• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Membedah Fenomena ABG Jual Diri di Facebook~

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ~Blitz~
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

~Blitz~

IndoForum Senior B
No. Urut
111
Sejak
26 Mar 2006
Pesan
6.218
Nilai reaksi
137
Poin
63
"Dalam benak mereka, para orang tua saja yang menilai seks itu menyimpang," kata Thamrin.

57536_ilustrasi_cyber_crime_300_225.jpg

Kepolisian di Surabaya mengungkap prostitusi kalangan remaja perempuan atau yang kerap disebut ABG (anak baru gede) melalui facebook. Anak-anak ini masih duduk di bangku SMA.

Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tamagola mencoba memetakan persoalan mengapa seorang remaja mau terjun dalam dunia prostitusi.

Dia mengatakan ada beberapa penelitian dan paper di UI yang mengupas praktek jual diri di kalangan anak sekolah. "Dalam beberapa paper, anak remaja itu menganggap melakukan hubungan seksual untuk mendapat uang itu hal yang biasa saja.

Dalam benak mereka, para orang tua saja yang menilai seks itu menyimpang," kata Thamrin dalam perbincangan dengan VIVAnews, Senin 1 Februari 2010.

Praktek jual diri para ABG, kata dia, sebetulnya sudah lama ada sebagai masalah sosial di Indonesia, bahkan dunia. "Seperti fenomena puncak gunung es," kata dia.

Dari hasil beberapa penelitian, Thamrin menyimpulkan pelacuran di lingkungan anak sekolah disebabkan adanya pertemuan antara 'perjuangan untuk pengakuan' dan 'fasilitas.'

"Dalam kasus Surabaya, pertama kita bicarakan fasilitas, yakni Internet," kata dia. Perkembangan digital membuat dunia global makin tergenggam dalam satu masyarakat jaringan (network society). "Ini adalah suatu komunitas internasional sangat kuat terhubung kemana-mana dan memiliki tingkat keakraban komunitas yang saling mengenal," kata dia.

Kaum muda menganggap perkembangan teknologi digital ini identik dengan generasi mereka. "Orang tua itu kan gaptek (gagap teknologi)," kata dia. Memang, dalam urusan teknologi ini, orang tua gaptek sama sekali tidak bisa masuk ke dunia cyber si anak.

Dunia maya ini memberikan akses bagi kaum muda, terutama remaja, untuk mencari jati diri dengan pengakuan. "Dari jaringan sosial itu, mereka bisa punya teman baru."

Kedua, masuk dalam masalah perjuangan untuk pengakuan. Di lingkungan remaja, kata dia, akan terbagi tiga kelas yakni kelas tinggi (kaya), menengah dan bawah (miskin). "Kelas menengah ini yang paling rawan karena mereka akan mencoba keluar dari kelas miskin dan masuk ke kelas kaya tapi uang tidak cukup," jelasnya.

Simbol-simbol pengakuan untuk jadi kaya, seperti memiliki telepon genggam, akses jaringan internet, kosmetik, baju baru, dan sebagainya memaksa remaja dari kelas menengah mencari uang sendiri.

"Perjuangan mencari pengakuan itu ada di remaja perempuan maupun laki-laki namun paling kuat tuntutannya di remaja perempuan," kata dia.

Thamrin mengungkapkan sebuah warnet di Mataram selalu penuh oleh anak SMP dan SMA di jam sekolah. "Untuk akses internet anak kan harus merogok kocek puluhan ribu sehari," kata dia.

Dari dua hal itu, ada sejumlah oknum yang membaca celah ini dan menawarkan para remaja tanggung untuk masuk dalam dunia prostitusi. Tentu saja, iming-iming uang dengan cara mudah adalah hal yang menggiurkan.

"Penggunaan dunia maya sebagai salat satu alat komunikasi pengguna dan penyedia seks sebenarnya sudah ada. Yang terbaru mungkin melalui facebook tadi," kata dia.

Sumber
Begitu parahnyakah mental generasi muda sekarang? /wah
 
Pola pikir ABG sekarang payah /swt, makanya gampang terpengaruh tanpa sadar apa efeknya... Untuk masa depan saja sudah suram kalau mereka masuk ke dunia prostitusi...
 
fenomena tersebut emang sudah menjadi komoditas hidung belang dijaman sekarang koq,ga tertutup kemungkinan dijaman yg akan datang anak2 dibawah umur,bisa dijadikan komoditas tersebut....
 
ada yg menjual keperawanannya, ada juga yg hilang keperawanannya oleh pacar... mending mana coba ?? :D
 
Gak ada yang baik om neme /swt, yang namanya keperawanan itu harus dijaga. Kultur budaya Qt timur, hal seperti itu dianggap tidak pantas. Dari segi agama juga...
 
Gak ada yang baik om neme /swt, yang namanya keperawanan itu harus dijaga. Kultur budaya Qt timur, hal seperti itu dianggap tidak pantas. Dari segi agama juga...

/no1 ama sis Rosa....kalo cewe udah kehilangan keperawanannya,apalagi yg bisa dibanggakan oleh seorang cewe selain kesetiaan & keperawanannya :)
 
Gak ada yang baik om neme /swt, yang namanya keperawanan itu harus dijaga. Kultur budaya Qt timur, hal seperti itu dianggap tidak pantas. Dari segi agama juga...

