• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

IF Bali

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Sendratari Ramayana Bali Ditunggu India

SEBUAH tim kesenian Bali membawa nama Indonesia dalam Festival Ramayana Internasional di India pada 6-12 Juni ini. Di India, 20 seniman tari dan karawitan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ISI Denpasar akan menampilkan Sendratari Ramayana. Tujuh negara -- Kamboja, Indonesia, Srilanka, Thailand, Laos, Malaysia, Indonesia, dan tuan rumah India akan tampil menyajikan seni pertunjukan yang bersumber dari epos Ramayana nan masyur itu. "Wawasan para seniman yang akan berinteraksi dalam festival yang berlangsung di Madya Paradesh sudah tentu akan bertambah," ujar Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA.

Diundangnya para seniman Bali dalam festival bergengsi itu tentu dilandasi alasan yang kuat. Seperti halnya di tanah leluhur kelahiran cerita karangan Walmiki itu, di Bali kisah Rama sebagai titisan Dewa Wisnu memerangi kezaliman Rahwana begitu kuat mengakar. Eksistensinya dalam bentuk puisi dikumandangkan dan diresapi dalam kumandang pesantian. Lakon-lakon heroik dan sarat moral divisualisasikan dalam karya seni lukis dan seni patung. Tokoh-tokohnya seperti Rama, Sita, Anoman misalnya diidolakan sebagai teladan, bukan saja oleh penganut Hindu namun masyarakat pada umumnya.

Transformasi cerita Ramayana amat mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali adalah lewat seni pertunjukan. Beberapa seni pertunjukan Bali berangkat dari sumber lakon yang terdiri dari tujuh kanda itu. Bahkan ada kesenian Bali yang identik dengan Ramayana yaitu drama tari Wayang Wong yang kini masih dapat dijumpai di Desa Tejakula (Buleleng), Sebatu, Mas, dan Batuan (Gianyar). Selain Wayang Wong, wayang kulit juga ada yang khusus memainkan cerita Ramayana yang lazim disebut Wayang Ramayana.

Cak atau Kecak, kendati sejatinya dapat membawakan berbagai lakon, namun dengan cerita Ramayana, seni pertunjukan ini menjadi seni pentas turistik yang banyak disaksikan para pelancong. Ketika dipisahkan menjadi seni profan oleh pelukis asal Jerman, Walter Spies dan penari Baris Desa Bedulu, Gianyar, I Wayan Limbak pada tahun 1930-an, Cak mengawali debutnya dengan lakon "Karebut Kumbakarna" yang mengisahkan pertempuran heroik raksasa Kumbakarna dalam membela rakyat dan negerinya, Alengka, dari gempuran dahsyat Rama dan tentera keranya. Dalam perkembangannya, pada 1970-an, Cak Bona, Gianyar, menyajikan cerita Ramayana yang kental dipengaruhi Sendratari Ramayana Kokar Bali dan ASTI Denpasar yang sedang populer saat itu.



Menarik Perhatian

Dari sekian jenis pertunjukan Bali yang berangkat dari cerita Ramayana, Sendratari Ramayana yang muncul 1965 adalah seni pentas yang mampu menarik perhatian penonton begitu luas. Sendratari ini pada awalnya digarap untuk perayaan ulang tahun ke-5 Kokar Bali. Tak dinyana, seni pentas ciptaan seniman karawitan dan tari I Wayan Beratha ini disambut antusias masyarakat. Sejak itu siswa Kokar Bali dan kemudian mahasiswa ASTI (kini ISI) Denpasar sering diundang pentas hampir ke berbagai penjuru Bali, menuturkan cerita Ramayana dalam untaian tari dalam paduan iringan karawitan disertai kisahan dalang. Para penari utamanya menjadi bintang-bintang yang dikagumi penonton.

Ketika Pesta Kesenian Bali (PKB) mulai digelindingkan sejak 1979, pertunjukan Sendratari Ramayana dalam bentuk kolosal makin fenomenal. Kokar Bali (kini SMK Negeri Sukawati) dan ASTI/STSI Denpasar yang menjadi pelaku utama sendratari itu meraup perhatian khusus masyarakat. Kreasi dan inovasinya dalam penggarapan cerita Ramayana digandrungi penonton PKB. Pementasannya di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali dipadati ribuan penonton.

Sendratari sebagai sebuah konsep artistik pertunjukan yang berorientasi dari cerita Ramayana juga mengemuka di Yogyakarta. Bertempat di pelataran Candi Prambanan, sejak 1961 telah juga dipentaskan Sendratari Ramayana yang dibawakan oleh ratusan penari. Namun jika sendratari gaya Jawa itu kelahirannya dilatarbelakangi sebagai tontonan wisatawan, sedangkan keberadaan sendratari di Bali menjadi presentasi estetik untuk masyarakat Bali sendiri. Sendratari Ramayana gaya Bali yang diciptakan Wayan Beratha tersebut menjadi tonggak penting perkembangan sendratari-sendratari berikutnya dengan sumber lakon yang beragam seperti Mahabharata, babad, legenda dan sebagainya.

Cerita Ramayana dalam bentuk sendratari "klasik" itulah yang ditampilkan oleh para seniman Bali pada awal Juni ini di tanah Ramayana, India. Sendratari Ramayana yang berdurasi hampir satu jam itu berawal dari pengembaraan Rama, Sita, dan Laksmana di hutan Nandaka. Setelah penculikan Sita oleh Rahwana, kera putih Anoman diutus Rama menjadi duta mengultimatum Rahwana agar mengembalikan Sita. Karena Rahwana bersikukuh ingin memperistri Sita, perang pun meletus yang berakhir dengan matinya raja Alengka itu. Sita pun kembali ke pelukan Rama.

Tim kesenian yang dipimpin Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, Ketut Sariada, SST, ini diperkuat oleh penari dan penabuh yang memang seniman-seniman sendratari. Selain Ketut Sariada (Rama), Sendratari Ramayana yang ditampilkan di forum internasional itu di antaranya didukung Cokorda Raka Tisnu (Rahwana), Ida Ayu Wimba Ruspawati (Kidang), dan I Gusti Lanang Ardika (Marica).

* kadek suartaya
source: BP
 
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Bali Perlu Perbanyak 'Event' Berskala Internasional

Bali sebagai daerah tujuan utama kunjungan wisman diprediksi akan mampu mencapai target yang diharapkan. Hal itu terlihat dari rata-rata kunjungan wisman ke Bali tahun ini yang menunjukkan peningkatan sangat signifikan di atas 20 persen. 'Kalau mengacu target, kita optimis Bali bisa mencapainya,' ungkap General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Drs. Nyoman Suwetja Putra saat membuka Penyuluhan Peningkatan Mutu Pelayanan di Bandara, Senin (9/6) kemarin di Gedung Wisti Sabha.

Penyuluhan peningkatan mutu pelayanan tersebut diikuti unsur front liner mitra kerja dan mitra usaha yang berada di lingkup bandara. Tampil sebagai pembicara pada acara tersebut staf ahli Menbudpar Thamrin B Bachri, Widyaiswara Utama Kementerian Budpar Dr. Acep Hidayat, M.M. dan mantan Menbudpar Drs. Gde Ardika serta Ranendra Dangin yang juga Direktur Personalia dan Umum AP I.

Dikatakan Suwetja Putra, penyuluhan tersebut sangat penting dalam upaya peningkatan pelayanan bagi wisatawan yang datang. Sementara itu, staf ahli Menbudpar Thamrin B. Bachri selaku salah satu pembicara dalam penyuluhan tersebut mengatakan aspek pelayanan menjadi salah satu kunci utama dalam pariwisata. 'Turis sangat mendambakan pelayanan yang baik ketika berada di daerah tujuan wisatanya,' ujarnya.

