• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

DAMAI DI SETIAP LANGKAH ~Thich Nhat Hanh~

singthung

IndoForum Junior E
No. Urut
7164
Sejak
21 Sep 2006
Pesan
1.634
Nilai reaksi
27
Poin
48
Prakata

Oleh : Yang Mulia Dalai Lama


Meskipun usaha untuk menciptakan perdamaian dunia melalui transformasi internal pada setiap individu sangatlah sulit, tetapi itulah jalan satu-satunya. Kemana pun saya pergi, saya mengatakan hal ini, dan saya mendorong orang-orang dari berbagai lapisan untuk menerimanya dengan baik. Pertama-tama kedamaian haruslah dikembangkan di dalam diri sendiri. Saya percaya bahwa cinta kasih, kasih sayang dan rasa simpati merupakan dasar pokok bagi perdamaian. Sekali sifat-sifat ini dikembangkan di dalam diri sendiri, seseorang pasti mampu membangun suasana perdamaian dan keharmonisan. Suasana ini bisa dikembangkan dan diperluas dari diri sendiri kepada keluarga, dari keluarga kepada masyarakat dan akhirnya kepada seluruh dunia.

Damai di Setiap Langkah adalah buku panduan untuk suatu perjalanan yang tepat pada arah ini. Titch Nhat Hanh memulai dengan mengajarkan tentang penyadaran terhadap pernapasan dan penyadaran terhadap tindakan-tindakan sekecil apapun di dalam kehidupan kita sehari-hari. Selanjutnya beliau menunjukkan kepada kita cara-cara menggunakan manfaat dari penyadaran dan konsentrasi ini untuk mengubah dan menyembuhkan berbagai keadaan psikologis yang sulit. Akhirnya beliau menunjukkan kepada kita hubungan antara kedamaian di dalam diri pribadi dengan kedamaian di Bumi. Ini adalah buku yang sangat berharga. Ia bisa mengubah kehidupan pribadi dan kehidupan masyarakat kita.

Pengantar Penyunting

Pagi ini ketika saya berjalan perlahan-lahan dengan penuh sadar melalui hutan pohon oak yang hijau, matahari merah-jingga yang cemerlang terbit di atas horizon. Hal itu segera membangkitkan kenangan tentang negeri India pada diri saya, dimana rombongan kami dua tahun yang lalu bergabung dengan Thich Nhat Hanh, mengunjungi tempat-tempat dimana Sang Buddha mengajar.

Dalam suatu perjalanan menuju gua di dekat Bodh Gaya, kami berhenti di lapangan yang dikelilingi ladang padi dan mengalunkan syair ini :

Damai di Setiap Langkah
Kilauan matahari merah itulah hatiku
Setiap bunga tersenyum bersamaku
Betapa hijau, betapa segarnya semua yang tumbuh
Betapa sejuknya angin yang berhembus
Damai di Setiap Langkah
Ia mengubah jalan yang tiada akhir ini menjadi suatu kegembiraan.​

Kalimat-kalimat ini meringkas intisari pesan Thich Nhat Hanh bahwa kedamaian bukanlah sesuatu yang berada di luar diri atau yang mesti dikejar atau dicapai. Hidup dengan penuh sadar, memperlambat dan menikmati setiap langkah dan setiap napas, sudahlah cukup. Kedamaian telah hadir pada setiap langkah dan jika kita berjalan dengan cara ini, sekuntum bunga akan mekar dibawah kaki pada setiap langkah kita. Kenyataannya bunga-bunga akan tersenyum kepada kita dan mendoakan agar kita selamat dalam perjalanan kita.

Saya bertemu dengan Thich Nhat Hanh pada tahun 1982 ketika beliau menghadiri Koferensi Peduli Kehidupan di New York. Saya merupakan salah seorang umat Buddhis Amerika yang pertama beliau jumpai dan hal itu mempesona beliau karena saya berpenampilan, berpakaian, dan pada batas-batas tertentu, bertindak seperti para samanera yang telah beliau latih di Vietnam selama dua dasawarsa. Ketika guru saya, resi Richard Baker, mengundang beliau untuk mengunjungi pusat meditasi kami di San Fransisco pada tahun berikutnya, beliau dengan gembira menerimanya dan ini menjadi tahapan baru dalam kehidupan luar biasa dari bhikkhu yang lemah lembut ini, resi Baker menggolongkan beliau sebagai “persilangan antara awan, siput dan bagian dari mesin/peralatan berat – suatu penampilan kesalehan yang sejati”.

