• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

(Diskusi) Bidadari dalam Quran

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. verdan
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

verdan

IndoForum Newbie E
No. Urut
51355
Sejak
28 Agt 2008
Pesan
31
Nilai reaksi
0
Poin
6
Assalamualaikum

Beberapa hari yang lalu, isteri saya bertanya pada saya. Sebenarnya bidadari yang disebutkan dalam Al-Qur'an itu apa sih? Sepintas terdengar hanya seperti pertanyaan sederhana. Tapi jujur, saya belum bisa jawab pertanyaannya. Saya cuma bisa jawab, bahwa saya tidak berkompeten untuk menjawab pertanyaan itu, dan sebaiknya ditanyakan langsung kepada ahlinya.

Walau pertanyaan cuma berhenti di situ, tapi saya melihat seperti masih ada yang mengganjal. Secara logika manusia (yang punya akal terbatas dan nafsu) kalau di surga Allah menjanjikan bidadari sebagai ganjaran kepada suami, lalu bagaimana halnya dengan istri mereka sendiri saat di dunia?

Mohon share pendapat dari teman-teman sekalian.

Wassalamualaikum
 
"katakanlah, inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan."(al-Imran:15)
Nabi saw bersabda; "JIbril mengatakan kepadaku bahwa ketika orang mukmin masuk surga, akan disambut oleh bidadari dengan pelukan hangat dan erat. dengan jari dan telapak tangan manakah akan dibandingkan kelembutan dan keindahannya, kalau lambaiannya kan memadamkan sinar matahari dan bulan? "(HR Thabrani dari Anas)

Adalah hal prerogatif Allah untuk menjadikan bidadari bagi hamba-Nya yang baik, yang beriman dan bertakwa serta yang syahid di jalan Allah. untuk lebih menggiatkan Hamba-Nya dalam beribadah dan beralam saleh, Allah menjelaskan secara rinci dengan deskripsi yang lugas tentang keindahan bidadari sebagai balasan dan kasih sayang kepada orang yang beriman. namun timbul pertanyaan, bolehkah membicarakan dan menggambarkan keindahan wanita dunia? jawabannya, jelas Tidak Boleh?.

Ibnu Mas'ud meriwayatkan dari Rasulullah saw; "tidak boleh wanita berkumpul sesama wanita kemudian menceritakan keindahan tubuh temannya kepada suaminya seakan-akan suaminya melihat secara langsung."(Muttafaq 'alaih)

Jelaslah bahwa membicarakan keindahan bidadari surga adalah boleh-boleh saja, bahkan dianjurkan ntuk lebih memompa semangat ibadah serta untuk tidak memenuhi ajakan syahwat-syahwat haram. untuk itu akan diungkapkan sifat-sifat bidadari surga sebagaimana yang dilukiskan dalam Al-qur'an dan As-Sunnah serta beberapa perkataan salafus saleh dan para imam yang kompeten di bidangnya.

Sebagai istri bidadari-bidadari itu mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan yang tiada tara. kalau didunia kita masih menyaksikan berbagai penyimpangan dan perselingkuhan. diakhirat, hal itu tidak akan pernah kita jumpai.

".....dan untuk mereka (orang-orang beriman)di dalamnya ada istri-istri yang suci....."(al-Baqarah:25)

".....dan kami kawinkan mereka dengan bidadari....."(at-Thuur:20)Dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda ;

"kerudung yang bertengger di kepalanya (bidadari), lebih bagus dan lebih indah daripada dunia dan seisinya." (HR Bukhari)

kalau kerudung saja sedah demikian, bagaimana dengan keindahan si pemakai? tentu lebih hebat lagi. Mahasuci Allah yang telah menciptakan dengan sempurna segala sesuatu.

dalam bahasa arab bidadari disebut "Hauraa" atau Huruun 'iin" . Hauraa yang artinya yang putih bersih, mulus tidak cacat.

"jika salah seorang bidadari menampakan wajahnya, niscaya akan menerangi antara langit dan bumi." (HR Bukhari)

Bidadari yang disediakan tidak hanya putih-mulus, tetapi cantik jelita dan penuh pesona.

"didalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (ar-Rahman:70)


"Huruun 'iin", demikian Allah menyebut bidadarinya dalam surah al-Waqi'ah ayat 22. 'Iin" artinya wanita yang mempunyai bola mata indah, cemerlang, dan memepesona, yang sanggup menggetarkan hati yang memandangnya, seperti tikaman telak senjata tajam yang menembus jantung.

