• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kotoran Telinga Sebaiknya Jangan Dibersihkan!

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Kotoran Telinga Sebaiknya Jangan Dibersihkan!

SentryDragonEarWrap.jpg
2226343253_0842596cf6.jpg


Kotoran telinga (earwax), atau mungkin banyak dari kita yang menyebutnya dengan “congek”, bukanlah benda yang jahat. Oleh karena itu earwax tidak perlu dibuang. Malahan earwax mempunyai fungsinya sendiri. Earwax mempunyai fungsi sebagai...
pembersih, pelindung, lubrikasi (pelicin), dan sebagai bahan antibakteri.

Di saluran telinga bagian luar terdapat suatu kelenjar yang secara konstan mengeluarkan substansi yang akan bercampur dengan rambut (bulu) dan kulit yang sudah mati. Campuran inilah yang dinamakan earwax atau cerumen. Kelebihan earwax akan dikeluarkan secara perlahan dari saluran telinga dibantu oleh dorongan dari gerakan mengunyah dan gerakan rahang lainnya sambil membawa debu dan partikel-partikel lain. Di pintu masuk telinga, earwax akan menggumpal dan mengering, lalu terbuang keluar telinga.

Ketika fungsi normal earwax ini terganggu, atau ketika orang mengorek telinga menggunakan cotton bud atau benda-benda lain, maka earwax dapat terkumpul dan menyumbat saluran telinga. Hal ini juga dapat terjadi pada orang yang memasukkan earphone ke lubang telinga mereka.

Oleh karena itu, para dokter tidak menganjurkan untuk membuang sendiri earwax dari saluran telinga dengan benda-benda seperti cotton bud. Namun, apabila Anda merasa sangat perlu untuk membuang earwax, gunakanlah obat tetes telinga. Apabila masih belum puas, kunjungilah dokter THT Anda.
 
Nice info...
btw ada yang tahu ga ya apakah ear candle itu bermanfaat positif ?
 
Tuli Mendadak

Dear All ,
sehabis mandi gw mempunyai kebiasaan membersihkan telianga. tak pernah kejadian sampai seperti ini. dan baru kali ini telingaku menjadi bermasalah.
sepulang kerja (sore hari) teling kiri aku tiba2 mendenging keras sekali, awalnya aku abaikan saja tapi hingga tengah malam dengingan itu tak kunjung reda juga . samapai menjadi bertambah menjadi dengungan dan pada akhirnya menjadi budek samasekali tdak mendengar. langkah pertama aku bw ke dokter Umum dan setelah di periksa hasilnya gw kena panas dalam , dan kemungkinan indikasi pilek. Obat dari dokter hanya gw minum sampai hari ke 2, karena tdk membawa perubahan . dan pada akhirnya gw ke dokter THT di daerah pamulang . vonis dokter penyakit gw ternyata kena syaraf di telinga. karena katanya kuping gw bersih dari kotoran . gw di kasih 3 macam obat untuk 10 hari . dan hingga hari ke 5 belum ada tanda - tanda perubahan berarti pada telinga gw.
obatnya pun muahal buangeth ,...
buat teman2 yg punya pengalaman seperti ini HEl;p ..dunk , sumpah gw merasa terganggu bangeth nih ,..so thanks ya
 
Nice info...
btw ada yang tahu ga ya apakah ear candle itu bermanfaat positif ?

masi kontroversi

Ear Candle & Manfaat

ear candle mengklaim manfaatnya utk membersihkan kotoran telinga, mampu melakukan sesuatu pada sinus, melegakan, dan mengurangi sakitnya
ada yg bilang juga ear candle bisa membersihkan impurities (kotoran) dari sinus, telinga dalam dan otak
ketika ear candle dibakar / dinyalakan, mekanismenya adalah untuk menciptakan tekanan atmosfer yg berbeda (dibawah/negatif) dari tekanan atmosfer ruangan / udara. sehingga dia bisa menarik kotoran dari dalam telinga.

namun di 1 sisi, ear candle dikatakan tidak bermanfaat membersihkan

seperti yg tertulis di artikel dibawah:

Karena wax bersifat lengket, tekanan negatif (vakum) yang diperlukan untuk menariknya ke luar rongga telinga haruslah sedemikian kuat sehingga dapat merusak gendang telinga pada prosesnya. Bagaimanapun, ternyata prosedur candling bahkan tidak menghasilkan kondisi vakum.

