Apalah artinya sebuah nama

belajar lagi

IndoForum Newbie C
saya tertarik ingin menulis apa sih manfaat nama yang di berikan kepada anak yang terlahir kedunia, bagaimana mestinya kita memberi nama sebagai harapan untuk mendapat anak yang Suputra; 2 Apakah nama kita sudah ditakdirkan oleh Yang Kuasa atau murni pemberian orang tua semata; 3Mungkinkah kita menemukan makna atau bahkan jalan hidup kita dari nama yang diberikan orang tua kita
Cukup sekian mungkin teman teman menemukan jawabannya????????
 

JakaLoco

IndoForum Beginner A
saya tertarik ingin menulis apa sih manfaat nama yang di berikan kepada anak yang terlahir kedunia, bagaimana mestinya kita memberi nama sebagai harapan untuk mendapat anak yang Suputra; 2 Apakah nama kita sudah ditakdirkan oleh Yang Kuasa atau murni pemberian orang tua semata; 3Mungkinkah kita menemukan makna atau bahkan jalan hidup kita dari nama yang diberikan orang tua kita
Cukup sekian mungkin teman teman menemukan jawabannya????????
Saya kutip ini dr wikipedia :

Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan nama Kusno Sosrodihardjo oleh orangtuanya. Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur lima tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama "Karna" menjadi "Karno" karena dalam bahasa Jawa huruf "a" berubah menjadi "o" sedangkan awalan "su" memiliki arti "baik".

Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Sebutan akrab untuk Soekarno adalah Bung Karno.
Kemudian saya kutip dr kisah Bhagawan Walmiki:

Jalan Kidung suci - Rsi Narada dapat menyadarkan Ratnakara, yang semula adalah perampok ulung, pembunuh kejam, lalu menyerahkan diri untuk menjadi murid Sang Rsi Narada, kemudian menjadi Bhagawan.



Sosok Ratnakara kemudian dikenal dengan nama Walmiki, penulis Ramayana yang termasyur.
Agama Hindu telah mengenalkan adanya Catur Yuga (empat zaman) yaitu : Kerthayuga, Tretayuga, Dwaparayuga dan Kaliyuga. Dalam melakukan Yajna (pemujaan/upacara kurban suci) umat Hindu pada setiap yuga (zaman) caranya berbeda-beda mengingat situasi dan kondisi pada setiap zaman adalah juga berbeda-beda, manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya juga berbeda sesuai dengan zamannya, zaman dulu dan sekarang jelas berbeda, dulu manusia hidup dan berburu binatang, lalu bercocok tanam, kemudian menuju industrialisasi dan perdagangan.

Sebutan nama Tuhan yang paling utama dipuja dan dikidungkan (dinyanyikan) pada setiap zaman adalah juga tidak sama yaitu : pada zaman Kerthayuga sebutan nama Tuhan yang paling bertuah adalah Narayana, pada zaman Tretayuga nama Rama yang paling bertuah, demikian juga pada zaman Dwaparayuga dengan sebutan Krishna dan pada zaman Kaliyuga sekarang ini, semua sebutan nama-nama Tuhan atau Sahasranama sangat bertuah untuk dikidungkan. Dalam Widhi Tatwa (Filsafat tentang Tuhan) ada disebutkan “Ekam Eva Adwityam Brahman” yang artinya “Hanya satu (ekam eva) tidak ada duanya (adwityam) Hyang Widhi (Brahman atau Tuhan) itu. Dalam lontar Sutasoma juga dikatakan “Ekam Sat Viprah Bahuda Wadanti” yang artinya “Hanya satu (ekam) Hyang Widhi (sat atau hakekat) orang bijaksana (viprah) menyebutkan (wadanti) dengan banyak nama (bahuda)”.

Tokoh yang dianggap berhasil mencapai kesempurnaan dengan kidung atau menyanyikan kidung suci keagamaan ialah Rsi Narada dan Ratnakara,. Kidung suci (nyanyian rohani) yang berisi puja-puji terhadap kemahakuasaan dan keagungan sifat-sifat Tuhan dan dengan mengulang-ulang nama dan sifat agung beliau dapat menyucikan Atman (percikan suci Tuhan yang ada dalam diri manusia) untuk kemudian manunggal (bersatu) dengan Paramătman (Sang Pencipta) pada segala zaman atau sejak dunia beserta isinya ini ada (diciptakan).