Thich Nhat Hanh dilahrkan di Vietnam Tengah pada tahun 1926 dan ditahbiskan sebagai bhikkhu pada tahun 1942, saat berusia enam belas tahun. Hanya dalam delapan tahun kemudian, beliau membantu mendirikan pusat lokakarya Buddhis yang menjadi sangat terkenal di Vietnam Selatan, Lembaga Buddhis An Quang.

Pada tahun 1961, Nhat Hanh datang ke Amerika Serikat untuk belajar dan mengajar perbandingan agama di Unversitas Columbia dan Princeton. Tetapi pada tahun 1963, rekan bhikkhu beliau di Vietnam menelegram beliau agar pulang untuk bergabung dengan mereka dalam tugas megakhri peperangan dan membantu memimpin salah satu gerakan perlawanan tanpa kekerasan, sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip Mahatma Gandhi.

Pada tahun 1964, bersama dengan sejulah professor dan mahasiswa di Vietnam, Thich Nhat Hanh mendirikan Sekolah Pekerja Sosial bagi pemuda yang oleh media-media Amerika disebut sebagai “Korps Perdamaian Kecil dimana serombongan pemuda pergi ke daerah-daerah pedesaan untuk membangun sekolah-sekolah dan klinik-klinik kesehatan dan selanjutnya membangun kembali desa-desa yang telah hancur dibom. Bersamaan dengan jatuhnya Saigon, terdapat lebih dari 10.000 bhikkhu, bhikkhuni dan sukarelawan muda yang terlibat di dalam pekerjaan ini. Pada tahun yang sama, beliau membantu mendirikan apa yang kelak menjadi penerbit yang paling bergengsi di Vietnam, La Boi Press. Di dalam buku-buku beliau dan sebagai editor kepala dari penerbit resmi Unifield Buddhist Church, beliau menghendaki agar diadakan rekonsiliasi antara pihak-pihak yang bertikai di Vietnam, dan karenanya tulisan-tulisan beliau disensor oleh kedua pemerintahan yang bertentangan.

Pada tahun 1966, atas desakan para rekan-rekan bhikkhunya, beliau menerima undangan dari Fellowship of Reconciliation dan Unversitas Cornell untuk datang ke Amerika Serikat “untuk menjabarkan [kepada kita] aspirasi dan penderitaan yang mendalam dari masyarakat Vietnam yang bungkam” (New Yorker, 25 Juni 1966). Beliau memiliki jadwal pembicaraan dan pertemuan pribadi yang sangat padat, dan dengan meyakinkan berbicara demi suatu gencatan senjata serta penyelesaian melalui perundingan.

Martin Luther King, Jr begitu tersentuh oleh Nhat Hanh dan rancangan-rancangan perdamaian beliau, sehingga beliau dicalonkan sebagai penerima hadiah Nobel Perdamaian tahun 1967, dan mengatakan, “Saya tahu bahwa tak ada seorang pun yang lebih berharga untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian selain bhikkhu lemah-lembut dari Vietnam in”. Penampilan King di muka umum menentang peperangan dalam suatu konferensipress, dengan Thich Nhat Hanh, di Chicago, sebagian besar disebabkan oleh pangaruh Thich Nhat Hanh.

Ketika Thomas Merton, seorang pastor dan ahli kebatinan Katholik yang terkenal, bertemu dengan Nhat Hanh di biara beliau, Gethsemani, dekat Louisville, Kentucky, ia berkata kepada para muridnya “Hanya dengan cara membuka pintu dan memasuki ruangan telah menunjukkan kebijaksanaan beliau. Beliau adalah seorang bhikkhu sejati”. Merton melanjutkan menulis sebuah karangan, “Nhat Hanh adalah Sadaraku”, yang merupakan suatu pengharapan yang bersemangat untuk mendengarkan proposal Nhat Hanh demi perdamaian dan mendukung sepenuhnya anjuran perdamaian Nhat Hanh. Setelah pertemuan-pertemuan penting dengan Senator Fullbright dan Kennedy, Sekretaris Pertahanan Mc Namara dan yang lainnya di Washington, Thich Nhat Hanh pergi ke Eropa, dimana beliau bertemu dengan sejumlah kepala negara dan pejabat gereja Katholik, termasuk dua pertemuan dengan Paus Paulus VI, mendesak kerjasama antara umat Katholik dan Buddhis untuk membantu menciptakan perdamaian di Vietnam.

