"katakanlah, inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan."(al-Imran:15)
Nabi saw bersabda; "JIbril mengatakan kepadaku bahwa ketika orang mukmin masuk surga, akan disambut oleh bidadari dengan pelukan hangat dan erat. dengan jari dan telapak tangan manakah akan dibandingkan kelembutan dan keindahannya, kalau lambaiannya kan memadamkan sinar matahari dan bulan? "(HR Thabrani dari Anas)
Adalah hal prerogatif Allah untuk menjadikan bidadari bagi hamba-Nya yang baik, yang beriman dan bertakwa serta yang syahid di jalan Allah. untuk lebih menggiatkan Hamba-Nya dalam beribadah dan beralam saleh, Allah menjelaskan secara rinci dengan deskripsi yang lugas tentang keindahan bidadari sebagai balasan dan kasih sayang kepada orang yang beriman. namun timbul pertanyaan, bolehkah membicarakan dan menggambarkan keindahan wanita dunia? jawabannya, jelas Tidak Boleh?.
Ibnu Mas'ud meriwayatkan dari Rasulullah saw; "tidak boleh wanita berkumpul sesama wanita kemudian menceritakan keindahan tubuh temannya kepada suaminya seakan-akan suaminya melihat secara langsung."(Muttafaq 'alaih)
Jelaslah bahwa membicarakan keindahan bidadari surga adalah boleh-boleh saja, bahkan dianjurkan ntuk lebih memompa semangat ibadah serta untuk tidak memenuhi ajakan syahwat-syahwat haram. untuk itu akan diungkapkan sifat-sifat bidadari surga sebagaimana yang dilukiskan dalam Al-qur'an dan As-Sunnah serta beberapa perkataan salafus saleh dan para imam yang kompeten di bidangnya.
Sebagai istri bidadari-bidadari itu mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan yang tiada tara. kalau didunia kita masih menyaksikan berbagai penyimpangan dan perselingkuhan. diakhirat, hal itu tidak akan pernah kita jumpai.
".....dan untuk mereka (orang-orang beriman)di dalamnya ada istri-istri yang suci....."(al-Baqarah:25)
".....dan kami kawinkan mereka dengan bidadari....."(at-Thuur:20)Dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda ;
"kerudung yang bertengger di kepalanya (bidadari), lebih bagus dan lebih indah daripada dunia dan seisinya." (HR Bukhari)
kalau kerudung saja sedah demikian, bagaimana dengan keindahan si pemakai? tentu lebih hebat lagi. Mahasuci Allah yang telah menciptakan dengan sempurna segala sesuatu.
dalam bahasa arab bidadari disebut "Hauraa" atau Huruun 'iin" . Hauraa yang artinya yang putih bersih, mulus tidak cacat.
"jika salah seorang bidadari menampakan wajahnya, niscaya akan menerangi antara langit dan bumi." (HR Bukhari)
Bidadari yang disediakan tidak hanya putih-mulus, tetapi cantik jelita dan penuh pesona.
"didalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (ar-Rahman:70)
"Huruun 'iin", demikian Allah menyebut bidadarinya dalam surah al-Waqi'ah ayat 22. 'Iin" artinya wanita yang mempunyai bola mata indah, cemerlang, dan memepesona, yang sanggup menggetarkan hati yang memandangnya, seperti tikaman telak senjata tajam yang menembus jantung.
Mata biadadari bukanlah mata dengan pandangan yang mengerling kesana-sini, namun pandangannya yang sopan, teduh dan damai, hanya tertuju pada suaminya di surga.
"pandangan mereka menyejukkan mata."(Shahih al-Jami':1557)
Hidung bidadari ialah hidung yang paling indah di seluruh jagad raya, serta bersih dari segala kotoran dan penyakit. karenanya, Allah menggambarkan bidadari sebagai istri yang 'muthahharah" atau yang disucikan. menurut Ibnu Abbas ra, disucikan dari segala kotoran dan penyakit (tafsir Ibnu Katsir 1/66)
pipinya yang merona sangat didamba oleh setiap wanita dunia karena akan menambah kecantikan dan kemanisannya.
"penghuni surga bisa bercermin melihat wajahnya di pipi bidadari yang mulus itu."(HR al-Baihaqi & al-Hakim).
Anas bin Malik menceritakan bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda, "seandainya bidadari meludah pada tujuh samudra, niscaya air laut akan tawar karena keindahan dan kemanisan mulutnya, karena bidadari terbuat dari za'faran."Kidung-kidung yang dinyanyikan bidadari sudah tentu keluar dari mulut yang indah nan suci, terdengar sangat merdu.