Mata biadadari bukanlah mata dengan pandangan yang mengerling kesana-sini, namun pandangannya yang sopan, teduh dan damai, hanya tertuju pada suaminya di surga.

"pandangan mereka menyejukkan mata."(Shahih al-Jami':1557)

Hidung bidadari ialah hidung yang paling indah di seluruh jagad raya, serta bersih dari segala kotoran dan penyakit. karenanya, Allah menggambarkan bidadari sebagai istri yang 'muthahharah" atau yang disucikan. menurut Ibnu Abbas ra, disucikan dari segala kotoran dan penyakit (tafsir Ibnu Katsir 1/66)

pipinya yang merona sangat didamba oleh setiap wanita dunia karena akan menambah kecantikan dan kemanisannya.

"penghuni surga bisa bercermin melihat wajahnya di pipi bidadari yang mulus itu."(HR al-Baihaqi & al-Hakim).

Anas bin Malik menceritakan bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda, "seandainya bidadari meludah pada tujuh samudra, niscaya air laut akan tawar karena keindahan dan kemanisan mulutnya, karena bidadari terbuat dari za'faran."Kidung-kidung yang dinyanyikan bidadari sudah tentu keluar dari mulut yang indah nan suci, terdengar sangat merdu.

".....sesungguhnya bidadari-bidadari itu akan bersenandung dan berbunyi....."(Shahih al-Jami:1557)

Sang bidadari dalam satu tembangnya menamakan dirinya "kami bidadari suci abadi", sedangkan dalam Al-qur'an Allah berfirman;

".....dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya....."(al-Baqarah:25)

Allah menggambarkan bidadari sebagai makhluk lembut-gemulai dalam arti jauh dari sifat-sifat jantan. Allah berfirman kepada penghuni surga; "masuklah kamu kedalam surga, kamu dan istri-istri kamu digembirakan."(az-Zukhruf:70)

Buanglah jauh-jauh pikiran yang membayangkan seakan-akan bidadari itu juga bisa marah, kesal, ngambek atau suka ngomel. hal-hal semacam itu jelas tidak ada dalam kamus mereka.

Firman Allah, "bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah."(ar-Rahmaan:72)

Abu ubaidah menerangkan bahwa yang dimaksud dengan ayat diatas adalah para bidadari itu dipingit di dalam rumah-rumah mereka, khusus untuk melayani suami.

Rasulullah bersabda; "jika sehelai saja dari rambut bidadari jatuh, niscaya wanginya akan meliputi seluruh timur dan barat."(HR ath-Thabrani dari Anas bin Malik)

ibnul Qayyim memeberikan penjelasannya mengenai hal ini. "mengenai rambut bidadari ada dua sifat kontradiktif yang membuat kecantikannya semakin nyata dan memikat. pekatnya hitam rambut terpadu dengan putihnya wajah dan mata yang bersinar cemerlang. sungguh kontras sekali, namun disitulah letak kecantikannya....." (buku: Hadzil Arwah:316)

Allah berfirman; " seakan-akan bidadari itu permen mata yaqut dan marjan."(ar-Rahmaan:5

Sebagian ahli tafsir, termasuk al-Hasan al-Bashir, sependapat bahwa ayat tersebut adalah bahwa tubuh bidadari itu sebening yaqut dan seputih mukus marjan. demikian penjelasan al-Qurthubi dalam tafsirnya (17/182)

Allah berfirman; "dan, pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya."(Shaad:52)

Abu Hayyam dalam tafsirnya, al-Bahrul Muhith menyatakan, "mereka sebaya umurnya, bentuk tubuh, serta kecantikan. karena mereka diciptakan oleh Allah dalam keadaaan seperti itu (tanpa ada proses kelahiran)."

Allah berfirman ;

"mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin."(ar-Rahmaan:74)

"dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan."(al-Waqi'ah:36)

Mengomentari ayat ini, al-Amsi dalam tafsir Ruhul Ma'ani mengatakan, "para wanita dunia yang masuk surga, juga bidadari-bidadari mereka menjadi perawan sepanjang zaman....."(Riwayat Thabrani)

Anas bin Malik meriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda ; "jika wanita surga ke bumi niscaya wanginya akan memenuhi seluruh bumi."(HR Bukhari-Muslim)

Gambaran tentang sosok bidadari yang terdapat dalam Al-qur'an dan hadist begitu indah. Rasulullah sering menggambarkan sosok bidadari utuk para sahabat, bahkan ada diantara mereka yang melepaskan kurma yang sedang dimakannya untuk menjemput kesyahidan demi mendapatkan surga-Nya yang didalamnya terdapat para bidadari. kedamaian di surga bersama para bidadari bisa dipesan tiketnya mulai sekarang, anda beli dengan amal ibadah bersih, ibadah anda, dan kekuatan anda mengendalikan hawa nafsu.