Pada tahun 1969, atas permintaan Unified Buddhist Church of Vietnam, Thich Nhat Hanh membentuk delegasi perdamaian Buddhis menuju Perundingan Perdamaian Paris. Setelah Persetujuan Perdamaian ditandatangani pada tahun 1973, beliau tidak diijinkan untuk kembali ke Vietnam, dan beliau mendirikan suatu himpunan kecil, seratus mil di sebelah barat daya Paris yang dinamakan “Kentang Manis”. Pada tahun 1976-1977, Nhat Hanh memimpin suatu organisasi untuk menyelamatkan manusia perahu di Teluk Siam, tetapi sikap tidak bersahabat dari pemerintah Thailand dan Singaura membuat hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Jadi selama lima tahun berikutnya beliau tinggal menyepi di Kentang Manis – bermeditasi, membaca, menulis, menjilid buku, berkebun dan kadang-kadang menerima tamu.

Pada Juni 1982, Thich Nhat Hanh mengunjungi new York, dan pada akhir tahun itu juga beliau membangun Desa Keberuntungan, sebuah pusat retret yang lebih besar di dekat Bordeax, yang dikelilingi oleh kebun anggur dan ladang gandum, jagung dan bunga matahari. Sejak tahun 1983 beliau telah mengunjungi Amerika Serikat Utara setiap tahun sekali untuk membimbing berbagai latihan meditasi dan mengajarkan tentang hidup dengan penuh sadar dan mempunyai tanggung jawab sosial, “menciptakan kedamaian tepat pada saat kita hidup ini”.

Meskipun Thich Nhat Hanh tidak dapat mengunjungi tanah air beliau, salinan tulisan tangan dari berbagai buku beliau tetap beredar di Vietnam secara sembunyi-sembunyi. Kehadiran beliau juga dirasakan melalui kehadiran murid-murid dan teman-teman beliau di seluruh dunia yang bekerja sepenuhnya berusaha untuk meringankan penderitaan rakyat Vietnam yang sangat miskin, secara diam-diam membantu keluarga-keluarga yang kelaparan dan berkampanye demi para penulis, artis, bhikkhu dan bhikkhuni yang telah dipenjara dikarenakan kepercayaan dan kesenian mereka. Pekerjaan ini meluas sampai membantu para pengungsi yang ditakut-takuti dengan pemulangan kembali ke tanah airnya, serta mengirimkan bantuan material dan spritual kepada para pengungsi di kamp-kamp penampungan di Thailand, Malaysia dan Hongkong.

Sekarang dalam usia enam puluh empat tahun, tetapi tampak dua puluh tahun lebih muda, Thich Nhat Hanh terbukti sebagai salah seorang guru hebat dalam abad kedua puluh ini. Di tengah-tengah masyarakat kita yang menekankan pada kecepatan, efisiensi dan kesuksesan materi, kemampuan Thich Nhat Hanh untuk berjalan dengan tenang, penuh kedamaian dan sadar serta mengajar kita untuk melakukan hal yang sama, telah membuat beliau disambut dengan antusias di Barat. Meskipun cara penyampaian beliau sederhana, kenyataan yang muncul dari meditasi beliau, latihan Buddhis beliau, serta pengabdian beliau terhadap dunia.

Cara mengajar beliau berpusat di sekitar napas yang disadari – penyadaran terhadap setiap tarikan dan hembusan napas – dan, melalui napas yang disadari, kita menyadari setiap tindakan yang kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari. Meditasi, beliau katakan pada kita, tidaklah hanya di bersujud atau menyalakan dupa. Beliau juga mengatakan kepada kita bahwa membentuk senyuman di wajah kita dapat mengendurkan beratus-ratus otot di dalam tubuh kita – beliau menyebutnya “Yoga Mulut – dan pada kenyataannya, penyelidikan baru-baru ini telah menunjukkan bahwa ketika kita melenturkan otot-otot wajah kita ke dalam ekspresi kegembiraan, kita betul-betul menghasilkan efek pada sistem syaraf kita yang mengarah pada kegembiraan sebenarnya.