Peneliti yang mengukur tekanan menemukan bahwa tidak tercipta tekanan negatif selama proses candling terhadap relawan. Penyelidik yang sama telah melakukan candling selama 8 tahun dan menemukan bahwa tidak ada kotoran telinga yang dikeluarkan, dan wax lilin justru menumpuk di dalam telinga(!).

Pernyataan bahwa liang telinga terhubung ke struktur di dalam gendang telinga adalah palsu. Liang luar telinga, beserta gendang telinga di dalamnya, tidak terhubung ke otak, sinus (yang menjadi target 'terapi'), ataupun saluran Eustachia (kanal antara telinga tengah dan bagian belakang kerongkongan).

Ada klaim yang menyebutkan bahwa gendang telinga berpori dan dapat melewatkan pengotor dengan cepat. Ini tidak benar. Pengotor yang terdapat di wax yang terkumpul tak lebih dari abu/sisa dari pembakaran lilin dan kerucut penyangganya.

Bahaya Ear Candle

Candling berisiko terhadap beberapa bahaya, dan yang paling serius adalah terbakar oleh lilin panas. Pembuat lilin mengklaim bahwa lilin mereka hanya akan menetes di bagian luar telinga. Dan anda bisa berkomentar bahwa itu merupakan kecerobohan praktisinya.

Tentu saja ada cara untuk menghindari masuknya tetesan lilin cair ke dalam telinga: posisikan lilin dalam keadaan mendatar. Tapi saran dari produsen ini terdengar konyol. Bagaimana bisa tercipta suasana vakum? Lilin yang mendatar tidak dapat menutup rapat liang telinga pasien yang sedang berbaring miring ke satu sisi.

Sebuah pendataan pada tahun 1996 terhadap 144 dokter THT menemukan bahwa 14 di antaranya didatangi oleh pasien yang terluka oleh 'terapi' lilin ini. Termasuk -setidaknya- 13 kasus luka bakar luar, 7 kasus liang telinga yang tersumbat lelehan lilin, dan 1 kasus gendang telinga yang rusak (bolong, perforated).

Dilaporkan oleh The London Free Press, harian Kanada. Seorang perempuan yang mengalami penyumbatan di hidung dan sakit telinga saat melakukan scuba diving pergi ke sebuah toko 'makanan kesehatan' dan dirujuk ke seorang praktisi candling yang 'diakui'.

Selama 'perawatan', ia merasakan sensasi terbakar yang kuat di telinganya. Di ruang rawat gawat darurat, usaha untuk menyingkirkan tetesan wax yang menempel di gendang telinganya mengalami kegagalan. Operasi dilakukan, dan ditemukan sebuah lubang di gendang telinganya, yang kemungkinan besar terjadi akibat candling.

Untungnya, perempuan tersebut pulih secara penuh dan pendengarannya normal kembali. Praktisi ear candling tersebut meminta maaf, memberikan kompensasi, dan berhenti melakukan praktik ear candling.

Sebagai penutup, inilah penjelasan dari Sandra Yemm, seorang praktisi ear candling, ketika ditanyakan tentang kasus rusaknya gendang telinga yang saya sebutkan tadi:

Ear candling doesn't remove the wax from one's ears. But she says that's not the point: "It doesn't matter whether it's being removed or not because you're going to get some harmony through the changing of the energies and perhaps that's all that's needed."

-------------------------------------------------------------


saya pribadi perna pengalaman mencoba ear candling
ketika dinyalain (dibantu keluarga pas itu) telinga ky ada suara berdesis
makin lama daun telinga makin panas
setelah dah dimatiin
begitu diliad, kyna ga ada efek apa" krn ga ada kotorannya sama skali
yg ada malah bekas" abu dari apinya itu :D

kl opini pribadi si ear candle ga efektif :D

 
memang betul. semua dokter THT tidak menganjurkan membersihkan telingan dengan cotton bud.
yah, kalaupun emang terpaksanya gatel. ya jarang2 sih ga apa2 ya. asalkan tidak terlalu sering.
dan untuk @airafluff thx untuk info Ear Candle, jadi tau nih.
 
jika waktu senggang sy kadang therapi ear candle tapi Puji Tuhan sampai skrg sy tidak merasakan adanya gangguan apa-apa pada telinga. tetapi manfaat positif nya ya juga tidak sy rasakan. waduh lebih baik dihindari saja dari pada resiko :(
yang sy rasakan hanya hangat saja di permukaan daun telinga. sesudah selesai ya ga kenapa2 tuh....
 