Dijelaskan, masalah keamanan sampai saat ini masih menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian. Karena itu Bali harus mampu terus mempertahankan faktor keamanannya. Dalam kasus bom Bali terbukti kunjungan turis merosot karena terganggunya keamanan.

Thamrin menambahkan, Bali masih tetap memikat bagi turis dunia. Untuk bisa meningkatkan kunjungan turis ini ke Bali dan Indonesia umumnya, maka sapta pesona harus betul-betul bisa dilaksanakan. Ditanya target kunjungan turis ke Indonesia terkait Visit Indonesia Year 2008 sebanyak 7 juta wisatawan, ia mengatakan opitimis bisa dicapai.

Menurut Dr. Acep Hidayat, M.M., inovasi dan kreativitas untuk mendatangkan turis harus dilakukan agar mereka tak jenuh dengan objek yang ada. Meski demikian, dalam pengembangan inovasi tersebut hendaknya tidak sampai dipaksakan, terutama menyangkut fisik. 'Bali ini kan kecil,' jelasnya. Bali bisa mendatangkan turis lebih banyak lagi dengan mengemas event yang bisa melibatkan dunia luar termasuk MICE. Penyelenggaraan event internasional tersebut selama ini terbukti mampu mendatangkan turis dalam jumlah cukup besar. (031/*)
source: BP
 
Bali Memerlukan Terobosan Infrastruktur Atasi Kemacetan

Tawaran investasi pembangunan jalan layang di Tanjung Benoa-Nusa Dua sudah saatnya direspons secara arif. Pemprop Bali harus berpikir realistis mengantisipasi kepadatan arus Nusa Dua yang belakangan sering mendapat protes dari kalangan wisatawan.

Demikian dilontarkan Ketua Umum HPI Pusat Drs. I Nyoman Kandia dan pengamat lingkungan Drs. KG Dharmaputra, M.Sc., Selasa (10/6) kemarin. Kandia menilai tawaran konsersium Malaysia ini layak dijajaki dengan tetap memperhatikan aspek-aspek sosio-kultural Bali. 'Bali memerlukan terobosan cerdas mengantisipasi kemacetan jalur lalu lintas menuju Nusa Dua. Kini banyak wisatawan malas ke kawasan ini karena jarak tempuhnya mencapai satu jam dari Denpasar dari rata-rata normal hanya 20 menit,' ujarnya.

Kandia juga mengatakan alternatif ini layak dilirik dibandingkan Pemprop Bali harus membebaskan lahan-lahan publik untuk membuka jalur alternatif. 'Ada kecenderungan Pemprop Bali tak becus mengawasi jalur-jalur yang baru dibuka. Buktinya Jalan Prof. I.B. Mantra, tata ruangnya kini amburadul,' kritiknya.

KG Dharmaputra juga mengaku menyambut baik tawaran dari Malaysia ini. Menurutnya, yang diperlukan Bali saat ini adalah membangun infrastruktur untuk kepentingan publik dalam mengantisipasi masalah sosial. Setidaknya, kata dia, Bali memerlukan infrastruktur seperti waduk, pengolahan limbah, termasuk sarana transportasi publik. 'Selain itu, Bali memerlukan pelabuhan laut yang bersih serta tempat-tempat pelayanan umum yang nyaman,' ujarnya.

Dharmaputra mengatakan khusus untuk jalan layang di Teluk Benoa sebagai langkah antisipasi yang mendesak diwujudkan untuk mengurai kemacetan menuju Nusa Dua. Menurutnya, alternatif yang lebih murah untuk diwujudkan, kata dia, adalah membangun jalur dari Nusa Dua ke Pelabuhan Benoa. 'Ada banyak hal yang harus disikapi secara arif dan realistis untuk mengurai berbagai dampak sosial akibat kemacetan di jalur Denpasar - Nusa Dua,' ujarnya.

Tawaran investasi konsorsium Malaysia ini dipaparkan di hadapan Gubernur Bali oleh Datuk Khalid. Selain tawaran investasi jalan tol sepanjang 7,5 km Denpasar - Nusa Dua, mereka juga menawarkan pembangunan jalan layang di dua tempat. Total dana yang diperlukan untuk investasi ini mencapai Rp 4 trilyun. (044)
source: BP
 
3.000 Seniman Terlibat dalam Pawai PKB Ke-30

Setidaknya 3.000 seniman akan terlibat dalam pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30, Sabtu (14/6) mendatang di Renon.
Jumlah itu bertambah dari tahun lalu, yang hanya sekitar 2.500 seniman. Partisipan asing yang ikut memeriahkan pawai PKB hanyalah Jeju, Korea Selatan. Demikian dikatakan Kadis Kebudayaan Bali Nyoman Nikanaya dan Kasubdis Kesenian Made Santha, Rabu (11/6) kemarin.

Pawai PKB kali ini akan lebih menonjolkan kekhasan kesenian masing-masing daerah, baik yang tradisi maupun pengembangan. Dalam pawai kali ini masyarakat akan dapat menyaksikan berbagai garapan kesenian yang menjabarkan konsep Tri Hita Karana, sesuai dengan temanya 'Prakampitaning Pretiwi Mandala'--Gempita Tanah Air yakni semarak yang harmonis, sesuai dengan nilai-nilai Tri Hita Karana.

Tiap peserta dari kabupaten/kota akan mencoba menampilkan garapan seni yang menggambarkan hubungan harmonis dengan Sang Pencipta--Ida Sang Hyang Widhi Wasa, hubungan harmonis dengan sesama dan hubungan selaras dengan lingkungan alam. Karena itu di masing-masing kabupaten/kota dibentuk tiga 'Pasukan' 30, 50 dan 100. Pasukan 30 orang, menggarap seni yang menggambarkan aspek parahyangan. Pasukan 50 orang menampilkan seni yang menggambarkan aspek pawongan dan Pasukan 100 menonjolkan aspek palemahan. 'Angka 30, 50 dan 100 itu mencerminkan makna momen penting pada pelaksanaan PKB kali ini. Angka 30 mencerminkan PKB ke-30, 50 mencerminkan HUT Pemprop Bali ke-50 dan 100 merupakan seabad Kebangkitan Nasional. Karena itu dalam penggarapan seni yang menjabarkan konsep Tri Hita Karana, dibentuklah pasukan-pasukan itu.

Dalam pawai kali ini para peserta tidak melakukan display, kecuali ISI Denpasar.

ISI Denpasar seperti biasa berada pada urutan pertama dengan menampilkan garapan Siwa Nata Raja--lambang PKB--dengan iringan Adi Merdangga dan dimeriahkan kober-kober Nawasanga. Seniman dari ISI akan melakukan display 5 menit di depan panggung kehormatan. Pawai PKB ke-30 menurut rencana dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan disaksikan beberapa menteri. (08)
source: BP
 
Festival Nasional Tari Tradisional

Bali Terbaik, Boyong Tiga Piala

Penampilan wakil Bali dalam Festival Nasional Tari Tradisional Nusantara, 4-8 Juni 2008 lalu di Balai Sidang Senayan, Jakarta, mencapai hasil maksimal.
Dalam festival yang diikuti 30 propinsi di Indonesia itu, Bali yang diwakili Dinas Kebudayaan Propinsi Bali mampu memboyong tiga piala dan penghargaan sekaligus -- sebagai penyaji terbaik, penata tari terbaik atas nama Ida Ayu Made Diastini, SST. dan penata musik terbaik atas nama I Ketut Budiana, S.Sn.