".....sesungguhnya bidadari-bidadari itu akan bersenandung dan berbunyi....."(Shahih al-Jami:1557)
Sang bidadari dalam satu tembangnya menamakan dirinya "kami bidadari suci abadi", sedangkan dalam Al-qur'an Allah berfirman;
".....dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya....."(al-Baqarah:25)
Allah menggambarkan bidadari sebagai makhluk lembut-gemulai dalam arti jauh dari sifat-sifat jantan. Allah berfirman kepada penghuni surga; "masuklah kamu kedalam surga, kamu dan istri-istri kamu digembirakan."(az-Zukhruf:70)
Buanglah jauh-jauh pikiran yang membayangkan seakan-akan bidadari itu juga bisa marah, kesal, ngambek atau suka ngomel. hal-hal semacam itu jelas tidak ada dalam kamus mereka.
Firman Allah, "bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah."(ar-Rahmaan:72)
Abu ubaidah menerangkan bahwa yang dimaksud dengan ayat diatas adalah para bidadari itu dipingit di dalam rumah-rumah mereka, khusus untuk melayani suami.
Rasulullah bersabda; "jika sehelai saja dari rambut bidadari jatuh, niscaya wanginya akan meliputi seluruh timur dan barat."(HR ath-Thabrani dari Anas bin Malik)
ibnul Qayyim memeberikan penjelasannya mengenai hal ini. "mengenai rambut bidadari ada dua sifat kontradiktif yang membuat kecantikannya semakin nyata dan memikat. pekatnya hitam rambut terpadu dengan putihnya wajah dan mata yang bersinar cemerlang. sungguh kontras sekali, namun disitulah letak kecantikannya....." (buku: Hadzil Arwah:316)
Allah berfirman; " seakan-akan bidadari itu permen mata yaqut dan marjan."(ar-Rahmaan:5
Sebagian ahli tafsir, termasuk al-Hasan al-Bashir, sependapat bahwa ayat tersebut adalah bahwa tubuh bidadari itu sebening yaqut dan seputih mukus marjan. demikian penjelasan al-Qurthubi dalam tafsirnya (17/182)
Allah berfirman; "dan, pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya."(Shaad:52)
Abu Hayyam dalam tafsirnya, al-Bahrul Muhith menyatakan, "mereka sebaya umurnya, bentuk tubuh, serta kecantikan. karena mereka diciptakan oleh Allah dalam keadaaan seperti itu (tanpa ada proses kelahiran)."
Allah berfirman ;
"mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin."(ar-Rahmaan:74)
"dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan."(al-Waqi'ah:36)
Mengomentari ayat ini, al-Amsi dalam tafsir Ruhul Ma'ani mengatakan, "para wanita dunia yang masuk surga, juga bidadari-bidadari mereka menjadi perawan sepanjang zaman....."(Riwayat Thabrani)
Anas bin Malik meriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda ; "jika wanita surga ke bumi niscaya wanginya akan memenuhi seluruh bumi."(HR Bukhari-Muslim)
Gambaran tentang sosok bidadari yang terdapat dalam Al-qur'an dan hadist begitu indah. Rasulullah sering menggambarkan sosok bidadari utuk para sahabat, bahkan ada diantara mereka yang melepaskan kurma yang sedang dimakannya untuk menjemput kesyahidan demi mendapatkan surga-Nya yang didalamnya terdapat para bidadari. kedamaian di surga bersama para bidadari bisa dipesan tiketnya mulai sekarang, anda beli dengan amal ibadah bersih, ibadah anda, dan kekuatan anda mengendalikan hawa nafsu.
Dan bagi para pengejar dan pencari syahwat dan hawa nafsu, para pemburu kesenangan dunia. kumpukan segala bentuk kenikmatan dankesenangan dunia, wanita, harta, tahta dan segala permen mata lalu bandingkan dengan setitik api neraka. Adakah yang tersisa dari kenikmatan itu? tidak ada! yang tersisa hanyalah sesal dan dosa.
Allah berfirman; "pada hari kiamat kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan."(Yasiin:65)
Rasulullah saw bersabda; "pada hari kiamat didatangkan dari calon ahli neraka seorang yang didunia hidupnya bergelimang kesenangan. kemudian dicelupkan sebentar kedalam neraka. lalu ditanya, "wahai anak adam! pernakah engkau merasakan kesenangan?" ia menjawab, "tidak pernah sama sekali". lalu didatangkan dari ahli surga seorang yang didunia hidupnya merana dan menderita. lalu di masukan sebentar kedalam surga, kemudian ditanya, "pernakah engkau merasakan derita? pernakah engkau menyaksikan kesengsaranaan?" jawabnya, "tidak pernah sama sekali wahai tuhanku"."(HR Muslim dan Ibnu Majah).
dan jangan salah, bagi para wanita yang beramal salehah di dunia, Allah akan merubah dirinya melebihi kecantikan dan keluarbiasaan para bidadari yang ada diatas.
untuk lebih lengkap baca:
Judul : "Bertemu Bidadari di Surga"
Pengarang : Abu M. Jamal Ismail
Semoga ini bisa membantu...
Wassalam