• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bamiyan Buddha Baru Ditemukan Di Reruntuhan

singthung

IndoForum Junior E
No. Urut
7164
Sejak
21 Sep 2006
Pesan
1.634
Nilai reaksi
27
Poin
48
Bamiyan Buddha Baru Ditemukan Di Reruntuhan

Wednesday, November 12, 2008
Afghanistan, AFP --

“Kami menemukannya!” teriak Anwar Khan Fayez arkeolog dari Afghanistan saat ia melompat dari lubang di bawah tebing batu pasir dimana Bamiyan Buddha berada.

Tujuh tahun setelah militan Taliban menghancurkan dua buah patung berusia 1500 tahun dalam sebuah serangan dari pengikut Islam fanatik, sebuah tim Perancis-Afghanistan pada bulan September menemukan sebuah “Buddha Berbaring” sepanjang 19 meter, terkubur dalam tanah.

Berita bahwa patung Buddha yang ketiga lolos dari kemarahan Taliban telah menimbulkan kegembiraan di lembah yang indah ini, dimana gua besar yang menyimpan reruntuhan patung mengingatkan kengerian dari kemalangan Afghanistan pada masa lalu dan masa kini.

“Ini merupakan saat yang menggembirakan bagi kami semua ketika tanda-tanda pertama muncul. Usaha panjang tahunan kami terbayar sudah,” kata Fayez kepada AFP.

Tim yang dipimpin oleh arkeolog asal Prancis, Zemaryalai Tarzi, telah melakukan pencarian terhadap patung Buddha berbaring sepanjang 300 meter yang disebutkan dalam sebuah catatan dari bhiksu asal China, Xuan Zang, pada abad ketujuh.

Tarzi yang kelahiran Afghanistan mulai melakukan pemetaan situs hampir 30 tahun yang lalu, tetapi konflik yang berkepanjangan dan munculnya rezim Taliban pada tahun 1996-2001 membuat pencarian tertunda.

Kemudian pada Maret 2001 terjadi penghancuran terhadap patung-patung Buddha di Bamiyan, yang sampai saat itu merupakan patung Buddha berdiri terbesar di dunia.

Berpegang pada tebing pada abad keenam oleh peziarah Buddhis dalam Jalan Sutra yang terkenal, patung-patung itu bertahan dari beberapa serangan oleh raja-raja Muslim pada masa itu, bahkan bertahan semasa penakluk Mongol, Genghis Khan.

Tetapi dengan dukungan pergerakan Al-Qaeda Osama bin Laden, pemimpin Taliban Mullah Mohammad Omar menyatakan bahwa patung-patung itu bertentangan dengan hukum Islam.

Menolak permintaan dunia internasional, Taliban menghabiskan waktu sebulan dengan pertama menggunakan senjata anti-pesawat dan kemudian dinamit untuk menghancurkannya.

Merasa sedih tetapi dengan kebulatan tekad yang baru, Tarzi dan timnya segera kembali setelah pasukan Amerika dan Aliansi Utara mengusir Taliban pada akhir tahun 2001, untuk memperbarui pencarian mereka terhadap patung Buddha raksasa yang hilang.

Apa yang mereka temukan sebagai gantinya pada bulan September tahun ini, merupakan bagian dari suatu hal yang tidak diketahui sebelumnya, figur Buddha yang lebih kecil, termasuk ibu jari, jari telunjuk, telapak tangan, bagian dari tangan, tubuh dan tempat tidur dimana ia berbaring.

“Ini merupakan penemuan yang sangat penting sejak kami memulainya di sini,” kata Abdul Hameed Jalia kepala situs monumen dan sejarah untuk propinsi Bamiyan kepada AFP di lokasi penggalian patung Buddha 19 meter tersebut.

“Pada mulanya mereka menemukan baagian kaki tetapi mereka tidak yakin apa itu,” kata Jalia. “Tapi ketika mereka menemukannya lagi, Mr. Fayez berteriak gembira dan berlari ke kantor kami untuk mencari Mr. Tarzi.”

Fayez mengatakan bahwa kepala dan bagian lainnya telah rusak parah, kemungkinan oleh para penjajah Arab pada abad kesembilan.

“Kami tidak menemukan seluruh patung. Tapi kami dapat mengatakan berdasarkan bagian-bagian lain bahwa patung ini memiliki panjang 19 meter,” kata Fayez.

Situs ini sekarang telah tertutup oleh tanah untuk melindungi patung Buddha dari dua serangan, baik dari musim yang keras di Afghanistan dan dari perhatian para pencuri barang-barang antik.

Tarzi mengatakan kepada AFP dalam sebuah email bahwa ia dan beberapa rekan akan kembali pada musim panas berikutnya untuk menggali sisa-sisa patung lainnya.

Sementara itu, ada tanda-tanda baru mengenai patung Buddha 300 meter, kata para petugas.

Apa yang nampak seperti sisa-sisa suatu gerbang kompleks memungkinkan mengarah pada patung yang telah ditemukan di bawah bagian reruntuhkan tebing di antara dua lubang yang ditinggalkan oleh Taliban.