Dan bagi para pengejar dan pencari syahwat dan hawa nafsu, para pemburu kesenangan dunia. kumpukan segala bentuk kenikmatan dankesenangan dunia, wanita, harta, tahta dan segala permen mata lalu bandingkan dengan setitik api neraka. Adakah yang tersisa dari kenikmatan itu? tidak ada! yang tersisa hanyalah sesal dan dosa.

Allah berfirman; "pada hari kiamat kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan."(Yasiin:65)

Rasulullah saw bersabda; "pada hari kiamat didatangkan dari calon ahli neraka seorang yang didunia hidupnya bergelimang kesenangan. kemudian dicelupkan sebentar kedalam neraka. lalu ditanya, "wahai anak adam! pernakah engkau merasakan kesenangan?" ia menjawab, "tidak pernah sama sekali". lalu didatangkan dari ahli surga seorang yang didunia hidupnya merana dan menderita. lalu di masukan sebentar kedalam surga, kemudian ditanya, "pernakah engkau merasakan derita? pernakah engkau menyaksikan kesengsaranaan?" jawabnya, "tidak pernah sama sekali wahai tuhanku"."(HR Muslim dan Ibnu Majah).

dan jangan salah, bagi para wanita yang beramal salehah di dunia, Allah akan merubah dirinya melebihi kecantikan dan keluarbiasaan para bidadari yang ada diatas.


untuk lebih lengkap baca:

Judul : "Bertemu Bidadari di Surga"

Pengarang : Abu M. Jamal Ismail

Semoga ini bisa membantu...

Wassalam
 
pertanyaan dan penjelasan yang bagus sekali.

oia ana pernah denger penjelasan dari Quraish Shihab di satu stasiun televisi beberapa tahun lalu yang dimaksud dengan bidadari adalah Makhluk ALLAH yang sangat indah/enak dan tak akan membosankan bila dipandang oleh mata yang memandangnya, Quraish Shihab juga mengatakan bahwa AL Quran tidak menjelaskan tentang jenis kelamin dari bidadari.

Wallahu Alam
 
Terima kasih sekali atas jawabannya.
Gak nyangka bisa sepanjang itu. Sekali lagi terima kasih.
Silahkan kalau ada teman-teman lain yang mau menambahkan.

Dari penjelasan Argghh, ada satu hal yang masih mengganjal rasanya. Saya sama sekali tidak bermaksud nge-flame, hanya karena ketidak tahuan saya, hingga banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul.

diesebutkan bahwa bagi para wanita yang beramal salehah di dunia, Allah akan merubah dirinya melebihi kecantikan dan keluarbiasaan para bidadari yang ada diatas. Secara manusiawi para wanita salehah ini apakah akan merasa tersaingi oleh keberadaan bidadari-bidadari di surga? Mohon maaf kalau pertanyaan saya terkesan mengada-ada. Tapi itulah yang saya lihat dari pertanyaan istri saya. Ataukah setiap manusia yang masuk surga sudah tidak memiliki sifat-sifat buruk (nafsu amarah, cemburu, dll) seperti halnya di dunia. Sehingga tidak mungkin lagi ada pertengkaran dan hal-hal buruk lainnya di surga.

Mungkin ini hanya kesimpulan liar yang hinggap di kepala saya. Jika tidak benar mohon diluruskan.

terima kasih.
 
untuk wanita soleh pd di waktu di bumi, mereka mendapatkan apa ??

laki-laki mendapatkan bidadari, kalo wanita ??

apa wanita sholeh itu menjadi bidadari atau mendapat...??

apa ya ??
 
pertanyaan dan penjelasan yang bagus sekali.

oia ana pernah denger penjelasan dari Quraish Shihab di satu stasiun televisi beberapa tahun lalu yang dimaksud dengan bidadari adalah Makhluk ALLAH yang sangat indah/enak dan tak akan membosankan bila dipandang oleh mata yang memandangnya, Quraish Shihab juga mengatakan bahwa AL Quran tidak menjelaskan tentang jenis kelamin dari bidadari.

