• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cahaya Allah

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. cimohai
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

cimohai

IndoForum Junior A
No. Urut
51307
Sejak
27 Agt 2008
Pesan
3.428
Nilai reaksi
144
Poin
63
Assalamu'alaikum wr. wb...

Pagi2x baca info yang baik dari sebelah... Semoga bermanfaat. >:D<

Ada cahaya Allah SWT yang diijinkan sampai ke hati dan ada pula cahaya Allah SWT
yang dijinkan masuk ke dalam lubuk hati.

Ada dua cahaya Allah yang datang ke dalam hati seseorang. Yaitu cahaya yang datang ke dalam hati pada bagian luar, artinya tidak sampai meresap ke dalam lubuk hati. Dan cahaya yang datang ke hati sampai menembus pada bagian dalam, artinya bisa menembus ke pusat lubuk hati.

Cahaya yang datang ke hati pada bagian luar ini yang menyebabkan orang masih bisa melihat dirinya dan melihat alam lingkungannya. Artinya pandangan hatinya masih setuju kemana-mana yang dalam hatinya ada tertuju kepada Allah dan bagiannya ada rasa cinta kepada dunia begitupun akherat.

Cahaya yang menembus ke lubuk hati ini yang menyebabkan orang tertuju kepada Yang Maha Khalik tidak kepada yang lain. Artinya pandangan hatinya tidak kemana-mana hanya tertuju kepada Allah SWT.

Semoga kita semua dikaruniai cahaya Allah SWT yang melindungi diri kita semua dari godaan syaiton yang terkutuk... amin.

Sumber
 
Nice Info kang. /ok

Nambah pengetahuan baru. /no1
 
waaah ini ilmu tingkat tinggi yaa bro????
 
Cahaya Allah tidak akan masuk kedalam hati yang penuh dengan dosa-dosa, karena dosa-dosa itu merupakan penghalang masuknya cahaya Allah.
Untuk menyingkirkan penghalang tersebut yaitu dengan cara BERTOBAT.
 
Nice Info kang. /ok

Nambah pengetahuan baru. /no1

Makasih kang... :)

waaah ini ilmu tingkat tinggi yaa bro????

Sebetulnya, tanpa didasari kita sebagai manusia biasa pun pasti memiliki cahaya tersebut, namun perbedaanya dengan orang yang berilmu 'lebih' adalah bagaimana agar cahaya tersebut secara otomatis masuk kedalam kalbu...
tentu saja, apabila hati dan pikiran kita selalu kotor, kita takkan bisa menyadarinya, kecuali oleh dan hanya kehendak Allah Ta'alla...

Cahaya Allah tidak akan masuk kedalam hati yang penuh dengan dosa-dosa, karena dosa-dosa itu merupakan penghalang masuknya cahaya Allah.
Untuk menyingkirkan penghalang tersebut yaitu dengan cara BERTOBAT.

Betul kang, setuju... :)
 
nice info bro nambah ilmu pengetahuan ....

rated...
 
Sebetulnya, tanpa didasari kita sebagai manusia biasa pun pasti memiliki cahaya tersebut, namun perbedaanya dengan orang yang berilmu 'lebih' adalah bagaimana agar cahaya tersebut secara otomatis masuk kedalam kalbu...
tentu saja, apabila hati dan pikiran kita selalu kotor, kita takkan bisa menyadarinya, kecuali oleh dan hanya kehendak Allah Ta'alla...

kira kira cahaya allah itu menyinari semua hati manusia atau yang muslim saja bro???
 
^ Menurut ane ini mah ya...

Allah SWT memberikan segala kekuasaan dan dijadikan sebagai makhluk yang paling sempurna di dunia, yang oleh manusia nya itu sendiri dapat digunakan untuk kejahatan atau kebaikan...

Namun kalau kita cermati setiap manusia yang terlahir ke dunia, lahir tanpa secuil dosa alias sempurna dan suci dari segala kotoran duniawi (makanya ane kaga setuju ada istilah anak haram :( )... dan roh yang ditiupkan ke dalam raga bayi itu pun adalah nur cahaya Illahi Maha Pencipta, yang lambat laun seiring bertambahnya usia bayi tersebut, telah terkotori oleh hal2x duniawi...