/no1 ama sis Rosa....kalo cewe udah kehilangan keperawanannya,apalagi yg bisa dibanggakan oleh seorang cewe selain kesetiaan & keperawanannya :)

ya gw sih bicara fakta aja... kesampingkan dulu masalah budaya, agama, dll.. :D kita bicara fakta aja :D

di kota2x besar maupun di pedesaan, skrg itu fenomena 2 hal yg gw sebutin diatas itu emang fakta. Ada yg dijual, ada pula yg hilang oleh pacar ;))

pertanyaan gw, kalo dijual, tuh cewe dapet duit (kasarnya nih ya :D), trus uang itu dipake buat keperluannya dia. Disisi lain ada pula yg mengatasnamakan cinta... :D

nah mending mana ?? =))


itu pertanyaan yg ada di otak gw dari dulu, yg belum gw dapet jawabannya :D

ada yg bisa jawab + alasannya, gw cendolin dah :))
 
ada yg menjual keperawanannya, ada juga yg hilang keperawanannya oleh pacar... mending mana coba ?? :D

Mendingan sama pacar deh kalo harus milih...
soalnya kalau jual kan artinya kita bisa dibeli (punya harga),
sedangkan kalau sama pacar kan saling sayang otomatis hati jadi lebih tanpa beban, dan bukan karena kita bisa dibeli(cuma2)...
 
Enggak dua-duanya :D.

Kalau dia melacurkan diri itu karena masalah ekonomi, padahal asal Qt ada niat dan usaha yang namanya mencari uang itu pasti ada jalannya. Abg sekarang terlalu mengagungkan gengsi mereka diatas segalanya, makanya mereka memilih jalan yang mudah untuk mencari uang.

Kalau dia kehilangan keperawan karena pacar itu berarti cinta mereka bukan hal yang murni, tapi cinta yang merusak. Kalau Qt benar2 cinta dengan tulus pada pasangan Qt maka dengan sendirinya ada batas-batas yang tidak mau Qt langgar.

Kehilangan keperawanan itu parah, tidak sedikit rumah tangga bermasalah karena masalah ini. Lagipula cewek seharusnya memiliki harga diri dan bisa menahan untuk tidak melakukan hal itu.
 
Mudah2an banyak generasi muda yg sadar setelah menbaca tulisan sist Rosa. /no1
 
He he he, thanks /thx om ;). Itu dari hasil pengamatan sendiri kok /no1, jadi memang kurang lebih Q tahu masalahnya :D.
 

Kalau dia kehilangan keperawan karena pacar itu berarti cinta mereka bukan hal yang murni, tapi cinta yang merusak. Kalau Qt benar2 cinta dengan tulus pada pasangan Qt maka dengan sendirinya ada batas-batas yang tidak mau Qt langgar.
Murni sih bisa jadi murni, tapi yg jelas memang murusak...
sebagai cowo tau diri juga, sadar kalo cewe lu tuh anak orang...
gimana kalo misalnya lu punya ade cewe trus di gituin? pasti ga mau la...
Hmm, mungkin karena tanggapan dari cewe makanya penolakannya keras yah, hahaha...
 
Enggak dua-duanya :D.

Kalau dia melacurkan diri itu karena masalah ekonomi, padahal asal Qt ada niat dan usaha yang namanya mencari uang itu pasti ada jalannya. Abg sekarang terlalu mengagungkan gengsi mereka diatas segalanya, makanya mereka memilih jalan yang mudah untuk mencari uang.

Kalau dia kehilangan keperawan karena pacar itu berarti cinta mereka bukan hal yang murni, tapi cinta yang merusak. Kalau Qt benar2 cinta dengan tulus pada pasangan Qt maka dengan sendirinya ada batas-batas yang tidak mau Qt langgar.

Kehilangan keperawanan itu parah, tidak sedikit rumah tangga bermasalah karena masalah ini. Lagipula cewek seharusnya memiliki harga diri dan bisa menahan untuk tidak melakukan hal itu.

pertanyaan gw sama sekali ga dijawab :-"

yaudah deh kalo ga bisa jawab, ga maksa kok.. :D emang pertanyaan sulit tuh... =))
 
keperawanan harus dijaga, kalo gak dijaga gak sakti lagi deh

banyak kan ilmu ilmu silat jaman dulu yang mewajibkan pemiliknya perjaka atau perawan

harusnya daripada jual keperawanan, belajar ilmu silat aja ya
 
pertanyaan gw sama sekali ga dijawab :-"

yaudah deh kalo ga bisa jawab, ga maksa kok.. :D emang pertanyaan sulit tuh... =))

Gw jawab kan...
kasih pertimbangan dong, kalo menurut om Neme di jual apa plusnya apa minusnya...
kalau sama pacar apa plusnya apa minusnya, dari situ kan bisa dijadikan pertimbangan buat ngejawabnya...
 
karena ga bs jual apa2 akhirnya jual diri :D

Pemikiran sempit nih /swt.

@ om neme
Kan udah dijawab sama bro tusukan ;), Q mah gak mau ngebayangin yang aneh binti ajaib kayak gitu... Jangan sampai kejadian deh :D.

@ meike
Ha ha ha, komennya =)) =)) =)).
 
Media Elektronik (Sinetron kampungan dan Filem gak bermutu yg sering mengumbar kemewahan dan materi) memiliki andil besar dalam mendorong keinginan para ABG dan remaja untuk jual diri.

Mereka sebetulnya tidak begitu miskin, tapi karena ingin punya barang2 bagus, jadi terpaksa "Jualan"..

Kacau-kacau.../hmm
 
Masalah ekonomi sebenarnya cuma masalah yg dibuat-buat saja. Klo mereka mau berusaha sedikit dan tidak ada perasaan iri sama orang lain, gw rasa hal menjual keperawanan gak bakal terjadi. Apalagi anak ABG yg emosinya masih labil dan mau punya ini itu. Liat teman nya punya hp bagus, dia jadi kepingin. Lalu muncul deh ide buat jual diri karena alasan ekonomi, betul tidak ? /heh
 
^
seperti yang saya bilang diatas Om!, mereka sebenernya gak begitu miskin!
Tapi hanya karena pengen "materi"..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.