Wallahu Alam

Jika dinyatakan bahwa bidadari untuk laki-laki, berarti jelas bidadari itu adalah wanita.


untuk wanita soleh pd di waktu di bumi, mereka
mendapatkan apa ??

laki-laki mendapatkan bidadari, kalo wanita ??

apa wanita sholeh itu menjadi bidadari atau mendapat...??

apa ya ??

Insya Allah wanita ahli surga tidak akan mempertanyakan hal sepele seperti ini di surga nanti. Pertanyaan ini bukti ego, iri masih berperan besar dalam pemikiran manusia. Sedangkan di surga nanti, di jamin, Insya Allah, gak bakal ada pertanyaan seperti itu. Allah Maha Tahu Kebaikan untuk Umat-Nya.

Lagian bukankah kodrat, wanita lebih menyukai bersuami satu orang??
 
Jika dinyatakan bahwa bidadari untuk laki-laki, berarti jelas bidadari itu adalah wanita.




Insya Allah wanita ahli surga tidak akan mempertanyakan hal sepele seperti ini di surga nanti. Pertanyaan ini bukti ego, iri masih berperan besar dalam pemikiran manusia. Sedangkan di surga nanti, di jamin, Insya Allah, gak bakal ada pertanyaan seperti itu. Allah Maha Tahu Kebaikan untuk Umat-Nya.

Lagian bukankah kodrat, wanita lebih menyukai bersuami satu orang??

o0o...

begitu ya ??

terus kalo dia ga nanya ??

apa dia sendiri di surga nanti ??
 
kayaknya kata-kata ane nih yang terlalu ekstrim. :D Maksud ane, wanita ahli surga sangat kecil kemungkinannya mempertanyakan hal seperti ini. Lebih baik menyibukkan diri dengan ibadah yang lain. Daripada bertanya sesuatu yang timbul dari perasaan iri terhadap kaum adam. :D

Setahu ane, ada kasus seorang istri yang di dunia menikah 2 kali atau lebih, di akhirat nanti dia akan mendapatkan suaminya yang terakhir. Sesuai hadits:

Nabi ` bersabda,

الْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا

“Seorang wanita adalah untuk suaminya yang terakhir.”

[Lihat Shahīh al-Jāmi', no. 6691; dan ash-Shahīhah, no. 1281]

Imam ath-Thabrāni meriwayatkan, bahwa Mu’āwiyah pernah meminang Ummu ad-Dardā` setelah Abū ad-Dardā` meninggal dunia. Maka Ummu ad-Dardā` berkata, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Abū ad-Dardā` menyebutkan bahwa Rasulullah ` bersabda, ‘Siapa saja wanita yang ditinggal mati oleh suaminya, lalu ia menikah lagi, maka ia diperuntukkan bagi suaminya yang terakhir.’ [Hadits ini dinyatakan valid oleh Syaikh al-Albāni dalam Shahīh al-Jāmi', no. 2704] Dan tidaklah aku lebih memilihmu dibandingkan Abū ad-Dardā`.”

[Al-Mu'jam al-Ausath (III/275) no. 3130]

Imam al-Baihaqi meriwayatkan, bahwa Hudzaifah berkata kepada istrinya, “Jika engkau ingin untuk menjadi istriku di surga maka janganlah engkau menikah lagi sepeninggalku. Sebab wanita di surga itu diperuntukkan bagi suaminya yang terakhir di dunia. Karena itulah Allah mengharamkan istri-istri Nabi ` untuk menikah lagi sepeninggal beliau, sebab mereka adalah istri-istri beliau di surga.”

[Sunan al-Baihaqi al-Kubrā (VII/69) no. 13199]

Imam Ibn Sa’d meriwayatkan, bahwa Asmā` pernah mengadukan sikap keras suaminya, az-Zubair Ibn al-’Awwām, kepada ayahnya, Abū Bakr. Maka Abū Bakr berkata, “Wahai puteriku, bersabarlah. Sebab apabila seorang wanita memiliki suami yang shalih lalu si suami meninggal dunia dan ia tidak menikah lagi, niscaya Allah akan mengumpulkan keduanya di surga.”

[Ath-Thabaqāt al-Kubrā (VIII/251). Lihat pula ash-Shahīhah, penjelasan hadits no. 1281]

Di sini jelas, bagi istri, cukuplah seorang suami ahli surga. Penting untuk diingat kembali, bahwa di surga tidak ada kesedihan dan kegundahan, hanya ada suka cita dan kegembiraan.