Jadi menurut ane yang masih kerdil pengetahuan ini, kaga ada masalah mau muslim atau engga kang, nur cahaya Illahi terdapat pada semua kehidupan ini...
Namun pertanyaan nya adalah, akankah kita mengijinkan cahaya tersebut masuk ke dalam lubuk hati? ataukah cahaya Illahi tersebut tertutupi karena kesombongan dan segala bentuk kemungkaran kita?

Wallahualam....
 
^ Menurut ane ini mah ya...

Allah SWT memberikan segala kekuasaan dan dijadikan sebagai makhluk yang paling sempurna di dunia, yang oleh manusia nya itu sendiri dapat digunakan untuk kejahatan atau kebaikan...

Namun kalau kita cermati setiap manusia yang terlahir ke dunia, lahir tanpa secuil dosa alias sempurna dan suci dari segala kotoran duniawi (makanya ane kaga setuju ada istilah anak haram :( )... dan roh yang ditiupkan ke dalam raga bayi itu pun adalah nur cahaya Illahi Maha Pencipta, yang lambat laun seiring bertambahnya usia bayi tersebut, telah terkotori oleh hal2x duniawi...

Jadi menurut ane yang masih kerdil pengetahuan ini, kaga ada masalah mau muslim atau engga kang, nur cahaya Illahi terdapat pada semua kehidupan ini...
Namun pertanyaan nya adalah, akankah kita mengijinkan cahaya tersebut masuk ke dalam lubuk hati? ataukah cahaya Illahi tersebut tertutupi karena kesombongan dan segala bentuk kemungkaran kita?

Wallahualam....

Nice post bro, saya setuju. ijin tuk koment ya,
Manusia hidup di dunia, tidak lepas dare hal2 keduniawian, itu sangat sulit bahkan bisa dikatakan hampir mustahil utk menghindarinya, namun yg pokok adalah bagaimana kita hidup di dunia ini berusaha utk menjaga hati, membersihkan pikiran dan mengendalikan panda indra kita karena melalui panca indra kitalah segala hal baik buruk maupun baik akan masuk, dan ajaran agama membimbing kita agar mampu hidup secara harmonis selaras dg kodrati kita sbg manusia yg berarti juga selaras dg kehendak Khalik Pencipta segenap alam.
Cuman pengin berpendapat saja, tidak ada maksud buruk, bila ada kata yg kurang berkenan, maafkan saya./sry
 
Maaf saudara2 muslim, saya ingin bertanya hal yg pernah saya tanyakan di forum ini namun rasanya belum dijawab, yaitu tentang kata "Nur Illahi"..saya penasaran dengan kata ini karena secara etimologi artinya sama dengan Dewa dlm agama Hindu,..kata Dewa berasal dari bhs Sansekerta dimana kata Div yg artinya "Cahaya" dan menjadi Dev yg artinya "Cahaya Tuhan", kemudian diterjemahkan ke dlm bahasa rumpun Melayu menjadi Dewa, bagaimanapun Dewa bukanlah Tuhan, melainkan bagian dari Tuhan, Tuhan hanya satu sedangkan Dewa ad banyak bagaikan matahari yg hanya satu namun memancarkan cahayanya ke segala penjuru..yg saya tanyakan:
1. Adakah ayat2 dlm Al Quran yg menyinggung kata "Nur Illahi" ?
2. Apakah dlm Al Quran, kata "malaikat" jg tertulis "malaikat", sederhananya apakah kata "malaikat" itu berasal dari bhs Arab, jika tidak, apakah bhs Arabnya "malaikat"?

thank's before..
 
Kata nur berasal dari akar kata nara-nuran, yang berarti menerangi, semakna dengan kata anara, nawwara, istanaara. Dalam bentuk kata benda yang memiliki kedekatan makna dengan kata nur adalah kata nar (api), yaitu unsur alamiah yang aktif mengeluarkan cahaya, panas, dan membakar, sering disebut juga dengan al lahab, ketika menjilat-jilat.

sebelum menjawab, saya ingin bertanya juga kepada anda (karena anda non muslim):
1. apa tujuan dari pertanyaan anda?
2. apakah anda mendapat manfaat/faedah dari jawaban tersebut? apa manfaat bagi anda?
 
