akiong
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 41745
- Sejak
- 25 Apr 2008
- Pesan
- 2.971
- Nilai reaksi
- 47
- Poin
- 48
kata pengamat ekonomi dan politik SJ, " bahwa masaalah Century sangat pelik. Pejabat yg terkait harus diperiksa dan di hukum atas menyalahi kewenangan. Tetapi jangan menyeret pemimpin utama, dan jangan merusak citra yg telah dibangun dengan baik, karena ini bisa membuat bangsa ini kembali ke titik Nol. Kerugiannya melebihi nilai rupiah 9 trilliun. " lanjutnya , " tetapi saya tidak yakin, para elit politik cukup arif dan bijaksana dalam mengatasi masalah ini. "
Katanya lagi " bahwa sekelompok orang ingin sekali menangkap anggodo, sebenarnya ini hanya untuk pengalihan dan berusaha menekan aparat penegak hukum. Sebenarnya anggodo itu tidak penting, dia akan ditangkap jika masalah utama telah selesai. Masalah utama adalah aparat itu sendiri. Apakah mereka terlibat atau tidak. "
Lanjutnya lagi, " percaloan itu hal yg lumrah. Karenanya aparat itu sendiri tidak boleh bertindak melewati koridor hukum yg berlaku. Seorang terdakwa, berusaha meringankan atau melobi kasusnya itu wajar.. Karena memang ada kemungkinan bisa diselesaikan dengan baik win2 solusion pluss denda2 nya. "
Ketika ditanya : soal century, jika akhirnya terbukti BI dan bagian Keuangan bertanggung jawab, apakah ini tidak menyeret pemimpin utama ?
Jawabnya : " masalah ini sangat pelik. Bantuan itu bertujuan menjaga stabilitas. Harga itu memang mahal, tapi hanya itu jalan yg terbaik agar tidak terjadi caos saat itu. Dan pada saat itu sudah mendekati pemilu. Keadaan negara saat itu harus kondusif agar pemilu bisa berjalan sebagaimana mestinya. Jika ada kompromi politik, saya kira itu tidak harus sampai menyeret Pemimpin utama. Cukup instansi yg terkait saja yg di hukum jika terbukti menyalahi aturan main. "
lanjutnya " memang century harus diselamatkan, tetapi aturan mainnya harus benar, misalnya nasbah kecil di perioritaskan. Dan mengenai jumlahnya terlalu besar. Ya , memang besar. Itulah harganya sebuah stabilitas. Tentunya dengan pengelolaan yg baik atas bunk itu, maka kerugian negara bisa diminimalkan. Ini hanya masalah kompromi politik saja, masing2 harus arif dan bijaksana. Sesuatu yg salah belum tentu kesalahan fatal, ada sisi positip nya. Dan yg terpenting rakyat semakin menikmati demokrasi, negara kondusif dan pertumbuhan ekonomi mencapai target. "
Katanya lagi " bahwa sekelompok orang ingin sekali menangkap anggodo, sebenarnya ini hanya untuk pengalihan dan berusaha menekan aparat penegak hukum. Sebenarnya anggodo itu tidak penting, dia akan ditangkap jika masalah utama telah selesai. Masalah utama adalah aparat itu sendiri. Apakah mereka terlibat atau tidak. "
Lanjutnya lagi, " percaloan itu hal yg lumrah. Karenanya aparat itu sendiri tidak boleh bertindak melewati koridor hukum yg berlaku. Seorang terdakwa, berusaha meringankan atau melobi kasusnya itu wajar.. Karena memang ada kemungkinan bisa diselesaikan dengan baik win2 solusion pluss denda2 nya. "
Ketika ditanya : soal century, jika akhirnya terbukti BI dan bagian Keuangan bertanggung jawab, apakah ini tidak menyeret pemimpin utama ?
Jawabnya : " masalah ini sangat pelik. Bantuan itu bertujuan menjaga stabilitas. Harga itu memang mahal, tapi hanya itu jalan yg terbaik agar tidak terjadi caos saat itu. Dan pada saat itu sudah mendekati pemilu. Keadaan negara saat itu harus kondusif agar pemilu bisa berjalan sebagaimana mestinya. Jika ada kompromi politik, saya kira itu tidak harus sampai menyeret Pemimpin utama. Cukup instansi yg terkait saja yg di hukum jika terbukti menyalahi aturan main. "
lanjutnya " memang century harus diselamatkan, tetapi aturan mainnya harus benar, misalnya nasbah kecil di perioritaskan. Dan mengenai jumlahnya terlalu besar. Ya , memang besar. Itulah harganya sebuah stabilitas. Tentunya dengan pengelolaan yg baik atas bunk itu, maka kerugian negara bisa diminimalkan. Ini hanya masalah kompromi politik saja, masing2 harus arif dan bijaksana. Sesuatu yg salah belum tentu kesalahan fatal, ada sisi positip nya. Dan yg terpenting rakyat semakin menikmati demokrasi, negara kondusif dan pertumbuhan ekonomi mencapai target. "