@JakaLoco
Saya coba menjawab pertanyaannya. /ok
Maaf saudara2 muslim, saya ingin bertanya hal yg pernah saya tanyakan di forum ini namun rasanya belum dijawab, yaitu tentang kata "Nur Illahi"..saya penasaran dengan kata ini karena secara etimologi artinya sama dengan Dewa dlm agama Hindu,..kata Dewa berasal dari bhs Sansekerta dimana kata Div yg artinya "Cahaya" dan menjadi Dev yg artinya "Cahaya Tuhan", kemudian diterjemahkan ke dlm bahasa rumpun Melayu menjadi Dewa, bagaimanapun Dewa bukanlah Tuhan, melainkan bagian dari Tuhan, Tuhan hanya satu sedangkan Dewa ad banyak bagaikan matahari yg hanya satu namun memancarkan cahayanya ke segala penjuru..yg saya tanyakan:
1. Adakah ayat2 dlm Al Quran yg menyinggung kata "Nur Illahi" ?
2. Apakah dlm Al Quran, kata "malaikat" jg tertulis "malaikat", sederhananya apakah kata "malaikat" itu berasal dari bhs Arab, jika tidak, apakah bhs Arabnya "malaikat"?
thank's before..
Tentang Cahaya Tuhan.
Dalam Islam Cahaya Tuhan atau Cahaya Allah memang ada, namun
bukanlah berarti Allah SWT berupa cahaya, bukan seperti itu. Cahaya adalah salah satu ciptaan Allah sedangkan Allah Tidak dapat diserupakan dengan ciptaannya. Karena
salah satu sifat Allah Ta'ala adalah "Laisha kamishlihi say'un" yang berarti "Tiada seumpama (Allah Ta'ala) (dengan) sesuatu".
Dan apabila mahluk memandang cahaya tsb, niscaya tidak ada yang sanggup menatapnya. /ok
Sedikit cerita tentang
Nabi Musa berkaitan dengan Cahaya Allah.
Nabi Musa Alaihissalam ber
gelar "
Kalimullah" yang berarti "
Bercakap-cakap dengan Allah". Dahulu Nabi Musa meminta pada Allah agar diperlihatkan wujud Allah, karena umatnya bertanya padanya tentang wujud Tuhannya dan apakan dia sebagai Rasul pernah melihatnya sendiri. Oleh sebab itu Nabi Musa pergi mendaki Bukit Tursina dan bercakap-cakap dengan Allah.
Allah menjawab permintaan Nabi Musa dan menyuruhnya memandang ke arah bukit seberang. Disana Nabi Musa melihat cahaya yang sangat terang dan begitu agung. Karena begitu beratnya perasaan yang ditanggung Nabi Musa saat melihat cahaya tersebut, mengakibatkan dia tidak mampu berdiri dan langsung jatuh pingsan. Tidak sanggup Nabi Musa memandang cahaya ciptaan Allah.
Apalagi bila Nabi Musa benar² diperlihatkan Zat Allah. Wallahu'alam. Dan bukit tersebut hancur berantakan karena cahaya tersebut. Karena bukit tersebut juga merupakan ciptaan Allah, dan tidak sanggup menerima cahaya tsb. /ok
Untuk pertanyaan
pertama anda. Ini jawabannya. /ok
Surat Al 'Araaf (Tempat Tertinggi) ayat 143.
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu
[565], dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
----------------------
[565]. Para mufassirin ada yang mengartikan yang nampak oleh gunung itu ialah kebesaran dan kekuasaan Allah, dan ada pula yang menafsirkan bahwa yang nampak itu hanyalah cahaya Allah. Bagaimanapun juga nampaknya Tuhan itu bukanlah nampak makhluk, hanyalah nampak yang sesuai sifat-sifat Tuhan yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia.
Tentang Malaikat.
Malaikat adalah salah satu ciptaan Allah sebelum Allah menciptakan manusia, namun sesudah Allah menciptakan Nur Muhammad, karena malaikat juga salah satu ciptaan Allah yang diciptakan dari Nur Muhammad. /ok
Malaikat diciptakan dari cahaya Allah dan diciptakan tanpa hawa nafsu. Karena tugas malaikat adalah beribadah dan melaksanakan perintah Allah atas segala ciptaan Allah. Dan ada jutaan Malaikat diciptakan Allah. Wallahu'alam.
Terdapat 10 Malaikat Utama yang harus diketahui oleh Umat Islam, Nama dan tugas kesepuluh malaikat Utama ini adalah sbb:
- Jibril
Jibril adalah Malaikat Paling utama, memiliki tugas menyampaikan wahyu dari Allah pada RasulNya.
- Mika'il
Tugas malaikat ini adalah mengurus Hujan dan Rezeki pada mahluk ciptaan Allah.
- Israfil
Tugas Israfil adalah meniup sangkakala. Baru akan dilakukan saat Kiamat nanti. Israfil akan melakukan 3 kali tiupan sangkakala.
- Izrail
Malaikat ini adalah malaikat yang paling ditakuti oleh mahluk Allah, karena tugas yang diembannya. Tugas malaikat ini adalah Mencabut Nyawa Mahluk ciptaan Allah.
- Munkar dan Nakir
Tugas kedua malaikat ini adalah menanyai Mayit didalam Kubur.
- Rokib dan Atid
Tugas kedua malaikat ini adalah mencatat segala amal Manusia (dan juga Jin). Rokib mencatat amal baik, sedangkan Atid mencatat semua amal buruk manusia.
- Malik dan Ridwan.
Kedua malaikat ini bertugas menjaga pintu Surga dan Neraka. Ridwan menjaga pintu Surga dan Malik menjaga pintu neraka.
Untuk pertanyaan
kedua anda. Inilah jawabannya. /ok
Surat Al-Faathir ayat 1
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Jawabannya adalah Iya. Kata
Malaikat memang berasal dari bahasa Arab. Pada ayat yang saya tunjukan diatas, tulisan didalah kotak biru dibaca 'Malaaikati' yang artinya malaikat.
_________________
Mudah²an bisa menjawab pertanyaan anda. /gawi Maaf kalau terlalu panjang. /ok Mudah²an tidak sulit untuk dipahami.
(kelamaan nulis, ternyata sudah ada yang jawab duluan

)