Diceritakan pada zaman Tretayuga, tersebutlah seorang pemburu, penjahat ulung dan perampok yang sangat kejam bernama Ratnakara, walaupun sebenarnya ia adalah putra seorang Rsi yang bernama Rsi Pracethasa, lalu kenapa ia menjadi seorang perampok, bahkan tak segan-segan membunuh korbannya? Nampaknya faktor lingkungan pada waktu beliau masih kecil sangat mempengaruhinya, ia mempunyai pergaulan dan dibesarkan di lingkungan hitam yaitu pada keluarga pemburu binatang.

Pada waktu Ratnakara masih kecil ia termasuk anak yang lincah dan cerdas tak heran kalau ia suka bermain-main ke luar pertapaan ayahnya di tepi sungai Gangga India, suatu ketika ia bermain cukup jauh, saking asyiknya ia bermain tambah jauh dari ashram, sampailah akhirnya, ia tidak tahu lagi jalan untuk pulang ke ashram (tempat tinggalnya). Ketika matahari sudah hampir terbenam ia sadar dan ingat sama orang tuanya, ia lalu menjadi bingung dan panik, ia lalu menangis menjerit sejadi-jadinya sambil memanggil sang ayah dan ibunya, lalu suara tangisnya itu didengar oleh seorang pemburu di tengah hutan. Pemburu itulah kemudian membesarkan serta mengangkatnya sebagai anak. Ratnakara kecil pun tumbuh dewasa dan menjadi seorang pemburu binatang dalam hutan, mengikuti jejak ayah angkatnya itu.

Setelah dewasa dan berumah tangga ia punya istri dan punya anak cukup banyak, maka dengan hasil buruan saja sering tidak dapat mencukupi hidupnya sekeluarga, maka Ratnakara pun terpaksa menjadi perampok, ia merampok siapa saja yang ditemuinya, demikianlah perjalanan hidupnya dan hari ke hari di dalam hutan.
Suatu ketika Rsi Narada berjalan-jalan keluar ashram dan sudah menjadi kebiasaan Sang Rsi bilamana berjalan-jalan ia selalu melantunkan kidung (nyanyian) puja-puji Rama, nama Rama dan sifat-sifat keagungannya diucapkan berulang-ulang tiada henti, berkat bhakti (cinta kasih yang tulus) beliau. maka kekuatan Rama sebagai avathara (penjelmaan) Visnu selalu melindungi perjalanan Sang Rsi Narada. Beberapa saat (beberapa menit) ia agak mengantuk dan kurang konsentrasi dalam menyanyikan (menyebut) nama Rama …..Rama... Rama ji ge Rama saking kantuknya sampai terbalik menjadi Mara .... Mara sehingga artinyapun menjadi jauh berbeda. Mara dalam bahasa sansekerta artinya adalah bahaya. Betul saja tak lama kemudian muncullah bahaya, Ratnakara datang menghadangnya, namun Rsi Narada tidak begitu terkejut melihat sosok Ratnakara yang siap merampoknya, saat itu kebetulan Rsi Narada hanyalah membawa Wina (sejenis alat musik) maka diambillah Wina itu oleh Ratnakara.

Setelah Rsi Narada menyadari akan kekeliruannya dalam mengucapkan nama Rama ia pun memperbaiki kidungnya dengan penuh konsentrasi disertai rasa bhakti yang tulus dan mengulang-ulang kembali menyebut nama Rama dalam hati saja (manasa) tanpa terdengar oleh Ratnakara.

Kekuatan kidung suci itu benar-benar menggetarkan Atman yang bersemayam pada diri Ratnakara. Akhirnya Ratnakara tersadar akan dosa-dosanya yang pernah ia perbuat, ia lalu merunduk sebagai tanda hormat. Sejak itu pula Ratnakara menyesali segala perbuatannya seperti merampok, membunuh yang pernah dilakukannya. Ia pun menjatuhkan dirinya ke kaki Rsi Narada sebagai ungkapan permintaan maaf yang tulus dari seorang murid (bhakta) kepada guru (acharya), ia lalu menyerahkan diri untuk menjadi muridnya, Sang Rsi Narada pun menerimanya dengan penuh cinta kasih, selanjutnya ia diberikan pelajaran yoga dan pemula hingga yang paling tinggi tingkatannya. Setelah yoganya mantap ia lalu melakukan tapa brata selama bertahun-tahun, saking tekunnya ia melakukan tapa, ia tidak bergeming sedikitpun ketika ribuan semut mengerumuni tubuhnya, bahkan sampai semut-semut itu membuat sarang, hingga menutupi sekujur tubuhnya sampai tidak kelihatan lagi badannya.

