• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Asuransi dari Buddha

singthung

IndoForum Junior E
No. Urut
7164
Sejak
21 Sep 2006
Pesan
1.634
Nilai reaksi
27
Poin
48
Asuransi dari Buddha


Dahulu kala, di desa Dochilin India, ada seorang wanita tua yang miskin dan hidup sebatang kara. Wanita tua itu sangat berharap dapat merubah kehidupannya,tapi ia tidak mempunyai kepandaian apa-apa. Akhirnya ia memutuskan untuk menjual susu sapi agar mendapatkan uang. Setiap hari ia pergi ke tempat pemerahan susu sapi untuk membeli susu lalu menjualnya kepada orang-orang.
Tetapi, secara diam-diam ia mencampurkan air ke dalam susu sapi segar tersebut agar mendapatkan susu yang lebih banyak sehingga akan mendapatkan uang yang lebih banyak pula. Setiap orang yang meminum susu sapi segar yang dibeli dari wanita tua itu selalu merasa bahwa rasa susunya tersebut sedikit aneh, tapi tidak satupun yang curiga bahwa wanita tua itu telah berbuat curang. Suatu hari, seorang kakek tua yang sering membeli susu pada wanita tua tersebut bertanya: “Nenek, susu yang saya beli di sini ada rasa airnya, mengapa bisa begitu?” “Jangan sembarangan bicara, susu yang saya jual ini berasal dari hasil perahan sapi putih yang paling mahal, sapi putih biasanya digunakan untuk persembahan kepada dewa langit, sehingga tentu saja rasa susu sapi ini ada bedanya dibandingkan dengan rasa susu sapi biasa. Ini sangat masuk akal."

Demikianlah, dengan mudah dibohonginya kakek itu. Setelah mendengar penjelasan dari wanita tua, si kakek sangat mempercayainya. Lalu disebarkannya berita tentang susu sapi putih tersebut kepada setiap orang. Sejak adanya berita itu, hasil penjualan susu sapi segar siwanita tua semakin banyak. Beberapa tahun kemudian, kehidupan wanita tua itu sudah berubah dratis, karena ia mendapatkan banyak uang dari hasil penjualannya yang tidak 100% halal.Dengan tabungannya, wanita tua itu membeli anting-anting berlian yang sangat diidam-idamkannya. Ia sangat menyayangi anting berlian tersebut karena baru dapat dibelinya setelah ia menabung selama bertahun-tahun, yang semuanya didapatinya dari hasil jerih payah dan kebohongannya yang dilakukannya selama ini. Suatu hari, wanita tua itu pergi ke desa lain untuk mengunjunginya temannya dan sekaligus untuk memamerkan kekayaannya. Tentu saja ia memakai anting berlian kesayangannya itu. Dalam perjalanan pulang ia harus melewati sebuah sungai kecil. Wanita tua takut anting-antingnya terjatuh, maka dilepaskannya anting tersebut dan dibungkusnya dengan sapu tangan kemudian digengamnya dengan erat. Wanita tua sudah merasa sangat aman.

