Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Kenaikan imbal hasil 10 tahun obligasi AS ini mencapai 1,7% setelah ditutup pada akhir Desember 2021di level 1,5%. Kenaikan imbal hasil ini dipengaruhi oleh sentiment meredanya gangguan rantai pasokan, harga input pabrik yang menurun serta lapangan kerja pabrikan yang meningkat.
Sejak awal tahun ini pergerakan pair USDCAD berangsur menguat, hal ini didukung oleh penguatan US Dollar yang diperkirakan akan melanjutkan penguatannya pada tahun ini juga setelah adanya pernyataan dan kebijakan oleh The Fed yang cenderung hawkish.
Pasangan mata uang USDCAD pada pekan ini berpeluang kembali turun, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah melemahnya index US Dollar akibat respon market terhadap laporan Non-Farm Payrolls Amerika yang cukup mengecewakan pada jumat lalu. Tercatat data NFP Amerika hanya berada pada angka 199k, jauh dari perkiraan 426K dan data NFP sebelumnya sebesar 249K. Laporan data NFP tersebut akhirnya membawa index USD melemah dari level 96.4 ke level 95.7.
Pergerakan Index US Dollar masih berpotensi menguat pada perdagangan pekan ini, hal ini didukung oleh adanya kebijakan dan pernyataan dari The Fed pada FOMC Meeting Minutes sebelumnya yang mengatakan akan memangkas stimulus lebih besar lagi serta akan menaikkan tingkat suku bunga secara agresif pada tahun ini. Hal ini demi menekan laju inflasi Amerika yang sufah terlalu tinggi. Selain itu Index USD juga masih berpeluang menguat, meski data NFP Amerika mencatatkan hasil yang mengecewakan pada pekan lalu. Namun pada rilis data tingkat pengangguran pada pekan lalu yang mencatatkan hasil yang sangat baik yakni turun ke level 3.9% dari sebelumnya berada pada level 4.2%, selain itu data pendapatan rata-rata perjam di Amerika juga meningkat ke level 0.6% dari sebelumnya 0.4%. Membaiknya data ekonomi tersebut tentunya dapat membawa index USD Kembali menguat kedepannya.
Saat ini para pelaku pasar akan focus pada kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell dan Calon Wakilnya Lael Brainard dihadapan Kongres Senat Amerika Serikat pada pukul 22.00 wib. Jerome Powell dicalonkan kembali pada masa jabatan 4 tahun mendatang sementara wakilnya Lael Brainard menggantikan jabatan yang ditinggalkan oleh Richard Clarida.
Harga emas bergerak dalam fase koreksi naik sejak awal pekan ini. Hal tersebut didukung oleh terkoreksi turunnya index US Dollar pasca laporan data NFP yang mengecewakan pada rilis hari Jumat pekan lalu. Index USD sampai saat ini juga masih berada di bawah level 96.0.
Saat ini terdapat 754.000 kasus per hari, sehingga pasien rawat inap di rumah sakit sudah mencapai 1,5 juta pasien di negara tersebut. Walaupun virus omicron ini memberikan gejala ringan tetapi dapat membuat system perawatan rumah sakit menjadi terganggu. Keadaan ini membuat kekurangan tenaga medis, dimana terdapat 3.000 perawat yang harus dikarantina karena terjangkit virus ini. Tingginya pasien terinfeksi di Amerika Serikat, sampai saat ini tidak akan mengubah kebijakan Presiden Joe Biden untuk melakukan pembatasan kegiatan, sehingga tidak akan teralu beresiko terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Pada pertengahan minggu ini pair USDCAD melanjutkan fase turunnya, bahkan mampu menembus kuatnya level support yang terbentuk pada timeframe daily. Kembali melemahnya pair USDCAD terjadi akibat nada pernyataan pimpinan The Fed Jerome Powell pada testimoninya yang bernada kurang hawkish pada pertemuan kemarin malam. Tidak ada perubahan atau gebrakan yang terdapat pada pernyataan teresebut, Powell masih tetap menyatakan untuk pemangkasan stimulus serta kenaikan tingkat suku bunga yang agresif pada tahun ini.