Melihat keteguhan Ratnakara itu, Rsi Narada sangat gembira. Setelah Ratnakara sudah dianggap sukses dan berhasil menguasai dirinya. Sarang semut itu lalu dibongkar oleh Rsi Narada, kemudian didapatilah Ratnakara masih tetap tenang dalam semadhinya, tubuhnya sedikitpun tidak terpengaruh oleh gigitan semut. Setelah ia sadar didatangi oleh Rsi Narada, lalu Ratnakara menghaturkan sembah sujud, memberi hormat sebagaimana ketentuan (sesana) seorang murid (bhakta) terhadap gurunya (acharya). Tak lama kemudian Ratnakara didiksa atau diwisuda (dwijati) dengan upacara sederhana sekali (nistaning nista) untuk menjadi seorang Rsi, oleh Rsi Narada kemudian Ratnakara diberi nama baru (gelar) Rsi Walmiki sebagai nama dwijati. Kata “Walmiki” sebenarnya berasal dari kata “Walmika” yang dalam bahasa sansekerta berarti rumah semut, ia diberi nama dwijati Walmiki karena dianggap terlahir dari rumah semut pada waktu ia menjalankan tapa brata.

Rsi Walmiki inilah oleh Dewa Brahma dianugrahi kekuatan spiritual yang hébat untuk dapat melihat dan mengetahui dengan jelas seluruh peristiwa dan kehidupan Sri Rama sebagai penjelmaan dari Dewa Wisnu, dan sejak Sri Rama lahir sebagai putra Prabu Dasaratha, Raja Ayodhya hingga kembali ke swarga loka sebagai Visnu.

Kemudian dengan kemampuan yang diberikan oleh Dewa Brahma ia kemudian menyusun syair yang berjumlah 24.000 sloka, syair-syair tersebut diajarkan kepada Kusa dan Lawa, yang memenangkan sayembara/lomba baca syair (utsawa dharrna gita), kisah perjalanan hidup Sang Rama itulah kemudian dikenal sebagai Itihasa Ramayana yang sangat terkenal dari zaman ke zaman hingga sekarang.

Demikianlah keutamaan kidung suci bila diucapkan dengan sungguh-sungguh disertai penyerahan diri yang tulus ikhlas (bhakti) akan membuat orang menjadi sadar, perasaan orang menjadi halus dan suci serta dapat menghantarkan Atman (kekuatan Tuhan yang ada dalam diri setiap mahluk hidup) menjadi semakin dekat dengan Brahman, Sang Pencipta (Tuhan), dengan kidung suci akan dapat membentuk struktur rohani yaitu Atman akan menguasai budhi, kemudian budhi akan menguasai pikiran (manah) dan manah akan menguasai indriya, sehingga dapat melahirkan tingkah laku yang selalu terkontrol dengan baik, disamping akan mendorong orang lain untuk ikut berbuat baik.
Pertanyaan anda akan saya jawab dr sudut pandang saya, jadi boleh diterima,ditentang,dikritik,atau apapun

1.
apa sih manfaat nama yang di berikan kepada anak yang terlahir kedunia
Bayangkan klo anak anda tidak mempunyai nama, ketika anda memanggilnya bukankah lebih baik jika memanggil dengan namanya dibandingkan dengan "Hoi.." atau "Hei..",ketika ia sekolah pasti namanya akan ditanyakan,ketika bekerja pun pasti ditanya nama,..mengapa? karena "nama" memberi kemudahan dlm hidup manusia,..bukan hanya penamaan manusia,tempat2 pun diberi nama alamat agar mudah ditemukan,bukankah begitu?

2.
bagaimana mestinya kita memberi nama sebagai harapan untuk mendapat anak yang Suputra;
Anda harus paham "makna" dari nama yg anda berikan kpd anak anda, misalnya anda memberi nama anak anda Yudhistira karena anda tahu bahwa Yudhistira adalah salah satu dr Panca Pandawa yg mempunyai sifat suputra,bijaksana,teguh melaksanakan dharma..dr nama tersebut anda "mengharapkan" agar anak anda bisa seperti Yudhistira. Tapi tidak berhenti di situ saja, anda juga harus memberitahukan kpd anak anda tentang makna dr nama yg anda berikan kepadanya agar ada "rasa jengah" yg muncul di dlm pikiran dan hatinya yg sedikit banyak membuat dia lebih berhati-hati dlm kehidupan.
Tapi ingat bukanlah nama yg menjadi kekuatan utama dlm membentuk anak menjadi suputra melainkan ilmu pengetahuan yg ia peroleh, lingkungan tempatnya hidup, dan doa dari orang tuanya.

