• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bagaimana Kalo Vihara Berubah Jadi Tempat Dagang ?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. akiong
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

akiong

IndoForum Junior A
No. Urut
41745
Sejak
25 Apr 2008
Pesan
2.971
Nilai reaksi
47
Poin
48
ada Vihara Yg Menjadi Tempat Dagang, Sesekali Malah Jadi Pasar. Tempat Yg Seharusnya Hening, Tenang, Dan Sakral...kenapa Dijadikan Tempat Mengumpulan danang Vihara ?

Ada Yg Pro ..pasti Ada Yg Kontra. Bagaimaan Pendapat Anda ?

Thx...................
 
tergantung tempatnya dong?
kan ada vihara yang bertingkat2, dan pasti ada tingkat tertentu untuk altar khusus untuk sembahyang, dan bagian lain bebas:)
 
gpp donk kalo dilakuin ruangan khusus misalnya ruangan pertemuan ato apalah.
kalo itu jg untuk menggalang danang sosial sih ok2 aja.
 
Lihat yang dijual. Dan, tentu saja tempat berjualannya bukan di ruang bhakti sala. Tapi di kompleks vihara. Berdagang di vihara yang etis adalah berjualan barang-barang yang berhubungan dengan agama, misal, buku, assesories, kalung, cd, vcd, dvd Buddhis dll.

Kalau berjualan di bhakti sala, itu namanya bo nau.... tak ada otak.
 
bahaya tuh tidak boleh lah harus buat yg baik lah
 
Lihat yang dijual. Dan, tentu saja tempat berjualannya bukan di ruang bhakti sala. Tapi di kompleks vihara. Berdagang di vihara yang etis adalah berjualan barang-barang yang berhubungan dengan agama, misal, buku, assesories, kalung, cd, vcd, dvd Buddhis dll.

Kalau berjualan di bhakti sala, itu namanya bo nau.... tak ada otak.

yah bijaksanalah...sama seperti kata @rough...
kalau dagang di dalam komplek vihara...misalnya ruang lantai 1..ada stand buku-buku buddhis,dll...itu masih tahap wajar..

tapi kalau di ruangan dhammasala,jualan....bo nao la = tidak ada otak(bahasa guang dong yah ^^)

==================
divihara thailand lebih parah lagi...dengar-dengar sih ^^.....
vihara itu di apit diantara tempat pelacuran.............bahkan di dalam vihara yang luas itu....ada sebagian orang bagi-bagi lotre..
beda tipis antara kebajikan dan ke-bajingan.

dan para bikhu yang tinggal sana..tidak pernah marah-marah karena hal itu...hanya bisa membuat tanda larang saja....(di patuhi / tidak terserah lagi dari orang)

bahkan pelacur-pelacur yang bertebaran di jalan...kadang memanggil-manggil bikhu nya loh ^^....(ini cerita dari teman yang ikut tour ke thailand)
kebenarannya masih belum pasti...
 
sama seperti vihara aliran maitreya di duta mas ... lantai dasar dijadikan tempat jualan.
 
In My Opinion, sah2 aja jualan di vihara... TAPI yang didagangkan itu keuntungannya harus digunakan untuk kegiatan sosial...
 
Namanya juga umatnya masih manusia biasa. Belum mencapai kesempurnaan. Jualan saja... Kalau sudah tertib semua. Buat apa ada peraturan. Kalau sudah sempurna semua buat apa ada agama? Agama ada justru karena masih diperlukan Jesus yang harus memberishkan kembali rumah Tuhan di Bait Allah. Dharma diperlajar juga untu itu, bukan hanya untuk mengusir pedagang lotre (seperti kata Mercedes) tapi juga untuk mengusir penjaja nafsu di masing-masing kepribadian umat-umat beragama. Dalam tahap ini, tak terkecuali umat Buddha. Apalagi mayoritar penganut Buddha di Indonesia dari etnis China. Wajar dong jiwa dagangnya main. Selama tidak ada yang dirugikan. Tidak ada yang protes... yah mongggo....

Dimana tempat paling suci, disitu godaan paling berat.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.