Keadaan ini adalah wajar apabila kita melihat ini sebagai koreksi atas penurunan pasar equitas yang sejak awal tahun ini mengalami risk off. Dengan angka inflasi AS yang mencapai 7% dan tertinggi sejak tahun 1982, meredakan kekhawatiran para pelaku pasar bahwa The Fed akan sangat agresif dalam menarik likuiditas nya, sehingga menyebabkan adanya aksi profit taking pada mata uang US Dollar.
Tidak disangka Mata uang USD yang seharusnya menguat justru melemah tajam pada pekan ini
Index mata uang US Dollar melemah sangat signifikan pada perdagangan kemarin setelah adanya respon market yang melepas US Dollar pasca pernyataan pimpinan The Fed yang masih belum jelas mengenai pengurangan balance sheet yang nilainya hampir $9 Triliyun USD.
Dimana petinggi BOJ sedang mempersiapkan kenaikan suku bunga karena naiknya tekanan angka inflasi di negara tersebut. Data inflasi Jepang yang naik dari 0.1% menjadi 0,6% saat ini memberikan peluang terjadinya kenaikan harga yang besifat kontinyu kedepannya mengingat adanya gangguan rantai pasokan serta kekurangan tenaga kerja global.
Grafik emas pada timeframe daily masih bergerak naik sejak awal pekan ini, penguatan terhadap harga logam mulia emas terjadi akibat beberapa faktor diantaranya adalah pernyataan The Fed yang masih kurang hawkish pada pekan lalu dimana pimpinan The Fed masih belum memutuskan kapan pengurangan Balance Sheet akan dimulai.
Pair GBPUSD berpotensi bergerak turun pada pekan ini setelah sejak pertengahan desember tahun lalu bergerak dalam trend naik yang signifikan. Menguatnya pair GBPUSD sejak akhir tahun lalu terjadi akibat adanya rencana dari bunk of England untuk menarik likuiditas dan menaikkan tingkat suku bunganya pada tahun 2022 ini, mengingat tingkat inflasi Inggris yang sudah mencapai lebih dari 5%.
Sehingga kondisi tersebut berdampak pada negara Australia sebagai pemasok bahan baku terbesar di dunia. bunk sentral China PBOC memotong suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah atau MLF sebesar 10 basis point kemarin.
Terlihat jelas pada timeframe daily pergerakan pair AUDCAD bergerak dalam trend turun sejak akhir desember tahun 2021 lalu, dan pergerakan turun tersebut masih berlangsung hingga hari ini. Kembal melemahnya pair AUDCAD terjadi akibat beberapa faktor diantaranya yang terbaru adalah adanya pemangkasan tingkat suku bunga dari negara China.
Biden mengatakan pada jumpa press pertamanya di Gedung putih bahwa menghargai semua kebijakan The Fed yang akan diambil guna memerangi angka inflasi yang terus meningkat. Dukungan Presiden AS ini bertolak belakang dengan Presiden terdahulu Donald Trump yang memaki Powell saat menaikan suku bunga 4 kali dalam setahun di tahun 2018, karena para pengusaha harus membayar bunga pinjaman lebih tinggi disaat itu.
Sudah sejak pekan lalu pergerakan mata uang New Zealand melemah terhadap US Dollar, dan bahkan pergerakan grafik pada timeframe daily menunjukkan pair NZDUSD telah turun menembus ke bawah garis uptrendline. Melemahnya mata uang New Zealand terjadi akibat tekanan kuat dari mata uang US Dollar pada pekan ini.
Adanya peluang pelemahan terhadap harga emas dunia terjadi akibat beberapa faktor, diantaranya adalah market mewaspadai potensi penguatan mata uang US Dollar pada pekan ini, dimana bunk sentral Amerika diramalkan akan kembali melakukan pengetatan moneter pada pertemuan FOMC Meeting pada kamis (27/1) dini hari.
Kembali melemahnya nilai tukar pair GBPUSD terjadi akibat beberapa faktor diantaranya adalah ekspektasi market terhadap kebijakan bunk sentral The Fed yang berencana untuk kembali memangkas stimulus moneternya pada kamis pekan ini serta wacana The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga pada tahun ini secara agresif.
Pair USDCHF berotensi bergerak menguat, dan hal tersebut didukung oleh beberapa faktor fundamental diantaranya adalah harapan market terhadap kebijakan bunk sentral The Fed yang berencana untuk kembali memangkas stimulus moneternya pada kamis pekan ini serta wacana The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga pada tahun ini secara agresif.