• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kenapa Islam melarang adopsi?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ArRay
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
gw punya anak adopsi..... :)
anak cowok :D
dan anak gw tuh masih kecil... baru sekolah TK :)
seneng liat anak gw udah sekolah TK :)

ntar kalo gw dah nikah... gw mau ajak tinggal bareng. sekarang masih sama tante gw...
doakan ya supaya anak gw jadi anak yang soleh :)

terlepas dari itu dilarang atau tidak...... i love my son :)
 
gw punya anak adopsi..... :)
anak cowok :D
dan anak gw tuh masih kecil... baru sekolah TK :)
seneng liat anak gw udah sekolah TK :)

ntar kalo gw dah nikah... gw mau ajak tinggal bareng. sekarang masih sama tante gw...
doakan ya supaya anak gw jadi anak yang soleh :)

terlepas dari itu dilarang atau tidak...... i love my son :)

untuk pembagian harta warisannya gmn :-/
 
untuk pembagian harta warisannya gmn :-/

hehehehe semoga anakku ntar gedenya gak gila harta ya.. jadi gak ribet bagiin warisan..

halah... >,<

tentu aja mengikuti hitung-hitungan dalam Faroid (ilmu waris)


dah ah, bicara warisan jangan sekarang.. belom punya pandangan menyeluruh (1000 perak aja aku gak punya hari ini... :)) )
 
> di faroid emang ada ya hak anak angkat mendapatkan warisan:D:D:D:D

> kaseeeh pencerahan dunk:D:D:D

> GBU>:D<
 
dia ga ngerti maksud dari MASTER OF ALCHEMY

bingung gw dah jelas jelas di haramin.. ayatnya juga jelas.. hadistnya juga jelas..
masih aja mentingin hawa nafsu..
Semoga ALLAH membuka mata telinga dan hati kita dalam kebenaran yg masuk dalam diri kita!!!!

Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada diri kami, bersihkanlah jiwa kami dari hawa nafsu karena Engkau-lah sebaik-baik pembersih jiwa.

AMEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN
 
> smoga tercerahkan:D:D:D

> AMEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN NNNNNNNNNN >:D<>:D<>:D<>:D<

> GBU>:D<
 
dia ga ngerti maksud dari MASTER OF ALCHEMY

bingung gw dah jelas jelas di haramin.. ayatnya juga jelas.. hadistnya juga jelas..
masih aja mentingin hawa nafsu..
Semoga ALLAH membuka mata telinga dan hati kita dalam kebenaran yg masuk dalam diri kita!!!!

Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada diri kami, bersihkanlah jiwa kami dari hawa nafsu karena Engkau-lah sebaik-baik pembersih jiwa.

AMEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN

ngakak baca komen yang ini......
aneh ya bro....
ayatnya jelas, hadistnya juga jelas banget bahwa hal tersebut.....

"DILARANG"

tapi sepertinya banyak yang menganggap kasih sayang mereka terhadap anak tersebut lebih besar dari KASIH SAYANG ALLAH SWT TERHADAP ANAK TERSEBUT.
 
padahal Islam itu lebih Humanis dari agama atau aturan lain..
dan Islam itu memanusiakan manusia...
masuk akal, menentramkan hati dan sesuai dengan fitrah manusia..
 
udah bro, nyampeinnya baik2 aja :)
toh dakwah yg baik disampaikannya harus dgn cara yg baik pula, jangan sampai menyakiti saudara kita selama dia menanggapinya dgn baik :D
 
> amieeen juga, smoga tegoran yang keras dan lembut memberikan dampak yang bermanfaat, bahwa tidak ada maksud apa-apa dengan bentuk penyampaian seperti itu, walalupun kelihatannya menyakiti ......


> GBU>:D<
 
Gw punya seorang adik angkat yang diambil sejak bayi (sekarang baru lulus SMU). Aslinya dia ponakan gw (anak sepupu). Dia terlahir dengan usus bercabang dan kondisinya sangat gawat saat itu. Orangtuanya yang masih sangat muda dan masih pengangguran akhirnya memutuskan memberikan anak itu kepada ortu gw untuk diasuh (tanpa diminta). Nggak lama kemudian kedua ortunya bercerai, awalnya pengen dikembalikan, tapi melihat kondisi orangtuanya yang bercerai dan ekonominya nggak menentu akhirnya urung dilakukan, apalagi ibu gw juga sudah terlanjur sayang. Singkat kata, tuh anak akhirnya jadi anggota baru keluarga kami.