Kepala Dinas Kebudayaan Bali Nyoman Nikanaya, Kamis (12/6) kemarin mengatakan, dalam festival serangkaian Pekan Produk Budaya tersebut, Bali membawakan garapan tari berjudul 'Somya' yang penata tarinya Ida Ayu Made Diastini dan penata tabuh atau musiknya Ketut Budiana. Garapan tari yang diiringi gamelan semarandana itu dinilai oleh tim juri sebagai garapan terbaik, sehingga mampu mengungguli 32 peserta dari propinsi yang lain.

'Ini prestasi yang cukup gemilang. Mudah-mudahan prestasi ini mampu menjadi cambuk bagi Bali dalam mengikuti event yang lain,' kata Nikanaya. Tarian ini diperkuat enam penari dan diiringi gamelan semarandana oleh Sanggar Semarandana Banjar Gambang Munggu, Mengwi, Badung pimpinan I Gede Putu Sunarta. Piala dan trofi yang diraih Bali itu diserahkan Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan pada acara penutupan Pekan Produk Budaya.

Tari 'Somya' yang berdurasi sekitar 15 menit itu menggambarkan perubahan dari sifat-sifat adharma (buruk) menjadi dharma (baik). Sifat-sifat buruk dalam diri manusia, yang sering disebut sadripu (enam musuh dalam diri) harus dihilangkan, sehingga mencapai kebahagiaan dalam mengarungi kehidupan. Enam musuh (sadripu) itu digambarkan dalam enam gigi depan manusia. Dalam prosesi potong gigi, keenam gigi itu diratakan, di samping agar tampak indah atau cantik, juga sifat-sifat buruk manusia bisa di-somya atau dinetralisasi menjadi baik.

'Manusia memiliki tiga budi yaitu budi rajas, budi tamas dan budi satwam. Budi rajas dan budi tamas yang dianggap sebagai sifat-sifat kebinatangan mesti dihilangkan agar tidak menguasai diri manusia. Perubahan sifat buruk menjadi baik yang diangkat dari budaya Bali potong gigi itu kami coba tampilkan dalam bentuk garapan tari ini,' ujar Ida Ayu Diastini, sang penata tari tersebut. (08)
source: BP
 
Seni Budaya, Alat Sejahterakan Masyarakat

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, S.E. membuka Kongres Kebudayaan Bali (KKB) I di Inna Grand Bali Beach, Sabtu (14/6) kemarin. Pada kesempatan itu, pejabat negara asal Desa Batur, Kintamani, tersebut menegaskan bahwa keragaman khasanah seni budaya Bali memiliki posisi strategis dalam mensejahterakan masyarakatnya.

Supaya seni budaya itu bisa berfungsi sebagai alat untuk mensejahterakan masyarakat, tentu saja harus diawali dengan meningkatkan penghargaan dan kesejahteraan para seniman/budayawan.

"Tidak ada gunanya kesenian itu maju, kalau rakyatnya tidak sejahtera dan senimannya hidup melarat," kata Jero Wacik.

Menurut Jero Wacik, orang-orang yang terjun di dunia seni dan terbukti mampu menghasilkan karya-karya bermutu yang dikagumi oleh dunia berhak untuk sejahtera. Makna kesejahteraan di sini, tegasnya, tidak hanya sebatas kesejahteraan batin lantaran karya-karya seniman itu diadopsi oleh orang lain. Tapi, juga sangat perlu kesejahteraan lahiriah.

"Jadi, kehidupan seniman itu harus layak dan kesehatannya juga harus baik. Pokoknya, seniman harus terurus dengan baik. Itulah tugas pemerintah. Melalui Kongres Kebudayaan Bali I ini, kita semua wajib meningkatkan penghargaan terhadap para seniman. Jangan lagi ada seniman mau menari masih naik truk. Itu kurang menghormati seniman namanya dan saya sangat sesalkan itu," katanya mengkritisi.

Menyikapi tuntutan seniman agar diberikan pembagian Pajak Hotel dan Restoran (PHR) yang jelas lantaran pihaknya juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendongkrak kepariwisataan Bali, Jero Wacik buru-buru menjawab bahwa PHR tak bisa diatur seperti itu. Namun dia meminta agar seniman yang karya-karyanya bagus diberikan kompensasi yang baik.

Ketika terus didesak wartawan kenapa PHR tidak bisa diberikan secara langsung kepada seniman, Jero Wacik hanya menjawab singkat. "Kalau itu kan masuk ke pajak. Jadi, pemerintah yang ngatur itu. Pemda yang ngatur itu. Silakan diatur Pemda," kilahnya.

Pendekatan Budaya
Gubernur Bali Dewa Made Beratha dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Drs. I Nyoman Yasa, M.Si. mengharapkan KKB I ini mampu menumbuhkan suatu model pendekatan budaya untuk mewujudkan kedamaian dunia.

Dalam perspektif waktu, kata dia, puncak-puncak kebudayaan Bali telah berkembang dan beralkulturasi dengan budaya dan agama Hindu yang bersinergi membentuk kebudayaan Bali yang menjadi jati diri orang Bali. Dalam perjalanan sejarah yang panjang, sinergi budaya dan agama Hindu telah melahirkan dan menumbuhkembangkan konsep-konsep kearifan lokal Bali seperti Tri Hita Karana, paras-paros sarpanaya, manyama braya, sagilik-saguluk dan sebagainya.

"Kearifan lokal ini telah terbukti mampu dan teruji menciptakan keharmonisan dan keseimbangan hidup di kalangan masyarakat Bali dalam bingkai NKRI. Dalam kongres ini, saya berharap kearifan lokal yang diwarisi masyarakat Bali itu dapat memberikan inspirasi untuk mewujudkan kedamaian dunia sebagai suatu model pendekatan alternatif yang mengedepankan soft power dibandingkan dengan pendekatan hard power seperti perang dan agresi," katanya.

Dewa Beratha berharap, KKB I ini sebagai forum fungsional tempat berkumpulnya para cendekiawan, budayawan dan seniman dapat menemukan solusi terbaik untuk mempertahankan dan merevitalisasi jati diri masyarakat Bali dengan kemampuan adaptif dan akulturasi budaya serta kesatuan sosial.
(kmb13)
source: BP
 
Kongres Kebudayaan Bali Hasilkan Deklarasi Kebudayaan

Kongres Kebudayaan Bali I yang berakhir Senin (16/6) kemarin menghasilkan rumusan, strategi dan deklarasi kebudayaan. Rumusan yang dihasilkan di antaranya manusia Bali sedang mengalami kegamangan identitas sebagai akibat dari penetrasi budaya global yang cenderung menggeser poros spiritual dan sosial budaya Bali. Hal ini mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. Karena itu, dirasa perlu penguatan identitas.

Manusia Bali memiliki identitas budaya khas yang terbangun melalui proses pembudayaan yang cukup panjang. Identitas manusia Bali salah satunya bahasa Bali. Karena itu upaya penguatan bahasa Bali melalui perencanaan matang, perluasan ranah penggunaan bahasa Bali dan peningkatan kesadaran sikap positif terhadap bahasa Bali penting dilakukan.

Bali merek dagang (Bali brand) merupakan pemikiran paradoks karena pandangan masyarakat luar terhadap merek dagang adalah semuanya bisa dijual. Agama Hindu sebagai napas atau jiwa budaya Bali, dan kesenian merupakan jati diri orang Bali tidak bisa "dijual" secara sembarangan.

Perkembangan pariwisata membawa nilai-nilai budaya baru, nilai dinamis, tetapi lebih menawarkan kepentingan pariwisata daripada kepentingan kebudayaan Bali. Hal ini menimbulkan krisis lingkungan, identitas dan krisis nilai-nilai budaya Bali.