3.
2 Apakah nama kita sudah ditakdirkan oleh Yang Kuasa atau murni pemberian orang tua semata
"Nama pertama" kita murni pemberian dari orang tua atau orang yg mengasuh kita dr kecil, bukan kehendak Yang Maha Kuasa..buktinya apa? buktinya kita bisa merubah-rubah nama kita sekehendak hati kita.

4.
Mungkinkah kita menemukan makna atau bahkan jalan hidup kita dari nama yang diberikan orang tua kita
Kemungkinannya ada tp kecil, hidup kita lebih ditentukan oleh ilmu pengetahuan yg kita miliki,lingkungan tempat tinggal,garis nasib yg ditentukan oleh hari kelahiran. Manusia yg berilmu bisa mengubah nasibnya,namun tidak bisa mengubah takdir, tp manusia yg berilmu mensyukuri takdir apapun yg diberikan Tuhan karena "rasa syukur" adl bagian dari ilmunya.

Sebagai tambahan, orang Bali yang menganut agama Hindu Bali sebenarnya wajib mencantumkan nama Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut dlm namanya sebagai tanda ia adalah orang Bali yg menganut agama Hindu Bali.

Kemudian sebaiknya dalam memberi nama anak jangan panjang2 karena nanti dia akan menemukan kesulitan2 terutama dlm urusan administrasi dan birokrasi. Sebagai contoh, pengalaman ketika saya mengikuti sebuah ujian, peserta ujian yg namanya panjang pasti akan kerepotan membulatkan LJK (Lembar Jawaban Komputer) karena namanya terlalu panjang dan waktunya bnyk terbuang untuk membulatkan namanya.
 

Samantha

IndoForum Senior B
maaf, ikutan komentar...

Nama itu mengandung doa loh :)
orang tua memberi kita nama, pasti ingin anaknya memiliki sifat atau yaaa keberuntungan seperti nama yang dikasih..
misalnya... Untung.. pengen anaknya untung mulu :))
 

akiong

IndoForum Junior A
numpang lewat sambil comen dikit ahh...

nama mempengaruhi pola berpikir kita. jika kita tahu arti nama kita. karena selalu terdengar org memanggil akhirnya menjadi semacam sugesti. dengan demikian pola berpikir kita terbentuk dari alam bawah sadar.
:D
 

JakaLoco

IndoForum Beginner A
@Samantha

maaf, ikutan komentar...

Nama itu mengandung doa loh
orang tua memberi kita nama, pasti ingin anaknya memiliki sifat atau yaaa keberuntungan seperti nama yang dikasih..
misalnya... Untung.. pengen anaknya untung mulu
Jarang saya denger ad ortu ngasi nama anaknya Sial :D

@akiong

numpang lewat sambil comen dikit ahh...

nama mempengaruhi pola berpikir kita. jika kita tahu arti nama kita. karena selalu terdengar org memanggil akhirnya menjadi semacam sugesti. dengan demikian pola berpikir kita terbentuk dari alam bawah sadar.
Ada benarnya, tapi semakin sering kita mendengar dlm kehidupan sehari-hari cenderung sugesti itu hilang,akhirnya nama yg bermakna itu hanya menjadi sekedar nama saja..
 

tuingtuingtuing

IndoForum Newbie E
Sebagai tambahan, orang Bali yang menganut agama Hindu Bali sebenarnya wajib mencantumkan nama Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut dlm namanya sebagai tanda ia adalah orang Bali yg menganut agama Hindu Bali.
mau tanya bro.. apa yang dimaksud dengan keturunan pradewa ? dan namanya apa saja dipakai ? kapan kalimat pradewa itu muncul ? kalau wangsa kan kaum belanda gimana dengan kata pradewa itu ?
 

JakaLoco

IndoForum Beginner A
mau tanya bro.. apa yang dimaksud dengan keturunan pradewa ? dan namanya apa saja dipakai ? kapan kalimat pradewa itu muncul ? kalau wangsa kan kaum belanda gimana dengan kata pradewa itu ?
Bagi anda yang ingin tahu atau membanggakan gelar kebangsawanan utamanya di Pulau mungil ini, tentunya akan bertanya-tanya kenapa gelar kebangsawanan mereka berbeda-beda ; ada yang menyandang wangsa Cokorda, Ngakan, I Dewa dan lainnya ada baiknya kita mulai dengan mengetahui lebih mendalam sejarah kelahiran manusia Bali. Sebab, menurut pengajar Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra, Universitas Udayana, I Nyoman Wijaya, gelar pada seseorang itu muncul berhubungan erat dengan asal usul yang bersangkutan, dari keturunan mana ia dilahirkan. Wijaya kemudian mengutip silsilah kewangsaan masyarakat di Bali dari buku "Aneka catatan tentang hukum adat Bali" karangan Mr Gde Panetje, terbitan CV Kayu Mas.