Maaf saudara2 muslim, saya ingin bertanya hal yg pernah saya tanyakan di forum ini namun rasanya belum dijawab, yaitu tentang kata "Nur Illahi"..saya penasaran dengan kata ini karena secara etimologi artinya sama dengan Dewa dlm agama Hindu,..kata Dewa berasal dari bhs Sansekerta dimana kata Div yg artinya "Cahaya" dan menjadi Dev yg artinya "Cahaya Tuhan", kemudian diterjemahkan ke dlm bahasa rumpun Melayu menjadi Dewa, bagaimanapun Dewa bukanlah Tuhan, melainkan bagian dari Tuhan, Tuhan hanya satu sedangkan Dewa ad banyak bagaikan matahari yg hanya satu namun memancarkan cahayanya ke segala penjuru..yg saya tanyakan:
1. Adakah ayat2 dlm Al Quran yg menyinggung kata "Nur Illahi" ?
2. Apakah dlm Al Quran, kata "malaikat" jg tertulis "malaikat", sederhananya apakah kata "malaikat" itu berasal dari bhs Arab, jika tidak, apakah bhs Arabnya "malaikat"?

thank's before..

Mungkin ini bentuk ke-penasaran dan keingintahuan anda akan Islam :)

Baiklah, ane coba jawab...

Bismillahirohman nirohim...
1.
"Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya- Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada sebuah pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya saja hampir2 menerangi walaupun tidak disentuh api.Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (An Nur : 35)
Firman Allah dalam Al Anfaal,8 ayat 29:
“Wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberi kepadamu furqan (pembeda)”.
Yang dimaksud Furqan adalah cahaya yang dengannya kita mampu membedakan yang hak dan yang bathil.

2.
No. Surat Ayat ke Kata Root1 Root2 Prefix Suffix Terjemah
1 Al-Baqarah 30 للملئكة ألك ل kepada para Malaikat
2 Al-Baqarah 31 الملئكة ألك Malaikat
3 Al-Baqarah 34 للملئكة ألك ل kepada Malaikat
4 Al-Baqarah 98 وملئكته ألك و ه dan Malaikat-MalaikatNya
5 Al-Baqarah 102 الملكين ألك ملك ين dua Malaikat
6 Al-Baqarah 161 والملئكة ألك و dan para Malaikat
7 Al-Baqarah 177 والملئكة ألك و dan malaikat
8 Al-Baqarah 210 والملئكة ألك و dan Malaikat
9 Al-Baqarah 248 الملئكة ألك Malaikat
10 Al-Baqarah 285 وملئكته ألك و ه dan Malaikat-MalaikatNya

Sumber

^ Tenang akhi, mungkin keingintahuannya sangat besar terhadap Islam... :)

Wallahualam....
Semoga bermanfaat.
 
@JakaLoco
Saya coba menjawab pertanyaannya. /ok
Maaf saudara2 muslim, saya ingin bertanya hal yg pernah saya tanyakan di forum ini namun rasanya belum dijawab, yaitu tentang kata "Nur Illahi"..saya penasaran dengan kata ini karena secara etimologi artinya sama dengan Dewa dlm agama Hindu,..kata Dewa berasal dari bhs Sansekerta dimana kata Div yg artinya "Cahaya" dan menjadi Dev yg artinya "Cahaya Tuhan", kemudian diterjemahkan ke dlm bahasa rumpun Melayu menjadi Dewa, bagaimanapun Dewa bukanlah Tuhan, melainkan bagian dari Tuhan, Tuhan hanya satu sedangkan Dewa ad banyak bagaikan matahari yg hanya satu namun memancarkan cahayanya ke segala penjuru..yg saya tanyakan:
1. Adakah ayat2 dlm Al Quran yg menyinggung kata "Nur Illahi" ?
2. Apakah dlm Al Quran, kata "malaikat" jg tertulis "malaikat", sederhananya apakah kata "malaikat" itu berasal dari bhs Arab, jika tidak, apakah bhs Arabnya "malaikat"?

thank's before..