Hak atas kekayaan intelektual (HaKI) termasuk hak cipta sangat dibutuhkan bagi pertahanan dan perlindungan legalitas terhadap warisan seni dan budaya Bali. Karena itu perlu sosialisasi HaKi dan hak cipta secara berencana, berkesinambungan dan sistematis ke masyarakat. Diperlukan kejujuran dan saling menghargai dalam melakukan aktivitas seni dan budaya, sehingga terbangun kehidupan seni dan budaya yang sehat, bebas dari upaya pemalsuan dan penyalahgunaan nilai-nilai seni dan budaya.

Prinsip keterbukaan interaksi budaya dengan kebudayaan lainnya haruslah dimaknai sebagai upaya untuk memperkokoh, memperkaya kebudayaan bangsa dan meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Diplomasi kebudayaan Bali adalah suatu upaya untuk memperjuangkan kepentingan pengembangan kebudayaan Bali di forum internasional.

Rekomendasi Kebudayaan yang dilahirkan di antaranya, pembangunan Bali yang berbudaya menegaskan dan melanjutkan komitmen pemerintah dan masyarakat Bali untuk memperkokoh identitas budaya lokal, menjunjung ideologi nasional Pancasila dan kebudayaan Indonesia, mengapresiasi keragaman budaya dan peradaban universal. Menguatkan jiwa kebudayaan Bali yang bernapaskan agama Hindu guna memantapkan spiritualitas dan nilai-nilai dasar Tri Hita Karana.

Pembangunan Bali berbudaya dan pelestarian serta pengembangan kebudayaan Bali wajib menjadi tanggung jawab bersama. (08)


Deklarasi Kebudayaan

* Sesungguhnya kebudayaan daerah, nasional dan global adalah satu eksistensi yang dijiwai bhinneka tunggal ika, satu identitas dan satu fondasi kemanusiaan yang sarat nilai historis, logika, etika, spiritualita, setetika, solidarita dan makna kehidupan.

* Pengembangan kebudayaan Bali hendaklah mampu menghormati identitas budaya dengan berbagai keragamannya, menghargai kearifan lokal, serta mengapresiasi kreativitas menuju kemajuan budaya, adab, sains, seni, harmoni dan kesejahteraan.

* Marginalisasi, hegemoni dan kepunahan kebudayaan harus dicegah. Sebaliknya potensi kekhususan, keunggulan dan keadaban harus dilestarikan dan diberdayakan untuk memuliakan kemartabatan dan kemanusiaan melalui kerja sama sinergis, serta tanggung jawab bersama, lintas daerah, lintas kelompok etnis dan lintas bangsa.

* Pendalaman kebudayaan agar mampu menggetarkan roh serta tekad baru untuk bangkit secara lokal, nasional, global dalam spirit kearifan, toleransi dan kedamaian dari Bali untuk Bali, dari Bali untuk Indonesia dan dari Bali untuk dunia.
source: BP
 
Unud Terima Muri
Pendiri Magister Anti-Aging Medicine Pertama di Dunia


Universitas Udayana (Unud) mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai lembaga pendidikan yang pertama kali mendirikan Program Studi S-2 Anti-Aging Medicine di dunia. Penghargaan itu diberikan kepada Unud sebagai lembaga yang mengelola konsentrasi tersebut, dan Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila sebagai pemrakarsa. Penghargaan itu diserahkan Manager Muri Paulus Pangka, S.H. di aula gedung PPS Unud, Rabu (18/8) kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unud Prof. Dr. dr. Made Bakta beserta PR I Prof. Komang Gde Bendesa, Direktur Program Pascasarjana Unud Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta berikut Asdir I Prof. Sutjiati Berata, para dekan dan undangan lainnya.

Pendirian Magister Anti-Aging Medicine Unud tahun 2007 lalu itu telah mendapat dukungan dari The American Academy of Anti-Aging Medicine (A4M) Amerika yang diketuai Prof. Robert Goldman dan European Society of Anti-Aging Medicine (ESAAM) Jerman yang diketuai Prof. Michael Klentze. Magister Anti-Aging Medicine Unud ini telah menerima mahasiswa dua angkatan berasal dari seluruh Indonesia.

Karena dinilai berjasa besar telah mendirikan Program Magister Anti-Aging Medicine, pada saat acara 5th Malaysian Conference on Anti-Aging Medicine di Kualalumpur, 18 Mei 2008 lalu, Prof. Wimpie Pangkahila mendapat Leadership Award dari A4M yang diserahkan langsung Prof. Robert Goldman.

Magister Anti-Aging Medicine ini didirikan agar dapat melahirkan SDM yang profesional dalam bidang antipenuaan, sehingga usia harapan hidup manusia bisa bertambah.

Dikatakannya, usia harapan hidup manusia Indonesia rata-rata 66 tahun, jauh berada di bawah Jepang, Eropa dan Amerika yang 90 tahun. Masih rendahnya usia harapan hidup, ditengarai ada yang salah dalam diri kita sehingga berpengaruh terhadap kualitas hidup. Pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mendapat pengobatan sebelum jatuh sakit merupakan upaya yang dilakukan untuk mempertahankan secara optimal kondisi tubuh dan jiwa.

Manager Muri Paulus Pangka mengatakan pemberian penghargaan ini bukan main-main. Penghargaan ini pantas diberikan kepada Unud dan Prof. Wimpie Pangkahila karena pertama kali di dunia mendirikan Program Studi Magister Anti-Aging Madicine. Penghargaan Muri yang diberikan kepada Unud ini tercatat yang ke-3.197, sejak 27 Januari 1990. Ia membantah pnghargaan Muri bisa dibeli. Muri memberikan penghargaan berdasarkan sejumlah kriteria yakni yang paling superlatif, yang pertama, unik dan langka. Unud ini mendapat penghargaan karena ide-ide brilian -- pertama kali di dunia mendirikan Magister Anti-Aging Medicine.

Rektor Unud Prof. Made Bakta dan Direktur PPS Prof. Dewa Suprapta menyambut gembira penghargaan ini. Pencapaian-pencapaian seperti ini diharapkan dapat mengibarkan 'bendera' Unud lebih tinggi lagi. Tidak hanya lahir pertama kali, prestasi-prestasi yang terhebat nantinya sangat diharapkan lahir dari Magister Anti-Aging Medicine ini. (08/*)
source: BP
 
Lagi, Pentas Seni Timur-Barat di PKB

Untuk kesekian kalinya, grup kesenian dari Amerika tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB). Kali ini, yang datang adalah grup dari Univerisity of Illinois at Urbana Champain (UIUC) di wilayah Amerika Tengah. Mereka akan tampil pada Jumat (20/6) malam ini. Dengan jumlah kru 25 orang, mereka akan menyuguhkan sebuah garapan seni pertunjukan yang mempertemukan unsur-unsur musik gamelan dan tari Bali dengan Barat.


Praktisi seni Prof. Dr. Wayan Dibia, Kamis (19/6) kemarin mengatakan, dari latihan yang mereka lakukan di markas Sanggar Cudamani di Pengosekan, Ubud, Gianyar, terlihat bahwa grup ini akan menyajikan sebuah kisah pengembaraan budaya seni yang berangkat dari budaya Timur dan Barat. Seluruh rangkaian pertunjukan akan dibuka dengan dua sajian tari Bali -- tari Sekar Taman dan Kebyar Ding -- yang kemudian dilanjutkan dengan garapan baru yang lebih bernuansa karya kolaborasi seperti tari Putri Salju dan Reng Gam Jazz.

