun di kalangan keturunan raja.

Seiring perkembangan zaman, ritual ruwatan menjadi tradisi yang wajib dilakukan bagi masyarakat Jawa. Ruwatan wayang purwo berasal dari tiga suku kata. Ruwatan artinya ruwat atau penyucian. Wayang adalah simbol yang mengisahkan perjalanan hidup manusia. Sedang Purwo diartikan sebagai bumi Jawa. Ruwatan wayang purwo berarti proses penyucian diri melalui tradisi wayang peninggalan tanah Jawa.

Dilihat dari artinya, ruwatan mengandung makna mendalam. Intinya, ritual ini bertujuan membersihkan segala kekotoran lahir batin yang dibawa manusia sejak lahir. Selanjutnya, manusia akan dijauhkan dari nasib sial dan segala bahaya yang sudah digariskan. 'Dalam bahasa Jawa kuno ritual ini dikenal dengan murwa kala yakni membersihkan segala sengkala atau pengaruh buruk,' kata Ki Sarjono, dalang senior asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam filosofi Jawa dikenal dua proses penyucian. Secara agama dan tradisi adat. Secara adat ini masyarakat Jawa diwajibkan menggelar ruwatan melalui wayang purwo. Ritual ini dipimpin oleh seorang dalang sebagai simbol dan perwakilan dari orang suci. Acaranya diawali dengan pementasan wayang kulit Jawa mengisahkan lahirnya batara kala simbol raksasa dan kejahatan. Lalu, murwo kolo atau menghilangkan pengaruh buruk. Prosesi ini adalah ritual inti. Peserta akan bersimpuh di hadapan dalang dan meminta berkah keselamatan yang disimbulkan pemotongan rambut. Ini sebagai tanda hilangnya pengaruh buruk.

Selama ritual sesajen dan ubo rampe yang digunakan seluruhnya murni budaya Jawa. Isinya, tirta sembilan mata air, berbagai peralatan dapur dan sesajen lainnya. Seluruh perlengkapan ini sebagai saksi dari kegiatan ritual. Acara diakhiri dengan pelarungan sesaji dan potongan rambut ke laut. Ini simbol hilangnya pengaruh buruk yang dibawa sejak lahir.

Idealnya ada lima jenis kelahiran yang wajib menjalani ruwatan. Masing-masing, putra semata wayang (ontang-anting), dua putra (uger-uger lawang), dua putri (uger-uger lawang), satu putri diapit dua putra (sendang kapit pancuran) atau sebaliknya, lima putra (pendowo limo) dan lima putri (pendowo ngayuni). 'Mereka yang lahir seperti ini harus diruwat dalam hidupnya. Jika tidak akan menanggung beban bahaya dalam hidupnya,' tutur Ki Sarjono. Ruwatan tidak mengenal batasan umur dan status sosial. Artinya, kalangan apapun wajib dan diperbolehkan mengikuti ritual kuno ini. Mereka yang mengikuti ruwatan akan dibebaskan dari sengkala atau mara bahaya yang dibawa sejak lahir. Ritual ini secara Hindu dikenal sebagai proses prayascita atau penyucian.

Terkait dengan upacara ruwatan ini, Radio Fajar Banyuwangi yang juga merupakan media kelompok media Bali Post, akan menggelar acara serupa di Gedung Pers Bali Ketut Nadha. Acaranya akan berlangsung Sabtu (9/8) mulai pukul 19.00-24.00 wita. (udi)
source: BP
 
Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Remaja Se-Bali

Teater Angin Rebut Posisi Pertama

Teater Angin dari SMA 1 Denpasar akhirnya berhak mendapat gelar juara pertama dalam Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Remaja se-Bali 2008 yang dilaksanakan dari Senin (4/8) hingga Selasa (5/8) kemarin di Wantilan Gedung Pers K. Nadha.

Acara yang berlangsung atas kerja sama Balai Bahasa Denpasar, Kelompok Media Bali Post dan Bali TV ini juga menentukan Teater Tiga SMA 3 Denpasar sebagai juara II dan Teater Wong Kutus dari SMA 8 Denpasar sebagai juara III. Sementara itu, juara harapan I, II, dan III masing-masing direbut oleh Teater Blabar SMA 4 Denpasar, Teater Antariksa SMA 7 Denpasar dan Teater Galang Kangin SMA 4 Singaraja.