Tentang Cahaya Tuhan.
Dalam Islam Cahaya Tuhan atau Cahaya Allah memang ada, namun bukanlah berarti Allah SWT berupa cahaya, bukan seperti itu. Cahaya adalah salah satu ciptaan Allah sedangkan Allah Tidak dapat diserupakan dengan ciptaannya. Karena salah satu sifat Allah Ta'ala adalah "Laisha kamishlihi say'un" yang berarti "Tiada seumpama (Allah Ta'ala) (dengan) sesuatu".
Dan apabila mahluk memandang cahaya tsb, niscaya tidak ada yang sanggup menatapnya. /ok

Sedikit cerita tentang Nabi Musa berkaitan dengan Cahaya Allah.
Nabi Musa Alaihissalam bergelar "Kalimullah" yang berarti "Bercakap-cakap dengan Allah". Dahulu Nabi Musa meminta pada Allah agar diperlihatkan wujud Allah, karena umatnya bertanya padanya tentang wujud Tuhannya dan apakan dia sebagai Rasul pernah melihatnya sendiri. Oleh sebab itu Nabi Musa pergi mendaki Bukit Tursina dan bercakap-cakap dengan Allah.

Allah menjawab permintaan Nabi Musa dan menyuruhnya memandang ke arah bukit seberang. Disana Nabi Musa melihat cahaya yang sangat terang dan begitu agung. Karena begitu beratnya perasaan yang ditanggung Nabi Musa saat melihat cahaya tersebut, mengakibatkan dia tidak mampu berdiri dan langsung jatuh pingsan. Tidak sanggup Nabi Musa memandang cahaya ciptaan Allah. Apalagi bila Nabi Musa benar² diperlihatkan Zat Allah. Wallahu'alam. Dan bukit tersebut hancur berantakan karena cahaya tersebut. Karena bukit tersebut juga merupakan ciptaan Allah, dan tidak sanggup menerima cahaya tsb. /ok

Untuk pertanyaan pertama anda. Ini jawabannya. /ok

788_al_a_raaf_143.jpg
Surat Al 'Araaf (Tempat Tertinggi) ayat 143.
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu[565], dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
----------------------
[565]. Para mufassirin ada yang mengartikan yang nampak oleh gunung itu ialah kebesaran dan kekuasaan Allah, dan ada pula yang menafsirkan bahwa yang nampak itu hanyalah cahaya Allah. Bagaimanapun juga nampaknya Tuhan itu bukanlah nampak makhluk, hanyalah nampak yang sesuai sifat-sifat Tuhan yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia.

Tentang Malaikat.
Malaikat adalah salah satu ciptaan Allah sebelum Allah menciptakan manusia, namun sesudah Allah menciptakan Nur Muhammad, karena malaikat juga salah satu ciptaan Allah yang diciptakan dari Nur Muhammad. /ok
Malaikat diciptakan dari cahaya Allah dan diciptakan tanpa hawa nafsu. Karena tugas malaikat adalah beribadah dan melaksanakan perintah Allah atas segala ciptaan Allah. Dan ada jutaan Malaikat diciptakan Allah. Wallahu'alam.

Terdapat 10 Malaikat Utama yang harus diketahui oleh Umat Islam, Nama dan tugas kesepuluh malaikat Utama ini adalah sbb:
  • Jibril
    Jibril adalah Malaikat Paling utama, memiliki tugas menyampaikan wahyu dari Allah pada RasulNya.
  • Mika'il
    Tugas malaikat ini adalah mengurus Hujan dan Rezeki pada mahluk ciptaan Allah.
  • Israfil
    Tugas Israfil adalah meniup sangkakala. Baru akan dilakukan saat Kiamat nanti. Israfil akan melakukan 3 kali tiupan sangkakala.
  • Izrail
    Malaikat ini adalah malaikat yang paling ditakuti oleh mahluk Allah, karena tugas yang diembannya. Tugas malaikat ini adalah Mencabut Nyawa Mahluk ciptaan Allah.
  • Munkar dan Nakir
    Tugas kedua malaikat ini adalah menanyai Mayit didalam Kubur.
  • Rokib dan Atid
    Tugas kedua malaikat ini adalah mencatat segala amal Manusia (dan juga Jin). Rokib mencatat amal baik, sedangkan Atid mencatat semua amal buruk manusia.
  • Malik dan Ridwan.
    Kedua malaikat ini bertugas menjaga pintu Surga dan Neraka. Ridwan menjaga pintu Surga dan Malik menjaga pintu neraka.