Kedamaian dan kebahagiaan itu tersedia, beliau mengingatkan pada kita, jika saja kita dapat menenangkan pikiran kita yang telah lama kacau, untuk kembali pada saat kini dan melihat langit biru, senyum seorang anak, indahnya matahari terbit. Jika kita damai, jika kita berbahagia, kita bisa tersenyum dan setiap orang dalam keluarga kita, seluruh masyarakat kita, bisa memetik manfaat dari kedamaian kita.

Damai di Setiap Langkah merupakan sebuah buku pengingatan. Dalam kesibukan kehidupan modern, kita cenderung kehilangan sentuhan dengan kedamaian yang tersedia di setiap saat. Kreativitas Thich Nhat Hanh terletak pada kemampuan beliau menggunakan berbagai keadaan yang biasanya menekan dan menimbulkan kemarahan kita. Bagi beliau, telepon yang berdering merupakan tanda yang memanggil kita kembali pada kesejatian kita. Piring kotor, lampu merah dan kemacetan lalu lintas merupakan teman-teman spritual dalam jalan menuju kesadaran. Kepuasan yang sangat mendalam, perasaan yang mendalam dari kegembiraan dan kesempurnaan terletak dekat, sedekat tarikan napas yang berikutnya serta senyuman yang bisa kita bentuk saat ini juga.

Damai di Setiap Langkah dikumpulkan dari berbagai ceramah, tulisan yang diterbitkan maupun tidak, serta percakapan tidak resmi Thich Nhat Hanh, oleh sejumlah teman – Therese Fitzgerald, Michael Katz, Jane Hirshfied dan saya sendiri – yang erat bekerja sama dengan Thay Nhat Hanh (diucapkan “Tai” – kata dari bahasa Vietnam untuk sebutan “Guru”) serta dengan Leslie Meredith, penyunting kita yang penuh perhatian, cermat dan sensitif di Bantam. Patricia Curtan yang menyiapkan naskah dandelion yang indah. Terima kasih yang khusus juga untuk Marion Tripp yang menulis “Sajak Dandelion”.

Buku ini merupakan pesan yang paling jelas dan lengkap dari seorang bodhisatva agung, yang telah mengabadikan hidup beliau demi pencerahan orang-orang lain. Ajaran Thich Nhat Hanh selain mendatangkan inspirasi yang sangat mudah dilaksanakan. Saya berharap para pembaca menikmati buku ini sebanyak kegembiraan kami yang telah menyediakannya.

Arnold Kotler
Thenac, Peranis
Juli 1990​


 
DAMAI DI SETIAP LANGKAH

BAGIAN PERTAMA

BERNAPASLAH! ANDA MASIH HIDUP


DUA PULUH EMPAT JAM YANG BARU


Setiap pagi, ketika kita bangun, kita mempunyai dua puluh empat jam yang baru untuk hidup. Alangkah berharganya pemberian ini! Kita mempunyai kapasitas untuk hidup dalam satu cara sehingga dua puluh empat jam ini akan membawa kedamaian, kegembiraan dan kebahagiaan bagi diri kita maupun yang lainnya.

Kedamaian itu hadir tepat di sini dan saat ini, di dalam diri kita sendiri dan di dalam setiap hal yang kita lakukan dan kita lihat. Masalahnya adalah apakah kita bersentuhan dengannya atau tidak. Kita tidak perlu pergi jauh untuk menikmati langit biru. Kita tidak perlu meninggalkan kota kita atau bahkan tetangga kita untuk menikmati mata seorang anak yang cantik. Bahkan udara yang kita hirup bisa menjadi sumber kegembiraan.

Kita bisa tersenyum, bernapas, berjalan dan memakan makanan kita dengan cara yang memungkinkan kita untuk bersentuhan dengan kebahagiaan berlimpah yang tersedia. Kita sangat baik di dalam mempersiapkan diri untuk hidup, tetapi kurang baik di dalam menikmati kehidupan. Kita tahu bagaimana harus mengorbankan sepuluh tahun untuk sebuah diploma dan kita mau bekerja sangat keras untuk mendapatkan pekerjaan, mobil, rumah dan sebagainya. Tetapi kita sulit mengingat bahwa kita hidup pada saat ini, satu-satunya waktu bagi kita untuk hidup. Setiap tarikan napas kita, setiap langkah yang kita lakukan, dapat diisi dengan kedamaian, kegembiraan dan ketenangan. Kita hanya butuh untuk bangun, hidup di saat sekarang ini.