Inilah sunnatullah.
Wallahu A'lam.
 
tapi kok ga boleh nikah lagi sie om ??

kalo wanita ditinggal mati sama suaminya, dari pada dia hidup sendiri tanpa punya anak mending nikah lagi??
 
Ada dua pendapat, bro. Pendapat yang lain si istri nantinya boleh memilih suami mana yang akan menemaninya di surga. Tapi pendapat ini tidak didukung hadits yang kuat.

Kalo pengen nikah lagi ya silahkan, asalnya suaminya sholehnya selevel ama suaminya yang pertama atau kalau bisa melebihi yang pertama.

Mungkin gitu kali ya... :D
Gw sendiri blom nikah malah ngomongin nikah.. :p
 
Hem... ane rasa cukuplah hadits-hadits di atas yang disebutin ama bung argghh membuat kita semakin bersemangat dalam mengumpulkan amalan pahala. :)
 
hihihihih....

mau liat neh kaya gimana bidadari
 
kalo gw mati sekarang terus mati surga gw mau mati aja....

hihihihi
 
Hati 2 banyak hadist dhoif !!! Mari kita merujuk kembali ke al-qur'an
 
kalo gw mati sekarang terus mati surga gw mau mati aja....

hihihihi
Itukan harapan semua muslim, bro. Mati dalam keadaan khusnul khotimah.:)
Jangan lupa selalu berdo'a agar dimatikan dalam keadaan khusnul khotimah.:)


Hati 2 banyak hadist dhoif !!! Mari kita merujuk kembali ke al-qur'an
Jazakallah atas peringatannya. Insya Allah, mengenai bidadari ini Allah tentang menjanjikannya di Al Qur'an. :)
 
Kalau boleh saya ambil sedikit kesimpulan, dari logika saya, bidadari secara kasat mata memang masih rahasia Allah. Belum ada seorang pun yang hidup di dunia ini tau seperti apa wujud sebenarnya.

Namun kalau kita percaya kepada Allah, Allah maha adil, Maha bijaksana. Segala sesuatu yang sudah dijanjikan Allah pasti akan terlaksana. Dan bukan kapasitas kita sebagai manusia untuk mempertanyakan keadilan yang diberikan Allah kepada hamba-hambaynya.

Kita cuma cukup untuk yakin dan percaya sepenuhnya bahwa tidak akan ada seorang pun ahli surga yang merasa dirugikan.
 
Betul akh, baik pria maupun wanita. Karena Allah itu Maha ADIL. :)
 
ikut nimbrung ah....

buat mas verdan....bilangin sama istrinya...bahwa wanita dunia itu lebih dari bidadari...(tapi ada syaratnya lho..!!)

Aku (ummu salamah) bertanya “ Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab “ Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat”

Aku bertanya "mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”

Beliau menjawab “Karena sholat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka,tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya outih bersih, pakaiaannya berwarna hijau, perhiasaannya kekuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas”

Mereka berkata “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya”(HR Tbahari dari Ummu Salamah)


"Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Waaqi'ah [56] : 22-24).

"Seakan-akan
bidadari itu permen mata yaqut dan marjan." (QS. Ar-Rahmaan [55] : 58).

"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi
cantik-cantik." (QS. Ar-Rahmaan [55] : 70).

"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit di dalam rumah."
(QS. Ar-Rahmaan [55] : 72).

Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab Mujamnya dari Ummu Salamah, dia
berkata, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firman Allah :Huurun 'iin"
Rasulullah berkata, "Huurun 'iin artinya mata yang indah dan jeli."
Aku berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya : Kaamtsaalil lu'lu'il maknun."
Rasulullah berkata, "Artinya bersih sebersih mutiara yang tak pernah disentuh tangan." Aku berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya : Fii hinna khairaat hisaan."
Rasulullah berkata, "Baik akhlaknya dan cantik wajahnya."
Aku berkata lagi, "Tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya : Kaannahunna baidhun maknuun."
Rasulullah berkata, "Kelembutan kulit mereka seperti kulit yang ada di bagian dalam kulit telur."
Aku berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firmanNya :Uruban atrooban."
Rasulullah berkata, Mereka yang di dunia sudah tua renta, di surga menjadi gadis-gadis yang sebaya."
(Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani, dari Bakar bin Sahl Ad-Dimyathi,
dari Umar bin Hasyim Al-Hassan, dari Hasan, dari bapaknya, dari Ummu
Salamah, dia berkata, "Aku mengingatnya.")

wallahua'lam
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.