Untuk pertanyaan kedua anda. Inilah jawabannya. /ok

969_al_faathir_1_ed.jpg
Surat Al-Faathir ayat 1
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Jawabannya adalah Iya. Kata Malaikat memang berasal dari bahasa Arab. Pada ayat yang saya tunjukan diatas, tulisan didalah kotak biru dibaca 'Malaaikati' yang artinya malaikat.
_________________

Mudah²an bisa menjawab pertanyaan anda. /gawi Maaf kalau terlalu panjang. /ok Mudah²an tidak sulit untuk dipahami.
(kelamaan nulis, ternyata sudah ada yang jawab duluan :D)
 
Terima kasih atas penjelasan rekan2 muslim semuanya, saya tidak bermaksud jelek, saya hanya penasaran, apa manfaatnya bagi saya jika saya mendapat info ini?tentu saja menambah ilmu pengetahuan, saya percaya agama2 besar di dunia ini sebenarnya menyembah satu Tuhan, dan itupun Tuhan yg sama, hanya saja politisasi agama2 ini menyebabkan bentrok yg semestinya tidak terjadi, dan sejarah telah mencatat politisasi dari agama2 ini, misalnya sistem kasta dlm Hindu yg sebenarnya tdk pernah diajarkan dlm Hindu, begitu juga membunuh dlm nama Allah dan bunuh diri yg dilakukan oleh orang2 yg mengaku jihad yg justru bertolak belakang dgn ajaran Islam yg padahal mereka sebenarnya memperjuangkan kepentingan segelintir golongan!

@Blitz

Terdapat 10 Malaikat Utama yang harus diketahui oleh Umat Islam, Nama dan tugas kesepuluh malaikat Utama ini adalah sbb:

* Jibril
Jibril adalah Malaikat Paling utama, memiliki tugas menyampaikan wahyu dari Allah pada RasulNya.
* Mika'il
Tugas malaikat ini adalah mengurus Hujan dan Rezeki pada mahluk ciptaan Allah.
* Israfil
Tugas Israfil adalah meniup sangkakala. Baru akan dilakukan saat Kiamat nanti. Israfil akan melakukan 3 kali tiupan sangkakala.
* Izrail
Malaikat ini adalah malaikat yang paling ditakuti oleh mahluk Allah, karena tugas yang diembannya. Tugas malaikat ini adalah Mencabut Nyawa Mahluk ciptaan Allah.
* Munkar dan Nakir
Tugas kedua malaikat ini adalah menanyai Mayit didalam Kubur.
* Rokib dan Atid
Tugas kedua malaikat ini adalah mencatat segala amal Manusia (dan juga Jin). Rokib mencatat amal baik, sedangkan Atid mencatat semua amal buruk manusia.
* Malik dan Ridwan.
Kedua malaikat ini bertugas menjaga pintu Surga dan Neraka. Ridwan menjaga pintu Surga dan Malik menjaga pintu neraka.

Trims atas infonya, itu berarti malaikat dlm Islam sama kedudukannya dengan dewa dlm Hindu, karena para dewa jg mengemban tugas masing-masing, apakah dlm dunia malaikat ada kedudukan/pangkat antara satu malaikat dengan malaikat lainnya?apakah ada lagi daftar nama2 malaikat yg tercatat dlm Al Quran?
 
@JakaLoco
Mengenai pangkat para malaikat tidak pernah disebutkan dan tidak pernah diperbincangkan.
Dari pembahasan dalam Al-Qur'an maupu Hadist, Malaikat Jibril lebih memiliki keutamaan (oleh sebab itu saya sebut Malaikat Paling Utama), karena sebagai penghubun langsung antara Allah dan Rasulullah SAW. Juga sebagai pengasuh Musa Samiri (silakan temukan pembahasan ttg Musa Samiri di thread lain).

Sedangkan Malaikat Izrail adalah malaikat yang paling ditakuti oleh mahluk Allah. Bukan hanya Manusia dan Jin, namun termasuk ditakuti juga oleh tanah/bumi (berkaitan dengan proses penciptaan tubuh Adam AS dahulu).

Memang masih ada beberapa malaikat yang disebutkan dalam Al-Qur'an, namun tidak wajib kita mengetahuinya. Sebagian lainnya disebutkan dalam Hadist.
Misalnya Malaikat Harut dan Marut yang dikisahkan pada Surah Al Baqarah ayat 102. atau Malaikat yang bertugas mengatur awan (Ar Rad), 4 Malaikat penjaga Arsy (Halamatul Arsy), Malaikat Rahmat, dll.

Semoga bisa menjawab pertanyaannya. /ok

ps: Makasih buat AB yang sudah mengirim cendol atas jawaban saya sebelumnya. /thx
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.