Buku kecil ini diterbitkan sebagai sebuah lonceng kewaspadaan, suatu peringatan bahwa kebahagiaan terjadi hanya pada saat ini. Tentu saja, rencana untuk masa depan adalah suatu bagian dari hidup. Bahkan satu rencana pun hanya bisa dilaksanakan pada saat sekarang ini. Buku ini merupakan ajakan untuk kembali pada saat ini dan menemukan kedamaian dan kegembiraan. Saya sajikan beberapa pengalaman saya dan sejumlah teknik yang mungkin bisa membantu. Tetapi janganlah menunggu sampai
menyelesaikan buku ini baru menemukan kedamaian. Kedamaian dan kebahagiaan terdapat pada setiap saat. Pada setiap langkah itulah kedamaian terdapat. Kita akan berjalan bergandengan tangan. Selamat mengikuti.


 
SI DANDELION MENYIMPAN SENYUMKU


Jika seorang anak tersenyum, jika seorang dewasa tersenyum,itu sangat penting. Jika di dalam kehidupan sehari-hari kita bisa tersenyum, jika kita bisa merasa damai dan bahagia, maka tidak hanya kita, tetapi setiap orang akan memperoleh manfaat darinya.

Jika kita benar-benar mengerti bagaimana cara untuk hidup, jalan lebih baik manakah yang bisa mengawali hari ini selain daripada sebuah senyuman? Senyuman kita memperkokoh kesadaran dan keputusan kita untuk hidup dalam kedamaian dan kegembiraan. Sumber dari senyuman sejati adalah batin yang telah terbangun atau batin yang terjaga.

Bagaimana cara anda agar ingat untuk tersenyum ketika anda bangun? Anda bisa menggantungkan sebuah peringatan – seperti sepotong dahan, selembar daun, sebuah lukisan, atau kata-kata yang membangkitkan semangat – di jendela atau di langit-langit kamar di atas ranjang, sehingga anda melihatnya ketika bangun. Sekali anda mengembangkan praktik untuk tersenyum, anda tidak membutuhkan sebuah peringatan lagi. Anda akan tersenyum segera setelah anda mendengar burung berkicau atau melihat sinar matahari menembus jendela. Senyuman membantu anda menjalani hari itu dengan kelembutan dan pengertian.

Ketika saya melihat seseorang tersenyum, saya segera mengetahui bahwa ia berada dalam batin yang sadar (penuh sati). Bibir yang setengah-tersenyum ini, sudah berapa banyakkah seniman yang menuangkannya ke dalam karya-karya patung dan lukisan yang tak terhitung banyaknya? Saya percaya senyuman yang sama terdapat pula pada wajah para pemahat dan pelukisnya ketika mereka mengerjakannya. Bisakah anda bayangkan seorang pelukis yang marah menghasilkan senyuman itu? Senyuman Monalisa tipis, hanya isyarat sebuah senyuman. Tetapi senyuman seperti itu pun cukup untuk merilekskan semua otot di wajah kita, untuk membuang semua kecemasan dan kelelahan. Senyuman yang sekilas di bibir kita memelihara kesadaran dan secara ajaib menenangkan kita. Ia mengembalikan kedamaian yang kita pikir telah hilang. Senyuman kita akan membawa kebahagiaan pada kita dan mereka yang ada di sekitar kita. Biarpun kita membelanjakan banyak uang untuk membeli hadiah-hadiah buat setiap orang dalam keluarga kita, tidak satu pun dari yang kita beli itu bisa memberi mereka begitu banyak kebahagiaan seperti pemberian kesadaran kita, senyuman kita. Dan hadiah berharga ini tidak memerlukan biaya.

Pada akhir suatu retret (pelatihan meditasi) di California, seorang teman menulis sajak ini:

Aku telah kehilangan senyumanku,
tetapi jangan khawatir.
Si dandelion menyimpannya.