Dengan pemain gabungan antara mahasiswa dan dosen pengajar, grup ini menawarkan sedikitnya tiga hal yang kiranya menarik disimak. Dalam sajian Kebyar Ding mereka mencoba menampilkan karya musik sesuai rasa musikalnya sebagaimana yang terekam dalam rekaman Odeon dari tahun 1928.

Sesuai penjelasan Ketut Gede Asnawa, salah seorang pengajar di UIUC ini, grup ini mencoba mempertahankan, bukan saja kalimat lagu dari Kebyar Ding, namun yang lebih penting lagi adalah rasa musikalnya dengan cara mempertahankan ornamentasi serta tempo aslinya.

Tari Putri Salju, koreografi duet, akan menampilkan sebuah dialog yang unik antara tari modern (Amerika) dengan iringan gamelan Bali (Semarandana). Dalam garapan ini terjadi kontak rasa antara komposer dan koreografer yang berlatar belakang budaya yang berbeda. Suara gamelan yang penuh getar dicoba untuk direspons dengan untaian gerak yang liar.

Satu lagi dan yang sangat unik dari program mereka adalah garapan musik orkestra baru menggunakan gamelan sebagai media ungkap. Dalam budaya gamelan Bali, pemain kajar (kempluk) biasanya bertugas sebagai pemegang tempo. Tempatnya pun di antara barisan gangsa, di samping juru ugal. Dalam garapan ini, pemain kajar ditarik ke depan (keluar dari barisan gangsa) dengan fungsi sebagai konduktor (pemberi dan pengatur aba-aba). 'Apa yang terlihat di sini adalah transformasi posisi dan fungsi instrumen dan pemain kajar dari yang sebagai pelengkap menjadi pemimpin orkestra,' ujarnya.

Walaupun sama-sama mengusung misi diplomasi budaya melalui kesenian, grup UIUC datang dengan tampilan yang berbeda dengan grup Gamelan Sekar Jaya, atau One Poeple, keduanya dari California, yang telah pernah tampil di arena PKB beberapa tahun yang lalu. Grup ini akan memainkan gamelan Bali sesuai dengan persepsi artistik dan interprertasi mereka terhadap konsep gamelan Bali. (lun)
source: BP
 
'Siwa Uma' Digelar Siang, Tetap Memukau

SANGGAR Arma Kumara Sari, Ubud, Gianyar tampil membawakan sejumlah garapan tabuh dan tari di Wantilan Taman Budaya, Kamis (19/6) pukul 12.00 kemarin. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi jika pentas digelar siang hari seperti itu. Keringat penari dan penabuh menetes, keringat penonton juga membasahi wajah. Meski demikian, cuaca gerah itu tak menyurutkan keinginan warga menonton pentas sanggar yang dikoordinatori Agung Rai ini.

Diawali dengan tabuh kreasi 'Hujan Mas' dengan perangkat gamelan semarapegulingan, sanggar ini melanjutkan dengan menampilkan tari penyambutan 'Puja Smerti', tari kreasi 'Merak' dan 'Manuk Mangigel', tabuh kreasi 'Indibali' serta ditutup dengan fragmen Legong berjudul 'Siwa-Uma'. Penampilan mereka mengundang decak kagum penonton. Aplaus pun berkali-kali diberikan penonton.

Misalnya, tari 'Manuk Mengigel' yang dibawakan enam penari laki-laki. Mereka menari meniru gerakan ayam jago sedang bertarung. Sayap dan ekor 'ayam' yang menggunakan hiasan dari daun rontal itu berkibas-kibas, sebelum pertarungan dimulai.

Sementara fragmen Legong 'Siwa Uma' diambil dari cuplikan Lontar Siwa Gama yang menceritakan keberhasilan Batari Uma mendapatkan obat 'Empehan Lembu' untuk mengobati Batara Siwa yang sedang sakit. Pentas ini cukup memukau penonton PKB siang itu. Ketua Sanggar Wayan Suparta mengatakan, sanggar ini mengerahkan penari 37 orang dan penabuh 30 orang. Tampil untuk kedua kalinya di PKB, sanggar ini melakukan persiapan sekitar 1,5 bulan. (08)
source: BP
 
Tiga Dasawarsa Pesta Kesenian Bali

Oleh I Ketut Sutika

Denpasar (ANTARA News) - Pesta Kesenian Bali (PKB), tradisi tahunan yang dikonsep budayawan Prof Dr Ida Bagus Mantra (almarhum) 30 tahun yang silam kini telah menjelma menjadi salah satu ikon kebudayaan Bali.

Dari tahun ke tahun PKB makin berkilau. Pada tahun ini, PKB dijadwalkan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Sabtu (14/6) dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan duta besar negara-negara sahabat.

PKB yang akan berlangsung 14 Juni-12 Juli 2008 ini mengusung tema "Citta Wretti Nirodha", yakni pengendalian diri menuju keseimbangan dan keharmonisan menekankan penataan dan kemasan unik dan menarik.

Selain untuk menggali dan mengembangkan seni budaya, PKB kali ini didisain untuk mengangkat citra Bali sebagai daerah tujuan wisata di dunia internasional yang aman dan nyaman.

PKB ke-30 itu semakin istimewa karena festival seni tahunan yang akan melibatkan seniman mancanegara dan 23 propinsi itu, juga menjadi salah satu puncak acara tahun kunjungan wisata Indonesia (Visit Indonesia Year-VIY) 2008, tutur Gubernur Bali Drs Dewa Beratha.

Ketika memimpin rapat persiapan terakhir pelaksanaan PKB, Gubernur Beratha menjelaskan, 14 grup kesenian dari delapan negara serta tim kesenian dari 23 propinsi di Indonesia akan tampil bersama duta seni dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali selama sebulan PKB berlangsung.

Atraksi budaya dan pementasan diseleksi yang betul-betul bermutu dan menyuguhkan kemurniaan seni budaya.

"Tim kesenian tuan rumah harus mampu tampil yang terbaik, jangan sampai kurang mendapat perhatian, karena tim kesenian tamu dari sejumlah daerah di Indonesia maupun luar negeri juga tampil menarik," ujar Gubernur Beratha mengingatkan.

Penampilan tim kesenian dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali dirancang khusus dan sungguh-sungguh, agar meriah dan menarik dengan mengedepankan penampilan mutu seni budaya.

Wakil Ketua II PKB ke-30, Prof Dr I Wayan Rai. S, yang juga rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menambahkan, pawai budaya akan mempresentasikan "Tri Hita Karana" atau keharmonisan hubungan sesama umat manusia, manusia dengan alam lingkungan dan manusia dengan Tuhan Yang Mahaesa.

Semua itu disuguhkan dalam garapan kesenian ritual maupun tontonan yang melibatkan sedikitnya 3.000 seniman.

Duta kesenian dari masing-masing kabupaten/kota menyertakan tidak kurang dari 180 seniman yang terdiri atas 30 seniman.

Penampilan tim kesenian dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali merupakan satu-kesatuan yang mengusung tema "Prakampitaning Pretiwi Mandala" dengan garapan ekspresi yang semarak, penuh variasi, dinamis dan atraktif.

Pawai budaya itu akan dimeriahkan berbagai atraksi dan komposisi dari para seniman itu, ujar Prof Wayan Rai.

PKB ke-30 tahun 2008 yang didukung dana APBD Bali sebesar Rp 3,9 miliar selama sebulan penuh dilaksanakan secara lebih meriah dibanding kegiatan serupa tahun-tahun sebelumnya.