Dalam buku ini diuraikan gelar I Dewa hanya dipakai Dalem Klungkung yang bertahta bila beristrikan Ibu Padmi. Anak dari keturunan Dalem Klungkung dengan Ibu Panawing (jaba) diberi gelar Tjokorda. Pradewa, yakni sebutan bagi orang yang berasal dari keturunan Raja Klungkung, namun sudah tak lagi memegang kekuasaan. Keturunannya bergelar Dewa bagi yang laki dan Desak untuk perempuan. Bila ada warga keturunan Raja Klungkung yang tak lagi memegang kekuasaan, kemudian kawin dengan warga yang kastanya lebih rendah, maka dinamakan Pungakan. Keturunannya bergelar Ngakan untuk yang laki dan Desak bagi wanita.

Prabagus adalah wangsa yang diberikan kepada adik Dalem Klungkung namun tak memegang kekuasaan. Gelar keturunannya Bagus untuk pria dan Ayu bagi wanita. Ada pula sebut warga Prasanghyang, yaitu keturanan warga Bandesa Pasek yang diangkat kesatrya oleh Dalem Ketut. Turunannya kemudian bergelar Sang pada pria dan Sangayu bagi si wanita.

Sumber : Sarad Bali #80 122006
source: http://ardika71.blogspot.com/2009_03_01_archive.html

Terus terang saya tidak terlalu paham dengan gelar2 kebangsawanan di Bali, yang saya anut adl Hindu Bali warisan Dalem Silayukti (Bhatara Hyang Mpu Kuturan). Dalem Silayukti tidak mengenal "sor-singgih" dalam strata sosial manusia, beliau (Mpu Kuturan) mengajarkan bahwa manusia itu sama rata derajatnya, Catur Warna (Brahmana,Ksatria,Waisya,dan Sudra) bukanlah ajaran untuk membeda-bedakan manusia secara vertikal,melainkan membagi-bagi karya/profesi/kewajiban manusia berdasarkan Warna.

Agama Hindu juga mengajarkan Sapta Timira:
Sapta Timira adalah tujuh macam kegelapan pikiran yaitu: Surupa artinya gelap atau mabuk karena ketampanan; Dhana artinya gelap atau mabuk karena kekayaan; Guna artinya gelap atau mabuk karena kepandaian; Kulina artinya gelap atau mabuk karena keturunan; Yowana artinya gelap atau mabuk karena keremajaan; Kasuran artinya gelap atau mabuk karena kemenangan; dan Sura artinya mabuk karena minuman keras.
Perhatikan yg saya cetak tebal. Jangan sampai karena kita keturunan bangsawan atau brahmana lalu kita menginjak-nginjak derajat manusia.
 

kupu2barong

IndoForum Newbie F
source: http://ardika71.blogspot.com/2009_03_01_archive.html

Terus terang saya tidak terlalu paham dengan gelar2 kebangsawanan di Bali, yang saya anut adl Hindu Bali warisan Dalem Silayukti (Bhatara Hyang Mpu Kuturan). Dalem Silayukti tidak mengenal "sor-singgih" dalam strata sosial manusia, beliau (Mpu Kuturan) mengajarkan bahwa manusia itu sama rata derajatnya, Catur Warna (Brahmana,Ksatria,Waisya,dan Sudra) bukanlah ajaran untuk membeda-bedakan manusia secara vertikal,melainkan membagi-bagi karya/profesi/kewajiban manusia berdasarkan Warna.

Agama Hindu juga mengajarkan Sapta Timira:


Perhatikan yg saya cetak tebal. Jangan sampai karena kita keturunan bangsawan atau brahmana lalu kita menginjak-nginjak derajat manusia.
MENURUT PENDAPAT DARI Kupu2barong begini ***ambil microphone dulu ah biar jelas didenger!
Ehm...ehm..ehm...batuk2 dulu. biar agak2 keren. mmmmm.... Pradewa tuh adlah, 1.Ketuhanan Yang Maha Esa. bla...bla...bla...bla... Maksudnya, bla...bla...bla..., Artinya...gini....gini...gini... gitu. maknanya, gini...gitu...gini...gitu... ya gitu deeeeh.Oleh karena itu,... demikian.....lalu .... terjadilah.....sekonyong konyong,demikian halnya,bla...bla...bla...gini...gitu...gini...gitu,lalu ... itulah. gitu loooooh. hehehehehe.... :) Apa pun itu, pokoke keren deeeeeeh.:-bd:-bd
 

Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact us untuk memulai.
Top