Selain berhak mendapatkan penghargaan, piala dan uang tunai, Teater Angin sebagai juara I juga berhak mewakili Bali ke perlombaan tingkat Nasional. 'Jika tidak ada halangan, juara I akan mewakili Bali dalam festival musikalisasi puisi tingkat remaja nasional pada bulan Oktober mendatang,' ujar Ketua Panitia Dra. Ni Wayan Aryani, M.Hum. kepada Bali Post, Selasa (5/8) kemarin.

Kategori juara, menurut Aryani, dinilai berdasarkan kemampuan peserta untuk menuangkan ekspresi puisi ke dalam musik. 'Mereka dinilai dari seberapa dalam menyampaikan dan mengekspresikan puisi lewat musik. Selain itu juga dinilai perpaduan dan penjiwaan puisi ke dalam musik,' ujar Aryani.

Seperti yang dikatakan Kepala Balai Bahasa Denpasar Drs. C. Ruddyanto, M.A. saat membuka acara, para peserta harus dapat menggabungkan dua bahasa dalam perlombaan tersebut yaitu bahasa yang konvensional atau bahasa yang hanya dapat dimengerti oleh beberapa orang saja dan bahasa universal atau bahasa yang dapat dipahami oleh semua orang.

'Jadi bagaimana mereka bisa mengartikan puisi yang memakai bahasa konvensional lewat musik yang merupakan media universal,' ujar Ruddyanto. Para peserta diharapkan mencoba menafsirkan karya sastra tersebut lewat musik sehingga dapat dimengerti semua orang.

Harapan ke depan, kegiatan Festival Musikalisasi Tingkat Remaja se-Bali ini dapat dilaksanakan setiap tahun. 'Apalagi setiap tahun akan diadakan lomba tingkat nasional, jadi berharap sekali perlombaan serupa di Propinsi Bali dapat dilakukan setiap tahun,' ujar Aryani.

Beberapa Kelemahan

Para peserta festival ini membawakan dua buah puisi yaitu puisi karya Chairil Anwar 'Doa' yang menjadi puisi wajib dan satu puisi pilihan. Ada 10 puisi karya sastrawan Bali yang menjadi pilihan, yaitu 'Wana Kota' (karya Bawa Samar Gantang), 'Lelampahan' (Made Taro), 'Engsap' (Ki Dusun), 'Idup lan Mati' (Sanggra), 'Peteng' (Tusti Eddy), 'Tuah' (Nyoman Manda), 'Patut' (Rida), 'Lawat' (Pawanasutha), 'Barong Somi' (Adi Putra) dan 'Gending Buung' (Tatukung).

Pemenang sendiri ditentukan lewat sistem gugur. Nilai terbesar dari dewan juri menentukan pemenang yang akan diumumkan pada akhir lomba. Dewan juri terdiri atas Kadek Suardana, Gus Martin, dan Rahtut -- salah satu dari personel grup XXX. Menjelang pengumuman juara, para juri sempat menyampaikan beberapa poin kesan atas penilaian mereka terhadap para peserta secara umum.

Disebutkan, kelemahan hampir semua peserta terletak pada upaya kolaborasi yang tidak pas. Dalam upaya mengolaborasikan antara puisi dan musik, puisi lebih cenderung diabaikan atau dikalahkan. Pengabaian ini juga terjadi pada pemilihan nada untuk suatu tema puisi. 'Beberapa peserta juga mengabaikan penampilan mereka. Ini kan pertunjukan, mereka kok tampil seadanya,' ujar Kadek Suardana. (kmb24/016)


Peserta Festival
* Sanggar Kirana SMA 6 Denpasar
* Teater Tiga SMA 3 Denpasar
* Teater Trisma SMA 3 Denpasar
* Teater Autentik SMPK Santo Yoseph Dps.
* Teater Blabar SMA 4 Denpasar
* Teater Topeng SMA 2 Denpasar
* Teater Antariksa SMA 7 Denpasar
* Teater Angin SMA 1 Denpasar
* Teater Wong Kutus SMA 8 Denpasar
* SMP 1 Melaya Jembrana
* Teater Galang Kangin SMA 4 Singaraja
* Komunitas Fajar
* Sanggar Sastra Remaja Tabanan

source: BP
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.