Namun sayang, ia tidak mengetahui bahwa batu-batu kecil yang ada di dalam sungai itu ditumbuhi lumut hijau yang sangat licin. Sekali injak, wanita tua itu hampir jatuh dan dalam keadaan tersebut, tanpa disengaja dilepaskannya anting-anting berlian dari genggamannya. Arus sungai sangat deras dan langit pun mulai gelap. Wanita tua itu menangis tersedu-sedu dipinggir sungai.
Saat itu, seorang pertapa yang tinggal di pegunungan Himalaya sedang menuju ke arahnya. Pertapa itu telah mencapai tingkat arahat dan sangat dihormati oleh penduduk desa. Melihat pertapa itu, langsung saja wanita tua meminta tolong dicarikan anting berliannya yang hanyut.
“Terima kasih, Pertapa sudi datang kesini. Tolonglah saya, saya membeli anting itu dengan uang simpanan saya yang diperoleh dengan susah payah, tapi akhirnya jatuh ke sungai, jadi tolong bantu saya mencarinya kembali.”
“Wanita tua yang malang, anting anting Anda telah kembali ke asalnya,yang Anda terima adalah hasil dari penjualan air, oleh sebab itu anting antingmu telah kembali menjadi air.” Setelah mendengar perkataan pertapa itu, wanita tua merasa ketakutan dan berkata : “Maafkanlah saya, saya hidup seorang diri,demi kelangsungan hidup maka saya berbuat demikian. Sekarang saya sadar akan kesalahan saya, tapi apa yang harus saya perbuat?” “Wanita tua, dulu Anda mencampurkan air secara diam-diam ke dalam susu, maka kini kamu pun harus berbuat kebaikan secara diam-diam. Mulai hari ini Anda tidak boleh berbohong lagi dan terhadap setiap orang harus saling tolong-menolong.
Demikian simpanan yang Anda miliki tidak akan hilang bahkan semuanya akan
disimpan dalam asuransi dari Buddha yang biar bagaimanapun tidak akan hilang.” Sejak itu, wanita tua telah berubah dan menjadi penduduk desa yang baik hati. Setiap hari membantu orang desa menyapu jalan, membantu menjaga anak, menjaga orang sakit,yang semuanya dilakukan dengan tulus, tanpa menerima apapun. Ia tidak pernah mengeluh atau berkomentar yang buruk, bahkan semuanya dilakukan dengan perasaan gembira, karena dalam hatinya hanya ada satu “Asuransi dari Buddha”.
 
@TS
Mo nanya arahat itu apa ya ? Gue ga ngerti artinya
 
nice story... ^^'

manabung karma baik jauh lebih baik... daripada menabung dan menginveskan apapun.. ^^
 
@TS
Mo nanya arahat itu apa ya ? Gue ga ngerti artinya

Arahat, orang suci yang telah menyelesaikan semua usahanya untuk melenyapkan semua belenggu yang mengikatnya. Bila ia meninggal dunia, ia tidak akan terlahir di alam mana pun. Ia akan parinibbana.

Arahat telah melenyapkan sepuluh belenggu

Ada sepuluh macam belenggu (samyojana) yaitu :

1. Pandangan sesat tentang adanya pribadi, jiwa atau aku yang kekal (sakkaya-ditthi).

2. Keragu-raguan yang skeptis pada Buddha, Dhamma, Sangha, dan tentang kehidupan yang lampau dan kehidupan yang akan datang, juga tentang hukum sebab akibat (vicikicchã).

3. Kemelekatan pada suatu kepercayaan bahwa hanya dengan melaksanakan aturan-aturan dan upacara keagamaan seseorang dapat mencapai kebebasan (silabbata-parãmãsa).

4. Nafsu indriya (kãma-rãga).

5. Dendam atau dengki (vyãpãda).

6. Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk (rüpa-rãga). Alam bentuk (rüpa-rãga) dicapai oleh seseorang apabila ia meninggal sewaktu dalam keadaan samadhi dan telah mencapai Jhãna I, Jhãna II, Jhãna III atau Jhãna IV .

7. Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk (arüpa-rãga). Alam tanpa bentuk (arüpa-rãga) dicapai oleh seseorang apabila ia meninggal sewaktu dalam keadaan samadhi dan telah mencapai Arüpa Jhãna I, Arüpa Jhãna II, Arüpa Jhãna III atau Arüpa Jhãna IV .

8. Perasaan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain (mãna).

9. Kegelisahan (uddhacca). Suatu kondisi batin yang haus sekali karena yang bersangkutan belum mencapai tingkat kebebasan sempurna (arahat).

10.Kebodohan atau ketidak-tahuan (avijjã).
 
@SingThung
Thanks gue jadi banyak tambah pengetahuan nich :)

Cao dulu ah... pengen liat thread laen sebelon dipanggil Mr. LiuBei :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.