Jika anda telah kehilangan senyuman anda tetapi masih bisa melihat bahwa setangkai dandelion menyimpannya untuk anda, keadaannya tidaklah begitu buruk. Anda masih punya cukup kesadaran untuk melihat bahwa senyuman tersebut ada di sana. Anda hanya perlu bernapas dengan sadar satu atau dua kali dan anda akan mendapatkan kembali senyuman anda. Si dandelion adalah salah satu anggota himpunan teman anda. Ia ada di sana, cukup setia, menyimpan senyuman untuk anda.

Pada kenyataannya, segala sesuatu di sekeliling anda menyimpan senyuman anda untuk anda. Anda tidak perlu merasa tekucil. Anda hanya perlu membuka diri terhadap dukungan yang semuanya berada di sekeliling anda. Seperti teman yang melihat bahwa senyumannya disimpan oleh si dandelion, anda dapat bernapas dengan sadar dan senyuman anda akan kembali.

 
BERNAPAS DENGAN SADAR


Ada sejumlah teknik bernapas yang dapat anda pakai untuk membuat kehidupan menjadi bersemangat dan lebih menyenangkan. Latihan pertama sangatlah sederhana. Ketika anda menarik napas, katakan pada diri sendiri, “Menarik napas, saya tahu bahwa saya menarik napas”. Dan ketika anda menghembuskan napas, “Menghembuskan napas, saya tahu bahwa saya menghembuskan napas”. Hanya itu. Anda mengetahui tarikan napas anda sebagai tarikan napas dan hembusan napas anda sebagai hembusan napas. Anda bahkan tidak perlu mengulang seluruh kalimat itu, anda bisa menggunakan hanya dua kata”masuk” dan “keluar”. Teknik ini bisa membantu anda mengikat pikiran anda pada napas. Ketika anda berlatih, napas anda akan menjadi tenang dan lembut, dan batin serta jasmani anda juga akan menjadi tenang dan lembut. Ini bukanlah latihan yang sulit. Hanya dalam beberapa menit anda akan menyadari buah dari meditasi ini.

Menarik dan menghembuskan napas sangatlah penting, dan itu menyenangkan. Napas kita merupakan penghubung antara jasmani dan batin kita. Kadangkala batin kita sedang memikirkan sesuatu dan jasmani kita mengerjakan hal lain, dan batin serta jasmani tidak menyatu. Dengan memusatkan pikiran pada napas kita, “Masuk” dan “Keluar”, kita membawa jasmani dan batin bersatu kembali, dan menjadi utuh lagi. Bernapas dengan sadar merupakan jembatan yang penting.

Bagi saya, bernapas merupakan satu kenikmatan yang tak bisa saya tinggalkan. Setiap hari, saya berlatih bernapas dengan sadar, dan di dalam ruang meditasi kecil saya, saya telah mengukirkan tulisan ini:”Bernapaslah, anda masih hidup!” Hanya dengan bernapas dan tersenyum dapat membuat kita sangat bahagia, karena ketika kita bernapas secara sadar kita menyembuhkan diri sendiri secara sempurna dan menikmati hidup pada saat ini.

 
SAAT INI, SAAT YANG INDAH​


Di dalam masyarakat kita yang sibuk, adalah suatu keberuntungan besar untuk dapat bernapas secara sadar dari waktu ke waktu. Kita dapat berlatih bernapas dengan sadar, tidak hanya ketika sedang duduk di ruang meditasi, tetapi juga ketika sedang bekerja di kantor atau di rumah, ketika sedang mengemudikan mobil atau duduk di dalam bus, di manapun kita berada, kapan saja dalam sepanjang hari.

Terdapat begitu banyak latihan yang dapat kita lakukan untuk membantu kita bernapas secara sadar. Selain latihan “Masuk- Keluar” yang sederhana ini yaitu, kita dapat mengulang empat baris ini dengan diam-diam ketika kita menarik dan menghembuskan napas:

Menarik napas, saya menenangkan jasmani saya.
Menghembuskan napas, saya tersenyum.
Bertinggal di dalam saat ini,
Saya tahu inilah saat yang indah!


“Menarik napas saya menenangkan jasmani saya”. Mengucapkan kalimat ini seperti meminum segelas air sari jeruk dingin pada hari yang panas – anda bisa merasakan kesejukan merembes ke dalam tubuh anda. Ketika saya menarik napas dan mengulang baris ini, saya sesungguhnya merasa napas saya menenangkan jasmani dan batin saya.

