semutsedeng
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 69471
- Sejak
- 27 Apr 2009
- Pesan
- 5.596
- Nilai reaksi
- 138
- Poin
- 63
JAKARTA - Setelah menyisir selama 12,5 jam lebih, tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden, Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto menemukan bukti bahwa kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) bukan sekedar isapan jempol. Dalam konferensi pers di Media Center KPU, Jalan Imam Bonjol, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengumumkan temuan tim yang berhasil meneliti DPT di 70 kabupaten/kota di pulau Jawa.
Hasilnya, terdapat 5,8 juta pemilih dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda yang tersebar di 6 provinsi. Sebanyak 2,7 juta pemilih memiliki NIK dan nama sama. Selanjutnya ditemukan 1,3 juta pemilih yang memiliki kesamaan NIK, nama dan tempat tanggal lahir. Tak berhenti di situ, tim juga menemukan 1,1 juta pemilih dengan NIK, nama, tempat tanggal lahir, dan alamat yang sama.
Ketua KPU mengatakan kesamaan identitas tersebut masih harus dibuktikan dengan pengecekan langsung di lapangan oleh Panitia Pemungutan Suara. Karena itu, kata dia, KPU akan segera menindaklanjuti temuan tim malam ini juga. Meski demikian, menurut Hafiz, jika keempat variabel identitas pemilih yakni, NIK, nama, tempat tanggal lahir dan alamat sama kemungkinan sudah di atas 50 persen lebih. "Itu wajib hukumnya dicoret," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota tim kampanye JK-Wiranto, Rully Chaerul Azwar meminta KPU menginstruksikan seluruh jajarannya di daerah untuk melakukan penyisiran lanjutan. "Karena tidak ada yang bersih," katanya. Sementara itu, anggota tim kampanye Megawati-Prabowo, Fadli Zon mengatakan berdasarkan temuan tim masih banyak wilayah yang daftar pemilihnya belum
dimutakhirkan. "DPT Lamongan masih menggunakan Pilgub," ujarnya.
Temuan lainnya adalah adanya kelebihan pemilih di TPS di Bangunjaya Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 2.573 orang.
Sumber : okezone
Hasilnya, terdapat 5,8 juta pemilih dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda yang tersebar di 6 provinsi. Sebanyak 2,7 juta pemilih memiliki NIK dan nama sama. Selanjutnya ditemukan 1,3 juta pemilih yang memiliki kesamaan NIK, nama dan tempat tanggal lahir. Tak berhenti di situ, tim juga menemukan 1,1 juta pemilih dengan NIK, nama, tempat tanggal lahir, dan alamat yang sama.
Ketua KPU mengatakan kesamaan identitas tersebut masih harus dibuktikan dengan pengecekan langsung di lapangan oleh Panitia Pemungutan Suara. Karena itu, kata dia, KPU akan segera menindaklanjuti temuan tim malam ini juga. Meski demikian, menurut Hafiz, jika keempat variabel identitas pemilih yakni, NIK, nama, tempat tanggal lahir dan alamat sama kemungkinan sudah di atas 50 persen lebih. "Itu wajib hukumnya dicoret," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota tim kampanye JK-Wiranto, Rully Chaerul Azwar meminta KPU menginstruksikan seluruh jajarannya di daerah untuk melakukan penyisiran lanjutan. "Karena tidak ada yang bersih," katanya. Sementara itu, anggota tim kampanye Megawati-Prabowo, Fadli Zon mengatakan berdasarkan temuan tim masih banyak wilayah yang daftar pemilihnya belum
dimutakhirkan. "DPT Lamongan masih menggunakan Pilgub," ujarnya.
Temuan lainnya adalah adanya kelebihan pemilih di TPS di Bangunjaya Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 2.573 orang.
Sumber : okezone
