Rosetta
IndoForum Beginner C
- No. Urut
- 2047
- Sejak
- 10 Jun 2006
- Pesan
- 716
- Nilai reaksi
- 20
- Poin
- 18
Senin, 06 Juli 2009
Hari Ini SBY Bakal Panen Black Campaign?
Menjelang 8 Juli, pertempuran bakal kian ganas. Segala daya dikerahkan. Mudah diduga, sasaran serangan bakal banyak diarahkan kepada SBY - Boediono.
Kebetulan SBY-Boediono memang paling enak dan perlu untuk dihantam.
Dari sisi internal, SBY - Boediono memang yang paling kerap bikin blunder. Ada yang benar-benar perkeliruan. Tapi, ada yang jadi blunder karena begitu mudah diplintir. Dua-duanya menunjukkan bahwa adanya kelemahan yang begitu menganga di tim sukses incumbent ini.
Dari sisi eksternal, para pesaingnya memang perlu menggebuk SBY agar sekurang-kurangnya dua putaran bisa terwujud. Meski dalam hal ini memang ada kekusutan strategi.
Kalau mau dua putaran, yang paling logis itu adalah meningkatkan suara Mega Pro. Yang terjadi, kubu Kalla - Win justru diam-diam merontokkan kekuatan pendukung Mega Pro dengan harapan bisa nyalipnya dengan selisih berapapun (baca ulasannya: di sini).
Persoalannya, amunisi seperti apa yang gurih untuk menggoreng SBY - Boediono?
Isu agama (Boediono dan keluarga) memang sempat efektif. Namun, belakangan kehilangan daya persuasinya seiring terkuak informasi yang sebenarnya.
Isu berbau rasialis lebih menohok. Wacana di akar rumput yang dikembangkan dari mulut ke mulut adalah dengan menyebut SBY - Boediono sebagai kandidat O (Maksudnya jawa!). Di beberapa tempat lumayan nyodok, terutama sekali di beberapa daerah luar Jawa.
Daur Ulang Isu Lama
Dari hasil penelusuran, isu terakhir yang mau coba dipakai adalah isu personal. Yakni, yang langsung berhubungan dengan SBY dan keluarga. Sesuatu isu yang tak penting kebenarannya, tapi mudah menggoda pemilih yang lagi menimbang-nimbang. Intinya berharap ada kerusakan yang begitu besar.
Ditilik dari kriteria seperti itu, ada dugaan yang bakal dilempar hari ini atau besok adalah soal SBY yang pernah menikah sewaktu masih menjalani pendidikan di Akabri, Magelang.
Ya, ini isu yang pernah digulirkan Zainal Ma'arif (eks politis PBR). Belakangan terbukti ucapan Zainal tak ada dasarnya dan ia pun dibui. Lebih belakangan lagi, setelah dimaafkan, Zainal malah berlabuh di Partai Demokrat.
Meski pernah dibantah dan terbukti salah, isu seperti ini memang lebih kuat daya persuasinya. Maklum, sudah ada rujukan sebelumnya. Tentu saja kali ini ada beberapa modifikasi pesan. Tapi, harapannya bisa membuat kerusakan yang sama besarnya.
Bahkan sumber berpolitik membisikkan, isu itu akan dilansir pada hari ini. "Sudah ada tokoh lokal yang bersiap nyanyi. Dia sudah siap dipenjara segala. Tapi, kalau jagoannya dia menang, dia yakin bakal segera bebas," kata sumber ini.
Sayangnya, belum diketahui siapa tokoh lokal yang dimaksud. "Pokoknya, nggak jauh-jauh juga kok dari Jakarta. Itu tokoh yang dikenal sebagai ketua ormas pemuda yang suka berhadapan dengan aktivis pro demokrasi," kata sumber yang lain memberi kunci.
Daripada tebak-tebakan, kita tunggu saja apakah rencana ini akan tetap dijalankan.
Hari Ini SBY Bakal Panen Black Campaign?
Menjelang 8 Juli, pertempuran bakal kian ganas. Segala daya dikerahkan. Mudah diduga, sasaran serangan bakal banyak diarahkan kepada SBY - Boediono.
Kebetulan SBY-Boediono memang paling enak dan perlu untuk dihantam.
Dari sisi internal, SBY - Boediono memang yang paling kerap bikin blunder. Ada yang benar-benar perkeliruan. Tapi, ada yang jadi blunder karena begitu mudah diplintir. Dua-duanya menunjukkan bahwa adanya kelemahan yang begitu menganga di tim sukses incumbent ini.
Dari sisi eksternal, para pesaingnya memang perlu menggebuk SBY agar sekurang-kurangnya dua putaran bisa terwujud. Meski dalam hal ini memang ada kekusutan strategi.
Kalau mau dua putaran, yang paling logis itu adalah meningkatkan suara Mega Pro. Yang terjadi, kubu Kalla - Win justru diam-diam merontokkan kekuatan pendukung Mega Pro dengan harapan bisa nyalipnya dengan selisih berapapun (baca ulasannya: di sini).
Persoalannya, amunisi seperti apa yang gurih untuk menggoreng SBY - Boediono?
Isu agama (Boediono dan keluarga) memang sempat efektif. Namun, belakangan kehilangan daya persuasinya seiring terkuak informasi yang sebenarnya.
Isu berbau rasialis lebih menohok. Wacana di akar rumput yang dikembangkan dari mulut ke mulut adalah dengan menyebut SBY - Boediono sebagai kandidat O (Maksudnya jawa!). Di beberapa tempat lumayan nyodok, terutama sekali di beberapa daerah luar Jawa.
Daur Ulang Isu Lama
Dari hasil penelusuran, isu terakhir yang mau coba dipakai adalah isu personal. Yakni, yang langsung berhubungan dengan SBY dan keluarga. Sesuatu isu yang tak penting kebenarannya, tapi mudah menggoda pemilih yang lagi menimbang-nimbang. Intinya berharap ada kerusakan yang begitu besar.
Ditilik dari kriteria seperti itu, ada dugaan yang bakal dilempar hari ini atau besok adalah soal SBY yang pernah menikah sewaktu masih menjalani pendidikan di Akabri, Magelang.
Ya, ini isu yang pernah digulirkan Zainal Ma'arif (eks politis PBR). Belakangan terbukti ucapan Zainal tak ada dasarnya dan ia pun dibui. Lebih belakangan lagi, setelah dimaafkan, Zainal malah berlabuh di Partai Demokrat.
Meski pernah dibantah dan terbukti salah, isu seperti ini memang lebih kuat daya persuasinya. Maklum, sudah ada rujukan sebelumnya. Tentu saja kali ini ada beberapa modifikasi pesan. Tapi, harapannya bisa membuat kerusakan yang sama besarnya.
Bahkan sumber berpolitik membisikkan, isu itu akan dilansir pada hari ini. "Sudah ada tokoh lokal yang bersiap nyanyi. Dia sudah siap dipenjara segala. Tapi, kalau jagoannya dia menang, dia yakin bakal segera bebas," kata sumber ini.
Sayangnya, belum diketahui siapa tokoh lokal yang dimaksud. "Pokoknya, nggak jauh-jauh juga kok dari Jakarta. Itu tokoh yang dikenal sebagai ketua ormas pemuda yang suka berhadapan dengan aktivis pro demokrasi," kata sumber yang lain memberi kunci.
Daripada tebak-tebakan, kita tunggu saja apakah rencana ini akan tetap dijalankan.