Kalau dilihat dari ayat2 dan hadist yang TS sampaikan, trus membandingkan perlakuan kami terhadap anak tersebut rasanya tidak ada yang salah dan melanggar.

Sejak kecil asal - usulnya nggak pernah kami sembunyikan, dia tahu siapa orangtua kandungnya dan siapa kami, cuma karena sejak kecil tinggal bersama dia pun lebih dekat dengan kami, apalagi kedua orangtua kandungnya juga masing2 sudah berkeluarga lagi.

Saat masih bayi, dia pernah disusuin ibu gw, so technically he's my mother's son and become her muhrim, rite?.. lagian sekarang ibu gw udah almarhumah, dan gw juga nggak punya saudara perempuan.

Mengenai warisan, saya yakin Orangtua akan mengikuti apa yang sudah ditetapkan Allah dan rasulnya, meski gw pribadi nggak peduli dan keberatan kalaupun harus berbagi, coz I love my "little brother". :)

Gw yakin Allah tidak melarang pencurahan kasih sayang yang tulus antar sesama manusia.


Wallahualam.


.
 
Gw punya seorang adik angkat yang diambil sejak bayi (sekarang baru lulus SMU). Aslinya dia ponakan gw (anak sepupu). Dia terlahir dengan usus bercabang dan kondisinya sangat gawat saat itu. Orangtuanya yang masih sangat muda dan masih pengangguran akhirnya memutuskan memberikan anak itu kepada ortu gw untuk diasuh (tanpa diminta). Nggak lama kemudian kedua ortunya bercerai, awalnya pengen dikembalikan, tapi melihat kondisi orangtuanya yang bercerai dan ekonominya nggak menentu akhirnya urung dilakukan, apalagi ibu gw juga sudah terlanjur sayang. Singkat kata, tuh anak akhirnya jadi anggota baru keluarga kami.

Kalau dilihat dari ayat2 dan hadist yang TS sampaikan, trus membandingkan perlakuan kami terhadap anak tersebut rasanya tidak ada yang salah dan melanggar.

Sejak kecil asal - usulnya nggak pernah kami sembunyikan, dia tahu siapa orangtua kandungnya dan siapa kami, cuma karena sejak kecil tinggal bersama dia pun lebih dekat dengan kami, apalagi kedua orangtua kandungnya juga masing2 sudah berkeluarga lagi.

Saat masih bayi, dia pernah disusuin ibu gw, so technically he's my mother's son and become her muhrim, rite?.. lagian sekarang ibu gw udah almarhumah, dan gw juga nggak punya saudara perempuan.

Mengenai warisan, saya yakin Orangtua akan mengikuti apa yang sudah ditetapkan Allah dan rasulnya, meski gw pribadi nggak peduli dan keberatan kalaupun harus berbagi, coz I love my "little brother". :)

Gw yakin Allah tidak melarang pencurahan kasih sayang yang tulus antar sesama manusia.


Wallahualam.


.

aku jadi inget ama anakku, mbak....
pekerjaanku juga memang belum sukses... apa yang aku dapat saat ini memang belum bisa mencukupi kebutuhan utama anak angkatku itu (terutama biaya sekolah) jadi gimana ya.. kalo liat anak-anak sekolah.. aku sedih aja gt.. gak pernah bisa anter anak ke sekolah.. but i love my son :(

Allah tuh Maha Mengetahui.. Allah itu.. Maha Pengasih & Penyayang..
toh kita asuh anak angkat gak untuk jadi penjahat.. sekali lagi.. Innamal a'malu binniat.. semua perbuatan tuh tergantung ama niatnya..
aku hanya berharap, Allah meridhoi kasih sayang aku ke anakku... amin..
 