“Menghembuskan napas, saya tersenyum”. Anda tahu bahwa seulas senyuman bisa merilekskan beratus-ratus otot pada wajah anda. Menyungging seulas senyuman di wajah anda merupakan tanda bahwa anda adalah penguasa dari diri anda sendiri.

“Bertinggal di dalam saat ini”. Ketika saya duduk di sini, saya tidak memikirkan yang lainnya. Saya duduk di sini, dan saya tahu persis di mana saya berada.

“Saya tahu inilah saat yang indah”. Adalah satu kegembiraan untuk duduk, dengan stabil dan rileks, dan kembali pada napas kita, senyuman kita, sifat sejati kita. Perjanjian kita dengan kehidupan adalah pada saat ini. Jika kita tidak memiliki kedamaian dan kegembiraan sekarang juga, kapankah kita akan memiliki kedamaian dan kegembiraan – besok, atau lusa? Apakah yang menghalangi kita untuk berbahagia sekarang ini? Ketika kita mengikuti napas, kita dapat berkata, cukup hanya ini:”Tenang,Tersenyum, Saat ini, Saat yang indah”.

Latihan ini tidak hanya untuk para pemula. Banyak diantara kita yang sudah berlatih meditasi dan bernapas dengan sadar selama empat puluh atau lima puluh tahun tetap melanjutkan berlatih dengan cara yang sama, karena latihan semacam ini sangatlah penting dan begitu mudah.

 
SEDIKIT BERPIKIR



Ketika kita berlatih bernapas dengan sadar maka pikiran kita akan melambat, dan kita dapat memberikan istirahat yang sebenarnya kepada diri kita. Pada sebagian besar waktu, kita terlalu banyak berpikir, dengan demikian bernapas dengan sadar ini membantu kita untuk menjadi tenang, rileks, dan damai. Ia membantu kita berhenti berpikir terlalu banyak dan berhenti dicengkram oleh penyesalan-penyesalan di masa lalu dan kecemasan-kecemasan terhadap masa yang akan datang. Ia memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan yang sangat indah pada saat ini.

Tentu saja, berpikir itu penting, tetapi cukup banyak pemikiran kita yang tidak berguna. Keadaan itu bagaikan, di dalam kepala kita, masing-masing mempunyai pita kaset yang selalu berputar, sepanjang hari. Kita memikirkan hal ini dan hal itu, dan sulit untuk dihentikan. Dengan kaset, kita bisa menekan tombol berhenti saja. Tetapi dengan pikiran kita, kita tidak mempunyai tombol apapun. Kita terus berpikir dan cemas sebanyak mungkin sehingga kita tidak bisa tidur. Jika kita mengunjungi dokter demi beberapa pil tidur atau penenang, hal ini bisa memperburuk keadaan, karena kita sesungguhnya tidak tidur selama tidur seperti itu, dan jika kita tetap menggunakan obat-obatan ini, kita akan mengalami ketergantungan. Kita terus hidup dalam ketegangan, dan kita mungkin akan mengalami mimpi-mimpi buruk.

Menurut metode bernapas dengan sadar ini, ketika kita menarik dan mengeluarkan napas, kita berhenti berpikir, karena mengucapkan kata-kata “masuk-keluar” itu bukanlah berpikir – “Masuk” dan “Keluar” hanyalah kata-kata untuk membantu kita berkonsentrasi pada napas kita. Jika kita tetap bernapas masuk dan keluar seperti ini selama beberapa menit, kita menjadi cukup segar. Kita memulihkan diri sendiri dan kita dapat menikmati berbagai hal indah di sekitar kita pada saat ini. Masa lalu sudah lenyap, masa yang akan datang belumlah ada di sini. Jika kita tidak kembali pada diri sendiri pada saat ini, kita tidak dapat bersentuhan dengan kehidupan.

Jika kita bersentuhan dengan unsur-unsur kesegaran, kedamaian, dan hal-hal yang menyembuhkan di dalam diri dan sekitar kita, kita akan belajar menghargai dan melindungi hal-hal ini dan membiarkannya tumbuh. Unsur-unsur kedamaian ini tersedia bagi kita kapan saja.

bersambung...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.