Yup.... memang lebih bagus gak usah diapa-apain. kadang memang kita secara gak sadar terlalu memperhatikan kebersihan. Bayangkan cotton buds saja bisa bahaya. Saya sendiri, kalo habis denger musik keras-keras, telinga rasanya penuh kotoran, suka membersihkan dengan cotton bud. Kalo ear candle sih, gak pernah.

Tapi setelah dapat info ini, saya jadi mikir sendiri.

Wajar juga kotoran telinga jadi banyak sehabis denger musik keras, artinya kotorannya jadi pelindung kan, untuk telinga saja gak jebol.... serem juga....
 
nice info,
kalau pake cotton but bahaya
gw sih biasa pakek korek kuping yg bentuk nya kayak ada kerukan nya di ujung
 
Nice info...
btw ada yang tahu ga ya apakah ear candle itu bermanfaat positif ?

Klw menurut wa sich ear candle tu bermanfaat banget buat wa...

Untuk mencegah tumbuhY jamur d telinga yg akhirY jd infelksi...

Coz q sering berenang gitu... /swt
 
great great..... sep sep..... nice nice Bro..... Thanks...... ok..../no1
 
kemaren2 ada niatan buat beli ear candle ini....
tapi setelah baca2 disini.....enggak deeeeeehhh
 
Wah judulnya salah...

harusnya jangan korek telinga pake ear candle..

kalo nga korek telinga nga bisa juga, bisa penuh dengan kotoran..
 
ini maksudnya ngorek nya jgn dalem2 kan??

cukup di lorong telinga aja gpp kan???

soalnya klo ngoreknya terlalu dalam dan kena telinga dalem ituh bisa bahaya....

di dalam teling tuh sensitif bgt....



cuman mau berbagi cerita yg gwa tonton d tv dulu...


ada org yg sering bersihin telinganya pake cotton bud...

alhasil setelah bbrp lama dia gag bisa denger...

trus dia priksa k dokter telinga...

ternyata disana dokter nya bilang kotoran menutupi saluran pendengarrnya...

jadi selama ini dia bersihin = mendorong sebagian kecil dari kotoran telinga itu..

dan lama2 semakin banyak dan mengeras...

tapi untung nya masih bisa diatasi...n d ambil tuh kotorannya ma si dokter....









nah klo pengalaman gwa sendiri...


gwa pernah hampir kejadian kek itu...

cuman untungnya masih sedikit dan bisa keluar dgn sendirinya dari telinga gwa...

gwa soalny gag dalem2 bgt klo bersihin telinga...

tapi gwa jadi shok n sedikit trauma...

ternyata beneran bisa kejadian kek gitu...

kotoran telinganya mengeras hampir sekeras kerikil kecil ....

untung tuhan masih sayang ma gwa....n bisa keluar tuh kotoran...

gwa gag bisa ngebayangin klo tuh kotoran telinga sedikit lebih besar dari lobang kuping gwa....pasti gag bisa keluar...

pas keluar gwa pegang gitu keras bgt....tapi gag bau sih....

makanya sekarang gwa klo bersihin telinga sewajar nya aja...

klo dah gatel...

itu pun gwa gag pk cutton but...tapi pake yg logam kecil gt..yg kek sendok mini....

trus habis gt baru trkhir gwa pk cutton bud yg kcil n gwa basahin...

tujuan gwa basahin agar kotoran yg nyisa nempel k cutton bud yg basah...



inget klo mo d bersihin jgn terlalu dalem....
 
wah baru tahu neh..ane mah 3 hari sekali bersihin kuping
 
yang gw tau.. yang harusnya dibersihin itu kotoran-kotoran yang berasal dari debu diluar yang kesaring oleh bulu-bulu telinga.. bukan earwax-nya..

terus katanya, sebenernya kotoran telinga itu bakal kedorong keluar secara otomatis setiap kita menggerakan rahang (mengunyah, bicara, dll..) makanya sebaiknya kalo mw bersihin, bersihin telinga bagian luar + lorongnya,.. jangan dalem-dalem..
 
tapi klo yg di sekitar daun telinga masih boleh dibersihin kan?!?

klo kotor kan malah menjijikkan kelihatannya..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.