Perbuatan itu emang tergantung niat.. tapi harus dengan cara yg benar bukan cara yg salah.
niat baik cara salah itu tetap salah...

klo islam itu niat baik harus dengan cara yg baik

Jelas Jelas Islam sudah melarang nya

@samantha
Ilmu itu sebelum berbuat dan berucap.

jadi kita berbuat atau berkata itu tidak boleh asal asal an

Al hajj 8. Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan

Al Isra 36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung


“Ya Allah berikanlah kepadaku manfaat dari ilmu yang Engkau anugerahklan kepadaku , dan berilah aku ilmu yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah kepadaku ilmu” (Jami’ Ash-Shahih, Imam Tirmidzi no. 3599 Juz V hal. 54)

Marilah kita mulai sekarang untuk memperbaharui cara kita beragama, memperbaharui amalan-amalan kita dengan mengilmui dahulu baru kemudian mengamalkan. Tidak asal dalam beribadah, karena nantinya hanya capek dan lelah yang akan kita dapatkan. Beribadah adalah ada caranya, ada tuntunannya, dan itu hanya bisa kita ketahui dengan berilmu dahulu.
Marilah kita jadikan “ilmu sebelum berucap dan beramal” sebagai slogan kita. Semoga bermanfaat. Allahu A’lam.
 
tapi aku gak maulah lepasin anak aku..... mana ada seorang mama tega lepasin anaknya? gak aku gak mau....
 
jadi begini maksudnya ga boleh itu... dia dijadikan anak asli, jadi ahli waris, ayah angkatnya jadi wli nikah dst. Mengangkat anak dalam pengertian mengasuh boleh-boleh aja. tapi tetap status bukan anak asli.

dan klo misalnya satu persusuan.. dia menjadi saudara persusuan dengan kakak atau adiknya (itupun klo dari bayi)

tapi klo bukan dari bayi .. ketika dia sudah dewas(baligh) dia harus lepas dari rumah itu karena sudah bukan muhrimnya kecuali klo disitu tidak ada ikhtilat(campur baur pria dan wanita yg bukan mauhrim)
jadi tinggal di atur saja
 
tapi aku gak maulah lepasin anak aku..... mana ada seorang mama tega lepasin anaknya? gak aku gak mau....

sayang beribu kali sayang...............
kalaulah anda memang seorang ibu yang melahirkan dari rahim anda dengan cara yang sah, sungguh anda tak rela dan tega melepas anak ini.....

tapi anda hanya seseorang yang mengasihi anak tersebut, menyayanginya sebagai sesama manusia, sesama muslim....

tapi kemudian anda bertanya, apa bedanya aku dengan ibunya, aku SANGAT menyayanginya......!!!!!

bedanya?? ANDA melangkahi PERINTAH ALLAH SWT.........


semoga anda tidak tersesat dengan NAFSU yang anda tunjukkan....
dan semoga anda tidak mengajak orang dalam kesesatan tersebut......

maap klo saya menyinggung, tapi miris banget baca statment anda.......
 
jadi begini maksudnya ga boleh itu... dia dijadikan anak asli, jadi ahli waris, ayah angkatnya jadi wli nikah dst. Mengangkat anak dalam pengertian mengasuh boleh-boleh aja. tapi tetap status bukan anak asli.

dan klo misalnya satu persusuan.. dia menjadi saudara persusuan dengan kakak atau adiknya (itupun klo dari bayi)

udah jelas kok bro asoy.....

"ADOPSI" itu yang dilarang.........
bukan mengasuh, bukan menyantuni, bukan pula memelihara.....

tapi banyak yang salah kaprah.......

mengasuh=anak itu jadi "bagian" keluarga,,....tapi bagian yang seprti apa???
 
jadi begini maksudnya ga boleh itu... dia dijadikan anak asli, jadi ahli waris, ayah angkatnya jadi wli nikah dst. Mengangkat anak dalam pengertian mengasuh boleh-boleh aja. tapi tetap status bukan anak asli.

dan klo misalnya satu persusuan.. dia menjadi saudara persusuan dengan kakak atau adiknya (itupun klo dari bayi)

lagian nih anak cowok.. kalo nikah tanpa wali gak papa >:D<
i love my son :x
 
lagian nih anak cowok.. kalo nikah tanpa wali gak papa >:D<
i love my son :x

sory deh, semuanya dah jelas dari first post.....
jadi gw anggap semoga bisa menjadi masukan, klo memang nggak bisa ya, semoga diampuni sajalah.....

maaf, dan sukron.....
 
@dontload
Siap

“Artinya : Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya). Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya dari istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi” [Al-Ahzab : 37]
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.