yophi
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 45381
- Sejak
- 5 Jun 2008
- Pesan
- 512
- Nilai reaksi
- 15
- Poin
- 18
INILAH.COM, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan kekecewaannya atas perndapat para calon presiden dalam debat capres putaran pertama. Pasalnya, mereka menganggap akar masalah korupsi adalah kesejahteraan aparatur negara yang rendah.
Dalam debat yang digelar di studio TransCorp, Jakarta, Kamis (18/6) malam itu, Koordinator Bidang Korupsi ICW Danang Widoyoko mengungkapkan, pernyataan para capres mengenai hal itu sangat lemah. Ketiga capres menganggap untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih berawal dari tingkat kesejahteraan PNS dan prajurit.
“Sehingga terjadi pungli dan layanin lambat. Padahal, fakta mengemukakan, praktik korupsi justru dilakukan oleh mereka yang memiliki gaji besar dan jabatan tinggi," kata Danang, dalam diskusi ‘Good Governance dan Supremasi Hukum’, di Hotel Cemara Jakarta, Jumat (19/6).
Forum debat capres putaran pertama itu, menurut dia, tak lebih dari seperti paparan yang ada di spanduk-spanduk. "Ini bukan soal gaji. Tapi ini masalah mau berantas korupsi atau tidak," ujarnya.
Dengan adanya fakta ICW tersebut, menurut Danang, pemerintaha seharusnya berkaca dari pengelolaan gaji aparatur negara. "Harusnya pemerintah belajar dari kasus gaji Bea dan Cukai yang dinaikkan lima kali lipat. Namun, yang terjadi adalah tetap melakukan korupsi," ungkapnya.
Melalui debat itu, lanjut dia, terlihat bahwa para pemimpin tidak menunjukkan contoh dan konsistensi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih. Hal itu, kata Danang, juga menunjukkan bahwa secara nasional bangsa Indonesia mengalami krisis keteladanan.
Dalam debat yang digelar di studio TransCorp, Jakarta, Kamis (18/6) malam itu, Koordinator Bidang Korupsi ICW Danang Widoyoko mengungkapkan, pernyataan para capres mengenai hal itu sangat lemah. Ketiga capres menganggap untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih berawal dari tingkat kesejahteraan PNS dan prajurit.
“Sehingga terjadi pungli dan layanin lambat. Padahal, fakta mengemukakan, praktik korupsi justru dilakukan oleh mereka yang memiliki gaji besar dan jabatan tinggi," kata Danang, dalam diskusi ‘Good Governance dan Supremasi Hukum’, di Hotel Cemara Jakarta, Jumat (19/6).
Forum debat capres putaran pertama itu, menurut dia, tak lebih dari seperti paparan yang ada di spanduk-spanduk. "Ini bukan soal gaji. Tapi ini masalah mau berantas korupsi atau tidak," ujarnya.
Dengan adanya fakta ICW tersebut, menurut Danang, pemerintaha seharusnya berkaca dari pengelolaan gaji aparatur negara. "Harusnya pemerintah belajar dari kasus gaji Bea dan Cukai yang dinaikkan lima kali lipat. Namun, yang terjadi adalah tetap melakukan korupsi," ungkapnya.
Melalui debat itu, lanjut dia, terlihat bahwa para pemimpin tidak menunjukkan contoh dan konsistensi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih. Hal itu, kata Danang, juga menunjukkan bahwa secara nasional bangsa Indonesia mengalami krisis keteladanan.