"Kami membuatnya lebih meriah, karena PKB telah memasuki usia ke-30, Pemprop Bali berusia 50 tahun, 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional, dan bertepatan dengan VIY 2008 serta Gubernur Bali Drs Dewa Beratha mengakhiri masa jabatannya selama dua periode (1998-2008)," kata Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Drs Nyoman Nikanaya.

Gubernur Beratha jauh sebelumnya telah mengisyaratan PKB ke-30 lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, karena bertepatan dengan lima peristiwa penting itu.

Dinas Kebudayaan Propinsi Bali yang bertanggungjawab sejak perencanaan hingga pelaksanaan PKB telah melakukan koordinasi dengan delapan kabupaten dan satu kota di Bali, termasuk mengatur jadwal pementasan tim kesenian asing dan 23 propinsi di Indonesia.

Selama 30 tahun pelaksanaan PKB, disadari atau tidak mampu memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap pengembangan seni budaya, baik ke dalam maupun ke luar negeri.

Ke dalam, PKB memberikan semangat kepada para seniman untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi, selaras dengan pergerakan jaman.

Kondisi demikian menjadikan seni budaya Bali tidak perlu dikhawatirkan akan mengalami kepunahan, atau kemerosotan kualitas, justru sebaliknya semakin kokoh dan lestari mengikuti perkembangan zaman.

PKB juga memberikan andil besar terhadap perkembangan kesenian internasional. Selama ini PKB selalu mendapat apresiasi yang tinggi, dari masyarakat internasiona. PKB juga menjadi ajang atraksi bagi kepariwisataan dunia.

Almarhum Ida Bagus Mantra ketika merintis PKB 30 tahun silam ketika menjadi Gubernur Bali saat itu, sebenarnya hanya bertujuan mengisi kegiatan positif bagi pelajar dalam menjalani liburan panjang.

Awalnya tidak berpikir kegiatan itu laku dijual kepada turis, namun adanya kejelian dari komponen pariwisata, membuat PKB menjadi paket wisata menarik.

Sejauh ini PKB juga masih sesuai dengan rambu pembangunan pariwisata budaya yang diterapkan di Pulau Dewata. Perjalanan sejarah juga membuktikan PKB memiliki potensi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Dewata.

Unggulan-unggulan seni budaya yang unik, menarik dan khas itu tentu akan menjadi modal utama bagi Bali dalam menyukseskan VIY sekaligus menghadapi persaingan pariwisata yang makin ketat, ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali Drs I Gede Nurjaya. (*)
 
Lebih dari 34 Persen Terumbu Karang di Bali Rusak

Denpasar (ANTARA News) - Dari 65,08 kilometer terumbu karang yang terhampar di perairan Bali, sekitar 34,41 persennya telah rusak dan 27,38 persen lainnya sudah mati.

Gubernur Bali Dewa Beratha dalam sambutan untuk pembukaan Monitoring Implementasi Program Peningkatan Produksi Perikanan di Sanur, Kamis, mengatakan, berbagai kerusakan terumbu karang tersebut, selain disebabkan oleh proses alam juga dampak dari praktik penangkapan ikan.

"Kami bersama berbagai lapisan masyarakat dalam menyikapi hal itu melakukan rehabilitasi dan memperbaiki pengelolaan yang dilakukan sejak tahun 1990," ujar Gubernur Beratha.

Bali memiliki ekosisten laut lainnya berupa hutan bakau seluas 3.005 hektar yang mampu berfungsi dengan baik untuk mempertahankan kelestarian sumberdaya ikan di laut serta mencegah kerusakan pantai.

Selain itu sumber pakan alami yang sangat potensial, daerah perlindungan biota planktonik, larva dan benih ikan.

Gubernur Beratha menjelaskan, daerahnya juga memiliki potensi lestari sumberdaya ikan di laut teritorial dan alokasi yang diberikan di ZEEI sebesar 147.278 ton pertahun.

Dari potensi tersebut baru dimanfaatkan 106.211 ton atau 72,1 persen pada tahun 2007. Potensi perikanan budidaya laut seluas 1.551 hektar, namun baru dimanfaatkan 418,5 hektar untuk pengembangan rumput laut, kerapu dan kerang mutiara.

Selain itu juga lahan potensial untuk budidaya tambak seluas 1.667 hektar, namun baru dimanfaatkan untuk pengembangan udang, bandeng dan kerapu seluas 488 hektar, ujar Gubernur Beratha.

Rapat monitoring tersebut dihadiri Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan Dr Ir Made L Nurdjana, Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang ekonomi Setwapres Dr Tirta Hidayat.(*)
 
Rebutan Air, Subak Berhadapan dengan Pemodal

Para pejabat publik di Bali diingatkan untuk menggunakan hak -hak inisiatif untuk mendesain perda perlindungan sumber mata air dan pengelolaannya. Langkah ini mendesak dilakukan mengingat tawaran invenstasi yang menyasar kawasan-kawasan resapan air sangat tinggi. Jika lambat, satu saat subak di Bali akan rebutan air dengan pemilik modal, karena air kini jadi barang bisnis yang bisa diperdagangkan pihak ketiga.

Demikian ditegaskan Dekan FMIPA Unud Raka Dalem dan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Ir. I Nyoman Ray Yusha,M.M., Jumat (20/6) kemarin. Raka Dalem mengatakan sikap tidak selektif sejumlah petinggi di Bali dalam merekomendasikan tawaran investasi sangat beresiko bagi perlindungan sumber mata air. 'Inisiatif untuk melidungi sumber-sumber mata air di Bali harus dilihat sebagai tuntutan bukan lagi sekadar wacana,' ujar Ketua Kelompok Studi Ekowisata Bali ini.

Menurutnya krisis kepekaan terhadap sumber-sumber mata air di kalangan elite di Bali bisa menjadi masalah serius bagi terjaganya sumber mata air. 'Bali jangan terlalu banyak dijejali investasi rakus lahan dan padat modal. Yang mendesak dilakukan sekarang adalah memaksimalkan infrastruktur yang ada untuk kepentingan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan krama Bali,' ujarnya.

Ray Yusha mengatakan Departemen PU kini memiliki sejumlah model perlindungan sumber mata air. Selain bersinergi dengan masyarakat di sekitar sumber mata air, pihaknya juga melakukan perawatan fisik di sekitar sumber mata air. 'Ketersediaan sumber mata air bagi kehidupan diprediksi akan menjadi barang mahal di kemudian hari. Sengketa atas air bersih diprediksi akan terus meningkat ketika laju kependudukan dan investasi tak terkendali,' ujarnya.

Menurutnya perlindungan sumber mata air haruslah menjadi isu strategis bagi Bali mengingat air kini sudah menjadi barang ekonomis. Kini, banyak perusahaan yang melakukan privatisasi air sebagai lahan bisnis. 'Jika Bali lambat melakukan perlindungan sumber mata air, subak-subak yang ada akan berebut sumber mata air dengan pemodal. Masalahnya, air kini nyata-nyata bisa diperdagangkan oleh pemodal,' ujarnya.

Menurutnya pejabat publik harus memiliki keberanian menolak investasi di kawasan-kawasan resapan air. 'Jangan lagi mencari keuntungan finansial dengan menjual perijinan termasuk merekomendasikan investasi di lahan yang mestinya mendapat perlindungan,' tegasnya. (044)
source: BP
 
Aksi 1.000 Pohon untuk Uluwatu

Penanaman pohon yang dilakukan Sekaa Teruna Bhakti Dharma serta seluruh warga masyarakat di sekitar kawasan Pura Uluwatu Pecatu merupakan bukti betapa keseriusan, kesungguhan, tanggung jawab serta kecintaan masyarakat khususnya Sekaa Teruna Bhakti Dharma Banjar Adat Kangin Pecatu dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Terlebih lagi kegiatan dikaitkan pula dengan peringatan hari lingkungan hidup sekaligus menjawab tantangan dunia terhadap pemanasan global.