“Tim Mr. Tarzi telah menemukan tanda-tanda yang menyiratkan bahwa Buddha besar berbaring berada disana dan memiliki 70 persen harapan bahwa mereka akan menemukannya,” kata Najibullah Harar, kepala departemen informasi dan budaya Bamiyan.

Di antara harapan bahwa suatu hari patung-patung tersebut dapat dibangun kembali, tim dari Afghanistan, Jepang, dan Jerman juga membangun situs dari patung yang telah hancur – figur yang berukuran 55 meter dikenal dengan Salsal dan yang berukuran 38 meter dikenal dengan Shahmama.

Bongkahan seukuran batu besar dari patung-patung Buddha tersebut masih berada di sana, setiap bagian diberi tanda. Garis-garis pucat dari kedua figure masih tergambar pada permukaan batu dan selubung kerangka metal yang membelit mengotori landasan itu.

Usaha para arkeolog telah dibantu oleh kenyataan bahwa Bamiyan dihuni oleh Muslim Shia dari etnis minoritas Hazara yang pernah disiksa oleh Taliban , yang kini telah menjadi mitra yang menenangkan suasana.

Tetapi debat yang berkelanjutan mengenai rekonstruksi patung-patung Buddha mencerminkan ketidakpastian atas keberadaan pos-pos Taliban di Afghanistan yang menghantui.

“Merupakan suatu keinginan dan harapan masyarakat Bamiyan untuk melihat keduanya, atau setidaknya satu agar dibangun kembali,” kata Habiba Sorabi, gubernur propinsi Bamiyan kepada AFP dalam wawancara di kantornya.

Membangun kembali patung-patung Buddha tersebut akan membantu perkembangan industri pariwisata di wilayah yang sangat miskin, yang terletak di 200 kilometer baratlaut dari ibukota Kabul, katanya.

UNESCO meresmikan Bamiyan sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2003 dan sudah ada pembicaraan dengan para mitra internasional mengenai penggunaan proses anastylosis, dimana reruntuhan monumen-monumen akan dibentuk kembali dari kepingan-kepingan yang lama dengan material yang baru.

“Namun sayangnya pemerintah pusat tidak ingin ikut menanganinya,” tambah Sorabi, yang merupakan satu-satunya gubernur wanita di Afghanistan. “Ini adalah hal yang memalukan.”
 
@singthung

mayoritas penduduk afganistan adalah muslim tapi mengapa disana bisa terdapat patung-patung budhisme? selain bro singthung barangkali ada yg paham tentang sejarah budhisme, bisa menjelaskan hal ini?
/thx
 
@imhereyahum,

mungkin seperti candi borobudur di jawa tengah kali yach. sekarang kan penduduk jawa tengah sebagian besar adalah umat islam, tapi borobudur berdiri disana.

@Sinthung, kalo tau sejarahnya tolong di post juga donk, penasaran juga nih.

thanks
 
Karena Bamiyam terletak di jalur sutra yang menghubungkan Tiongkok dan India dengan dunia barat(misalnya Yunani sehingga dikenal seni Buddha Yunani adalah bentuk manifestasi seni aliran Buddha-Yunani, sebuah perpaduan budaya antara budaya Yunani klasik dan agama Buddha, yang berkembang selama hampir 1.000 tahun di Asia Tengah, antara penaklukan oleh sang Alexander yang Agung pada abad ke-4 SM, dan penaklukan oleh orang-orang Islam pada abad ke-7. ) dan Setelah Asoka naik takhta, ia memperluas wilayah kekaisarannya dalam kurun waktu delapan tahun kemudian dari perbatasan daerah yang sekarang disebut Bangladesh dan Assam di India di timur sampai daerah-daerah di Iran dan Afghanistan di barat; dari Palmir Knots sampai hampir di ujung jazirah India di sebelah selatan India.

Bisa baca di wikipedia

http://id.wikipedia.org/wiki/Patung_Buddha_Bamiyan#Sejarah
 
Kalau tidak salah, Jengish Khan pernah menaklukkan Afganistan juga, dan selama ratusan mungkin ribuan tahun, Afganistan pernah berjaya dengan kebudayaan yang berbau Buddhis. Saya pernah baca di National Geografi tentang hal ini. Itu mengapa di Afganistan sendiri ada suku yang merupakan campuran ras Mongol dengan ras yang berbau arab atau India.
 
@imhereyahum,

mungkin seperti candi borobudur di jawa tengah kali yach. sekarang kan penduduk jawa tengah sebagian besar adalah umat islam, tapi borobudur berdiri disana.

kl mnrt teman sy yg org jogja, disana banyak loh masyarakat pribumi yang beragama budha :)>- termasuk tukang sayur, dll.
dari latar belakang serta sejarah disana, barangkali masih ada bawaan dari nenek moyang mereka yang memeluk agama buddha.
 
wah mengenai pembahasan afghanistan itu , apa tidak sebaiknya dibuat thread khusus lg??
IMHO ..
soalnya kan trit ini khusus membahas ttg bamjan
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.