Demikian diungkapkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Badung I Wayan Suambara, S.H.M.M., saat mengikuti aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Pura Uluwatu, Minggu (22/6) kemarin.

Dalam acara yang dihadiri Camat Kuta Selatan I Wayan Soka serta anggota DPRD Kab. Badung Ketut Suiasa, lebih lanjut Wayan Suambara mengatakan melalui penanaman 1.000 pohon ini juga ingin menunjukkan makna positif kepada khalayak, bahwa tidak benar generasi muda khususnya generasi muda Pecatu hanya bisa bicara, tahunya hanya bisa teriak tetapi hari ini telah dibuktikan bahwa generasi Pecatu telah berbuat tidak hanya untuk Pecatu, Badung dan Bali tetapi telah berbuat untuk dunia, karena pemanasan global adalah ancaman buat dunia.

Suambara menyampaikan penghargaan kepada Sekaa Teruna serta generasi muda lainnya yang telah mencintai lingkungan. 'Marilah kita tingkatkan rasa persaudaraan, rasa kesatuan dan persatuan di kalangan kita, baik sesama generasi muda, sesama Sekaa Teruna antar generasi muda dengan pelajar dan komponen masyarakat lainnya. Kita jaga apa yang kita miliki ini dengan baik, karena kami yakin yang paling mampu menjaga adalah mereka yang memiliki itu sendiri,' ungkap Suambara.

Ketua panitia pelaksana kegiatan Komang Kusuma Wijaya menjelaskan aksi 1.000 pohon untuk Uluwatu merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan khususnya di Pecatu, dalam mendukung program anti global warning dan hari lingkungan hidup sedunia serta menyambung visi dan misi Pemkab. Badung guna menjaga kelestarian lingkungan khususnya di Pura Luhur Uluwatu. (r/*)
source: BP
 
Renang Berprestasi Internasional

KIPRAH Klub Renang Elang Laut kini tak perlu diragukan lagi. Para atlet binaannya dengan pesat berkembang dan sudah merambah ke perlombaan renang bertarap internasional. Salah satu atlet binaan Elang Laut yakni I Gede Siman Sudhartawa telah mengikuti lomba renang Internasional Age Group Asia di Tahiland pada 21-22 Juni 2008. I Gede Siman Sudhartawa meraih perak di 200 m gaya punggung dan dua perunggu di 50 m gaya kupu-kupu dan 100 m gaya punggung.

Tentu prestasi yang diraih I Gede Siman Sidhartawa dan kawan-kawannya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Elang Laut. Anak binaan lainnya yang berprestasi berskala nasional maupun internasional yakni I Putu Takahide Valentino dan Rista Agustin Margina. Kedua atlet renang binaan Elang Laut ini kini masuk Tim PON Bali dan akan berlaga pada PON di Kaltim mewakili Bali pada 6-17 Juli 2008.

Menurut pelatih Drs. I Wayan Wiarta, Elang Laut yang berdiri sejak Oktober 1988 di Denpasar itu sudah banyak melahirkan atlet renang berprestasi. Anggotanya yang kini berjumlah 43 orang ini memang rata-rata memiliki bakat renang yang andal. 'Karena itu, banyak orangtua supaya anaknya mau bergabung di Klub Renang Elang Laut,' kata Wiarta.

Ia mengatakan, atlet berprestasi lain binaan Elang Laut adalah Vico Andya Hartadinata meraih juara pertama dalam Olimpiade Renang Usia Dini TK-SD yang diselenggarakan di Bali pada 19 Juni 2008 lalu. Dan, Vico akan diikutsertakan dalam Olimpiade Renang Usia Dini TK-SD di Jakarta, Agustus 2008. Atlet renang Elang Laut lainnya yang berpestasi yakni Ridhwan Pratama. Ia meraih juara pada Wali Kota Cup Surabaya pada 21-22 Juni 2008 di Surabaya. Ridhwan bertarung di nomor gaya 100 m kupu-kupu.

Di antara empat atlet renang yang berprestasi tersebut, tak ketinggal nama Ricky Darmawan binaan Elang Laut. Ricky sempat berlaga pada Invitasi Renang Nasional Kelompok Umur di Jakarta, Mei 2008 lalu. Pada invitasi renang itu, Ricky meraih emas di 50 m punggung, 100 m punggung, dan 200 m punggung.

Lalu apa resep dalam mencetak atlet renang? Menurut Wayan Wiarta, ada empat faktor yang mendongkrak keberhasilan atlet yakni atlet itu sendiri, orangtua, pelatih, dan lingkungan. Di sini perlu ada kesungguhan, kedisiplinan, dan kemauan berlatih keras dari seorang atlet. Peran orangtua juga sangat menentukan keberhasilan atlet. 'Dorongan, semangat dan kesabaran orangtua sangat menentukan prestasi maksimal yang diraih atlet,' kata Wiarta.

Yang tak boleh dilupakan perannya untuk menciptkan atlet berprestasi yakni faktor lingkungan. Di mana lingkungan keluarga, teman, dan sekolah sangat membantu memotivasi atlet untuk terus bersemangat berlatih. Dan, tak kalah pentingnya adalah peran pelatih. Pelatih akan tahu secara psikologi perkembangan jiwa anak. Oleh karena itu, pelatih tak cukup tahu tentang teori berenang, akan tetapi harus mengenal dunia anak-anak. (023/*)
source: BP
 
Sebanyak 800 Mahasiswa AS Dalami Gamelan Bali

Denpasar (ANTARA News) - Instrumen gamelan Bali cukup diminati mahasiswa University Illinois Urbana, Amerika Serikat, mengingat paling tidak 800 dari 40.000 mahasiswa perguruan tinggi itu mendalami seni tradisional Pulau Dewata tersebut.

"Mahasiswa yang mendalami gamelan dan tari Bali berasal dari berbagai negara, selain AS juga datang dari China, India dan Malaysia," kata salah seorang dosen perguruan tinggi tersebut, Dr Ketut Gede Asnawa, di Denpasar, Kamis.

Ia datang ke tempat kelahirannya, Bali, untuk memimpin tim kesenian AS beranggotakan 25 orang bersama Rektor University Illinois Urbana, Karl Krames, guna turut memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30.

Lembaga pendidikan seni di AS itu memiliki sejumlah perangkat gamelan Bali, warisan dari seorang kolektor warga setempat.

"Sedikitnya ada tujuh jenis gamelan Bali yang dimanfaatkan untuk kepentingan proses belajar-mengajar di lembaga pendidikan tinggi seni tersebut," ujar Asnawa.

Dosen tetap pada University Illinois Urbana AS itu menambahkan, gamelan Bali yang dikembangkan dalam proses belajar-mengajar itu antara lain semarpagulingan, semaradana, gong kebyar, gambang, angklung dan blaganjur.

Hasil binaan terhadap anak didiknya mengenai gamelan Bali akan ditunjukkan kepada masyarakat Pulau Dewata dalam memeriahkan PKB di Gedung Ksiarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Kamis (20/6) malam.

Penampilan tersebut merupakan kolaborasi seni musik klasik Amerika Serikat-gamelan Bali yang melibatkan 25 mahasiswa setelah dua semester berlatih mendalami gamelan Bali.

Mahasiswa hasil seleksi terbaik itu telah melakukan persiapan secara matang dalam penguasaan instrumen gamelan Bali yang dipadukan dengan musik modern.

"Harapan kami mampu memberikan gambaran kepada masyarakat, bahwa instrumen gamelan Bali juga berkembang di AS," ujar Asnawa. (*)
 
12 Grup Kesenian Asing Ramaikan Pesta Seni di Bali

Denpasar (ANTARA News) - Sedikitnya 12 kelompok kesenian asing menyatakan ikut ambil bagian dalam memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30 yang akan berlangsung di Denpasar, 14 Juni-12 Juli 2008.

Mereka berasal dari delapan negara yang jadual pementasannya diatur sedemikian rupa dengan pementasan seniman lokal dan utusan daerah lainnya di Indonesia, kata Kasubdis Kesenian Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, I Made Santha di Denpasar Sabtu.

Ia mengatakan, negara yang ikut ambil bagian itu meliputi Jepang, Amerika Serikat, Singapura, India, Korea Selatan, Thailand, Inggris dan Malaysia.

Negara tersebut ada yang mengirim lebih dari dua grup seperti Jepang mengikutsertakan tiga grup dan Amerika Serikat dua grup dan negara lainnya masing-masing satu grup.

Tim kesenian asing yang ikut dalam kegiatan seni tahunan di Pulau Dewata kali ini hampir sama dengan tahun sebelumnya sebanyak 12 grup dari tujuh negara masing-masing dari Jepang, China, Korea, India, Amerika, Singapura dan Kanada.

Sedangkan PKB 2006 melibatkan 15 kelompok kesenian asing, sehingga peranserta seniman luar negeri dalam aktifitas seni tahunan di Pulau Dewata berfluktuasi.

Made Santha menjelaskan, grup kesenian mancanegara dalam pementasan di arena PKB selain tampil bersama kelompoknya, juga melakukan pementasan kolaborasi dengan seniman setempat.

Kehadiran seniman asing mampu menumbuhkan sikap moral masyarakat dalam bidang berkesenian, yakni membangkitkan gairah masyarakat setempat dalam bidang kesenian.

Selain itu menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik dan menguntungkan kedua belah pihak dimasa-masa mendatang, ujar Made Santha.(*)
 
Tiga Situs di Bali Terdaftar di Unesco

Denpasar, (ANTARA News) - Tiga dari 1.934 situs di propinsi Bali secara resmi kini telah terdaftar di Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah kebudayaan (UNESCO), untuk menjadi warisan budaya dunia.

Ketiga situs yang telah terdaftar itu meliputi Pura Taman Ayun, Mengwi Kabupaten Badung, kawasan Sekitar Sungai Pekerisan, Kabupaten Gianyar dan kawasan persawahan di Desa Jatiluwih, Penebel, Kabupaten Tabanan, kata Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Drs Nyoman Nikanaya di Denpasar Senin.

Ia baru saja mengadakan kunjungan ke sekretariat UNESCO di Prancis bersama 37 seniman dan pejabat dari tiga kabupaten masing-masing Tabanan, Badung, Gianyar untuk melakukan serangkaian kegiatan guna melengkapi usulan ketiga situs tersebut menjadi warisan budaya dunia (WBD).

Kegiatan untuk kelengkapan usulan terhadap ketiga situs menjadi WBD meliputi seminar, pameran foto dan pementasan yang mencerminkan keutuhan dan kekokohan ketiga situs tersebut.

Ketiga kegiatan yang digelar Duta Besar RI di UNESCO Prof Aman mengikutsertakan pejabat dan seniman dari tiga kabupaten dan Pemprop Bali yang berlangsung selama sepekan, 9-17 Mei 2008.

Nikanaya menambahkan, usulan yang disertai dengan berbagai persyaratan dan hasil kajian terhadap ketiga situs yang dilakukan sejak lima tahun yang silam, hingga kini baru berhasil memasukkan ketiga situs di Bali terdaftar di UNESCO.

UNESCO selanjutnya mengadakan sidang untuk memutuskan diterima/tidaknya usulan Indonesia mengenai tiga kawasan (obyek) di Bali sebagai warisan budaya dunia.

"Sidang itu rencananya digelar Juni atau Juli mendatang," ujar Nyoman Nikanaya yang mengkoordinasikan Kabupaten Badung, Tabanan dan Gianyar melengkapi persyaratan yang ditentukan UNESCO.

Nikanaya menambahkan, UNESCO sebelumnya telah mengirim timnya beberapa kali ke Bali untuk melihat dari dekat ke tiga obyek yang diusulkan itu, ditinjau dari berbagai aspek.

Jika UNESCO menyetujui terhadap ketiga kawasan di Bali itu sebagai warisan budaya dunia, ketiga obyek itu tetap menjadi milik masyarakat Bali. Dalam menjaga kelestarian dan keutuhannya, dunia internasional ikut bertanggung jawab.

UNESCO akan membantu dalam bidang pendanaan, peralatan dan kebutuhan lain sesuai usulan masyarakat pengelola dalam melestarikan ketiga kawasan tersebut. (*)
 
Materi Lagu Variatif, Parade Lagu Pop Bali tak Lagi Menjemukan

HARUS diakui, Parade Lagu Pop Bali (PLPB) merupakan salah satu "menu" favorit PKB ke-30 yang banyak "diserbu" penonton. Makanya, tidak berlebihan jika panitia PKB memberikan kehormatan kepada kesenian satu ini tampil di panggung bergengsi Ardha Candra. Penyanyi yang tampil ke atas pentas pun bukan kelas kacangan, tetapi penyanyi yang rata-rata sudah dikenal luas oleh penikmat seni musik di Bali. Dari segi "kemasan", PLPB tahun ini tak lagi menjemukan karena materi lagu yang ditampilkan setiap duta kabupaten/kota sangat variatif. Tidak seperti tahun lalu, di mana materi lagu yang mereka tampilkan nyaris seragam, sehingga tak ubahnya seperti kaset yang diputar berulang-ulang.

Rabu (25/6) malam, PLPB PKB ke-30 menampilkan duta dari Kabupaten Bangli, Tabanan, Jembrana dan Klungkung. Setiap kabupaten menampilkan lima materi lagu yakni masing-masing satu lagu yang dinyanyikan penyanyi anak-anak putra dan putri secara solo, satu lagi duet anak-anak serta dua buah lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi remaja/dewasa baik dengan format solo, duet maupun grup.

Duta Bangli yang dipercaya membuka PLPB PKB ke-30, manampilkan penyanyi anak-anak Ida Ayu Krisna Manuaba (putri) yang membawakan lagu 'Bungan Seni' disusul Dewa Nyoman Suadnyana (putra) dengan lagu 'Malajah Magending' serta duet Krisna Manuaba-Suadnyana dengan lagu 'Makring-kringan'. Untuk kategori remaja/dewasa, Bangli menampilkan penyanyi Ida Ayu Sitha Iswara yang membawakan lagu 'Sanhyang Jaran' ciptaan I Ketut Samudra dan penyanyi putra Dewa Artha Putra yang berduet dengan Sitha Iswara membawakan lagu 'Ngalap Bulan'.

Pentas lagu pop Bali di hari pertama itu ditutup oleh duta Kabupaten Klungkung dengan penyanyi anak-anak A.A. Desy Sriwangi dan Nyoman Angga Prabawa dan penyanyi remaja/dewasa Dede Setyadi, Novi, Diah dan Boby. Penampilan duta-duta seni dari empat kabupaten itu mendapat apresiasi yang cukup positif dari pengunjung PKB. Namun, harus diakui PLPB belum mampu menyaingi kegairahan penikmat seni di Bali saat menyaksikan Parade Gong Kebyar Dewasa dan Parade Fragmentari Iringan Baleganjur. (ian)
source : BP
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.